Anda di halaman 1dari 29

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. TINJAUAN TEORI
1. Pendidikan Kesehatan Pendidikan kesehatan identik dengan penyuluhan kesehatan, karena keduanya sama-sama berorientasi pada perubahan perilaku, yang diharapkan yaitu perilaku sehat sehingga mempunyai kemampuan mengenal masalah kesehatan dirinya, keluarga dan kelompoknya. (Mubarak, 2007) a. Pengertian Pendidikan kesehatan adalah suatu penerapan konsep pendidikan di dalam bidang kesehatan. ( Soekidjo, Notoadmodjo, 2003 ) Menurut Wood (1926) dalam Mubarak dkk (2007) dikatakan pendidikan kesehatan sebagai pengalaman yang mendukung

kebiasaan, sikap dan pengetahuan yang berhubungan dengan kesatuan indivdu, masyarakat, dan ras. Menurut Stuart (1968) dalam Mubarak dkk (2007) Pendidikan kesehatan adalah komponen program kesehatan dan kedokteran yang terdiri atas upaya terancang untuk mengubah perilaku indivdu, kelompok maupun masyarakat yang merupakan perubahan cara berpikir, berskap dan berbuat dengan tujuan membantu pengobatan renovilitasi, pencegahan penyakit dan promosi hdup sehat.

Menurut

Nyswander

(1947)

dalam

Mubarak

(2007),

Pendidikan kesehatan adalah suatu proses perubahan pada diri manusia yang ada hubungannya dengan tujuan kesehatan baik perseorangan maupun pada masyarakat. Pendidikan kesehatan adalah proses perubahan perilaku yang dinamis, di mana perubahan tersebut bukan sekedar proses transfer materi / teori dari seseorang ke orang lain dan bukan pula seperangkat prosedur, akan tetapi perubahan tersebut terjadi adanya kesadaran dari dalam diri individu, kelompok atau masyarakat sendiri. ( Wahit, dkk, 2006) b. Tujuan Berdasarkan pengertian pendidikan kesehatan di atas, maka menurut Wahit, dkk (2007) dapat diperinci tujuan pendidikan kesehatan adalah menjadikan kesehatan sebagai sesuatu yang bernilai di masyarakat, mendorong individu agar mampu secara mandiri/ kelompok mangadakan kegiatan untuk mencapai tujuan hidup sehat dan mendorong pengembangan dan penggunaan secara tepat sarana pelayanan kesehatan yang ada. 2. Pengetahuan Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap suatu objek tertentu. Pengindraan yang terjadi melalui pancaindra manusia, yaitu: indra penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan

atau

kognitif

merupakan

domain

yang

sangat

penting

untuk

terbentuknya tindakan seseorang (Notoatmodjo, 2007). Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara dan angket yang menanyakan tentang isi materi yang akan diukur dari subjek penelitian atau responden (Notoatmodjo, 2007). Pengetahuan yang dicakup didalam domain kognitif mempunyai 6 tingkatan yaitu : a. Tahu (know) Tahu diartikan sebagai mengingat atau suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya, kata kerja untuk mengukur bahwa orang tahu tentang apa yang dipelajari antara lain : menyebutkan, menguraikan, mendefinisikan, menyatakan dan sebagainya. b. Memahami (komprehenship) Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui, dan dapat

menginterprestasi materi tersebut secara benar. Materi harus dapat menjelaskan, menyebutkan. c. Aplikasi (Application) Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi riil (yang sebenarnya). Aplikasi disini dapat diartikan berupa penggunaan hukum-hukum, rumus, metode, prinsip dan sebagainya dalam konteks atau situasi yang lain. d. Analisis (Analysis) Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi dalam suatu objek kedalam komponen-komponen, tetapi masih

dalam suatu struktur organisasi tersebut. Kemampuan analisis dapat dilihat dari penggunaan kata kerja, dapat menggambarkan

membedakan, memisahkan dan mengelompokkan. e. Sintesis (Synthesis) Sintesis menunjukkan kepada suatu kemampuan untuk melakukan atau menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Sintesis dapat menyusun formulasiformulasi yang ada seperti : dapat menyusun, dapat merencanakan, dapat meringkas, dapat menyesuaikan terhadap suatu teori atau rumusan-rumusan yang telah ada. f. Evaluasi (Evaluation) Evaluasi berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan penelitian terhadap suatu materi atau objek. Penilaian ini

berdasarkan kriteria yang ada seperti dapat membandingkan antara anak-anak yang cukup gizi dengan anak-anak yang kekurangan gizi.

