I.

ANAMNESIS (Alloanamnesis tanggal 14 September 2011) A. KETERANGAN UMUM Nama Penderita Jenis Kelamin Umur Tempat / tanggal lahir Alamat AYAH : Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Penghasilan Alamat : An. Iqbal Setiawan : Laki-laki : 11 tahun : Blora, 6 Mei 2000 : Asrama Gupusmu, Jl. Cikutra RT 01 RW 05 : Tn. Ishaq : 39 tahun : SMP : TNI AD : Rp. 3.000.000,: Asrama Gupusmu, Jl. Cikutra RT 01 RW 05

IBU

:

Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Penghasilan Alamat

: Ny. Supriasi : 34 tahun : SMA : Ibu Rumah Tangga : Rp. : Asrama Gupusmu, Jl. Cikutra RT 01 RW 05

Tanggal masuk Tanggal pemeriksaan

: 10 September 2011 : 12 September 2011

1

B. KELUHAN UTAMA : Panas badan C. ANAMNESIS KHUSUS : Seorang anak laki-laki mengeluh panas badan sejak 4 hari sebelum masuk rumah sakit. Panas badan timbul mendadak tinggi dan dirasakan terus-menerus. Panas badan dirasakan sama antara siang hari maupun malam hari. D. ANAMNESIS UMUM Keluhan panas badan disertai nyeri kepala, penurunan nafsu makan, pegal-pegal diseluruh badan terutama di daerah punggung, nyeri ulu hati, mual, dan muntah sebanyak 1x. Keluhan nyeri kepala, pegal-pegal, nyeri ulu hati, dan mual dialami penderita sejak pertama kali timbulnya demam. Sementara muntah-muntah baru dialami penderita sehari sebelum penderita dirawat. Muntahan hanya berupa cairan dan sisa makanan tanpa disertai darah. 1 hari sebelum masuk rumah sakit, timbul bintik merah pada kedua tungkai penderita yang tidak disertai rasa gatal dan tidak hilang ketika ditekan. Keluhan panas badan disertai riwayat mimisan sebanyak 2 kali, warna merah segar, dengan jumlah masing-masing ± 1 sendok teh. Keluhan tidak disertai dengan adanya pendarahan pada gusi. Keluhan nyeri dan berwarna merah pada saat berkemih tidak ada. Buang air besar tidak ada keluhan. Keluhan panas badan tidak disertai dengan adanya suara yang menjadi parau, batuk yang berdahak dan sakit menelan. Keluhan panas badan tidak disertai dengan adanya nyeri sendi dan nyeri tulang yang hebat yang membuat penderita tidak dapat berjalan. Keluhan panas badan tidak disertai dengan nyeri tekan pada betis dan mata tidak terlihat kuning Riwayat anggota keluarga yang tinggal serumah yang sakit demam berdarah tidak ada. Riwayat yang menderita demam berdarah di lingkungan sekitarnya ada, yaitu teman sekolah penderita. Setelah 3 hari panas badan, penderita berobat ke RS. Sariningsih dan diberi obat penurun panas yang diminum 3x sehari. Setelah minum obat, panas badan menurun akan tetapi panas

2

Selama menjalani pengobatan.badan timbul tinggi kembali. 12 tahun 10 bulan. KEPANDAIAN Berbalik Duduk tanpa bantuan Duduk tanpa pegangan Bicara 1 kata Bicara 1 kalimat Berjalan 1 tangan dipegang Berjalan tanpa dipegang Sekolah Membaca Menulis : 2 bulan : 7 bulan : 8 bulan : 5 bulan : 15 bulan : 12 bulan : 15 bulan : 4. E. keluhan tidak mengalami perbaikan.5 tahun : 4 tahun : 5 tahun : Sehat : Sehat : Sehat : Sehat Ulangan (tahun) 10 tahun 6 tahun. 5 tahun 15 bulan 3 . Oleh karena itu penderita dibawa ke RS Dustira. 5 Tahun 18 bulan. ANAMNESIS TAMBAHAN IMUNISASI Nama Bulan Hepatitis B BCG DPT Polio Campak Imunisasi dasar lengkap menurut usia penderita KEADAAN KESEHATAN Ayah Ibu Saudara Orang yang serumah 1.

MAKANAN MAKANAN 0 – 4 Bulan -ASI on demand -ASI on demand 4 – 6 Bulan Bubur susu -ASI on demand 6 – 10 -Bubur Bulan nasi/Bubur nasi 10 – 12 Bulan .Bubur saring .2.Menu makanan keluarga UMUR JENIS JUMLAH 12x @ 15 menit 8x @ 5menit 2 x 1 mangkok kecil 6x@5 menit 3 x 1 mangkok kecil 6x@5 menit 3 x 1 porsi 3 x sehari 6x@5 menit 3 x sehari 3 x 1 piring Baik Cukup Baik Cukup KUALITAS KUANTITAS Baik Baik Cukup Cukup Baik Cukup 12 – 24 Bulan 24 Bulan – sekarang Baik Cukup 4.Menu makanan keluarga . GIGI GELIGI .ASI .ASI .Buah buahan .Sekarang : 21 buah Gigi Dewasa : 8 7 6 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5 6 7 8 87654321 12345678 = sedang tumbuh = karies = belum tumbuh 3. PENYAKIT YANG SUDAH DIALAMI (Beri tanda V pada yang dialami) 4 .Pertama : 8 bulan Gigi Susu : IV III II I I II III IV V V IV III II I I II III IV V .

M5) GCS=15 : PCH : Tidak ada. regular. PENGUKURAN Umur Berat Badan Panjang Tinggi Badan Status Gizi TANDA VITAL Tekanan Darah Nadi Respirasi Tipe Suhu : 90/80 mmHg : 120 x/menit. : Abdominothorakal : 35.Campak Batuk rejan TBC Dif teri Tetanus Diare Demam Tifoid Kuning Cacing Kejang Bengek Eksim Kaligata Sakit tenggorokan PEMERIKSAAN FISIK (12 september 2011) 1. Anasarka tidak ada : Tanpa dehidrasi.8 °C : 11 tahun 4 bulan : 35 Kg : 143 cm : Normal (Z-score) KEADAAN UMUM (Kesan Umum dari Pemeriksaan) Keadaan sakit Kesadaran Sesak Sianosis Ikterus Edema Dehidrasi : Tampak Sakit Sedang : Kuantitatif : Composmentis (E5. equal. Retraksi : tidak ada : Sentral / Perifer : tidak ada : Tidak ada : Pitting edema tidak ada.V5. isi cukup : 28x/menit. 5 .

Tonik/klonik tidak ada : Tidak ada : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Tidak teraba membesar : Simetris.Anemi Kejang Letak paksa (posisi) tubuh PEMERIKSAAN KHUSUS 1. Rambut Kuku Kulit Kelenjar Getah Bening 2. facial flushing (-) : Sklera Konjungtiva : Ikterik Injection : Anemis : -/: -/: -/- Pupil Hidung Telinga Bibir Mulut Gusi Gigi Langit-langit Lidah Faring 3. Leher Tekanan Vena Kaku Kuduk Lain-lain : Bulat isokhor : Epistaksis (+) Krusta Sanguinolenta (-) : Tidak ada kelainan : Basah : Tidak ada kelainan : Perdarahan gusi (-) : Tidak ada kelainan : Basah : Basah bersih : Tidak hiperemis : Tidak meningkat : Tidak ada : Tidak ada 6 . Kepala Mata : Tidak anemis : Lokal / umum tidak ada.

Dinding Dada/Paru Depan Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : Bentuk dan gerak simetris Petechiae tidak ada : Vokal fremitus ka=ki : Sonor ki=ka : VBS kanan = kiri Ronkhi -/. NT (+) a/r epigastrium et hipokondrium dekstra 7 .4. Perut Inspeksi Palpasi : Datar Petechiae tidak ada R L L R R L : ICS V Linea sternalis sinistra : ICS II Linea sternalis sinistra Batas Apex : ICS V Linea Midclavicularis sinistra : Bunyi Jantung I dan II murni reguler Bunyi Jantung tambahan tidak ada : Lembut. Dada a.Wheezing -/b. Jantung Inspeksi Palpasi Perkusi : Ictus cordis tidak terlihat : Ictus cordis tidak teraba : Batas Kanan : Linea Sternalis Batas Kiri Batas Atas Auskultasi 5.Wheezing -/Belakang Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : Bentuk dan gerak simetris Petechiae tidak ada : Vokal fremitus ka=ki : Sonor ki=ka : VBS kanan = kiri Ronkhi -/.

Hepar Lien Perkusi : Teraba. Genitalia Jenis Kelamin Kelainan 7. 1 cm BPX : Tidak teraba. Ruang TRAUBE kosong : Thympani Auskultasi : Bising usus (+) normal 6. 2 cm BAC. Anggota Gerak • Kulit Sendi Otot Refleks • Kulit Sendi Otot Refleks 8. Susunan Saraf • Refleks koma Refleks cahaya (pupil) Refleks okulosefalik Refleks kornea • Rangsang Meningen Bruzkinsky I/II/III Kernig Laseque • Saraf Otak • Motorik • Sensorik : Tidak dilakukan pemeriksaan : Tidak dilakukan pemeriksaan : Tidak dilakukan pemeriksaan : Kaku Kuduk tidak ada : Tidak dilakukan pemeriksaan : Tidak dilakukan pemeriksaan : Tidak dilakukan pemeriksaan : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan 8 Atas : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Petechiae a/r tungkai kanan dan kiri : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Refleks fisiologis (+) Bawah : Tidak ada kelainan : Laki-laki : Tidak ada kelainan .

