Anda di halaman 1dari 18

TEKNIK TES TES MINAT Makalah Ini Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Teknik Tes

Dosen Pengampu : Prof. Dr. Nyoman Dantes

Disusun Oleh : M. Agus Santi Purnama ( 1011011082 ) I Putu Edi Sutarjo I Made Sumadiyasa I Wayah Handika Kadek Budi Artawan ( 1011011087 ) ( 1011011103 ) ( 1011011088 ) ( 1011011090 )

I Wayan Andika S.Putra ( 1011011105 ) I Kadek Jeri Sastrawan Surya Dewi ( 1011011122 ) ( 0911011028 )

JURUSAN BIMBINGAN KONSELING FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA 2012

KATA PENGANTAR

Puja dan puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat beliaulah kami dapat menyelesaikan makalah ini. Terselesaikannya makalah ini tidak lepas dari bantuan dan dorongan dari pihak-pihak yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam proses penyusunan dan pembuatan makalah ini. Rasa terima kasih kami sampaikan kepada Bapak dosen pembimbing Prof. Dr. Nyoman Dantes yang telah bersedia menuntun dan membantu penulis dalam pembuatan makalah ini serta narasumber dan pihak-pihak lainnya yang turut serta membantu demi terselesaikannya makalah ini sesuai dengan apa yang telah diharapkan sebelumnya. Penulis sebagai manusia yang banyak memiliki kekurangan menyadari bahwa apa yang penulis sampaikan dalam makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dalam proses penyampaiannya maupun isi atau hal-hal yang terkandung di dalamnya. Maka dari itu penulis laporan ini sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yang penulis banggakan yang bersifat membangun sehingga dapat membantu penulis untuk dapat lebih

menyempurnakan lagi makalah ini. penulis sangat berharap apa yang dalam laporan ini dapat memberikan manfaat-manfaat yang sedianya dapat berguna pagi pembaca pada umumnya dan para calon konselor pada khususnya sehingga apa yang menjadi tujuan pendidikan di Indonesia serta tujuan Bangsa Indonesia dapat tercapai sebagaimana yang diharapkan.

Singaraja, 28 Desember 2012

Penulis,

ii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................... DAFTAR ISI .................................................................................... BAB I PENDAHULUAN ............................................................... 1.1 Latar Belakang Masalah ................................................ 1.2 Rumusan Masalah .......................................................... 1.3 Tujuan ............................................................................ 1.4 Manfaat ......................................................................... BAB II PEMBAHASAN............... ................................................. 2.1 Definisi Tes Minat ......................................................... 2.2 Sejarah Singkat Tes Minat ............................................ 2.3 Jenis-jenis Tes Minat .................................................... 2.4 Ruang Lingkup Tes Minat ............................................ 2.5 Keunggulan dan Kelemahan Tes Minat ....................... BAB III PENUTUP ........................................................................ 3.1 Kesimpulan .................................................................... DAFTAR PUSTAKA .....................................................................

ii iii 1 1 2 2 2 3 3 3 4 9 13 14 14 15

iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah. Sebagai seorang konselor wajib mengetahui tentang keadaan siswa atau konseli yang dihadapinya baik itu di sekolah atau di luar sekolah. Bagi seorang konselor sekolah atau yang lebih sering kita sebut dengan guru BK sangat penting untuk mengetahui tentang peserta didiknya yaitu siswa di sekolah tempat dia bertugas. Untuk dapat mengetahui siswanya lebih lanjut seorang guru BK atau konselor sekolah dapat melakukan berbagai cara untuk dapat memperoleh data-data tentang siswanya tersebut. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan melakukan tes. Tes terdiri dari berbagai macam tes tergantung dari maksud dan tujuan pelaksanaan tes tersebut, misalnya tes IQ digunakan untuk mengukur tingkat intelegensi dari seorang siswa. Selain tes IQ juga terdapat bentuk tes lainnya seperti yang dijelaskan tadi. Dan pada kesempatan kali ini kita akan membahas tes minat yang merupakan salah satu teknik tes yang dapat digunakan oleh seorang guru BK dalam melaksanakan tugasnya di sekolah dalam upaya pengumpulan data tentang minat siswa yang diasuhnya. Namun seorang guru BK sebelum melakukan tes minat tersebut ia harus mengetahui apa itu tes minat, jika seorang guru BK tidak mengetahuinya maka akan terjadi kesalahan dalam pelaksanaan tes minat tersebut. Oleh sebab itulah kami akan menjelaskan sedikit mengenai tes minat.