3.

Menopause Mengenali menopause tidak semudah yang dipikirkan, wanita biasanya beranggapan bahwa menopause akan datang sendirinya dan sudah pasti akan datang tanpa memahami arti dari menopause sebenarnya. a. Pengertian Kata menopause berasal dari dua kata Yunani yang berarti Bulan, yang secara linguistic lebih tepat disebut Menocease. Secara medis istilah menopause mengandung arti berhentinya masa

menstruasi, bukan istirahat. Menopause adalah suatu tingkatan dimana seseorang tidak lagi memiliki siklus menstruasi secara normal (Maryanti 2010). Menurut Santoso Arrumy (2002), menopause adalah sebuah kata yang memiliki banyak arti. Men dan Peuseis adalah kata yunani yang pertama kali digunakan untuk menggambarkan berhentinya haid. Menurut Perpustakaan abad 17 dan 18, menopause dianggap sebagai suatu bencana dan malapetaka, sedangkan wanita setelah menopause dianggap tidak berguna dan tidak menarik lagi, sedangkan menurut Baziad (2000), menyebutkan menopause sebagai perdarahan rahim terakhir yang masih diatur oleh fungsi hormon indung telur. Menopause adalah berhentinya proses didalam tubuh atau disebut fisiologi siklus menstruasi, yang berkaitan dengan lanjut usia. Seorang wanita disebut memasuki atau mengalami menopause bila yang bersangkutan tidak menstruasi lagi dalam rentang waktu 12 bulan. Singkat kata, menopause merupakan suatu proses peralihan dari masa produktif menuju perlahan-lahan ke masa non-produktif yang disebabkan berkurangnya hormon estrogen dan progesteron (Maryanti, 2010). Menurut (Rebecca, 2007) tahap menopause dibagi dapat dibagi menjadi 3 yaitu:

1) Pramenopause merupakan rentang waktu dimana seseorang


wanita dapat hamil lagi mulai dari pubertas hingga menopause.

2) Perimenopause, masa ini biasanya terjadi selama kira-kira 4 5 tahun, dan dimulai sebelum menopause itu sendiri dimana saat pertama kali kita merasakan gejala menopause yaitu rasa panas dan berkeringat pada malam hari. 3) Pascamenopause merupakan masa sesudah menstruasi berakhir. b. Klimakterium dan Menopause Banyak yang tidak memahami tahapan-tahapan dari

menopause, kebanyakan beranggapan bahwa menopause hanyalah proses berhentinya haid. 1) Pengertian a) Klimakterium berasal dari bahasa yunani yang bearti tangga, merupakan masa peralihan antara masa reproduksi dan masa senium. Klimakterium kira-kira berakhir 6-7 tahun sesudah menopause. Pada saat ini kadar estrogen telah mencapai nilai yang rendah yang sesuai dengan keadaan senium, dan gejalagejala neurovegetatif telah terhenti. Dengan demikian lama klimakterium lebih kurang 13 tahun. b) Menopause adalah haid terakhir atau saat terjadinya haid terakhir. Bagian klimakterium sebelum menopause disebut pramenopause. c) Senium adalah masa sesudah pascamenopause, ketika telah tercapai keseimbangan baru dalam kehidupan wanita, sehingga tidak ada lagi gangguan vegetative maupun psikis.

2) Faktor-faktor yang Mempengaruhi Usia Memasuki Menopause Menurut (Faisal, 2001) berikut ini beberapa faktor yang mempengaruhi kapan seorang wanita mengalami menopause : a) Umur sewaktu mendapatkan haid pertama kali (menarche) Beberapa penelitian menemukan hubungan antara umur pertama mendapat haid pertama dengan umur sewaktu memasuki menopause. Semakin muda umur sewaktu

mendapat haid pertama kali, semakin tua usia memasuki menopause. b) Kondisi kejiwaan dan pekerjaan Ada penelitian yang menemukan pada wanita yang tidak menikah dan bekerja, umur memasuki menopause lebih muda dibanding dengan wanita sebaya yang tidak bekerja dan menikah. c) Jumlah anak Makin sering melahirkan, makin tua baru memasuki usia menopause. Kenyataan ini terjadi pada golongan ekonomi berkecukupan dibandingkan dengan golongan masyarakat ekonomi kurang mampu. d) Penggunaan obat-obat keluarga berencana ( KB) Karena obat-obat KB memang menekan fungsi hormon dari indung telur, wanita yang menggunakan pil KB lebih lama baru memasuki umur menopause.

e) Merokok Wanita perokok terlihat akan lebih muda memasuki usia menopause dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok. f) Cuaca dan ketinggian tempat tinggal dari permukaan laut Wanita yang tinggal diketinggian lebih dari 2000-3000 m dari permukaan laut lebih cepat 1-2 tahun memasuki usia menopause dibandingkan dengan wanita yang tinggal

diketinggian <1000 m dari permukaan laut. g) Sosio-ekonomi Seperti usia pertama kali mendapatkan haid,

menopause juga dipengaruhi oleh faktor status sosio-ekonomi, disamping pendidikan dan pekerjaan suami. Begitu pula hubungan antara tinggi badan dan berat badan wanita yang bersangkutan termasuk dalam pengaruh sosio-ekonomi. h) Menopause yang terlalu dini dan menopause yang terlambat Umur rata-rata perempuan Inggris memasuki

menopause pada umur 45 tahun sebanyak 4,3% dan umur 54 tahun sebanyak 96,4% sudah memasuki menopause.

Sedangkan pada menopause terlalu dini ditemukan adanya penurunan fungsi kelenjar indung telur mulai umur 30-45 tahun lebih 51 tahun. 3) Menopause Dini dan Menopause Terlambat Menopause pasti terjadi pada semua wanita, hanya saja tiap wanita akan mengalaminya pada usia yang berbeda-beda.

a) Menopause Dini Menopause terjadi sebelum usia 45 tahun dianggap sebagai menopause yang cepat, tetapi menopause dini didefenisikan menopause yang terjadi sebelum usia 40 tahun. Kadang-kadang menopause dini disebut sebagai ovarium dini premature ovarium faiture karena hal tersebut adalah masalah yang telah menyebabkan menopause datang lebih cepat. Namun demikian sangat penting untuk mencatat bahwa POF dan menopause dini tidak selalu merupakan hal yang sama. Tidak semua kasus POF adalah permanen pada beberapa kasus, fungsi ovarium dapat dipulihkan dan

menstruasi dapat berlangsung kembali. Seperti yang kita ketahui menopause ditentukan oleh menstruasi yang paling akhir dan hal ini hanya dapat terjadi jika POF bersifat permanen (Rebecca, 2007). b) Menopause Terlambat Pada kira-kira usia 45 tahun, empat dari lima wanita akan mengalami menopause. Akan tetapi jika menopause tertunda sampai setelah usia 55 tahun maka hal tersebut dianggap terlambat. Wanita mungkin akan mengalami

keterlambatan menopause jika kelebihan berat badan. Seperti yang kita ketahui sebagian besar estrogen dibuat didalam ovarium. Akan tetapi sejumlah kecil estrogen dibuat dibagian tubuh lain termasuk sel-sel lemak. Jika kita mengalami obesitas

