Anda di halaman 1dari 6

1.

Mengapa auditor independen melakukan pemeriksaan hanya dilakukan dengan sampling, tidak melakukan review secara keseluruhan dalam pengumpulan bukti: Alasannya adalah:

Karena sampling dapat menggambarkan dan menganalisis populasi dengan cepat. Waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan data lebih singkat, hal ini terkait waktu perikatan audit. Pertimbangan biaya audit, dengan sampling maka akan memakan biaya yang lebih murah disbanding apabila keseluruhan populasi direviu. Auditor akan mengalami kesulitan atau bahkan tidak mampu untuk mengamati seluruh unit populasi.

2. Apa manfaat yang dapat diperoleh atas rencana sampling yang berbasis hukum dan petunjuk statistic? Kejelian auditor dalam memilih dan merencanakan metode sampling dan non sampling yang akan digunakan sangat menentukan kesuksesan dalam pelaksanaan audit. Penentuan sampling yang memanfaatkan statistic berdasarkan hukum probabilitas, sedangkan nonstatistik tidak. Keduanya tetap melibatkan judgement auditor, baik dalam merencang, melaksanakan, maupun menilai sampel. Manfaat yang didapat dengan adanya rencana sampling yang berbasis hukum dan petunjuk statistic adalah: Membantu auditor dalam (a) mendesain sampel yang efisien, (b) mengukur cukup atau tidaknya bukti audit yang diperoleh, dan (c) menilai hasil sampel. Dengan menggunakan teori statistika, auditor dapat mengkuantifikasi risiko sampling untuk membantu dirinya dalam membatasi risiko tersebut pada tingkat yang menurut pertimbangannya dapat diterima. 3. Mengapa tipe sampling statistic (sampling atribut) penting untuk mengevaluasi tingkat keefektifan pengendalian internal klien? Dalam pengujian terinci atas saldo perhatian utama adalah baik mengenai efektivitas pengendalian. Sampling statistic dapat digunakan untuk pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi, sehingga penggunaan sampling atribut adalah ideal, karena ia mengukur tingkat keterjadian (tingkat pengecualian atau tingkat transaksi

berisi kesalahan moneter atau penyimpangan). Jika ditemukan kesalahan, maka auditor akan menggunakan attributes sampling untuk menguji efektivitas pengendalian. Atribut Sampling menjadi penting, karena sampel yang diambil untuk pengujian terhadap efektivitas pelaksanaan pengendalian ditujukan untuk memberikan dasar bagi auditor dalam menyimpulkan apakah prosedur atau kebijakan pengendalian telah diterapkan sebagaimana yang telah ditetapkan. Jika tingkat keyakinan tinggi diharapkan dari bukti audit yang dihasilkan dari sampel, auditor harus menerima tingkat risiko sampling yang rendah (yaitu, risiko pengendalian ditentukan terlalu rendah. 4. Alasan penggunaan pengukuran beberapa atribut dengan rencana pengujian tunggal adalah? Alasan penggunaan rencana pengujian tunggal karena terdapat sifat atau karakteristik yang harus ada dalam suatu transaksi/populasi yang diuji. Pengujian tunggal digunakan untuk memudahkan auditor dalam membuat kesimpulan mengenai tingkat kejadian di dalam populasi. Atribut lain apa saja yang dapat diuji oleh Indah Sanjaya? Contohnya Indah Sanjaya hanya menggunakan salah satu karakteristik dalam populasi dari faktur pengeluaran administrasi yaitu voucher yang tidak didukung oleh buktibukti tertentu atau tidak diotorisasi pejabat yang berwenang. 5. Bagaimana seorang auditor mentoleransi pekerjaan yang diketahuinya tidak benar? Auditor dapat mentoleransi kesalahan pekerjaan dalam mengambil sampling yakni dengan cara menambah sampel yang diperlukan. Ketika auditor menambah jumlah sampel, kesalahan pengambilan sampel dikurangi jika: (1) tingkat salah saji pada sampel yang diperluas, (2) jumlah nominalnya, dan (3) kecenderungannya sama dengan sampel sebelumnya. Oleh karena itu, penambahan jumlah sampel dapat memenuhi persyaratan auditor atas salah saji yang dapat diterima. Mengapa Ratih Wulandari dapat melakukan kesalahan pada saat membuat penyesuaian akhir tahun? kemungkinan penyebab terjadinya kesalahan pada estimasi nilai akrual dikarenakan:

Jumlah transaksi per faktur yang cukup besar. Yakni 283 faktur.

transaksi terjadi pada ketika terdapat pisah batas transaksi yakni pada tahun 2010 dan 2011.

