Anda di halaman 1dari 11

Modul Ice Breaking

Perkenalan

Siapa Dia ?

Petunjuk : Minta semua peserta untuk berdiri dan membentuk lingkaran y Minta seorang peserta untuk memperkenalkan nama dan satu hal lainmengenai dirinya dalam bentuk satu kalimat pendek ( tidak boleh lebih dari 6 kata ), misal: Nama saya Retno, fasilitator P2KP. Nama saya Rachman, Kader Komunitas y Mintalah peserta kedua untuk mengulang kalimat peserta pertama, baru kemudian memperkenalkan dirinya sendiri, misal : teman saya Retno, fasilitator, saya Mika, guru sekolah y Peserta ketiga harus mengulang kalimat 2 peserta sebelumnya sebelum memperkenalkan diri, demikian seterusnya sampai seluruh peserta memperoleh gilirannya. y Apabila peserta tidak dapat mengingat nama dan apa yang dikatakan 2 peserta lainnya, maka ia harus menanyakan langsung pada yang bersangkutan : siapa nama anda? atau siapa nama anda dan apa yang anda katakan tadi ? Perkenalan Kisah Angka Angka

Permainan ini dipakai agar peserta mengenal satu sama lain dengan cara santai dan menghapuskan kekakuan. Langkah langkah : y Mintalah seluruh peserta berhitung dari nomor 1 dan seterusnyasampai selesai ( habis) y Minta setiap peserta mengingat nomor urutnya masing-masing dengan baik, jika perlu lakukan pengujian dengan menyebut secara acak beberapa angka dan minta peserta yang disebut nomornya utntuk menyahut ya!, atau tunjuk beberapa orang peserta secara acak dan tanyakan ia nomor urut berapa. y Tegaskan sekali lagi apakah mereka benar benar mengingat nomor urutnya masing masing. y Setelah yakin, jelaskan bahwa anda akan menyampaikan suatu berita atau suatu cerita tertentu di mana dalam sepanjang cerita itu akan disebut sejumlah angka angka. Peserta yang disebut angka atau nomor urutnya diminta segera berdiri dan langsung meneriakkan namanya keras keras kepada seluruh peserta lain. Jika terlambat 3 detik, peserta dikenakan hukuman ramai ramai oleh peserta lain. y Tanyakan kepada peserta apakah mereka paham peraturan tersebut ?, jika perlu ulangi sekali lagi dan berikan contoh. y Mulai bercerita, misalnya : saudara saudara, latihan inis sebenarnya sudah direncanakan sejak lima bulan yang lalu, tapi karena beberapa hal, barulah tiga bulan yang lalu ada kejelasan dan kemudian dipersiapkan oleh delapan orang panitia .. dst. Atau cerita lain yang anda karang sendiri pada saat itu ( yang penting, dalam cerita itu ada disebutkan angka angka nomor urut peserta setiap satu kalimat atau setiap selang satu menit ). y Lakukan sampai separuh peserta tersebut nomornya atau seluruhnya (bergantung kepada kecepatan anda dan peserta dan sesuai dengan waktu yang tersedia)

y Lakukan diskusi dengan peserta tentang apa makna permainan ini dan dapat digunakan untuk apa saja dalam kegiatan latihan, termasuk perasaan persaan peserta sendiri. y Simpulkan

Perkenalan Mencari Jodoh Petunjuk : y Buatlah kalimat pendek yang berhubungan dengan materi pelajaran yang akan diberikan , misal : Bersama Membangun Kepedulian. Kalimat yang dibuat sebanyak setengah dari jumlah peserta, kalau peserta 20 orang, harus disediakan 10 kalimat. y Pecahlah kalimat tersebut ke dalam dua bagian dan ditulis di kertas , satu kertas berisi kalimat Bersama Membangun dan satu kertas berisi kata Kepedulian. y Gulunglah kedua kertas yang berisi tulisan tadi. y Bagikan kertas kertas tergulung yang sudah disiapkan sebanyak jumlah peserta (apabila peserta ganjil, satu orang berpasangan dengan pemandu sendiri ) y Minta peserta untuk membuka gulungan kertas masing masing dan membaca isinya yaitu sepotong kalimat yang belum lengkap. y Minta peserta untuk mencari pasangannya masing masing agar kalimat itu menjadi lengkap. y Minta setiap pasangan berkenalan dan mendiskusikan arti kalimat tersebut. y Minta peserta berkumpul lagi dan meminta setiap pasangan memperkenalkan pasangannya dan menyampaikan arti kalimat kepada peserta yang lain.

