Anda di halaman 1dari 6

PETUNJUK TEKNIS DAN PETUNJUK PELAKSANAAN LOMBA PERATURAN BARIS BERBARIS (LPBB) TINGKAT SD SE-KECAMATAN PLERED TAHUN 2013

A. KETENTUAN UMUM 1. Peserta lomba adalah pelajar kelas 4-6 SD, yang mewakili gugus sekolah masing-masing yang dibuktikan dengan surat keterangan dari Kepala Sekolah / Ketua Gugus. 2. Peserta terdiri dari 15 orang anggota regu, 1 orang komandan dan 3 orang cadangan. 3. Peserta terdiri dari putra, putri atau campuran. 4. Daftar nama Pembina, Pelatih, Komandan dan anggota regu dikumpulkan saat daftar ulang. 5. Penggantian komandan/anggota regu (apabila ada) hanya dapat dilaksanakan sebelum pemanggilan menuju Daerah Persiapan 2 (DP2) dengan melaporkan kepada pihak panitia. 6. Daftar ulang dilaksanakan paling lambat 30 menit sebelum upacara pembukaan lomba pada hari pelaksanaan. 7. Daftar ulang dilakukan oleh pembina (tidak diwakilkan) dengan menghadirkan peserta lomba, apabila terlambat daftar ulang akan mendapatkan pengurangan atau penalti dari nilai akhir. 8. Peserta akan mendapatkan nomor peserta lomba pada saat daftar ulang 9. Upacara pembukaan dilaksanakan pada hari pelaksanaan, mulai Pk. 08.00 WIB dan upacara penutupan akan dilaksanakan setelah kegiatan berakhir disertai dengan pengumuman hasil lomba. 10. Peserta menggunakan Pakaian Seragam Anak Sekolah (PSAS) atau pakaian seragam lomba yang sudah dipersiapkan. 11. Keseragaman yang dimaksud adalah perlengkapan atau atribut yang sama yang digunakan oleh seluruh anggota regu, kecuali untuk komandan dapat dibedakan dengan tanda jabatan, misalkan dengan tali koor, atau tongkat komando. 12. Nomor regu peserta dikenakan oleh penjuru kanan pada pinggang kanan. 13. Peserta diwajibkan memakai tutup kepala. 14. Peserta diperbolehkan membawa pendukung/supporter sebanyak-banyaknya, yang memberikan dukungan dengan sportif kepada regu yang sedang melakukan perlombaan dengan menjaga keamanan, ketertiban dan persatuan pelajar. 15. Suporter dilarang keras mengeluarkan suara-suara yang mengganggu jalannya perlombaan. 16. Suporter dilarang melintasi batas supporter yang telah ditetapkan oleh panitia. 17. Panitia berhak mengeluarkan suporter yang mengganggu keamanan dan ketertiban dari lokasi lomba. B. KETENTUAN KHUSUS 1. Regu yang dipanggil melakukan Persiapan di Daerah Persiapan 1 (DP1) dan Daerah Persiapan 2 (DP2). 2. Regu yang telah masuk ke Daerah Persiapan 1 (DP1) tidak ribut, tidak berkeliaran, dan pada saat di DP 1 peserta dapat melakukan istirahat merdeka, merapihkan pakaian, dan berdo`a. 3. Regu yang telah masuk ke Daerah Persiapan 2 (DP 2) dilarang melakukan gerakan yang tidak efektif dan menerima arahan dari pembina/pelatih. Sikap peserta adalah istirahat di tempat. 4. Apabila regu tidak tampil setelah ada pemanggilan sebanyak 3 (tiga) kali dengan selang waktu selama 1 menit, maka regu tersebut dianggap menjadi nomor tampil terakhir/mengundurkan diri. 5. Waktu tampil untuk setiap regu atau peserta maksimal 8 menit. 6. Peserta masuk ke arena lomba dengan cara langkah biasa setelah ada pemanggilan, dan keluar arena lomba dengan cara langkah berlari. 7. Komandan memimpin penghormatan dan memberikan laporan kepada Inspektur Perlombaan (IP) sebelum dan sesudah melaksanakan lomba. 8. Waktu dimulai ketika komandan memasuki kotak danton yang berada di luar garis lomba, dan waktu berakhir ketika danton keluar dari kotak danton. 9. Luas Lapangan Lomba adalah 12 meter x 20 meter. 10. Ketentuan Pelaksanaan PBB sesuai dengan aturan JUKLAK PBB-AB Skep Pangab Nomor: Skep/611/X/1985.

