Anda di halaman 1dari 9

Nama Kelompok Kelas 5 B : I Made Sumadiyasa Luh Putu Ayu Widyaningsih Putu Aryawan Ni Wayan Rumiani I Kadek Jeri

Sastrawan 1011011103 1011011110 1011011116 1011011117 1011011122

Psikologi Konseling

Pengertian Psikolgi Konseling Diantara berbagai disiplin ilmu yang memiliki kedekatan hubungan dengan konseling adalah psikologi, bahkan secara khusus dapat dikatakan konseling merupakan aplikasi dari psikologi, terutama jika dilihat dari tujuan, teori yang digunakan, dan proses penyelenggaraannya. Oleh karena itu, telaah mengenai konseling dapat pula disebut sebagai psikologi konseling (counseling psychology) (dalam latipun. Psikologi konseling). Dalam (muktaruddin) psikologi konseling merupakan pelayanan konseling

berdasarkan psikologi. Abu bakar baraja mengatakan bahwa mengatakan bahwa psikologi konseling juga dikenal sebagai suatu proses yang terus menerus sehingga dapat dikatakan sifat dari psikologi konseling adalah membantu. Menurut Schertzer dan Stone (1980) Konseling adalah upaya membantu individu melalui proses interaksi yang bersifat pribadi antara konselor dan konseli agar konseli mampu memahami diri dan lingkungannya, mampu membuat keputusan dan menentukan tujuan berdasarkan nilai yang diyakininya sehingga konseli merasa bahagia dan efektif perilakunya. Prayitno dan Erman Amti (2004:105)

Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien. Menurut A.C. English dalam Shertzer & Stone (1974) Konseling merupakan proses dalam mana konselor membantu konseli (klien) membuat interprestasi tentang fakta-fakta yang berhubungan dengan pilihan, rencana, atau penyesuaian-penyesuaian yang perlu dibuatnya. Menurut APGA (American Personel Guidance Association) dalam Prayitno (1987 : 25) Konseling adalah hubungan antara seorang individu yang memerlukan bantuan untuk mengatasi kecemasannya yang masih bersifat normal atau konflik atau masalah pengambilan keputusan. Menurut ASCA (American School Conselor Association) Konseling adalah hubungan tatap muka yang bersifat rahasia, penuh dengan sikap penerimaan dan pemberian kesempatan dari konselor kepada klien. Konselor mempergunakan pengetahuan dan keterampilannya untuk membantu klien mengatasi masalah-masalahnya. Menurut Division of Conseling Psychology Konseling merupakan suatu proses untuk membantu individu mengatasi hambatanhambatan perkembangan dirinya dan untuk mencapai perkembangan yang optimal kemampuan pribadi yang dimilikinya, proses tersebut dapat terjadi setiap waktu. Menurut Blocher dalam Shertzer & Stone (1969) Konseling adalah membantu individu agar dapat menyadari dirinya sendiri dan memberikan reaksi terhadap pengaruh-pengrauh lingkungan yang diterimanya, selanjutnya, membantu yang bersangkutan menentukan beberapa makna pribadi bagi tingkah laku tersebut dan mengembangkan serta memperjelas tujuan-tujuan dan nilainilai untuk perilaku dimasa yang akan datang. Menurut Berdnard & Fullmer (1969) Konseling merupakan pemahaman dan hubungan individu untuk mengungkapkan kebutuhan-kebutuhan, motivasi, dan potensi-potensi yang unik dari individu dan membantu individu yang bersangkutan untuk mengapresiasikan ketiga hal tersebut. Menurut Lewis, dalam Shertzer & Stone (1974)

Konseling adalah proses mengenai seseorang individu yang sedang mengalami masalah (klien) dibantu untuk merasa dan bertingkah laku dalam suasana yang lebih menyenangkan melalui interaksi dengan seseorang yang bermasalah yang menyediakan informasi dan reaksi-reaksi yang merangsang klien untuk

mengembangkan tingkah laku yang memungkinkan kliennye berperan secara lebih efektif bagi dirinya sendiri dan lingkungannya.1 Dalam buku Psikologi Konseling dan Teknik Konseling, Abubakar Baraja mengatakan bahwa, .. Psikologi Konseling juga dikenal sebagai suatu proses yang terus menerus. Sehingga dapat dikatakan sifat dari psikologi konseling adalah Membantu... Proses yang terus menerus ini berarti berangsurnya proses pemulihan problem yang dialami individu ketika individu tersebut secara aktif berpartisipasi dalam proses konseling.2 Counseling is a psychological process and no really valid distinctions can be drawn between the activities of counseling and psychotherapy. ( Richard NelsonJones ) Buku : The Theory and Practice of Counseling Pychology Analsis : Konseling menurut Richard Nelson-Jones merupakan proses psikologi yang tidak ada bedanya dengan aktifitas psikoterapi. Dalam hal ini Richard mencoba menjelaskan bahwa tidak ada bukti yang menjelaskan perbedaan antara aktivitas konseling dengan proses psikoterapi.3

