Anda di halaman 1dari 14

BAB II TINJAUAN TEORI

A. Definisi Asuhan Keperawatan Komunitas Pada lokakarya nasional 1983 telah disepakati pengertian keperawatan sebagai berikut, keperawatan adalah pelayanan professional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan bio psiko sosio spiritual yang komprehensif yang ditujukan kepada individu, kelompok dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang mencakup seluruh proses kehidupan manusia. Komunitas Menurut WHO (World Health Organization) tahun 1974 sebagai suatu kelompok social yang ditentukan oleh batas-batas wilayah, niai-nilai keyakinan dan minat yang sama, serta ada rasa saling mengenal dan interaksi antara anggota masyarakat yang satu dan yang lainnya. Keperawatan Komunitas menurut American Nurses Association (1973), keperawatan komunitas merupakan suatu sintesis dari praktik keperawatan dan praktik kesehatan masyarakat yang diterapkan untuk meningkatkan serta memelihara kesehatan penduduk. Asuhan keperawatan komunitas adalah Metode asuhan keperawatan yang bersifat alamiah, sistematis, dinamis, kontinu, danberkesinambungan dalam rangka

memecahkan masalah kesehatan dari klien, keluarga serta kelompok atau masyarakat melalui langkah-langkah: pengkajian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi keperawatan. (Ahyar : 2010) Asuhan keperawatan komunitas pada hakekatnya adalah proses keperawatan yang diterapkan pada klien komunitas, yang langkah-langkahnya meliputi pengkajian, analisa data komnuitas, diagnosa keperawatan komunitas, rencana asuhan keperawatan komunitas, implementasi asuhan keperawatan komunitas dan evaluasi asuhan keperawatan komunitas. B. Ciri Keperawatan Komunitas Ciri Ciri Keperawatan Komunitas adalah : 1. Perpaduan antara pelayanan keperawatan dengan kesehatan komunitas

2. Adanya kesinambungan pelayanan kesehatan (continuity of care) 3. Fokus pelayanan pada upaya promotif dan preventif. 4. Terjadi proses alih peran dari perawat kesehatan komunitas kepada klien (individu, keluarga, kelompok, masyarakat) sehingga terjadi kemandirian. 5. Ada kemitraan perawat kesehatan komunitas dengan masyarakat dalam upaya kemandirian klien. 6. Memerlukan kerja sama dengan tenaga kesehatan lain dan masyarakat.

C. Prinsip Keperawatan Komunitas Beberapa prinsip dalam melaksanakan keperawatan komunitas antara lain sebagai berikut : 1. Kemanfaatan Intevensi atau pelaksanaan asuhan keperawatan yang dilakukan harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi komunitas, artinya ada keseimbangan antara manfaat dan kerugian. 2. Otonomi Dalam keperawatan komuitas, masyarakat diberikan kebebasan untuk melakukan atau memilih alternatif terbaik yang disediakan. 3. Keadilan Hal ini menegaskan bahwa upaya atau tindakan yang dilakukan sesuai dengan kemampuan atau kapasitas komuintas. D. Falsafah Keperawatan Komunitas Falsafah kepearwatan merupakan pandangan mendasar tentang hakikat manusia dan esensi keperawatan yang menjadi kerangka dasar dalam praktik keperawatan. Keperawatan komunitas merupakan pelayanan yang memberikan perhatian terhadap pengaruh lingkungan; baik biologis, psikologis, social, kultural dan spiritual terhadap kesehatan komunitas. Selain itu, hal ini juga memberikan prioritas pada strategi pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan. Falsafah yang melandasi keperawatan komunitas mengacu kepada paradigma keperawatan yang terdiri dari 4 hal penting, yaitu: manusia, kesehatan, lingkungan dan keperawatan sehingga dapat dirumuskan sebagai berikut: 1. Pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat adalah pekerjaan yang luhur dan manusiawi yang ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.