2 Leukosit (/mm3) 1.000 23.600 3.1 Trombosit (/mm3) 26.5 13. LABORATORIUM KHUSUS ANTI DENGUE : Tidak dilakukan pemeriksaan WIDAL C.300 Hematokrit (%) 42. RONTGEN Tidak dilakukan pemeriksaan 9 : Tidak dilakukan pemeriksaan Hemoglobin (g/dl) 14. ikterik(-) : +/+ : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan PEMERIKSAAN PENUNJANG A.• Vegetatif • Refleks Fisiologis • Refleks Patologis : Tidak ada kelainan : APR KPR Chaddock Gordon Oppenheim :+/+ :+/+ : Tidak dilakukan pemeriksaan : Tidak dilakukan pemeriksaan : Tidak dilakukan pemeriksaan : Babinsky: Tidak dilakukan pemeriksaan 9.000 31.100 3.4 48.5 16.4 39. Susunan Saraf • Refleks cahaya (pupil) Refleks kornea • Saraf Otak • Motorik • Sensorik • Vegetatif : Petekie (+) sianosis (-).4 13.000 16.600 4. Kulit 10.7 38. LABORATORIUM DARAH Tanggal 10 September 2011 11 September 2011 12 September 2011 13 September 2011 B.000 .

panas badan menurun sementara lalu tinggi lagi. Keluhan tidak disertai dengan adanya pendarahan gusi. Setelah minum obat. sebanyak 1 kali hanya berupa cairan dan sisa makanan tanpa disertai darah. Setelah 3 hari febris. batuk yang berdahak dan sakit menelan. Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan: Umur Berat Badan : 11 tahun 3 bulan 9 hari : 35 Kg 10 . Keluhan panas badan tidak disertai dengan adanya nyeri sendi dan nyeri tulang yang hebat yang membuat penderita tidak dapat berjalan. Buang air besar tidak ada keluhan. penurunan nafsu makan dan backbone fever. warna merah segar. penderita berobat ke RS. Oleh karena itu penderita dibawa ke RS Dustira. RESUME Dari alloanamnesa didapatkan seorang penderita laki-laki berusia 11 tahun 3 bulan 9 hari datang dengan keluhan utama febris sejak 4 hari sebelum masuk RS yang timbul mendadak tinggi. Keluhan panas disertai cephalgia. penderita mengeluh vomitus. Lalu timbul ptekie pada kedua tungkai. dan nausea dialami penderita sejak pertama kali timbul febris.. athralgia. jumlah ± 1 sendok teh. dan terus-menerus. Keluhan nyeri dan berwarna merah pada saat berkemih tidak ada. Keluhan panas badan tidak disertai dengan adanya suara yang menjadi parau. Selama menjalani pengobatan keluhan tidak mengalami perbaikan. Keluhan cephalgia. Febris dirasakan sama pada malam hari maupun siang hari. Keluhan disertai riwayat epistaksis sebanyak 2 kali. Keluhan panas badan tidak disertai dengan nyeri tekan pada betis dan mata tidak terlihat kuning Riwayat demam berdarah di lingkungan sekitarnya ada.D LAIN-LAIN Tidak dilakukan pemeriksaan IV. 1 hari sebelum masuk rumah sakit. Sariningsih dan diberi anti-piretik yang diminum 3 x sehari.

Epistaksis (+) : tidak hiperemis Tekanan darah: 90/80 mmHg Dinding Dada/Paru L R L R Jantung Inspeksi Palpasi Ictus cordis tidak terlihat : Ictus cordis tidak teraba 11 R L .80C : Rhinorrhea -/. isi cukup : 28 x/menit : 35.Tinggi Badan : 143 cm Kesadaran Kesan Sakit Nadi Respirasi Suhu Hidung Faring Depan Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : Bentuk dan gerak simetris Petechiae tidak ada : Vokal fremitus ka=ki : Sonor ki=ka : VBS kanan = kiri Ronkhi -/.Wheezing -/: Composmentis GCS 15 (E4 V5 M6) : Sakit sedang : 120 x/menit. reguler.Wheezing -/Belakang Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : Bentuk dan gerak simetris Petechiae tidak ada : Vokal fremitus ka=ki : Sonor ki=ka : VBS kanan = kiri Ronkhi -/. equal.

1 cm BPX : Tidak teraba. Ruang TRAUBE kosong : Thympani Auskultasi : Bising usus (+) normal Ekstremitas : Petekie (+) Pemeriksaan neurologis : tidak ada kelainan Pemeriksaan Laboratorium : Khusus: Tidak dilakukan pemeriksaan Urine : Tidak dilakukan pemeriksaan Feses : Tidak dilakukan pemeriksaan V. DIAGNOSIS Diagnosis Banding : • • DHF grade III Chikungunya Diagnosis Kerja : • DHF grade III 12 . NT (+) a/r epigastrium et hipokondrium dekstra : Teraba.Perkusi : Batas Kanan : Linea Sternalis Batas Kiri Batas Atas : ICS V Linea sternalis sinistra : ICS II Linea sternalis sinistra Batas Apex : ICS V Linea Midclavicularis sinistra Auskultasi : Bunyi Jantung I dan II murni reguler Bunyi Jantung tambahan tidak ada Perut Inspeksi Palpasi Hepar Lien Perkusi : Datar Petechiae tidak ada : Lembut. 2 cm BAC.

