Anda di halaman 1dari 7

Malang, September 2012 Perihal : Permohonan untuk Mengisi Kuesioner

PERSEPSI AKUNTAN PENDIDIK TERHADAP KONVERGENSI INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARD (IFRS) DI INDONESIA

Yth. Bapak/Ibu Responden Di Tempat. Dengan Hormat, Peneliti menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih yang setinggitingginya atas kesediaan Bapak/Ibu meluangkan sedikit waktu yang dimiliki untuk membaca dan mengisi kuesioner ini. Kesediaan tersebut merupakan suatu bantuan yang tak ternilai dalam penyelesaian skripsi peneliti. Peneliti merupakan mahasiswa jurusan akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Asia Malang. Bapak/Ibu diminta untuk menjawab semua pertanyaan berikut secara terbuka, jujur dan apa adanya. Jawaban tidak akan mempengaruhi kinerja maupun karier Bapak/Ibu dan tidak ada jawaban yang bernilai benar atau salah, informasi yang diberikan akan dijamin kerahasiaannya dan hanya ditujukan untuk kepentingan ilmiah. Peneliti,

Ida Nurida

A. Pertanyaan Umum Nama Jenis Kelamin : : Laki-laki Perempuan Nama Perguruan Tinggi Tempat Mengajar Pendidikan PPAk Pendidikan terakhir : .. : : Ya S1 S2 S3 Pengalaman Mengajar : < 1 tahun 1- 10 tahun > 10 tahun Mata Kuliah yang Diampu : (boleh lebih dari satu) Akuntansi Keuangan Akuntansi Biaya Akuntansi Manajemen Auditing Sistem Informasi Akuntansi Lainnya, sebutkan : 1. 2. 3.
2

(boleh tidak diisi)

Tidak

B. Pertanyaan Mengenai Persepsi Bapak/Ibu terhadap Konvergensi

IFRS di Indonesia Di bawah ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan untuk mengetahui persepsi Bapak/Ibu terhadap Konvergensi IFRS di Indonesia. Bapak/Ibu dimohon atas pertanyaan tersebut memberi tanda silang (x) diantara pilihan jawaban yang ada dengan ketentuan sebagai berikut: 1 2 3 4 : Sangat Tidak Setuju : Tidak Setuju : Setuju : Sangat Setuju

I.

Tujuan

Menurut pendapat saya, tujuan untuk mencapai satu set standar akuntansi yang diterima secara global merupakan :
a. Tujuan yang bermanfaat.

b. Tujuan yang sangat idealistis.

c. Tujuan yang dapat dicapai secara bertahap. 1 2 3 4

d. Tujuan yang dapat dicapai dalam waktu yang sangat lama. 1 2 3 4

II.

Manfaat

Menurut pendapat saya, manfaat dari adopsi IFRS di Indonesia adalah :


a. Standarisasi prinsip akuntansi di seluruh dunia akan mengakibatkan

komparabilitas kinerja keuangan menjadi semakin besar. 1 2 3 4

b. Semakin tingginya relevansi, keandalan dan transparansi informasi keuangan perusahaan di berbagai negara yang berbeda akan dapat dicapai. 1 2 3 4

c. Menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan. 1 2 3 4

d. Memfasilitasi perusahan-perusahaan Indonesia untuk masuk ke pasar

modal asing yang berdasar IFRS. 1 2 3 4

e. Meningkatkan arus investasi ke Indonesia.

III.

Tantangan

Menurut pendapat saya, menerapkan IFRS tidak mudah karena :


a. Keragaman interpretasi IFRS yang dapat mengakibatkan perbedaan.

b. Banyaknya penggunaan nilai wajar, sehingga penggunaan jasa appraisal

sangat dibutuhkan untuk aset yang tidak dapat diukur nilai pasarnya. 1 2 3 4

c. Banyaknya kewajiban pengungkapan yang ditetapkan IFRS.

d. Sulit untuk menggunakan professional judgement dalam melaksanakan

IFRS yang berbasis prinsip. 1 2 3 4

e. Sulit untuk memahami bahasa dari PSAK yang merupakan terjemahan

dari IFRS. 1 2 3 4

IV.

Pendekatan

Menurut pendapat saya, pendekatan berikut ini yang dapat mendukung akuntan dalam memahami adopsi IFRS :
a. Adanya sosialisasi dari pihak-pihak terkait mengenai konvergensi IFRS.

b. Adanya pelatihan untuk memahami, mengaplikasikan dan mengajarkan

prinsip IFRS. 1 2 3 4

c. Pentingnya keberadaan suatu tim konvergensi IFRS sebagai tempat untuk

bertanya dan berdiskusi. 1


d.

Adanya literatur pemahaman IFRS . 1 2

pendukung yang dapat digunakan sebagai acuan

V.

Kondisi Fasilitator

Menurut pendapat saya, kondisi fasilitator berikut ini dalam mendukung kesiapan akuntan menuju konvergensi IFRS tahun 2012 :
a. Usaha IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) dalam mempersiapkan akuntan

menuju konvergensi IFRS sudah memadai. 1 2 3 4

b. Usaha Pemerintah dalam mempersiapkan akuntan menuju konvergensi

IFRS sudah memadai. 1 2 3 4

c. Usaha Perguruan Tinggi dimana saya bekerja dalam mempersiapkan

akuntan dengan melakukan sosialisasi, pelatihan dan pengubahan kurikulum konvergensi IFRS sudah memadai. 1 2 3 4

d. Usaha perpustakaan dalam Perguruan Tinggi dimana saya bekerja dalam

menyediakan berbagai macam literatur yang mengikuti standar akuntansi yang mengacu pada konvergensi IFRS sudah memadai. 1 2 3 4

VI.

Perubahan Umum

Tahun 2012 diharapkan PSAK sudah tidak berbeda dengan IFRS secara material. Namun dalam tahapan konvergensi, PSAK sedikit banyak berubah menuju IFRS. Menurut pendapat saya, perubahan umum yang terjadi dalam PSAK menuju konvergensi IFRS adalah:

a. Konvergensi IFRS terhadap PSAK menyebabkan PSAK yang sebelumnya

bersifat ruled-based menjadi bersifat principle-based. 1 2 3 4

b. PSAK tidak lagi mengakui prinsip konservatisme, tetapi diganti dengan

prinsip prudence (kehati-hatian) mengikuti IFRS. 1 2 3 4

c. IFRS melarang penggunan metode LIFO sehingga PSAK menghapus

metode LIFO dalam menghitung persediaan, hanya menggunakan metode FIFO dan Rata-rata tertimbang . 1 2 3 4

VII.Pernyataan lain Menurut pendapat saya :


a. Saya yakin Indonesia sudah siap untuk konvergensi IFRS tahun 2012.

b. Pendapat lain saya mengenai konvergensi IFRS di Indonesia tahun 2012 dalam dunia pendidikan: