Anda di halaman 1dari 29

KATA PENGANTAR Alhamdulillah dan puji syukur kehadirat Allah SWT.

Kami ucapkan atas terwujudnya makalah anatomi ini. Tanpa Ridho dan kasih sayang serta petunjuk dari-nya mustahil makalah ini dapat dirampungkan. Makalah ini disusun sebagai panduan untuk para mahasiswa atau umum. Besar harapan kami makalah ini dapat digunakan oleh para mahasiswa dan mahasiswi sebagai panduan dan pegangan dalam mempelajari tentang sistem kulit . juga merupakan harapan kami bahwa dengan hadirnya buku ini akan mempermudah para mahasiswa dalam proses belajar. Akhirnya sesuai dengan kata pepatah tiada gading yang tak retak kami mengharapkan saran kritik khususnya dari teman-teman mahasiswa dan bapak/ibu dosen kami. Kami juga berterimakasih kepada semua pihak yang turut membantu rampungnya makalah ini.

Bangkalan, 29 Mei 2010

Penyusun

Page | 1

DAFTAR ISI BAB I Pendahuluan.................3 1.1 1.2 1.3 1.4 BAB II 2.1 Pembahasan..5 BAB III Penutup..28 3.1 3.2 3.3 Kesimpulan.28 Saran...28 Daftar pustaka.29 Latar Belakang3 Batasan Masalah..4 Rumusan Masalah4 Tujuan dan manfaat4

Page | 2

BAB I PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang Pada hakikatnya kulit terdiri dari lapisan epidermis dan dermis. Lapisan kulit epidermis terdiri dari Lapisan basal / stratum germinativum, lap. Malpighi/ stratum spinosum. lap. Granular / s. granulosum, Lapsan tanduk / korneum.Sedangkan dermisi mengandung pembuluh darah, akar ra mbut, ujung syaraf, kelenjar keringat, dan kelenjar minyak. Kulit memiliki banyak fungsi, yang berguna dalam menjaga homeostasis tubuh. Fungsi fungsi tersebut dapat dibedakan menjadi f ungsi proteksi, absorpsi, ekskresi, persepsi, pengaturan suhu tubuh (termoregulasi), dan pembentuk an vitamin D. Fungsi kulit lainnya adalah fungsi proteksi,fungsi absorpsi,fungsi,ekskreksi,persepsi dan pengaturan suhu tubuh. Beberapa penyakit kulit antara lain,eksema infantile,psoriasis,scabies,a cne.Beberapa tehnik diagnostic gangguan system integument antara lain; biopsy kulit,patch test,pengerokan kulit,dll.

Page | 3

1.2 Rumusan Masalah 1. Bagaimanakah Konsep dan Teori tentang sistem kulit ? 2. Bagaimanakah Anatomi dan fisiologi Kulit ? 3. Bagaimanakah fungsi-fungsi kulit dalam tubuh Manusia ? 1.3 Batasan Masalah Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka batasan masalah pada makalah ini tentang anat omi dan fisiologi kulit serta fungsi-fungsinya. 1.4 Tujuan Dan Manfaat 1. Dapat mengetahui Konsep dan Teori sistem kulit 2. Memberikan pengajaran pada mahasiswa untuk mempelajari konsep kulit

Page | 4

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Konsep dan Teori Sistem Kulit Kulit manusia terdiri atas epidermis dan dermis. Kulit berfungsi sebagai alat ekskresi karen a adanya kelenjar keringat (kelenjar sudorifera) yang terletak di lapisan dermis.

ANATOMI KULIT
1. Epidermis Epidermis tersusun atas lapisan tanduk (lapisan korneum) dan lapisan Malpighi. Lapisa kor neum merupakan lapisan kulit mati, yang dapat mengelupas dan digantikan oleh sel-sel baru. Lapis an Malpighi terdiri atas lapisan spinosum dan lapisan germinativum. Lapisan spinosum berfungsi menahan gesekan dari luar. Lapisan germinativum mengandung sel-sel yang aktif membelah diri, mengantikan lapisan sel-sel pada lapisan korneum. Lapisan Malpighi mengandung pigmen melani n yang memberi warna pada kulit. Lapisan-lapisan kulit sebagai berikut : a. Lapisan basal / stratum germinativum 1. Terdiri dari selsel kuboid yang tegak lurus terhadap dermis. 2. Tersusun sebagai tiang pagar atau palisade. 3. Lapisan terbawah dari epidermis. 4. Terdapat melanosit yaitu sel dendritik yang yang membentuk melanin melindungi kulit dari sinar matahari. b. lap. Malpighi/ stratum spinosum. 1. Lapisan epidermis yang paling tebal. 2. Terdiri dari sel polygonal 3. Selsel mempunyai protoplasma yang menonjol yang terlihat seperti duri. c. lap. Granular / s. granulosum. 1.Terdiri dari butir-butir granul keratohialin yang basofilik. d. Lapsan tanduk / korneum. 1.Terdiri dari 2025 lapis sel tanduk tanpa inti.

Page | 5

Setiap kulit yang mati banyak mengandung keratin yaitu protein fibrous insoluble yang membentuk barier terluar kulit yang berfungsi: 1. Mengusir mikroorganisme patogen. 2. Mencegah kehilangan cairan yang berlebihan dari tubuh. 3. Unsure utama yang mengeraskan rambut dan kuku. Setiap kulit yang mati akan terganti tiap 3-4 minggu. Dalam epidermis terdapat 2 sel yai- tu : 1. Sel Merkel. Fungsinya belum dipahami dengan jelas tapi diyakini berperan dalam pembentukan ka lus dan klavus pada tangan dan kaki. 2. Sel Langerhans. Berperan dalam responrespon antigen kutaneus. Epidermis akan bertambah tebal jika bagian tersebut sering digunakan. Persambungan antar a epidermis dan dermis disebut rete ridge yang berfunfgsi sebagai tempat pertukaran nutrisi yang es sensial. Dan terdapat kerutan yang disebut fingers prints. Epidermis merupakan lapisan teratas pada kulit manusia dan memiliki tebal yang berbeda b eda: 400-600 m untuk kulit tebal (kulit pada telapak tangan dan kaki) dan 75-150 m untuk kulit t ipis (kulit selain telapak tangan dan kaki, memiliki rambut). Selain sel-sel epitel, epidermi-s juga te rsusun atas lapisan: a. Melanosit, yaitu sel yang menghasilkan melanin melalui proses melanogenesis. b. Sel Langerhans, yaitu sel yang merupakan makrofag turunan sumsum tulang,yang mer angsang sel Limfosit T, mengikat, mengolah, dan merepresentasikan antigen kepada s osit T. Dengan demikian, sel Langerhans berperan penting dalam imunologi kul n fungsi dengan sistem neuroendokrin difus. Keratinosit, yang secara bersusun dari lapisan paling luar hingga paling dalam sebagai berikut: 1. Stratum Korneum, terdiri atas 15-20 lapis sel gepeng, tanpa inti dengan sitoplas ma yang dipenuhi keratin. 2. Stratum Lucidum, terdiri atas lapisan tipis sel epidermis eosinofilik yang sangat gepeng, dan sitoplasma terdri atas keratin padat. Antar sel terdapat desmosom. Page | 6 it. el Limf

c. Sel Merkel, yaitu sel yang berfungsi sebagai mekanore septor sensoris dan berhubunga

3. Stratum Granulosum, terdiri atas 3-5 lapis sel poligonal gepeng yang sitoplasmanya be risikan granul keratohialin. Pada membran sel terdapat granula lamela yang mengeluar ateri perekat antar sel, yang bekerja sebagai penyaring selektif terhadap masukn , serta menyediakan efek pelindung pada kulit. 4. Stratum Spinosum, terdiri atas sel-sel kuboid. Sel-sel spinosum saling terikat dengan fi lamen-filamen ini memiliki fungsi untuk mempertahankan kohesivita (kerekatan) anta n melawan efek abrasi. Dengan demikian, sel-sel spinosum ini banyak terdapat berpotensi mengalami gesekan seperti telapak kaki. 5. Stratum Basal / Germinativum, merupakan lapisan paling bawah pada epidermis, terdi ri atas selapis sel kuboid. Pada stratum basal terjadi aktivitas mitosis, sehingga stratum bertanggung jawab dalam proses pembaharuan sel-sel epidermis secara berkesinam n. ini bunga r sel da di daerah yang kan m ya materi asing

2. Dermis
Lapisan ini mengandung pembuluh darah, akar rambut, ujung syaraf, kelenjar keringat, dan kelenjar minyak. Kelenjar keringat menghasilkan keringat. Banyaknya keringat yang dikeluarkan d apat mencapai 2.000 ml setiap hal, tergantung pada kebutuhan tubuh dan pengaturan suhu. Keringa t mengandung air, garam, dan urea. Fungsi lain sebagai alat ekskresi adalah sebgai orga-n penerima rangsangan, pelindung terhadap kerusakan fisik, penyinaran, dan bibit penyakit, serta untuk pengat uran suhu tubuh. Pada suhu lingkunga tinggi (panas), kelenjar keringat menjadi aktif dan pembuluh kapiler d i kulit melebar. Melebarnya pembuluh kapiler akan memudahkan proses pembuangan air dan-sisa metabolisme. Aktifnya kelenjar keringat mengakibatkan keluarnya keringat ke permukaan kulit de ngan cara penguapan. Penguapan mengakibatkan suhu di permukaan kulit turun sehingga-kita tidak merasakan panas lagi. Sebaliknya, saat suhu lingkungan rendah, kelenjar keringat tida-k aktid dan pembuluh kapiler di kulit menyempit. Pada keadaan ini darah tidak membuang sisa metabolisme dan air, akibatnya penguapan sangat berkurang, sehingga suhu tubuh tetap dan tubuh tidak mengalami kendinginan. Keluarnya keringat dikontrol oleh hipotamulus.

Page | 7

Dermis, yaitu lapisan kulit di bawah epidermis, memiliki ketebalan yang bervariasi bergant ung pada daerah tubuh dan mencapai maksimum 4 mm di daerah punggung. Dermis terdiri atas dua lapisan dengan batas yang tidak nyata, yaitu stratum papilare dan stratum reticular.

Stratum papilare, yang merupakan bagian utama dari papila dermis, terdiri atas jaringan ikat longgar. Pada stratum ini didapati fibroblast, sel mast, makrofag, dan leukosit yang keluar dari pembuluh (ekstravasasi).

Stratum retikulare, yang lebih tebal dari stratum papilare dan tersusun atas jaringan ikat padat tak teratur (terutama kolagen tipe I)

1. Selain kedua stratum di atas, dermis juga mengandung beberapa turunan epidermis, yaitu folikel rambut, kelenjar keringat, dan kelenjar sebacea 2. Kelenjar keringat merokrin, berupa kelenjar tubular sipleks bergelung dengan saluran bermuara di permukaan kulit. Salurannya tidak bercabang dan memiliki diameter lebih kecil dari bagian sekresinya 0,4 mm. Terdapat dua macam sel mioepitel yang mengelilingi bagian sekresinya, yaitu sel gelap yang mengandung granula sekretoris dan sel terang yang tidak mengandung granula sekretoris. 3. Kelenjar keringat apokrin, memiliki ukuran lebih besar (3-5 mm) dari kelenjar keringat merokrin. Kelenjar ini terbenam di bagian dermis dan hipodermis, dan duktusnya bermuara ke dalam folikel rambut. Terdapat di daerah ketiak dan anus.

Kelenjar sebacea, yang merupakan kelenjar holokrin, terbenam di bagian dermis dengan jumlah bervariasi mulai dari seratus hingga sembilan ratus per centimeter persegi. Sekret dari kelenjar sebacea adalah sebum, yang tersusun atas campuran lipid meliputi trigliserida, lilin, squalene, dan kolesterol beserta esternya. Pada bagian bawah dermis, terdapat suatu jaringan ikat longgar yang disebut jaringan

subkutan dan mengandung sel lemak yang bervariasi. Jaringan ini disebut juga fasia superficial, atau panikulus adiposus. Jaringan ini mengandung jalinan yang kaya akan pembuluh darah dan pembuluh limfe. Arteri yang terdapat membentuk dua plexus, satu di antara stratum papilare dan re tikulare, satu lagi di antara dermis dan jaringan subkutis. Cabang-cabang plexus tersebut mendarahi

Page | 8

papila dermis. Sedangkan vena membentuk tiga plexus, dua berlokasi seperti arteri, satu lagi di pert engahan dermis. Adapun pembuluh limfe memiliki lokasi sama dengan pembuluh arteri. Untuk mendukung fungsi kulit sebagai penerima stimulus, maka terdapat banyak ujung saraf, antara lain di epidermis, folikel rambut, kelenjar kutan, jaringan dermis dan subkutis, serta papila dermis. Ujung saraf ini tanggap terhadap stimulus seperti rabaan-tekanan, sensasi taktil, suhu tinggi/rendah, nyeri, gatal, dan sensasi lainnya. Ujung saraf ini meliputi ujung Ruffini, Vaterpacini, Meissner, dan Krause.

