Anda di halaman 1dari 10

KOPLING FLEKSIBEL

Mampu meneruskan daya/ torsi antara dua poros yang tidak sempurna kelurusannya. Mampu mengurangi gaya yang ditimbulkan ketidaklurusan poros.

CONTOH KOPLING FLEKSIBEL

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ismail Muchsin ST., MT.

ELEMEN MESIN II

OLDHAM COUPLING
Terdiri dari 3 bagian, komponen tengah (floating member) terpasang pada 2 alur pada sisi luar yang membentuk sudut 90o, yang terhubung dengan poros. Mampu mengatasi misalignment lateral s/d 10% dari diameter nominal poros. Mampu mengatasi misalignment angular s/d 3o.

KELEBIHAN oldham coupling


Kekakuan torsional tinggi Kapasitas torsi tinggi Tidak ada variasi kecepatan poros Mudah dilepas Memungkinkan misalignment lateral yang besar

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ismail Muchsin ST., MT.

ELEMEN MESIN II

KEKURANGAN oldham coupling


Misalignment angular terbatas Ada backlash yang cukup besar Hanya cocok untuk kecepatan transmisi rendah

UNIVERSAL / U-JOINT
Sambungan antara pors berputar dengan sumbu poros yang saling berpotongan (tidak paralel). Disebut juga: Cardan joint atau Hooke joint Sudut antara 2 poros disebut sudut operasi (operating angle)

Sudut operasi maksimum biasanya sekitar 37,5 o.

Universal Joint

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ismail Muchsin ST., MT.

ELEMEN MESIN II

Kecepatan putaran poros melalui u-joint


Gerakan yang diteruskan melalui u-joint, kecepatannya tidak uniform. Perbandingan kecepatan sudut antara kedua poros bervariasi membentuk siklus (2 siklus per 1 putaran poros input) Fluktuasi bertambah besar dengan bertambah besarnya misalignment sudut.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ismail Muchsin ST., MT.

ELEMEN MESIN II

Menghilangkan variasi kecepatan poros


Ketidakseragaman kecepatan putar poros bisa dihilangkan dengan

menggunakan 2 u-joint dihubungkan seri. Fluktuasi kecepatan sudut terjadi pada poros intermediate.

KELEBIHAN U-joint tunggal


Memungkinkan misalignment angular yang besar Kekakuan torsional tinggi Kapasitas torsi tinggi

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ismail Muchsin ST., MT.

ELEMEN MESIN II

KEKURANGAN U-joint tunggal


Kecepatan dan percepatan bervariasi, terutama pada misalignment besar Membutuhkan pelumasan untuk mengurangi gesekan dan keausan Membutuhkan perlindungan dari kontaminasi Poros harus secara presisi ditempatkan pada satu bidang Sulit mengontrol backlash

Example: Determining the Maximum & Minimum Velocity A U-joint operates at 250 rpm with an operating angle = 10. Find the
maximum angular displacement lead (or lag), maximum and minimum angular velocity of output shaft.

From Table 1 at = 10, the maximum displacement lead/lag = 0.439 =


26.3'.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ismail Muchsin ST., MT.

ELEMEN MESIN II

Example: Determining the Maximum & Minimum Velocity A U-joint operates at 250 rpm with an operating angle = 10. Find the
maximum angular displacement lead (or lag), maximum and minimum angular velocity of output shaft.

From Table 1 at = 10, the maximum displacement lead/lag = 0.439 =


26.3'. The maximum and minimum angular velocity ratios are given as 1.0154 and 0.9848 (from table 1), respectively. Hence, the corresponding output shaft speeds are: - max = (250)(1.0154) = 254 rpm; - min = (250)(0.9848) = 246 rpm;

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ismail Muchsin ST., MT.

ELEMEN MESIN II

Klasifikasi oleh tipe-tipe kopling (Clutch)


Tipe mekanis adalah tipe union yang telah dibahas sebelumnya. Untuk gerakan maju pengencang dengan cara ban rem sering terpakai. Dalam unit-unit dimana ring yang dapat dikembangkan terpasang pada gerak maju dan koplingnya dikontrol oleh gaya sentrifugal, maka pada putaran mesin yang meninggi mengakibatkan timbulnya gerakan yang kasar pada koplingnya sedang pada tipe-tipe lain memakai plat-plat gesek untuk gerak maju dan mundur pada satu poros. Mereka ada yang berplat gesek tunggal dan banyak, dimana pada tipe mekanikal dipakai pegas dan lever (batang) dan pada type hidrolik dipergunakan tekanan olie yang tinggi untuk menggabungkan /menempelkan/menyatukan plat-plat gesek tersebut bersama-sama.

Gambar. Plat-plat (lempengan-lempengan ) dalam kopling ( Sumber Yanmar Diesel, 1980 )

Roda gigi perubahan arah putaran sistim hidrolik ini telah dipakai untuk kapalkapal kecil dijepang sejak tahun 1941, akan tetapi pemakaian ini terbatas karena mereka lebih mahal dibandingkan dengan tipe mekanikal. Pada gambar 4-10. meupakan contoh dari gigi reduksi/ perubahan arah sistem hidrolik dengan proses engkol dan poros propeller yang terpisah secara axial. Sebagai hasil dari perkembangan kopling hidrolik, operasi untuk gerak maju/mundur pada handelnya akan menjadi sangat mudah, dan sedemikian rupa hingga dinamakan FINGER CONTROL. (Pengontrol dengan jari).

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ismail Muchsin ST., MT.

ELEMEN MESIN II

Seperti terlihat pada gambar di bawah, adalah salah satu type pemakaian poros coaxial maju/mundur: dan untuk gerak maju, poros propeller berputar dalam arah yang berlawanan dengan poros engkol- melalui- roda- gigi penghubung.

Gambar. Salah satu type poros co-axial maju/mundur. ( Sumber Yanmar Diesel, 1980 )

Dalam keadaan normal dimana kopling berfungsi dengan baik, ketika pedal kopling ditekan penuh, maka kopling akan memutuskan putaran roda-roda gigi transmisi. Kemudian ketika pedal kopling dilepas, tenaga putaran mesin dipindahkan kerodaroda gigi transmisi yang menyesuaikan kecepatan lajunya kendaraan. Pada keadaan posisi pedal kolping setengah tekan, maka tenaga putaran mesin yang dipindahkan keroda-roda gigi transmisi tidak maksimum. Hal ini terjadi karena kopling menggantung sehingga tidak bekerja dengan maksimum memindahkan putaran mesin, namun demikian kendaraan masih tetap jalan

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ismail Muchsin ST., MT.

ELEMEN MESIN II

KUIS
Rancanglah
sebuah muff-coupling untuk menyambung poros yang meneruskan daya 70 hp pada 140 rpm. Jika diketahui kekuatan bahan: Tegangan geser ijin poros 560 kg/cm2 Tegangan geser ijin muff 140 kg/cm2 Tegangan geser ijin pasak 420 kg/cm2 Tegangan desak ijin pasak 840 kg/cm2

Rancanglah protective flange coupling yang menyambung 2 poros, untuk


meneruskan daya 7,5 kW pada 720 rpm. Jika diketahui: Tegangan geser ijin poros, baut, pasak 33 N/mm2 Tegangan desak ijin baut, pasak 60 N/mm2 Tegangan geser ijin hub/flange 15 N/mm2

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Ismail Muchsin ST., MT.

ELEMEN MESIN II

10