Anda di halaman 1dari 3

BENDA ASING HIDUNG

Sering pd anak masuk hidung lewat : Paling sering lewat nares anterior Nares post, pada waktu muntah Luka tembus, kecelakaan Patologi: BA akan cepat diikuti reaksi imflamasi membentuk sekret Sumbatan Infeksi sekunder Nekrosis Rinolit Aspirasi sal. Nafas bawah Gejala Klinis Riwayat kemasukan BA Sekret hidung purulen, bau busuk dan sumbatan hidung unilateral Epistaksis Nyeri Bersin oleh karena iritasi Lokasi bag. Anterior vestibulum atau meatus inf sepanjang dasar hidung Terapi Ekstraksi lokal/general anestesi. Dengan alat pengait bengkok dan aligator. Tidak boleh di dorong ke post sebab akan ASPIRASI!!!!!! RADANG HIDUNG Peny. Hidung Luar Vestibulitis Furunkel Selulitis Infeksi spesifik:lepra, sifilis TBC Penyakit Hidung Dalam a. Akut : 1. Comond cold 2. influenza 3. rinitis difteri b. Kronik Non Spesifik 1. R. Hipertrofi 2. R. Atofik 3. R. Sika 4. R. Alergi 5. R. Vasomotor 6. R. Medikomentosa Spesifik 1. R. TBC 2. R. Lepra 3. R. Sifilis 4. R. karena jamur INFEKSI HIDUNG LUAR

Furunkel Inf. Akut folikel pilosebasea pada vestibulum oleh Sthapilokokus Klinik; bengkak vestibulum-puncak hidung, nyeri, sakit kepala, terdapat pus dalam 4 atau 5 hari. Terapi : Antibiotik dosis tinggi Vestibulitis Inf. Pd kulit vestibulum bisa akut atau kronik Akibat dari iritasi sekret hidung atau trauma (gerakan jari) Terapi penyebab sekret hidung, dan antibiotik salep (lokal) RINITIS Merupakan radang pada mukosa kavum nasi Rinitis Simpleks (Common Cold) Gx : Rinore, obstruksi nasal, bersin Sifatnya Self limitting disease Bila terjadi Sekunder infeksi timbul gejala Sekret menjadi purulen Panas Sefalgia Komplikasi Sinusitis Nasofaringitis Oklusio tuba lalu OM Meningitis Abses sub dural Terapi Profilaksis atau mencegah Istirahat Medika mentosa Analgesik Dekongest an Antihistam in & Vit C AB bila ada sekunder infeksi Rinitis Hipertropi Terdapat hipertropi konka inf Etiologi Inf. Kronik, iritasi kronik hormonal inbalance Terapi Sesuai faktor penyebab Mengurangi pembesaran konka Elektrokoagulasi Pembedahan Rinitis Atrofik

SINUSITIS AKUT

Disertai atropi akibat fibrosis periatrial dan endartritis arteriol Hasil degenerasi berupa kotoran pada konka dan berbau busuk bila lanjut akan mengenai septum Disebut rinitis atropikan foetida Ozaena Et. Tidak tahu, Faktor curiga ; Infeksi klebsiela hayek Endokrin Vitamin/metabolisme Gejala Sering pd wanita puber Foeter ex nasi tapi px tidak membau ok terjadi atropi regio olfaktoria (hiposmia lalu anosmia) Obstruksi nasal Epistaksis Krusta (kehijauan di konka septum) Terapi Pengangkatan krusta AB Hormonal, Vit A,E Pembedahan Rinitis Sika Mukosa kering pada septum bagian depan dan ujung depan konka inf. Sering pd pekerja di daerah debu, panas, kering Px merasa kering, iritasi di hidung, kadang epistaksis Terapi Sesuai penyebab Obat cuci hidung SINUSITIS PARANASAL Radang mukoperiosteum dari sinus paranasal. Sinusitis : Single(mis: sinusitis maksilaris) Beberapa sinus(multisinusitis) Seluruh sinus (Pansinusitis) Bentuk Akut atau kronik > 3bulan Infeksi non spesifik/Spesifik TBC Sifilis Jamur Supuratif/non supuratif Yang paling sering : sinus maksilaris & Ethmoidalis Lalu Sinus Frontal dan Sphenoid Gangguan osteum sinus berupa : Aerasi Drenase Bangunan yang rumit lihat pada halaman terakhir

Diawali keadaan anatomi maupun fisiologi yang menyumbat drainase sinus, lalu stasis sekret, lalu infeksi Masa di daerah hiatus semilunaris mengakibatkan : Deviasi septum Hiperplasi konka media Udem konka media Pembesaran bula ethmoid Konka media menempel dinding lateral hidung.

