Anda di halaman 1dari 4

SYOK NEUROGENIK (sumber: medlinux.blogspot.com diakses tanggal 6 november 2012 pukul 20.

45 WITA )

DEFINISI Syok neurogenik merupakan kegagalan vasomotor sehingga terjadi hipotensi dan penimbunan darah pada pembuluh tampung (capacitance vessels).Syok neurogenik terjadi karena hilangnya tonus pembuluh darah secara mendadak di seluruh tubuh. Syok neurogenik juga dikenal sebagai syok spinal. Bentk dari syok distributif, hasil dari perubahan resistensi pembuluh darah sistemik yang diakibatkan oleh cidera pada system saraf (seperti: trama kepala, cidera spinal, atau anastesi umum yang dalam). ETIOLOGI Penyebabnya antara lain : 1. Trauma medulla spinalis dengan quadriplegia atau paraplegia (syok spinal) 2. Rangsangan hebat yang kurang menyenangkan seperti rasa nyeri hebat pada fraktur tulang 3. Rangsangan pada medulla spinalis seperti penggunaan obat anastesi spinal/lumbal 4. Trauma kepala (terdapat gangguan pada pusat otonom) 5. Suhu lingkungan yang panas, terkejut, takut PATOFISIOLOGI Syok neurogenik termasuk syok distributive dimana penurunan perfusi jaringan dalam syok distributive merupakan hasil utama dari hipotensi arteria karena penurunan resistensi pembuluh darah sistemik (systemic vascular resistence). Syok neurogenik terjadi karena reaksi vasovagal berlebihan yang mengakibatkan vasodilatasi menyeluruh di region splanknikus, sehingga perfusi ke otak berkurang. Reaksi vasovagal umumnya disebabkan oleh suhu lingkungan yang panas, terkejut, takut, atau nyeri. Syok neurogenik bisa juga akibat rangsangan parasimpatis ke jantung yang memperlambat kecepatan denyut jantung dan menurunkan rangsangan simpatis ke pembuluh darah () misalnya pingsan mendadak akibat gangguan emosional).pasien dengan nyeri hebat, stress, emosi, dan ketakutan meningkatkan vasodilatasi karena mekanisme reflek yang tidak jelas yang menimbulkan volume sirkulasi yang tidak efektif dan terjadi sinkop. MANIFESTASI KLINIS

Hamper sama dengan syok pada umumnya tetapi pada syok neurogenik terdapat tanda tekanan darah turun, nadi tidak bertambah cepat, bahkan dapat lebih lambat (bradikardi) kadang disertai adanya defisit neurologis berupa quadriplegia tau paraplegia. Sedangkan pada keadaan lanjut, sesudah pasien menjadi tidak sadar, barlah nadi bertambah cepat. Karena terjadi pengumpulan darah dalam arteriol, kapiler, dan vena maka kulit terasa agak hangat dan cepat berwarna kemerahan. DIAGNOSIS Hamper sama dengan syok pada umumnya tetapi pada syok neurogenik terdapat tanda tekanan darah turun, brakikardia, kadang disertai dengan adanya defisit neurologis berupa quadriplegia tau paraplegia. DIAGNOSIS BANDING Diagnosis banding syok neurogenik adalah sinkop vasovagal. Keduanya sama-sama menyebabkan hipotensi karena kegagalan pusat pengaturan vasomotor tetapi pada sinkop vasovagal hal ini tidak sampai menyebabkan iskemia jaringan menyeluruh dan menimbulkan gejala syok. Diagnosis banding yang lain adalah syok syok distributif yang lain seperti syok septik, syok anafilaksi. PENATALAKSANAAN Konsep dasar untuk syok distributif adalah dengan pemberian vasoaktif seperti fenilefrin dan efedrin, untuk mengurangi daerah vaskuer dengan penyempitan sfingter prekapiler dan vena kapasitan untuk mendorong keluar darah yang berkumpul ditempat tersebut. 1. Non farmako a. Baringkan pasien dengan posisi kepala lebih rendah dari kaki (posisi trendelenburg) b. Pertahankan jalan napas dengan memberikan oksigen, sebaiknya dengan menggunakan masker. Pada pasien dengan distress respirasi dan hipotensi yang berat, penggunaan endotracheal tube dan ventilator mekanik sangat dianjurkan. Langkah ini untuk menghindari pemasangan endotracheal yang darurat jika terjadi distress respirasi yang berulang. Ventilator mekanik juga dapat menolong menstabilkan hemodinamik dengan menurunkan penggunaan oksigen dari otot-otot respirasi. c. Untuk kesimbangan hemodinamik , sebaiknya ditunjang dengan resusitasi cairan. Cairan kristaoid seperti Nacl 0,9% atau RL sebaiknya diberikan perinfus secara cepat 250-500 cc

bolus dengan pengawasan yang cermat terhadap tekanan darah, akral,turgor kulit, dan urin output untuk menilai respon terhadap terapi. 2. Farmako Bila tekanan darah dan perfusi perifer tidak segera pulih, berikan obat-obat vasoaktif (adrenergic; agonis alfa yang kontra indikasi bila ada perdarahan seperti rupture lien). a. Dopamin Merupakan obat pilihan pertama, dosisnya > 10 mcg/kg/menit, berefek serpa dengan norepinefrin. Jarang terjadi takikardi b. Norepinefrin Efektif jika dopamin tidak adekuat dalam menaikan tekanan darah. Monitor terjadinya hipovolemi atau cardiac output yang rendah jika norepinefrin gagal dalam menaikkan tekanan darah secara adekuat. Pada pemberian subkutan, tidak diserap dengan sempurna jadi sebaiknya diberikan perinfus. Obat ini merupakan obat terbaik karena pengaruh vasokonstriksi perifernya lebih besar dari pengaruh terhadap jantung (palpitasi). Pemberian obat ini dihentikan bila tekanan darah sudah normal kembali. Awasi pemberian obat ini pada wanita hamil, karena dapat menimbulkan kontraksi otot-otot uterus. c. Epinefrin Pada pemberian subkutan atau im, diserap dengan sempurna dan dimetabolisme cepat dalam badan. Efek vasokonstriksi perifer sama kuat deangan pengaruhnya terhadap jantng. Sebelum pemberian obat ini harus diperhatikan dahulu bahwa pasien tidak mengalami syok hipovolemik. Perlu diingat obat yang dapat menyebabkan vasodilatasi perifer tidak boleh diberikan pada pasien syok neurogenik. d. Dobutamin Berguna jika tekanan darah rendah yang diakibatkan oleh menurunnya cardiac output. Dobutamin dapat menurunkan tekanan darah melalui vasodilatasi prefer. Obat Dosis Cardiac Output Dopamin Norepinefrin Epinefrin
2,5-20 mcg/kg/menit 0,05-2 mcg/kg/menit 0,05-2 mcg/kg/menit

TD

Resistensi Pembuluh Darah Sistemik

+ + ++

+ ++ ++

+ ++ +

Fenilefrin Dobutamin

2-10 mcg/kg/menit 2,5-10 mcg/kg/menit

++ +/-

++ -