2. Perawatan kesehatan masyarakat adalah suatu upaya berdasarkan kemanusiaan untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bagi terwujudnya manusia yang sehat khususnya dan masyarakat yang sehat pada umumnya. 3. Pelayanan perawatan kesehatan masyarakat harus terjangkau dan dapat diterima oleh semua orang dan merupakan bagian integral dari upaya kesehatan. 4. Upaya preventif dan promotif merupakan upaya pokok tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif. 5. Pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat yang diberikan berlangsung secara berkesinambungan. 6. Perawatan kesehatan masyarakat sebagai provider dan klien sebagai consumer pelayanan keperawatan dan kesehatan, menjamin suatu hubungan yang saling mendukung dan mempengaruhi perubahan dalam kebijaksanaan dan pelayanan kesehatan ke arah peningkatan status kesehatan masyarakat. 7. Pengembangan tenaga keperawatan kesehatan masyarakat direncanakan secara berkesinambungan dan terus-menerus. 8. Individu dalam suatu masyarakat ikut bertanggung jawab atas kesehatannya, ia harus ikut dalam upaya mendorong, mendidik dan berpartisipasi aktif dalam pelayanan kesehatan mereka sendiri.

Komunitas Dengan Keluarga Sebagai Unit Pelayanan Dasar.

MANUSIA

KEPERAWATAN

KESEHATAN (SEHAT-SAKIT)

9. 3 Tingkatan Pencegahan. 10.

LINGKUNGAN (Physic, Biologic, Psychologist, Social, Cultural, Dan Spiritual.)

Gambar 2.1 : Paradigma / Falsafah Keperawatan Komunitas Berdasarkan gambar di atas, dapat dijabarkan masing-masing unsur sebagai berikut : Manusia. Komunitas sebagai klien berarti B sekumpulan individu / klien yang berada pada lokasi atau B batas geografi tertentu yang memiliki niliai-nilai, keyakinan dan minat yang relatif sama serta adanya interaksi satu sama lain untuk mencapai Tujuan.Komunitas merupakan sumber dan lingkungan bagi keluarga, komunitas. Komunitas sebagai klien yang dimaksud termasuk kelompok resiko tinggi antara lain: daerah terpencil, daerah rawan, daerah kumuh. Kesehatan. Sehat adalah suatu kondisi terbebasnya dari gangguan pemenuhan kebutuhan dasar klien / komunitas. Sehat merupakan keseimbangan yang dinamis sebagai dampak dari keberhasilan mengatasi stressor. Lingkungan. Semua factor internal dan eksternal atau pengaruh disekitar klien yang bersifat

biologis, psikologis, social, cultural dan spiritual. Keperawatan. Intervensi / tindakan yang bertujuan untuk menekan stressor, melalui pencegahan primer, sekunder dan tersier. E. Asumsi Dan Kepercayaan Terhadap Perawatan Kesehatan Komunitas Menurut ANA (American Nurses Association) 1. Asumsi a. Sistem pemeliharaan yang kompleks. b. Komponen sistem pemeliharaan kesehatan primer, sekunder dan tersier. c. Perawatan subsistem pemeliharaan kesehatan dan produk pendidikan dasar praktek penelitian.

d. Pemeliharaan kesehatan primer lebih menonjol dari sekunder dan tersier. e. Perawatan kesehatan menyangkut setting pemeliharaan kesehatan primer. 2. Kepercayaan a. Pemeliharaan kesehatan harus memadai dan diterima semua orang. b. Orang yang menerima asuhan harus dilibatkan. c. Perawat sebagai pemberi dan klien sebagai konsumen pelayanan kesehatan. d. Lingkungan berdampak terhadap kesehatan populasi dan individu. e. Pencegahan penyakit bagian esensial dari peningkatan kesehatan. f. Kesehatan sebagai proses menyangkut kehidupan dalam jangka waktu yang lama. g. Klien hanya anggota tetap dari tim pemeliharaan kesehatan. h. Individu dalam sistem kesehatan masyarakat bertanggung jawab secara mandiri dan aktif berpartisipasi dalam pemeliharaan kesehatan. F. Tujuan Keperawatan Komunitas dan Tujuan Asuhan Keperawatan Komunitas 1. Tujuan Keperawatan Komunitas Tujuan keperawatan komunitas adalah untuk pencegahan dan peningkatan kesehatan masyarakat melalui upaya-upaya sebagai berikut : 1) Pelayanan keperawatan secara langsung (direct care) terhadap individu, keluarga, dan kelompik dalam konteks komunitas. 2) Perhatian langsung terhadap kesehatan seluruh masyarakat (health general community) dengan mempertimbangkan permasalahan atau isu kesehatan masyarakat yang dapat memengaruhi keluarga, individu, dan kelompok. Selanjutnya, secara spesifik diharapkan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat mempunyai kemampuan untuk : 1) Mengidentifikasi masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapi. 2) Menetapkan masalah kesehatan/keperawatan dan prioritas masalah. 3) Merumuskan berbagai alternatif pemecahan masalah kesehatan/ keperawatan. 4) Menanggulangi masalah kesehatan/keperawatan yang mereka hadapi. 5) Penilaian hasil kegiatan dalam memecahkan masalah kesehatan/ keperawatan. 6) Mendorong dan meningkatkan partisipasi kesehatan/keperawatan. 7) Meningkatkan kemampuan dalam memelihara kesehatan secara mandiri (self care). 8) Menanamkan perilaku sehat melalui upaya pendidikan kesehatan. masyarakat dalam pelayanan