Trombosit dan Hematokrit serial tiap 12 jam VII.5 L – 2 L / hari) Terapi khusus • • • Infus RL 20 mg/KgBB/30 menit Paracetamol tab 500 mg 3x1 (KP) Antacid syr 3x1 Cth VIII. Pemeriksaan IgM dan IgG anti Dengue 2. USUL PEMERIKSAAN: 1.VI. PROGNOSIS • • Quo ad vitam Quo ad functionam : ad bonam : ad bonam 13 . Pemeriksaan Hb. TERAPI Terapi umum • • • Tirah baring Diet Gizi Seimbang Diet makanan lunak dan banyak minum (1. Pemeriksaan HIT 3.

PATOFISIOLOGI Infeksi Virus Dengue mengakibatkan berbagai gejala.Fam.RNA untai tunggal . • Kenaikan permeabilitas kapiler mengakibatkan : . Non struktur (NS) • Virulensi.Protein struktur : inti ( C ) membran ( M ) amplop ( E ) . ETIOLOGI • Virus Dengue : . Den-4 Periodik / berkala tergantung daerahnya .DISKUSI BATASAN Penyakit demam akut yang disebabkan oleh salah satu dari 4 serotipe virus dengue yang ditandai dengan manifestasi perdarahan dan bertendensi menimbulkan renjatan dan kematian. berperan dalam menyebabkan infeksi • Kemampuan interaksi dengan sel ditentukan oleh Viral Attachment. dan KGB.Den-1.Host cellular receptor site. Protein . hal ini dikarenakan : • Keluhan karena viremia demam sakit kepala .kebocoran plasma ke ekstravaskuler 14 .pegal hingga nyeri otot/sendi - - • Pembesaran sistem Retikulo Endothelial Cells karena aktivitasnya yang berlebih → pembesaran berbagai organ hat. limpa. Den-3.Prot.mual . Den-2. • Ruam kulit (pada demam dengue). Flaviviridae .

hematemesis dan melena. hingga fatal .000/mm3) Hemokosentrasi (kenaikan Ht ≥ 20 %) Tanpa atau dengan gejala renjatan (Pedoman diagnosis dan terapi ilmu kesehatan anak. Tekanan darah turun Kulit teraba dingin dan lembab. epistaksis.Bervariasi dari ringan. ekimosis. kaki). Gangguan faal trombosit. dan kelainan sistem koagulasi KRITERIA DIAGNOSIS • • Kontak dengan penderita DBD atau DSS Kriteria WHO Gejala klinis: Demam mendadak 2 – 7 hari Manifestasi perdarahan • Uji torniquet (+) • Perdarahan spontan: petechiae. syok → pada DSS • Perdarahan timbul sebagai akibat dari: Trombositopenia. berat..hipovolemik. Hepatomegali Nadi lemah. cepat dan kecil sampai tidak teraba Tekanan nadi < 20 mmHg. 2005) GAMBARAN KLINIS VIRUS DENGUE . jari. dan sianosis sekitar mulut.Spektrum klinis : • asimptomatik 15 . perdarahan gusi. purpura. Laboratorium Trombositopenia (< 100. terutama daerah akral (ujung hidung.

Dan pada pemeriksaan laboratorium ditemukan adanya trombositopenia dengan hematokrit yang meningkat sehingga ditegakkan diagnosa Demam Berdarah Dengue. gejala lain yang tidak khas. Pada pasien ini terdapat demam tinggi mendadak. tekanan nadi menurun atau hipotensi.Tanpa syok . kulit dingin. Karena pada DBD ada hemokonsentrasi (kenaikan Ht ≥ 20%). uji Tourniquet positif . DERAJAT PENYAKIT DHF (WHO) • Derajat I Demam. gelisah • Derajat IV (Shock) Syok berat. perbedaan yang paling mendasar dari Demam Dengue dengan Demam Berdarah Dengue adalah adanya kelainan homeostasis dan kebocoran plasma. dengan perbedaan dimana Demam Berdarah Dengue terdapat kebocoran plasma dan dapat menjadi syok. dan atau mudah perdarahan • Derajat II Sama dengan derajat I + perdarahan spontan • Derajat III (Pre shock) Disertai kegagalan sirkulasi yang ditandai dengan nadi cepat dan kecil.Masa inkubasi : 3 – 15 hari. uji torniquet (+). Tetapi.Dengan syok (DSS) .• simptomatik Dengue fever (predominan adalah nyeri pada otot dan tulang dengue klasik  Break bone fever) • Undifferentiated fever (viral syndrome / flu like symptom) • DBD . petekie. nadi tidak teraba 16 . rata-rata 5 – 8 hari Gejala klinis yang ditampilkan oleh Demam Dengue dan Demam Berdarah Dengue adalah hampir sama. dan epistaksis.

