Anda di halaman 1dari 8

NAMA : ELA NOVIANA NIM : HIA 009 012

1.

TRANSISI EPIDEMIOLOGI Transisi epodemiologi merupakan suatu perubahan distribusi dan faktor-faktor

penyebab terkait yang melahirkan masalah epidemiologi yang baru yang ditandai dengan perubahan pola frekuensi penyakit. Transisi epidemiologi berawal dari suatu perubahan yang kompleks dalam pola kesehatan dan pola penyakit utama penyebab kematian dimana terjadi penurunan prevalensi penyakit infeksi (penyakit menular), sedangkan penyakit non infeksi (penyakit tidak menular) justru semakin meningkat. Hal ini terjadi seiring dengan berubahnya gaya hidup, sosial ekonomi dan meningkatnya umur harapan hidup yang berarti meningkatnya pola risiko timbulnya penyakit degeneratif seperti penyakit jantung koroner, diabetes melitus, hipertensi, dan lain sebagainya. Teori transisi epidemiologi pertama kali dikeluarkan oleh seorang pakar Demografi Abdoel Omran pada tahun 1971. Dimana ia mengamati perkembangan kesehatan di negara industri sejak abad 18. Ia menuliskan bahwa ada 3 fase transisi epidemiologis, yaitu: 1. The age of pestilence and famine ditandai dengan tingginya mortalitas dan berfluktuasi serta angka harapan hidup kurang dari 30 tahun, 2. The age of receding pandemics era di mana angka harapan hidup mulai meningkat antara 30-50, dan 3. The age of degenerative and man-made disease fase dimana penyakit infeksi mulai turun namun penyakit degeneratif mulai meningkat. gambaran itu memang untuk negara Barat. 2. FAKTOR RESIKO Faktor resiko merupakan karakteristik, tanda, gejala pada penyakit individual yang secara statistik berhubungan dengan peningkatan insiden penyakit. Dimana kegunaan identifikasi factor resiko yaitu: 1. Prediksi untuk meramalkan kejadian penyakit. Misal : perokok berat mempunyai kemungkinan 10 kali untuk kanker paru daripada bukan perokok. 2. Penyebab Kejelasan faktor resiko dapat mengangkatnya menjadi faktor penyebab, setelah menghapuskan pengaruh dan faktor pengganggu 3. Diagnosis Membantu proses diaognosis ( Confounding Faktor ).

3. Prevensi Jika satu faktor juga sebagai penyebab, pengulangan dapat digunakan untuk pencegahan penyakit meskipun mekanisme penyakit sudah diketahui atau tidak.

Tiga Level untuk Tiap Step pada Surveilans Faktor Risiko

Ukuran Level Core (inti)

Step 1 (Verbal) Demografi, Tembakau, Alkohol, Gizi, Aktifitas fisik Pendidikan, Pekerjaan, Ekonomi Pengetahuan Sikap Perilaku Kualitas hidup

Step 2 (Fisik) Berat + Tinggi, Lingkar pinggang, Tekanan darah Lingkar pinggang, Lipatan kulit, Pedometer

Step 3 (Biokimia) Kolesterol, Glukosa darah puasa

Ekspansi Opsional

HDL-Kolesterol, Trigliserida Urin, dll.

3.

Natural History A. HIV 1. Definisi HIV adalah retrovirus dan bahan genetiknya yang berupa RNA, harus diubah menjadi DNA pada saat replikasi . HIV terdapat di dalam cairan tubuh seseorang yang telah terinfeksi seperti : darah, air mani/cairan vagina 2. Etiologi HIV adalah suatu penyakit menular yang ditransmisikan melalui hubungan seks yang tidak aman, transfusi darah atau pemakaian jarum suntik secara bergantian dan Melalui Ibu hamil yang HIV (+) kepada bayi yang dikandung lewat air susu ibu. HIV yang sudah berlangsung lama bias berlanjut menjadi AIDS (acquired imuno deficiency syndrome), dimana pada tahap ini , penderitanya akan tampak mengalami penyakit yang lebih parah. 3. Epidemiologi

Virus HIV (HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS) ditemukan pada tahun 1981 sebagai penyebab AIDS, HIV-1 adalah jenis predominan yang lebih meluas didunia dibanding HIV-2 yang banyak ditemukan di wilayah Afrika barat, dan kadang-kadang dijumpai di Afrika timur, Eropa, Asia dan Amerika Latin. HIV-2 transmisinya lebih mudah dan lebih lama untuk menjadi AIDS. Dinegara Indonesia, HIV-AIDS dianggap masalah yang sangat serius pada akhir abad ke 20. Prevalensi infeksi HIV di Indonesia cenderung meningkat pesat sejak tehun 1999, pada kelompok beresiko tinggi terutama pengguna NAPZA suntik. HIV juga merupakan coinfection pada penyakit Tuberkulosis yang merupakan masalah kesahatan masyarakat di Indonesia. Pada saat ini, Infeksi sudah memasuki ranah rumah tangga dan proporsional kasus lebih banyak pada golongan remaja dan usia produktif. Hal yang perlu ditekankan adalah bahwa pada saat ini, obat anti HIV masih belum mampu mengobati penderita secara maksimal, sehingga salah satu cara menghadapi infeksi virus ini adalah dengan melakukan pencegahan-pencegahan. Adapun orang-orang yang beresiko terkena ifeksi oleh virus HIV adalah: Homoseksual/Biseksual Heteroseksual deng anMultiple partner Pengguna obat bius suntik Penerima transfusi darah & transplantasi organ Anak dr ibu yang terinfeksi Tenaga kesehatan/laboratorium .

4. Pencegahan: Primer: Dengan menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat Screening darah para pendonor Memberikan edukasi tentang hidup seksual yang baik Konseling pra dan post voluntary test

Sekunder: Menggunakan jarum suntik sekali pakai dan tidak boleh secara bergantian Tersier: Melakukan pengobatan secara dini pada pasien yang telah terdiagnosis HIV Pelayanan ODHA Peer motivation Konseling pra dan post voluntary test

B. TUBERCULOSIS 1. Definisi Tuberculosis adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh adanya pertumbuhan bakteri pada tubuh yang sangat senang dan paling cepat tumbuh pada tempat yang kaya akan darah dan oksigen. Karena itulah bakteri ini sering ditemukan di paru-paru. Jika bakteri ini ditemukan hanya di paru, penyakitnya dinamakan tuberculosis paru. Akan tetapi, bakteri tuberculosis ini tidak hanya bisa hidup di paru, tapi bisa menyebar ke bagian tubuh yang lain, hal ini dikenal sebagai tuberculosis ekstraparu. Penyakit ini ditangani dengan pengobatan yang cukup lama. Bakteri yang ada didalam tubuh bisa aktif dan ada juga yang laten. Hal ini tergantung pada daya tahan tubuh pejamu. Jika pertahanan tubuh kuat, bakteri akan aten dan tidak bisa berkembang biak dan menimbulkan gejala sampai pada saat sistem imun seseorang melemah. Untuk itu, diperlukan daya tahan tubuh yang terus selalu kuat. 2. Epidemiologi Tuberkulosis sekarang menjadi masaah besar di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa setiap tahun lebih dari 8 juta kasus baru tuberkulosis terjadi dan sekitar 3 juta orang meninggal karena penyakit tersebut. 95% kasus TB terjadi di negara

berkembang, seperti di indonesia . Diperkirakan bahwa antara 19 dan 43% dari populasi dunia terinfeksi oleh M. tuberculosis. Tuberculosis adalah penyakit menular . belakangan ini, orang-orang yang menderita tuberculosis semakin meningkat seiring dnegan semakin banyaknya infeksi HIV. Meningkatnya infeksi HIV dan imigrasi orang-orang yang berasal dari daerah dengan insidensi HIV telah mengakibatkan peningkatan kasus tuberculosis. Penanganan mikobkterium tuberculosis laten pada orang dengan infeksi tuberculosis saat ini menjadi tantangan setiap Negara. Karena jika tidak ditangani, resiko untuk menjadi tuberculosis aktif masih tinggi, apalagi jika tidak disertai dengan peningkatan daya tahan tubuh. 3. Etiologi Penyebab penyakit tuberkulosis adalah infeksi dari bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang merupakan bakteri berbentuk batang dengan ukuran panjang 1-4/m dan tebal 0,3-0,6/m. Ada beberapa bakteri yang temasuk dalam kelompok Mycobacterium tuberculosae complex yaitu : M. tuberculosae, Varian Aisan, Varian African I, Varian African II, M. Bovis. Penderita tuberculosis bisa menularkan penyakitnya dengan cara batuk, bersi, berbicara atau dengan masuknya kuman melalui luka yang terbuka di kulit. 4. Perjalanan Bila penderita baru pertama kali ketularan kuman TB terjd suatu proses dalam tubuhnya- primary complex of tuberculosis 5. Pencegahan Primer Menghindari paparan pasien yang terkena TB Menjaga kesehatan Tidak melakukan kontak langsung dengan pasien TB Jika pernah terpapar segera melakukan pemeriksaan ke tempat pelayanan kesehatan Sekunder Meminum obat dengan benar dan teratur Menjaga kesehatan supaya imunitas bagus

