Anda di halaman 1dari 36

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI 1 BAB I PENDAHULUAN 2 BAB II LAPORAN KASUS. 3 BAB III PEMBAHASAN5 BAB IV TINJAUAN PUSTAKA...14 BAB V KESIMPULAN34 BAB VI DAFTAR PUSTAKA.35

BAB I PENDAHULUAN Menurut Federasi Obstertri dan Ginekologi Internasional, kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan lunar atau 9 bulan menurut kalender internasional. Kehamilan terbagi dalam tiga trimester, dimana trimester kesatu berlangsung dalam 12 minggu, trimester kedua 15 minggu (minggu ke-1 hingga ke-27) dan trimester ketiga13 minggu (minggu ke-28 hingga 40). Proses kehamilan adalah proses dimana bertemunya sel telur dengan sel sperma hingga terjadi pembuahan. Proses kehamilan (gestasi) berlangsung selama 40 minggu atau 280 hari dihitung dari hari pertama menstruasi terakhir. Usia kehamilan sendiri adalah 38 minggu, karena dihitung mulai dari tanggal konsepsi (tanggal bersatunya sperma dengan telur), yang terjadi dua minggu setelahnya.

BAB II
2

LAPORAN KASUS SESI 1 Seorang wanita, 24 tahun datang ke poliklinik kebidanan RS Trisakti untuk memeriksa kehamilannya. Hari pertama Haid tanggal 21 September 2012. Siklus haid teratur. Pasien sudah 2 kali memeriksakan kehamilan ke dokter kandungan rumah sakit lain dan dikatakan kehamilanya berkembang baik. SESI 2 Data tambahan: Anamnesis : Saat ini pasien mengeluh cairan vagina menjadi lebih banyak dari biasanya dan disertai rasa tidak nyaman pada daerah pinggang dan panggul. Pada pemeriksaan fisik didapatkan: TD: RR: 110/80mmHg 20x/menit N: T: 84x/menit 37oC

Conjungtiva : tidak anemis Thorax: Jantung dan Paru paru dalam batas normal Abdomen: Status obstetrikus: Fundus uteri setengah pusat simpisis, ballottement (+), denyut jantung janin (djj) 152 dpm (denyut per menit). Inspeksi vulva uretra tenang. Genitalia : Status ginekologis: Inspekulo: Tampak dinding vagina dan serviks berwarna kebiruan, fluksus (-), flour albus (-), tidak tampak massa pada serviks dan vagina.
3

Ekremitas: edema -/-

BAB III PEMBAHASAN


4

IDENTITAS Nama Jenis kelamin Usia Alamat Status pernikahan Agama Status pendidikan : Tidak diketahui : Wanita : 24th : tidak diketahui : tidak diketahui : tidak diketahui : tidak diketahui

ANAMNESIS Anamnesis tanda kehamilan: Riwayat penyakit sekarang: Apakah ibu sering merasakan mual dan muntah? Apakah ada peningkatan frekuensi buang air kecil? Bagaimana dengan frekuensi buang air besar?apakah ada konstipasi? Apakah ibu merasa payudara lebih kencang dan lebih besar dari sebelumnya?
Apakah ada peningkatan berat badan? Atau sebaliknya penurunan berat badan? Apakah ibu pernah melakukan uji kehamilan sebelumnya?

Riwayat obstetrik: Apakah ibu pernah hamil sebelumnya? Jika pernah, berapa kali?
5

Apakah ibu pernah melahirkan sebelumnya? Jika pernah, berapa kali? Apakah ibu pernah keguguran sebelumnya? Jika pernah, berapa kali? Bagaimana teknik kelahiran terdahulu? Apakah pernah melakukan ceaserian-sectio?

Riwayat penyakit dahulu: Apakah ibu mempunyai riwayat penyakit sebelumnya seperti DM, penyakit jantung, penyakit tiroid, penggunaan obat-obatan terlarang, hipertensi dll?

Riwayat penyakit keluarga:

Apakah keluarga memiliki riwayat penyakit tertentu seperti DM, hipertensi, penyakit jantung dll?

Riwayat kebiasaan:

Apakah ibu seorang perokok, peminum alkohol? Bagaimana pola makan sehari-hari?

Anamnesis tambahan setelah kasus 1 sesi 2 didapatkan:

Seberapa banyak cairan vaginanya? Seberapa sering mengganti celana? Apakah cairan berbau, berwarna atau disertai darah?

PEMERIKSAAN FISIK Tanda Vital Tekanan Darah Pernapasan Nadi Suhu BB TB Status Lokalis Conjuntiva Ninai Normal 120/80 mmHg 16-20x /menit 60-100x/menit 36.5o-37.2oC Hasil 110/80 mmHg 20x/menit 84x/menit 37oC Interpretasi1 Normal Normal Normal Normal

Tidak anemnis

Harus tetap dilakukan pemeriksaan tambahan pada wanita terjadi karena hamil vasodilatasi

dari pembuluh darah Thorax Abdomen Fundus Uteri Ballottement Denyut jantung janin 120-160 dpm Genitalia Inspekulo Dinding vagina dan serviks Jantung dan conjungtiva paru Normal

dalam batas normal Setengah simpisis Positive 152 dpm Berwarna kebiruan pusat- Usia kehamilan 16 minngu Normal Normal Normal Karena vaskularisasi yang meningkat dan adanya dari endoservikal menyebabkan peningkatan Fluksus Flour albus Ekstremitas Negative Negative Edema -/cairan. Normal Normal Normal sekresi pembesaran kelenjae yang

PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan darah rutin Hal ini berguna untuk mendeteksi kelainan yang ada pada pasien. Serta memeriksa apakah terjadi anemia pada pasien Pemeriksaan USG Untuk mengetahui keadaan janin berupa letak serta pertumbuhan organ pada janin Pemeriksaan Leopord Dilakukan untuk mengetahui letak kepala, bokong, dan punggung bayi, serta masuknya kepala dalam pintu atas panggul

DIAGNOSIS Pasien mengalami kehamilan normal, ditinjau dari gejala yang dialami pasien. Umur kehamilan:1 HPHT(Hari Pertama Haid terakhir): 21 September 2012 Hari pemeriksaan: 10 januari 2013 Siklus: teratur (28 hari) Minggu September Oktober November Desember Januari Jumlah 12 minggu 4 4 4 Hari 9 3 2 3 10 27 hari

Umur kehamilan : 16 minggu (kurang 1 hari)

Taksiran partus: HPHT(Hari Pertama Haid terakhir): 21 September 2012 Rumus: hari + 7, bulan -3, tahun +1 Maka taksiran partus: 28 Juni 2013

TATA LAKSANA

Pada pasien ini tidak ada keluhan-keluhan yang menggangu, sehingga kami hanya memberikan edukasi mengenai hal-hal penting sebagai berikut:

Edukasi Kesehatan bagi Ibu Hamil2

Ditujukan untuk menjaga kehamilan tetap sehat dan berkualitas. Beberapa informasi penting yang dapatdisampaikan yaitu sebagai berikut:
1.

Memastikan Ibu akan kembali melakukan pemeriksaan kehamilan berikutnya.

Pasien ini baru memasuki trimester I, maka perlu pemeriksaan tiap bulan. 2. Kalori:
Memberitahukan kepada ibu tentang makanan cukup kalori & jumlah kalori

Nutrisi yang adekuat:

yang dibutuhkan ibu hamil (2500 kal/hari).


Anjurkan peningkatan BB tidak melebihi 10-12 kg selama hamil. Jumlah kalori yang berlebihan dapat menyebabkan obesitas yang merupakan

factor predisposes iuntuk terjadinya preeclampsia. Protein:


Memberitahukan kepada ibu tentang makanan berprotein tinggi & jumlah

protein yang dibutuhkan (85 gr/hari). )

Jelaskan akibat dari defisiensi protein

kelahiran premature, anemia dan

edema. Kalsium:
Memberitahukan kepada ibu tentang makanan berkalsium & jumlah kalsium

yang dibutuhkan (1,5 gr/hari). )


Kalsium dibutuhkan untuk pertumbuhan janin, terutama perkembangan otot

dan rangka.
Jelaskan akibat dari defisiensi kalsium riketsia pada bayi atau osteomalacia

pada Ibu.
Zat besi: Memberitahukan kepada ibu tentang jumlah zat besi yang dibutuhkan (30

mg/hari) & manfaat zat besi dalam menjaga konsentrasi Hb.


Jelaskan akibat dari defisiensi zat besi anemia defisiensi zat besi. Asam folat: Memberitahukan kepada ibu tentang jumlah asam folat yang dibutuhkan (400

mikrogram/hari) yang berguna untuk pematangan sel. )


Jelaskan akibat dari defisiensi asam folatanemia megaloblastik pada Ibu

hamil.
3. Perawatan Payudara

Payudara perlu dipersiapkan sebelum bayi lahir sehingga dapat segera berfungsi dengan baik pada saat diperlukan.
4. Perawatan gigi

Paling

tidak dibutuhkan dua kali pemeriksaan selama kehamilan yaitu pada

trimester pertama terkait dengan hiperemesis dan ptialisme (produksi liur yang berlebihan) sehingga perlu menjaga kebersihan rongga mulut. Anjuran untuk menyikat gigi setelah makan karena ibu hamil sangat rentan terhadap karies dan gingivitis.
5. Kebersihan tubuh dan pakaian 10

Perubahan anatomic pad aperut, area genitalia/lipatpaha, dan payudara

menyebabkan lipatan-lipatan kulit menjadi lebih lembab dan mudah terinvestasi oleh mikroorganisme.

Gunakan pakaian yang longgar, bersih dan nyaman dan hindarkan sepatu hak tinggi (high heels) dan alas kaki yang keras (tidak elastis) serta korset penahan perut.

6. Pembatasan aktivitas sehari-hari

Jangan melakukan pekerjaan rumah tangga yang berat dan hindarkan kerja fisik yang dapat menimbulkan kelelahan yang berlebihan.

Istirahatcukup, minimal 8 jam pada malam hari, dan 2 jam pada sianghari. Tidak dianjurkan untuk merokok menimbulkan vasospasme yang berakibat anoksia janin, BBLR, prematuritas, kelainan congenital dansolusioplasenta.

7. Pemilihanolah raga

Lakukan gerakan tubuh ringan, misalnyaberjalan kaki, terutama pada pagi hari.

Anjurkan untuk mengikuti senam hamil.

8. Penyesuaian kebiasaan hidup

Kebiasaanbuang air besar (b.a.b) selama kehamilan cenderung menjadi tidak teratur. Sehingga upayakan untuk minum banyak, makan-makanan yang mengandung serat seperti sayuran dan buah.

Kebiasaan koitus, hubungan seksual tidak berbahaya untuk dilakukan kapan saja selama kehamilan, dengan syarat tidak ada penyulit kehamilan seperti ketuban pecah, persalinan premature, dan cervix inkompeten. hati-hati pada kehamilan muda, dan sebaiknya ditinggalkan di akhir masa kehamilan karena uterus yang menjadi lebih sensitif.

9. Batasi penggunaan obat-obatan yang belebihan / polifarmasi 10. Selain memperhatikan keadaan fisik, aspek kejiwaan juga harus diperhatikan.

Keadaan kejiwaan ibu, orang-orang sekitarnya dan sikap ibu tersebut terhadap kehamilannya. hendaknya bahagia menanti kelahira nanaknya.
11

Pengertian kepada keadaan calon ibu dan keluarga sangat diperlukan, terutama dari suami.

Edukasi Gejala dan Tanda Bahaya Selama Kehamilan Tujuan penyampaianny aadalah agar apabila terjadi hal-hal demikian, baik ibu dan keluarga dapat segera datang kerumah sakit atau pelayanan kesehatan terdekat.
1. Menjelaskan tanda-tanda bahaya yang seringterjadi

Perdarahan Preeklampsi , dengan gejala dan tanda antara lain: Sakit kepala atau cephalgia (frontal atau oksipital) yang tidak membaik dengan pengobatan umum

Gangguan penglihatan seperti pandangan kabur, silau atau berkunang-kunang Nyeri epigastrik Oliguria (urine kurangdari 500ml/24 jam) Edema menyeluruh Menjelaskan gejala dan tanda yang harus diwaspadai

2.

Muntah berlebihan Disuria Menggigil ataudemam Ketuban pecah dini Uterus lebih besar atau lebih kecil dari usia kehamilan

Edukasi Tentang MasaPersalinan Apalagi pasien ini primigravida yang belum pernah mengalami persalinan, sehingga perlu untuk dijelaskan tentang kesiapan untuk persalinan, antara lain: 1. Perencanaan proses persalinan

Dimana tempatnya, penolong, dana, serta pendamping


12

2. Penjelasan tentang tanda-tanda persalinan sudah dekat

Beberapa minggu sebelum persalinan, calon ibu merasakan keadaan dimana sesak berkurang, tetapi berjalan menjadi sedikit lebih sukar, dan sering nyeri pada anggota bawah

His (kontraksi) pendahuluan/his palsu pada tiga atau empat minggu sebelum persalinan.

Kontraksi pendahuluan bersifat: nyeri dan hanya terasa diperut bagian bawah, tidak teratur, durasi pendek, tidak bertambah kuat dengan majunya waktu, tidak bertambah kuat jika dibawa berjalan, tidak berpengaruh pada pendataran cervix.

3. Penjelasan tanda-tanda persalinan

Timbulnya his persalinan, yaitu his pembukaan dengan sifat nyeri melingkar dari punggung, memancar ke perut bagian depan, teratur, makin lama makin pendek intervalnya, jika dibawa berjalan menjadi bertambah kuat, dan berpengaruh pada pendataran cervix.

Keluarnya lender berdarah dari jalan lahir. Pecahnya ketuban dalam jumlah banyak dari jalan lahir.