Kelenjar-kelenjar yang terdapat pada bagian dermis

Kelenjar keringat
MeSH Manusia memiliki 3 juta kelenjar keringat. [1] Kelenjar keringat dapat ditemukan di dermis, dekatPotong lintang seluruh lapisan kulit. Kelenjar keringat ada di tengah. permukaan luar kulit. Kebanyakan terdapat di telapak tangan dan kaki, dan tidak terdapat di bibir. Dengan aktivitas fisik yang berat dalam suhu hangat sampai panas, kelenjar akan mengeluarkan sekitar 2 liter keringat lebih banyak dari biasanya. Kulit memiliki 2 jenis kelenjar keringat: kelenjar keringat apokrin dan merokrin. Kedua jenis kelenjar ini tersusun atas sel mioepitel (dari bahasa Latin: myo-, "otot"), sel epitel khusus yang terletak antara sel kelenjar dan lamina basalis di bawahnya. Kontraksi sel mioepitel memeras Page | 9

kelenjar dan melepaskan sekret yang sudah menumpuk. Aktivitas sekretorik sel kelenjar dan kontraksi sel mioepitel dikendalikan oleh sistem saraf otonom dan hormon yang beredar dalam tub uh Di samping itu, kelenjar serumen, yang memproduksi kotoran telinga, dan kelenjar susu, sering dianggap sebagai modifikasi kelenjar keringat.

Kedua kelenjar itu nampak sebagai susunan sel yang bundar dan mengelilingi lumen di tengah. Sel yang menKelenjar keringat, yang terdiri atas kelenjar keringat merokrin dan kelenjar keringat apokrin

4. Kelenjar keringat merokrin, berupa kelenjar tubular sipleks bergelung dengan saluran bermuara di permukaan kulit. Salurannya tidak bercabang dan memiliki diameter lebih kecil dari bagian sekresinya 0,4 mm. Terdapat dua macam sel mioepitel yang mengelilingi bagian sekresinya, yaitu sel gelap yang mengandung granula sekretoris dan sel terang yang tidak mengandung granula sekretoris. 5. Kelenjar keringat apokrin, memiliki ukuran lebih besar (3-5 mm) dari kelenjar keringat merokrin. Kelenjar ini terbenam di bagian dermis dan hipodermis, dan duktusnya bermuara ke dalam folikel rambut. Terdapat di daerah ketiak dan anus.

Kelenjar sebacea, yang merupakan kelenjar holokrin, terbenam di bagian dermis dengan jumlah bervariasi mulai dari seratus hingga sembilan ratus per centimeter persegi. Sekret dari kelenjar sebacea adalah sebum, yang tersusun atas campuran lipid meliputi trigliserida, lilin, squalene, dan kolesterol beserta esternya 1. Kelenjar minyak Kelenjar minyak (bahasa Inggris: sebaceous glands) adalah kelenjar mikroskopik yang ber

ada tepat di bawah kulit yang mengeluarkan minyak yang disebut sebum. Kelenjar minyak pada tik us yang mengeluarkan minyak adalah kelenjar prepusial yang juga memproduksi hormon feromon. Fungsi Penting Kelenjar Minyak Within the mouse, the sebum elaborated by the preputial glands, which are specialized seba

Page | 10

ceous lands involved in pheromone production, Berlawanan dengan apa yang dikhayalkan evolusio nis, kelenjar minyak bukan tak berfungsi dan berlebih, bahkan, jaringan yang sangat penti-ng bagi t ubuh. Sebagaimana kita ketahui, kelenjar keringat ditemukan bersama dengan kelenjar-minyak di k ulit. Keringat melembabkan kulit. Namun, tanpa campuran apapun, keringat cepat menguap, meng akibatkan pengeringan kulit yang lebih parah. Untuk mencegahnya, zat lain dibutuhkan. Karena mi nyak menyebabkan air dapat dipertahankan di kulit. Dengan cara ini, kelenjar keringat dan minyak bekerja sama melembabkan kulit. Karena itu kedua kelenjar ini harus ada bersamaan agar kulit tetap halus dan elastis. Fungsi kelenjar minyak, yang mengeluarkan pelum-as dan lemak lainnya, penting bagi kesehatan kulit kita. Sebagaimana kita lihat, kelenjar minyak, sebagaimana jaringan lainnya, memiliki peran ters endiri: mencegah kulit kita kering. Kelenjar minyak ditempatkan bersama kelenjar keringat untuk t ujuan ini. Kenyataan bahwa kelenjar-kelenjar ini tidak berbahaya, dan bahkan memiliki kegunaan yang penting, adalah bukti rancangan cerdas, dengan kata lain penciptaan yang agung. Penciptaan adalah keahlian Allah, Yang Maha Kuat, Rabb langit dan bumi dan segala isinya.

2. JARINGAN SUBKUTAN ATAU HIDERMIS / SUBCUTIS


Lapisan terdalam yang banyak mengandung sel liposit yang menghasilkan banyak lemak. Merupakn jaringan adipose sebagai bantalan antara kulit dan setruktur internal seperti otot dan tulang. Sebagai mobilitas kulit, perubahan kontur tubuh dan penyekatan panas. Sebagai bantalan terhadap trauma. 3. Rambut Rambut atau sering disebut bulu adalah organ seperti benang yang tumbuh di kulit hewan

dan manusia, terutama mamalia. Rambut muncul dari epidermis (kulit luar), walaupun berasal dari folikel rambut yang berada jauh dibawah dermis. Struktur mirip rambut, yang disebut trikoma, juga ditemukan pada tumbuhan Terdapat di seluruh kulit kecuali telapak tangan kaki dan bagian dorsal dari falang distal jari tangan, kaki, penis, labia minora dan bibir. Page | 11

Terdapat 2 jenis rambut : a. Rambut terminal (dapat panjang dan pendek) b. Rambut velus(pendek, halus dan lembut). Fungsi rambut : 1. melindungi kulit dari pengaruh buruk:Alis mata melindungi mata dari keringat agar tidak mengalir ke mata, bulu hidung (vibrissae) 2. menyarig udara. 3. serta berfungsi sebagai pengatur suhu, 4. pendorong penguapan kerngat dan 5. indera peraba yang sensitive. Rambut terdiri dari akar (sel tanpa keratin) dan batang (terdiri sel keratin) Bagian dermis ya ng masuk dalam kandung rambut disebut papil. Terdapat 2 fase : 1. fase pertumbuhan (Anagen) kecepatan pertumbuhan rambut bervariasi rambut janggut tercepat diikuti kulit kepela. Berl angsung sampai dengan usia 6 tahun. 90% dari 100.000 folikel rambut kulit kepala normal mengala mi fase pertumbuhan pada satu saat. 2. Fase Istirahat (Telogen) Berlangsung + 4 bulan, rambut mengalami kerontokan 50-100 lembar rambut rontok dalam tiap harinya. Gerak merinding jika terjadi trauma, stress, dsbt Piloereksi. Warna rambut ditentukan oleh jumlah melanin. Pertumbuhan rambut pada daerah tertentu dikontrol oleh hormon seks (rambut wajah, janggut, kumis, dada, punggung, di kontrol ole h H. Androgen. Kuantitas dan kualitas distribusi rambut ditentukan oleh kondisisi Endokrin. Hirsut isme ( pertumbuhan rambut yang berlebihan pada S. Cushing(wanita). 4. Kuku Kuku

Page | 12

Kuku tangan manusia

Kuku kaki manusia

Kuku adalah bagian tubuh binatang yang terdapat atau tumbuh diujung jari. Kuku tumbuh dari sel mirip gel lembut yang mati, mengeras, dan kemudian terbentuk saat mulai tumbuh dari ujung jari. Kulit ari pada pangkal kuku berfungsi melindungi dari kotoran. Fungsi utama kuku adalah melindungi ujung jari yang lembut dan penuh urat saraf, serta mempertinggi daya sentuh. Secara kimia, kuku sama dengan rambut yang antara lain terbentuk dari keratin protein yang kaya akan sulfur. Pada kulit di bawah kuku terdapat banyak pembuluh kapiler yang memiliki suplai darah kuat sehingga menimbulkan warna kemerah-merahan. Seperti tulang dan gigi, kuku merupakan bagian terkeras dari tubuh karena kandungan airnya sangat sedikit. Pertumbuhan kuku jari tangan dalam satu minggu rata-rata 0,5 - 1,5 mm, empat kali lebih cepat dari pertumbuhan kuku jari kaki. Pertumbuhan kuku juga dipengaruhi oleh panas tubuh. ermukaan dorsal ujung distal jari tangan atau kaki tertdapat lempeng keatin yang keras dan transparan.tumbuh dari akar yang disebut kutikula. Berfungsi mengangkat benda-benda kecil. Pertumbuhan rata-rata 0,1 mm /hari.pe mbaruan total kuku jari tangan : 170 hari dan kuku kaki: 12-18 bulan. Nutrisi yang baik sangat penting bagi pertumbuhan kuku. Sebaliknya, kalau kekurangan gizi atau menderita anoreksia nervosa, pertumbuhan kuku sangat lamban dan rapuh. Diagnosa penyakit pada kuku Sejak dulu, sudah ada teknik mendiagnosis penyakit lewat kuku. Selain lewat kuku, penyak Page | 13

it juga dapat dideteksi lewat mata, lidah, pemeriksaan darah, faeses dan air seni. Penafsiran penyakit lewat kuku ini sebenarnya sudah dilakukan orang sejak zaman Hippocrates. Berikut beberapa kejanggalan kuku yang dapat membantu dokter mendiagnosis suatu penyakit:

Warna kebiruan pada pangkal kuku menandakan kurang beresnya sirkulasi darah dan merupakan gejala penyakit jantung. Bila separuh bagian dekat ujung kuku berwarna merah muda atau coklat sementara kulit ari berwarna putih, itu merupakan gejala penyakit gagal ginjal kronis. Bila timbul kerutan horizontal dan kuku tampak kusam, itu menandakan kurang gizi atau gejala suatu penyakit seperti campak, cacar air, gondok, jantung serta kondisi seperti sindrom Reynaud (kejang pada urat jari tangan dan kaki akibat sangat kedinginan).

Lapisan merah membujur pada kuku, menandakan perdarahan pada pembuluh kapiler. Garis-garis ganda merupakan gejala penyakit darah tinggi (hipertensi). Bila pertumbuhan kuku tampak lambat, tebal dan mengeras serta kekuning-kuningan, menandakan gangguan getah bening atau penyakit pencernaan kronis. Timbulnya bintik-bintik tak beraturan pada kuku, menandakan adanya penyakit psoriasis (penyakit kulit kronis). Bila ada lengkungan berlebihan pada pangkal kuku dan sekitar ujung kuku, itu menandakan gejala penyakit TBC, emfisema (gangguan pada paru-paru), penyakit kardiovaskuler atau hati.

2.2 Fisiologi Kulit 1. Histologi Kulit


Kulit merupakan organ tubuh paling luar dan membatasi bagian dalam tubuh dari lingkungan luar. Luas kulit pada orang dewasa sekitar 1.5 m2 dan beratnya sekitar 15% dari berat badan s ecara keseluruhan. Kulit terdiri atas tiga bagian utama, yaitu epidermis, dermis, dan hipodermis. Ep idermis terdiri dari stratum korneum yang kaya akan keratin, stratum lucidum, stratum granulosum yang kaya akan keratohialin, stratum spinosum dan stratum basal yang mitotik. Dermis terdiri dari serabut-serabut penunjang antara lain kolagen dan elastin. Sedangkan hipodermis terdiri Page | 14

dari sel-sel lemak, ujung saraf tepi, pembuluh darah dan pembuluh getah bening. 2.Fungsi Kulit Kulit memiliki banyak fungsi, yang berguna dalam menjaga homeostasis tubuh. Fungsifungsi tersebut dapat dibedakan menjadi fungsi proteksi, absorpsi, ekskresi, persepsi, pengaturan suhu tubuh (termoregulasi), dan pembentukan vitamin D. 1. Fungsi Proteksi : Kulit menyediakan proteksi terhadap tubuh dalam berbagai cara sebagai yaitu berikut: a. Keratin melindungi kulit dari mikroba, abrasi (gesekan), panas, dan zat kimia. Keratin merupa kan struktur yang keras, kaku, dan tersusun rapi dan erat seperti batu bata di permukaan kulit. b. Lipid yang dilepaskan mencegah evaporasi air dari permukaan kulit dan dehidrasi; selain itu juga mencegah masuknya air dari lingkungan luar tubuh melalui kulit. c. Sebum yang berminyak dari kelenjar sebasea mencegah kulit dan rambut dari kekeringan serta mengandung zat bakterisid yang berfungsi membunuh bakteri di permukaan kulit. Adanya sebum ini, bersamaan dengan ekskresi keringat, akan menghasilkan mantel asam dengan kada r pH 5-6.5 yang mampu menghambat pertumbuhan mikroba. d.Pigmen melanin melindungi dari efek dari sinar UV yang berbahaya. Pada stratum basal, sel- sel melanosit melepaskan pigmen melanin ke sel-sel di sekitarnya. Pigmen ini bertugas melin d ungi materi genetik dari sinar matahari, sehingga materi genetik dapat tersimpan dengan baik. Apabila terjadi gangguan pada proteksi oleh melanin, maka dapat timbul keganasan. e. Selain itu ada sel-sel yang berperan sebagai sel imun yang protektif. Yang pertama adalah sel Langerhans, yang merepresentasikan antigen terhadap mikroba. Kemudian ada sel fagosit yan g bertugas memfagositosis mikroba yang masuk melewati keratin dan sel Langerhans.

2. Fungsi absorpsi: Kulit tidak bisa menyerap air, tapi bisa menyerap material larut-lipid seperti vitamin A, D, E, dan K, obat-obatan tertentu, oksigen dan karbon dioksida. Permeabilitas kulit terhadap oksigen, karbondioksida dan uap air memungkinkan kulit ikut mengambil bagian pada fungsi respirasi. Selain itu beberapa material toksik dapat diserap seperti aseton, CCl4, dan merkuri. Beberapa obat

Page | 15

juga dirancang untuk larut lemak, seperti kortison, sehingga mampu berpenetrasi ke kulit dan melepaskan antihistamin di tempat peradangan. Kemampuan absorpsi kulit dipengaruhi oleh tebal tipisnya kulit, hidrasi, kelembaban, metabolisme dan jenis vehikulum. Penyerapan dapat berlangsung melalui celah antarsel atau melalui muara saluran kelenjar; tetapi lebih banyak yang melalui sel-sel epidermis daripada yang melalui muara kelenjar. 3. Fungsi ekskresi : Kulit juga berfungsi dalam ekskresi dengan perantaraan dua kelenjar eksokrinnya, yaitu kelenjar sebasea dan kelenjar keringat: - Kelenjar sebasea Kelenjar sebasea merupakan kelenjar yang melekat pada folikel rambut dan melepaskan lipid yang dikenal sebagai sebum menuju lumen. Sebum dikeluarkan ketika muskulus arektor pili berkontraksi menekan kelenjar sebasea sehingga sebum dikeluarkan ke folikel rambut lalu ke permukaan kulit. Sebum tersebut merupakan campuran dari trigliserida, kolesterol, protein, dan elektrolig. Sebum berfungsi menghambat pertumbuhan bakteri, melumasi dan memproteksi keratin. - Kelenjar keringat Walaupun stratum korneum kedap air, namun sekitar 400 mL air dapat keluar dengan cara menguap melalui kelenjar keringat tiap hari. Seorang yang bekerja dalam ruangan mengekskre sikan 200 mL keringat tambahan, dan bagi orang yang aktif jumlahnya lebih banyak lagi. Selain mengeluarkan air dan panas, keringat juga merupakan sarana untuk mengekskresikan garam, karbondioksida, dan dua molekul organik hasil pemecahan protein yaitu amoniak dan urea. Terdapat dua jenis kelenjar keringat, yaitu kelenjar keringat apokrin dan kelenjar keringat merokrin. - Kelenjar keringat apokrin terdapat di daerah aksila, payudara dan pubis, serta aktif pada usia pubertas dan menghasilkan sekret yang kental dan bau yang khas. Kelenjar keringat apokrin bekerja ketika ada sinyal dari sistem saraf dan hormon sehingga sel-sel mioepitel yang ada di sekeliling kelenjar berkontraksi dan menekan kelenjar keringat apokrin. Akibatnya kelenjar keringat apokrin melepaskan sekretnya ke folikel rambut lalu ke permukaan luar.

Page | 16

- Kelenjar keringat merokrin (ekrin) terdapat di daerah telapak tangan dan kaki. Sekretnya meng andung air, elektrolit, nutrien organik, dan sampah metabolisme. Kadar pH-nya berkisar 4.0-6. 8. Fungsi dari kelenjar keringat merokrin adalah mengatur temperatur permukaan, mengekskr n air dan elektrolit serta melindungi dari agen asing dengan cara mempersulit perlekatan asing dan menghasilkan dermicidin, sebuah peptida kecil dengan sifat antibiotik. 4. Fungsi persepsi : Kulit mengandung ujung-ujung saraf sensorik di dermis dan subkutis. Terhadap rangsangan panas diperankan oleh badan-badan Ruffini di dermis dan subkutis. Terhadap dingin diperankan ol eh badan-badan Krause yang terletak di dermis, badan taktil Meissner terletak di papila dermis berperan terhadap rabaan, demikian pula badan Merkel Ranvier yang terletak di epidermis. Sedangkan terhadap tekanan diperankan oleh badan Paccini di epidermis. Saraf-saraf sensorik tersebut lebih banyak jumlahnya di daerah yang erotik. 5. Fungsi pengaturan suhu tubuh (termoregulasi) Kulit berkontribusi terhadap pengaturan suhu tubuh (termoregulasi) melalui dua cara: penge luaran keringat dan menyesuaikan aliran darah di pembuluh kapiler. Pada saat suhu tinggi, tubuh akan mengeluarkan keringat dalam jumlah banyak serta memperlebar pembuluh darah (vaso dilatasi) sehingga panas akan terbawa keluar dari tubuh. Sebaliknya, pada saat suhu rendah, tubuh akan mengeluarkan lebih sedikit keringat dan mempersempit pembuluh darah (vasokonstriks i) sehingga mengurangi pengeluaran panas oleh tubuh. 6. Fungsi pembentukan vitamin D Sintesis vitamin D dilakukan dengan mengaktivasi precursor 7 dihidroksi kolesterol dengan bantuan sinar ultraviolet. Enzim di hati dan ginjal lalu memodifikasi precursor dan menghasilkan c alcitriol, bentuk vitamin D yang aktif. Calcitriol adalah hormon yang berperan dalam mengabsorpsi kalsium makanan dari traktus gastrointestinal ke dalam pembuluh darah. Walaupun tubuh mampu memproduksi vitamin D sendiri, namun belum memenuhi kebutuhan tubuh secara keseluruhan sehingga pemberian vitamin D sistemik masih tetap diperlukan. Pada manusia kulit dapat pula mengekspresikan emosi karena adanya pembuluh darah, kelenjar keringat, dan otot-otot di bawah kulit. esika agen

Page | 17

3. Keratinisasi Kulit Keratinisasi merupakan suatu proses pembentukan lapisan keratin dari sel-sel yang membelah. Keratinosit dimulai dari sel basal mengadakan pembelahan, lalu sel basal akan berpindah ke atas dan berubah bentuknya menjadi sel spinosum, makin ke atas sel menjadi makin gepeng dan bergranula menjadi sel granulosum. Makin lama inti menghilang, mengalami apoptosis dan menjadi sel tanduk yang amorf. Sel-sel yang sudah mengalami keratinisasi akan meluruh dan digantikan dengan sel di bawahnya yang baru saja mengalami keratinisasi untuk kemudian meluruh kembali, begitu seterusnya. Proses ini memakan waktu sekitar empat minggu untuk epidermis dengan ketebalan 0.1 mm. Apabila kulit di lapisan terluar tergerus, seperti pada abrasi atau terbakar, maka sel-sel basal akan membelah lebih cepat. Mekanisme pertumbuhan ini terutama dipengaruhi oleh hormon epidermal growth factor (EPF). 4. Pembentukan Warna Pada Kulit Warna pada kulit dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu pigmentasi epidermis dan sirkulasi kapiler yang ada di lapisan dermis. Pigmentasi epidermis dipengaruhi oleh dua pigmen, yaitu karot en dan melanin - Karoten merupakan pigmen merah-jingga yang berakumulasi di epidermis. Paling banyak terdapat di stratum korneum pada orang berkulit terang, juga di jaringan lemak pada lapisan dermis dan subkutis. Perubahan warna yang diakibatkan oleh karoten paling terlihat pada oran g berkulit pucat, sedangkan pada orang berkulit gelap sulit terlihat. Karoten dapat dikonvers njadi vitamin A yang diperlukan untuk pemeliharaan epitel dan sintesis fotoreseptor di mata. ga osit jadi ve an - Melanin merupakan pigmen kuning-coklat, atau hitam yang diproduksi oleh melanosit. Melan osit sendiri berada di antara sel-sel basal dan memiliki juluran ke sel-sel di atasnya. Perbandin n jumlah melanosit dan sel basal bervariasi, mulai dari 1:20 sampai 1:4. Badan Golgi melan membentuk melanin dari tyrosin dengan bantuan Cu dan oksigen, lalu mengemasnya men sikel-vesikel melanosom. Melanosom ini akan dihantarkan melalui juluran melanosit d mewarnai sel-sel keratin di atasnya sampai didegradasi oleh lisosom. Jumlah melanosit baik pada orang kulit hitam maupun kulit putih adalah sama, yang berbed a adalah aktivitas dan produksi pigmennya (melanosit). Pada orang kulit pucat transfer melanosom hanya sebatas stratum spinosum, sedangkan pada orang berkulit gelap melanosom dapat me

Page | 18

dihantarkan hingga ke stratum granulosum. Sirkulasi darah yang ada di dalam pembuluh kapiler pada dermis juga berperan dalam menentukan warna kulit. Hemoglobin yang fungsinya untuk mengangkut oksigen adalah bersifat pigmen. Ketika berikatan dengan oksigen, hemoglobin akan berwarna merah terang sehingga memberikan pewarnaan merah pada pembuluh kapiler. Ketika pembuluh-pembuluh tersebut mengalami dilatasi, maka warna merah pada kulit akan semakin jelas. Contohnya jika saat suhu tubuh sedang tinggi, maka pembuluh darah akan melebar untuk melepaskan panas dan pada saat yang sama akan menimbulkan citra merah pada kulit tersebut. Sebaliknya ketika suplai darah berkurang (misalnya pada gagal jantung) maka kulit akan berubah relative pucat akibat penyempitan pembuluh kapiler. 5. Efek Penuaan Pada Kulit Usia yang menginjak 40 tahun akan memberi gambaran penuaan berupa perubahan-perubah an tertentu pada kulit. Kebanyakan perubahan tersebut terjadi di lapisan dermis. - Fibroblas, yang memproduksi serat kolagen dan elastin, akan mengalami penurunan jumlah dalam proses penuaan. Serat kolagen menjadi berkurang, mengeras, dan terurai ke dalam bent u k yang tidak beraturan. Sedangkan serat elastin menjadi kehilangan elastisitasnya, menebal dan robek. Sehingga kulit pada penuaan akan menghasilkan gambaran celah yang disebut seba g ai kerut. - Sel-sel Langerhans akan berkurang jumlahnya dan makrofag menjadi kurang aktif sehingga menurunkan aktifitas imun pada kulit. - Produksi keringat berkurang dan kelenjar sebasea akan mengecil sehingga produksi sebum berkurang menyebabkan kulit menjadi kering dan lebih rentan terhadap infeksi (karena asam tidak efektif). - Melanosit fungsional akan berkurang sehingga menyebabkan rambut berwarna putih (uban) dan pigmentasi yang atipikal. Sedangkan beberapa melanosit lain akan mengalami pembesara dan menghasilkan ruam-ruam pigmen. - Dinding pembuluh darah dermis menjadi lebih tebal dan kurang permeabel. - Jaringan lemak adiposa menjadi longgar. n akan mantel

Page | 19

- Proses migrasi sel basal menjadi sel permukaan berjalan lebih lambat, sehingga penyembuhan apabila ada cedera juga menjadi lama.

6. Proses perbaikan pada kulit yang cedera Kerusakan (cedera) pada kulit akan memicu suatu sekuens yang akan memperbaiki jaringan yang rusak. Terdapat dua jenis penyembuhan: (1) penyembuhan epidermis untuk cedera yang tidak terlalu dalam dan (2) penyembuhan mendalam, yaitu apabila cedera tidak hanya merusak jaringan epidermis saja, tapi juga ikut merusak jaringan dermis dan subkutan. 1. Penyembuhan Epidermis Penyembuhan epidermis terjadi apabila cedera terdapat hanya sebatas epidermis. Sel-sel basal yang dipisahkan oleh daerah cedera akan menyatu, dan berkembang mengisi daerah yang mengalami cedera. Mekanisme pengisian daerah cedera ini diperantarai oleh EGF (epidermal growth factor) yang akan menyebabkan sel basal berproliferasi dan menyebabkan penebalan epidermis yang rusak. 2. Penyembuhan Mendalam Penyembuhan mendalam terjadi apabila cedera meliputi hingga ke daerah dermis dan subkutis. Karena cederanya lebih luas dibandingkan dengan cedera epidermis saja, maka proses penyembuhannya lebih kompleks disbanding penyembuhan epidermis. Selain itu, terbentuknya jari ngan parut dapat membuat daerah penyembuhan kehilangan fungsi fisiologisnya. mendalam ini meliputi empat fase: - Fase inflamatorik Pada fase inflamatorik, terjadi peristiwa inflamasi (respons selular dan vaskular) yang meliputi antara lain vasodilatasi, peningkatan permeabilitas pembuluh darah, serta rekrutmen sel-sel fag osit untuk mengeliminasi agen penyebab cedera/jejas. Selain itu pada fase inflamatorik juga terjadi penggumpalan darah untuk menyatukan daerah yang terpisah akibat cedera. - Fase migratorik Pada fase migratorik, terjadi perpindahan fibroblast untuk membentuk jaringan parut. Juga akan terbentuk keropeng di daerah cedera. - Fase proliferatif Page | 20 Penyembuhan

Pada fase proliferatif, terjadi pertumbuhan sel-sel epitel di bawah keropeng, deposisi fibroblas yang semakin banyak dan pembentukan kapiler-kapiler baru. - Fase maturasi Pada fase maturasi, keropeng yang terbentuk akan meluruh dan digantikan dengan jaringan sehat dan kulit kembali ke ketebalannya semula. Kolagen menjadi lebih tersusun, fibroblast berk ura ng, dan kapiler darah telah normal kembali. 7. Hubungan Fisiologi Kulit Dengan Organ-organ Lain Sistem kulit membentuk permukaan eksternal tubuh dan melindungi dari dehidrasi, kimia lingkungan, dan pajanan terhadap agen asing. Sistem kulit dipisahkan dari sistem tubuh yang lain oleh jaringan subkutan namun tetap terhubung dengan sistem tubuh yang lain dengan sistem sirkulasi, limfatik serta sistem saraf. Hasilnya, aktifitas fisiologis kulit selalu terintegrasi dengan sistem-sistem tubuh yang lain. 1. Sistem skeletal - Kulit mengaktifkan vitamin D3 (calcitriol) yang akan membantu penyerapan kalsium dan fosfo r di saluran cerna. Kalsium dan fosfor berfungsi unuk membangun dan memelihara tulang. - Sistem skeletal menyediakan dukungan struktural untuk kulit. 2. Sistem muskular - Kulit, melalui produksi vitamin D (calcitriol) membantu menyediakan ion kalsium yang berguna untuk kontraksi otot. - Kontraksi otot di daerah kulit muka menghasilkan ekspresi wajah. 3. Sistem saraf - Ujung saraf pada kulit akan menghantarkan sinyal terkait sentuhan, tekanan, suhu, dan nyeri. - Sistem saraf pusat mengatur aliran darah dan pengeluaran keringat untuk termoregulasi. - Sistem saraf menstimulasi kontraksi muskulus arektor pili untuk menegakkan rambut. 4. Sistem endokrin - Keratinosit pada kulit membantu mengaktivasi vitamin D menjadi calcitriol, sebuah hormon yang mempermudah penyerapan kalsium dan fosfor di saluran cerna. - Hormon seks menstimulasi aktivitas kelenjar sebasea, mempengaruhi pertumbuhan, distribusi lemak subkutan, dan aktifitas kelenjar keringat.

Page | 21

- Hormon adrenal mengatur aliran darah di dermis dan membantu memobilisasi lemak di adiposit. 5. Sistem kardiovaskular - Perubahan kimia setempat di kulit (dermis) akan menyebabkan perubahan vaskular (melebar atau menyempit) yang mempengaruhi aliran darah setempat. - Sistem kardiovaskular menyediakan oksigen dan nutrien, menghantarkan hormon dan sel-sel imun. - Pembuluh darah menghantarkan karbondioksida, sampah metabolisme, dan toksin. - Sistem kardiovaskular menyediakan panas untuk mengatur suhu kulit. 6. Sistem limfatik dan imunologi - Kulit adalah pertahanan pertama dalam imunitas, menyediakan sawar mekanik dan sekret kimia untuk menghalau penetrasi mikroba. - Sel-sel Langerhans pada epidermis berperan dalam imunologi dengan cara pengenalan antigen terhadap agen asing. - Makrofag memfagosit mikroba yang berhasil mempenetrasi permukaan kulit. - Sistem limfatik melindungi integumen dengan menyediakan makrofag tambahan dan memobilisasi limfosit. 7. Sistem pernapasan - Rambut hidung berfungsi menyaring partikel debu dari udara yang dihirup. - Stimulasi pada ujung saraf nyeri dapat mengubah laju pernapasan. - Sistem pernapasan menyediakan oksigen untuk jaringan dan mengeliminasi karbondioksida. 8. Sistem pencernaan - Kulit mengaktifkan vitamin D3 (calcitriol) yang akan membantu penyerapan kalsium dan di saluran cerna. - Sistem pencernaan menyediakan nutrien untuk sel dan simpanan lipid di adiposit. 9. Sistem saluran kemih - Ginjal menerima sebagian hormon vitamin D dari kulit dan mengubahnya menjadi calcitriol - Ekskresi sampah metabolisme melalui kelenjar keringat turut berperan dalam menentukan jumlah ekskresi melalui tubulus ginjal. 10. Sistem reproduksi Page | 22 fosfor

- Ujung saraf di kulit dan subkutan berespon terhadap stimulus erotik dan berkontribusi terhadap kepuasan seksual. - Gerakan menghisap bayi pada putting susu ibu menstimulasi ujung saraf di kulit dan menyeba kan keluarnya ASI. - Kelenjar susu (modifikasi dari kelenjar keringat) memproduksi ASI. - Kulit mengalami pelebaran (hiperplasia) selama terkait pertumbuhan fetus. - Hormon-hormon seks mempengaruhi distribusi rambut, sel adiposa dan perkembangan kelenja r payudara. b

8. PENYAKIT KULIT
EKSEMA INFANTIL dan MASA KANAK-KANAK

Eksema merupakan istilah yang menguraikan setiap dematosis inflamatoar yang khas denga n adanya eritema, papula, vesikula, cairan, krusta dan skuama pada berbagai fase resolusi. Keadaan ini melibatkan epidermis dan lapisan vaskuler kulit. Inflamasi disebabkan oleh beberapa iritan dalam tubuh yang menimbulkan erupsi. Ini beras al dari kapiler. Kasus yang ringan hanya terdapat eritema dan skuama tetepi seringkali terdapat vesi kula dan keadaan basah (weeping wells). Tampaknya terdapat faktor herediter yang kuat dan kondisi ini kambuh sepanjang hidup. Keadaan ini juga diduga merupakan penyakit alergi. (Suatu alergi didefinisikan sebagai perubahan reaksi jaringan pada individu tertentu pada paparan terhadap bahan yang dalam jumlah yang sama, tidak menimbulkan apa-apa pada yang lain). Mekanisme yang terlibat diduga adalah sebagai berikut :

Terdapat pembebasan histamin, suatu bahan yang kuat yang menyebabkan kontraksi otot polos, dilatasi kapiler dan penurunan tekanan darah Pembebasan bahan lain, misalnya, asetil kolin Reaksi antara alergen dan suatu antibodi

Page | 23

Eksema jarang timbul sebelum bulan kehidupan kedua dan ketiga dan sebagian kasus hilang secara spontan pada ulang tahun kedua dan ketiga. Lebih sering terjadi pada bayi yang diberi makanan buatan disbanding pada bayi yang diberi ASI. Gambaran Klinik Lesi kulit pada awalnya tampak pada pipi, dahi dan kulit kepala, tetapi juga ditemukan pada permukaan fleksor dari lengan dan tungkai. Pada akhirnya mereka menyebar pada seluruh permukaan kulit. Hal ini sangat gatal dan sebagian besar perubahan kulit timbul akibat menggaruk, menggosok dan ekskoriasi. Impetigo Impetigo merupakan infeksi stafilokokus, mulai sebagai lepuh kecil yang mengering dengan cepat untuk membentuk suatu skab dengan sebaran tepi yang mertah basah. Pada neonatus ditemukan sebagai pemfigus neonatorum yang nyata bulosa. Pemfigus neonatorum merupakan penyakit yang harus dilaporkan di Inggris. PSORIASIS Diagnosis dengan inspeksi tidak sukar. Keadaan ini merupakan penyakit fungsional yang cenderung diwariskan. Gambaran Klinik Masing-masing lesi berbatas jelas. Berwarna merah salmon dipengaruhi oleh tumpukan sisik keperakan. Terutama mengenai siku siku, lutut dan kulit kepala, tetapi dapat terjadi dimanapu n. Kondisi ini dapat dicetuskan oleh infeksi seperti tonsilitis ; stres emosi tampaknya juga terdari se bagai faktor predisposisi. SCABIES Scabies disebabkan oleh parasit Sarcoptes scabiei. Betina yang hamil bersarang dalam lapis an tanduk dari epidermis. Di sini ia bertelur beberapa butir setiap hari yang menetas mengeluarkan banyak pinjal muda yang makan dalam orifisium dari glandula skretoris. Sarang tampak sebagai ga ris putih dengan tepi yang tidak teratur, pada akhir sarang ini terdapat tempat pinjal. Sarang ditemu kan pada lipatan, antara jari jari, pada genitalia dan pada muka bayi. Kondisi ini ditularkan oleh ko ntak yang intim dan cenderung mengenai seluruh keluarga. Gambaran Klinik

Page | 24

Gatal merupakan tanda utama dan pada pemeriksaan gambaran di atas akan ditemukan. Gar ukan menyebabkan pendarahan dan infeksi tumpang tindih dengan penyakit ini. Dan dapat menular ke orang lain. AKNE Akne merupakan penyakit dari folikel sebasea yaitu folikel yang mempunyai glandula sebasea yang banyak dan tidak mempunyai bulu. Arpertura dari glandula sebasea terblokir oleh sumbat tanduk (blackheads) dan terdapat retensi dari sebum yang diubah oleh organisme yang menimbulkan inflamasi pada jaringan sekitarnya. Keadaan ini menimbulkan pembentukan pustul dan abses yang menyebabkan parut. Kondisi ini mempengaruhi remaja muda sehingga menyebabkan perasaan malu dan tidak senang. 9. KELAINAN KONGENITAL Bayi lahir dengan kelainan struktural. Beberapa dapat nyata sejak lahir yang lain timbul segera setelah lahir. Baik lapisan epidermal dan dermal dapat terkena. Kelainannya lapisan epiderm al termasuk papilomata, lesi makuler berpigmen dan ini dapat berkaitan dengan moles atau naevi berambut yang berpigmen secara luas. Pada dermis dapat ditemukan fibromata, neuromata dan lipomata. Walaupun demikian, nevi vaskuler lebih sering ditemukan dan ini termasuk : 1. Spider naevus. Ini merupakan dilatasi dari arteriole kecil dan percabangan kapilernya. Seringkali hilang secara spontan dengan diatermi atau fenol ; fenol diberikan dengan alat yang runcing. 2. Noda Port-wine. Ini merupakan makula berwarna merah tua atau ungu. Merupakan dilatasi difus dari semua kapiler normal pada jaringan yang terkena. Dapat juga melibatkan organ dibawahnya, seperti mata dan otak. Tidak ada pengobatan untuk hal ini, tapi dapat digunakan penutupan secara kosmetik. 3. Hemangioma strawberi. Lesi ini sering ditemukan saat lahir. Tampak sebagai nodul seperti karet, merah dengan permukaan yang kasar. Melibatkan unsur kapiler maupun vena. Hemangioma strawberi biasanya hilang sendiri, meninggalkan kulit yang kendor dan jarang sekali diperlukan terapi. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK GANGGUAN SISTEM INTEGUMENT

Page | 25

1. BIOPSI KULIT. Mendapatkan jaringan untuk dilakukan pemeriksaan mikroskopik dengan cara eksisi dengan scalpel atau alat penusuk khusus (skin punch) dengan mengambil bagian tengah jaringan. INDIKASI Pada nodul yang asal nya tidak jelas untuk mencegah malignitas. Dengan warna dan bentuk yang tidak lazim. Pembentukan lepuh. 2. PATCH TEST Untuk mrngenali substansi yang menimbulkan alergi pada pasien dibawah plester khusus (e xclusive putches) INDKASI Dermatitis, gejalak kemerahan, tonjolan halus, gatal-gatal. Reaksi + lemah. Blister yang hal us, papula dan gatal-gatal yang hebat reaksi + sedang. Blister/bullae, nyeri, ulserasi reaksi + kuat. Penjelasan pada pasien sebelum dan sesudah pelaksanaan patch test. Jangan menggunakan obat jenis kortison selam satu minggu sebelum tgl pelaksanaan. Sample masing-masing bahan tes dalam jumlah yang sedikit dibubuhkan pada plester berbentuk cakaram kemudian ditempel pada punggung,dengan jumlah yang bervariasi. (20-30 buah.) Pertahankan agar daerah punggung t etap kering pada saat plester masih menempel. Prosedur dilaksanakan dalam waktu 30 menit. 2-3 hari setelah tes plester dilepas kemudian lokasi dievaluasi. 3. PENGEROKAN KULIT. Sampel kulit dikerok dari lokasi lesi, jamur, yang dicurigai.dengan menggunakan skatpel yang sudah dibasahi dengan minyak sehingga jaringan yang dikerok menempel pada mata pisau hasil kerokan dipindahkan ke slide kaca ditutup dengan kaca objek dan dipriksa dengan mikroskop. 4. PEMERIKSAAN CAHAYA WOOD ( LIGHT WOOD). Menggunakan cahaya UV gelombang panjang yang disebut black light yang akan menghasi lakan cahaya berpedar berwarna ungu gelap yang khas.cahaya akan terlihat jelas pada ruangan yang gelap, digunakan untuk memebedakan lesi epidermis dengan dermis dan hipopigmentasi dengan hiperpigmentasi. 5. APUS TZANCK. - Untuk memeriksa sel-sel kulit yang mengalami pelepuhan.

Page | 26

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan

Page | 27

Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan system kulit manusia sangat bermanfaat karena beberapa fungsi yang terdapat dalam system kulit tersebut seperti: fungsi proteksi yang dapat melindungi manusia dari panas sinar matahari,fungsi absorpsi yang bermanfaat menyerap zat-zat yang baik bagi kulit,fungsi persepsi dan pengaturan suhu tubuh. Beberapa penyakit kulit dapat dihindarkan dan diobati dengan beberapa cara diagnosis sebagai berikut: biopsy kulit,patch skin,pengerokan kulit.agar seseorang dapat terhindar dari penyakit-penyakit tersebut hendaklah menjaga kebersihan kulit dan menjaga kesehatan lingkungannya.

3.2 Saran 1. Diharapkan perawat bisa memahami dan mempelajari tentang Sistem Kulit 2. Perawat bisa dapat mengetahui penjelasan dan fungsi-fungsi dari Anatomi dan dan Fisiologi dari Sistem Kulit

Daftar Pustaka http.//www.google.com.Hari Jumat,tanggal 20 mei 2010,pukul 19.00 wib http.// www.wikipedia.com.Hari jumat,tanggal 20 mei 2010,pukul 19.00 wib

Page | 28

http// www.anatomi dan fisiologi kulit com,Hari jumat,tanggal 20 mei 2010,pukul 19.00 wib

Page | 29