Anda di halaman 1dari 17

BAB I Pendahuluan

Dalam Theologia Perjanjian Lama kita akan memahami tentang nama Allah secara benar, secara rinci dan historika. Dalam Theologia Perjanjian Lama kita akan menjumpai manusia dan peradaban melalui empat generasi yaitu : 1. Generasi Adam 2. Generasi Nuh 3.Generasi Abraham 4. Generasi Musa 1. Generasi Adam dimulai dari Adam sampai dengan Generasi Nuh. 2. Generasi Nuh dimulai dari Nuh sampai sampai dengan Generasi Abraham. Generasi Nuh terhitung dimulai dari anak-anak Nuh/ setelah keluar dari air bah . 3. Generasi Abraham dimulai dari Abraham sampai generasi Musa. Generasi Abraham terhitung dimulai dari Keluarnya Abraham dari Urkasdim . 4. Generasi Musa dimulai dari Musa sampai dengan Kelahiran Yesus. Generasi Musa terhitung dimulai dari bangkitnya Musa di Mesir.

Kesimpulannya Jadi dalam Perjanjian Lama ada empat generasi yang di catat dan di hitung melalui peristiwa peristiwa yang dialami oleh setiap generasi manusia. Dalam Perjanjian Lama ada hukum-hukum atau aturan-aturan yang diberlakukan di masingmasing generasi dan hokum ini satu sama lain tidak sama selain itu ada penghukumanpenghukuman yang terjadi juga tidak sama satu dengan yang lain.

Lama

Theologia Perjanjian

Setiap Generasi memiliki ilmu pengetahuan yang berbeda, keselamatan pun yang dikerjakan Allah tidak sama dari generasi satu ke generasi yang lain artinya nilai-nilai keselamatan memiliki prinsip-prinsip yang tidak sama, caranya berbeda.

BAB II THEOLOGIA ADAM

2.1 Nama Allah di zana Adam


Lama

Theologia Perjanjian

2.1.1 Nama Allah dalam Theologia Adam adalah Elohim 2.1.2 Elohim berasal dari kata ELOAH tunggal atau Esa 2.1.3 ELOHIM

artinya Allah dalam bentuk

adalah

Allah yang disembah oleh semua Mahkluk di bumi

2.1.4 Dan ELOHIM

adalah nama Allah yang digunakan oleh semua suku

bangsa, dan bahasa 2.1.5 ELOHIM manusia melalui Musa 2.1.6 ELOHIM 2.1.7 Nama Catatan Pengunaan nama ELOHIM dilengkapi secara lengkap Adonai ELOHIM Tsevaoth

Adalah

nama Allah yang diwahyukan Allah kepada

adalah nama yang digunakan oleh Yesus sendiri


ELOHIM digunakan dari zaman Adam sampai dengan Abraham

( Tuhan Allah yang kekal ).

Mengapa kalau tidak diucapkan secara lengkap, sebab Elohim juga adalah dewa kesuburan yang berada di Mesir yang disembah oleh orang mesir.

2.2 Peristiwa-peristiwa penting dalam zaman Adam 2.2.1 Peristiwa Eden Apa yang terjadi dalam peristiwa Eden pemberontakan manusia ( Manusia tidak taat ) 2.2.2 Ketakuta terjadi dalam diri manusia 2.2.3 Manusia kehilangan kemuliaan/ gambar Allah atau sifat-sifat Ilahi 3
Theologia Perjanjian

Lama

2.3 Tentang hukum aturan-aturan yang berlaku di zaman Adam 2.3.1 Manusia harus membuat korban api-apian bagi Tuhan. Contoh Kain dan Habel yang mempersembahkan korban api-apian 2.4 Ilmu yang berkembang di zaman Adam 2.4.1 Teknik besi dan tembaga Dengan penemunya adalah Tubal kain 2.4.2 Teknik kesenian - Seruling - Kecapi 2.4.3 Ilmu Pertanian

2.5 Dosa dan penghukuman yang berlaku di zaman Adam 2.5.1 Dosa pembenuhan terus menerus 2.5.2 Dosa kawin campur Antara anak-anak Allah yaitu keturunan Zet dan anak-anak manusia yaitu keturunan Kain,hasil dari perkawinan antara Anak-anak Allah dan Anak-anak manusia menghasilkan Anak-anak raksasa ( Kaum pemberontak ) Perkawinan campur adalah Perkawinan orang-orang yang percaya dengan orang-orang tidak percaya maka akan menghasilkan anak-anak pemberontak.

