Anda di halaman 1dari 4

PERTANYAAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. Apa perbedaan antaran Cleaner Production dan Pollution Prevention? Bagaimana Hirarki Manajemen Lingkungan?

Bagaimana tahapan perencanaan program produksi bersih? Bagaimana mempertahankan program produksi bersih? Bagaimana menghitung progress implementasi Produksi bersih? Bagaimana analisa ekonomi dari suatu program produksi bersih? Apakah perbedaannya dengan analisa ekonomi dari suatu kegiatan secara konvensional?

JAWABAN 1. CP bisa hanya bisa diterapkan untuk perusahaan yang bergerak bidang yang beroperasi pada produksi saja, misalnya pada perusahaan manufaktur. Sedangkan PP lebih banyak diterapkan dalam perusahaan yang bergerak di bidang jasa, misalnya transportasi. 2. Prinsip hirarki pengelolaan limbah adalah suatu prinsip yang memberikan pedomantentang tahapan-tahapan dalam pengelolaan limbah mulai dari yang lebih prioritashingga yang tidak prioritas. Langkah pertama yang palingdisarankan dalam hirarkipengelolaan limbah adalahmencegah timbulnya limbahpada sumbernya (wasteavoidance/waste prevention) sehingga tidak dihasilkan limbah (zero waste). Upayapencegahan ini dapatdilakukan melalui penerapanprinsip produksi bersih (clean production) yaitu melaluipenerapan teknologi bersih,pengolahan bahan, substitusibahan, pengaturan operasikegiatan, memodifikasi prosesproduksi, mempromosikan Bagan. Enam M dalam Hirarki Pengelolaan Limbah

penggunaan bahan-bahan yang tidak berbahaya dan beracun atau lebih sedikit kadarbahaya dan racunnya, menerapkan teknik konservasi, dan menggunakan kembali bahandaripada mengolahnya sebagai limbah sehingga dapat mencegah terbentuknya limbahdan zat pencemar. Langkah yang kedua, apabila pencegahan tidak dapat dilakukan, adalah dengan berupaya melakukan minimisasi atau pengurangan limbah(wasteminimization/reduction). Upaya minimisasi limbah ini juga dapat dilakukan dengancara menerapkan produksi bersih. Penggunaan teknologi yang terbaik yang tersedia(best available technology /BAT) dapat membantu mengurangi konsumsi energi dansumber daya alam secara signifikan yang pada akhirnya dapat mengurangi timbulnyalimbah. Langkah yang ketiga adalah pemanfaatan dengan cara penggunaan kembali (reuse). Reuse adalah penggunaan kembali limbah dengan tujuan yang sama tanpa melaluiproses tambahan secara kimia, fisika, biologi, dan/atau secara termal. Contohsederhana dari konsep reuse ini adalah menggunakan sisi kertas yang masih kosongdari kertas bekas untuk menulis atau untuk membuat amplop. Langkah keempat adalah pemanfaatan dengan cara recycle, yaitu mendaur ulangkomponen-komponen yang bermanfaat melalui proses tambahan secara kimia, fisika,biologi, dan/atau secara termal yang menghasilkan produk yang sama ataupun produkyang berbeda. Contoh sederhana dari konsep recycle ini adalah mengolah kertas bekasyang sudah tidak dipakai lagi untuk dijadikan kertas hasil daur ulang (recycled paper) dengan suatu proses tertentu. Langkah yang kelima adalah pemanfaatan limbah dengan cara recovery , yaituperolehan kembali komponen-komponen yang bermanfaat dengan proses kimia, fisika,biologi, dan/atau secara termal. Contoh dari konsep recovery ini adalah penggunaanlimbah sekam padi (rice husk) sebagai substitusi bahan bakar. Langkah yang keenam adalah pengolahan (processing) limbah dengan metode yangmemenuhi persyaratan lingkungan dan keselamatan manusia. Contoh pengolahan yangumum adalah pembakaran limbah (insinerasi) dan penimbunan (landfilling). 3. Tahap 1 Perencanaan dan Pengorganisasian Tahap 2 Penilaian Awal Tim Produksi Bersih sekarang perlu mengumpulkan atau mengembangkan beberapa informasi. Hal ini memungkinkan tim untuk memilih area fokus untuk penilaian rinci produksi bersih. Maka perlu dibentuk tim untuk pemantauan dan pengumpulan informasi yang dibutuhkan. Tahap 3 Pemilihan Sistem Produksi Bersih Perlu mengetahui lebih spesifik rincian tentang limbah dan penggunaan energi dengan melakukan audit yang rinci. Setelah diketahui tentang limbah dan energi maka dilakukan identiffikasi untuk pemilihan mengurangi, menghilangkan atau mengendalikan limbah yang ditimbulkan sehingga akan membuat produksi menjadi lebih efisien. Tahap 4 Mengevaluasi Pilihan Produksi Bersih