9) Menunjang fungsi puskesmas dalam menurunkan angka kematian bayi, ibu dan balita serta diterimanya norma keluarga kecil bahagia dan sejahtera. 10) Tertanganinya kelompok-kelompok resiko tinggi yang rawan terhadap masalah kesehatan. 2. Tujuan Asuhan Keperawatan Komunitas 1) Agar diperoleh asuhan keperawatan komunitas yang bermutu, efektif dan efisien sesuai dengan permasalahan yang terjadi pada masyarakat. 2) Agar pelaksanaan asuhan keperawatan komunitas dapat dilakukan secara sistematis, dinamis, berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sedangkan tujuan dari asuhan keperawatan adalah : 1) Memberi bantuan yang paripurna dan efektif kepada semua orang yang memerlukan pelayanan kesehatan sesuai dengan Sistem Kesehatan Nasional. 2) Menjamin semua bantuan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan klien. 3) Melibatkan klien dalam perencanaan dan pelaksanaan asuhan keperawatan. 4) Memelihara hubungan kerja yang efektif dengan semua anggota tim kesehatan. 5) Meningkatkan status kesehatan masyarakat. Perawat kesehatan komunitas harus memiliki ketrampilan dasar tentang epidemiologi penelitian, pengajaran, organisasi masyarakat dan hubungan interpersonal yang baik. G. Fungsi Proses Keperawatan Komunitas. 1. Memberikan pedoman yangsistematis dan ilmiah bagi tenaga kesehatan masyarakat dan keperawatan dalam memecahkan masalah klien melalui asuhan keperawatan. 2. Agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal sesuai dengan kebutuhannya. 3. Memberikan asuhan keperawatan melalui pendekatan pemecahan masalah, komunikasi yang efektif dan efisien serta melibatkan peran serta masyarakat. 4. Agar masyarakat bebas mengemukakan pendapat berkaitan dengan permasalahan atau kebutuhannya, Sehingga mendapat pelayanan yang cepat agarmemepercepat proses penyembuhan.

H. Sasaran Sasaran perawatan kesehatan komunitas adalah individu, keluarga, kelompok dan masyarakat, baik yang sehat maupun yang sakit yang mempunyai masalah kesehatan/perawatan.

1. Individu Individu adalah bagian dati anggota keluarga. Apabila individu tersebut mempunyai masalah kesehatan/keperawatan karena ketidakmampuan merawat diri sendiri oleh suatu hal dan sebab, maka akan dapat mempengaruhi anggota keluarga lainnya baik secara fisik, mental maupun sosial. 2. Keluarga Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat, terdiri atas kepala keluarga, anggota keluarga lainnya yang berkumpul dan tinggal dalam suatu rumah tangga karena pertalian darah dan ikatan perkawinan atau adopsi, satu dengan lainnya saling tergantung dan berinteraksi. Bila salah satu atau beberapa anggota keluarga mempunyai masalah kesehatan/keperawatan, maka akan berpengaruh terhadap anggota keluarga lainnya dan keluarga-keluarga yang aada di sekitarnya. 3. Kelompok Khusus Kelompok hkusus adalah kumpulan individu yang mempunyai kesamaan jenis kelamin, umur, permasalahan, kegiatan yang terorganisasi yang sangat rawan terhadap masalah kesehatan. Termasuk diantaranya adalah: a. Kelompok khusus dengan kebutuhan khusus sebagai akibat perkembangan dan pertumbuhannya, seperti : 1) Ibu hamil 2) Bayi baru lahir 3) Balita 4) Anak usia sekolah 5) Usia lanjut b. Kelompok dengan kesehatan khusus yang memerlukan pengawasan dan bimbingan serta asuhan keperawatan, diantaranya adalah: 1) Penderita penyakit menular, seperti TBC, lepra, AIDS, penyakit kelamin lainnya. 2) Penderita dengan penynakit tak menular, seperti: penyakit diabetes mellitus, jantung koroner, cacat fisik, gangguan mental dan lain sebagainya. c. Kelompok yang mempunyai resiko terserang penyakit, diantaranya: 1) Wanita tuna susila 2) Kelompok penyalahgunaan obat dan narkoba

3) Kelompok-kelompok pekerja tertentu, dan lain-lain. d. Lembaga sosial, perawatan dan rehabilitasi, diantaranya adalah: 1) Panti wredha 2) Panti asuhan 3) Pusat-pusat rehabilitasi (cacat fisik, mental dan sosial) 4) Penitipan balita 4. Masyarakat Masyarakat adalah sekelompok manusia yang hidup dan bekerjasama cukup lama sehingga mereka dapat mengatur diri mereka dan menganggap diri mereka sebagai satu kesatuan sosial dengan batas-batas yang telah ditetapkan dengan jelas. Masyarakat merupakan kelompok individu yang saling berinteraksi, saling tergantung dan bekerjasama untuk mencapai tujuan. Dalan berinteraksi sesama anggota masyarakat akan muncul banyak permasalahan, baik permasalahan sosial, kebudayaan,

perekonomian, politik maupun kesehatan khususnya. I. Strategi Keperawatan Komunitas Strategi intervensi keperawatan komunitas meliputi : 1. Proses kelompok. 2. Pendidikan kesehatan. 3. Kerja sama (partnership).

J.

Ruang Lingkup Perawatan Komunitas Ruang lingkup praktik keperawatan komunitas meliputi: upaya-upaya

peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan (preventif), pemeliharaan kesehatan dan pengobatan (kuratif), pemulihan kesehatan (rehabilitatif) dan mengembalikan serta memfungsikan kembali baik individu, keluarga, kelompok dan masyarakat ke lingkungan sosial dan masyarakatnya (resosialisasi). Dalam memberikan asuhan keperawatan komunitas, kegiatan yang ditekankan adalah upaya preventif dan promotif dengan tidak mengabaikan upaya kuratif, rehabilitatif dan resosialitatif. 1. Upaya Promotif Upaya promotif dilakukan untuk meningkatkan kesehatan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dengan jalan memberikan:

a. Penyuluhan kesehatan masyarakat b. Peningkatan gizi c. Pemeliharaan kesehatan perseorangan d. Pemeliharaan kesehatan lingkungan e. Olahraga secara teratur f. Rekreasi g. Pendidikan seks.

2. Upaya Preventif Upaya preventif ditujukan untuk mencegah terjadinya penyakit dan gangguan terhadap kesehatan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat melalui kegiatan: a. Imunisasi massal terhadap bayi, balita serta ibu hamil b. Pemeriksaan kesehatan secara berkala melalui posyandu, puskesmas maupun kunjungan rumah c. Pemberian vitamin A dan yodium melalui posyandu, puskesmas ataupun di rumah. d. Pemeriksaan dan pemeliharaan kehamilan, nifas dan menyusui. 3. Upaya Kuratif Upaya kuratif ditujukan untuk merawat dan mengobati anggota-anggota keluarga, kelompok dan masyarakat yang menderita penyakit atau masalah kesehatan, melalui kegiatan: a. Perawatan orang sakit di rumah (home nursing) b. Perawatan orang sakit sebagai tindak lanjut perawatan dari puskesmas dan rumah sakit c. Perawatan ibu hamil dengan kondisi patologis di rumah, ibu bersalin dan nifas d. Perawatan payudara e. Perawatan tali pusat bayi baru lahir. 4. Upaya Rehabilitatif Upaya rehabilitatif merupakan upaya pemulihan kesehatan bagi penderitapenderita yang dirawat di rumah, maupun terhadap kelompok-kelompok tertentu yang

menderita penyakit yang sama, misalnya kusta, TBC, cacat fisik dan lainnya., dilakukan melalui kegiatan: a. Latihan fisik, baik yang mengalami gangguan fisik seperti penderita kusta, patah tulang maupun kelainan bawaan b. Latihan-latihan fisik tertentu bagi penderita-penderita penyakit tertentu, misalnya TBC, latihan nafas dan batuk, penderita stroke: fisioterapi manual yang mungkin dilakukan oleh perawat. 5. Upaya Resosialitatif Upaya resosialitatif adalah upaya mengembalikan individu, keluarga dan kelompok khusus ke dalam pergaulan masyarakat, diantaranya adalah kelompok-

kelompok yang diasingkan oleh masyarakat karena menderita suatu penyakit, misalnya kusta, AIDS, atau kelompok-kelompok masyarakat khusus seperti Wanita Tuna Susila (WTS), tuna wisma dan lain-lain. Di samping itu, upaya resosialisasi meyakinkan masyarakat untuk dapat menerima kembali kelompok yang mempunyai masalah kesehatan tersebut dan menjelaskan secara benar masalah kesehatan yang mereka derita. Hal ini tentunya membutuhkan penjelasan dengan pengertian atau batasanbatasan yang jelas dan dapat dimengerti. K. Kegiatan Praktek Keperawatan Komunitas Kegiatan praktek keperawatan komunitas yang dilakukan perawat mempunyai lahan yang luas dan tetap menyesuaikan dengan tingkat pelayanan kesehatan, wilayah kerja perawat tetapi secara umum kegiatan praktek keperawatan komunitas adalah sebagai berikut: 1. Tahap Persiapan: a. Pembekalan dari departemen komunitas dan dinas kesehatan tentang program praktek. b. Penjajakan ke daerah, meliputi wilayah, sistem dalam komunitas, masalah dan kesehatan utama. c. Penyusunan instrumen data. d. Uji coba instrumen pengumpulan data. e. Pertemuan awal dengan komunitas dan keluarga untuk perkenalan, penjelasan program praktek dan mengadakan kontrak dengan komunitas.

f. Melaksanakan pendataan dengan melibatkan tokoh-tokoh dan kader kesehatan setempat. g. Melakukan tabulasi data, menganalisa data dengan pendekatan demografi, epidemiologi dan statistik serta membuat visualisasi/penyajian data. h. Mengidentifikasi pra musyawarah komunitas: menyusun kepanitiaan,

menyiapkan dan melatih masyarakat yang akan terlibat dalam musyawarah dan menyebarkan undangan. i. Melaksanakan musyawarah komunitas tingkat RW: 1) Penyajian data hasil pengkajian kesehatan masyarakat 2) Diskusi kelompok untuk menetapkan hasil masalah, prioritas masalah, garis besar rencana kegiatan 3) Membentuk kelompok kerja kesehatan sesuai dengan masalah yang telah ditetapkan. 4) Tanggapan-tanggapan dari tokoh-tokoh masyarakat dan petugas kesehatan dari instansi terkait. 2. Tahap Pelaksanaan: a. Menyusun kembali rencana kerja hasil musyawarah bersama dengan kelompok kerja kesehatan. b. Melaksanakan kegiatan di komunitas bersama-sama dengan kelompok kerja kesehatan: 1) Pelatihan kader kesehatan 2) Penyuluhan kesehatan 3) Simulasi/demonstrasi 4) Pembuatan model/percontohan 5) Kunjungan rumah (home health care) 6) Kerja bakti, daan lain-lain. c. Berkoordinasi dengan puskesmas dan instansi terkait dalam pelaksanaan kegiatan. 3. Tahap Evaluasi: a. Mengevaluasi setiap kegiatan yang dilakukan di komunitas dalam hal kesesuaian, kefektifan dan keberhasilan kegiatan serta aktivitas dari komunitas. b. Mengevaluasi seluruh kegiatan di komunitas dalam hal pencapaian keberhasilan pemecahan masalah dan kemampuan komunitas masalah. L. Tahap Asuhan Keperawatan Komunitas tujuan,

dalam pemecahan

Mengunakan pendekatan proses keperawatan, dengan langkah-langkah : 1. 2. 3. 4. 5. Pengkajian Diagnosa Keperawatan Perencanaan Pelaksanaan Evaluasi.

Gambar 2.2 : Tahapan Dalam Asuhan Keperawatan Komunitas M.

