Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Gelombang adalah gejala yang ditimbulkan oleh suatu gangguan lokal
pada besaran fisis tertentu serta perambatan gangguan itu dalam medium /
space disekitarnya.
Seperti yang kita ketahui, menurut teori Philips dan Miles, gelombang
laut dibentuk oleh angin karena adanya pengalihan energy dari angin ke
badan air, dan membangkitkan gelombang yang merambat menjauhi daerah
asal terbentuknya. Sehingga titik, periode, dan panjang gelombang yang
terbentuk tergantung pada kecepatan angin (U), lamanya angin berhembus
(D) dan jarak pembangkitan gelombang oleh angin / feeth (F).
Percobaan kali ini yang berjudul gelombang laut kami lakukan
dengan dilatarbelakangi agar dapat mengukur tinggi, periode dan panjang
gelombang laut, menentukan fungsi dari gelombang tersebut, serta berbagai
aspek laininya.
1.2 Tujuan percobaan
1. Mengukur tinggi gelombang (H), kecepatan angin (U) dan panjang
pembangkitan gelombang (F).
2. Menghitung periode gelombang (T) dan panjang gelombang (L).
3. Menuliskan bentuk fungsi gelombang berdasarkan data yang diperoleh
dari point (1) dan (2).
4. Memprediksi periode gelombang (T) dan panjang gelombang (L).
5. Menghitung panjang (L) dan cepat rambat gelombang (C) pada
kedalaman tertentu.
6. Menghitung kecepatan (V
x
, V
y
) dan percepatan (a
x
, a
y
) partikel zat cair
untuk arah horisontal dan vertikal.

BAB II
DASAR TEORI
Gelombang di laut dibedakan berdasarkan gaya pembangkitnya. Gelombang
angin adalah gelombang yang dibangkitkan oleh tiupan angin di permukaan laut,
gelombang pasang surut adalah gelombang yang dibangkitkan oleh adanya gaya
interaksi antara matahari dan bulan terhadap bumi, gelombang tsunami terjadi
akibat gejala tektonik maupun vulkanologi di bawah laut, dan jenis gelombang
laut lainnya.
Menurut Phillips dan Miles, gelombang laut dibentuk oleh angin karena
adanya pengalihan energi dari angin ke badan air, dan membangkitkan
gelombang yang merambat menjauhi daerah asal terbentuknya. Sehingga titik,
periode dan panjang gelombang yang terbentuk tergantung pada kecepatan angin
(U), lamanya angin berhembus (D) dan jarak pembangkian gelombang oleh
angin/fecth (F).
Teori yang digunakan dalam perumusan fungsi gelombang adalah teori
gelombang amplitudo kecil. Teori ini didasarkan pada persamaan Laplace untuk
aliran tak rotasi (irrational flow) dengan kondisi syarat batas permukaan air dan
dasar laut. Penyelesaian persamaan tersebut memberikan potensial kecepatan
periodik untuk aliran tak rotasional. Potensial kecepatan ini digunakan untuk
menurunkan persamaan dari berbagai karakteristik gelombang seperti fluktuasi
muka air, kecepatan dan percepatan gelombang, energi gelombang dan
sebagainya.
Fungsi gelombang laut dapat dituliskan dalam bentuk :
) cos(
cosh
) ( cosh
t kx
kh
y h k Ag
e
e

+
= + .............................................(1)
Berdasarkan hubungan; e=2t/T, k=2t/L, dan C=L/T, maka diperoleh persamaan
gelombang Airy/linier, yaitu :
|
.
|

\
|
=
L
h
T
g
L
t
t
2
tanh
2
2
........(2)
|
.
|

\
|
=
L
h
T
g
C
t
t
2
tanh
2
........(3)
Dengan; L adalah panjang gelombang, T adalah periode gelombang, C adalah
kecepatan gelombang, dan h adalah kedalaman.
Menurut Horikawa (1980), bahwa untuk perairan dalam nilai 2th/L >> 1,
maka nilai tanh 2th/L ~ 1, sehingga kecepatan dan panjang gelombang untuk laut
dalam diprediksi dengan persamaan :
C
o
= gT/2t = 1.56 T (m/dtk) .......................................................(4)
L
o
= gT
2
/2t = 1.56 T
2
(m/dtk) .......................................................(5)

Sedangkan untuk laut dangkal , dimana nilai 2th/L s t/10; h/L s 120, maka :
C = (gh)
1/2
.......................................................(6)
L = T (gh)
1/2
.......................................................(7)

Kecepatan dan percepatan partikel air dalam arah x dan y dapat dituliskan dalam
bentuk :
) cos(
cosh
) ( cosh
t kx
kh
y h k
T
H
V
x
e
t

+
|
.
|

\
|
= ......................................................(8a)
) sin(
sinh
) ( sinh
t kx
hkh
y h k
T
H
V
y
e
t

+
|
.
|

\
|
= ......................................................(8b)

dan
) sin(
sinh
) ( cosh 2
2
2
t kx
kh
y h k
T
H
a
x
e
t

+
|
|
.
|

\
|
= .....................................................(9a)
) cos(
sinh
) ( sinh 2
2
2
t kx
kh
y h k
T
H
a
y
e
t

+
|
|
.
|

\
|
= .....................................................(9b)

Untuk kondisi gelombang di laut transisi, yaitu 1/20 < d/L < , cepat rambat
gelombang dihitung berdasarkan hubungan:
|
.
|

\
|
=
L
d
L
h
L
h
o
t 2
tanh .......................................................(10)
Persamaan (8) dapat digunakan untuk menghitung panjang gelombang disetiap
kedalamn, apabila panjang gelombang di laut dalam diketahui. Selanjutnya
karakteristik gelombang yang menuju ke tepi pantai dapat diprediksi berdasarkan
perumusan wilson(kubo, Massafumi dan Takezawa, 1987) dalam bentuk
persamaan empirik sebagai berikut :
(
(

|
.
|

\
|
+ =
2
2 / 1
2 2
004 . 0 1 1 3 , 0
U
gF
U
gH
........................................................(11)

(
(

|
.
|

\
|
+ =
5
3 / 1
2
008 . 0 1 1 37 , 1
2 U
gF
U
gT
t
....................................................(12)
Dengan; g adalah percepatan gravitasi, U adalah kecepatan angin, F adalah jarak
pembangkitan gelombang efektif, T adalah periode gelombang, dan H adalah
tinggi gelombang.


Sifat-sifat gelombang laut paling tidak dipengaruhi oleh tiga bentuk angin :
1. kecepatan angin. Umumnya makin kencang angin yang bertiup makin besar
gelombang yang terbentuk dan gelombang ini mempunyai kecepatan yang
tinggi dan panjang gelombang yang besar.
2. Waktu di mana angin sedang bertiup. Tinggi, kecepatan dan panjang
gelombang seluruhnya cenderung untuk meningkat sesuai dengan
meningkatnya waktu pada saat angin pembangkit gelombang mulai bertiup.
3. Jarak tanpa rintangan di mana angin sedang bertiup. Di kenal dengan istilah
fetch.





















BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum yang berjudul gelombang laut ini, dilaksanakan pada :
Hari / Tanggal : Selasa, 10 Mei 2011
Pukul : 15.30 WITA Selesai
Tempat : Pantai Tondo

3.2 Alat dan Bahan

1. Mistar ukur (2 meter) 1 buah
2. Stopwatch 1 buah
3. Papan pengalas 1 buah
4. Plastik OHP
5. Polpen OHP

3.3 Prosedur Kerja

1. Menentukan posisi lintang dan bujur lokasi pengukuran
2. Mengukur kecepatan dan arah angin (mengambil data pada BMG)
3. Mengukur puncak dan lembah gelombang dengan menggunakan mistar
ukur, alat tulis menulis, dan stopwatch, melakukannya di lima titik
yang berbeda dengan perlakuan sebanyak 100 kali untuk masing
masing punccak dan lembah yang terbentuk pada gelombang.
4. Menghitung periode (T) dan panjang gelombang (L) berdasarkan hasil
pada prosedur ke tiga.
5. Menghitung parameter-parameter persamaan gelombang dan
menuliskan bentuk fungsi gelombangnya
6. Memprediksi periode gelombang (T) dan panjang gelombang (L)
berdasarkan persamaan (11) dan (12) (menggunakan kecepatan angin
sesuai hasil pengukuran pada point 2 dan F = 12707 m
7. Mengukur kedalaman lokasi pengukuran dan hitunglah panjang
gelombang (L) dan cepat rambat gelombang (C), berdasarkan persamaan
(6) dan (7).
8. Menghitung kecepatan (V
x
dan V
y
) dan percepatan (a
x
dan a
y
) partikel
zat cair untuk arah horisontal dan vertikal berdasarkan persamaan (8a),
(8b), (9a), dan (9b).














BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN ANALISA DATA
4.1 Hasil Pengamatan
Lokasi : Pantai Tondo
Surveyor : Kelompok III
Hari/Tanggal : Selasa, 10 Mei 2011
Waktu : 5 menit 14 detik
Kedalaman : 45 cm

No Puncak (cm) Lembah (cm)
H (puncak - lembah)
(cm)
H urut (cm)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
55
70
80
75
80
95
65
70
75
85
65
90
65
65
80
50
80
90
60
90
65
65
70
65
45
55
50
50
55
50
50
50
50
50
55
55
55
60
50
45
50
55
55
50
55
55
55
55
10
15
30
25
25
45
15
20
25
35
10
35
10
5
30
5
30
35
5
40
10
10
15
10
35
25
25
25
25
20
20
20
20
20
20
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15
15