1
2

Latipun. 2006. Psikologi Konsleing. Malang : Universitas Muhammadiyah Malang Press. Ainiainiai. 2012. Perbedaan Konseling dan Psikoterapi. Diambil pada 25 September 2012 dari http://ainiainiai.blogspot.com/2012/03/perbedaan-konseling-dan-psikoterapi.html.

Anonymous. 2012. Definisi Konseling Menurut para Ahli dan Analisisnya. September 2012 dari http://www.scribd.com.

Diambil pada 24

Ruang Lingkup Psikologi Sesuai dengan penyampaian diatas mengenai telaah psikologi yang bisa saja disamakan dengan pengertian konseling, maka begitu pula ruang lingkup konseling bisa disamakan dengan telaah mengenai ruang lingkup psikologi. Kita menyadari bahwa konseling dan psikoterapi dalam beberapa hal dibedakan tetapi pada saat lain terkadang dipandang sama. Berdasarkan uraian ini kiranya antara keduanya dapat kita bedakan sebagai ramburambu pekerjaan dikatakan sebagai konseling dan psikoterapi, meskipun tidak terlalu tegas penggunaan keduanya. Blacher (dalam latipun, 2006) mengemukakan lima asumsi dasar yang secara umum dapat membedakannya dengan psikoterapi. Kelima asumsi ini adalah sebagai berikut : 1) Dalam konseling, klien tidak dianggap sebagaia orang yang sakit mental, tetapi dipandang memiliki kemampuan untuk memilih tujuan, membuat keputusan dan secara umum menerima tanggung jawab dari tingkahlakunya dan

perkembangannya di kemudian hari. 2) Konseling berfokus pada saat ini dan masa depan, tidak berfokus pada pengalaman masa lalunya. 3) Klien adalah klien, bukan pasien. Konselor bukan figur yang memiliki otoritas tetapi secara esensial sebagai guru dan patner sebagaimana mereka bergerak secara mutual dalam mendefinisikan tujuan. 4) Konselor secara moral tidak netral, tetapi memiliki nilai, perasaan dan standar untuk dirinya. Konselor tidak seharusnya menjauhkan nilai, perasaan dan standar itu dari klien, dia tidak coba menyembunyikan pada klien. 5) Konselor memfokuskan pada perubahan tingkahlaku dan bukan hanya membbuat klien menjadi sadar. Rambu-rambu yang dikemukakan Blacher ini dapat menjadi acuan dalam

penyelenggaraan konseling, yang secara khusus memiliki penekanan tertentu dibandingkan dengan praktik psikoterapi yang telah berlangsung selama ini. Ditinjau dari segi obyeknya psikologi dibedakan dalam dua golongan yang besar yaitu : a. Psikologi yang menyelidiki dan mempelajari manusia b. Psikologi yang menyelidiki dan mempelajari hewan yang umumnya disebut psikologi hewan. 4

Sampai pada waktu ini orang masih membedakan adanya psikologi yang bersifat umum dan psikologi yang khusus. Psikologi umum adalah psikologi yang menyelidiki dan mempelajari kegiatan-kegiatan atau aktifitas fisik manusia pada umumnya yang dewasa, yang normal dan berbeda (berkultur). Psikologi khusus adalah psikologi yang menyelidiki dan mempelajari segi-segi kekhususan dan aktivitas psikis manusia, a. Psikologi perkembangan yaitu psikologi yang membicarakan perkembangan psikis manusia dari masa bayi sampai masa tua. b. Psikologi sosial yaitu psikologi yang khusus membicarakan tentang tingkah laku atau aktifitas-aktifitas manusia hubungannya dengan situasi sosial. c. Psikologi pendidikan yaitu psikologi yang menguraikan kegiatan-kegiatan manusia dalam hubunganya dengan situasi pendidikan. d. Psikologi kepribadian dan tifologi yaitu psikologi yang khusus menguraikan tentang struktur pribadi manusia mengenai tipe-tipe kepribadian manusia. e. Psikopatologi yaitu yang khusus menguraikan mengenai keadaan psikis yang tidak normal.(abnormal) f. Psikologi kriminail yaitu psikologi yang khusus berhubungan dengan soal kejahatan atau kriminalitas g. Psikologi perusahaan yaitu psikologi yang khusu berhubungan dengan soal-soal perusahaan.1