Perkenalan Berdirilah Jika Petunjuk : y Minta semua peserta untuk duduk membentuk lingkaran, lalu pemandu berdiri di tengah. y Jalaskan kepada peserta bentuk permainannya, yaitu setiap pemandu mengucapkan kalimat , peserta mengucapkan kalimat, peserta diminta berdiri apabila kalimat itu sesuai dengan dirinya; misal : Keluarga saya adalah keluarga pedagang.. ; Saya seorang perempuan yang berani bicara di depan publik. dsb.

y Ucapkan kalimat kalimat yang relevan dengan keadaan peserta ( jangan sampai ada peserta yang tidak pernah berdiri), contoh contoh kalimat misalnya :  Saya adalah petugas lapangan  Saya lahir di pedesaan  Saya lahir di kota besar  Saya memiliki hobby membaca, dsb y Setelah selesai, minta seluruh peserta untuk memperkenalkan nama, asal, dan hal lain yang berkenaan dengan dirinya secara singkat.

Adu Panjang, Besar dan Tinggi

Permainan ini bermanfaat untuk membuat suasana menjadi segar dan menumbuhkan semangat baru. Langkah Langkah y Ajaklah semua peserta berdiri dan minta mereka membagi diri menjadi 2 3 kelompok. y Susunlah 3 kelompok itu secara berjajar. Lalu jelaskan bahwa 3 kelompok itu akan berlomba satu sama lainnya untuk masing-masing perintah dari wasitnya ( berperan sebagai wasit adalah pemandu atau salah seorang peserta ). y Setelah semua menyiapkan kelompoknya masing masing, segera mulai permainan. Misalnya :  Berlombalah untuk membuat barisan terpanjang tanpa terputus  Atau buatlah kelompok anda menjadi yang paling tinggi  Buatlah lingkaran kelompok besar. Catatan : y Jangan memberi komentar bahwa mereka berhak menggunakan apa saja untuk menang dan menjadi kelompok yang tertinggi, terlebar dan terpanjang. Misalnya jika saat lomba ada peserta laki laki yang sampai melepas kaos kaos untuk digunakan sebagai penyambung tangan supaya barisannya paling panjang. Biarkan saja , itu hak dia untuk secara kreatif memenangkan lomba. y Jika selesai permainan, anda bisa menanyakan, misalnya ; kenapa kelompok A bisa mancapai panjang hingga ke luar ruangan padahal anggotanya sama-sama 5 orang, itu untuk membuat peserta menikmati permainan dan melihat sesuatu yang tidak sekedar permainan.

Menghangatkan suasana

Badai Berhembus ( The Great Wind Blows)

Strategi ini merupakan icebreaker yang dibuat cepat yang membuat para peserrta latihan bergerak tertawa. Strategi tersebut merupakan cara membangun team yang baik dan menjadikan para peserta lebih mengenal satu sama lain. Petunjuk : y Aturlah kursi kursi ke dalam sebuah lingkaran. Mintalah peserta untuk duduk di kursi yang telah disediakan. y Jelaskan kepada peserta aturan permainan, untuk putaran pertama pemandu akan bertindak sebagai angin.

y Pemandu sebagai angin akan mengatakan angin berhembus kepada yang memakai misal : kacamata ( apabila ada beberapa peserta memakai kacamata). y Peserta yang memakai kacamata harus berpindah tempat duduk, pemadu sebagai angin ikut berebut kursi.

