Anda di halaman 1dari 3

ANALISA PERKEMBANGAN LAYANAN M-GOVERNMENT DI INDONESIA

Putri Dyah Lestari (3B 1093074), 2Aan Nurcholis M(3C 1093085), 3 Herlin Dian Febriani(3C 1093106), Jurusan Teknik Informatika Politeknik Pos Indonesia

putri.dyahlestari@yahoo.com 2annur.awal@gmail.com 3herlindianf@gmail.com

E-Government merupakan salah satu teknologi yang saat ini sedang banyak dikembangkan oleh pemerintah di Indonesia. E-Government berfungsi untuk memberikan informasi mengenai kepemerintahan, sedangkan mGovernment merupakan salah satu teknologi penerapan e-Government pada media piranti bergerak (mobile), termasuk penggunaan layanan dan aplikasi dari pemerintah. Melihat kecenderungan sikap orang Indonesia, maka aplikasi yang terbaik yang bisa digunakan adalah dengan memanfaatkan layanan SMS yang dikirimkan secara serentak (broadcast). Bila digunakan dengan sebaik-baiknya, teknologi ini tentunya akan membawa manfaat baik bagi pemerintah (memudahkan membagikan informasi) dan masyarakat (kemudahan mendapat informasi). Pada laporan ini akan dibahas mengenai analisa perkembangan m-Government di Indonesia. Analisa disini termasuk penjelasan mengenai beberapa masalah yang dihadapi dalam pengembangan m-Government dan juga pembahasan mengenainya. Semoga dapat menjadi evaluasi bagi pemerintah untuk kemajuan di kemudian harinya. Kata kunci : M-Government,

1.Pendahuluan 1.1 Latar Belakang E-Government merupakan salah satu teknologi berupa website yang saat ini sedang banyak dikembangkan oleh pemerintah di Indonesia. E-Government berfungsi untuk memberikan informasi mengenai kepemerintahan. Namun, dalam penggunaannya dirasakan masih kurang praktis dan belum dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Mengapa? Karena pada kenyataannya masyarakat Indonesia belum seluruhnya dapat merasakan fasilitas internet yang tentunya dibutuhkan untuk membuka e-Government. Salah satu solusi dalam menjawab permasalahan ini adalah dengan adanya Mobile Government atau lebih dikenal dengan m-Government. Suatu layanan yang lebih praktis karena dapat digunakan dimana saja (mobile). Hal ini dapat menjadi solusi karena adanya kecenderungan masyarakat Indonesia saat ini yang lebih menyukai segala sesuatu yang tidak rumitsimple- dan memiliki banya kegunaan. Contohnya saja dalam pemilihan piranti keras yang tidak sulit digunakan dan multifungsi seperti handphone. M-Government memiliki banyak manfaat tentunya juga memiliki hambatan-hambatan dalam pengimplementasiannya. Namun, meskipun begitu tak mengurangi sedikit pun manfaat dari aplikasi mGovernment. 1.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang diatas maka batasan masalah dalam Analisa Pengembangan mGovernment di Indonesia adalah sebagai berikut: 1. Belum banyak masyarakat yang mengetahui keberadaan m-Government 2. Layanan daripada m-Government (contoh : SMS informasi) belum menjangkau masyarakat secara keseluruhan 3. Content dari m-Government dirasakan kurang menarik 1.3 Tujuan Tujuan dari analisa pengembangan Government di Indonesia adalah: m-

1. M-Government dapat disosialisasikan sehingga masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas m-Government 2. M-Government dapat menjangkau seluruh masyarakat Indonesia secara merata 3. M-Government dapat memberikan informasi yang menarik dan up-to-date