Adapun gerakan-gerakan yang dinilai secara berurutan adalah sebagai berikut: a. Gerakan di Tempat 1) Sikap Hormat
Aba-aba: Hormat = GERAK Dalam sikap sempurna pada aba-aba pelaksanaan telapak tangan kanan bergerak langsung melalui garis lurus dari samping paha kanan ke bagian tertentu tutup kepala, telapak tangan dibuka, jari-jari rapat sejajar, ujung jari telunjuk menunjuk bagian tertentu tutup kepala, ibu jari ditekuk ke dalam, siku menghadap ke depan-bawah. Pada aba-aba Tegak = GERAK, serentak kembali ke sikap sempurna.

2) Berhitung
Aba-aba: Hitung = MULAI Pelaksanaan: Jika bersaf, maka pada aba-aba peringatan penjuru tetap melihat ke depan, sedangkan anggota lainnya pada saf depan memalingkan muka ke kanan. Pada aba-aba pelaksanaan, berturut-turut tiap anggota saf depan mulai dari penjuru kanan menyebut nomornya sambil memalingkan muka kembali ke depan. Jika berbanjar, maka pada aba-aba peringatan semua pasukan tetap dalam sikap sempurna. Pada aba-aba pelaksanaan tiap pasukan mulai dari penjuru kanan depan berturut-turut ke belakang menyebutkan nomornya masing-masing, penyebutan nomor diucapkan penuh (satu bukan tu, atau dua bukan wa).

3) Sikap Istirahat
Aba-aba: Istirahat di tempat = GERAK Pelaksanaan: Pada aba-aba pelaksanaan, kaki kiri dipindahkan ke samping kiri dengan jarak sepanjang telapak kaki (30 cm). Kedua belah lengan dibawa ke belakang di pinggang, punggung tangan kanan di atas telapak tangan kiri, tangan kanan dikepalkan dengan dilemaskan, tangan kiri memegang pergelangan tangan kanan di antara ibu jari dan telunjuk serta kedua lengan dilemaskan, badan dapat bergerak.

4) Periksa Kerapihan (Ekstersisi)


Aba-aba: Periksa kerapihan = MULAI Pelaksanaan: Pada aba-aba peringatan, pasukan secara serentak mengambil sikap sempurna. Pada saat aba-aba pelaksanaan dengan serentak membungkukkan badan masing-masing, mulai memeriksa atau membetulkan perlengkapannya dari bawah (ujung kaki ke atas sampai ke tutup kepala; tanpa dihitung). Setelah yakin sudah rapih, masing-masing anggota pasukan mengambil sikap sempurna. Setelah pemimpin pasukan melihat semua pasukannya sudah dalam keadaan sikap sempurna, maka pemimpin pasukan memberi abaaba = SELESAI. Pasukan dengan serentak mengambil sikap istirahat.

5) Sikap Sempurna
Aba-aba: Siap = GERAK Pelaksanaan: Pada aba-aba pelaksanaan badan/tubuh berdiri tegap, kedua tumit rapat, kedua kaki merupakan sudut 45, lutut lurus dan paha dirapatkan, berat badan dibagi atas kedua kaki. Perut ditarik sedikit dan dada dibusungkan, pundak ditarik ke belakang sedikit dan tidak dinaikkan. Lengan rapat pada badan, pergelangan tangan lurus, jari-jari tangan menggenggam tidak terpaksa dirapatkan pada paha, punggung ibu jari menghadap ke depan, mulut ditutup, mata memandang lurus ke depan, bernapas sewajarnya.

6) Setengah Lengan Lencang Kanan/Kiri


Aba-aba: Setengah lengan lencang kanan = GERAK Pelaksanaan: Seperti lencang kanan/kiri, tetapi tangan kanan/kiri di pinggang (bertolak 0pinggang) dengan siku menyentuh lengan orang yang berdiri di sebelah kanan/kirinya, pergelangan tangan lurus, ibu jari di sebelah belakang dan empat jari lainnya rapat satu sama lainnya di sebelah depan.

7) Lencang Kanan/Lencang Kiri


Aba-aba: Lencang kanan/kiri = GERAK. Pelaksanaan: Gerakan ini dijalankan dalam sikap sempurna. Pada aba-aba pelaksanaan semua mengangkat lengan kanan/kiri ke samping kanan/kiri, jari-jari tangan kanan/kiri menggenggam, punggung tangan menghadap ke atas. Bersamaan dengan ini kepala (kecuali penjuru) dipalingkan ke kanan/kiri. Masing-masing meluruskan diri dan mengatur jarak sedemikian rupa, hingga masing-masing jari menyentuh bahu kiri orang yang ada di sebelah kanan/kirinya. Penjuru kanan/kiri tidak berubah tempat. Kalau bersaf tiga, mereka yang berada di saf tengah dan belakang (kecuali penjuru), ikut pula memalingkan muka ke samping kanan/kiri dengan tidak mengangkat tangan. Penjuru pada saf tengah dan belakang mengambil jarak ke depan sepanjang satu lengan ditambah dua kepal dan setelah lurus, menurunkan tangan. Semua gerakan dikerjakan dengan badan tegak seperti dalam sikap sempurna. Pada aba-aba Tegak = GERAK semua anggota dengan serentak kembali ke sikap sempurna. Kondisi lurusnya barisan dilihat pada lurusnya tumit anggota, bukan ujung depan telapak kaki.

8) Hadap Kanan
Aba-aba: Hadap kanan/kiri = GERAK Pelaksanaan: Kaki kanan/kiri diajukan melintang di depan kaki kanan/kiri, lekuk kaki kiri/kanan berada di ujung kaki kanan/kiri, berat badan berpindah ke kaki kiri/kanan. Tumit kaki kanan/kiri dengan badan diputar ke kanan/kiri 90. Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri seperti dalam keadaan sikap sempurna.

9) Lencang Depan
Aba-aba: Lencang depan = GERAK Pelaksanaan: Penjuru tetap sikap sempurna, banjar kanan meluruskan ke depan dengan mengangkat tangan. Bila berbanjar tiga maka saf depan mengambil jarak satu/setengah lengan di samping kanan, setelah lurus menurunkan tangan, serta menegakkan kepala kembali dengan serentak. Anggota-anggota yang ada di banjar tengah dan kiri melaksanakannya tanpa mengangkat tangan.

10) Balik Kanan


Aba-aba: Balik kanan = GERAK Pelaksanaan: Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri diajukan melintang (lebih dalam dari hadap kanan) di depan kaki kanan. Tumit kaki kanan beserta dengan badan diputar kek kanan 180. Kaki kiri dirapatkan pada kaki kanan.

11) Buka Barisan


Aba-aba: Buka barisan = JALAN Pelaksanaan: Pada aba-aba pelaksanaan regu kanan dan kiri masing-masing membuat satu langkah ke kanan dan kiri, sedangkan regu tengah tetap di tempat.

12) Tutup Barisan


Aba-aba: Tutup barisan = JALAN Pelaksanaan: Pada aba-aba pelaksanaan regu kanan dan kiri masing-masing membuat satu langkah kembali ke kiri dan kanan, sedangkan regu tengah tetap di tempat.

13) Hadap Serong Kiri


Aba-aba: Hadap serong kanan/kiri = GERAK Pelaksanaan: Kaki kanan/kiri diajukan ke muka berjajar dengan kaki kiri/kanan. Berputar arah 45 ke kanan/kiri. Kaki kiri/kanan dirapatkan kembali ke kaki kanan/kiri.

14) Hadap Serong Kanan


Lihat Hadap Serong Kiri

15) Hadap Kiri


Lihat Hadap Kanan

16) Jalan Di Tempat


Aba-aba: Jalan di tempat = GERAK Pelaksanaan: Gerakan dimulai dengan kaki kiri, lutut bergantian diangkat setinggi paha rata-rata (horisontal), ujung kaki menuju bawah dan tempo langkah sesuai dengan tempo langkah biasa. Badan tegak pandangan mata tetap ke depan, lengan tetap lurus dirapatkan pada badan (tidak dilenggangkan).

b. Gerakan Berpindah Tempat 17) 2 Langkah Ke Kanan


Aba-aba: Langkah ke kanan/kiri = JALAN Pelaksanaan: Pada aba-aba pelaksanaan kaki kanan/kiri dilangkahkan ke kanan/kiri sepanjang 40 cm. Selanjutnya kaki kanan/kiri dirapatkan pada kaki kiri/kanan, sikap akan tetap seperti pada sikap sempurna. Sebanyakbanyaknya hanya boleh dilakukan empat langkah.

18) 2 Langkah Ke Kiri


Lihat 2 Langkah Ke Kanan

19) 2 Langkah Ke Depan


Aba-aba: Langkah ke depan = JALAN Pelaksanaan: Pada aba-aba pelaksanaan melangkah ke depan mulai dengan kaki kiri menurut panjang langkah 60 cm dan tempo langkah 70 tiap menit, menurut jumlah langkah yang diperintahkan. Gerakan kaki seperti kaki langkah tegap dan dihentakkan terus-menerus. Lengan tidak boleh dilenggangkan dan sikap seperti sikap sempurna. Sebanyak-banyaknya, boleh dilakukan empat langkah.

20) 2 Langkah Ke Belakang


Aba-aba: Langkah ke belakang = JALAN Pelaksanaan: Pada aba-aba pelaksanaan melangkah ke belakang mulai dengan kaki kiri menurut panjangnya langkah dan sesuai tempo yang telah ditentukan,menurut jumlah langkah yang diperintahkan. Lengan tidak boleh dilenggangkan dan sikap badan seperti dalam sikap sempurna. Sebanyak-banyaknya, hanya boleh dilakukan empat langkah.

c. Gerak Berhenti Ke Berjalan 21) Langkah Biasa


Aba-aba: Maju = JALAN Pelaksanaan: Pada aba-aba pelaksanaan kaki kiri diajukan ke depan, lutut lurus, telapak kaki diangkat rata sejajar dengan tanah setinggi 20 cm, kemudian dihentakkan ke tanah dengan jarak satu langkah dan selanjutnya berjalan dengan langkah biasa. Langkah pertama dilakukan dengan melangkah, lengan kanan ke depan 90, lengan kiri ke belakang 30 ke belakang dengan tangan menggenggam. Pada langkah-langkah selanjutnya lengan kanan dan kiri lurus dilenggangkan ke depan 45 dan ke belakang 30, banjar kanan depan mengambil dua titik yang terletak dalam satu garis sebagai arah barisan. Seluruh anggota meluruskan barisan ke depan dengan melihat pada belakang leher.

22) Langkah Perlahan


Aba-aba: Langkah perlahan Maju = JALAN Pelaksanaan: Gerakan dilakukan dengan sikap sempurna. Pada aba-aba JALAN kaki kiri dilangkahkan ke depan (tanpa hentakan), kaki kiri ditarik ke depan dan ditahan sebentar di sebelah mata kaki kiri, kemudian dilanjutkan ditapakkan di depan kaki kiri dilangkahkan ke depan, setelah kaki kiri menapak segera disusul dengan kaki kanan ditarik ke depan dan ditahan sebentar di mata kaki kiri, kemudian dilanjutkan di depan kaki kiri. Gerakan selanjutnya melakukan gerakan-gerakan seperti semula.

23) Langkah Berlari


Aba-aba: Lari Maju = JALAN Pelaksanaan: Pada aba-aba peringatan dua tangan dikepalkan dengan lemas dan diletakkan di pinggang sebelah depan, dengan punggung tangan menghadap ke luar, kedua siku sedikit ke belakang, badan agak condongkan ke depan. Pada aba-aba pelaksanaan dimulai lari dengan panjang langkah 80 cm dan tempo langkah 165 tiap menit dengan cara kaki diangkat secukupnya, telapak kaki diletakkan dengan ujung telapak kaki terlebih dahulu, lengan dilenggangkan secara tidak kaku.

d. Gerakan Berjalan 24) Langkah Biasa Ke Langkah Tegap


Aba-aba: Langkah tegap = JALAN Pelaksanaan: Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kiri jatuh di tanah, ditambah satu langkah selanjutnya berjalan langkah tegap, dengan cara kaki dihentakkan terus-menerus tetapi tidak berlebihan, telapak kaki rapat dan sejajar dengan tanah, lutut lurus, kaki tidak boleh diangkat tinggi. Bersamaan dengan langkah pertama tangan menggenggam, punggung tangan menghadap ke samping luar, ibu jari tangan menghadap ke atas, lenggang lengan 90 ke depan dan 30 ke belakang.

