Anda di halaman 1dari 12

KEREKAYASAAN DALAM PENGADAAN BARANG/JASA

Author : Ir. Adhi Pramono


(Perekayasa Madya)

I. PENDAHULUAN Kerekayasaan merupakan kegiatan pada bidang penelitian terapan, pengembangan, perekayasaan dan pengoperasian yang dilakukan oleh para pejabat fungsional perekayasa dalam bentuk kelompok kerja (team work). Untuk menghasilkan suatu nilai bagi pemenuhan kebutuhan, kelangsungan dan peningkatan mutu kehidupan manusia, dibutuhkan teknologi yang merupakan cara/metoda/proses/produk yang dihasilkan dari penerapan dan pemanfaatan berbagai disiplin ilmu pengetahuan yang diwujudkan dalam 5 (lima) unsur teknologi yakni seni rupa (arts), ilmu pengetahuan (science), teknik (engineering), ekonomi (economics) dan bisnis (business). Dalam proses kerekayasaan untuk menghasilkan suatu nilai dibutuhkan barang dan/atau jasa. Barang adalah benda dalam berbagai bentuk dan uraian yang meliputi bahan baku, barang setengah jadi, atau barang jadi/peralatan. Sedangkan jasa adalah layanan pekerjaan pelaksanaan konstruksi, layanan keahlian profesional dalam berbagai bidang yang meliputi perencanaan, pengawasan dan pelayanan profesi lainnya, dan penyediaan jasa lainnya antara lain jasa penyewaan, angkutan, ekspedisi, asuransi, perbankan, dan pemeliharaan. Barang/jasa tersebut dapat diperoleh melalui proses pengadaan barang/jasa. Untuk itu perlu dilakukan pengaturan sistem finansial/pendanaan dan pengadaan serta sistem dokumentasi dan pelaporannya menurut kaedah-kaedah tata kerja kerekayasaan, agar diperoleh barang/jasa yang memenuhi persyaratan teknis, ekonomis, akuntabel, recordable dan traceable. Hal ini sejalan dengan kebijakan umum pemerintah dalam pengadaan barang/jasa, yakni untuk meningkatkan penggunaan produksi dalam negeri, rancang bangun dan perekayasaan nasional yang sasarannya adalah memperluas lapangan kerja dan mengembangkan industri dalam negeri dalam rangka meningkatkan daya saing barang/jasa produksi dalam negeri pada perdagangan internasional. Proses pengadaan barang/jasa terdiri dari beberapa tahap kegiatan, antara lain desain/pemilihan metoda, evaluasi, hingga pelaksanaan kontrak kerjasama. Tahap desain meliputi perancangan kebutuhan dan perhitungan. Kegiatan evaluasi merupakan proses penilaian yang meliputi analisis data, pengujian, explorasi, observasi, dan pengukuran kemampuan/kinerja terhadap parameter yang telah ditetapkan pada tahap desain/perancangan. Tahap terakhir adalah tahap pembuatan kontrak dan pemantauan serta pengendalian pelaksanaan kontrak. Tahap-tahap kegiatan tersebut merupakan kegiatan kerekayasaan yang terjadi dalam proses pengadaan barang/jasa, sehingga proses pengadaan barang/jasa merupakan bagian dari proses kerekayasaan.

1 / 12

II. ALUR KERJA PENGADAAN BARANG/JASA Pengadaan barang/jasa harus dilaksanakan dengan efektif dan efisien dengan prinsip persaingan sehat, transparan, terbuka, dan perlakuan yang adil bagi semua pihak, agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan baik dari segi fisik, keuangan maupun manfaatnya bagi kelancaran tugas dan pelayanan masyarakat. A. PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH

Pengadaan barang/jasa pemerintah adalah kegiatan pengadaan barang/jasa yang dibiayai dengan APBN/APBD, mulai dari perencanaan sampai dengan penyerahan aset hasil pengadaan barang/jasa kepada pimpinan instansi. Struktur organisasi pengelola anggaran untuk kegiatan pengadaan barang/jasa seperti terlihat di bawah ini.
Kepala BPPT Pengguna Anggaran Kuasa Pengguna Anggaran