maka kita memiliki kadar estrogen yang lebih tinggi dalam seluruh masa hidup. Oleh karena itu selain meningkatkan resiko terhadap masalah kesehatan yang serius seperti kanker payudara dan jantung memiliki berat badan berlebih juga dapat menunda menopause. (Rebecca, 2007). 4) Proses Terjadinya Menopause Siklus menstruasi dikontrol oleh dua hormon yang diproduksi kelenjar Hipofisis yang ada diotak (FSH- Folikel Stimulating Hormone dan LH-Leutenezing Hormone) dan dua hormon lagi dihasilkan oleh ovarium (Progesteron dan Estrogen). Saat kita berada pada masa menjelang menopause FSH dan LH terus diproduksi sebagaimana yang seharusnya estrogen dan progesteron yang diproduksi juga semakin berkurang. Menopause terjadi ketika ovarium tidak lagi menghasilkan hormon-hormon tersebut dalam jumlah yang cukup untuk bisa mempertahankan siklus menstruasi. (Rebecca, 2007). 5) Gejala-gejala pada Menopause Gejala-gejala yang umum yang terjadi pada saat

menopause menurut (Mary, dkk, 2005) adalah sebagai berikut; a) Gejala-gejala Fisik Gejala-gejala fisik yang umum dialami pada masa menopause diantaranya adalah Hot flushes (rasa panas pada wajah, leher, dan yang berlangsung selama beberapa menit dan dapat pula merasa pusing dan lemah), berkeringat pada

malam hari, susah tidur ( insomnia), sakit kepala dan keinginan buang air kecil menjadi lebih sering. Gejala-gejala Psikologi Gejala psikologi yang umumnya timbul diantaranya mudah tersinggung, depresi, cemas, suasana hati (mood) yang tidak menentu, sering lupa dan susah berkosentrasi. Gejala-gejala Seksual Gejala seksual yang bisa terjadi diantaranya kekeringan vagina yang mengakibatkan rasa tidak nyaman selama berhubungan seksual serta menurunnya libido. 6) Penanganan Pada Masa Menopause Gaya hidup yang sehat akan membantu tubuh dalam beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang timbul saat menopause. Menopause dapat ditangani dengan bebrbagia cara, diantaranya : a) Menerapkan Pola Makan Sehat Berdasarkan (Erlangga, 2007) Terdapat sejumlah nutrisi yang sangat penting saat mengalami menopause yaitu: - Kalsium Sumber kalsium yang baik antara lain bersumber dari susu. - Vitamin D Vitamin D diperlukan untuk kesehatan tulang dan gigi. Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dari

makanan. Sumber vitamin D yang baik antara lain minyak ikan, seperti ikan sardine, ikan makarel, hati dan telur

- Fitoestrogen Mengkonsumsi makanan yang kaya dengan fitoestrogen atau mengonsumsi suplemen (misalnya dalam bentuk pil) dapat mengurangi hot flushes, sakit kepala, gelisah, dan sulit tidur. Sumber makanan yang kaya dengan fitoestrogen antara lain produk dari kedelai (misalnya tahu, susu kedelai), buncis, kacang-kacangan, gandum, dan seledri. Zat gizi yang dapat membantu mengurangi keluhan menopause menurut (Gerailmu, 2010) antara lain: - Asam lemak, omega 3, asam folat, dan vitamin D untuk mengikis keluhan depresi. Sumbernya bisa ikan yang ada lemaknya, whole grain, sayuran berdaun hijau, jus jeruk, dan produk susu. - Zat besi untuk mengurangi keluhan menstruasi berat. Sumber bisa dari daging merah, kacang-kacangan, bayam, kismis, sereal. - Kalsium untuk mengurangi keluhan hot flushes. Sumbernya bisa dari susu rendah lemak dan produk olahan, sayuran berdaun hijau, ikan kaleng, ikan teri. - Vitamin D dan kalsium untuk mengurangi keluhan

osteoporosis. Sumbernya ikan yang berlemak, tuna, salmon, sardine, susu rendah lemak dan hasil olahannya, sayuran berdaun hijau, ikan kaleng.