6. Bagaimana auditor mencapai angka estimasi EPER? EPER dapat ditetapkan berdasarkan pengalaman audit sebelumnya pada populasi yang sama di perusahaan/kantor yang sama atau pada perusahaan sejenis. Bila entitas yang besangkutan baru pertama kali diaudit (initial audit), EPER dapat ditentukan dengan mengambil sampel secukupnya (misalnya 30 buah) untuk mendapat gambaran persentase penyimpangan dalam populasi. 7. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi auditor dalam menentukan parameter TER? Berjalan efektif atau tidaknya pengendalian internal entitas Bergantung berdasarkan pertimbangan materialitas auditor

8. Indah Sanjaya menemukan 2 faktur yang salah, kesimpulan yang dapat diambil adalah? Jumlah kesalahan tersebut kemudian dibandingkan dengan kesalahan yang dapat diterima (dari tabel disamping angka 132 (4)) y, yaitu 4. Karena jumlah kesalahan yang diperoleh masih lebih kecil dari nilai kesalahan yang dapat diterima, maka auditor dapa tmenyimpulkan bahwa pengendalian telah berjalan efektif namun terdapat risiko sebesar 10% bahwa pemeriksa salah memberikan kesimpulan. 9. Alternatif apa yang harus dilakukan oleh auditor? Dengan melihat tabel EPER, TER dan ARCAR serta dari hasil sampel yang telah diambil oleh Indah Sanjaya, presentase EPER 3%, TER 6% dan ARCAR sebesar 10%, jumlah sampel yang seharusnya diambil oleh Indah Sanjaya adalah sebanyak 132 faktur. Indah Sanjaya untuk membuktikan bahwa pengendalian internal entitas berjalan dengan efektif, dapat menambah sampel hingga 132, atau dengan kata lain, apabila terdapat finite correction factor, Indah Sanjaya dapat mengambil 89 sampel yang sebenarnya.

Latihan 1. a) Klien Tahun Berakhir Area Audit Tanggal pengujian : PT Maju Makmur : 2010 : Beban Administratif selama bulan Desember 2010 dan Januari 2011 : 20 Februari 2011

1) Tuliskan tujuan pengujian pengauditan: Menguji Menguji kewajaran penyajian saldo beban administratif Menguji hak dan kewajiban saldo beban administratif pada pisah batas 2) Tetapkan atribut yang akan diestimasikan: voucher faktur pengeluaran administrasi yang tidak didukung oleh bukti-bukti tertentu atau tidak diotorisasi pejabat yang berwenang. 3) Tetapkan populasi: Sebanyak 283 Faktur tagihan pengeluaran administrasi dari vendor untuk bulan Desember 2010 dan Januari 2011 4) Tetapkan unit sampling: Sampel merupakan beberapa faktur dengan nilai terbesar, unit transaksi terbanyak dari populasi yakni sebanyak 132 faktur tagihan. 5) Tetapkan ARACR dan nyatakan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan tersebut: ARACR sebesar 10%, faktor-faktor yang mempengaruhi ARACR:

Lengkap dan benarnya catatan akuntansi yang diuji Efektif atau tidaknya pengendalian yang diterapkan pada area audit

6) Estimasikan EPER dan nyatakan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan tersebut: EPER sebesar 3%, faktor-faktor yang mempengaruhi EPER: Ditetapkan berdasarkan pengalaman audit sebelumnya pada populasi yang sama di perusahaan/kantor yang sama dan pada industri yang sama 7) Tetapkan TER dan nyatakan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan tersebut: TER ditetapkan sebesar 6%, faktor-faktor yang mempengaruhi TER: Berjalan efektif atau tidaknya pengendalian internal entitas

Bergantung berdasarkan pertimbangan materialitas auditor

8) Tentukan ukuran sampel dan tunjukkan finite correction factor bila ada?