2.5.3 Penghukuman yang terjadi di zaman Adam adalah ; air bah

2.6 Keselamatan di zaman Adam 2.6.1 Kasih Karunia


Lama

Theologia Perjanjian

Sebagaimana Nuh mendapat kasih karunia Kejadian 6:8 Mengapa Nuh Mendapat kasih Karunia : Nuh tidak bercacat cela Kejadian 6:9 Nuh bergaul karib dengan Tuhan Kejadian 6:9 Nuh melakukan Firman Tuhan tepat seperti yang difirmankan Kejadian 6:22

BAB III THEOLOGIA NUH


3.1 Nama Allahdi zaman Nuh 3.1.1 Dalam Zaman Nuh nama Allah adalah ELOHIM.


Theologia Perjanjian

ELOHIM yang dipakai di zaman Nuh adalah Sama dengan yang digunakan di zaman
Lama

Adam tetapi di zaman Nuh mulai ada allah - allah/ilah-ilah yang disembah oleh orang- orang tertentu. Dari keturunan Nuh. Nuh Memiliki tiga keturunan yaitu ; Sem, Ham dan Yafet ,keturunan Ham adalah keturunan yang dikutuk dan melahirkan bangsa bangsa kafir dan penyembahan berhala. Keturunan Ham meliputi wilayah Timur Tengah termasuk Mesir, Arab dan Babel. Keturunan Yafet meliputi wilayah-wilayah Eropah sampai wilayah barat Amerika . Sedangkan keturunan Sem meliputi Asia. Sem dan Yafet menjadi bangsa bangsa yang diberkati dan menjadi orang yang percaya Tuhan. Dizaman Nuh juga muncul agama-agama anemisme yaitu percaya kepada roh-roh lain ( gi gunung-gunung, laut-laut,sungai-sungai dan tempat tempat tertentu )

3.2 Peristiwa peristiwa penting yang terjadi di zaman Nuh 3.2.1 Peristiwa kebun Anggur ( Dimana manusia dikutuk manusia kepada manusia ) 3.2.2 Peristiwa menara Babel Ada dua hal yang terjadi berkaitan dengan menara Babel : a. Lahirnya manusia yang Egosentris Manusia yang Egosentris adalah : Manusia yang mengkultuskan dirinya sendiri ; Paling benar, paling kuat, paling hebat dan paling berkuasa. b. Kekacauan ,suku, bahasa dan bangsa ( hilangnya komunikasi satu denggan yang lain )

3.3 Hukum dan aturan yang berlaku di zanan Nuh 6


Theologia Perjanjian

Lama

3.3.1 Manusia membuat mezbah korban bakaran. Dengan tujuan untuk mengadakan perjanjian antara Allah dengan manusia yang disebut perjanjian awan dan Busur. Di dalam Perjanjian Awan dan Busur itu melahirkan berkat-berkat. Tanpa korban ini manusia tidak bisa berhubungan dengan Tuhan dan tidak ada pengampunan.

3.4 Ilmu-ilmu yang berkembang di zaman Nuh 3.4.1 Ilmu pertanian ( kebun Anggur ) 3.4.1 Ilmu Arsitek pembagunan 3.4.3 Ilmu bahasa ( Sastra )

3.5 Dosa dan penghukuman di zaman Nuh 3.5.1 Dosa kesombongan Kejadian 11:1-9 3.5.2 Dosa kemabukan Keadian 9:18-21 3.5.3 Penghukuman di zanan Nuh ;manusia tidak saling mengenal 3.5.4 Tuhan mengaucaukan manusia satu dengan yang lain lewat suku, bahasa, bangsa ( manusia tidak saling mengenal oleh karena komunikasi yang tidak sambung )