b) Olahraga Misalnya latihan ketahanan tubuh seperti jalan kaki atau jogging, olahraga dengan menggunakan beban. c) Terapi Sulih Hormon Terapi Sulih Hormon (HRT-Hormon Replacement

Therapy) pertama kali diperkenalkan pada tahun 1942, saat perusahaan farmasi Ayerst mulai memasarkan pil estrogen Premarin. Pada akhir tahun 1940-an, premarin telah menjadi obat baru utama yang mantap secara klinis untuk mengatasi gejala menopause. Terapi hormon adalah terapi utama bagi gejala menopause, dan juga sebagai pencegahan bagi banyak penyakit kronik yang terkait dengan penuaan (Mary,dkk, 2005). Gejala menopause dan meningkatnya resiko komplikasi yang mengikuti menopause sebagian besar karena fakta bahwa terjadi penurunan kadar estrogen. peran HRT secara sederhana adalah mengembalikan kadar estrogen (Erlangga, 2007). Ada dua bentuk dasar HRT menurut (Rebecca, 2007) yaitu: - HRT dengan estrogen tunggal- pemberian estrogen dengan dosis harian rendah dan cocok untuk wanita yang pernah menjalani histerektomi sehingga tidak lagi memiliki rahim. - HRT kombinasi- digunakan untuk wanita yang masih memiliki rahim.

Cara

yang

lebih

aman

untuk

mendapatkan

tambahan estrogen dari luar adalah dengan mengkonsumsi bahan makanan alami yang mengandung fitoestrogen. Fitoestrogen merupakan senyawa kimia yang berasal dari hormon tumbuhan. Fito artinya tumbuhan yang memiliki struktur kimia yang menyerupai hormon estrogen pada tubuh manusia. 7) Faktor-faktor yang Mempengaruhi Menopause Dengan perkembangan ilmu kedokteran maka dapat diketahui rahasia proses fisiologi menopause sehingga mampu menawarkan pilihan, penanggulangan termasuk terapi menopause sehingga dengan ini dapat meningkatkan wawasan dan

pengetahuan wanita menjelang atau pada usia 50-an tentang menopause dan penanggulangan sehingga bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup pada usia lanjut (Soetomo, 2005). a) Umur Usia menurut Meliono (2009) mempengaruhi terhadap daya tangkap dan pola pikir seseorang. Semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikirnya, sehingga pengetahuan yang diperolehnya semakin membaik. Semakin tua semakin bijaksana, semakin banyak informasi yang dijumpai dan semakin banyak hal yang dikerjakan sehingga menambah pengetahuannya.

b)

Pendidikan Pendidikan adalah suatu usaha untuk

mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan mempengaruhi proses belajar, makin tinggi pendidikan seeorang makin mudah orang tersebut untuk menerima informasi. Dengan pendidikan tinggi maka seseorang akan cenderung untuk mendapatkan informasi, baik dari orang lain maupun dari media massa. Semakin banyak informasi yang masuk semakin banyak pula pengetahuan yang didapat tentang kesehatan. Pengetahuan sangat erat kaitannya dengan pendidikan dimana diharapkan seseorang dengan pendidikan tinggi, maka orang tersebut akan semakin luas pula pengetahuannya. Namun perlu ditekankan bahwa seorang yang

berpendidikan rendah tidak berarti mutlak berpengetahuan rendah pula. Peningkatan pengetahuan tidak mutlak diperoleh di pendidikan formal, akan tetapi juga dapat diperoleh pada pendidikan non formal. Pengetahuan seseorang tentang sesuatu obyek juga mengandung dua aspek yaitu aspek positif dan negatif. Kedua aspek inilah yang akhirnya akan menentukan sikap seseorang terhadap obyek tertentu. Semakin banyak aspek positif dari obyek yang diketahui, akan menumbuhkan sikap makin positif terhadap obyek tersebut (Meliono, 2009).

c)

Paritas Paritas adalah jumlah anak yang pernah dilahirkan ibu. Dapat juga terbukti cepatnya ibu mengalami masa

menopause. Selain itu faktor genetik juga berpengaruh. Ibu yang melahirkan muda atau nulipara akan memasuki masa menopause lebih awal sedangkan pada wanita multipara akan mengalami menopause lebih lambat (Prawiroharjo, 2005). d) Sumber Informasi Sumber informasi merupakan segala sesuatu yang menjadi perantara dalam menyampaikan pesan, merangsang pikiran dan kemampuan. Pengetahuan tentang menopause khusus ditujukan bagi wanita yang sudah mengalami

menopause dan juga mengikut sertakan wanita yang belum mengalami menopause sebagai bekal untuk mereka.

