Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PENGUKURAN JEMBATAN WHEATSTONE

Tujuan:
Dapat menerangkan jembatan wheatstone Dapat menentukan besarnya resistansi suatu resistor dengan system jembatan.

Alat & bahan:


Multimeter analog Multimeter digital Resistor Power supply DC Kabel hubung

Dasar Teori:
Jembatan Wheatstone banyak digunakan dalam alat alat ukur,misalnya untuk mengukur tahanan yang tidak diketahui nilai resistansinya,pengukuran ini berdasarkan pada sifat jembatan wheatstone yang dapat dibuang setimbang.

Rangkaian Jembatan Wheatstone pada umumnya tampak pada gambar dibawah ini

R1 !

R2

R3

R4

Gambar diats menggambarkan 4 buah resistor yang dirangkai sebagai jembatan. Jembatan semacam ini dinamai Jembatan Wheatstone. besarnya tahanan dalam jembatan dapat ditetapkan sedemikian rupa, sehingga bila titik C dan D dihubungkan, maka antara C dan D ditetapkan sedemikian rupa, sehingga bila titik C dan D dihubungakan,maka anmtara C dan D tidak ada arus mengalir. Dalam keadaan demikian dikatakan bahwa Jembatan Wheatstonedalam keadaan seimbang Jambatan dalam keadaan seimbang berlaku persamaan: R1:R2 = R3:R4

Gambar kerja:

R1 + VS R2 R4 R3 VR1

Gambar : pengukuran daya DC

R5= 10 ohm + VS R8 R6 = 10 ohm R7 VR2

Gambar 9.2. pengukuran daya DC pada resistor terhubung seri

R9 (RX) + -

R11 = 1k2

R10 = 3K3

R12

Gambar 9.3 Pengukuran daya DC pada resistor terhubung paralel

Lembar kerja
tabel 9.1 R1 () 10 Tabel 9.2 R2 () 10 R3 () 52 R4 () 52 R1 : R2 = R3 : R4 0

R5 () 10

R6 () 10

R7 () 52

R8 () 52

R5 : R6 = R7 : R8 0

Tabel 9.3 R12 () 110 R10 3K3 R11 1K2

Rx =
36K

Kesimpulan

LAPORAN PENGUKURAN DAYA SERI DAN PARALEL


Tujuan:
Dapat menerangkan daya seri dan paralel Dapat menentukan besarnya resistansi suatu resistor dengan system jembatan.

Alat & bahan:


Multimeter analog Multimeter digital Resistor Power supply DC Kabel hubung

Dasar teori :
Nilai dari tahanan yang akan digunakan dalam rangkaian listrik dan elektronika, yang harus diketahui adalah nilai tahanan dan daya dari tahanan tersebut. Kedua nilai ini harus diketahui sebelum digunakan karena arus yang mengalir melalui tahanan akan menghasilkan yang kemudian disebar (daya disipasi). Daya dari tahanan harus lebih besar dari daya yang timbul dalam tahanan berupa panas. Rating daya dari tahanan dapat dihitung sebagai berikut:

P = V . I watt = I2 . R watt = V2 / R watt

Gambar kerja

V1

RL = 220 ohm

VS

Gambar 8.1 pengukuran daya DC

V1

RL = 47 ohm

VS RL = 100 ohm

V2

Gambar 8.2 pengukuran daya DC pada resistor tehubung seri

VS
V1

RL = 47 ohm

V2

RL = 100 ohm

Gambar 8.3 pengukuran daya DC pada resistor terhubung paralel

Lembar kerja

Tabel 8.1 Catu daya (V) 2 4 6 8 10 12 V1 (V) 2 4 6 8 10 12 IRL ( mA ) 8,25 18,5 27,5 30 40 50 PRL (W) 16,5 74 165 240 400 600 R Diukur () 200 200 200 200 200 200 I2 X R diukur (W) 15 75,3 166,4 198 352 550

Tabel 8.2 Catu daya (V) 2 4 6 8 10 12 V1 (V) 0,65 1,1 1,8 2,4 3 3,6 V2 (V) 1,45 2,6 4 5,2 6,8 8,2 I ( mA ) 13,5 26,5 35 50 60 75 PR1 (W) 8,75 29,15 63 120 180 47 PR2 (W) 1,46 68,9 140 260 408 61,5 R Diukur () 47 / 100 47 / 100 47 / 100 47 / 100 47 / 100 47 / 100 I2 X R diukur (W) 246,3 / 625,6 300,8 / 122,5 676,8 / 250 1203,2 / 562,5 1880 / 810 2707,2 / 1102,5

Tabel 8.3 Catu daya (V) 2 4 6 8 10 12 V1 (V) 2 4 6 8 10 12 V2 (V) 2 4 6 8 10 12 I ( mA ) PR1 (W) PR2 (W) R diukur () I2 X R diukur (W)