3.6 Keselamatan di zaman Nuh 3.6.1 Karena ada perjanjian antara Allah dengan manusia ada awan dan busur Kejadian 9:1-17

Lama

Theologia Perjanjian

BAB IV THEOLOGIA ABRAHAM

4.1 Nama Allah di zaman ABRAHAM 4.1.1 Nama Alla dam zaman Abraham adalah

ELOHIM

Di zaman Abraham terjadi penyembahan berhala; dimana manusia meminta harta kekayaan harta benda kepada berhala-berhala.
Lama

Theologia Perjanjian

Pusat penyembahan beerhala di zaman Aabraham di Mesopotamia ( Urkasdim )

4.2 Peristiwa penting di zaman Abraham 4.2.1 Peristiwa Urkasdim ( Panggilan Tuhan kepada Abraham untuk meninggalkan Urkasdim sebab daerah itu adalah daerah penyembahan berhala) 4.2.2 Peristiwa Kanaan Peristiwa Kanaan adalah ; Abraham mendapatkan janji Tuhan untuk memperoleh keturunan melalui penampakan Allah dalam wujud

Theofani

Peristiwa Sodom dan Gemora Perebutan wilayah ( Geografis ) Peristiwa keturunan Abraham Peristiwa persembahan ( Siapa yang dikorbankan ) Peristiwa kelaparan ( di Mesir ) akibat dari keparan mereka meninggalkan tanah perjanjian dan akhirnya menjadi tawanan di Mesir selama 400 tahun

4.3 Hukum yang berlaku di zaman Abraham 4.3.1 Hukum sunat Seluruh anak-anak sulung dan anak-anak laki-laki dengan usia sekian ada aturannya, bukan saja manusia binatangpun juga di kebiri

4.4 Ilmu yang berkembang di zaman Abraham 4.4.1 Ilmu peternakan 4.4.2 Ilmu perdagangan 4.4.3 Ilmu budaya ( Kebudayaan yang ada adalah kebudayaan Mesopotamia ) Kebudayaan Mesopotamia inilah yang melahirkan Filsafat ( Filsafat Mesopotamia )

4.5 Dosa dan penghukuman di zaman Abraham 9


Theologia Perjanjian

Lama

4.5.1 Dosa penyembahan berhala 4.5.2 Dosa Free Sex ( seks bebas ) dan Big Seks ( Kawin dengan siapa saja bisa dengan sesama jenis maupun lawan jenis termaksud dengan binatang ) 4.5.3 Penghukuman di zaman Abraham Tuhan menurunkan api dari langit untuk memusnahkan Sodom dan Gemora

4.6 Keselamatan di zaman Abraham 4.6.1 Manusia diselamatkan melalui korban yang ada di atas Mezbah

BAB V THEOLOGIA DI ZAMAN MUSA

5.1 Nama Allah di zaman Musa 5.1.1 Nama Allah di zaman Musa adalah 5.1.2

YHWH

YHWH adalah nama sembutan bagi bangsa Israel, diluar Israel tidak boleh
menyebut nama tersebut

5.1.3 Nama YHWH yang disakralkan dan dijadikan Tuhan bagi bangsa Israel 10
Theologia Perjanjian

Lama

5.1.4 Nama

YHWH tidak dapat sembarangan disebut orang Israel tetapi diganti Adonai
YHWH hanya dapat dilakukan oleh Imam Harun dan Musa

nama dengan 5.1.5 Penyebutan Nama 5.1.6 Nama

YHWH hanya dapat disebutkan satu tahun sekali dalam sinagog oleh

Imam besar saat pembacaan kitab Taurat. Kata YHVH, yd - h' - vv (atau ww) - h', hanya diucapkan satu kali dalam setahun oleh Imam Besar, pada Hari Raya Pendamaian ("YM KIPR"), di dalam Ruang Maha Kudus, dan di hadapan tutup pendamaian yang terletak di atas tabut perjanjian. Hukuman dan sangsi bagi orang Israel dan orang asing yang menyebut nama

YHWH :

Jika orang Israel ( orang awam ) menyebut nama YHWH maka orang Israel tersebut harus dibunuh atau dikucilkan atau dikeluarkan dari wilayah Israel tersebut