Ruang Lingkup berarti persekitaran, sekitar yang ada dalam lingkungan. A. Ruang Lingkup dari segi Pelayanan: 1. Pelayanan Bimbingan Konseling di Sekolah : Keterkaitan antara bidang pelayanan bimbingan konseling dan bidang-bidang lain. Terdapat tiga bidang pelayanan pendidikan yaitu : - Bidang kurikulum dan pengajaran meliputi semua bentuk pengembangan dan kurikulum dan pelaksanaan pengajaran yaitu keterampilan, sikap dan kemampuan berkomunikasi peserta didik. - Bidang administrasi dan kepimpinan, yaitu bentuk-bentuk kegiatan perencanaan, pembiayaan, prasaraan dan saran fisik, dan pengawasan.

Latipun. 2006. Psikologi Konsleing. Malang : Universitas Muhammadiyah Malang Press.

- Bidang kesiswaan, yaitu bidang yang meliputi berbagai fungsi dan kegiatan yang mengacu kepada pelayanan kesiswaan secara individual. Tanggung Jawab Konselor Sekolah. Dalam melaksanakan tugas-tugas dan tanggung jawab, konselor menjadi pelayan bagi pencapaian tujuan pendidikan secara menyeluruh. 2. Pelayanan Bimbingan Dan Konseling di Luar Sekolah. - Bimbingan dan Konseling Keluarga. Mutu kehidupan di dalam masyarakat sebagian besar ditentukan oleh mutu keluarga. Pelayanan Bimbingan Konseling keluarga bertujuan menangani permasalahan dalam sebuah keluarga seperti penceraian dan sebagainya. - Bimbingan dan Konseling dalam Lingkungan Yang Lebih Luas. Permasalahan masyarakat juga berlaku di lingkungan perusahaan, industri, kantor-kantor dan lembaga kerja lainnya serta organisasi masyarakat seperti panti jompo, rumah yatim piatu dan lain-lain yang tidak terlepas dari masalah dan memerlukan jasa bimbingan konseling. B. Ruang Lingkup dari segi Fungsi : Memberi kemudahan dalam tindakan konseling ( pada konselor ). Fungsi Bimbingan Konseling: 1. Fungsi pemahaman. Dalam fungsi pemahaman. Terdapat beberapa hal yang perlu kita pahami, yaitu: Pemahaman tentang masalah klien. Dalam pengenalan, bukan saja hanya mengenal diri klien, melainkan lebih dari itu, yaitu pemahaman yang menyangkut latar belakang pribadi klien, kekuatan dan kelemahannya, serta kondisi lingkungan klien. Pemahaman tentang masalah klien. Pemahanman tentang lingkungan yang Lebih Luas. Lingkungan klien ada dua, ada sempit dan luas. Lingkungan sempit yaitu kondisi sekitar individu yang secara langsung mempengaruhi individu, contohnya rumah tempat tinggal, kondisi sosio ekonomi dan sosio emosional keluatga, dan lain-lain. Sedangkan lingkungan yang lebih luas adalah lingkungan yang memberikan informasi kepada individu, seperti informasi pendidikan dan jabatan bagi siswa,

informasi promosi dan pendidikan tempat lanjut bagi para karyawan, dan lain-lain.

2. Fungsi pencegahan. Fungsi pencegahan ini berfungsi agar klien tidak memasuki ketegangan ataupun gangguan tingkat lanjut dari hidupnya agar tidak memasuki hal-hal yang berbahaya tingkat lanjut, yang mana perlu pengobatan yang rumit pula. 3. Fungsi pengentasan. Dalam bimbingan dan konseling, konselor bukan ditugaskan untuk mengental dengan menggunakan unsur-unsur fisik yang berada di luar diri klien, tapi konselor mengentas dengan menggunakan kekuatan-kekuatan yang berada di dalam diri klien sendiri. 4. Fungsi pemeliharaan dan pengembangan. Fungsi pemeliharaan berarti memelihara segala yang baik yang ada pada diri individu, baik hal yang merupakan pembawaan, maupun dari hasil penembangan yang telah dicapai selama ini. Dalam bimbingan dan konseling, funsi pemeliharaan dan pengembang dilaksanakan melalui berbagai peraturan,kegiatan dan program. C. Ruang Lingkup dari segi Sasaran: 1. Perorangan / individual. Pengembangan kehidupan pribadi, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan potensi dan kecakapan, bakat dan minat, serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik. 2. Kelompok. Bimbingan dan konseling kelompok mengarahkan layanan kepada sekelompok individu. Dengan satu kali kegiatan, layanan kelompok itu memberikan manfaat atau jasa kepada sejumlah orang. D. Ruang Lingkup dari segi : 1. BK Pendidikan: Siswa, prestasi, pergaulan dll.