(Meliono, 2009). Informasi yang diperoleh baik dari pendidikan formal maupun non formal dapat memberikan pengaruh jangka pendek (immediate impact) sehingga menghasilkan

perubahan atau peningkatan pengetahuan. Majunya teknologi akan tersedia bermacam-macam media massa yang dapat mempengaruhi pengetahuan masyarakat tentang inovasi baru. Sebagai sarana komunikasi, berbagai bentuk media massa seperti televisi, radio, surat kabar, majalah, dan lainlain mempunyai pengaruh besar terhadap pembentukan opini dan kepercayaan orang. Dalam penyampaian informasi

sebagai tugas pokoknya, media massa membawa pula pesan-pesan yang berisi sugesti yang dapat mengarahkan opini seseorang. Adanya informasi baru mengenai sesuatu hal memberikan landasan kognitif baru bagi terbentuknya pengetahuan terhadap hal tersebut (Meliono, 2009).

PROPOSAL PENELITIAN

PENGARUH MODUL PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU USIA 45-65 TAHUN TENTANG MENOPAUSE DI DESA CILAPAR KECAMATAN KALIGONDANG TAHUN 2011

Proposal penelitian ini diajukan untuk persyaratan Ujian Akhir Program Pendidikan Diploma III Kebidanan

Disusun oleh : ANISA SILATUR RAHMAH NIM : P17424310048

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN PURWOKERTO 2012

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan usia harapan hidup orang Indonesia adalah 75 tahun pada tahun 2025. Hal ini berarti wanita memiliki kesempatan untuk hidup rata-rata 25 tahun lagi sejak awal masa menopause. Berbagai upaya perlu dilakukan agar waktu yang cukup lama itu dijalani dengan semenyenangkan mungkin (Siagian, 2007). Menopause adalah proses alami dari penuaan, yaitu ketika wanita tidak lagi mendapatkan haid selama 1 tahun. Penyebab berhentinya haid karena indung telur tidak lagi memproduksi hormon estrogen dan progesterone. Rata-rata wanita mengalami menopause pada usia sekitar 50 tahun. Pada wanita muda, menopause mungkin juga terjadi, pada mereka yang menjalani operasi pengangkatan indung telur (Luciana,dkk, 2005). Pada usia 40 tahun ke atas, sekitar 80% wanita mulai tidak teratur siklus menstruasinya. Kenyataannya, hanya sekitar 10% wanita berhenti menstruasi sama sekali tanpa disertai ketidakteraturan siklus yang berkepanjangan sebelumnya. sehingga melibatkan lebih dari 2.700 wanita, kebanyakan di antara mereka mengalami transisi pra-menopause yang berlangsung antara dua hingga delapan tahun (Maryanti, 2010). Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Retno pada tahun 2010, menyebutkan bahwa dari 107 wanita usia 45-60 tahun yang

