Anda di halaman 1dari 5

2012

www.jayamineral.com By: Joko prasetyo

[EMAS SKALA MIKRO)]


Pengolahan emas skala mikro ditujukan khusus untuk masyarakat tambang Indonesia untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi secara maksimal dengan penggabungan teknologi modern dengan teknologi tradisional

Teknik Pengolahan Emas Skala Mikro

Disusun Oleh www.jayamineral.com

Daftar Isi
I. Pendahuluan II. Merkuri (Air Raksa) A. Sifat-Sifat Kimia B. Penggunaan Logam Merkuri C. Bahaya Logam Merkuri D. Pengobatan III. Jenis-Jenis Batuan Emas dan Proses Refraktory A. Jenis-Jenis Batuan Emas B. Proses Refraktory IV.Berbagai Teknik Ekstraksi Emas dari Batuan A. Sifat-Sifat Kimia Logam B. Teknik-Teknik Ekstraksi Emas B1. Teknik Ekstraksi Sianidasi B2. Teknik Ekstraksi Amalgamasi V. Pengolahan Emas Skala Mikro : Kombinasi Pengolahan Sistem Amalgamasi dan Kimia A. Sistem Pengolahan Mikro ; Kombinasi Amalgamasi dan Kimia 14 B. Penanganan Limbah Cair 17 2 3 3 4 4 5 6 6 6 8 8 10 10 12 14

Pendahuluan
Pengolahan batuan emas menggunakan air raksa (logam merkuri) telah dilakukan sejak 300 tahun yang lalu di Eropa dan Amerika Latin, beberapa saat setelah penemuan logam merkuri secara besar-besaran di Spanyol. Sistem pengolahan ini kemudian berkembang pesat di seluruh bagian dunia hingga abad ke 19, sebelum ditemukannya teknik pengolahan sistem ekstraksi pelarutan yang memiliki tingkat perolehan lebih tinggi dan ramah lingkungan. Kemudahan cara dalam proses pengolahan menggunakan air raksa dan peralatan yang relatif sederhana, mengakibatkan sistem pengolahan cara ini sangat mudah dilakukan oleh siapa saja. Ekstraksi emas dari batuan menggunakan amalgamasi mulai memiliki berbagai kekurangan setelah ditemukannya berbagai sistem ekstraksi yang jauh lebih baik dan efisien, dan jenis-jenis batuan yang diolah makin beragam. Perusahaan-perusahaan penambang besar mulai meninggalkan sistem ini setelah ditemukannya pengolahan sistem sianidasi. Sistem pengolahan menggunakan air raksa memiliki berbagai kekurangan, salah satunya tingkat perolehan logam yang sangat rendah. Pada berbagai jenis batuan, tingkat perolehan logam sangat rendah, hanya 10%. Pengolahan yang dilakukan berulang-ulang hanya mampu meningkatkan perolehan hingga maksimum 40%. Akan tetapi disebabkan kemudahan dalam penerapan di lapangan dan tingkat investasi yang relatif rendah menyebabkan sistem pengolahan air raksa masih menjadi pilihan utama dalam pertambangan rakyat hingga saat ini. Makin tumbuhnya pengolahan menggunakan sianida secara konvensional di wilayah-wilayah pertambangan rakyat, yang umumnya memanfaatkan lumpur yang berasal dari limbah pengolahan rakyat, mengakibatkan sistem pengolahan menggunakan raksa mulai tak diminati. Disamping itu, keuntungan terbesar justru diperoleh oleh pihak-pihak yang mengolah limbah, disebabkan sebagian besar logam mulia yang terkandung dalam batuan justru masih tertinggal di dalam lumpur itu sendiri. Sebenarnya masih terbuka peluang untuk memperoleh hasil yang lebih tinggi lagi dalam pengolahan sistem merkuri, yaitu dengan mengatasi berbagai kekurangan-kekurangan yang terjadi melalui penggunaan bahan kimia sebagai kombinasi untuk meningkatkan perolehan hingga 60-70%. Ebook ini membahas dan mengupas berbagai kekurangan dalam pengolahan sistem tromol (air raksa) dan kiat-kiat meningkatkan perolehan hasil, serta perbaikan dalam pengolahan limbah cair.

Informasi : Untuk isi ebook selengkapnya bisa anda dapatkan di :

http://www.jayamineral.com/?PRODUK_EBOOK

terima kasih

Anda mungkin juga menyukai