4. Penjelasan mengenai tenaga mengejan

Setelah pembukaan lengkap dan ketuban pecah, tenaga yang mendorong bayi keluar tenaga mengejan hanya dapat berhasil jika pembukaan sudah lengkap, dan paling efektif sewaktu kontraksi uterus.

Edukasi Mengenai Masa Setelah Persalinan 1. Melakukanpemberian ASI eksklusif

Dapat diawali dengan inisiasi dini yaitu usaha untuk memperkenalkan ASI sedini mungkin. Satu jam pertama kontak ibu dengan bayi baru lahir.

2. Penjelasan mengenai program KB (keluarga berencana)

Ini perlu disampaikan mengingat usia ibu yang masih muda dan masih merupakan kehamilan anak pertama.1,2
13

BAB IV TINJAUAN PUSTAKA Anatomi dan Fisiologi Alat Reproduksi Wanita2 Terdiri alat / organ eksternal dan internal, sebagian besar terletak dalam rongga panggul. Eksternal (sampai vagina) : fungsi kopulasi Internal : fungsi ovulasi, fertilisasi ovum, transportasi blastocyst, implantasi, pertumbuhan fetus, kelahiran. Fungsi sistem reproduksi wanita dikendalikan / dipengaruhi oleh hormon-hormon gondaotropin / steroid dari poros hormonal thalamus hipothalamus hipofisis adrenal ovarium.

14

Selain itu terdapat organ/sistem ekstragonad/ekstragenital yang juga dipengaruhi oleh siklus reproduksi : payudara, kulit daerah tertentu, pigmen dan sebagainya. Genitalia eksterna

Vulva Tampak dari luar (mulai dari mons pubis sampai tepi perineum), terdiri dari mons pubis, labia mayora, labia minora, clitoris, hymen, vestibulum, orificium urethrae externum, kelenjarkelenjar pada dinding vagina. Mons pubis atau mons veneris Lapisan lemak di bagian anterior symphisis os pubis. Pada masa pubertas daerah ini mulai ditumbuhi rambut pubis. Labia mayora Lapisan lemak lanjutan mons pubis ke arah bawah dan belakang, banyak mengandung pleksus vena. Homolog embriologik dengan skrotum pada pria. Ligamentum rotundum uteri berakhir pada batas atas labia mayora. Di bagian bawah perineum, labia mayora menyatu (pada commisura posterior). Labia minora Lipatan jaringan tipis di balik labia mayora, tidak mempunyai folikel rambut. Banyak terdapat pembuluh darah, otot polos dan ujung serabut saraf.
15

Clitoris Terdiri dari caput/glans clitoridis yang terletak di bagian superior vulva, dan corpus clitoridis yang tertanam di dalam dinding anterior vagina. Homolog embriologik dengan penis pada pria. Terdapat juga reseptor androgen pada clitoris. Banyak pembuluh darah dan ujung serabut saraf, sangat sensitif. Vestibulum Daerah dengan batas atas clitoris, batas bawah fourchet, batas lateral labia minora. Berasal dari sinus urogenital. Terdapat 6 lubang/orificium, yaitu orificium urethrae externum, introitus vaginae, ductus glandulae Bartholinii kanan-kiri dan duktus Skene kanan-kiri. Antara fourchet dan vagina terdapat fossa navicularis. Introitus / orificium vagina Terletak di bagian bawah vestibulum. Pada gadis tertutup lapisan tipis bermukosa yaitu selaput dara / hymen, utuh tanpa robekan. Hymen normal terdapat lubang kecil untuk aliran darah menstruasi, dapat berbentuk bulan sabit, bulat, oval, cribiformis, septum atau fimbriae. Akibat coitus atau trauma lain, hymen dapat robek dan bentuk lubang menjadi tidak beraturan dengan robekan (misalnya berbentuk fimbriae). Bentuk himen postpartum disebut parous. Corrunculae myrtiformis adalah sisa2 selaput dara yang robek yang tampak pada wanita pernah melahirkan / para. Hymen yang abnormal, misalnya primer tidak berlubang (hymen imperforata) menutup total lubang vagina, dapat menyebabkan darah menstruasi terkumpul di rongga genitalia interna. Vagina Rongga muskulomembranosa berbentuk tabung mulai dari tepi cervix uteri di bagian kranial dorsal sampai ke vulva di bagian kaudal ventral. Daerah di sekitar cervix disebut fornix, dibagi dalam 4 kuadran : fornix anterior, fornix posterior, dan fornix lateral kanan dan kiri. Vagina memiliki dinding ventral dan dinding dorsal yang elastis. Dilapisi epitel skuamosa berlapis, berubah mengikuti siklus haid. Fungsi vagina : untuk mengeluarkan ekskresi uterus pada haid, untuk jalan lahir dan untuk kopulasi (persetubuhan).
16

Bagian atas vagina terbentuk dari duktus Mulleri, bawah dari sinus urogenitalis. Batas dalam secara klinis yaitu fornices anterior, posterior dan lateralis di sekitar cervix uteri. Titik Grayenbergh (G-spot), merupakan titik daerah sensorik di sekitar 1/3 anterior dinding vagina, sangat sensitif terhadap stimulasi orgasmus vaginal. Perineum Daerah antara tepi bawah vulva dengan tepi depan anus. Batas otot-otot diafragma pelvis (m.levator ani, m.coccygeus) dan diafragma urogenitalis (m.perinealis transversus profunda, m.constrictor urethra). Perineal body adalah raphe median m.levator ani, antara anus dan vagina. Perineum meregang pada persalinan, kadang perlu dipotong (episiotomi) untuk memperbesar jalan lahir dan mencegah ruptur.

Genitalia Interna

Uterus Suatu organ muskular berbentuk seperti buah pir, dilapisi peritoneum (serosa). Selama kehamilan berfungsi sebagai tempat implatansi, retensi dan nutrisi konseptus.
17

Pada saat persalinan dengan adanya kontraksi dinding uterus dan pembukaan serviks uterus, isi konsepsi dikeluarkan. Terdiri dari corpus, fundus, cornu, isthmus dan serviks uteri. Serviks uteri Bagian terbawah uterus, terdiri dari pars vaginalis (berbatasan / menembus dinding dalam vagina) dan pars supravaginalis. Terdiri dari 3 komponen utama: otot polos, jalinan jaringan ikat (kolagen dan glikosamin) dan elastin. Bagian luar di dalam rongga vagina yaitu portio cervicis uteri (dinding) dengan lubang ostium uteri externum (luar, arah vagina) dilapisi epitel skuamokolumnar mukosa serviks, dan ostium uteri internum (dalam, arah cavum). Sebelum melahirkan (nullipara/primigravida) lubang ostium externum bulat kecil, setelah pernah/riwayat melahirkan (primipara/ multigravida) berbentuk garis melintang. Posisi serviks mengarah ke kaudal-posterior, setinggi spina ischiadica. Kelenjar mukosa serviks menghasilkan lendir getah serviks yang mengandung glikoprotein kaya karbohidrat (musin) dan larutan berbagai garam, peptida dan air. Ketebalan mukosa dan viskositas lendir serviks dipengaruhi siklus haid. Corpus uteri Terdiri dari : paling luar lapisan serosa/peritoneum yang melekat pada ligamentum latum uteri di intraabdomen, tengah lapisan muskular/miometrium berupa otot polos tiga lapis (dari luar ke dalam arah serabut otot longitudinal, anyaman dan sirkular), serta dalam lapisan endometrium yang melapisi dinding cavum uteri, menebal dan runtuh sesuai siklus haid akibat pengaruh hormon-hormon ovarium. Posisi corpus intraabdomen mendatar dengan fleksi ke anterior, fundus uteri berada di atas vesica urinaria. Proporsi ukuran corpus terhadap isthmus dan serviks uterus bervariasi selama pertumbuhan dan perkembangan wanita (gambar). Ligamentum penyangga uterus Ligamentum latum uteri, ligamentum rotundum uteri, ligamentum cardinale, ligamentum ovarii, ligamentum sacrouterina propium, ligamentum infundibulopelvicum, ligamentum vesicouterina, ligamentum rectouterina. Vaskularisasi uterus Terutama dari arteri uterina cabang arteri hypogastrica/illiaca interna, serta arteri ovarica cabang aorta abdominalis.
18

Salping / Tuba Falopii Embriologik uterus dan tuba berasal dari ductus Mulleri. Sepasang tuba kiri-kanan, panjang 8-14 cm, berfungsi sebagai jalan transportasi ovum dari ovarium sampai cavum uteri. Dinding tuba terdiri tiga lapisan : serosa, muskular (longitudinal dan sirkular) serta mukosa dengan epitel bersilia. Terdiri dari pars interstitialis, pars isthmica, pars ampularis, serta pars infundibulum dengan fimbria, dengan karakteristik silia dan ketebalan dinding yang berbeda-beda pada setiap bagiannya (gambar). Pars isthmica (proksimal/isthmus) Merupakan bagian dengan lumen tersempit, terdapat sfingter uterotuba pengendali transfer gamet. Pars ampularis (medial/ampula) Tempat yang sering terjadi fertilisasi adalah daerah ampula / infundibulum, dan pada hamil ektopik (patologik) sering juga terjadi implantasi di dinding tuba bagian ini. Pars infundibulum (distal) Dilengkapi dengan fimbriae serta ostium tubae abdominale pada ujungnya, melekat dengan permukaan ovarium. Fimbriae berfungsi menangkap ovum yang keluar saat ovulasi dari permukaan ovarium, dan membawanya ke dalam tuba. Mesosalping Jaringan ikat penyangga tuba (seperti halnya mesenterium pada usus). Ovarium Organ endokrin berbentuk oval, terletak di dalam rongga peritoneum, sepasang kiri-kanan. Dilapisi mesovarium, sebagai jaringan ikat dan jalan pembuluh darah dan saraf. Terdiri dari korteks dan medula. Ovarium berfungsi dalam pembentukan dan pematangan folikel menjadi ovum (dari sel epitel germinal primordial di lapisan terluar epital ovarium di korteks), ovulasi (pengeluaran ovum), sintesis dan sekresi hormon-hormon steroid (estrogen oleh teka interna folikel, progesteron oleh korpus luteum pascaovulasi). Berhubungan dengan pars infundibulum tuba Falopii melalui perlekatan fimbriae. Fimbriae menangkap ovum yang dilepaskan pada saat ovulasi. Ovarium terfiksasi oleh ligamentum ovarii proprium, ligamentum infundibulopelvicum dan

19

jaringan ikat mesovarium. Vaskularisasi dari cabang aorta abdominalis inferior terhadap arteri renalis. Siklus menstruasi4

Pada permulaan siklus, sebuah kelenjar didalam otak melepaskan hormon yang disebut Follicle Stimulating Hormone (FSH) kedalam aliran darah sehingga membuat sel-sel telur tersebut tumbuh didalam ovarium. Salah satu atau beberapa sel telur kemudian tumbuh lebih cepat daripada sel telur lainnya dan menjadi dominant hingga kemudian mulai memproduksi hormon yang disebut estrogen yang dilepaskan kedalam aliran darah. Hormone estrogen bekerjasama dengan hormone FSH membantu sel telur yang dominan tersebut tumbuh dan kemudian memberi signal kepada rahim agar mempersiapkan diri untuk menerima sel telur tersebut. Hormone estrogen tersebut juga menghasilkan lendir yang lebih banyak di vagina untuk membantu kelangsungan hidup sperma setelah berhubungan intim.

Ketika sel telur telah matang, sebuah hormon dilepaskan dari dalam otak yang disebut dengan Luteinizing Hormone (LH). Hormone ini dilepas dalam jumlah banyak dan memicu terjadinya pelepasan sel telur yang telah matang dari dalam ovarium menuju tuba falopi. Jika pada saat ini, sperma yang sehat masuk kedalam tuba falopi tersebut, maka sel telur tersebut memiliki kesempatan yang besar untuk dibuahi.

20

Sel telur yang telah dibuahi memerlukan beberapa hari untuk berjalan menuju tuba falopi, mencapai rahim dan pada akhirnya menanamkan diri didalam rahim. Kemudian, sel telur tersebut akan membelah diri dan memproduksi hormon Human Chorionic Gonadotrophin (HCG) Hormone tersebut membantu pertumbuhan embrio didalam rahim. Jika sel telur yang telah dilepaskan tersebut tidak dibuahi, maka endometrium akan meluruh dan terjadinya proses menstruasi berikutnya.

Fase-fase dalam siklus menstruasi Setiap satu siklus menstruasi terdapat 4 fase perubahan yang terjadi dalam uterus. Fase-fase ini merupakan hasil kerjasama yang sangat terkoordinasi antara hipofisis anterior, ovarium, dan uterus. Fase-fase tersebut adalah : a) Fase menstruasi atau deskuamasi Fase ini, endometrium terlepas dari dinding uterus dengan disertai pendarahan dan lapisan yang masih utuh hanya stratum basale. Fase ini berlangsung selama 3-4 hari. b) Fase pasca menstruasi atau fase regenerasi Fase ini, terjadi penyembuhan luka akibat lepasnya endometrium. Kondisi ini mulai sejak fase menstruasi terjadi dan berlangsung selama 4 hari. c) Fase intermenstum atau fase proliferasi Setelah luka sembuh, akan terjadi penebalan pada endometrium 3,5 mm. Fase ini berlangsung dari hari ke-5 sampai hari ke-14 dari siklus menstruasi. Fase proliferasi dibagi menjadi 3 tahap, yaitu : o Fase proliferasi dini, terjadi pada hari ke-4 sampai hari ke-7. Fase ini dapat dikenali dari epitel permukaan yang tipis dan adanya regenerasi epitel.
21

o Fase proliferasi madya, terjadi pada hari ke-8 sampai hari ke-10. Fase ini merupakan bentuk transisi dan dapat dikenali dari epitel permukaan yang berbentuk torak yang tinggi. o Fase proliferasi akhir, berlangsung antara hari ke-11 sampai hari ke-14. Fase ini dapat dikenali dari permukaan yang tidak rata dan dijumpai banyaknya mitosis. d) Fase pramenstruasi atau fase sekresi Fase ini berlangsung dari hari ke-14 sampai ke-28. Fase ini endometrium kira-kira tetap tebalnya, tetapi bentuk kelenjar berubah menjadi panjang berkelok-kelok dan mengeluarkan getah yang makin lama makin nyata. Bagian dalam sel endometrium terdapat glikogen dan kapur yang diperlukan sebagai bahan makanan untuk telur yang dibuahi. Fase sekresi dibagi dalam 2 tahap, yaitu : o Fase sekresi dini, pada fase ini endometrium lebih tipis dari fase sebelumnya karena kehilangan cairan. o Fase sekresi lanjut, pada fase ini kelenjar dalam endometrium berkembang dan menjadi lebih berkelok-kelok dan sekresi mulai mengeluarkan getah yang mengandung glikogen dan lemak. Akhir masa ini, stroma endometrium berubah kearah sel-sel; desidua, terutama yang ada di seputar pembuluh-pembuluh arterial. Keadaan ini memudahkan terjadinya nidasi

Perubahan Anatomi dan Fisiologi pada Perempuan Hamil1 Sistem reproduksi 1. Uterus Trimester 1 Pembesaran uterus meliputi peregangan dan penebalan sel-sel otot sementara produksi meosit yang baru sangat terbatas. Bersamaan dengan hal itu terjadi akumulasi jaringan ikat dan elastik, terutama pada lapisan otot luar. Kerja sama tersebut akan
22

meningkatkan kekuatan dinding uterus. Daerah korpus pada bulan-bulan pertama akan menebal, tetapi seiring dengan bertambahanya usia kehamilan akan menipis pada akhir kehamilan ketebalanya hanya sekitar 1,5 cm bahkan kurang. Pada awal kehamilan penebalan uterus distimulasi terutama oleh hormon esterogen dan sedikit oleh progesteron.akan tetapi, setelah kehamilan 12 minggu lebih penambahan ukuran uterus didominasi oleh desakan dari hasil konsepsi.pada awal kehamilan tuba fallopi,ovarium,dan ligamentum rotundum berada sedikit dibawah apeks fundus,sementara pada akhir kehamilan akan berada sedikit di atas pertengahan uterus.posisi plasenta juga mempengaruhi penebalan sel-sel otot uterus,dimana bagian uterus yang mengelilingi implantasi plasenta akan bertambah besar lebih cepat dibandingkan bagian lainnya. Sehingga akan menyebabkan uterus tidak rata. Fenomena ini dikenal dengan tanda piscaseck. Pada minggu-minggu pertama kehamilan uterus masih seperti bentuk aslinya seperti buah alvokat.seiring dengan perkembangan kehamilannya,daerah fundus dan korpus akan membulat dan akan menjadi bentuk sferis pada usia kehamilan 12 minggu. Isthmus uteri pada minggu pertama mengadakan hipertrofi seperti korpus uteri yang mengakibatkan isthmus menjadi lebih panjang dan lunak yang dikenal dengan tanda Hegar. Pada akhir kehamilan 12 minggu uterus akan menyentuh dinding abdominal mendorong usus seiring perkembangannya,uterus akan menyentuh dinding abdominal mendorong usus kesamping, dan keatas, terus tumbuh hingga hampir menyentuh hati. Sejak trimester I kehamillan uterus akan mengalami kontraksi yang tidak teratur dan umumnya tidak disertai nyeri. Trimester 2 bentuk uterus pada kehamilan empat bulan berbentuk bulat sedangkan pada akhir kehamilan berbentuk bujur telur. Pada kehamilan lima bulan,rahim teraba seperti berisi cairan ketuban dan dinding rahim terasa tipis. Posisi rahim : a. Pada empat bulan kehamilan,rahim tetap berada pada rongga pelvis. b. setelah itu, mulai memasuki rongga perut yang dalam pembesaran batas hati. c. rahim yang hamil biasa nya mobilitas nya, lebih mengisi rongga abdomen kanan atau kiri pada kehamilan 16 minggu,kavum uteri seluruh nya di isi oleh amion dimana desidua kapsularis dan desidua vera (parietalis) telah menjadi satu. Tinggi TFU terletak antara pertengahan simpisis pusat. Plansenta telah terbentuk seluruh nya. Pada kehamilan 20 nya dapat mencapai

23

minggu, TFU terletak 2-3 jari di bawa pusat. Pada kehamilan 24 minggu, TFU terletak setinggi pusat. Trimester 3 Berat uterus naik secara luar biasa dari 30 gram-1000 gram pada akhir kehamilan empat puluh minggu.pada kehamilan 28 minggu, TFU terletak 2-3 jari diatas pusat,pada kehamilan 36 minggu tinggi TFU satu jari dibawah Px. Dan pada kehamilan 40 minggu,TFU berada tiga jari dibawah px. Pada trimester III , istmus uteri lebih nyata menjadi corpus uteri dan berkembang menjadi segmen bawah uterus atau segmen bawah rahim (SBR). Pada kehamilan tua, kontraksi otot-otot bagian atas uterus menyebabkan SBR menjadi lebih lebar dan tipis (tampak batas yang nyata antara bagian atas yang lebih tebal dan segmen bawah yang lebih tipis). Batas ini dikenal sebagai lingkaran retraksi fisiologik. Dinding uterus diatas lingkaran ini jauh lebih tebal daripada SBR.

2. Serviks Satu bulan setelah konsepsi serviks akan menjadi lebih lunak dan kebiruan. Perubahan terjadi akibat penambahan vaskularisasi dan terjadinye edema pada seluruh serviks bersamaan dengan terjadinya hipertrofi dan hiperplasia pada kelenjar-kelenjar serviks. Jaringan ikat ekstraseluler serviks terutama kolagen tipe 1 dan 3 dan sedikit tipe 4 pada membrana basalis. Dimana molekul-molekul kolagen itu, berkatalasi glikosaminoglikan dan proteoglikan terutama dermatan sulfat, asam hialuronat dan heparin sulfat. Juga ditemukan fibronektin dan elastin diantara serabut kolagen. Serviks didominasi jaringan ikat fibrosa. Komposisi berupa jaringan matriks ekstraseluler terutama kolagen dengan elastin dan proteglikan dan bagian sel yang mengandung otot dan fibroblas, epitel serta pembuluh darah. Pada akhir trimester pertama kehamlian , berkas kolagen menjadi kurang kuat terbungkus. Hal ini akibat penurunan konsentrasi kolagen secara keseluruhan, dengan sel otot polos dan jarinagn elastis, serabut kolagen bersatu ke arah paralel terhadap sesamanya sehingga serviks menjadi lunak.

