Anda di halaman 1dari 7

Keselamatan kesehatan Kerja & Lingungan Hidup a.

Filosofi K3 Suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani tenaga kerja pada khususnya dan maunusia pada umumnya, hasil karya dan budayanya menuju masyarakat adil dan makmur. b. Keeilmuan K3 Ilmu pengetahuan dan penerapan dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. c. Praktis K3 Upaya perllindungan agar tenaga kerja selalu dalam keadaan selamat dan sehat selama melakukan pekerjaan ditempat kerja maupun sumber dan proses produksi dapat aman dan efisien dalam pemakaiannya. Tujuan a. Menjamin keesempurnaan jasmani dan rohani tenaga kerja serta hasil karya dan budayanya. b. Mencegah dan mengurangi terjadinya keceakaan dan PAK(Penyakit Akibat Kerja) c. Menjamin. 1. Setiap tenaga kerja dan orang lain yang berada ditempat kerja mendapatkan perlindungan atas keselamatannya 2. Setiap sumber produk dapat dipakai dan dipergunakan secara aman dan efisien. 3. Proses produksi berjalan dengan lancar. Persiapan dan Keselamatan Kerja dalam Merakit PC 1. Obeng, tang, Avo meter, solder timah, isolasi, tali pengobat kabel dan bukti catatan. Solder maupun AVO meter jarang dipakai apabila mempergunakan komponen yang masih baik. 2. Pengukur arus dan tegangan hanyan dilakukan apabila komponen bekas yang belum diketahui apakah masih baik atau tidak. 3. Sebaiknya tidak menggunakan AVO meter apabila motherboard masih baik karena tidak tahu titik-titik mana yang merupakan titik ukur. Kecerobohan ini dapat menimbulkan akibat fatal. 4. Apabila anda mempergunakan komputer baru, anda tidak perlu melakukan pengukuran arus dan tegangan AVO meter. AVO meter mungkin perlu digunakan hanya hanya untuk mengetahui tegangan listrik di jala jala listrik rumah saja. 5. Bila anda mengetahui lihatlah bagian power suply komputer(terdapat di dalam cashing/kotak komputer) apakah sudah diatur pada skala tegangan yang sesuai dengan tegangan listrik ditempat anda atau belum. Bila type power suplynya tergolong type automatic anda tidak perlu khawatir. Apabila power suplynya tergolong semi automatic, kemungkinan anda harus memindahkan posisi saklar pengatur 24 tegangan keposisi sesuai dengan tegangan listrik di tempat anda. Mendeskripsikan kesehatan Pengertian sehat senantiasa digambarkan sebagai suatu keadaan fisik, mental dan sosial seseorang yang tidak saja bebas dari penyakit atau gangguan kesehatan

melainkan juga menunjukan kemampuan untuk berinteraksi dengan lingkungan dari pekerjannya. Status kesehatan seorang, menurut Blum (1981) 1. Lingkungan, berupa lingkungan fisik(alami, buatan) kimia(organik, anorganik, logam berat, debu) biologi(virus, bakteri, masa organisme) dan sosial budaya(ekonomi, pendidikan, pekerjaan). 2. Perilaku yang meliputi; sikap, kebiasaan, tingkah laku. 3. Pelayanan kesehatan: promotif, perawatan, pengobatan, pencegahan kecacatan, rehabilitasigenetik, yang merupakan faktor bawaan setiap manusia. Keselamatan kerja atau Occopational savety, dalam istilah seharihari sering disebut dengan savety saja, secara filosofi diartikan sebagai suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani dan rohani tenaga kerja pada khususnya manusia pada umumnya serta hasil budaya dan karyanya. Dari segi ilmuan diartikan sebagai sesuatu pengetahuan dan perapan dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecerobohan dan penyakit kerja. Secara filosofis, keselamatan kerja adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan manusia baik jasmani maupun rohani serta karya dan budayannya yang terjutu pada kesejahteraan manusia pada umumnya dan tenaga kerja pada khususnya. Secara keilmuan, keselamatan kerja adalah ilmu pengetahuan dan penerapan yang mempelajari tentang tata cara penanggulangan kecelakaan kerja di tempat kerja. Menurut Ridley, Jhon (1983) yang dikutib oleh Roby Shianthosia (2000, p.6) mengartikan kesehatan dan keselamtan kerja adalah suatu kondisi dalam pekerjaannya yang sehat dan aman baik itu baik pekerjaannya, perusahaannya maupun bagi masyarakat dan linkungannya sekitar pabrik atau tempat kerja tersebut. Menurut Simanjutak (1994), keselamatan kerja adalah keselamatan yang bebas dari resiko kecelakaan kerja dan kerusakan dimana kita bekerja yang mencangkup tentang kondisi bangunan, kondisi mesin, peralatan keselamatan kerja, dan kondisi pekerja. Jackson (19999, p. 222) menjelaskan bahwa kesehatan dan keselamatan kerja menunjukan kepada kondisi-kondisi fisiologi fisikal dan ppsikologis tenaga kerja yang di akibatkan oleh lingkungan kerja yang disediakan oleh perusahaan. Menurut mangkunegara (2002, p. 164) keselamatan kerja adalah suatu pemikiran upaya untuk menjamin keuttuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani tenaga kerja pada khususnya, dan manusia pada umumnya, masyarakat adil dan makmur. Mathis dan Jackson (2002, p.245) menyatakan bahwa keselamatan kerja adalah merujuk perlindungan terhadap kesejahteraan fisik dan cidera yang terkait dengan pekerjaan. Kesehatan adalah merujuk pada kondisi umum, fisik, dan mental stabilitasi emosi secara umum.

