Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN KASUS NICU

Identitas Pasien Nama : Bayi Ny. Nurli (Lk) Umur : 2 hari BB : 2,8 kg

Keluhan Utama Sesak nafas setelah lahir


Riwayat Penyakit Sekarang Tidak mengangis setelah lahir Sesak (+) Retraksi () Nafas cepat (-) Cuping (-) Merintih (-)

Pemeriksaan Fisik KU : Lemah Vital sign Nadi RR Suhu Kepala Mata : 145x/menit : 45x/menit : 36,5oC

: mesosefal : - Konjungtiva palpebra anemis -/- Sklera ikterik -/-

Telinga Hidung Mulut Tenggorokan

: dalam batas normal : dalam batas normal : Bibir anemis (-), sianotik (-) : dalam batas normal

Jantung Paru Abdomen Genitalia Ekstremitas

: dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal superior Udem Sianosis Akral dingin -/-/-/Inferior -/-/-/:

Tindakan Intubasi NGT O2 Rongent

Pemeriksaan Penunjang Laboratorium : Trombosit 64.000 Hb 17,3 Ht 48,5 Leukosit 8,3 %

Rongent : Bercak opak pada paru kanan Diagnosis Sesak nafas etc suspek aspirasi mekonium

TEORI SYNDROM ASPIRASI MEKONIUM (SAM) Definisi Syndroma aspirasi mekonium terjadi jika janin menghirup mekonium yang tercampur dengan cairan ketuban, baik ketika bayi masih berada didalam rahim maupun sesaat setelah dilahirkan. Aspirasi mekonium terjadi jika janin mengalami stres selama proses persalinan berlangsung. Bayi seringkali merupakan bayi post-matur ( lebih dari 40 minggu ). Selama persalinan berlangsung, bayi bisa mengalami kekurangan oksigen. Hal ini dapat menyebabkan meningkatnya gerakan usus dan pengenduran otot anus, sehingga mekonium dikeluarkan kedalam cairan ketuban yang mengelilingi bayi di dalam rahim. Cairan ketuban dan mekonium bercampur membentuk cairan berwarna hijau dengan kekentalan yang bervariasi. Jika selama masih berada didalam rahim janin bernafas atau jika bayi menghirup nafasnya yang pertama, maka campuran air ketuban dan mekonium bisa terhirup kedalam paru-paru. Mekonium terhirup bisa menyebabkan penyumbatan parsial ataupun total pada saluran pernafasan, sehingga terjadi gangguan pernafasan dan gangguan pertukaran udara di paru-paru. Selain itu, mekonium juga dapat menyebabkan iritasi dan peradangan pada saluran udara, menyebabkan suatu pneumonia kimiawi. Faktor Resiko Kehamilan post-matur Persalinan yang sulit Pre-eklampsia Ibu penderita diabetes Ibu penderita hipertensi Gawat janin Hipoksia intra uterin

Patogenesis

Aspirasi mekonium dapat menyebabkan: Gejala Cairan ketuban kehijauan atau jelas terlihat adanya mekonium di dalam cairan ketuban Kulit bayi tampak kehijauan Ketika lahir, bayi tampak lemas dan lemah Kulit bayi tampak kebiruan (sianosis) Takipnue (laju pernafasan cepat) Apnue ( henti nafas) Tampak tanda-tanda post-maturitas ( berat badannya kurang, kulit mengelupas) Sumbatan jalan napas Inflamasi berat Hipertensi paru Aktivasi trombosis

Diagnosa

sebelum bayi lahir, alat pemantau janin menunjukan bradikardia ( denyut jantung lambat) ketika lahir, air ketuban mengandung mekonium (berwarna hijau) memiliki apgar yang rendah

Dengan bantuan laringoskopi, pita suara tampak berwarna kehijauan. Dengan bantuan stetoskop, terdengar suara pernafasan yang abnormal ( ronki kasar) Pemeriksaan SAM Laboratorium analisis gas darah ( AGD) menunjukan kadar PH yang rendah, penurunan pO2 dan peningkatan Pco2.

Radiologi Rongent dada Bercak infiltrat, garis kasar pada kedua bidang paru, hiperinflasi anteroposterior, dan diafragma lebih datar, mirip pneumonia.

Tata laksana Prenatal Identifikasi kehamilan berisiko tinggi Memantau denyut jantung janin selama persalinan Tatalaksana di ruang bersalin Visualisasi pitasuara & pengisapan trakea apabila bayi tidak bernapas

Tatalaksana Umum Neonatus dengan SAM Mengosongkan isi lambung utk menghindari aspirasi lebih lanjut Koreksi abnormalitas metabolik, misalnya hipoksia, asidosis, hipoglikemia, hipokalsemia danhipotermia Pemantauan untuk melihat kerusakan padaorgan lain (otak, ginjal, jantung dan hati)

Tatalaksana Pernapasan Pengisapan dan vibrasi dada dengan frekuensi yang sering Pulmonary toilet untuk menghilangkan mekonium residual jika diintubasi Cakupan antibiotik (ampicillin dan gentamicin) Gunakan CPAP (Continuous Positive Airway Pressure)