24

Kelenjar-kelenjar di serviks akan berfungsi lebih dan akan mengeluarkan sekresi lebih banyak. Kadang-kadang wanita yang sedang hamil mengeluh mengeluarkan cairan pervaginam lebih banyak. Pada keadaan ini sampai batas tertentu masih merupakan keadaan fisiologik, karena peningakatan hormon progesteron. Selain itu prostaglandin bekerja pada serabut kolagen, terutama pada minggu-minggu akhir kehamilan. Serviks menjadi lunak dan lebih mudah berdilatasi pada waktu persalinan. 3. Ovarium Proses ovulasi selama kehamilan akan terhenti dari pematangan folikel baru juga ditunda. Hanya 1 korpus luteum yang dapat ditemukan di ovarium. Folikel ini akan berfungsi maksimal selama 6-7 minggu awal kehamilan dan setelah itu akan berperan sebagai penghasil progesteron dalam jumlah minimal. Relaksin disekresikan oleh korpus luteum, desidua, placenta dan hati. Fungsinya dalam proses remodelling jaringan ikat pada saluran reproduksi yang kemudia akan mengakomodasi kehamilan dan keberhasilan proses persalinan. 4. Vagina dan perineum Vagina dan vulva terjadi perubahan karena pengaruh estrogen. Akibat

hipervaskularisasi, vagina dan vulva terlihat lebih merah atau kebiruan. Warna livid pada vagina atau portio serviks disebut tanda Chadwick. Dinding vagina mengalami banyak perubahan dengan meningkatnya ketebalan mukosa, mengendornya jaringan ikat dan hipertrofi sel otot polos. Perubahan ini mengakibatkan bertambahnya panjang dinding vagina.

Peningkatan volume sekresi vagina juga terjadi, dimana sekresinya berwarna keputihan, menebal, dan pH antara 3,5-6 yang merupakan hasil dari peningkatan produksi asam lakatat glikogen yang dihasilkan oleh epitel vagina sebagai aksi dari lactobacillus acidophilus.

Kulit
25

Pada kulit dindingperut terjadi perubahan warna menjadi kemerahan , kusam dan kadang juga mengenai paha dan payudara, ini dikenal sebagai striae gravidarum. Kulit perut pada linea alba bertambah pigmentasinya dan disebut linea nigra. Kadang-kadang akan mucul pada wajah dan leher disebut chloasma atau melasma gravidarum. Payudara Selama kahamilan payudara bertambah besar, tegang, berat. Dapat teraba noduli noduli, akibat hipertrofi kelenjar alveoli, bayangan vena vena lebih membiru. Hiperpigmentasi pada puting susu dan areola payudara. Dan terdapat kolostrum berwarna kuning. Perkembangan payudara ini karena pengaruh hormon saat kehamilan yaitu estrogen, progesteron dan somatomamotropin. a) Fungsi hormon yang mempersiapkan payudara untuk pemberian ASI, antara lain: Estrogen, berfungsi : - Menimbulkan hipertrofi system saluran payudara. - Menimbulkan penimbunan lemak dan air serta garam sehingga payudara tampak makin besar. - Tekanan serat syaraf akibat penimbunan lemak, air dan garam menyebabkan rasa sakit pada payudara. Progesteron, berfungsi : - Mempersiapkan asinus sehingga dapat berfungsi. - Menambah sel asinus. Somatomamotropin, berfungsi : - Mempengaruhi sel asinus untuk membuat kasein, laktalbumin dan laktoglobulin. - Penimbunan lemak sekitar alveolus payudara. b) Perubahan payudara pada ibu hamil - Payudara menjadi lebih besar - Areola payudara makin hitam karena hiperpigmentasi. - Glandula Montgomery makin tampak menonjol dipermukaan areola mamae. - Pada kehamilan 12 minggu keatas dari puting susu keluar cairan putih jernih (kolostrum) yang berasal dari kelenjar asinus yang mulai bereaksi.
26

- Pengeluaran ASI belum berjalan oleh karena prolaktin ini ditekan oleh PIH (Prolaktine Inhibiting Hormone). - Setelah persalinan , dengan dilahirkannya plasenta pengaruh estrogen, progesterone dan somotomammotropin terhadap hipotalamus hilang sehingga prolaktin dapat dikeluarkan dan laktasi terjadi. Perubahan Metabolik Sebagian besar penambahan berat badan selam kehamilan berasal dari uterus dan isinya. Kemudian payudara, volume darah dan cairan ekstraseluler. Diperkirakan selama kehamilan berat badan akan bertambah 12,5kg. Peningkatan jumlah cairan selam kehamilan adalah fisiologis yang disebabkan oleh turunnya osmolaritas dari 10 mOsm/kg yang diinduksi oleh makin rendahnya ambang rasa haus dan vasopresin. Penambahan tekanan vena dibagian bawah uterus dan mengakibatkan oklusi parsial vena kava yang bermanifestasi pada adanya pitting edema di kaki dan tungkai terutama pada akhir kehamilan. Penurunan tekanan osmotik koloid di interstisial juga akan menyebabkan edema pada akhir kehamilan. Hasil konsepsi , uterus, dan darah ibu secara relatif mempunyai kadar protein yang lebih tinggi dibandingkan lemak dan karbohidrat. WHO menganjurkan asupan protein per hari 51 g. Pada kehamilan normal akan terjadi hipoglikemia puasa yang disebabkan oleh kenaikan kadar insulin, hiperglikemia postprnadial dan hiperinsulinisme. Konsemtrasi lemak , lipoprotein adan aplipoprotein dalam plasma akan meningkat selama kehamilan. Lemak akan disimpan sebagian besar di sentral yang kemudian akan digunakna janin sebagai nutrisi sehingga cadangan lemak itu akan berkurang. LDL akan mencapai puncaknya pada minggu ke 36 sementara HDL akan mencapai puncaknya pada minggu ke 25 berkurang sampai minggu ke 32 dan kemudian menetap. Hal ini dipengaruhi oleh kenaikan hormon progesteron dan estrogen. Selama kehamilan ibu akan menyimpan 30g kalsium yang sebagian besar akan digunakan untuk pertumbuhan janin. Zinc sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan janin. Asam folat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan pembelahan sel dalam sisntesis DNA/RNA. Defisiensi asam folat selama kehamilan akan menyebabkan terjadinya anemia megaloblastik dan defisiensi pada masa prakonsepsi serta awal kehamilan diduga
27