y Akan ada satu orang peserta yang tadi berebut kursi, tidak kebagian tempat duduk. Orang inilah yang menggantikan pemandu sebagai angin. y Lakukan putaran kedua, dan seterusnya. Setiap putaran yang bertindak sebagai angin harus mengatakan angin berhembus kepada yang . ( sesuai dengan karakteristik peserta, misal : baju biru, sepatu hitam, dsb )

Menghangatkan suasana ( Ice Breaker )

Lempar spidol Permainan ini bertujuan untuk menghangatkan suasana dan menghilangkan kekakuan antar peserta dan pemandu dan antar peserta sendiri . Pelajaran yang bis adipetik dari permainan ini adalah perlunya sikap hati hati dan cepat tanggap. Langkah langkah : y Mintalah semua peserta berdiri bebas di depan tempat duduk masing-masing. y Minta peserta bertepuk tangan ketika anda melemparkan spidol ke udara, dan pada saat spidol anda tangkap lagi dengan tangan, semua peserta serta merta diminta berhenti bertepuk tangan. Ulangi sampai beberapa kali. y Ulangi proses ke-2 dengan tambahan selain bertepuk tangan juga bersenandung. ( bergumam ) : Mmmmm.!. y Ulangi proses 3 ini beberapa kali, dan setiap kali semakin cepatgerakannya, kemudian akhiri dengan satu anti klimaks : spidol anda tidak dilambungkan, tapi hanya melambungkan tangan seperti akan melambungkannya ke atas (gerk tipu yang cepat !). amati : apakah peserta masih bertepuk tangan dan bergumam atau tidak ? y Mintalah tanggapan dan kesan, lalu diskusikan dan analisa bersama kemudian simpulkan.

Kerjasama tim Sepatu Lapangan

Permainan ini bermanfaat untuk mendorong proses kerjasama Tim, bahwa dalam sebuah Tim setiap orang akan belajar mendengar pendapat orang lain dan merekam masing-masing pendapat secara cermat dalam pikirannya, sebelum memutuskan pendapat apa yang terbaik menurut kelompok. Langkah langkah y Bagilah peserta ke dalam kelompok kelompok kecil ( 5 6 orang ), 1 orang akan menjadi pembicara kelaompok. y Mintalah setiap kelompok untuk mendiskusikan tentang sepatu lapangan apa yang cocok untuk bekerja di lapangan dan peralatan apa lagi yang dibutuhkan (waktunya sekitar 5 menit) y Mintalah pembicara kelompok untuk mengingat pendapat yang berbeda dan pendapat yang sama dari setiap orang di kelompoknya masing-masing.

y Mintalah pembicara kelompok untuk menyampaikan hasil diskusi ini seklaigus memperkenalkan nama anggota kelompoknya dan apa pendapat orang orang tersebut mengenai topik diskusi di atas. y Setelah semua kelompok selesai, kemudian diskusikan : Apakah pembicara telah menyampaikan pendapat semua anggota kelompoknya secara tepat ? Apa yang dikurangi? Apa yang ditambah ? Apa yang tidak tepat.

Kerjasama tim Kalimat Sulit Langkah langkah : y Siapkan beberapa kata, dan tulis setiap kata dalam sebuah kartu metaplan y Bagilah peserta menjadi dua tim y Letakkan kartu yang telah ditulisi tersebut di lantai (termasuk kata kata yang saling berhubungan) y Kedua tim membuat kalimat dengan menggunakan kartu kartu tersebut. y Seorang anggota tim memulai sebuah kalimat dengan kata yang pertama, yang lainnya mengikuti secra bergantian hingga kalimatnya selesai. Satu kata di dalam kalimat bernilai 5 poin bila kalimatnya benar. y Bila kalimatnya salah maka setiap kata yang salah kehilangan 5 poin. Bila seluruh kalimat mejadi tidak bermakna tim tersebut kehilangan 50 poin. Bila kalimatnya merupakan kalimat yang belum sempurna maka tim tersebut kehilangan 25 poin. Setelah setiap kalimat selesai, letakkan kembali kartu kata kata untuk digunakan oleh peserta yang lain .

Kerjasama tim Kompak Permainan ini bermanfaat untuk menghangatkan suasana dan membentuk suasana kerja dalam Tim. Langkah Langkah y Jelaskan kepada peserta aturan permainan ini y Bagilah peserta ke dalam 5 6 kelompok, yang penting satu kelompok terdiri dari 6 orang. y Mintalah masing masing kelompok untuk membuat lingkaran dan satu orang anggota dari masing-masing kelompok untuk berdiri di tengah tengah kelompoknya. y Katakana bahwa permainan ini untuk mnguji kita , apakah di antara teman-teman dalam kelompok itu saling percaya kepada TIM KERJA KITA. Yang berdiri di tengah harus menutup matanya, dengan ditutup kain, kemudian menjatuhkan diri secara bebas kea rah mana saja. y Sementara itu teman-teman dalam kelompoknya melingkar dan harus bertanggungjawab atas keselamatan teman yang di tengah tadi, karena permainan ini bisa bisa akan memakan korban, maka jika yang di tenagh menjatuhkan diri kepadanya dia harus siap dan bertanggungjawab untuk menahan dan melemparkannya kepada teman yang lain. Begitu seterusnya, dan minta siapa yang di tengah bisa bicara dengan cara bergiliran .

Kerjasama tim Bercermin

Langkah langkah :

y Minta setiap peserta untuk berpasangan, 1 orang menjadi bayangan di cermin dan 1 orang menjadi seseorang yang sedang berdandan di depan cermin. y Bayangan harus mengikuti gerak gerik orang yang berdandan. y Keduanya harus bekerja sama agar bisa bergerak secara kompak dengan kecepatan yang sama. y Minta peserta untuk mendiskusikan apa pesan dalam permainan ini.

Komunikasi Broken T

Permainan ini bermanfaat untuk mengajak peserta memahami perbedaan antara komunikasi satu arah dan komunikasi partisipatif, serta menyadarkan peserta akan pentingnya prinsip kesetaraan dalam berkomunikasi dengan masyarakat. Langkah langkah y Siapkan pecahan huruf T (lihat irisan hurup T dalam gambar) sebanyak setengah dari jumlah peserta; kertas karton yang bisa berdiri apabila tidak ada karton bisa diganti dengan koran dan tali rapia (berfungsi sebagai pembatas) sebanyak hurup T. y Siapkan gambar hurup T, sesuai dengan irisan tadi (T dalam gambar), sebanyak pecahan hurup T (simpan masing masing dalam amplop) y Mintalah peserta untuk berpasangan, masing masing pasangan yang satu berperan sebagai Bos dan yang seorang lagi berperan sebagai atasan. y Selanjutnya atasan Bos dan bawahan, masing-masing duduk berhadapan dengan dibatasi oleh karton atau kertas koran yang digantung dengan tali rapia. y Beritahu peserta bahwa permainan ini akan dibagi ke dalam beberapa babak. y Setiap peserta yang berperan sebagai Bos akan mendapatkan gambar hurup T yang ada dalam amplop, sedangkan bawahan akan mendapatkan pecahan hurup T. y Babak pertama, Bos harus memberi perintah kepada bawahan untuk menyusun hurup T, bawahan tidak boleh bertanya, atasan tidak boleh memperlihatkan gambar kepada bawahan. y Apabila babak pertama telah selesai, babak kedua lakukan dengan perintah yang sama tetapi dalam hal ini bawahan boleh bertanya. (pembatas masih tetap dipakai) dan gambar tetap tidak boleh diperlihatkan. y Babak ketiga, bawahan boleh bertanya dan pembatas boleh dihilangkan. y Diskusikan pengalaman bermain Broken T tadi : Apakah ada yang berhasil ? Mengapa terjadi demikian ? Bagaimana perasaan bawahan dan pendapatnya tentang Bos ? Bagaimana pendapat Bos tentang bawahannya ? y Simpulkan bersama peserta dengan mengaitkan efektifitas komunikasi yang setara dan partsisipatif.

Partisipasi MENGHITUNG MUNDUR

Dalam pendampingan terhadap kelompok belajar di tengah masyarakat, kita sudah biasa menganggap bahwa masyarakat hanyalah penerima informasi, dan bukan pemberi atau sumber informasi. Mengubah

kebiasaan atau cara pendang yang sudah lama kita miliki, merupakan hal sulit. Kita biasanya selalu menggunakan kacamata kita. Kita menggunakan bahasa, symbol, gambar, informasi dan teknologi yang berasal dari kebudayaan kita. Kita tidak memperhatikan apa kesulitan yang dialami masyarakat untuk menerima hal hla yang tidak biasa bagi mereka. Sebenarnya, program yang kita kembangkan perlu dinilai menurut kacamata masyarakat, berdasarkan apa yang mereka butuhkan, dengan cara yang mudah diterima mereka. Langkah langkah y Minta peserta untuk berdiri mambentuk suatu lingkaran. Setiap peserta menghitung secara bergiliran mulai dari 1 sampai 50 (atau sejumlah peserta) y Pada saat menghitung, minta peserta memenuhi peraturan : setiap angka tujuh atau kelipatan tujuh, angka itu tidak disebutkan, melainkan diganti dengan tepuk tangan. y Apabila ada peserta yang salah melaksanakan tugasnya, maka permainan dimulai dari awal. y Sesudah 3 4 ronde, permainan tahap 1 selesai y Permainan tahap 2 dimulai dengan cara yang sama seperti di atas, tetapi hitungannya dimulai dari angka 50 mundur terus sampai dengan angka 1. Peraturan yang diterapkan juga sama, yaitu setiap angka tujuh atau angka kelipatan tujuh , angka itu tidak disebutkan, melainkan diganti dengan tepuk tangan. y Setelah 3-4 ronde, permainan selesai. y Minta peserta untuk mendiskusikan : (1) Manakah yang lebih baik banyak terjadi kesalahan, cara 1 atau cara 2 ? (2) Mengapa demikian ? (3) Kira-kira, apa hubungannya permainan ini dengan cara kerja kita dalam kelompok belajar atau di tengah tengah kehidupan masyarakat kita ( apakah mudah mengganti kebiasaan pendekatan dari atas dengan yang dari bawah ) ?.

Memahat Patung

Permainan ini bisa dipakai untuk menyadarkan peserta bahwa manusia tidak bisa dibentuk sedemikian rupa oleh orang lain. Langkah langkah y Minta beberapa orang peserta untuk tampil ke depan; y Minta satu orang untuk menjadi pemahat patung, satu orang lainnya menjadi patung itu sendiri. y Minta pemahat patung untuk mulai bekerja menjadikan patung itu sesuai dengan keinginannya dengan cara membimbing posisi kepala, kaki, tangan, tubuh patungnya ( misal : tangan kanan ke atas, tangan kiri memegang kepala, lutut kanan bertumpu di lantai, kepala belok ke kiri, dsb) y Minta patung untuk menuruti semua posisi yang diminta oleh pemahat ( selama proses, pemahat dan patung tidak boleh saling berbicara) y Setelah selesai, ajukan pertanyaan kepada para pemahat : Apakah menyenagkan membuat patung sesuai keinginannya sendiri ? y Ajukan juga pertanyaan kepada para pemahat : Apakah menyenagkan untuk dibentuk sedemikian rupa oleh orang lain ? y Kemudian diskusikan bersama peserta : Apakah manusia bisa dibentuk sedemikian rupa oleh orang lain ? Apakah anak anak bisa ? Apakah orang dewasa bisa ? Bagaimana tanggapan peserta tentang permainan ini ?

MODUL ICE BREAKING


Selesai taaruf ringkas, kami membahagikan peserta kepada 2 kumpulan, saya dan kak Ti lead untuk group satu, manakala Hajar lead untuk group dua, tenaga 3 muslimat untuk 30 peserta muslimat terlebih memadai bilamana Hajar memainkan peranan penting sebagai Boss kami. Untuk usrah kali ini, kami hanya menyediakan 2 modul ringkas dengan memakan masa hampir 2 jam. Permulaan pengenalan dengan ice breaking yang disaluti sedikit aspek ukhuwah dan pengenalan islam sebagai precursor untuk usrah-usrah yang seterusnya.

Modul 1: bulat kecil, bulat besar Peserta diminta membuat satu bulatan, kemudian kesemua peserta diminta rapat kehadapan. Setiap peserta diminta memegang erat tangan kawan-kawan yang lain. Syarat yang diberikan: 1. Setiap orang tidak dibenarkan memegang tangan kawan yang sama pada kanan dan kirinya 2. Tangan kawan yang dipegang hendaklah bukan dari kawan yang berdiri berdekatan, perlu menjadikan tangan yang dipegang bersilang dengan orang berhadapan.
Kemudian, peserta diminta bergerak kebelakang dan bina semula bulatan tanpa sedikit pun melepaskan tangan sahabat mereka. Dalam proses ini kita akan lihat bagaimana sikap peserta dari sudut kekreatifan dan nilai kasih sayang terhadap sahabat. Dua aspek penting ini akan melatih mereka untuk berfikir sebelum bertindak. Jika diperhatikan matlamat pada mata kasarnya adalah untuk mencapai satu bulatan dalam limit masa yang singkat, untuk mencapai matlamat ini, force yang hadir adalah masa, namun adakah dalam usaha mereka mencapai matlamat dan tekanan masa ini menghadirkan rasa empathy mereka sesama rakan yang lain. Adakah demi mencapai matlamat, mereka sanggup melihat ada antara kawan-kawan mereka yang disakiti. Terseliuh tangan mungkin akan berlaku bilamana dari tangan yang berselirat tadi perlu membentuk semula satu bulatan.

Modul 2: saya tahu kamu tahu Peserta diminta membuat satu bulatan besar. Setiap peserta diberikan sehelai kertas dan sebatang pen. Dalam masa 10 minit mereka diminta describe ciri-ciri fizikal dan sifat-sifat salah seorang sahabat mereka tanpa perlu menulis nama sahabat itu. Mereka diingatkan untuk menulis perkara yang baik-baik sahaja agar nantinya tiada sebarang rasa tidak puas hati antara mereka. Setelah selesai, kami mengumpulkan semua kertas mereka dan salah seorang dari kami (Hajar) mengambil secara rawak untuk dibaca dihadapan mereka. Setiap baris perkataan yang disebutkan Hajar memberi respon yang memberangsangkan dari peserta. Mereka nampaknya terhibur dan terlalu inquiri untuk meneka siapakah orang yang disebutkan itu. Ada juga yang terharu bilamana terasa dirinya dihargai oleh sahabat sendiri.

Masa yang agak singkat membataskan kami untuk membaca kesemua kertas-kertas itu, namun, mereka sempat membuat MOU dengan kami meminta kertas tersebut dibaca habis untuk sesi usrah yang akan datang. InsyaAllah, kami cuba jika diberi kesempatan masa dan umur yang panjang. Apakah objektif kita? OBJEKTIF 1: Ukhuwah Islamiyah Ukhuwah nucleus usrah, Tanpa ukhuwah tiada usrah, Dari ukhuwah lahirnya mahabbah. Keterikatan hati sesama sahabiah. Ukhuwah yang paling indah adalah ukhuwah islamiyah. Menurut Imam Assyahid Hassan alBanna Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa antara satu sama lain dengan ikatan aqidah. Hakikat Ukhuwah Islamiyah : 1.Nikmat Allah (Q.S. 3:103) 2.Perumpamaan tali tasbih (Q.S.43:67) 3.Merupakan arahan Rabbani (Q.S. 8:63) 4.Merupakan cermin kekuatan iman (Q.S.49:10) Darihal Usrah Hassan al-Banna. Sesungguhnya Islam memandang sangatmustahak untuk membentuk ikatan-ikatan perpaduan untuk penganut-penganutnya. Ikatan-ikatan ini dinamakan Usrah atau Keluarga Dengan terbentuknya apa yang dinamakan Usrah atau Keluarga seperti itu akan dapatlah dipimpin penganut-penganut Islam tadi ke arah contoh-contoh pujaan yang tinggi, dan dapatlah pula diperkuatkan ikatan-ikatan yang ada pada mereka, bahkan akan dapatlah dipertinggikan mutu Ukhuwah atau Persaudaraan di antara sesama mereka sendiri; iaitu dengan jalan membawa contohcontoh pujaan dan persaudaraan itu dan peringkat bualan dan pandangan teori kepada peringkat perbuatan dan amalan. Oleh itu, saudara sendiri juga hendaklah turut memandang berat serta bersedia untuk menjadi batu-bata yang sihat lagi berguna kepada bangunan keluarga bentukan yang mulia ini; iaitu Usrah Islamiah atau Keluarga Islam. Rukun ikatan Usrah ini terdapat tiga perkara yang mana hendaklah saudara memelihara serta mengambil berat untuk bersungguh-sungguh menjayakannya supaya ikatan usrah tersebut tidaklah semata-mata menjadi suatu beban yang tidak mempunyai sebarang erti. Tiga rukun tersebut ialah: (1) Berkenalan; (2) Bersefahaman; dan (3) Berseimbangan.

Erti Berkenalan: Berkenalan di antara satu sama lain ialah rukun yang pertama bagi pengertian Usrah; Oleh itu taaruf saudara-saudara hendaklah berkenal kenalan serta berkasih sayang dengan semangat cinta kepada Agama Allah, dan hendaklah saudara-saudara menyedari serta memahami pengertian hakikat ukhuwah (persaudaraan) sejati di antara sesama saudara saudara sendiri. Saudara-saudara hendaklah berusaha bersungguh-sungguh supaya jangan ada apa pun juga yang boleh mengerohkan perhubungan ukhuwah itu. Ini boleh saudara-saudara lakukan dengan jalan sentiasa menjunjung titah perintah firman-firman Allah dan hadith-hadith Rasul, bahkan dengan jalan menjadikan firman-firman dan hadith-hadith itu perkara perkara yang wajib diutamakan ke atas perkara-perkara yang lainnya. Bersefahaman: Rukun yang kedua bagi Peraturan, atau susunan Usrah, ini ialah Tafaahum atau Bersefahaman: oleh itu, saudara-saudara hendaklah selama-lamanya berpegang dengan Kebenaran; iaitu dengan jalan mengerjakan apa-apa yang diperintah Allah dan menghentikantikan apa-apa yang dilarangnya dan saudara-saudara juga hendaklah memeriksa diri sendiri dengan sehalus-halusnya samada saudara saudara benar taat kepada perintah Allah atau pun terlibat ke dalam arena kederhakaan. Setelah memeriksa diri sendiri, saudara-saudara hendaklah pula nasihat menasihati di antara satu sama lain apabila kelihatan sesuatu cacat. Dalam soal nasihat menasihati ini hendaklah saudara yang diberi nasihat itu bersedia serta sanggup menerima nasihat dan saudaranya tadi dengan sukacita dan gembira dan memberi terimakasih atas nasihatnya itu. Saudara yang memberi nasihat itu pula janganlah berubah hati terhadap saudaranya yang tersilap tadi walau pun perubahan perasaan hati itu sejarak sehelai rambut sekalipun. Nasihat-nasihat hendaklah diberi dengan cara yang baik dengan tidak memandang rendah terhadap saudara yang dinasihatinya itu. Orang yang memberi nasihat janganlah menganggap dirinya lebih mulia bahkan ia hendaklah memberi nasihat dengan cara tidak melahirkan terang-terangan akan kesilapan saudaranya itu kira-kira selama sebulan dengan tidak pun menceritakan segala kecacatan yang telah pun diperhatinya pada Ketuanya (Ketua Usrah). Ia hendaklah menceritakan hal itu kepada Ketua Usrah jika ia rasa tidak berdaya memperbaikinya. Dalam apa hal sekalipun, iaitu janganlah sekali-kali merasai tawar hati terhadap saudaranya yang silap tadi malah hendaklah ia tetap memberi kasih sayang terus menerus kepadanya sehinggalah Allah melakukan apa-apa perubahan yang dikehendakinya. Dalam semua hal seperti yang dibentangkan tadi, saudara yang diberikan nasihat pula janganlah menunjukkan kedegilan dan sikap keras kepalanya malah ia janganlah berubah hati walau jarak rambut sekali pun terhadap saudaranya yang memberi nasihat tadi; hendaklah difaham bahawa martabat kasih sayang kerana Allah itu adalah setinggi-tinggi martabat bagi pengertian kasih sayang di kalangan umat manusia, manakala nasihat itu pula adalah satusatunya dasar yang amat penting di dalam ugama Islam. Rasul bersabda- (ad dii-nun na-sii-hah) ertinya: (Agama itu adalah nasihat). Oleh itu, perhatikanlah dalam-dalam, mudah-mudahan Allah memberi rahmat kepada kamu. Perhatikanlah dalam- dalam akan pengajaran yang mulia di dalam hadith Rasul tadi, mudah-mudahan Allah selamatkan saudara-saudara di antara sesama saudarasaudara sendiri, dan semoga Allah perkokohkan susunan saudara-saudara dengan berkat