1.2. Rumusan Masalah. Berdasarkan apa yang terdapat pada latar belakang masalah, maka yang menjadi rumusan masalah di sini adalah : Apa itu tes minat ? Bagaimana awal mula tes minat? Apa saja jenis-jenis tes minat ? Apa yang menjadi ruang lingkup tes minat ?

Apa saja keunggulan dan kelemahan tes minat ?

1.3. Tujuan. Berdasarkan apa yang terdapat dalam latar belakang dan rumusan masalah maka yang menjadi tujuan penulisan makalah ini adalah : Untuk menjelaskan tentang tes minat. Memberi pemahaman kepada pembaca tentang tes minat. Untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Teknik Tes.

1.4. Manfaat. Sesuai dengan apa yang terdapat dalam latar belakang masalah, rumusan masalah dan tujuan, maka manfaat penulisan makalah ini adalah sebagai berikut : Dapat memberikan pemahaman kepada pembaca tentang tes minat. Terselesaikannya tugas mata kuliah Teknik Tes pada Jurusan Bimbingan Konseling FIP Undiksha.

BAB II PEMBAHASAN

1.1. Definisi Tes Minat. Hakikat dan kekuatan dari minat dan sikap seseorang merupakan aspek penting kepribadian, karakteristik ini secara material mempengaruhi prestasi, pendidikan dan pekerjaan, hubungan antar pribadi, kesenangan yang didapatkan seseorang dari aktivitas waktu luang, dan fase-fase utama lain dari kehidupan sehari-hari. Studi tentang minat mendapat dorongan terkuat dari penaksiran pendidikan dan karier. Meskipun lebih sedikit kadarnya pengembangan tes dalam area ini juga dirangsang oleh seleksi dan klasifikasi pekerjaan. Pada dasarnya ahli psikologi sepakat bahwa minat dipandang sebagai aspek kognitif yang sama sekali berbeda dengan aspek kognitif. Sebagai konsekuensinya, untuk mengetahui minat seseorang digunakan instrument ( yang antara lain berupa tes ) yang harus tidak mengungkap aspek kognitif yang biasanya disebut dengan kemampuan. Menurut perspektif belajar sosial, minat sebagai hasil dari perbedaan reinforcement untuk aktivitas yang dilakukan dengan memasangkan imitasi dan modeling dari orang yang penting berpengaruh terhadap individu tersebut. Selain itu, menurut peranan hereditas, terdapat minat yang sama

antara orang tua dan anak, orang yang berjenis kelamin yang sama dibanding dengan yang berjenis kelamin yang berbeda. Akan tetapi, minat itu sendiri bisa berubah pada seseorang meskipun telah dewasa.

1.2. Sejarah Singkat Tes Minat. Sejarah tes minat dimulai pada tahun 1921 dengan diterbitkannya tes minat yang pertama, yakni Carnegie Interest Inventory. Pada waktu buku tebal yang sampai saat ini dipandang sebagai sumber informasi utama tes psikologi Mental Measurement Yearbook pertama kali diterbitkan tahun 1939, ternyata di dalamnya terdapat 15 macam tes minat.

1.3. Jenis-jenis Tes Minat. JVIS ( Jackson Vocational Inventory Survey ). Item - item dalam JVIS berbentuk forced-choice. Terdiri dari 34 skala, meliputi 26 work roles dan 8 work styles. Tes inventori ini dapat digunakan untuk laki-laki maupun perempuan. KPR-V ( Kuder Preference Record-Vocational ). Menggunakan bentuk forced-choice yang terdiri dari 3 alternatif dalam setiap item. Responden diminta untuk menunjukkan aktivitas yang paling disukai dan paling tidak disukai dari tiga alternatif aktivitas tersebut. Tes ini menggunakan 10 areaminat, yaitu : Outdoor, Mechanical, Computational, Scientific, Persuasuve, Artistic, Literary, Musical, Social Service, dan Clerical. CAI ( Career Assesment Inventory ). Didesain khusus untuk orang-orang yang mencari karir yang tidak membutuhkan pendidikan perguruan tinggi atau pelatihan profesi

lanjutan. CAI dipusatkan pada keahlian perdagangan, kerja klerikal, dan teknisi dan pekerjaan semi profesional. Tes ini terdiri dari 305 item yang dapat dikelompokkan dalam 3 kategori berdasarkan isinya yaitu: aktivitas-aktivitas, jurusan sekolah, dan nama-nama pekerjaan, Ada lima alternatif pilihan jawaban yang disediakan yaitu dari "sangat menyukai"sampai "sangat tidak menyukai". RM ( The Rotwell-Miller Interest Blank ). Tes ini disusun untuk mengukur interest seseorang berdasarkan sikap seseorang terhadap suatu pekerjaan. Material tes ini merupakan suatu formulir yang berisikan suatu daftar pekerjaan yang disusun menjadi 9 kelompok dengan kode huruf dari A sampai I, dan dibedakan antara pria dan wanita. Masing-masing kelompk terdiri dari 12 jenis pekerjaan yang masing-masing mewakili kategori tertentu, yaitu : Outdoor, Mechanical, Computational, Scientific, Personal Contact, Aesthetic, Literary, Musical, Social Service, Clerical, Practical dan Medical. Hal-hal yang merupakan kekhususan dari tes ini adalah : Dapat dimasukkan dalam susunan battery tes.

Lebih mudah dibacakan oleh testee. Tugas pengisian tes ini dapat menimbulkan minat testee dan kerja sama yang bersifat aktif. Skor dapat disusun lebih cepat. Lebih cocok apabila diberikan pada orang dewasa. Hasil keseluruhan dari tes akan memperlihatkan pola minat testee.

Material tes ini berisikan suatu daftar pekerjaan yang disusun menjadi 9 kelompok dengan kode huruf dari A sampai I, dan dibedakan antara pria dan wanita. Masing-masing kelompok terdiri dari 12 jenis pekerjaan, yang masing-masing mewakili kategori pekerjaan tertentu, adapun ke 12 kategori tersebut : a. Out Door Pekerjaan yang aktivitasnya dilakukan di luar atau di udara terbuka atau pekerjaan yang tidak berhubungan dengan hal-hal yang rutin sifatnya. Untuk Laki-laki / Pria: Petani, petani tanaman hias, penjaga hutan, juru ukur, penyelidik, ahli sortir kulit, nelayan, sopir pengangkutan. Untuk Wanita : Pekerjaan pertanian, guru pendidikan jasmani ( guru olah raga ), pramugari, ahli pertamanan, pembina keolahragaan, peternak, peternak ayam, petani bunga, tukang kebun. b. Mechanical. Pekerjaan yang berhubungan dengan atau menggunakan mesin, alat-alat dan daya mekanik. Untuk Laki-laki / Pria: Insinyur Sipil, ahli pembuat alat-alat, tukang bubut, tukang listrik, montir, instalator, pembuat arloji, montir radio, tukang las. Untuk Wanita : Pengemudi kendaraan militer, petugas assembling ( perakit ) alatalat, petugas mesin rajut, petugas pompa bensin, ahli reparasi jam,