Indikator penyebab keselamatan kerja a. Keadaan tempat lingkungan, yang meliputi 1. Penyusunan dan penyimpanan barang-barang yang berbahaya yang kurang diperhitungkan keamanannya. 2. Ruang kerja yang terlalu padat dan sesak. 3. Pembuangan kotoran dan limbah yang tidak pada tempatnya. b. Pemakaian peralatan kerja, yang meliputi 1. Pengaman peralatan kerja yang sudah usang atau rusak. 2. Penggunaan mesin, alat elektronik tanpa pengaman yang baik penggaturan pengamanan.

Tujuan Keselamatan Kesehatan Kerja a. Agar setiap pegawai mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan kerja yang baik secara fisik, sosial dan psikologis. b. Agar setiap perlengkapan dan peralatan kerja digunakan sebaik-baiknya seleektif mungkin. c. Agar semua hasil produksi dipeliharannya keamanannya. d. Agar adanya jaminan atas pemeliharaan dan peningkatan kesehatan gizi pegawai. e. Agar peningkatan kegairahan, keserasian kerja, dan partisipasi kerja. f. Agar terhindari dari gangguan kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan atau kondisi kerja. g. Agar setiap pegawai merasa aman dan terlindungi dalam bekerja. Dasar Hukum keselamatan kesehatan kerja Undang-undang nomor 1 tahun 1970 yaitu tentang keselamatan kerja meliputi; 1) Bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produksivitas. 2) Bahwa setiap orang yang berada ditempat kerja perlu terjamin pula keselamatan nya. 3) Bahwa setiap produksi perlu dipakai dan dipergunakan secara aman dan effisien. Undang-Undang dan Peraturan Yang MengaturPelaksanaan K3. Pada awalanya pelaksaaan K3 mmengacu kepada veiligbeid sreg lemen tahun 1919 (stbl.NO.406),namun dengan dengan dikeluarkan undang-undang nomor 14 tahun perkembangan masyarakat ,industrialisasi,teknik dan teknologi , undangundang tersebut adalah UU No.1 thn 1970 tentang keselamatan kerja. Mendiskrifsikan Kecelakan Kerja Pengertian kecelakan kerja (accident)adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan yang merugiakan terhadap manusia ,merusak harta benda atau kerugian terhadap proses. Pengertian Hampir Celaka Pengertian hampir celaka , yang dengan istilah safety disebut dengan insident (incident)ada juga yang menyebutkan dengan istilah near miss atau near incident adalah sallah satu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan dimana keadaan

yang sedikit berbeda atau mengakibatkan bahaya pada peristiwa, merusak benda atau kerugian terhadap proses. Faktor-faktor kecelakaan kerja: 1. Sembrono atau tidak hati hati. 2. Tidak mematuhi peraturan. 3. Tidak mengikuti standart prosedur kerja. 4. Tidak memakai alat pelindung. 5. Kondisi badan yang lemah. Berikut berbagai arah K3 - Mengantisipasi keberadaan faktor penyebab bahaya dan melakukan pencegahan sebalumnya. - Memahami jenis jenis bahaya yang ada di tepat kerja. - Mengevaluasi tingkat bahaya kerja di tempat kerja. - Mengendalikan terjadinya bahaya atau komplikasi. Keluhan yang sering terjadi menggunakan komputer Pengunaan komputer secara terus menerus dapat menyebabkan keluhan keluhan pada beberapa anggota tubuh, misalnya ahh, otot leher saya rasanya kaku dan pegal semua! atau mengapa mata saya menjadi kabur? Apakah saya terlalu lama di depan komputer?. Kiat kiat kesehatan dalam penggunaan komputer Kesehatan mata a. Gunakan scren filter b. Gunakan scren saver c. Perbanyaklah memperbanyak makan vitamin A d. Jangan terlalu fokus pada monitor Kesehatan jari tangan a. Gunakan tombol tuts yang enak b. Mengetiklah dengan sudut tangan 90 Kesehatan punggung dan leher a. Atur tinggi dan rendahnya monitor b. Pergunakan waktu untuk memperistirahatkan punggung dengan olahraga kecil Kesehatan pinggang a. Atur rendah tingginya tempat duduk b. Persiapkan dan jangan lupa minum c. Jangan lupa berolah raga kecil untuk mengaliri darah Menggurangi beberapa keluhan pada saat menggunakan komputer Untuk mengurangi beberapa keluhan tersebut, faktor penggunaan komputer merupakan hal pertama yang perlu diperlihatkan. Dan hasil penelitian para ahli, tempat kerja harus dirancang dengan tepat.