Peran Perawat Komunitas Peran perawat komunitas terdiri dari : 1. Peran pada individu atau keluarga Peran perawat komunitas pada individu atau keluarga adalah sebagai berikut: a. Peran sebagai pelaksana kesehatan Peran ini meliputi seluruh kegiatan/upaya pelayanan kesehatan masyarakat dan puskesmas dalam mencapai tujuan kesehatan melalui kerja sama dengan tim kesehatan lain, sehingga tercipta keterpaduan dalam sistem pelayanan kesehatan. Dalam melaksanakan peran tersebut, perawat menggunakan pendekatan pemecahan masalah klien melalui proses keperawatan. Perawat bertindak selaku : 1) Pemberi ras nyaman (comforter) 2) Pelindung dan pembela (protector and advocad ) 3) Komunikator 4) Mediator 5) Rehabilitator.

b. Peran sebagai pendidik Fokus Pengajaran : 1) Penanaman perilaku sehat 2) Peningkatan nutrisi dan pengaturan diet 3) Olahraga 4) Pengelolaan dan manajemen stress 5) Pendidikan tentang proses penyakit dan pentingnya pengobatan berkelanjutan 6) Pendidikan tentang pengguanaan obat 7) Pendidikan tentang perawatan mandiri. c. Peran sebagai administrator. Perawat kesehatan masyarakat diharapkan dapat mengelola berbagai kegiatan pelayanan kesehatan puskesmas dan masyarakat sesuai dengan beban tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. d. Peran sebagai konselor. Perawat komunitas dapat dijadikan sebagai tempat bertanya oleh individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat untuk memecahkan berbagai permasalahan dalam bidang kesehatan dan keperawatan yang dihadapi. e. Peran sebagai Peneliti. Peran sebagai peneliti, yaitu melakukan identifikasi terhadap fenomena yang terjadi di masyarakat dan dapt berpengaruh pada penurunan kesehatan, bahkan mengancam kesehatan. 2. Peran Manajerial a. Pengambil keputusan b. Pemikul tanggung jawab c. Mengerahkan sumber daya untuk mencapai tujuan d. Pemikir konseptual e. Bekerja sama dengan dan melalui orang lain f. Mediator, politikus, dan diplomat.

3. Peran konsultan Konsultasi merupakan suatu interaksi interpersonal untuk membuat perubahan perilaku yang konstruksi. Tujuannya adalah untuk merangsang klien agar lebih bertanggung jawab, merasa lebih aman, dan membimbing perilaku konstruktif. 4. Peran Advokator.

Kaitan dengan legal aspek, bukan pemberi layanan hokum. Misalnya kerusakan lingkungan, apa dampak terhadap kesehatan, penyelesaian apa yang perlu dilakukan oleh masyarakat. 5. Perawat kesehatan masyarakat sekolah. Kegiatan yang dilakukan adalah screening, penemuan kasus, surveillance status imunisasi, pengelolaan keluhan ringan, dan pemberian obat-obatan. 6. Peran perawat bidang kesehatan kerja. Peran perawat kesehatan masyarakat di tempat kerja dapat berupa pelayanan langsung dan pengelolaan layanan kesehatan. Hal-hal yang peril diperhatikan oleh perawat antara lain : a. Karakteristik demogradi dan geografi b. Karakteristik Pekerjaan c. Interaksi antara pekerjaan dan layanan pekerjaan d. Elemen epidemiologi dari kesehatan kerja, yang meliputi : 1) Agent: biologi, kimia, fisik dan psikologis 2) Lingkungan 3) Interaksi antar host-agent-enviroment 7. Perawatan Kesehatan di rumah Perawatan kesehatan di rumah adalah bagian dari rangkaian perawatan kesehatan umum yang disediakan bagi individu dan keluarga untuk meningkatkan, memelihara, dan memulihkan kesehatan guna memaksimalkan kesehatan dan meminimalkan penyakit. Tujuan akhir perawat komunitas adalah kemandirian keluarga yang terkait dengan lima tugas kesehatan, yaitu: mengenal masalah kesehatan, mengambil keputusan tindakan kesehatan, merawat anggota keluarga, menciptakan lingkungan yang dapat mendukung upaya peningkatan kesehatan keluarga serta memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pemecahan masalah keperawatan yaitu melalui proses keperawatan.