ahli gosok lensa, petugas mesin sulam, ahli reparasi permata, operator mesin kaos kaki. c. Computational. Pekerjaan yang berhubungan dengan angka-angka, berhitung, estimasi. Untuk Laki-laki / Pria: Akuntan, ahli statistik, auditor, penaksir pajak pendapatan, guru matematika, pembantu kasir, kasir, juru bayar, petugas pajak. Untuk Wanita : Akuntan, pegawai, urusan gaji, auditor, petugas mesin hitung, guru ilmu pasti, kasir ahli tatabuku, juru bayar, pegawai pajak. d. Scientifiec. Pekerjaan yang berhubungan dengan keaktifan dalam analisa dan penyelidikan, eksperimen, kimia dan ilmu pengetahuan pada umumnya. Untuk Laki-laki / Pria: Ilmiawan, insinyur kimia industri ahli metereologi, ahli biologi, ahli pertanian, ahli botani, ahli astronomi, ahli geologi, asisten laboratorium. Untuk Wanita : Ilmiawati, insinyur kimia industri ahli metereologi, ahli biologi, ahli pertanian, ahli botani, ahli astronomi, ahli geologi, asisten laboratorium. e. Personil Contact. Pekerjaan yang berhubungan dengan manusia, atau suatu pekerjaan yang membutuhkan kontak dengan orang lain. Untuk Laki-laki / Pria: Manajer bidang penjualan, penyiar radio, salesman, agen biri iklan, petugas wawancara keliling, juru lelang, petugas hubungan, kemasyarakatan, salesman asuransi. Untuk Wanita :

Penjual hasil mode, penyiar radio, salesgirl, agen iklan, petugas wawancara, pedagang keliling, peraga alat-alat kosmetik, petugas humas, peraga bahan- bahan yang dijual ( sales demonstrator ). f. Aesthetic. Pekerjaan yang berhubungan dengan hal-hal yang bersifat seni atau mencipta sesuatu Untuk Laki-laki / Pria: Seniman, artis komersil, arsitek, decorator interior, perancang perhiasan, pemotret / fotografer, peata panggung, peata etalase, perancang motif tekstil. Untuk Wanita : Seniwati, artis komersil, guru kesenian, arsitek, decorator interior, perancang pakaian, pemotret/ fotografer, peata panggung, peata etalase, perancang motif tekstil. g. Literary. Pekerjaan yang berhubungan dengan buku-buku, kegiatan membaca dan mengarang Untuk Laki-laki / Pria: Wartawan, pengarang, penulis drama, ahli sejarah, ahli

perpustakaan, penulis majalah, kritikus buku, penulis sandiwara radio, penyair. Untuk Wanita : Wartawan, pengarang, penulis drama, ahli sejarah, ahli

perpustakaan, penulis majalah, kritikus buku, penulis sandiwara radio, penyair. h. Musical. Minat memainkan alat-alat musik, atau yang berhubungan dengan musik. Untuk Laki-laki / Pria: Pianis konser, dirigen orkes, komponis, kritikus musik, guru musik, pemain orgen, ahli pustaka musik, pemimpin / pemain musik band, pramuniaga toko musik. Untuk Wanita :

Pianis konser, dirigen orkes, komponis, kritikus musik, guru musik, pemain orgen, ahli pustaka musik, pemimpin / pemain musik band, pramuniaga toko musik. i. Social Service. Pekerjaan yang berhubungan dengan minat terhadap kesejahteraan penduduk, dengan keinginan untuk menolong, membimbing / menasehati tentang problem dan kesulitan mereka, keinginan untuk mengerti orang lain, dan hal-hal yang berhubungan dengan pelayanan. Untuk Laki-laki / Pria: Guru SD, psikolog/ psikolog pendidikan, kepala sekolah, pekerja sosial, pembina rohani, organisator kepramukaan, ahli penyuluh jabatan, petugas kesejahteraan sosial. Untuk Wanita : Guru SD, psikolog/ psikolog pendidikan, kepala sekolah, pekerja social, pembina/penyebar rohani, petugas palang merah, ahli penyuluh jabatan, petugas kesejahteraan sosial. j. Clerical. Minat terhadap tugas-tugas rutin yang menuntut ketepatan dan ketelitian. Untuk Laki-laki / Pria: Manajer bank, sekretaris perusahaan, pegawai kotapraja, pegawai asuransi, petugas arsip, petugas pengiriman barang, pegawai kantor, pegawai pos, petugas ekspedisi (surat). Untuk Wanita : Sekretaris pribadi, juru ketik, resepsionis, penulis steno, pegawai bank, pegawai kantor, pegawai kantor pos, petugas arsip, penyusun arsip. k. Practical. Minat terhadap pekerjaanpekerjaan yang praktis, karya