akan menyebabkan neural tube defect pada janin, asupan asam folat 0,4mg/hari sampai usia 12 minggu. Sistem Kardiovaskular Pada minggu ke 5 cardiac output akan meningkat dan perubahan ini untuk mengurangi resistensi vaskuar sistemik. Selain itu terjadi peningkatan denyut jantung. Antara minggu ke 10 dan 20 terjadi peningkatan volume plasma sehingga juga terjadi peningkatan preload. Performa ventrikel selama kehamilan dipengaruhi oleh penurunan resistensi vaskular sistemik dan perubahan pada aliran pulsasi arterial. Kapasitas vaskukar juga meningkat. Peningkatan estrogem dan progesteron menyebabkan terjadinya vasodilatasi dan penurunan resistensi vaskular perifer. Ventrikel kiri akan mengalami hipertrfi dan dllatasi untuk memfasilitasi perubahan cardiac output, tetapi kontraktilitasmya tidak berubah. Bersamaan dengan perubahan posisi diafragma , apeks akan bergerak ke anterior dan ke kiri sehingga pada pemeriksaan EKG akan terjadi deviasi aksis kiri, depresi aksis kiri, depresi segmen ST, dan inverse atau pendataran gelombang T pada lead III. Volume dan darah total dan volume plasma darah naik pesat sejak akhir trimester pertama. Volume darah akan bertambah banyak, kira kira 25 % dengan puncaknya pada kehamilan 32 minggu, diikuti curah jantung (cardiac output) yang meningkat sebanyak kurang lebih 30%. Akibat hemodilusi yang mulai jelas kelihatan pada kehamilan 4 bulan, ibu yang menderita penyakit jantung dapat jatuh dalam keadaan dekompensasio kordis. Kenaikan plasma darah dapat mencapai 40% saat mendekati cukup bulan. Hipervolemi selama kehamilan mempunyai fungsi berikut : Untuk menyesuaikan pembesaran uterus terhadap hipertrofi sistem vaskular. Untuk melindungi ibu dan janin terhadap efek yang merusak dari arus balik vena dalam posisi terlentang dan berdiri. Untuk menjaga ibu dari efek kehilangan darah yang banyak pada saat pesalinan. Volume darah ini akankembali seperti sediakala pada 2-6 minggu setelah persalinan.

28

Traktus Digestivus Pada bulan bulan pertama kehamilan terdapat perasaan enek (nausea). Mungkin ini akibat kadar hormon estrogen yang meningkat. Tonus otot otot traktus digestivus menurun sehingga motilitas seluruh traktus digestivus juga berkurang. Makanan lebih lama berada di dalam lambung dan apa yang telah dicernakan lebih lama berada dalam usus usus. Hal ini mungkin baik untuk resorpsi akan tetapi menimbulkan pola obstipasi yang memang merupakan salah satu keluhan utama wanita hamil. Tidak jarang dijumpai pada bulan bulan pertama kehamilan gejala muntah (emesis). Biasanya terjadi pada pagi hari, dikenal sebagai morning sickness. Emesis, bila terlampau sering dan terlalu banyak dikeluarkan disebut hiperemesis gravidarum, keadaan ini patologik. Salivasi ini adalah pengeluaran air liur berlebihan daripada biasa. Bila terlampau banyak, ini pun menjadi patologik.

Traktus Urinarius Pada bulan bulan pertama kehamilan kandung kencing tertekan oleh uterus yang mulai membesar sehingga timbul sering kencing. Keadaan ini hilang dengan makin tuanya kehamilan bila uterus gravidus keluar dari rongga panggul. Pada akhir kehamilan, bila kepala janin mulai turun ke bawah pintu atas panggul, keluhan sering kencing akan timbul lagi karena kandung kencing mulai tertekan kembali. Dalam kehamilan ureter kanan dan kiri membesar karena pengaruh progesterone. Akan tetapi ureter kanan lebih membesar daripada ureter kiri karena mengalami lebih banyak tekanan dibandingkan dengan ureter kiri. Hal ini disebabkan olehkarena uterus lebih sering memutar ke arah kanan. Mungkin karena orang bergerak lebih sering memakai tangan kanannya atau disebabkan oleh letak kolon dan sigmoid yang berada di belakang kiri uterus. Akibat tekanan pada ureter kanan tersebut lebih sering dijumpai hidroureter dekstra dan pielitis dekstra. Disamping sering kencing tersebut diatas terdapat pula poliuri. Poliuri disebabkan oleh adanya peningkatan sirkulasi darah di ginjal pada kehamilan sehingga filtrasi glomerulus juga meningkat sampai 69 %. Reabsorbsi di tubulus tidak berubah sehingga lebih banyak dapat dikeluarkan urea, asam folik dalam kehamilan.

29

Sistem Endokrin Selama kehamilan normal kelenjar hipofisis akan membesar 135 %. Prolaktin akan meningkat 10x lipat pada saat kehamilan aterm. Sebalikanya setelah persalinan konsemtrasi dalam plasma akan menurun. Kelenjar tiroid akan mengalami pembesaran hingga 15,0 ml pada saat persalinan akibat dari hiperplasia kelenjar dan peningkatan vaskularisasi. Pengaturan konsentrasi kalsium berhubungan dengan magnesium, fosfat, hormon paratiroid, vitamin D dan kalsitonin. Konsentarsi hormon paratiroid akan menurun pada trimeste pertama kemudian akan meningkat secara progresif. Fungsi paratoroid untuk memasok janin dengan kalsium yang adekuat dan mempunya peran dalam produksi peptida pada janin, plasenta dan ibu. Pada saat hamil dan menyusui dianjurkan untuk mendapat asupan vitamin D 10 g atau 400 IU10. Kelenjar adrenal pada kehamilan akan mengecil sedangkan hormon androstenedion, testosteron, dioksikortikosteron, aldosteron, dan kortisol akan meningkat. Sementara itu dehidropiandrosteron sulfat akan menurun. Sistem Muskuloskletal Lordosis yang progersif akan menjadi bentuk yang umum pada kehamilan. Akibat kompensasi dari pembesaran uterus ke posisis anterior, lordosis menggeser pusat daya berat ke belakang ke arah dua tungkai. Sendi sakroilliaka, sakrokoksigis dan pubis akan meningkat mobilitasnya yang diperkirakan karena pengaruh hormonal. Mobiltas tersebut dapat mengakibatkan perubahan sikap ibu dan pada akhirnya menyebabkan perasaan tidak enak pada bagian bawah punggung terutama pada akhir kehamilan.

Untuk dapat menegakkan kehamilan maka dapat ditetapkan dengan melakukan penilaian terhadap beberapa tanda dan gejala hamil sehingga bidan dapat mendiagnosa kehamilan I. Tanda Kehamilan Adalah sekumpulan tanda atau gejala yang timbul pada wanita hamil yang terjadi akibat perubahan fisiologi dan psikologi pada masa kehamilan.

30

II. Kategori Tanda Kehamilan3 1. Presumsi Adalah perubahan yang dirasakan ibu / Kemungkinan /Dugaan hamil. Tanda- tanda dugaan hamil : 1. Amenorea (terlambat datang bulan) 2. Mual dan Muntah Biasanya terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan hingga akhir triwulan pertama. Gejala ini sering terjadi pada pagi hari disebut morning sickness of pregnancy. Bila terlampau sering, dapat mengakibatkan gangguan kesehatan disebut dengan Hiperemesis Gravidarum. 3. Mengidam. Pada beberapa wanita ditemukan adanya (ngidam makanan) yang mungkin berkaitan dengan persepsi individu wanita tersebut mengenai apa yang bisa mengurangi rasa mual dan muntah. Kondisi lainnya adalah Pica (mengidam) yang sering dikaitkan dengan anemia akibat defisiensi zat besi ataupun adanya suatu tradisi. 4. Sinkope atau Pingsan 5. Pingmentasi Kulit Sekitar Pipi (Cloasma Gravidarum) Keluarnya Melanophore Stimulating Hormone (MSH) hipofisis anterior menyebabkan pigmentasi pada kulit. Dinding perut - Stria livide dan albican - Linea Ningra dan alba Sekitar Payudara - Hiperpigmentasi areola mamae - Putting susu makin menonjol - Kelenjar montgomery menonjol - Pembuluh darah manifes sekitar payudara 6. Salivasi berlebihan 7. Anoreksia atau tidak ada selera makan. Biasanya timbul pada TM I, kemudian nafsu makan akan muncul kembali 8. Epulis (Hipertropi dari papil gusi) 9. Varices Karena pengaruh dari estrogen dan progesteron terjadi penampakan pembuluh darah vena, terutama bagi mereka yang mempunyai bakat. Penampakan pembuluh darah itu terjadi
31

disekitar genetalia eksterna, kaki, betis dan payudara dan dapat menghilang setelah persalinan. 10. Payudara tegang Pengaruh estrogen dan progesteron dan somamotropin menimbulkan deposit lemak, air dan garam pada payudara. Payudara membesar dan tegang, ujung syaraf tertekan menyebabkan rasa sakit terutama pada hamil pertama. 11. Sering Kencing Uterus yang membesar pada TM I akan menyebabkan tertekannya kandung kencing. Pada TM II umumnya keluhan ini hilang oleh karena uterus yang membesar keluar dari rongga panggul dan pada TM III gejala ini dapat timbul lagi karena janin mulai masuk ke ruang panggul dan menekan kembali kandung kencing. 12. Obstipasi Karena pengaruh hormon progesteron dapat menghambat peristaltik usus sehingga menyebabkan kesulitan untuk BAB. 2. Tanda tidak pasti kehamilan Tanda tidak pasti kehamilan dapat ditentukan dengan : 1. Pembesaran uterus 2. Pada pemeriksaan dalam dijumpai : - Tanda Hegar Pada minggu-minggu pertama istmus uteri mengadakan hipertropi sehingga lebih panjang dan lebih lunak. Pada VT jika 2 jari tangan dalam diletakkan pada forniks posterior dan tangan yang satunya pada dinding perut depan diatas simpisis, maka istmus uteri sedemikian lunaknya, seolah-olah corpus uteri tidak berhubungan dengan serviks. - Tanda Brackston Hicks Kontraksi tidak teratur yang tidak menimbulkan rasa nyeri pada waktu pemeriksaan. Maka kadang-kadang corpus uteri yang lunak menjadi lebih keras. Hal tersebut disebabkan karena timbulnya kontraksi. - Tanda Piscasek Uterus membesar kesalah satu jurusan hingga menonjol jelas kejurusan tersebut. Sehingga pertumbuhan uterus tidak rata, uterus lebih cepat tumbuh didaerah implantasi dari blastosit dan daerah insersi plasenta.
32

- Tanda Goodell Pelunakkan serviks dikarenakan pembuluh darah dalam serviks bertambah dan karena timbulnya oedema dari serviks dan hiperplasia kelenjar-kelenjar serviks. Jaringan ikat pada serviks banyak mengandung kolagen, akibat kadar estrogen meningkat, menyebabkan hipervaskularisasi maka kosistensi serviks menjadi lunak. - Tanda Chadwicks Peningkatan vaskularisasi yang menimbulkan warna unggu kebiruan pada mukosa vagina, vulva dan serviks akibat meningkatnya hormon estrogen. Warna portio pun tampak livide. 3. Teraba Balotement Adalah gerakan janin yang belum engaged, teraba pada minggu ke 16-18. Balotement adalah tehnik mempalpasi suatu struktur terapung dengan menekan perlahan struktur tersebut dan merasakan pantulannya. Jari pemeriksa dalam vagina mendorong dengan lembut kearah atas, janin terdorong keatas kemudian janin turun kembali dan jari merasakan benturan lunak. 4. Pemeriksaan Tes Biologis Kehamilan positif 3.Tanda pasti kehamilan a. Teraba bagian-bagian janin dan dapat dikenal bagianbagian janin b. Terdengar dan dapat dicatat bunyi jantung janin c. Dapat dirasakan gerakan janin d. Pada pemeriksaan dengan sinar Rotgen tampak kerangka janin. e. Dengan alat USG dapat diketahui kantung janin, panjang janin, dan dapat diperkirakan tuanya kehamilan serta dapat menilai pertumbuhan janin III. Pemeriksaan Diagnostik Kehamilan Pemeriksaan Diagnostik Kehamilan. - Riwayat - Pemeriksaan fisik - Pemeriksaan panggul - Uji Lab Uji kehamilan - Urin Uji semacam ini tersedia dipasaran atau distribusi medis. Uji tersebut dinyatakan positif jika konsentrasi hCG dalam urin mencapai 25 mI, biasanya terjadi pada saat tidak menstruasi atau
33

12-14 hari setelah konsepsi. Uji dengan hasil positif mempunyai nilai prediksi terhadap kehamilan sebanyak 99,5 %. Hasil negatif palsu dapat terjadi karena rendahnya konsentrasi hCG, sebagai akibat urin yang terlalu encer, tanggal yang tidak akurat, KE atau gangguan pada ovum. - Serum Beta hCG a. Dideteksi 7 sampai 11 hari setelah konsepsi b. Dilakukan 2 kali setiap 2 hari selama 10 minggu c. Penyebab turunnya hCG biasanya karena aborsi spontan, ovum yang terganggu, dan kehamilan yang dipertahankan setelah 12 minggu.

BAB V KESIMPULAN

Berdasarkan apa yang telah dilakukan secara komprehensif pada pasien ini selama kehamilannya tidak terdapat masalah potensial dan asuhan kebidanan dilakukan sesuai standar 10 T sehingga dalam hal ini pemeriksaan kehamilan lebih berfokus pada kesiapan ibu dalam menghadapi proses persalinan baik fisik maupun mental terlebih ini kehamilan ibu yang pertama. Pemenuhan kebutuhan nutrisi dan gizi ibu juga menjadi tujuan pemeriksaan karena jika gizi ibu tercukupi maka pertumbuhan dan perkembangan janin akan berlangsung secara maksimal.

34

DAFTAR PUSTAKA

1. Adriaansz G. Asuhan Antenatal. In: Saifuddin AB, Rachimhadhi T, Wiknjosastro GH,

editors.

IlmuKebidananSarwonoPrawirohardjo. FF, Mose JC,

4th B.

ed.

Jakarta: Obstetri

PT.

BinaPustakaSarwonoPrawirohardjo; 2009. p. 281-7.


2. Wirakusumah

Handono

Fisiologi

IlmuKesehatanReproduksi. 2nd ed. Jakarta: EGC; 2010. p. 110-21; 129-31; 152-3. 3. Cunningham, Mac Donald, Gant, 2002,Wiliam Obstetric, Edisi 21, EGC, Jakarta 4. Sweet, Betty R, 1993, Mayes Midwifery, London : Bailliere Tindal

35

36