User/ Pengguna Barang/Jasa

Pejabat Pembuat Komitmen Tim Penerima Barang/Jasa

Panitia/Pejabat/ Unit Layanan Pengadaan

Bendaharawan/ Pejabat Penguji & Penandatangan SPM

Penanggungjawab administrasi, fisik, keuangan, dan fungsional atas pengadaan barang/jasa yang dilaksanakan adalah Pejabat Pembuat Komitmen yang diangkat oleh Kuasa Pengguna Anggaran. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2006, tugas pokok Pejabat Pembuat Komitmen dalam pengadaan barang/jasa adalah : 1. Menyusun perencanaan pengadaan barang/jasa. 2. Menetapkan paket pekerjaan. 3. Menetapkan dan mengesahkan harga perkiraan sendiri, jadwal, tata cara pelaksanaan dan lokasi pengadaan. 4. Menetapkan dan mengesahkan hasil pengadaan. 5. Menetapkan besaran uang muka. 6. Menyiapkan dan melaksanakan kontrak. 7. Melaporkan pelaksanaan/penyelesaian pengadaan kepada pimpinan instansi. 8. Mengendalikan pelaksanaan kontrak. 9. Menyerahkan aset hasil pengadaan barang/jasa kepada pimpinan instansi. 10. Menandatangani pakta integritas sebelum pelaksanaan pengadaan dimulai. Panitia/Pejabat/Unit Layanan Pengadaan diangkat oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran untuk melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa. Tugas, wewenang dan tanggungjawab Panitia/Pejabat/Unit Layanan Pengadaan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2006 meliputi : 1. Menyusun jadwal dan menetapkan cara pelaksanaan serta lokasi pengadaan. 2. Menyusun dan menyiapkan harga perkiraan sendiri. 3. Menyiapkan dokumen pengadaan. 4. Mengumumkan pengadaan barang/jasa. 5. Menilai kualifikasi penyedia barang/jasa. 6. Melakukan evaluasi terhadap penawaran yang masuk. 7. Mengusulkan calon pemenang. 8. Melaporkan proses/hasil pengadaan kepada Pejabat Pembuat Komitmen. 9. Menandatangani pakta integritas sebelum pelaksanaan pengadaan dimulai.
2 / 12

Alur kerja proses pengadaan barang/jasa di BPPT saat ini adalah sebagai berikut :
User/ Pengguna Barang/jasa Pejabat Pembuat Komitmen Panitia/Pejabat/ Unit Layanan Pengadaan Tim Bendaharawan/ Pemeriksa Pejabat Penguji & Barang/Jasa Penandatangan SPM

Menyusun perencanaan pengadaan dan paket pekerjaan Mengusulkan pengadaan barang/jasa Memeriksa MAK/dana usulan pengadaan
Tidak sesuai

acuan Rencana Triwulan

Sesuai

Menyusun : - Jadwal pengadaan - Cara pelaksanaan - Lokasi pengadaan - Harga perkiraan sendiri (HPS) - Dokumen pengadaan

Menetapkan/mengesahkan HPS/dok.pengadaan

Menandatangani pakta integritas Mengumumkan pengadaan


Menilai kualifikasi penyedia barang/jasa (prakualifikasi)

Melakukan : - Penjelasan pengadaan - Pembukaan penawaran - Evaluasi administrasi - Evaluasi teknis - Evaluasi harga - Menilai kualifikasi (pascakualifikasi) Melaporkan proses/hasil pengadaan : - Usulan calon pemenang/ penyedia barang/jasa - Usulan harga barang/jasa Memeriksa
kuantitas/kualitas

Menetapkan/mengesahkan hasil pengadaan - Menetapkan uang muka - Menyiapkan kontrak - Melaksanakan kontrak - Mengendalikan kontrak

barang/jasa

Proses pembayaran

Melaporkan pelaksanaan/ penyelesaian pengadaan kepada pimpinan instansi Menyerahkan aset hasil pengadaan

Berdasarkan alur kerja pengadaan barang/jasa di atas terlihat bahwa Pejabat Pembuat Komitmen dan Panitia/Pejabat/Unit Layanan Pengadaan memiliki peranan yang sangat penting dan dominan dalam proses pengadaan barang/jasa.
3 / 12

B.