pertukangan, dan yang memerlukan keterampilan Untuk Laki-laki / Pria:

Tukang kayu, ahli mebel, tukang cat, tukang batu, petugas mesin perkayuan, tukang plester tembok, tukang ledeng, tukang sepatu. Untuk Wanita : Modiste, pembuat pot keramik, ahli penata rambut, penjilid buku, tukang bungkus cokelat, pengurus rumah tangga, tukang binatu, penjahit, petugas mesin sulam, juru masak. l. Medical. Minat terhadap pengobatan, mengurangi dan penyembuhan dalam bidang medis. Untuk Laki-laki / Pria: Dokter, ahli bedah, dokter hewan, ahli farmasi / apoteker, dokter gigi, ahli kacamata, ahli rontgen, ahli physiotherapy, mantri kesehatan, perawat. Untuk Wanita : Dokter, ahli bedah, dokter hewan, ahli farmasi / apoteker, dokter gigi, therapist, ahli rontgen, ahli physiotherapy, perawat. SCII ( Strong-Campbell Interest Inventory ). Sebuah instrumen tes konseling kejuruan digunakan untuk mengungkap preferensi karir sesuai dengan kepentingan individu dalam karir. The instrument has a strong database and gives a wide variety of careers to consider, but without regard to a person's specific personality type. Instrumen ini memiliki database yang kuat dan memberikan berbagai karir untuk mempertimbangkan, tetapi tanpa memperhatikan tipe kepribadian tertentu seseorang.

1.4. Ruang Lingkup Tes Minat. Pada umumnya hasil tes minat dan nilai digunakan dalam 4 bidang terapan, yaitu konseling karier bagi siswa sekolah lanjutan, konseling pekerjaan, bagi karyawan, penjurusan siswa sekolah lanjutan atau mahasiswa, dan perencanaan bacaan dalam pendidikan Perlu dan latihan.

dicatat bahwa berdasarkan pengamatan, jarang ditemui suatu hasil

tes minat digunakan secara ekslusif dengan mengabaikan hasil pengukuran

terhadap aspek kognitif dan aspek non - kognitif yang lain, yakni tes intelegensi, tes bakat atau pun tes kepribadian. Berturut-turut ke 4 bidang penerapan itu dibahas secara ringkas, yaitu : Konseling pekerjaan. Hasil tes minat dan nilai digunakan dalam konseling pekerjaan untuk karyawan-karyawan yang telah bekerja dalam perusahaan atau bidang pekerjaan yang lain. Dalam hal ini fungsi tes minat adalah untuk mengecek konsistensi antara tugas pekerjaan yang telah terlanjur dijalani dengan pilihan pekerjaan yang disukai. Persoalan yang sering kali muncul adalah ketidakcocokan antara keduanya. Seorang karyawan yang telah bekerja merasa tidak menyukai pekerjaan yang diberikan padanya. Tentu saja hal ini akan berakibat buruk pada karier pekerjaan selanjutnya. Tes minat dan nilai dapat segera dikenakan kepada karyawan yang mulai menunjukkan perasaan bosan dengan pekerjaannya agar dia dapat dipindahkan ke bidang pekerjaan yang lebih cocok baginya. Selain itu, tes minat dapat digunakan dalam rangka peningkatan efisiensi perusahaan dan kepuasan kerja karyawan Konseling karier. Hasil tes minat dan nilai digunakan dalam konseling karir untuk siswa sekolah, khususnya sekolah umum ( SMA ) pada tahun-tahun pertama mereka menginjakkan kaki di bangku sekolah. Walaupun demikian, hasil tes minat dan nilai dapat digunakan untuk siswa sekolah kejuruan yang merencanakan untuk segera bekerja setelah lulus. Selain itu, konseling karir dapat digunakan bagi orang-orang putus sekolah lanjutan yang sedang mencari pekerjaan yang cocok bagi mereka dalam waktu yang dekat. Kegunaan hasil tes minat dan nilai bagi siswa SMU adalah untuk menunjukkan bidang-bidang pekerjaan secara umum dan luas agar mereka segera mempersempit berbagai alternatif bidang pekerjaan dan memfokuskan diri pada beberapa bidang yang jelas.