Jika Orang asing ( bukan orang Israel ) menyebut nama YHWH ,maka orang tersebut harus dirajang dengan batu sampai mati

Sejarah muncul nama

YHWH ;

Karena kondisi Israel yang sedang mengalami tekanan di Mesir , dan mereka menghendaki nama Allah ( mereka tidak tahu nama Allah mereka ). Pada waktu itu bangsa Israel telah menyembah allah-alah Mesir, dan akhirnya Allah membangkitkan Musa untuk menjadi pemimpin di Mesir. Bangsa Israel semakin mendesak untuk mengetahui nama Allah. Ada tiga kali bangsa Israel ingin mengetahui nama Allah :
Theologia Perjanjian

Lama

11

Di Mesir Di Padang Gurun ( Sebelum ada hukum Tuhan ini tepatnya di daerah Kadesh ) Sesudah hukum Tuhan yang diturunkan kepada Musa bangsa itu kembali menuntut nama Allah

Ketika bangsa Israel sedang bingung dan terus menuntut kepada Musa nama Allah ; Maka Muncullah Cahaya Seperti Matahari dan Nyala Api Dalam lempengan-lempengan Batu , maka mendekatlah Musa kepada cahaya itu tetapi ada suara yang berkata bersihkan tanganmu dan tanggalkan kasutmu dan akhirnya Musa memegang cahaya itu dan berubah menjadi empat Huruf yaitu YHWH, setelah empat huruf itu diangkat maka serentaklah bangsa Israel menyebut /berkata Inilah Nama Allah Kami dan akhirnya nama YHWH disahkan oleh Musa bersama dengan tua-tua bangsa Israel menjadi Nama Allah mereka dan mereka membuat nama yang baku bagi nama YHWH. Kesimpulan ; Nama YHWH berhubungan dengan hukum Taurat dan dikhususkan bagi bangsa Israel

5.1.7 "YAHWEH" bukan kata Ibrani : Seperti ditulis di atas, kata YAHVEH atau YAHWEH bukanlah kata Ibrani. Pengucapan YAHVEH dipopulerkan di tahun 1567 oleh Genebrardus dengan penulisan IAHVE, JAHVE (Chronographia, Paris, 1567). Berdasarkan penelitian, Genebrardus meminjam istilah Klemens dari Alexandria, kalangan Platois Gnostik, ejaan Yunani dari nama dewa Zeus yaitu IAOVE, yang juga dikenal sebagai JOVE, dewa Yupiter bangsa Romawi. Guna mendukung penemuan ini, Genebrardus mengutip Alkitab Samaria yaitu kata IABE, mengubahnya menjadi YABE, dan terakhir mengubah B menjadi V sehingga tertulis YAVE. Tinggal menyesuaikan dengan empat huruf sakral yakni 12
Theologia Perjanjian

Lama

menambah dua huruf H di tengah dan di akhir kata, jadilah YAHVEH 1


( 1, Sumber Reff. http://jesus-messiah.com/html/yaho-meaning.html)

Tidak ada nama yang Turun dari surga terdapat keberatan seperti itu, pertama-tama harus