Selalu melakukan pengecekan ke tempat pelayanan kesehatan untuk melihat bagaimana perjalanan penyakit

Tersier untuk menyembuhkan pasien dan meningkatkan kualitas hidup dan proktifitas pasien. untuk mencegah kematian akibat TB aktif maupun laten. untuk mencegah relaps TB menurunkan penularan TB ke orang lain. mencegah perkembangan dan tranmisi resistensi obat dan jika sudah ada TB ekstra paru, harus segera dirawat. C. MALARIA Penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit Plasmodium (agent penyebab) yang

hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia, penyakit ini secara alami ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles betina (vector/ penular kuman). 1. Etiologi Agen penyebab malaria genus Plasmodium, Famili Plasmodiidae, dari Orde Coccidiidae, ada 4 macam Plasmodium : Plasmodium falciparum (malaria tropika) Plasmodium vivax (malaria tertiana) Plasmodium malariae (malaria kuartana) Plasmodium ovale (jarang, umumnya di Afrika)

2. Penjalaran Alamiah Masa inkubasi ekstrinsik (waktu mulai saat masuknya gametosit ke dalam tubuh nyamuk sampai terjadinya stadium sporogoni dalam tubuh nyamuk, yaitu dengan terbentuknya sporosoit yang kemudian masuk ke dalam kelenjar liur nyamuk). Masa inkubasi intrinsik ( waktu mulai masuknya sporosoit ke dalam darah sampai timbulnya gejala klinis/demam yaitu sampai pecahnya sison sel darah merah yang matang

dan masuknya merosoit darah ke aliran darah, waktu ini meliputi waktu yang dibutuhkan oleh fase eksoeritrositer ditambah dengan siklus sisogoni ) Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi: a. Faktor Lingkungan Lingkungan Fisik Suhu Udara, makin tinggi suhu makin pendek siklus sporogoni, makin rendah suhu makin panjang siklus sporogoni Kelembaban Udara, kelembaban rendah memperpendek umur nyamuk Hujan Angin, kecepatan angin waktu senja dan pagi Sinar Matahari, An.balabacensis suka teduh, An.maculatus suka tempat terbuka Arus Air, An.barbirostris suka air statis, An.minimus suka air mengalir deras

Lingkungan Kimiawi kadar garam dari tempat perindukan. contoh : an. sundaicus tumbuh optimal pada air payau yg kadar garamnya berkisar antara 12 18 o/oo dan tdk dpt berkembang biak pd kadar garam 40 o/oo. di sumatera utara, an. sundaicus ditemukan pula dalam air tawar. Lingkungan Biologik Tumbuhan bakau, lumut, ganggang dan berbagai jenis tumbuhan lain dapat empengaruhi kehidupan larva nyamuk. Ikan pemakan larva / jentik. Kandang ternak ( cattle barrier

Lingkungan Sosial Budaya Kebiasaan berada di luar rumah pada malam hari Penggunaan kelambu, kawat kasa, zat penolak gigitan nyamuk/repellent. Pembangunan yg tidak berwawasan lingkungan, shg timbul tempat perindukan buatan manusia Kelompok Resiko Tinggi

Seorang tanpa kekebalan terhadap malaria: berkunjung ke daerah endemik malaria.

pendatang baru/turis yang

Anak-anak & wanita hamil di daerah endemik malaria Penduduk yang tinggal di daerah dgn kejadian luar biasa (KLB)

3. Pencegahan Tujuan: Mengurangi resiko terinfeksi malaria Melindungi orang yang bepergian ke daerah endemis malaria dalam waktu singkat, turis, peneliti, pegawai kehutanan dll. Bila dalam waktu lama sebaiknya menggunakan personal protection al. kelambu, repelen, kawat kasa dll Obat yang digunakan adalah yang tidak menimbulkan resisten dan relatif aman yaitu Doksisiklin dgn dosis 2 md/kgBB paling lama 12 hari.