Ukuran sampel yang digunakan karena ukuran populasi berada di bawah 10.000, maka ditentukan finite correction factor, dihasilkan n=89 faktur. 9) Tunjukkan metode yang digunakan untuk mengambil sampel acak? Menggunakan metode sampel acak tanpa penempatan kembali 10) Tunjukkan jumlah exception yang ditemukan, tingkat exception pada sampel dan CUER? CUER ditentukan dengan cara perpotongan baris (yang menunjukkan unit sampel) dan kolom (yang menunjukkan banyaknya unit sampel yang ditemukan menyimpang). Pada kolom unit sampel gunakan angka 90 (mendekati 89) dan kolom penyimpangan actual gunakan angka 2. Didapatkan tingkat exception sebesar 5.8%
11)

Dari prespektif kuantitatif, apakah populasi telah reliable? berikan alasan

jawaban tersebut? Tidak reliabel karena nilai EPER aktual nya melebihi 3% (2 kesalahan aktual/30 sampel aktual), dari nilai maksimal yang ditentukan sebesar 3 % 12) Jelaskan tipe exceptions yang ditemukan? Tipe exceptions yang ditemukan adalah nilai CUER sebesar 5.8% lebih rendah dibanding TER 6% (CUER<TER), sehingga dapat disimpulkan apabila ternyata penyimpangan dalam populasi dibandingkan jumlah TER lebih rendah (ADR<TER) maka kesimpulan tersebut adalah benar. Apabila ternyata penyimpangan dalam populasi dibandingkan jumlah TER lebih besar (ADR>TER) terlalu mengandalkan pengendalian intern entitas. 13) Rekomendasi: Hasil dari pengujian pengendalian ini menyimpulkan bahwa pengendalian cukup memadai, maka dapat dilanjutkan dengan pengujian substantif tanpa merubah asumsi semula mengenai tingkat keyakinan atau risiko samplingnya. b) Apabila terdapat tiga kesalahan aktual yang ditemukan oleh Indah Sanjaya, maka: Tipe exceptions yang ditemukan adalah nilai CUER sebesar 7.3% lebih tinggi dibanding TER 6% (CUER>TER), sehingga dapat disimpulkan apabila ternyata penyimpangan dalam populasi dibandingkan jumlah TER lebih rendah (ADR<TER) kesimpulan tersebut adalah maka terdapat kesalahan, karena menetapkan risiko pengendalian terlalu rendah atau risiko karena

salah, risiko karena menetapkan risiko pengendalian terlalu tinggi atau risiko karena tidak meyakini keandalan pengendalian intern entitas. Namun apabila ternyata penyimpangan dalam populasi dibandingkan jumlah TER lebih tinggi (ADR>TER) maka maka kesimpulan tersebut adalah benar. Rekomendasi: Auditor memperluas pengujian untuk memastikan bahwa simpulan pertama (pengendalian lemah) adalah benar, Auditor mengoreksi asumsi tingkat keandalan laporan atau tingkat risiko sampling. Dalam hal ini auditor menetapkan tingkat risiko yang lebih rendah, yang berarti auditor memperluas pengujian substantifnya. Mengingat keterbatasan waktu pelaksanaan audit, auditor sebaiknya memilih langkah kedua tersebut.

Sumber: Standar Professional Akuntan Publik (SPAP) Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Kode Etik Kompartemen Akuntan Publik Indonesia-IAI Sarbannes Oxley Act http://www.scribd.com/doc/101401970/PENGAMBILAN-SAMPEL-AUDIT-UNTUKPENGUJIAN-PERINGIAN-SALDO http://www.scribd.com/doc/56630424/Panduan-Pemeriksaan-LKPD-Bab-10