25) Hormat Kanan/Kiri Defille


Aba-aba: Hormat kanan/kiri = GERAK Pelaksanaan: Gerakan ini dilakukan pada waktu berjalan dengan langkah tegap. Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kanan jatuh di tanah, kemudian ditambah satu langkah, langkah berikutnya kepala dipalingkan dan pandangan mata diarahkan kepada yang diberi hormat. Penjuru kanan/kiri tetap melihat ke depan untuk memelihara arah. Pada aba-aba Tegak = GERAK, aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kanan jatuh di tanah. Setelah ditambah satu langkah, lengan dilenggangkan (kembali langkah tegap).

26) Langkah Tegap Ke Langkah Biasa


Aba-aba: Langkah biasa = JALAN Pelaksanaan: Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kanan atau kiri jatuh di tanah ditambah satu langkah dan mulai berjalan dengan langkah biasa, hanya dengan langkah biasa, hanya langkah pertama dihentakkan selanjutnya berjalan langkah biasa.

27) Tiap- Tiap Banjar 2x Belok Kanan/Kiri


Aba-aba: tiap-tiap banjar - dua kali belok kanan/kiri - maju = JALAN. Pelaksanaan: Aba-aba pelaksanaan dijatuhkan pada waktu kaki kiri/kanan jatuh di tanah, kemudian ditambah satu langkah, kemudian tiap-tiap banjar membuat langsung dua kali belok kanan/kiri pada tempat di mana aba-aba pelaksanaan diberikan. Perubahan arah kiri 180. Pasukan lainnya mengikuti gerakan-gerakan ini setibanya pada tempat belokan tersebut (tempat penjuru berbelok).

e. Gerakan Berjalan Ke Berhenti 28) Langkah Biasa Ke Hadap Kanan


Aba-aba: Hadap kanan/kiri Henti = GERAK Pelaksanaan: Aba-aba pelaksanaan dijatuhkan pada waktu kaki kiri/kanan jatuh di tanah, kemudian ditambahkan satu langkah, gerakan selanjutnya seperti gerakan hadap kanan/kiri.

29) Langkah Biasa Ke Hadap Kiri Henti


Lihat Langkah Biasa Ke Hadap Kanan

30) Langkah Biasa Ke Balik Kanan Henti


Aba-aba: Balik kanan Henti = GERAK Pelaksanaan: Aba-aba pelaksanaan diberikan pada waktu kaki kiri/kanan jatuh di tanah, kemudian ditambahkan satu/dua langkah, gerakan selanjutnya kaki kiri melintang ke depan kaki kanan secara bersamaan tumit kaki, tangan, dan badan diputar ke kanan sebesar 180, selanjutnya kaki kiri dirapatkan dengan kaki kanan (sikap sempurna).

31) Bubar Jalan


Aba-aba: Bubar = JALAN Pelaksanaan: Tiap pasukan menyampaikan penghormatan kepada komandan, sesudah dibalas kembali dalam sikap sempurna kemudian melakukan balik kanan dan setelah menghitung dua hitungan dalam hati, melaksanakan gerakan seperti langkah pertama dalam gerakan maju jalan, selanjutnya bubar menuju tempat masing-masing.