SINUSITIS AKUT Etiologi Rinogen (90%) Rinitis akut Swiming & diving Brotrauma sinusitis Fraktur sinus Odontogen Ekstraksi gigi lalu timbul fistula Bag. Akar gigi pada sinus Bila ada infeksi ok yang menonjol ke sinus Faktor predisposisi Lokal : Obstruksi nasal Obstruksi osteum sinus Polip RA, RV Infeksi sekitar tonsilitis, adenoiditis, faringitis Infeksi sinus lainnya General : Kelelahan Diet jelek Iritasi atmosfer Patologi : Hiperemi Udem Infiltrasi seluler Hiperaktif glanduler Eksudat lalu serus lalu purulen Gejala klinis Pain : Sesuai lokasi Sin. Maksilaris : pipi Sin. Etmoidalis : Antara ke-2 mata Sin. Frontalis : dahi di atas alis mata Sinus sphenoidalis : ke arah vertegs Sekret Hidung : nasofaring

Mukopurulen/pur ulen Lokasi Klp. Sinus ant, lalu ke meatusmedia. Klp Sinus post ke meatus sup Sumbatan hidung Pe mbengkakan mukosa Udem Jar lunak Tenderness Sinus frontal dan maksila Px Penunjang Transluminasi Sin. Maksilaris Sin frontalis Radiologik Waters : Sin maksilaris Caldwell : Sin ethmoidal Fungsi sinus maksilaris Endoskopi (Sinoskopi) Histologik Tx : Antibiotik, Analgetik, kompres panas, dekongestan, irigasi SINUSITIS KRONIK Paling sering terjadi pada Sinus maksila etmoid Etiologi Berasal dari sinusitis akut yang berulang dan tidak sembuh Faktor predisposisi Hipertropi adenoid Tumor hidung & nasofaring Septum defiasi Polip nasi, Rinitis alergi/R. Vasomotor Gangguan aerasi & drenase Mengganggu regenerasi mukoperiosteum Infeksi Udem Akumulasi sekret Patologi Permukaan mukosa Hiperplastik Ulserasi & nekrosis Mikroskopik Epitel & kel diganti jar. Ikat Ulserasi mukosa dengan jar granulasi, dan granulasi bisa sampai ke periosteum Kelainan kompleks&irreversibel Gejala klinis : Rasa penuh di wajah & hidung Sekret mukopurulen & post nasal drip Hidung tersumbat

Batuk kronik Nyeri kepala Terapi bertujuan mengatasi infeksi akibat faktor predisposisi Medikamentosa : AB, Dekongestan, Anti alergi & Mukolitik (untuk predisposisi) Pembedahan Drenase S. Maksilaris : pungsi S. Frontalis, Sfenoidalis : irigasi/sonde Radikal Caldwell-luc (s. Maksilaris) Etmoidektomi Endoskopi FESS(FungsionalEndoskopic Sinus S....) BSEF Komplikasi lewat Langsung lewat tulang Osteotitis Osteomielitis Osteoporosis Trauma Vena Trombophlebitis Septikemia Kle. Limfe Perivaskular limfoid ke subperiosteal abses Perineural space N. Olfaktorius ke sub arachnoid space

Komplikasi sinusitis Osteotitis, osteomielitis Tumor Sin. Frontalis Orbital Selulitis, Subperiosteal Abses Tumor dari etmoiditis pada anak Intrakranial Meningitis Sub dural/epidural abses Nasofaringitis, tonsilitis OM, laringotrakeatitis Sal nafas Bronkitis, bronkiektasi