Anda di halaman 1dari 9

Organisasi Koperasi dan Ekonomi Koperasi

Diswandi, SE., M.Sc.

Fakultas Ekonomi UNRAM

Perkembangan Organisasi Koperasi

Pada mulanya koperasi tumbuh di Eropa Barat Setelah adanya kolonialisme, koperasi tersebar ke segala penjuru benua, di daerah yg dijajah Koperasi modern didirikan pada akhir abad ke-18 sebagai jawaban atas masalah2 sosial yg timbul selama awal revolusi industri. Pelopor organisasi koperasi : Rochdale Di Jerman, Herman Schuleze-Delitzch adalah orang pertama yg mengembangkan organisasi koperasi yg kemudian menjadi koperasi kredit perkotaan. Sendi2 dasar koperasi yg dikembangkan : prinsip menolong diri sendiri, prinsip mengurus/mengelola diri sendiri, dan mengawasi diri sendiri prinsip ini berkembang menjadi ciri khusus koperasi yg membedakan dg organisasi lain. Hakikat koperasi : koperasi harus dibangun oleh mereka yg mempunyai kebutuhan bersama, mendirikan perusahaan bersama dan mengelola secara bersama

harus dibangun oleh mereka yg mempunyai kebutuhan bersama, mendirikan perusahaan bersama dan mengelola secara bersama
harus dibangun oleh mereka yg mempunyai kebutuhan bersama, mendirikan perusahaan bersama dan mengelola secara bersama
harus dibangun oleh mereka yg mempunyai kebutuhan bersama, mendirikan perusahaan bersama dan mengelola secara bersama
harus dibangun oleh mereka yg mempunyai kebutuhan bersama, mendirikan perusahaan bersama dan mengelola secara bersama
harus dibangun oleh mereka yg mempunyai kebutuhan bersama, mendirikan perusahaan bersama dan mengelola secara bersama
harus dibangun oleh mereka yg mempunyai kebutuhan bersama, mendirikan perusahaan bersama dan mengelola secara bersama

Prinsip-prinsip Koperasi Rochdale

Keanggotaan yg bersifat terbuka

Pengawasan secara demokratis

Bunga yg terbatas atas modal

Pembagian SHU sesuai dengan jasa anggota

Penjualan dilakukan sesuai dg harga pasar yg berlaku dan secara

tunai Tidak ada diskriminasi berdasarkan ras, suku, agama dan politik

Barang2 yg dijual harus asli, tidak rusak atau palsu

Pendidikan terhadap anggota secara berkesinambungan

Prinsip Koperasi di Indonesia

Tercantum dalam UU No. 12 Tahun 1967 dan UU No 25 Tahun 1992 :

Keanggotaan bersifat terbuka dan sukarela Pengelolaan dilakukan secara demokratis Pembagian Sisa Hasil Usaha dilakukan secara adil sebanding dg jasa usaha masing2 anggota Pemberian balas jasa yg terbatas pada modal Kemandirian Pendidikan perkoperasian

Kerjasama antar koperasi

Prinsip Pengembagan Koperasi

Selama periode 1950 – 1970, penyebaran dan pertumbuhan koperasi modern terjadi di banyak negara berkembang.
Selama periode 1950 – 1970, penyebaran dan pertumbuhan koperasi modern terjadi di banyak negara berkembang.

Selama periode 1950 – 1970, penyebaran dan pertumbuhan

koperasi modern terjadi di banyak negara berkembang. Pemerintah di negara2 Afrika yg baru merdeka, Asia dan Amerika

Selatan mulai mendorong pembentukan organisasi koperasi dan memanfaatkannya sbg sarana pembangunan di bidang pertanian. Pembangunan koperasi pada saat itu dilakukan dg dua pola : pola

umum dan pola pemerintah. Pola umum : diserahkan sepenuhnya kpd masyarakat

Pola pemerintah : disponsori oleh pemerintah dan diawasi terus perkembangannya sampai bisa mandiri, yg dilakukan dg beberapa tahap :