10

Dalam

konseling

karir, terdapat

inventor

yang

dikembangkan yaitu:

dan mencerminkan 3 perubahan - perubahan utama,

a. Perubahan ini berkaitan dengan meningkatnya penekanan pada eksplorasi diri. Semakin banyak instrumen memberikan

kesempatan bagi individu untuk mempelajari hasil-hasil tes terinci dan menghubungkannya dengan informasi pekerjaan serta data lain tentang kualifikasi dan pengalaman pribadi. b. Perubahan kedua dan yang terkait memperhatikan sasaran pengukuran minat . Dewasa ini, ada lebih banyak penekanan pada perluasan pilihan- pilihan karier yang terbuka bagi individu. Istilah" Validitas eksplorasi" digunakan untuk menamai efek yang bisa dimiliki oleh minat dalam kaitan dengan peningkatan perilaku yang merupakan instrumen bagi penyelidikan karir. Jadi inventori minat dan juga program-program orientasi karier lebih komprehensif yang digunakan untuk mengakrabkan individu dengan pekerjaan yang cocok, yang mungkin juga tidak diperkenalkan, tidak akan ia pertimbangkan. c. Perubahan penting ketiga terkait dengan perluasan pilihan-

pilihan karier ini, perubahan ini berkaitan dengan keprihatinan tentang keadilan terhadap jenis kelamin ( seks primer ) inventori minat. Secara umum, inventori minat membandingkan minat yang diungkapkan dari seseorang individu dengan minat orang-orang pada umumnya dalam pekerjaan yang berbeda. Jika ada kesenjangan yang besar dalam proporsi pria dan wanita. Pada sejumlah pekerjaan, seperti teknik atau keperawatan, perbedaanperbedaan ini cenderung dengan satu atau lain cara

mempengaruhi interpretasi hasil- hasil yang didapatkan oleh pria dan wanita pada inventori minat. Karena alasan ini, berbagai diskusi dan usaha penelitian telah

diarahkan pada cara-cara mengurangi bias seks yang mungkin terjadi dalam inventori minat.

11

Perencanaan bacaan pendidikan. Buku-buku bacaan di sekolah ( SD,SMP,SMA ) dan Perguruan Tinggi kadang- kadang tidak disukai oleh para siswa dan mahasiswa karena dipandang tidak relevan atau tidak sesuai dengan bidang minatnya. Dalam sistem pendidikan klasikal, tes minat dan nilai dapat dimanfaatkan untuk mengetahui materi bacaan yang tepat bagi siswa agar prestasi mereka juga meningkat. Dengan kata lain, tes minat dan nilai berfungsi untuk memilih jenis-jenis bacaan yang disukai oleh mayoritas siswa. Dalam skala yang lebih besar, hasil tes minat dan nilai dapat diterapkan untuk perencanaan pemilihan dan penerbitan buku-buku bacaan yang lebih disukai oleh siswa pada suatu daerah atau propinsi tertentu. Tentu saja jika hal ini dilakukan dengan cara pemilihan sampel yang tepat dan representatif. Perencanaan buku- buku bacaan yang tepat diharapkan mampu mengenalkan bidang-bidang pekerjaan yang tersedia di suatu daerah secara dini terhadap siswa-siswa sekolah khususnya siswa sekolah dasar dan siswa lanjutan. Penjurusan siswa. Pada prinsipnya penjurusan siswa di sekolah lanjutan merupakan penempatan siswa pada jurusan-jurusan atau program-program studi yang tersedia. Dengan demikian pertama-tama siswa sudah diterima pada suatu jenjang sekolah tertentu misalnya melalui sistem seleksi dengan menggunakan tes intelegensi kemudian dilakukan pengukuran dan terhadap tes bakat. Barulah minatnya untuk