PENGADAAN DALAM SISTEM TATA KERJA KEREKAYASAAN

Kepala BPPT telah mencanangkan bahwa mulai tahun 2010 setiap kegiatan/program yang ada di lingkungan BPPT harus mengikuti sistem tata kerja kerekayasaan. Untuk itu alur kerja proses pengadaan juga harus disesuaikan dengan sistem tata kerja kerekayasaan. Unsur yang terkait dengan proses pengadaan barang/jasa meliputi pengelola anggaran, unit kerja struktural dan fungsional kerekayasaan. Hubungan antara ketiga unsur tersebut adalah seperti terlihat di bawah ini. ORGANISASI PENGELOLA ANGGARAN Kepala BPPT Pengguna Anggaran Kuasa Pengguna Anggaran Kepala Unit Kerja Organisasi ORGANISASI Struktural FUNGSIONAL KEREKAYASAAN

Kepala Program Chief Engineer


Assistant Chief Engineer

Bendaharawan/ Pejabat Penguji & Penandatangan SPM

Panitia/Pejabat/ Unit Layanan Pengadaan

Pejabat Pembuat Komitmen

Program Manager
Assistant Program Manager

Tim Pemeriksa Barang/Jasa

Group Leader

Group Leader

Group Leader

Leader
Engineering Staff

Leader
Engineering Staff

Leader
Engineering Staff

Leader
Engineering Staff

Leader
Engineering Staff

Leader
Engineering Staff

Leader
Engineering Staff

Leader
Engineering Staff

Leader
Engineering Staff

4 / 12

Unsur fungsional kerekayasaan yang berhubungan dengan proses pengadaan terdiri dari Kepala Program (Program Director), Insinyur Kepala (Chief Engineer), Manajer Program (Program Manager), Asisten Manajer Program (Assistant Program Manager) dan Ketua Kelompok (Group Leader). Tugas unsur-unsur fungsional kerekayasaan dalam proses pengadaan adalah : a. b. c. Ketua Kelompok (Group Leader) bertugas membuat usulan spesifikasi teknis dan perencanaan kontrak kerjasama teknis. Insinyur Kepala (Chief Engineer) bertugas mengevaluasi dan menyetujui usulan spesifikasi teknis yang diusulkan oleh Group Leader. Asisten Manajer Program (Assistant Program Manager) bertugas mengusulkan pengadaan barang/jasa sesuai spesifikasi teknis yang diusulkan Group Leader kepada Pengelola Anggaran (Pejabat Pembuat Komitmen) dan menyiapkan draft kontrak kerjasama teknis. Manajer Program (Program Manager) bertugas mengusulkan pengadaan barang/jasa sesuai spesifikasi teknis yang diusulkan Group Leader kepada Pengelola Anggaran (Pejabat Pembuat Komitmen) dan menetapkan kontrak kerjasama teknis.

d.

Unsur fungsional kerekayasaan dipimpin oleh seorang Kepala Program yang bertanggungjawab penuh kepada Kepala Unit Kerja Struktural sebagai pihak yang memberi pekerjaan. Sedangkan unsur pengelola anggaran terdiri dari Pejabat Pembuat Komitmen, Panitia/Pejabat/Unit Layanan Pengadaan, Bendaharawan/Pejabat Penguji dan Penandatangan SPM, dan Tim Pemeriksa Barang/Jasa. Unsur pengelola anggaran ini memiliki tugas pokok sebagai pelaksana pengadaan barang/jasa untuk program-program di lingkungan BPPT yang meliputi : a. b. Pejabat Pembuat Komitmen merupakan penanggungjawab administrasi, fisik, keuangan dan fungsional atas pengadaan barang/jasa yang dilaksanakan. Panitia/Pejabat/Unit Layanan Pengadaan bertugas melaksanakan pemilihan penyedia barang/jasa agar diperoleh penyedia barang/jasa yang memiliki kompetensi dan kemampuan usaha sesuai dengan bidang pekerjaan yang dilelangkan. Bendaharawan/Pejabat Penguji dan Penandatangan SPM bertugas melaksanakan proses pembayaran kepada penyedia barang/jasa atas penyelesaian pengadaan barang/jasa. Tim Pemeriksa Barang/Jasa bertugas melakukan pemeriksaan atas kuantitas dan kualitas barang/jasa yang diserahkan oleh penyedia barang/jasa sesuai ketentuan kontrak.

c.

d.

Proses pengadaan barang/jasa yang dilakukan oleh pengelola anggaran mengacu pada ketentuan Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, yang telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2006 tentang Perubahan Keempat atas Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003, dan terakhir diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketujuh atas Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003.