Pengembangan kemampuan belajar, yaitu

bidang

pelayanan

yang

membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri. 2. Bimbingan Konseling Karir: Pekerja, motivasi, dll. Pengembangan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir. E. Ruang Lingkup dari segi Sosial Budaya : Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungan sosial yang lebih luas.4

SEJARAH PSIKOLOGI KONSELING Menurut Nurgent (1981) perkembangan profesi konseling di Amerika Serikat melalui enam silsilah yang masing-masing menampilkan persepsi tersendiri terhadap peranan konselor. Babakan itu adalah : 1900 1920 : Awal dari konseling sekolah 1920 1940 : Pengaruh Pendidikan Progresif terhadap Konseling 1940 1960 : Awal dan perkembangan Konseling Psikologi 1960 1970 : Usaha Profesionalisasi 1970 1980 : Perjuangan terhadap profesionalisasi konselor 1980 ke-atas : Perlunya Kesatuan dan Keluwesan Profesional.

Pelayanan konseling di Amerika Serikat dimulai pada abad ke-20. Peranan konselor pada waktu itu ditandai dengan pelayanan bimbingan dan konseling jabatan atau pekerjaan, khususnya berkenaan dengan pemilihan, penyiapan seseorang untuk memasuki jabatan atau pekerjaan tertentu serta permasalahannya yang timbul ketika dan setelah seseorang memasuki jabatan atau pekerjaan tertentu.
4

Ari, Andika. 2011. Ruang Lingkup Bimbingan dan Konseling. Diambil pada 24 September 2012

dari http://andika-ari.blogspot.com/2011/09/ruang-lingkup-bimbingan-dan-konseling.html.

Bimbingan dan konseling jabatan mewarnai seluruh pelayanan yang dilakukan, termasuk pelayanan di sekolah-sekolah. Pada tahun 1920-an dan 1930-an pengaruh Jhon Dewey dengan pendidikan progresifnya melanda sekolah-sekolah. Progresivisme Dewey ini menekankan peranan sekolah menunjang perkembangan anak dalam segi-segi sosial, moral dan kepribadian, dan tidak semata-mata menangani masalah intelektual. Dalam kaitan ini, para pendidik yang progresif tidak menyukai pelayanan konseling yang bersifat vokasional, karena dipandang sebagai kurang melayani individu secara keseluruhan. Kemudian berkembanglah di sekolah-sekolah bimbingan pendidikan. Tujuan utama dari bimbingan ini adalah meningkatkan keterampilan hidup bagi para siswa. Dengan demikian seluruh unsur sekolah harus berperanan sebagai pendidik kejiwaan. Pada tahun 1940-an muncullah peranan psikologi humanistik (yang ditokohi oleh Carl Rogers dan kawan-kawan) terhadap pelayanan sosial yang lebih luas. Pada silsilah ini mulai berkembanglah konseling psikologi. Pada tahun 1950-an upaya konseling psikologi itu lebih menemukan bentuknya yang lebih jelas.1

Latipun. 2006. Psikologi Konsleing. Malang : Universitas Muhammadiyah Malang Press.

DAFTAR PUSTAKA

Latipun.2006. Psikologi Konseling. Malang : Universitas Muhammadiyah Malang Press. Ari, Andika. 2011. Ruang Lingkup Bimbingan dan Konseling. Diambil pada 24 September 2012 dari http://andika-ari.blogspot.com/2011/09/ruang-lingkup-bimbingan-dan-

konseling.html. Ainiainiai. 2012. Perbedaan Konseling dan Psikoterapi. Diambil pada 25 September 2012 dari http://ainiainiai.blogspot.com/2012/03/perbedaan-konseling-dan-psikoterapi.html. Anonymous. 2012. Definisi Konseling Menurut para Ahli dan Analisisnya. Diambil pada 24 September 2012 dari http://www.scribd.com.