ditekankan bahwa tidak ada nama ilahi yang turun dari surga. Karena itu, baik nama Yahweh dalam bahasa Ibrani yang dipakai di lingkunagan umat Yahudi,maupun nama Allah di lingkungan Islam dan gereja-gereja Kristen di Timur Tengah juga tidak di pandang sebagai bahasa surga . Ketika melacak asal-usul nama Yahweh yang terdapat dalam Kitab Taurat di lingkungan umat Israel, Dr. Ch Barth dengan sangat tepat menulis bahwa nama ilahi itu ( maksudnya Yahweh ) : Tidaklah diturunkan dari surga Dia sendiri yang dikatakan Turun ( Keluaran 3:8 ). Ia berkenan menyatakan DiriNya kepada umat Israel, itu berarti bahwa Ia berkenan menyatakan diri di dalam bahasa yang cocok dengan telinga, hati dan mulut orang Israel, namaNya sendiripun berasal dari mereka terambil dari mana-mana yang pernah menjadi biasa di dalam daerah- daerah pengembaraan atau penumpangan mereka. Nama Yahweh sangat mungkin justru mula-mula telah dipakai oleh suku-suku Arab di Semenanjung Sinai, yang kemudian dipakai oleh nabi Musa berkat perkenalannya dengan seorang Syeikh Arab bernama Yethro ( dalam tradisi Islam nabi Syuaib ), yang akhirnya menjadi mertunya. Bersamaan dengan nama Allah dalam bahasa Arab yang secara salah pernah disejajarkan dengan dewi-dewi kafir pra-Islam, dalam sejumlah Inskripsi yang ditemukan akhir-akhir ini dalam penggalian di sekitar Israel dan Palestina, nama ilahi Yahweh juga pernah disejajarkan secara salah dengan dewi asyera/assyerata. Misalnya, Inskripsi dari Kuntilet Ajrud ( yang berasal dari abad ke 8 sebelum Masehi ) : Berakatka le Yhwh teman we le Asyeratah. Artinya aku memberkati engkau demi Yahweh dari Teman dan demi Asyerah 2 ( 2, Sumber The History of Allah ,Bambang Norsena halaman 3-4 penerbit Andi 2005 )

Lama

13

Theologia Perjanjian

5.2 Peristiwa penting di zaman Musa 5.2.1 Peristiwa Mesir Musa diambil anak dan diangkat anak oleh putrid Firaun Musa dididik dalam ilmu sekuler( Ilmu pemerintahan dan Ilmu kemiliteran ) Musa diangkat menjadi pemimpin bagi orang Mesir atau orang nomor dua firaun Pendidikan Musa di Mesir selam 40 Tahun, jadi 40 tahun Musa menjadi pemimpin di bidang pemerintahan sekuler Mesir 5.2.2 Peristiwa Midian Musa menjadi pegembala kambing domba di Midian Musa mendapat panggilan Tuhan dan menjadi utusan Pertama kali Musa mengalami perjumpaan dengan Tuhan di semak belukar

Kesimpulan ; Selama di Midian Musa dilatih menjadi seorang gembala selama 40 tahun, dan Musa memiliki hati yang lembut

5.3 Hukum dan aturan di zaman Musa 5.3.1 Hukum dan aturan yang berlaku adalah Hukum Taurat

5.4 Ilmu-ilmu yang berkembang di zaman Musa 5.4.1 Ilmu-ilmu Pemerintahan dan Kemiliteran 5.4.2 Ilmu-ilmu Pengembalaan 5.4.3 Ilmu-ilmu Kepemimpinan

5.5 Dosa dan penghukuman di zaman Musa 5.5.1 Dosa pemberontakan 5.5.2 Dosa penyembahan berhala 14
Theologia Perjanjian

Lama

5.5.3 Penghukuman di zaman Musa adalah Kutukan-kutukan

5.6 Keselamatan di zaman Musa 5.6.1 Percikan darah untuk penyucian 5.6.2 Darah Korban binatang untuk penghapusan dosa

Lama

15

Theologia Perjanjian

BAB VI THEOLOGIA PEKERJAAN ROH KUDUS

6.1 Pekerjaan Roh Kudus dalam Perjanjian Lama hanya dibatasi kepada orang-orang tertentu yang memiliki jabatan ; Sebagai Imam Sebagai Raja SebagaiNabi

6.2 Pekerjaan Roh Kudus dalam Perjanjian Lama secara realitas adalah ; Mengurapi ( Raja yang dipilih oleh Tuhan dan Imam-imam yang melaksanakan Ibadah ) Mewahyukan Turunnya Kitab-kitab melalui hamba-hambaNya Melantik Imam, Raja dan Nabi

6.3 Pekerjaan Roh Kudus dalam Perjanjian Lama sangatlah sempurna dan sifatnya Temporal Roh Kudus dapat masuk ke diri seseorang dan dapat keluar dari diri seseorang Contoh : Simson dan Saul

Lama

16

Theologia Perjanjian

BAB VII PENGKANONAN PERJANJIAN LAMA

Pengkanonan Perjanjian Lama terjadi karena peran Roh Kudus

Lama

17

Theologia Perjanjian