5 / 12

Adapun alur kerja proses pengadaan dalam sistem kerekayasaan dapat digambarkan dalam bentuk keterkaitan proses sebagai berikut :
User Unit Kerja Group Leader Chief Engineer Assistent Program Manager Program Manager Pejabat Pembuat Komitmen Panitia/Pejabat/ Unit Layanan Pengadaan

Prakontrak

Usulan spesifikasi teknis

Evaluasi spesifikasi teknis


tidak setuju

Perbaiki spesifikasi teknis

Usulan pengadaan

Proses pengadaan

Proses pengadaan

Kontrak

Rencana kontrak

Menyiapkan draft kontrak

Menetapkan kontrak

Menyiapkan dan melaksanakan kontrak

Proses pengadaan

Alur kerja proses pengadaan di atas menunjukkan bahwa proses pengadaan barang/jasa selalu membutuhkan peran aktif Pejabat Pembuat Komitmen dan Panitia/Pejabat/Unit Layanan Pengadaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara kita saat ini.

6 / 12

III. KEREKAYASAAN DALAM PROSES PENGADAAN BARANG/JASA Proses pengadaan dalam rangka mendapatkan barang/jasa yang sesuai dengan kebutuhan meliputi kegiatan desain, analisis, penetapan kontrak hingga pemantauan dan pengendalian pelaksanaan kontrak kerjasama. Kegiatan-kegiatan tersebut menunjukkan bahwa proses pengadaan barang/jasa mengandung unsur-unsur kerekayasaan, dan unsur kerekayasaan yang terkandung dalam proses pengadaan ini sangat mempengaruhi keberhasilan pengadaan yang dilaksanakan. A. UNSUR KEREKAYASAAN DALAM PENGADAAN

Pengadaan membutuhkan perancangan/desain yang baik, baik desain konseptual maupun desain rinci. Tujuan dan kebutuhan desain harus jelas dan dapat dicapai dengan menerapkan metoda pemilihan penyedia barang/jasa yang tepat. Perkiraan biaya juga harus dilakukan melalui perhitungan dengan memperhatikan aspek perpajakan, nilai tukar, keuntungan penyedia barang/jasa, dsb. Data yang ada dalam dokumen penawaran harus dilakukan proses pengujian, dianalisa dan diinterpretasikan dengan benar. Kemudian dilaksanakan explorasi terhadap spesifikasi teknis maupun biaya. Observasi perlu dilakukan untuk menilai kemampuan/kualifikasi penyedia barang/jasa, dilanjutkan dengan proses pengukuran kinerja sesuai parameter yang telah ditetapkan pada tahap desain. Tahap terakhir adalah tahap kontrak. Proses pembuatan kontrak harus memperhatikan perencanaan kontrak yang telah ditentukan pada tahap desain. Kontrak harus dibahas bersama pihak-pihak yang berkepentingan/terkait. Kontrak yang telah ditetapkan harus dilaksanakan sesuai ketentuan-ketentuan yang dituangkan dalam kontrak tersebut. Pada saat pelaksanaan kontrak harus dilakukan pemantauan dan pengendalian untuk mengetahui kemajuan pekerjaan dari segi waktu dan dana. Uraian proses pengadaan tersebut di atas menunjukkan bahwa kegiatan pengadaan barang/jasa mengandung unsur-unsur kerekayasaan yang sangat dominan. Perbedaan antara kegiatan-kegiatan dalam pengadaan barang/jasa dan kerekayasaan hanya terletak pada istilah, sedangkan substansi dari kegiatan tersebut adalah sama. Sehingga dapatlah ditarik kesimpulan bahwa proses pengadaan barang/jasa memenuhi kriteria unsur-unsur kerekayasaan, dan kegiatan kerekayasaan pasti membutuhkan proses pengadaan barang/jasa. B. ORGANISASI FUNGSIONAL KEREKAYASAAN UNTUK PENGADAAN

Struktur organisasi untuk pengadaan dapat menggunakan struktur organisasi fungsional kerekayasaan yang sederhana, yaitu organisasi fungsional kerekayasaan tipe C. Organisasi tipe C hanya terdiri dari satu Struktur Rincian Kerja (Work Breakdown Structures/WBS) yang terdiri dari beberapa Paket Kerja (Work Package/WP). Organisasi tipe C untuk pengadaan dipimpin oleh seorang Ketua Kelompok (Group Leader) yang sekaligus bertindak sebagai Insinyur Kepala (Chief Engineer) dan Kepala Program (Program Director). Ketua Kelompok (Group Leader) dibantu oleh seorang Manajer Program (Program Manager).