Tahap ofisialisasi : pemerintah memegang peranan utama dalam perintisan koperasi dan membantu agar tumbuh dg kuat Tahap deofisialisasi : pemerintah mengurangi bantuannya bila koperasi tsb telah menunjukkan kemajuan dan mempunyai kemampuan utk berkembang ke arah kemandirian Tahap otonom: pemerintah menghentikan bantuannya dan membiarkan koperasi untuk hidup secara otonom

ke arah kemandirian Tahap otonom : pemerintah menghentikan bantuannya dan membiarkan koperasi untuk hidup secara otonom
ke arah kemandirian Tahap otonom : pemerintah menghentikan bantuannya dan membiarkan koperasi untuk hidup secara otonom

Perbedaan Koperasi dg Organisasi Ekonomi Lainnya

 

Koperasi

Organisasi Ekonomi Lain

Tujuan

Mecari keuntungan dan digunakan utk mensejahterakan anggota (maksimasi pelayanan)

Mencari keuntungan maksimal utk kepentingan pemodal (maksimasi laba)

Kepemilikan

Dimiliki oleh anggotanya

Dimiliki oleh pemilik modal

Aktivitas

Mengumpulkan dana dari anggota dan setiap penggunaan dana dalam koperasi harus diarahkan pd kepentingan anggota

Menarik dana dari pemilik dana dan setiap penggunaan dana diarahkan untuk memenuhi kepentingan pemilik dana tsb

Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Koperasi

Ekonomi : usaha manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup Koperasi : organisasi ekonomi dimana anggota sebagai pemilik dan sekaligus sebagai pelanggan Ilmu Ekonomi : studi tentang perilaku masyarakat dalam menggunakan sumberdaya yang langka dalam memproduksi berbagai komoditas, untuk kemudian menyalurkanya kepada berbagai individu dan kelompok yg ada dalam suatu masyarakat. Ekonomi koperasi : menyoroti pola pengambilan keputusan anggota untuk tetap berada dalam koperasi atau keluar dari koperasi.

Dalam koperasi terdapat dua pelaku utama yg berperan yaitu anggota dan manajemen Anggota koperasi adalah
Dalam koperasi terdapat dua pelaku utama yg berperan yaitu anggota dan manajemen Anggota koperasi adalah

Dalam koperasi terdapat dua pelaku utama yg berperan yaitu anggota dan

manajemen Anggota koperasi adalah pemilik dari badan usaha koperasi

Anggota koperasi dapat bertindak sebagai produsen, konsumen dan pedagang

Manajemen koperasi : berperan sbg pengelola koperasi.

Kendala utama bagi manajemen koperasi, dalam pengambilan keputusan khususnya yg bersifat strategis : keputusan tsb harus mendapatkan persetujuan anggota

Ekonomi koperasi disamping akan membahas keputusan calon anggota utk

masuk atau tidak menjadi anggota koperasi, juga akan membahas berbagai keputusan yg harus diambil oleh manajemen koperasi dan berbagai kendala yg melingkupinya. Ekonomi koperasi memberikan gambaran kpd manajemen koperasi tentang

bagaimana cara terbaik dalam mengambil keputusan penting tentang pelayanan kpd anggota shg koperasi dapat berkembang terus melalui peningkatan partisipasi anggota, Ekonomi koperasi juga memberikan petunjuk tentang variabel2 kritis yg

perlu diperhatikan dalam memperoleh keunggulan bersaing dg para pesaingnya. Dg mempelajari ekonomi koperasi, kita akan mengetahui seberapa jauh konsep2 yg tersusun dalam teori ekonomi dapat digunakan utk menganalisis keunggulan koperasi.

Ruang Lingkup Ekonomi Koperasi

Ekonomi koperasi membahas tentang peranan ilmu ekonomi (mikro) dalam mengembangkan koperasi. Pembahasan mikroekonomi dimulai dari pengenalan koperasi dalam sistem pasar.

Koperasi sbg bagian dalam sistem pasar akan bersaing dg unit usaha lain di dalam pasar yg sama2 memberikan pelayanan kpd anggota masyarakat shg faktor keunggulan komparatif sangat penting bagi eksistensi koperasi