No Puncak (cm) Lembah (cm)
H (puncak lembah)
(cm)
H urut (cm)
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
75
80
65
75
75
90
55
65
75
60
90
60
65
70
75
70
90
75
90
65
70
95
85
60
75
75
65
75
65
90
80
90
75
65
75
80
60
75
60
55
55
55
45
50
50
50
50
50
55
55
55
55
60
60
55
55
55
50
50
55
55
55
50
60
55
55
55
60
55
55
55
55
50
60
60
55
60
55
20
25
10
30
25
40
5
15
25
5
35
5
10
10
15
15
35
20
40
15
15
40
30
10
15
20
10
20
5
35
25
35
20
15
15
20
5
15
5
15
15
15
15
15
10
10
10
10
10
10
10

BAB V
PEMBAHASAN
Percobaan kali ini yang berjudul Gelombang Laut bertujuan untuk
mengukur tinggi, periode dan panjang gelombang laut, menentukan fungsi dari
gelombang tersebut, serta berbagai aspek laininya.
Seperti yang kita ketahui, gelombang di laut dibedakan berdasarkan gaya
pembangkitnya. Gelombang angin adalah gelombang yang dibangkitkan oleh
tiupan angin di permukaan laut, gelombang pasang surut adalah gelombang yang
dibangkitkan oleh adanya gaya interaksi antara matahari dan bulan terhadap bumi,
gelombang tsunami terjadi akibat gejala tektonik maupun vulkanologi di bawah
laut, dan jenis gelombang laut lainnya.
Pada percobaan kali ini, penelitian lebih di titik beratkan pada pengukuran
puncak dan lembah dari gelombang tersebut, serta hanya pengaruh angin pada
saat penelitian dilakukan. Perhitungan puncak dan lembah gelombang laut
dilakukan pada lima titik yang berbeda dimana setiap titik mengambil data
sebanyak 100 kali untuk masing masing puncak dan lembah yang terbentuk,
dengan waktu yang berbeda beda pula.
Pada hasil pengamatan dan analisa data, dan dengan memperhatikan data
dari BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika) berikut :
No Pukul Arah (
0
) V (m/s)
1
2
3
15.00
16.00
17.00
10
10
350
15
13
9

Pada pukul 15.30 WITA dengan kedalaman yang masih kecil, kami peroleh 100
puncak dan lembah dalam waktu yang lumayan cepat, yaitu 314 sekon.
Banyaknya gelombang (puncak dan lembah) yang terbentuk dalam waktu
sesingkat tersebut disebabkan pada pukul itu, kecepatan anginnya besar yang
menyebabkan gelombang dan frekuensi nya pun banyak. Namun, semakin lama
pada titik titik berikutnya, waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh 100
puncak dan lembah gelombang laut menjadi semakin lama, gelombang yang
terbentukpun tidak begitu besar, hasil ini disebabkan kecepatan anginnya kecil.
Untuk parameter parameter lain yang ingin dihitung, hasilnya dapat
terlihat pada analisa data.















BAB VI
PENUTUP
6.1 Kesimpulan
Berdasarkan tujuan dan hasil pengamatan pada percobaan
Gelombang Laut ini, dapat kami tarik beberapa kesimpulan yaitu :
1. Menentukan tinggi gelombang dengan persamaan :
H =

()
{ [ (



Diperoleh nilai H dengan menggunakan persamaan di atas yaitu untuk H
1

= 1,136 m, untuk H
2
= 0,963 m dan untuk H
3
= 0,626 m.
2. Menentukan periode gelombang dengan menggunakan persamaan :
T =
{ [ (



Dengan menggunakan persamaan ini, maka hasil yang kami dapatkan
yaitu untuk T
1
= 5,55 s, T
2
= 5,21 s dan untuk T
3
= 4,29 s.
3. Menentukan panjang gelombang dengan persamaan :

L = 1,56 (T)
2


4. Secara umum ada empat proses utama yang membuat gelombang
berkurang pada air yang dalam setelah meningggalkan daerah
pembangkitan adalah:
1. Proses penurunan yang terpilih yang karenanya gelombang energi
menjadi menyebar pada jarak yang terus bertambah dalam arah
rangkaian gelombang. Dalam hal ini ada suatu spektrum yang terdiri
dari berbagai ukuran gelombang dan elemen gelombang yang
terpanjang cenderung untuk bergerak lebih cepat sehingga
meregangkan jarak tersebut menjadi kumpulan tertentu gelombang
yang ditempatkan dalam daerah pembangkitan.
2. Difraksi lateral gelombang energi sebagai akibat dari penyebaran dua-
dimensi dari sumber yang dibatasi pada suatu tempat.
3. Tahanan udara, khususnya hembusan angin yang secara langsung
berlawanan dengan arah gerakan gelombang.
4. Gangguan oleh arus. Gelombang menurun apabila gelombang tadi
melewati arus yang mengalir dalam area yang sama. Apabila
menentang arus akan cendereng mempercuram gelombang sehingga
menaikkan ketinggian gelombang dan kemungkinan memulai
pecahan gelombang.

6.2 Saran
Pada percobaan kali ini, baik asisten maupun kami selaku praktikan,
menurut saya sudah melakukan tugas denga sebaik mungkin, mungkin yang
perlu dipehatikan adalah tempat untuk mengambil data. Terima kasih.