Contohnya adalah dengan menempatkan papan ketik dan tempat duduk pada ketinggian yang tepat. Selai posisi duduk, maka juga harus diperhatikan. Mata merupakan indra yang bekerja paling keras saat anda menggunakan komputer. Oleh karena itu anda harus memperhtikan mata anda sehingga keluhan mata seperti iritasi mata atau atau kelelahan mata dapat dihindari. Pesan/peringatan kesalahan saat pada PC memalui post Apa itu POST? Fungsi POST POST (Power On Self Test ) yaitu test yang dilakaukan PC untuk mengecek fungsi fungsi komponen yang meendukung PC apakah bekerja dengan baik. POST memungkinkan user dapat mendeteksi, mengisolasi, menentukan, dan menemukan kesalahan sehingga dapat memperbaiki penyimpanan atau kemungkinan kerusakan pada PC. Prosedur POST( Power On Self Test ) 1. Test power suply 2. Pengecekan terhadap dan isisnya 3. Pengecekan terhadap CMOS 4. Melakukan pengecekan CPU 5. Memori sebesar 16kb harus tersedia dan dapat dibaca dan ditulis untuk keperluan ROM BIOS dan penyimpanan 6. Pengecekan I/O controler dan bus controler Pesan/peringatan kesalahan POST(Power On Self Test) Sesuain dengan urutan prosedur POST yang dilakukan oleh BIOS maka gejala gejala permasalahan yang muncul. Kode beep award BIOS Gejala 1x beep pendek 1x beep panjang 1x beep panjang 2x beep pendek 1x beep panjang 2x beep pendek Beep terus menerus Klasifikasi permasalahan A. Hardwere/Perangka keras 1. Internal Meliputi isi CPU ; Motherboard, VGA card, Chip Bios, RAM, Sound card, prosesor, Hardisk, CD room, Power suply komponen lainnya yang terpasang monitor, keyboard, mouse, dll.

No 1 2 3 4 5

Pesan/Peringatan/kesalahan PC dalam keadaan baik Problem di memori Kerusakan di modul RAM parity Kerusakan dibagian VGA Kerusakan di modul memory vidio

2. Eksternal Diantaranya; Printer, modem Eksternal, TU turner eksternal, scanner dan lain sebagainnya . B. Software/perangkat lunak 1. Perangkat lunak BIOS Diantaranya: perangkat keras,program aplikasi dan user untuk menjadi suatu sistem yang dapet bekerja . 2. Sistem Operasi Diantaranya: Perangkat keras, programm aplikasi, dan user untuk meenjadi suattu sistem yang dapat bekerja . 3. Program Aplikasi Rogram aplikasi yang dimaksud adalah semua, perangkat lunak selain sistem popersi diantaranya yaitu program aplikasi seperti:Perkantoran, termasuk bahasa pemrogamer, virus, untility . Produser Test 1. Semua peralatan dipasang Sesuai port yang dibutuhkan 2. Booting Komputer 3. Pengecekan Fungsi Keyboard dan mouse 4. Penggecekkan tampilan pada layar monitor 5. Pengecekan port pararel dan USB melakukan program aplikasi Ms.Word 6. Pengecekan ppemmbacaan disk dan CD room melalui Windows Explorer 7. Pengecekan kemungkinan kerusakan hardware dan software 8. Pengecekan pada PC 9. Mengidenttifikasi permasalahan 10. Menganalisa permasalahan 11. Mengklsifikasi permasalahan 12. Menentukan hipotesi awal penyebab masalah

13. Mengisolasi Permasalahan

Mengisolasi Permasalahan Adapun langkah-langkah dalam menyelesaikan permasalahan komputer tersebut adalah sebagai berikut. 1. Mengidentifikasi Permasalahan Masalah yang ada diidentifikasi dengan beberapa prosedur diantaranya melalui POST 2. Menganalisa permasalahan Pesan/peringatan kesalahan yang ditunjukan melalui POST ataupun oleh komponen lain dikomputer dapat dipastikan sumber komponen yang menjadi pentebab timbulnya permasalahan . 3. Mengklasifikasi Permasalahan Melakukan pengelompokkan permasalahan dappatt dilakukan berdasarkan hardwere, softwere atau permasalahan itu sendiri . 4. Menentukan hipotesa awal penyebab permasalahan Dengan mengklasifikasi suatu masalah,maka dapat ditentukan hipotesa awal bagian yang bermasalahan dan penyebab masalah. Hal ini dipakai sebagai acuan untuk mencari cara yang tepat dalam mengatasi masalah dan mencegah timbulnya kembali masalah yang sama. 5. Mengisolasi Permasalahan Masalah yang sudah diklsifikasi,difokuskan pada ruang lingkup yang lebih kecil. Ini untuk memudahkan menemukan sumber masalah, dan tidak terjadi salah dalam menangani masalah . 6. Selanjutnya dapat dilakukan tindakan perbaikan