2. Landasan Teori 2.1 E- Government E-Government atau electronic government adalah aplikasi teknologi informasi dan komunikasi untuk memperbaiki produktivitas legislasi, peradilan dan administrasi. 2.2 M-Government M-Government atau mobile government merupakan penerapan e-Government pada media piranti bergerak (mobile), termasuk penggunaan layanan dan aplikasi dari pemerintah yang hanya mungkin digunakan pada telepon seluler, notebook/laptop, PDA (Personal Digital Assitants), dan infrastruktur jaringan internet nirkabel. Ada beberapa manfaat dari m-Government diantaranya : 1. Peningkatan produktivitas pegawai lembaga pelayanan masyarakat, karena memungkinkan petugas pelayanan umum untuk memasukkan data ke dalam sistem secara langsung ketika sedang bekerja di lapangan. Dengan demikian waktu untuk pengumpulan data dan tingkat kesalahan pencatatan data di lapangan akan berkurang. 2. Peningkatan efektivitas kerja pegawai lembaga pelayanan masyarakat. Dengan memanfaatkan aplikasi m-Government para pegawai pemerintah dapat membawa dokumen dalam bentuk digital, sehingga jauh lebih mudah dari pada membawa dokumen dalam bentuk kertas. Dengan demikian secara tidak langsung kan meningkatkan efektivitas kerja pegawai pemerintah. 3. Memperbaiki penyampaian informasi dan layanan dari pemerintah, maka pemerintah dapat menyampaikan informasi dan layanannya kapan dan dimana pun masyarakat berada 4. Meningkatkan sarana untuk interaksi antara masyarakat dan pemerintah. Aplikasi ini dapat juga menjadi sarana interaksi semua stakeholder dalam pemerintahan misalnya lembaga pelayanan masyarakat, pembuat kebijakan, wakil rakyat dan lain sebagainya. 5. Memungkinkan partisipasi yang lebih dari masyarakat. Dengan mengurangi waktu dan upaya untuk komunikasi maka m-Government akan mendorong pemerintah untuk membuat bentuk komunikasi lainnya misalnya e-voting, partisipasi masyarakat terhadap debat politik, serta pengiriman keluhan dan pertanyaan kapada pemerintah. 3. Metode Penelitian Pengumpulan data dilakukan dengan cara studi kepustakaan, baik bersumber dari blog juga website. Pencarian difokuskan pada kata kunci m-Government dan penerapannya. 4. Pembahasan E-Government yang awalnya diharapkan dapat menjadi salah satu teknologi yang dapat menjadi sarana pemberian informasi dari pemerintah kepada masyarakatnya. Namun, banyaknya kendala yang dihadapi membuat pengimplementasiannya tidak dapat memenuhi harapan. Sejak dicanangkan melalui Inpres Nomor 3 tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government, implementasi egovernment berbasis internet berjalan terseok-seok, lamban dan belum mengembirakan. Kendalanya banyak mulai dari penetrasi PC dan internet yang rendah, tarif yang mahal, bandwidth yang susah, SDM yang payah, dana yang cekak sampai dengan regulasi yang belum memadai. Pengguna internet di Indonesia menurut catatan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) baru pada angka 20 juta atau 8,91% dari jumlah penduduk Indonesia, kalah jauh dengan pengguna seluler yang sudah mencapai angka 69,68 juta atau sekitar 31,10 % penduduk Indonesia (worldbank, 2007). Angka ini tentu akan terus meningkat. Dipandang dari segi kepraktisan bagi pengguna, seluler memang lebih unggul daripada PC (Personal Computer) atau laptop sekalipun. Handphone lebih murah, lebih ringan dan bisa dibawa kemana-mana bahkan bisa dimasukkan ke dalam saku. Hal inilah yang menjelaskan mengapa tingkat penetrasi handphone lebih cepat daripada PC atau Laptop. Handphone tidak lagi menjadi barang yang mewah, melainkan telah menjadi kebutuhan dan perlengkapan sehari-hari. Handphone telah digunakan secara masal oleh warga masyarakat baik di kota maupun di desa. Oleh karena itu, m-Government bisa menjadi solusi dari kekurangan dalam penerapan eGovernment. Namun, meskipun memiliki banyak manfaat tentunya memiliki hambatan-hambatan pula dalam pengimplementasiannya. Ada beberapa hambatan-hambatan yang harus dihadapi, diantaranya biaya, pada awal pengimplementasian tentu akan membutuhkan biaya yang sangat besar. Selain itu, ada pula pandangan orang kebanyakan mengenai telepon seluler. Banyak orang yang lebih menganggap telepon genggam sebagai alat komunikasi semata (SMS dan voice call).

Peluang inilah yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah untuk menarik minat masyarakat agar dapat lebih mengenal pemerintahnya. Ada beberapa negara yang telah berhasil menerapkan sistem pelayanan dengan menggunakan SMS, contohnya di Filipina warga salah satu daerah bisa mendapatkan sertifikasi kependudukan hanya melalui SMS. Di Jerman, pemerintah Kota Berlin menyediakan mobile office yang menyediakan layanan publik bagi warga kota berupa pengurusan berbagai keperluan seperti ijin tinggal, kartu identitas, SIM, paspor, dan lain sebagainya. Di Singapura banyak layanan pemerintahan yang diberikan melalui SMS berupa pemberitahuan mengenai informasi yang penting bagi penduduk mulai dari peringatan bahwa paspor mereka akan habis masa berlakunya sampai dengan jumlah pajak yang harus segera dibayar. Di Indonesia sendiri sebenarnya beberapa pemerintah provinsi seperti Pemerintah Propinsi Gorontalo sudah mulai menerapkannya. Di Gorontalo undangan rapat dinas tidak lagi melalui selembar kertas tapi cukup dikirim melalui SMS. Jelas hal ini akan menghemat biaya dan waktu dan tenaga karena udangan yang disampaikan melalui selembar kertas memerlukan petugas dan waktu untuk mengantar, sementara SMS akan tiba seketika saat dikirim. Apabila pemerintah Indonesia ingin menerapkan m-Government, Indonesia telah memiliki banyak acuan sebagai contoh pengimplementasian, namun yang perlu diperhatikan adalah seluruh masyarakat berhak untuk mendapatkan informasi dari pemerintah. Selain itu, sebaiknya isi dari informasi tersebut benar, menarik dan juga up-to-date.

DAFTAR PUSTAKA [ 1 ] Penerapan Mobile Government untuk Pelayanan Publik, http://birokrasi.kompasiana.com/2010/06/08/pe nerapan-mobile-government-untuk-pelayananpublik/ diakses pada tanggal 5 Januari 2012 [ 2 ] Mobile Government, http://santus.files.wordpress.com/2007/02/mobil e-government.pdf diakses pada tanggal 5 Januari 2012 [ 3 ] Model Pelayanan Publik Menggunakan MGovernment, http://rinoan.staff.uns.ac.id/2008/09/28/modelpelayanan-publik-menggunakan-m-government/ diakses pada tanggal 4 Januari 2012

5. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis kesimpulan sebagai berikut : dapat ditarik

Penerapan m-government berbasis SMS memang harusnya jadi pilihan inovatif dalam penyelenggaraan pelayanan publik di Indonesia saat ini. Dibanding dengan penerapan e-government berbasis internet, m-government berbasis SMS memiliki sejumlah keunggulan dan kemudahan dalam penerapannya.