taat saudara-saudara kepadaNya; dan semoga Allah elakkan kita dan saudarasaudara semua danipada tipu-daya syaitan. Berseimbangan: Berseimbangan atau (ta-kaa ful) ialah dasar memelihara nasib sesama sendiri supaya jangan ada orang yang terbiar atau terlantar; oleh itu saudara-saudara hendaklah mengamalkan dasar takaful ini dengan cara yang bersungguh-sunggul untuk bersama-sama menolong memikul bebanan sesama sendiri. Dasar Bersaimbangan atau takaful ini merupakan tunjang iman dan inti-sari ukhuwah sejati. Untuk mengamalkan rukun Bersaimbangan ini, saudara- saudara hendaklah sentiasa bertanya khabar sesama sendiri, ziarah menziarah, dan berganti ganti membuat kebajikan dengan jalan segera menolong di antara satu sama lain sedaya upaya. Perhatikan sabda Rasulullah SAW: Ertinya: (Kalau seseorang dan kamu itu berjalan kerana hendak menolong saudaranya adalah lebih baginya daripada ia ber iktikaf sebulan di masjidku ini.) Dalam suatu sabdanya yang lain, Rasul berkata yang ertinya: (Barang siapa memberi kesukaan kepada keluarga sesebuah rumah orang muslim nescaya tidak lain yang dibalas Allah melainkan dengan syurga). Mudah-mudahan Allah padukan kita dengan pertolongannya sendiri; kerana Allah itulah sebaik-baik Pengawal dan sebaik-baik Pembantu. OBJEKTIF 2: Precursor dalam membentuk individu muslim
Individu yang dikatakan muslim adalah individu yang keseluruhan aspek kehidupannya berteraskan islam. Akhlak, ibadat, aqidah dan fikrah islam. Melahirkan individu muslim adalah asas pertama yang digariskan oleh Imam Hassan al-Banna yang seterusnya kelak akan melahirkan keluarga muslim, masyarakat muslim, daulah islamiyah dan akhirnya tertegak pula Khilafah islamiyah. Rujukan : Usrah dan Dakwah oleh Imam as-Syahid Hassan al-Banna