Evaluasi adalah tahap akhir dalam pelaksanaan produksi bersih agar tercipta suatu sistem yang bagus dalam pengendalian atau penanggulangan limbah. Dengan melakukan evaluasi maka sistem tersebut akan semakin baik dan berkembang terus menerus dan mencapai hasil yang maksimal. 4. 1. Mengintegrasikan PP dan CP ke rencana perusahaan 2. Mengadakan Pelatihan SDM 3. Meningkatkan komunikasi Internal 4. Memberi reward untuk karyawan 5. Meningkatkan Pendekatan Publik dan Pendidikan (Penyuluhan) Implementasi dari PP dan CP melibatkan 4 langkah : 1. Memilih proyek untuk diimplementasikan 2. Mendapatkan Dana 3. Melaksanakan proyek Terpilih 4. Meninjau dan menerapkan proyek tersebut Analisa ekonomi suatu produksi bersih a. total cost assessment Total cost assessment (TCA) mengacu pada jangka panjang, analisis keuangan yang komprehensif terhadap seluruh biaya-biaya internal dan memelihara atau menyelamatkan suatu investasi. Kerangka kerja teknik TCA merupakan perluasan atau perkembangan dari pendekatan analisis keuangan tradisional. TCA merupakan alat yang memberikan fasilitas identifikasi dan analisis biaya-biaya proyek internal dan pemeliharaan untuk mengatasi masalah-masalah bisnis. TCA mengembangkan modelmodel akuntansi biaya konvensional yang meliputi: Biaya-biaya keuangan langsung dan tak langsung Biaya-biaya kontijen yang dikenali Biaya-biaya kontijen yang dikenali meliputi biaya future compliance, penalties dan fines, biaya relasi, biaya release respon, biaya remediation, dan nilai waktu dari uang. Bagaimanapun juga TCA masih kurang komprehensif dari pada akuntansi lingkungan full costs. TCA tidak mempertimbangkan lingkungan eksternal atau social perusahaan yang dapat menimbulkan biaya selama proses bisnis. Dalam hal penilaian biaya pada produk, TCA lebih akurat dibandingkan pada penetapan biaya produk sistem akuntasi sekarang. b. expanded cost inventory Merupakan bagian dari TCA yang fokus pada: Biaya Langsung Biaya langsung merupakan sejumlah biaya yang didapatkan atau dikeluarkan untuk barang yang bersifat nyata atau dapat dilihat secara langsung. Hal ini meliputi Modal, bangunan, Peralatan dan instalasi, koneksi, proyek Rekayasa, Operasi dan Pemeliharaan Beban atau pendapatan, Bahan Baku, tenaga kerja, Pembuangan Limbah, Air dan energi, Nilai bahan daur ulang. Biaya tidak langsung

5.

6.

Biaya tidak langsung yaitu sejumlah biaya yang wujudnya berupa jasa (abstrak) contohnya biaya administrasi, biaya perijinan, pencatatan, pelaporan, asuransi, pemantauan, pengelolaan limbah dan pencemaran udara yang bersifat on site. Biaya wajib Biaya wajib yaitu sejumlah biaya yang harus dibayar dan bersifat wajib seperti denda, kerusakan barang-barang, kerusakan sumber daya alam, dan lain-lain Hal penunjang lain Hal penunjang lain ini merupakan sejumlah biaya yang menjadi pilihan bagi suatu perusahaan untuk dibayarkan atau tidak. Jika biaya ini tidak dibayar, tidak terlalu berpengaruh pada perusahaan tersebut. Namun jika biaya ini dibayarkan, maka perusahaan tersebut menjadi lebih baik. Contohnya peningkatan kualitas, peningkatan citra perusahaan, peningkatan penjualan, hubungan baik dengan pelanggan, mengembangkan produktifitas pekerja, dan hal lainnya CATATAN : INI JAWABAN YANG DIBUAT KORMAT, KALO ADA JAWABAN YANG LEBIH BENER LAGI DI SHARE AJA, MAKASIH ^.^