menempatkan setiap siswa pada suatu jurusan atau program studi yang tepat berdasarkan hasil pengukuran tadi. Macam tes minat yang digunakan tergantung dari keluasan jurusan atau program studi yang tersedia. Jika jurusan atau program studi terbatas misalnya 2-3 saja, maka sebaiknya kita tidak menggunakan tes minat yang mengukur minat seseorang secara luas. Lebih tepat jika kita hanya menggunakan tes minat yang sesuai dengan jurusan atau program studi yang benar-benar ada. Hal ini dipandang efisien karena

12

siswa tidak perlu mengerjakan semua item pada semua bagian tes, tetapi cukup mengerjakan item dan bagian tes yang relevan. Contoh strategi seperti ini adalah pada penempatan siswa-siswa SMK yang memiliki 3 jurusan, yaitu mesin, elektro dan bangunan.

1.5. Keunggulan dan kelemahan tes minat. Berikut adalah keunggulan dan kelemahan tes minat menurut John L. Holland. Keunggulan. Alat tes ini arahnya sudah jelas yaitu yang terfokus pada mengukur minat seseorang. Dengan alat tes ini dapat diketahui karakteristik yang dimiliki oleh individu. Menunjuk pada taraf inteligensi yang memungkinkan tingkat pendidikan sekolah tertentu. Pandangan Holland sangat relevan bagi bimbingan karier dan konseling karier di institusi pendidikan untuk jenjang pendidikan menengah dan masa awal pendidikan tinggi. Kelemahan. Dalam mengerjakan alat tes Holland tesste menjawabnya dengan facking. Dalam menjawab alat tes Holland bisa terjadi bias dalam menjawabnya. Terdapat batasan usia dalam mengerjakan tes. Karena banyaknya jumlah tes yang dikerjakan maka dapat menyebabkan testee malas dalam mengerjakannya. Dalam teori ini adalah kurang ditinjau proses perkembangan yang melandasi keenam tipe kepribadian dan tidak

menunjukan fase-fase tertentu dalam proses perkembangan itu serta akumulasi rentang umur.

13

BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan. Sejarah tes minat dimulai pada tahun 1921 dengan diterbitkannya tes minat yang pertama, yakni Carnegie Interest Inventory. Dan tes minat itu sendiri terdiri dari berbagai macam diantaranya JVIS ( Jackson Vocational Inventory Survey ), KPR-V ( Kuder Preference Record-Vocational ), CAI ( Career Assesment Inventory ), RM ( The Rotwell-Miller Interest Blank ), SCII ( Strong-Campbell Interest Inventory ). Dan penerapan tes ini adalah pada konseling pekerjaan, konseling karir, perencanaan bacaan pendidikan dan penjurusan siswa. Selain itu tes minat ini juga memiliki kekurangan dan kelebihan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

14

DAFTAR PUSTAKA

Retno. 2010. Tes Minat. Diunduh dari http://www.scribd.com/document_ downloads/direct/26654962?extension=pdf&ft=1356710075&lt=135671368 5&uahk=FwsPoF7MrZU0nhUuVcRn4JREiKA pada 28 Desember 2012. Anonimous. 2011. Makalah Tes Minat dan Nilai. Diunduh dari

http://www.scribd.com/document_downloads/direct/58407041?extension=p df&ft=1356713767&lt=1356717377&uahk=uBj5NOrI+E8bU066bKsiOq7t K8o pada 28 Desember 2012.

15