Dari paragraf di atas dapat disimpulkan sifat demamnya yang continue. DISKUSI ANAMNESIS UMUM Keluhan panas disertai nyeri kepala. 2000) DISKUSI ANAMNESIS KHUSUS Menurut orang tua penderita. Keluhan nyeri kepala. : 17 . dan mual dialami penderita sejak pertama kali timbulnya demam. panas badan timbul mendadak tinggi. dan terus-menerus menjadi ciri khas demam yang disebabkan oleh infeksi virus dengue. dapat disingkirkan karena pada demam Tifoid kenaikan suhunya pelan-pelan. dan pada demam Tifoid biasanya demam lebih dari 7 hari. timbul mendadak tinggi. dan muntah sebanyak 1x. Sementara kemungkinan DD lainnya demam Tifoid. penderita mengeluhkan panas badan sejak 4 hari yang sebelum masuk rumah sakit. nyeri. dirasakan terutama pada malam hari. Muntahan hanya berupa cairan dan sisa makanan tanpa disertai darah. Panas badan pada malam hari dirasakan sama dengan siang harinya. nyeri ulu hati. Panas badan dapat disebabkan oleh infeksi dan non infeksi misalnya: Infeksi : Virus Bakteri Parasit Non infeksi Autoimun Keganasan Metabolisme Endokrin (Nelson textbook of pediatric. mual.DISKUSI ANAMNESIS DISKUSI KELUHAN UTAMA Penderita datang ke RS dengan keluhan panas badan. dan dirasakan terusmenerus. pegal-pegal diseluruh badan terutama di daerah punggung. pegal-pegal. sementara muntah-muntah baru dialami penderita sehari sebelum penderita dirawat. penurunan nafsu makan.

Keluhan panas badan tidak disertai dengan nyeri tekan pada betis dan mata tidak terlihat kuning. nyeri menelan. timbul bintik merah pada kedua tungkai penderita yang tidak disertai rasa gatal dan tidak hilang ketika ditekan. Keluhan panas badan tidak disertai dengan adanya nyeri sendi dan nyeri tulang yang hebat yang membuat penderita tidak dapat berjalan. anoreksia. Panas badan tidak disertai batuk. Keluhan tidak disertai dengan adanya pendarahan gusi yang timbul tiba-tiba Keluhan nyeri dan berwarna merah pada saat berkemih tidak ada dan Buang air besar tidak ada keluhan Pada pasien ini dikeluhkan adanya manifestasi klinis perdarahan yaitu petekie serta epistaksis. nyeri abdomen. mialgia. serta mempertegas penyingkiran diagnosa panas karena infeksi salmonella Typhi / Paratyphi. dengan jumlah darah yang menetes ± 1 sendok. 2000) 1 hari sebelum masuk rumah sakit. hematuri. Gejala-gejala ini merupakan manifestasi klinis dari Demam Dengue. Keluhan panas juga disertai mimisan sebanyak 2x. Hal ini ditanyakan untuk menyingkirkan diagnosa banding dengan Demam Chikungunya. dan vomitus. dan melena tidak ada. (Nelson text book of pediatric. karena pada demam Tifoid biasanya manisfestasi klinis pada saluran cerna berupa konstipasi. nausea. Pernyataan diakhir paragraf “Keluhan nyeri dan berwarna merah pada saat berkemih tidak ada dan Buang air besar tidak ada keluhan” menyingkirkan kemungkinan demam karena ISK. 18 . suara serak. pilek. Manifestasi perdarahan lain berupa gusi berdarah. hematemesis.Pada penderita ini ditemukan adanya cephalgia. Hal ini ditanyakan untuk menyingkirkan kemungkinan panas badan yang disebabkan Leptospirosis.

(Asih yasmin. Demam Dengue adalah penyakit yang ditularkan oleh vektor nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. DISKUSI KEADAAN UMUM 19 . Hal ini riwayat pengobatan diperlukan untuk penilaian terhadap pengobatan yang telah diberikan. yaitu teman sekolah penderita. hidup dekat manusia. Setelah minum obat. keluhan tidak mengalami perbaikan. Riwayat anggota keluarga yang tinggal serumah sakit demam berdarah tidak ada. panas badan menurun akan tetapi panas badan timbul tinggi kembali. Sariningsih dan diberi obat penurun panas yang diminum 3x sehari. DISKUSI RIWAYAT MAKANAN Untuk menilai status gizi penderita. Selama menjalani pengobatan. DISKUSI RIWAYAT IMUNISASI Penderita sudah mendapat imunisasi dasar secara lengkap.Hal ini ditanyakan untuk menyingkirkan kemungkinan panas badan yang diakibatkan oleh infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). penderita berobat ke RS. DISKUSI PENYAKIT YANG SUDAH DIALAMI Riwayat penyakit yang sudah dialami penderita tidak ada. bahasa dan sosial sesuai dengan usia perkembangan. Riwayat yang menderita demam berdarah di lingkungan sekitarnya ada. Oleh karena itu penderita dibawa ke RS Dustira. dan mempunyai jarak terbang 100 m. Nyamuk ini sangat antropofilik. 1999) Setelah 3 hari panas badan. DISKUSI KEPANDAIAN Pada penderita ini kepandaian dan perkembangan motorik. sering hidup di dalam rumah.