memasuki masa klimakterium, sebanyak 77 wanita berpendidikan lebih tinggi ( SMP/SMA ) mempunyai pengetahuan yang lebih baik tentang menopause dibandingkan dengan wanita yang berpendidikan lebih rendah ( SD / tidak bersekolah ). Menurut Soekanto (2004), pengetahuan adalah kesan di dalam pikiran manusia sebagai hasil penggunaan pancaindera yang berbeda sekali dengan kepercayaan (believe), khayal, penerangan-penerangan yang keliru (miss information). Dari penelitian terbukti bahwa perilaku didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng dari pada perilaku yang tidak didasari oleh pengetahuan. Menurut data penduduk di Kecamatan Kaligondang tahun 2011, terdapat sebanyak 28.745 penduduk dengan jenis kelamin perempuan, dimana sebanyak 8.094 penduduk adalah wanita usia 40-65 tahun. Berdasarkan survei awal di Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga yang penulis lakukan pada bulan September 2012, terdapat sebanyak 128 wanita usia 40-65 tahun, dan dari jumlah tersebut ternyata masih banyak ibu yang belum mengerti tentang menopause dan belum ada yang pernah tingkat melakukan pendidikan penyuluhan yang tentang menopause. minimnya

Rendahnya

menyebabkan

pengetahuan ibu tentang menopause. Dari data di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Modul Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Menopause di Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga Tahun 2011, kemudian menilai pengetahuan ibu-ibu di Desa Cilapar tentang menopause.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis merumuskan masalah Apakah ada pengaruh modul pendidikan kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan ibu tentang menopause di Desa Cilapar, Kaligondang, Purbalingga.

C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum Mengetahui pengaruh modul pendidikan kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan ibu tentang menopause di Desa Cilapar, Kaligondang, Purbalingga. 2. Tujuan Khusus a. Mengetahui biografi meliputi nama, umur, alamat, pekerjaan, pendidikan, paritas dan riwayat obstetric. b. Mengetahui tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi ibu mengenai menopause sebelum dilakukan perlakuan berupa pendidikan kesehatan reproduksi menopause menggunakan modul di Desa Cilapar, Kaligondang, Purbalingga. c. Mengetahui adanya peningkatan pengetahuan kesehatan

reproduksi ibu mengenai menopause sesudah diberi perlakuan berupa pendidikan kesehatan reproduksi menopause

menggunakan modul di Desa Cilapar, Kaligondang, Purbalingga. d. Mengetahui menggunakan adakah modul pengaruh terhadap pemberian pengetahuan pendidikan ibu tentang

menopause Purbalingga.

di

Desa

Cilapar,

Kecamatan

Kaligondang,

D. Manfaat Penelitian
1. Bagi Tempat Penelitian Dapat menambah wawasan pengetahuan dan sebagai bahan informasi masyarakat dalam bidang kesehatan terutama mengenai menopause. 2. Bagi Institusi Pendidikan Untuk menambah wawasan pengetahuan dan sebagai bahan informasi bagi para mahasiswi jurusan kebidanan serta dapat dijadikan sebagai bahan referensi dalam pembuatan karya tulis ilmiah. 3. Bagi Peneliti a. Merupakan kesempatan berharga untuk menambah wawasan dan pengetahuan dengan cara menerapkan langsung ilmu

pengetahuan yang diperoleh selama masih kuliah. b. Penelitian ini sangat berguna bagi penulis untuk memberikan pengalaman dalam penelitian dalam rangka menganalisa

bagaimana pengaruh pendidikan kesehatan dengan modul terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang menopause.

E. Keaslian penelitian
Penelitian sejenis yang pernah dilakukan :

Populasi Jenis No Nama Judul penelitian sample 1 Retno N (2010) Gambaran pengetahuan wanita premenopause tentang menopause Deskriptif Populasi yang digunakan sebanyak 147. Sampel yang digunakan sebanyak 107 orang. Purposive sampling Wanita usia premenopause terbanyak adalah usia 4549tahun, sebanyak 82orang. Pendidikan terakhir terbanyak adalah menengah sebanyak 62 orang. Sebagian besar responden sebanyak 77 orang memiliki pengetahuan yang cukup tentang menopause yang didapat dari tenaga kesehatan. dan Uji statistik Hasil penelitian

B.