7 / 12

Adapun diagram organisasi tipe C untuk pengadaan dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

GROUP LEADER Pejabat Pembuat Komitmen

PROGRAM MANAGER

LEADER 1 Pejabat Pengadaan

LEADER 2 Ketua Panitia Pengadaan

LEADER 3 Ketua Tim Pemeriksa Barang/Jasa

Engineering Staff Personil Sekretariat Pengadaan

Engineering Staff Anggota Panitia Pengadaan

Engineering Staff Anggota Tim Pemeriksa Barang/Jasa

Organisasi fungsional kerekayasaan tipe C ini tidak memerlukan Asisten Manajer Program (Assistant Program Manager). Adapun ruang lingkup kegiatan masing-masing Ketua Sub Kelompok (Leader) adalah sebagai berikut : a. Ketua Sub Kelompok 1 (Leader 1) yaitu Pejabat Pengadaan berfungsi memimpin para personil sekretariat pengadaan dalam pelaksanaan pemilihan penyedia barang/jasa untuk pengadaan barang/jasa yang bernilai sampai dengan Rp. 50.000.000,- (Lima puluh juta rupiah). Ketua Sub Kelompok 2 (Leader 2) yaitu Ketua Panitia Pengadaan berfungsi memimpin para anggota Panitia Pengadaan dalam pelaksanaan pemilihan penyedia barang/jasa untuk pengadaan barang/jasa yang bernilai di atas Rp. 50.000.000,- (Lima puluh juta rupiah). Ketua Sub Kelompok 3 (Leader 3) yaitu Ketua Tim Pemeriksa Barang/Jasa berfungsi memimpin para anggota Tim Pemeriksa Barang/Jasa dalam pelaksanaan pemeriksaan atas kuantitas dan kualitas barang/jasa yang diserahkan oleh penyedia barang/jasa sesuai ketentuan kontrak.

b.

c.

8 / 12

C.

USULAN RINCIAN KEGIATAN KEREKAYASAAN UNTUK PENGADAAN

Berdasarkan uraian mengenai kegiatan-kegiatan dalam pengadaan barang/jasa yang telah dijelaskan di atas, maka dapatlah disusun suatu usulan mengenai rincian kegiatan kerekayasaan untuk pengadaan barang/jasa sebagai berikut :
UNSUR Kegiatan SUB UNSUR Pelaksanaan barang/jasa untuk kegiatan kerekayasaan BUTIR KEGIATAN 1. Anggota Panitia Pengadaan (Staf Perekayasa/Engineering Staff) a. Menyiapkan harga perkiraan sendiri 1). Melaksanakan survei harga pasar setempat 2). Menganalisis harga satuan pekerjaan, termasuk perhitungan harga bahan, upah/ongkos, pajak, biaya umum dan keuntungan b. Menyusun dokumen pengadaan 1). Menetapkan sistem pengadaan, meliputi metoda pemilihan penyedia, penyampaian penawaran, evaluasi dan jenis kontrak 2). Menetapkan ruang lingkup dan lokasi pengadaan 3). Menetapkan persyaratan administrasi 4). Menetapkan persyaratan teknis 5). Menetapkan persyaratan/preferensi harga 6). Menetapkan persyaratan kualifikasi 7). Menetapkan persyaratan kontrak c. Mengumumkan pengadaan d. Memberikan penjelasan pengadaan e. Melaksanakan pembukaan penawaran f. Melaksanakan evaluasi penawaran 1). Melaksanakan evaluasi administrasi 2). Melaksanakan evaluasi/klarifikasi/negosiasi teknis 3). Melaksanakan evaluasi/klarifikasi/negosiasi harga g. Melaksanakan penilaian kualifikasi penyedia barang/jasa 1). Melaksanakan evaluasi perizinan 2). Melaksanakan evaluasi perpajakan/keuangan 3). Melaksanakan evaluasi kinerja/pengalaman 4). Melaksanakan evaluasi fasilitas/peralatan/personil 5). Melaksanakan verifikasi data kualifikasi 6). Melaksanakan survei lokasi penyedia/pengalaman h. Menyusun/menyiapkan draft kontrak Lembar kerja dan Berita Acara Lembar kerja dan Berita Acara Lembar kerja dan Berita Acara Lembar kerja dan Berita Acara Lembar kerja dan Berita Acara Lembar kerja dan Berita Acara Draft kontrak Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Lembar kerja dan Berita Acara Lembar kerja dan Berita Acara Lembar kerja dan Berita Acara Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Lembar kerja dan Dokumen pengadaan Lembar kerja dan Dokumen pengadaan Lembar kerja dan Dokumen pengadaan Lembar kerja dan Dokumen pengadaan Lembar kerja dan Dokumen pengadaan Lembar kerja dan Dokumen pengadaan Lembar kerja dan pengumuman Lembar kerja dan Berita Acara Lembar kerja dan Berita Acara Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama Lembar kerja dan Dokumen pengadaan Perekayasa Pertama Daftar harga (price list) Lembar kerja dan Harga Perkiraan Sendiri Perekayasa Pertama Perekayasa Pertama SATUAN HASIL PELAKSANA