menurut Z-Score DISKUSI PEMERIKSAAN FISIK Tanda vital yang lain dalam batas normal. : Ikterik tidak ada. DISKUSI STATUS GIZI Status gizi penderita baik. Thorax: Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : Bentuk & gerak simetris. Penderita dengan DHF dapat datang dengan wajah yang merona merah / facial flushing. sclera injection tidak ada.Keadaan umum penderita tampak sakit sedang karena ada keterbatasan aktifitas. Dapat juga timbul sclera injection atau injeksi darah pada sklera akibat ekstravasasi darah dari pembuluh ciliaris pada bola mata ke sklera. jika epistaxis tidak ditemukan maka diperiksa apakan ada sisa darah yang mengering. ptechiae (-) : VF kanan = kiri : Sonor kanan = kiri. Manisfestasi pendarahan pada hidung timbul timbul sebagai mimisan/epistaksis. Pemeriksaan fisik yang lain: Kepala: Wajah Mata Hidung : Pada penderita ini tidak ditemukan adanya facial flushing. Gigi & Gusi : Perdarahan gusi tidak ada.wheezing -/- 20 . : Epistaksis ada. Krusta Sangunolenta tidak ada. : VBS kanan = kiri Ronkhi -/. hal ini dapat timbul sebagai akibat dari ekstravasasi darah pada pembuluh darah kapiler pada wajah. penderita tidak bermain seperti biasa. Manisfestasi pendarahan dapat juga timbul pada gusi atau mukosa mulut. anemis tidak ada.

21 . harus dicari tanda-tanda kebocoran plasma ke rongga pleura. Lien Perkusi Auskultasi : tidak teraba. Jika sampai terjadi maka perlu diwaspadai kemungkinan perburukan keadaan menjadi DSS. Karena pada infeksi dengue terdapat fragilitas endotel pembuluh darah. karenanya timbullah bintik pendarahan pada kulit. Abdomen: Inspeksi Palpasi : Datar : Lembut. dalam hal ini bisa hepar atau lien. namun juga eritrosit. atau purpura. 1 cm BPX. Hal ini melalui pemeriksaan fisik dapat ditentukan melalui peranjakan yang tidak ada pada batas paru hepar jika seandainya terdapat efusi pleura karena estravasisi plasma pada DHF. Ekstremitas: Akral penderita hangat Pada penderita dengan DHF harus diwaspadai kemungkinan DSS. melalui uji rumple leede tekanan darah pembuluh darah kapiler dikondisikan meningkat melalui bendungan yang timbul akibat tekanan tinggi tensimeter. gejala klinis yang timbul pada shock hipovolemik pada DSS salah satunya adalah akral yang dingin. Kulit: Petechiae (+) a/r tungkai kanan dan kiri Manisfestasi petechie dapat timbul spontan atau dikondisikan melalui uji Rumple Leede. ecchymosis. Ruang TRAUBE kosong : Thympani : Bising usus (+) normal Pada pemeriksaan abdomen dapat ditemukan adanya pembesaran dari sistem RES. disertai nyeri tekan regioner pada organ yang mengalami gangguan.Pada pemeriksaan thorax selain dicari tanda manisfesi klinis bintik pendarahan berupa petechie. Pada tekanan yang tinggi sebagai akibat dari tindakan rumple leed bukan hanya plasma yang mengalami ekstravasisi. NT (+) a/r epigastrium et hipokondrium dekstra Hepar : teraba 2 cm BAC. yang mengakibatkan meningkatnya permeabilitas pembuluh sehingga memungkinkan ekstravasasi cairan intravaskular ke ekstravaskular.

trombositopenia dan leukopeni. Trombosit yang mengalami kerusakan metamorfosis akan dimusnahkan oleh sistem retikuloendotel dengan akibat trombositopenia hebat. hepatitis. diagnosa banding mencakup infeksi bakteri. Penurunan nilai trombosit disusul dengan kenaikan nilai hematokrit biasanya terjadi saat suhu turun atau sebelum syok terjadi. Pada penderita DBD dapat terjadi leukopenia ringan sampai leukositosis sedang. sering terjadi sebelum atau bersamaan dengan perubahan nilai hematokrit. Penurunan jumlah trombosit < 100. petekie. virus atau infeksi parasit.DISKUSI PEMERIKSAAN LABORATORIUM Pada penderita ini terdapat leukopenia pada hari pertama perawatan. mendapat infeksi berulang virus dengue lainnya. sehingga menimbulkan konsentrasi komplek antigen antibodi (komplek virus antibodi) yang tinggi. manifestasi perdarahan berupa mimisan. Re-infeksi ini akan menyebabkan suatu reaksi anamnestik antibodi. Terdapat komplek virus-antibodi dalam sirkulasi darah mengakibatkan timbulnya agregasi trombosit yang melepaskan ADP akan mengalami metamorfosis. Pada awal perjalanan penyakit. bila seseorang mendapat infeksi berulang dengan tipe virus dengue yang berlainan. Hipotesis ini menyatakan bahwa DHF dapat terjadi bila seseorang setelah terinfeksi dengue pertama kali. DISKUSI DIAGNOSA BANDING Pada penderita ini ditemukan gejala panas badan kurang dari 7 hari. efusi pleura. 22 . Leukopenia dapat dijumpai antara hari pertama dan ketiga dengan hitung jenis masih dalam batas normal. Reaksi yang amat berbeda akan tampak. influenza. chikungunya. Reaksi tubuh merupakan reaksi yang biasa terlihat pada infeksi oleh virus. Berdasarkan hal ini timbulah yang disebut heterologous infection atau the sequential infection hypotesis yang dianut oleh sebagian besar sarjana saat ini.000/µl biasa ditemukan pada hari ke-3 sampai ke-7 sakit. campak. Trombositopenia terjadi karena adanya virus dengue masuk kedalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk dan infeksi pertama kali mungkin memberi gejala sebagai dengue fever. Misalnya demam typhoid.