Kerangka Teori

Pendidikan kesehatan

Pengetahuan

Menopause

pengertian kesehatan tujuan kesehatan

pendidikan

pendidikan

Tahu (know) Memahami (komprehenship) Aplikasi (Application) Analisis (Analysis) Sintesis (Synthesis) Evaluasi (Evaluation)

Pengertian menopause Klimakterium dan menopause Menopause dini dan menopause terlambat Proses terjadinya menopause Gejala-gejala menopause Penanganan pada masa menopause Factor-faktor menopause yang mempengaruhi

LEMBAR KONSULTASI KARYA TULIS ILMIAH

Nama Mahasiswa NIM Nama Pembimbing Judul KTI Pengaruh pendidikan kesehatan

: Anisa Silatur Rahmah : P17424310048 : Dina Indarti DS : menggunakan modul terhadap tingkat

pengetahun ibu usia 45-65 tahun tentang menopause di Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, Tahun 2011.

No

Hari / Tanggal

Materi

Saran Pembimbing

Tanda Tangan Pembimbing

Daftar Pustaka

B.Sutanto, L. 2005. Wanita & Gizi Menopause. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Llewellyn-jones, D. 2005. Setiap Wanita. Jakarta : Delapratasa. Lestary, D. 2010. Seluk Beluk Menopause. Yogjakarta : Garailmu. Maryanti, D. 2009. Buku Ajar Kesehatan Reproduksi Teori dan Praktikum. Yogjakarta : Nuha Medika. Notoatmodjo, S. 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta : PT Rineka Cipta. Notoatmodjo, S. 2007. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta : PT Rineka Cipta. Notoatmodjo, S. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta : PT Rineka Cipta. Rebecca. Brown, P. 2007. Menopause. Jakarta : Erlangga. Tagliaferri, M. 2006. The New Menopause Book. Jakarta : Indeks. Yatim, F. 2001. Haid Tidak Wajar dan Menopause .Jakarta Handayani, E. 2009. Menopause. (www.husada.co.id.) Cunningham, FG. 2006. Menopause pada Wanita. (Bidan Shop.com) Mubarak, dkk . 2007. Promosi kesehatan. Jakarta : Graha ilmu

BAB III METODE PENELITIAN

A. KERANGKA KONSEP

Modul Pendidikan Kesehatan : Menopause

Tingkat Pengetahuan Ibu Ibu menopause Tentang menopause

B. VARIABEL PENELITIAN 1. Variable Independent Variable independent dalam penelitian ini adalah Pendidikan Kesehatan Menggunakan Modul. 2. Variable Dependent Variable dependent dalam penitian ini adalah Tingkat Pengetahuan Ibu Usia 45-65tahun terhadap Menopause.

C. DEFINISI OPERASIONAL ( DO ) VARIABEL NO Variabel Definisi opersional Parameter Alat Ukur Skala Pengukuran

D. HIPOTESIS

H0 : Ada pengaruh pemberian modul pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan ibu usia 45-65 tahun tentang menopause di Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang.

E. RUANG LINGKUP PENELITIAN 1. Tempat lokasi penelitian dilakukan di Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang tahun 2011. Adapun pemilihan lokasi adalah karena di daerah tersebut belum pernah dilakukan penyuluhan ataupunpemberian pendidikan kesehatan mengenai menopause.

2. Waktu Waktu penelitian dilakukan pada bulan Februari Maret 2013.

F. RANCANGAN PENELITIAN 1. Jenis / Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimental, dengan menggunakan pre test dan post test group desain untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh perlakuan yang diberikan peneliti. 01 x 02

Jika 01 = 02, maka tidak ada pengaruh Jika 01 < 02, maka ada pengaruh Jika 01 > 02, maka terjadi kesalahan prosedur 2. Populasi, Sampel, dan Teknik sampling a. Populasi Populasi dalam penelitian Ini adalah ibu-ibu usia 45-65 tahun yang ada di Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang tahun 2011 yang berjumlah 128 0rang. b. Sampel c. Teknik Sampling .

3. Teknik Pengumpulan Data a. Data primer b. Data sekunder

4. Instrument Penelitian Instrument yang akan digunakan dalam penelitian ini diantaranya :

5. Pengolahan dan Analisis data

6. Etika Penelitian

7. Jadwal Penelitian