Kerekayasaan pengadaan

9 / 12

UNSUR Kegiatan

SUB UNSUR Pelaksanaan barang/jasa untuk kegiatan kerekayasaan

BUTIR KEGIATAN 2. Ketua Panitia Pengadaan (Ketua Sub Kelompok/Leader) a. Menetapkan jadwal pengadaan b. Memberikan supervisi kepada Anggota Panitia Pengadaan dalam : 1). Menyusun harga perkiraan sendiri 2). Memberikan beberapa alternatif sistem pengadaan 3). Mengumumkan pengadaan 4). Memberikan penjelasan pengadaan 5). Melaksanakan pembukaan penawaran 6). Melaksanakan evaluasi penawaran 7). Melaksanakan penilaian kualifikasi penyedia barang/jasa 8). Menyusun/menyiapkan draft kontrak c. Melaporkan proses/hasil pengadaan dan mengusulkan calon pemenang/pelaksana/harga pekerjaan kepada Pejabat Pembuat Komitmen d. Memberikan bahan-bahan yang berkaitan dengan sanggahan kepada pejabat yang berwenang memberikan jawaban atas sanggahan 3. Pejabat Pembuat Komitmen (Ketua Kelompok/Group Leader) a. Menyusun perencanaan pengadaan dan paket pekerjaan b. Memeriksa usulan pengadaan dari Manajer Program (Program Manager) berkaitan dengan ketepatan waktu dan pendanaan sesuai Rencana Triwulan c. Menetapkan dan mengesahkan harga perkiraan sendiri dan dokumen pengadaan d. Menetapkan dan mengesahkan hasil pengadaan/usulan calon pemenang/pelaksana/harga pekerjaan e. Menetapkan kontrak f. Melaksanakan dan mengendalikan kontrak g. Melaporkan pelaksanaan/penyelesaian pengadaan kepada pimpinan instansi h. Menyerahkan aset hasil pengadaan kepada pimpinan instansi 4. Manajer Program (Program Manager) a. Membuat perencanaan jadwal pelaksanaan kegiatan dan pendanaan 1). Memberikan metoda pengendalian kegiatan untuk penjadwalan dan pengendalian kegiatan 2). Membuat rencana pendanaan b. Menetapkan persyaratan teknis kontrak c. Melaksanakan evaluasi berkala dengan Pejabat Pembuat Komitmen 1). Melakukan penyesuaian jadwal kegiatan terhadap kondisi pendanaan dan mendiskusikan dampaknya terhadap produk kerja 2). Mendiskusikan masalah yang berkaitan dengan ketepatan waktu d. Memantau jalannya kegiatan ditinjau dari segi waktu dan dana 1). Melakukan pemantauan dan pengendalian kegiatan 2). Menyusun laporan kemajuan kegiatan dari segi waktu dan dana 3). Mempresentasikan laporan kemajuan kegiatan dari segi waktu dan dana di hadapan Pejabat Pembuat Komitmen secara berkala f. Membentuk organisasi fungsional kegiatan bersama Pejabat Pembuat Komitmen

SATUAN HASIL Lembar kerja

PELAKSANA Perekayasa Muda

Kerekayasaan pengadaan

Lembar instruksi Lembar instruksi Lembar instruksi Lembar instruksi Lembar instruksi Lembar instruksi Lembar instruksi Lembar instruksi Technical report

Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda Perekayasa Muda

Lembar kerja dan Bahan-bahan/dokumen

Perekayasa Muda

Rencana triwulan Lembar instruksi

Perekayasa Madya Perekayasa Madya

Lembar keputusan Lembar keputusan Kontrak Progress control & monitoring document Program document Dokumen aset

Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya

Lembar instruksi Lembar kerja Kontrak

Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya

Lembar keputusan

Perekayasa Madya

Lembar keputusan

Perekayasa Madya

Draft progress control & monitoring report Materi presentasi Materi presentasi

Perekayasa Madya Perekayasa Madya Perekayasa Madya

Lembar keputusan

Perekayasa Madya

10 / 12

IV. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik beberapa kesimpulan dan saran sebagai berikut : A. KESIMPULAN 1. Dalam proses pengadaan barang/jasa pemerintah, Pejabat Pembuat Komitmen dan Panitia/Pejabat/Unit Layanan Pengadaan memiliki tugas dan tanggungjawab yang berat dan strategis. Pejabat Pembuat Komitmen bertanggungjawab dalam hal administrasi, fisik, keuangan, dan fungsional atas pengadaan barang/jasa yang dilaksanakan, sedangkan Panitia/Pejabat/Unit Layanan Pengadaan bertanggungjawab dalam proses pemilihan penyedia barang/jasa yang memiliki kompetensi dan kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan. Kegiatan pengadaan barang/jasa dalam organisasi fungsional kerekayasaan dilakukan oleh Ketua Kelompok (Group Leader), Insinyur Kepala (Chief Engineer), Asisten Manajer Program (Assistant Program Manager), dan Manajer Program (Program Manager). Proses pengadaan barang/jasa akan dilakukan oleh Pengelola Anggaran setelah Pejabat Pembuat Komitmen menerima surat permintaan pengadaan barang/jasa dari Manajer Program (Program Manager). Proses pengadaan barang/jasa merupakan proses kerekayasaan, karena substansi kegiatan-kegiatan dalam pengadaan barang/jasa memenuhi kriteria unsur-unsur kerekayasaan sehingga dapat dikategorikan sebagai kegiatan kerekayasaan, dan kegiatan kerekayasaan pasti membutuhkan proses pengadaan barang/jasa.

2.

3.

B.

SARAN 1. Program kegiatan pengadaan barang/jasa dapat diterapkan dalam sistem tata kerja kerekayasaan dengan menggunakan struktur organisasi fungsional kerekayasaan tipe C, dengan ketentuan : - Pejabat Pembuat Komitmen berperan sebagai Ketua Kelompok (Group Leader). - Ketua Panitia/Unit Layanan Pengadaan berperan sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader). - Anggota Panitia/Unit Layanan Pengadaan berperan sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff). Bilamana ada Pejabat Pengadaan, maka Pejabat Pengadaan berperan sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader) dan personil sekretariat pengadaan berperan sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff). Apabila Tim Pemeriksa Barang/Jasa dimasukkan dalam organisasi fungsional Kerekayasaan tipe C, maka Ketua Tim Pemeriksa Barang/Jasa berperan sebagai Ketua Sub Kelompok (Leader) dan Anggota Tim Pemeriksa Barang/Jasa berperan sebagai Staf Perekayasa (Engineering Staff).

2.

3.

11 / 12

DAFTAR PUSTAKA 1. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, "Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Nomor 002/PRT/KA/VII/2009 tentang Pedoman Pembentukan Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang/Jasa Pemerintah", Kantor LKPP, Jakarta, 2009. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, "Keputusan Kepala BPPT Nomor 01/Kp/BPPT/I/2009 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya", Pusat Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan BPPT, Jakarta, 2009. Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, "Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/219/M.PAN/7/2008 tentang Jabatan Fungsional Perekayasa dan Angka Kreditnya", Kantor Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, Jakarta, 2008. "Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 95 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketujuh atas Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah", Sekretariat Kabinet, Jakarta, 2007. "Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2006 tentang Perubahan Keempat atas Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah", Sekretariat Kabinet, Jakarta, 2006. Departemen Keuangan, "Persiapan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang Memerlukan Penyedia Barang/Jasa", Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Jakarta, 2005. "Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah", CV. Eko Jaya, Jakarta, 2004.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

12 / 12