32) Bersaf Kumpul


Aba-aba: Bersaf - Kumpul = MULAI. Pelaksanaan: Sebelum aba-aba peringatan, pemimpin pasukan menunjuk salah seorang sebagai penjuru dengan memanggil: Ahmad sebagai penjuru! (bila nama penjuru Ahmad). Yang ditunjuk sebagai penjuru mengambil sikap sempurna dan menghadap penuh pemimpin yang memberi perintah, selanjutnya mengucapkan: Siap Ahmad sebagai penjuru. Penjuru mengambil sikap untuk lari, kemudian lari menuju ke depan pemimpin yang memberi perintah pada jarak 4 langkah di depan pemimpin yang memberi perintah. Pada waktu aba-aba peringatan, maka anggota lainnya mengambil sikap sempurna dan menghadap penuh kepada pemimpin yang memberi perintah. Pada aba-aba pelaksanaan, seluruh anggota (kecuali penjuru) secara serentak mengambil sikap untuk lari, kemudian lari menuju samping kiri penjuru, selanjutnya penjuru mengucapkan Luruskan! sambil menengok ke arah kiri. Anggota lainnya secara berturut-turut meluruskan diri dengan melakukan gerakan Lencang Kanan, setelah barisan terlihat lurus maka penjuru mengucapkan Lurus!, seluruh anggota serentak kembali ke sikap sempurna.

f. Variasi
Gerakan variasi adalah gerakan PBB murni yang dimodifikasi sedemikian rupa secara kreatif dengan tidak menghilangkan unsur pokok PBB murni. Dengan demikian, gerakan variasi bukanlah gerakan baru yang tidak mengandung unsur pokok gerakan PBB murni.

g. Formasi
Gerakan formasi ialah gerakan memodifikasi posisi anggota dari bersaf/berbanjar hingga menjadi suatu bentuk barisan tertentu, dengan tidak menghilangkan unsur pokok gerakan PBB murni.

11. Gerakan yang tidak tercantum dalam materi tetapi dilakukan oleh peserta tidak akan dinilai dan tidak akan dikenakan pinalti. 12. Peserta diperbolehkan melakukan gerakan yang dilombakan lebih dari satu kali tetapi penilaian hanya akan diberikan terhadap gerakan yang terbaik, dan waktu akan terus dihitung. 13. Penilaian dilaksanakan oleh juri mulai pada saat regu peserta memasuki lapangan sampai dengan meninggalkan lapangan. 14. Penilaian regu peserta meliputi kriteria peserta sebagai berikut : a. Komandan Regu 1) sikap dan postur tubuh; 2) penguasaan lapangan; 3) penguasaan materi perlombaan; 4) suara (keras, tegas dan bersemangat); 5) ketenangan dan konsentrasi. b. Kelengkapan/keutuhan anggota pasukan. c. Kekompakan dan keserasian gerakan. d. Kesesuaian dengan Juklak PBB-AB Nomor. Skep Pangab/611/X/1985.

e. Variasi dan Formasi: 1) terdapat unsur gerakan PBB murni; 2) tingkat kesulitan, kekompakan, keindahan, kerapihan, kreativitas, serta estetika dan kesopanan gerakan; 3) bentuk dan jenis formasi. 15. Pengurangan nilai (pinalti): a. Terlambat daftar ulang -5 per-lima menit dari nilai akhir (NA); b. Daftar ulang dengan anggota regu tidak lengkap, -3 per-orang dari NA; c. Tidak mengikuti upacara pembukaan -5 per-orang dari jumlah NA; d. Menerima instruksi (dan sebagainya) ketika regu di DP 2, -6 dari NA; e. Mengganti orang tidak sesuai dengan formulir pendaftaran, -6 per-orang dari NA; f. Mengganti komandan -100; g. Melintas batas lapangan atau menginjak garis lomba, -5 per-orang; h. Terjatuh/sakit di lapangan -50 per-orang dari jumlah NA, pingsan di lapangan -10 per-orang dari jumlah NA; i. Melebihi waktu tampil -2 per-detik dari NA.

Purwakarta, 1 Februari 2013 Koordinator Lomba

Eka L. Koncara, S.Pd.I.

Referensi: - Petunjuk Teknis dan Petunjuk Pelaksanaan Lomba Peraturan Baris Berbaris (LPBB) Tingkat SD/MI Sederajat dan SMP/MTs Sederajat Se-Kabupaten Purwakarta Tahun 2012. - Petunjuk Pelaksanaan PBB-AB SKEP Pangab Nomor: Skep/611/X/1985.

Tembusan: - Dewan Juri

Kontak: 085846221606 / 087779552808 ka_koncara@yahoo.co.id