3 Adapun batasan dari ITP itu sendiri adalan purpura yang terjadi akibat berkurangnya jumlah trombosit di dalam darah yang penyebabnya tidak diketahui dengan sumsum tulang yang normal. Selain itu pada fase penyembuhan DBD jumlah trombosit lebih cepat kembali normal daripada ITP. masa demam lebih pendek. serta tidak dijumpai pergeseran ke kanan pada hitung jenis sel. ekimosis Limpa teraba (<10% kasus) • Laboratorium Trombositopenia tanpa kelainan eritrosit dan leukosit.3 Demam berdarah dengue harus dibedakan dengan chikungunya biasanya pada chikungunya seluruh anggota keluarga dapat terserang dan penularannya mirip influenza. 2005) 23 . Waktu perdarahan memanjang. tidak dijumpai leukopeni. dan malaria. Proporsi uji Tourniquet positif. tourniquet (+) Gambaran sumsum tulang normal.leptospirosis. hanya manifestasi perdarahan berupa petechie yang positif. waktu pembekuan normal Retraksi bekuan buruk. terutama nyeri sendi yang hebat. Adanya trombositopenia yang jelas disertai hemokonsentrasi dapat membedakan antara demam berdarah dengue dengan penyakit lain. Kriteria diagnosis :1 • • Anamnesis Kadang-kadang disertai perdarahan nyata Pemeriksaan fisis Purpura. petechiae. trombositopenia dan leukopenia. Sehingga diambil kesimpulan bahwa penyakit tersebut kemungkinannya demam dengue dengan perdarahan dan demam berdarah dengue grade II. Pada hari pertama. Serangan demam biasanya mendadak. suhu lebih tinggi dan hampir selalu disertai ruam makulopapular. megakariosit tinggi atau normal. diagnosis ITP sulit dibedakan tetapi pada ITP demam cepat menghilang. conjuntival injection.3 Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP) sulit dibedakan dengan DBD derajat II karena didapatkan demam disertai perdarahan di bawah kulit. ptechie dan epistaksis hampir sama dengan demam berdarah dengue. tidak dijumpai hemokonsentrasi. epistaksis. (Pedoman diagnosis dan terapi ilmu kesehatan anak. Pada penderita ini ditemukan panas badan kurang dari tujuh hari.

sensitif dan dapat ulang serta mempunyai keuntungan karena dapat menggunakan reagen yang dapat disiapkan secara lokal. adanya manifestasi perdarahan berupa epistaksis serta petekie dan terdapat tanda kebocoran plasma yairu Ht yang meningkat. 2000) DISKUSI USUL PEMERIKSAAN 1. prosedur pelaksanaannya mengharuskan pengambilan sampel sebanyak 2x. karena peningkatan IgM dimulai sejak 3-4 hari setelah infeksi tapi hanya bertahan selama 30-60 hari. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil trombositopenia dan hematokrit yang meningkat. Tes HI didasarkan pada ada tidaknya antibodi virus Dengue untuk menghambat aglutinasi. IgM anti Dengue dapat diperiksa setelah 5 hari. test ini merupakan gold standard penegakan diagnosa infeksi dengue. tetapi pada infeksi ulangan. Test inhibisi – hemaglutinasi adalah pemeriksaan yang sederhana. Pemeriksaan IgM dan IgG anti dengue Merupakan pemeriksaan spesifik untuk virus Dengue.DISKUSI DIAGNOSA KERJA Diagnosa kerja pada penderita ini adalah DHF Grade II. (Nelson textbook of pediatric. Imunoblot IgM : Mulai timbul pada hari ke-4 Kadar tertinggi pada hari ke-14 Hilang setelah 30 – 60 hari Infeksi primer IgG: Infeksi primer mulai hari ke-14 Infeksi sekunder mulai hari ke 2 Titer naik pada hari ke 22 – 30 Hilang setelah 5 bulan Atau dapat dilakukan sebagai alternatif pemeriksaan lainnya HI – Test. IgG anti Dengue diperiksa setelah 2 minggu (15 hari). Karena dari pemeriksaan fisik dan pemeriksaan labolatoris ditemukan tanda-tanda kebocoran plasma maka diagnosa DHF dapat ditegakkan. 24 . IgG langsung meningkat pada hari ke-2 infeksi dan bertahan dalam kadar rendah selama seumur hidup. Test ini jarang digunakan karena selain biayanya yang tinggi. yaitu saat sakit dan beberapa minggu setelah penderita pulang rawat (sembuh). karena didapatkan panas badan mendadak tinggi terus menerus selama 4 hari.

000/mm 3 (23. Dengan demikian. 25 . 1999) DISKUSI PENATALAKSANAAN Istirahat Pada penderita ini diperlukan istirahat karena berpotensi untuk terjadinya perdarahan pada GIT dan perdarahan otak. puasa.No 1 2 3 4 Titer antibodi akut < 1/20 < 1/20 > 1/20 = 1/1280 ATAU Titer antibodi konvalesens 4X < 1/2560 > 1/2560 4X TETAP Interpretasi PRIMARY RESPONS SECONDARY RESPONS PRESUMPTIVE 2. Penurunan nilai trombosit dan peningkatan nilai hematokrit merupakan tanda adanya perdarahan dan kebocoran plasma sehingga kita dapat waspada dan dapat menentukan penanganan yang tepat dan cepat jika seandanya syok timbul. atau diare (Nelson textbook of pediatric. Penggantian cairan dan elektrolit diperlukan bila ada deficit yang disebabkan oleh keringat. muntah. 2000). sehingga pemantauan dan penilaian ada tidaknya peningkatan atau penurunan dari nilai hematokrit maupun trombosit idealnya dilakukan tiap 12 jam. diharapkan daya tahan tubuh penderita dapat membaik secara perlahan. metabolisme dapat diminimalisir dan produksi panas tubuh juga akan berkurang. selain itu untuk mengkompensasi bila terjadi adanya perembesan plasma dalam tubuh sebagai akibat ekstravasasi cairan. Dengan asupan makanan yang tepat. Trombosit dan Hematokrit serial setiap 12 jam Hal ini dikarenakan trombosit penderita kurang dari 100. Dengan banyak minum maka dehidrasi yang sering menyebabkan hemokonsentrasi dapat dicegah. Diet makanan lunak dan banyak minum Diet makanan lunak dimaksudkan untuk memudahkan kerja usus dan memudahkan absorbsi. Dengan demikian keadaan umum penderita dapat dipertahankan secara stabil. (Asih yasmin.000/ mm3). Pemeriksaan Hb. haus. sehingga akan mempercepat proses penyembuhan.

NaCl 0. Adapun jenis cairan koloid yang dapat dipilih adalah : Ringer Laktat / D5 dalam RL. Pada kasus ini RL terpilih karena selain RL memiliki komposisi isotonis dengan plasma. Sehingga RL memiliki dua efek. Rl juga lebih banyak mengandung NaHCO3 dibanding kedua jenis koloid lainnya. DISKUSI PROGNOSA 26 . Pengobatan yang utama adalah penggantian volume cairan plasma yang menghilang. maka komposisi cairan yang diberikan harus sama dengan plasma. Apabila terdapat kenaikan hemokonsentrasi 20% atau lebih. Jika suhu tubuh sub-febris sebaiknya penggunaan antipiretik tidak dilakukan karena hal tersebut dapat mengaburkan gejala klinis panas yang timbul. Walau demikian.Infus RL Dasar patogenesa DBD adalah perembesan plasma. penggantian volume plasma harus dilakukan dengan bijaksana dan hati – hati. Dari beberapa jenis cairan rumatan. dapat digunakan anti piretik yang bekerja aman tanpa mengiritasi lambung dan menyebabkan perdarahan. dengan adanya pengurangan asam lambung oleh ranitidin dan dinetralisir oleh antasid maka mual akan bisa dikurangi. yang terutama terjadi pada fase a-febris.5 °C) Hal ini dilakukan untuk mengatasi febris yang mengganggu. selain mengganti plasma yang hilang akibat perembesan plasma. Antasid Syrup 3 x 1 cth Antasid berfungsi untuk menetralisir asam lambung. Ringer Asetat / D5 dalam RA. cairan kristaloid adalah yang lebih direkomendasikan oleh WHO.9% / D5 dalam GF. Parasetamol 3 x 500 mg (bila suhu lebih 38. juga dapat engatasi / mencegah terjadinya asidosis metabolik.

4.Pada penderita ini prognosanya baik ad vitam maupun ad functionamnya adalah ad bonam. 5 adalah fase kritis yang harus dicermati pada hari ke 6 dapat terjadi syok. Pada saat fase demam mulai cenderung menurun dan pasien tampak seakan sembuh. biasanya terjadi pada hari ketiga demam. sebab keadaan umum penderita dalam keadaan stabil dan baik. (Asih yasmin. hati-hati karena fase tersebut dapat sebagai awal dari syok. dari anamnesis dan pemeriksaan fisik tidak ditemukan adanya komplikasi.1999) 27 . biasanya hari ke 3.

4. Tatalaksana DemamBerdarah Dengue di Indonesia. 3. S. D. Kliegman. 1999. In: Behrman. Edisi Ke-3. 2005. pencegahan dan pengendalian. R.. Edisi Ketiga. Dengue Fever and Dengue Hemorraghic Fever.. 2007. Nelson Textbook of Pediatrics. E. Bandung: Bagian Ilmu Kesehatan Anak-FK UNPAD. 2.. 598-600. Demam berdarah dengue diagnosis pengobatan.DAFTAR PUSTAKA 1. B. Philadelphia: Saunders Elsevier. 28 . Stanton. Jakarta. 2004. Pedoman Diagnosis dan Terapi Ilmu Kesehatan Anak. M. B. Eds. B. R. Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Asih Yasmin. F. H. Halstead. 18th Ed. edisi 2 World Health Organization.. H. Jakarta Garna. Nataprawira. Jenson. M. H.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful