Anda di halaman 1dari 30

UPAYA PENGOBATAN

Penyusun : Anatasyalia (030.07.016) Septia Hapsari (030.07.237)

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN MASYARAKAT PUSKESMAS KECAMATAN MAMPANG PERIODE 18 JUNI 2012 01 SEPTEMBER 2012 FAKULTAS KEDOKTERAN TRISAKTI JAKARTA 2012

BAB I PENDAHULUAN

Banyak upaya telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan pengobatan, namun dari berbagai studi dan monitoring yang pernah dilakukan menunjukkan bahwa pengobatan belum dilakukan secara rasional. 1 Penggunaan obat yang rasional adalah pemilihan dan penggunaan obat yang efektifitasnya terjamin serta aman, dengan mempertimbangkan masalah harga, yaitu dengan harga yang paling menguntungkan dan sedapat mungkin terjangkau. Faktor penyebab terjadinya ketidakrasionalan pengobatan antara lain kurang di gunakannya pedoman yang ada, kurang dimanfaatkannya sarana penunjang dioagnosa, kurangnya suplai obat serta belum adanya pedoman pembinaan yang terstruktur. Salah satu perangkat untuk tercapainya penggunaan obat rasional adalah tersedianya suatu pedoman atau standar pengobatan yang dipergunakan secara seragam pada pelayanan kesehatan dasar atau puskesmas.2 Oleh karena kemajuan yang pesat dalam ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran maupun farmasi menuntut tersedianya suatu pedoman yang mengikuti perkembangan, sehingga perlu merevisi pedoman tersebut.1

Latar Belakang Pelayanan kesehatan untuk masa yang akan datang semakin kompleks sejalan dengan adanya perubahan lingkungan dari masyarakat yang menyebabkan perubahan pola penyakit serta adanya perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran.1 Oleh karenanya, puskesmas dalam menjalankan fungsinya untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat melalui pembinaan dan pelayanan kesehatan dapat menggunakan segala
ii

macam sumber daya yang ada di wilayah kerja, baik dengan sektor kesehatan maupun sektor lain yang terkait, serta sektor swasta. Dan agar fungsi puskesmas dapat terlaksana dengan baik, perlu adanya peningkatan kemampuan manajemen di bidang pelayanan yang diberikan maupun pengorganisasian yang terintegrasi lebih baik. Dalam makalah ini yang dibahas adalah upaya pengobatan dasar di puskesmas. Permasalahan1 Upaya pengobatan di puskesmas sebagian besar berhadapan dengan permasalahan fisik dan mental yang timbul dalam kehidupan sehari-hari dari Pengguna Jasa Pelayanan Kesehatan (PJPK) dan keluarganya. Dinamika kehidupan manusia banyak sekali berhubungan dengan masalah kesehatan yang timbul akibat kondisi lingkungan dan status sosial yang beragam. Beberapa masalah kesehatan mempunyai insidens yang sering ditemukan pada pelayanan medik Puskesmas, yaitu pelayanan lini terdepan adalah penyakit yang dapat hilang dan sembuh sendiri, yaitu penyakit swa sirna (self limiting diseases), masalah somatik yang timbul oleh pengaruh stress (tekanan psikis), permasalahan penyakit akibat gaya hidup dan budaya, penyakit infeksi akut maupun kronik, permasalahan usia lanjut, permasalahan endokrin dan permasalahan nutrisi. Prinsip penatalaksanaan pelayanan yang diselenggarakan adalah sesuai dengan manajemen pelayanan medik menyeluruh terpadu.

iii

BAB II PENGERTIAN UPAYA PENGOBATAN

Pengobatan rasional menurut WHO 1987 yaitu pengobatan yang sesuai indikasi, diagnosis, tepat dosis obat, cara dan waktu pemberian, tersedia setiap saat dan harga terjangkau. 1 Untuk menjamin efektifitas dan keamanan, pemberian obat harus dilakukan secara rasional, yang berarti perlu dilakukan diagnosis yang akurat, memilih obat yang tepat, serta meresepkan obat tersebut dengan dengan dosis, cara, interval serta lama pemberian yang tepat. Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas pertama kali diterbitkan pada tahun 1985 dan mendapat tanggapan yang sangat menggembirakan bagi pelaksana pelayanan kesehatan dasar. Telah pula dicetak ulang beberapa kali dan terakhir tahun 2002 tanpa merubah isinya.2 Pengobatan merupakan suatu proses ilmiah yang dilakukan oleh dokter berdasarkan temuan-temuan yang diperoleh selama anamnesis dan pemeriksaan. Dalam proses pengobatan terkandung keputusan ilmiah yang dilandasi oleh pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan intervensi pengobatan yang memberi manfaat maksimal dan resiko sekecil mungkin bagi pasien. Hal tersebut dapat dicapai dengan melakukan pengobatan yang rasional.1 Pelayanan pengobatan adalah pelayanan medik yang dilakukan oleh pelaksana pelayanan (dokter) baik secara sendiri ataupun atas koordinasi bersama dengan sesama profesi maupun pelaksana penunjang pelayanan kesehatan lain sesuai dengan wewenangnya, untuk menyelesaikan masalah kesehatan dan menyembuhkan penyakit yang ditemukan dari pengguna jasa pelayanan keshatan, dengan untuk memandang umur dan jenis kelamin yang dapat diselenggarakan pada ruang masalah. 2

iv

BAB III TUJUAN

Tujuan Umum Tujuan umum upaya pengobatan adalah meningkatnya derajat kesehatan masyarakat dengan memberikan pelayanan kuratif.1

Tujuan Khusus Tujuan Pedoman Pengobatan dikelompokkan dalam beberapa hal:1 a. Mutu Pelayanan Pengobatan. Oleh karena Pedoman Pengobatan hanya memuat obat yang terpilih untuk masing-masing penyakit / diagnosis. b. Standar Profesi. Senantiasa menjadi standar profesi setinggi-tingginya karena disusun dan diputuskan atas kesepakatan para ahli. c. Pengamanan Hukum. Merupakan landasan hukum dalam menjalankan profesi karena disusun dan disepakati para ahli dan diterbitkan oleh pemerintah. d. Kebijakan dan Manajemen Obat. Perencanaan obat yang digunakan akan lebih tepat, secara langsung dapat mengoptimalkan pembiayaan pengobatan.

BAB IV SASARAN DAN KEGIATAN

Sasaran Sasaran upaya pengobatan yang diselenggarakan Puskesmas adalah semua anggota masyarakat dengan tidak memandang umur dan tidak membedakan strata sosial. 1 Ciri masalah yang dilayani : gejala/keluhan dan status klinik yang tidak terlalu ekstrim. dapat diatasi segera. penyebab bukan patologi berat (seperti DM berat, hipertensi tak terkendalikan, malignansi, adanya gejala sistemik berat, preforasi alat dalam).

Rincian Kegiatan Kegiatan Anamnesa Uraian Kegiatan Sapa dengan baik PJPK yang datang Pahami keluhan dan gejala secara holistik Perhatikan tanda vital dan profil umum Biarkan PJPK bercerita sendiri tentang riwayat penyakitnya dan pengobatannya Pemeriksaan Pemeriksaan secara holistik dari aspek Dokter Puskesmas
vi

Pelaksana

secara mental sosial penyakit

holistik fisik, mental dan sosial dan Lokasi keluhan

dari aspek fisik

dari Faktor penentu yang ada : Risiko bila ada alergi, kehamilan,

kelainan perilaku Berat ringannya secara klinis Pengaruh lain dari penyakit Bila sulit diketahui dapat dilakukan Penata laboran pemeriksaan laboratorium dan radiologik sesuai dengan indikasi dan kemampuan Diagnosa Tindakan Medikamentosa Berdasarkan keluhan, hasil pemeriksaan : Pengobatan yang dapat diberikan adalah : Anti mikrobiota Anti fungi Analgesik-antipiretik Anti inflamasi non steroid (AINS) Antiepilepsi, antikonvulsi Antidepresi, antipsikotik Hipnotik sedatif Obat antihipertensi dan penyakit jantung Obat antisyok
vii

Penata radiologik

Dokter Puskesmas

Obat mengatasi keluhan pernafasan Obat mengatasi dispepsia dan nyeri abdomen Antiseptik saluran kemih Kontraseptik Antiseptik desinfektans Obat haematopoitik Obat untuk kebidanan Obat topikal kulit Obat topikal mata Obat gigi Obat hemoroid Vitamin dan mineral, lain-lain Anamnesa Anamnesa dan rekam medik dikirimkan Dokter, perawat dengan surat rujukan pada operator Konseling padapelayanan terpadu untuk Ruang masalah : Kesehatan remaja Ketepatan dosis/tindakan Kesembuhan Mutu
viii

lengkap Tindakan Konseling khusus

konseling

khusus Dilaksanakan oleh : dokter, perawat

Tindakan evaluasi pelayanan

Tindakan evaluasi administratif

Pengisian rekam medik Penilaian epidemiologik Biaya

Komponen Pelayanan Kegiatan Pelayanan ambulans Petugas Pelaksana Perawat merangkap Keterangan sapir, Milik puskesmas/jaringan panggilan segera Pelayanan administrasi Pelayanan obat-obatan Perawat Petugas farmasi Terapi suppositoria, gastrik orofaringeal endotrakheal suntikan, tetanus, kateter Perlengkapan medik Petugas/perawat perlengkapan Minor set jahit Mayor set tindakan sederhana cairan, naso tube, tube, tube vaksin antiseptik,

perawat kesehatan, perawat gigi

inhalasi, obat; oral

oksigen, infus set,

ix

Bidai Pelayanan kecelakaan/muskuloskeletal, trauma organ lain Dokter puskesmas, konsulen Penanganan luka

panggilan, perawat, dokter gigi, terbuka perawat gigi, penata radiologik Penanganan fraktur sederhana

Kedaruratan

medik; Tim medik untuk : kegawatan Penanganan otak, penurunan kesadaran, (Airway, Breathing, Circulation) Darah, urin, konsul; faal (pemeriksaan laboratorium terdekat) ginjal, pada elektrolit, gas darah

penyakit akut, kronis darurat nafas, resusitasi jantung paru- keadaan akut ABC status konvulsi Pemeriksaan laboratorium Penata laboratorium, perawat

Pemeriksaan ECG

Perawat, dokter

BAB V PELAKSANAAN DI PUSKESMAS

Pelayanan yang terdapat di Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan dilakukan oleh petugas yang dilaksanakan di dalam gedung puskesmas dan di luar gedung puskesmas (pusling).Berikut ini adalah 10 penyakit terbanyak di Puskesmas Kecamatan Mampang pada tahun 2011 :3
x

SEPULUH PENYAKIT TERBANYAK PUSKESMAS KECAMATAN MAMPANG PADA TAHUN 2011 NO KODE JENIS PENYAKIT JUMLAH % 1 1302 Infeksi akut pada saluran 8.604 42.49

pernafasan 2 3 2200 2100 Penyakit lainnya 3729 18.41 3.93

Peny. Pada sistem otot dan 1.467 jaringan pengikat

4 5 6

2002 0102 1502

Penyakit Kulit Alergi Diare (termasuk kolera)

1.320 1238

6.51 6.11 5.36

Penyakit Pulpa dan Jaringan 1087 Periapikal

7 8 9 10

1301 1200 2001 1303

Tonsilittis Penyakit Darah Tinggi Penyakit Kulit Infeksi Penyakit lain pada

903 767 652 saluran 479

4.46 3.78 3.22 2.36

pernafasanatas JUMLAH 20.246

1. Penyelesaian masalah infeksi sistemik Kegiatan Uraian Kegiatan Keterangan

Tindakan dan Tetapkan organ sistem tubuh yang terkena Faktor penentu dan
xi

pengobatan

infeksi;

kelenjar,

sistem

hematopoitik, usia jenis kelamin

humoral tubuh Tetapkan penyebab infeksi (semua golongan Penyebab umur) mikrobiota, penyebab (anak-anak polio, jenis parasit, manusia DPT, campak,

virus, cacing, sumber

gondongan, cacar air) Keadaan keseimbangan elektrolit Keseimbangan suhu Host : keadaan umum, tanda vital, status gizi, derajat, penyakit keseimbangan fungsi organ terpadu Malignansi penyakit dengan infeksi luka Lingkungan : hospes perantara, sumber penularan manusia Rujukan Atasi keluhan dan berikan simptomatik Untuk yaitu tindakan : untuk menurunkan suhu menyeimbangkan cairan, elektrolit tubuh nutrisi tubuh oksigenasi, pernapasan
xii

malignansi,

menurunkan

cegah keadaan untuk menjadi lebih buruk suhu tidak dibenarkan menggunakan kompres angin es, kipas

Pemulihan

Tindakan terhadap penyebab

Kasus infeksi yang telah meruskkan PPOK, perlu untuk organ (misalnya kasus

Penyebab yang tidak jelas atasi secara TBC, simptomatik dan perbaiki keadaan umum

rehabilitasi mengoptimalkan fungsi paru)

Bila keadaan tidak dapat diatasi, perlu Pasca stroke dengan pemeriksaan lanjut dan tindakan pelayanan kecacatan perawatan ataupun pelayanan lanjutan psikis memerlukan rehabilitasi sosial baik pengguna jasa maupun keluarganya Rehabilitasi fisik, mental dan sosial Demikian pula infeksi menerimanya sumber dapat yang menimbulkan trauma

tergantung pada dampak penyakit, kronisnya kusta komunitas harus penyakit, komplikasi penyakit kecacatan dapat yang ada menjadi penularan tanpa keraguan untuk

2. Gangguan Sistem Pernapasan Kegiatan Penilaian Uraian Kegiatan Keterangan

Berdasarkan keluhansubjektif; dispnoe, Pernafasan atas (THT)


xiii

penapisan

intensias, rasa tersumbat, rasa tercekik, hubungan dengan pekerjaan, rasa berat pada dada (bedakan rasa nyeri dengan), PPOK, batuk, hemaptoe, suara serak akut, berulang Tentukan penyakit dasar Tanda vital angka respirasi, pergerakan dada Inspeksi saluran nafas atas/bawah/dada Pernafasan bawah/paru Penyakit jantung Penyakit Hematogen

(asidosis, anoksia) Neurogenik, psikogenik Korpus alinum

(sumbatan jalan nafas) Pemeriksaan semua gol umur Infeksi sel nafas spesifik TBC, sistem Umum; DOTS (Direcly Observed Treatment saluran kronik spesifik; faringitis, tonsilofaringitis, bronkhitis, bronkopneumonia, pleurotiskhiolitis Tumor paru, tumor nafas yang Shortcourse) Non infeksi Masalah kegawatan nafas infeksi akut, non rinitis,

THT, asma bronkhial, pneumokoniosis (kedaruratan medik) Tindakan pengobatan dan Berikan medikamentosa sesuai dengan Ditujukan hasil pemeriksaan, atasi penyebab, pengguna berikan obat pelega pernapasan, obat pelayanan untuk jasa kesehatan
xiv

simptomatik penderitaan.

untuk

mengurangi (PJPK)

Konseling mengenai penggunaan obat, PJPK dan keluarganya cara pencegahan penularan/memberatnya penyakit, perjalanan penyakit dan cara mengatasinya, nutrisi dan pola hidup untuk mempercepat penyembuhan Terapi paliatif, untuk fisik maupun psikis Rujukan Bila fungsi paru memburuk Penyakit menjadi kronis Pada kasus terminal, mengurangi penderitaan Perkesmas perlu keluarga.

Berhubungan dengan penyakit lain yang dukungan berat Malignansi Bila perlu peralatan diagnostik canggih dan tindakan invasif Tindakan pengobatan dan Perawatan kasus terminal dirumah Kasus kronik dengan pengobatan intensif Kasus dispnoe yang dapat segera diatasi Dokter Perkesmas

bersama

Menerima rujukan kembali Tindakan penyelematan kehidupan

Pengobatan suplemen Latihan pernapasan

Mengembalikan fungsi: paru, pernapasan, organ

pernapasan dalam dan


xv

luar Pemulihan Terapi psikis/ventilasi Mengembalikan fungsi sosial

3. Gangguan Sistem Pencernaan dan Organ pendukungnya Kegiatan Penilaian Uraian Kegiatan pada gangguan pada gigi dan mulut keluhan pada abdomen atas : muntah, dispepsia abdomen; kolik, nyeri abdomen Keterangan Bila dapat tidak diawasi terjadi

berbagai usia

dehidrasi, perdarahan lambung, hipokalemi,

berdasarkan keluhan : tentukan penyebb, hiponatremi alkalosis dapat terjadi semua golongan umur yaitu gastritis, diare non spesifik, pankreatitis non spesifik; sigelosis, eltor, demam tifoid, salmonelosis, infestasi cacing penyakit hepatobilier : hepatitis A, B, C, D dan E, fatty liver, sirrhosis hepatis, kolelitiasis Keracunan makanan; bakteri, bahan

kimia, intoksikasi obat Intoleransi dalam metabolisme makanan : terhadap gula, laktosa, lemak Obstipasi dan konstipasi
xvi

Inkotinensia alvi Tindakan pengobatan dan Terapi medikamentosa terhadap kausa Medikamentosa yang dan simptomatik Diare dan alat pencernaan; terapi diet yang sesuai, terapi cairan Edukasi PJPK dan keluarga rasional (informatorium generik) Terapi cairan : oralit, infus Konseling Kebutuhan dan cairan Kebersihan Pantangan Pemulihan Penyesuaian untuk menu yang harus Keluarga ditaati, lunak, jumlah cairan, tidak pedas diminta makanan obat

mementau pola makan yang dianjurkan

4. Gangguan Sistem Kardiovaskuler Kegiatan Deteksi dini Uraian Kegiatan Keterangan adalah

Penyakit jantung bawaan pada bayi, Sianosis semua goongan umur Penyakit degeneratif : penyakit jantung koroner, hipertensi Penyakit infeksi adalah penyakit jantung dirujuk

tindakan untuk segera

xvii

rheumaendokarditis Gagal jantung Tindakan pengobatan dan Memberikan medikamentosa, dietitik Dokter, perawat,

sesuai dengan diagnosa jantung, vaskular keluarga ataupun psikosomatik Konseling pada PJPK dan keluarganya untuk dapat memperbaiki sistem pompa jantung dan aliran pembuluh darah dan menyelesaikan masalah psikis ataupun masalah nutrisi, perilaku dan kebiasaan yang ada Memberikan edukasi pada pasien dan keluarganya untuk meningkatkan pola hidup dan menciptakan suasana keluarga yang partisipatif dalam menyelesaikan masalah PJPK Puskesmas, dokter

Rujukan

Untuk kasus sistem kardiovaskuler yang menimbulkan keadaan yang tidak dapat diatasi, hipertensi yang tidak dapat dikendalikan Menerima rujukan dari perawat tertier dan pelayanan sekunder untuk dilakukan, pemantauan keluhan, tanda-tanda vital dan sosialisasi PJPK dalam perawatan rawat jalan Melakukan perawatan di rumah sesuai
xviii

Perawat,

instruktur

senam, URM

dengan kemampuan fisik PJPK Pemulihan Menyelenggarakan latihan jantung sehat agar tidak berkembangnya penyakit sistem kardiovaskuler juga untuk menjaga kebugaran fisik. Pemulihan sosial bagi PJPK, yang telah mengalami gangguan fungsi sosial akibat penyakit kardiovaskuler yang dialaminya

5. Gangguan Endokrin dan Metabolisme Kegiatan Deteksi dini Uraian Kegiatan Diabetes melitus atau tanpa komplikasi Gangguan tiroid : hipertiroid, hipotiroid, struma nodosa, struma difus Tindakan pengobatan dan Penatalaksanaan diabetes melitus dengan mengontrol mengatur kadar diet gula darah dan serta serta aktivitas Keterangan Dokter bersama tim; perawat instruktur senam gizi,

medikamentosa Penatalaksanaan kasus gangguan tiroid, dengan menegakkan kasus yang tepat dan benar, pengobatan spesifik serta diet yang tepat sesuai dengan keadaan Pemulihan Rehabilitasi penderita DM, terutama yang Kelompok telah mengalami komplikasi agar
xix

senam

melakukan kegiatan keseharian secara diabetes produktif sesuai dengan usia dan kemampuannya Rehabilitasi fisik, mental dan sosial Pemantauan penderita gangguan tiroid terutama yang Perkesmas pernah mengalami gangguan psikis akibat keluarga penyakitnya oleh bersama

6. Gangguan Mental dan Perilaku Kegiatan Deteksi dini Uraian Kegiatan Keterangan

Gangguan mental emosional pada anak UKS usia sekolah, dan usia dewasa Gangguan belajar pada anak usia sekolah

Tindakan pengobatan

dan Penatalaksanaan medikamentosa, suportif, Dokter sesuai dengan kasus

Puskesmas

obat psikotropik, konseling keluarga, dan keluarga

Rujukan puskesmas

intra Untuk kasus yang kronik dan penggunaan Bila psikotropik

puskesmas

mempunyai konsultan Kesehatan Jiwa

Rujukan perawatan Pemulihan

untuk Kirimkan ke RS bila membahayakan keluarga dan sekitarnya Rehabilitasi medik dan sosial untuk Puskesmas mengembalikan fungsi sosial pasien pada keluarga
xx

dan

komunitasnya dan beraktifitas optimal sesuai dengan usia dan kemampuannya

7. Gangguan Telinga Hidung dan Tenggorok Kegiatan Deteksi dini Uraian Kegiatan Keterangan kesehatan

Gangguan telinga luar akibat trauma, UKS, infeksi telinga tengah (otitis media), keluarga terutama prasekolah, pada anak usia dan balita, penyebab sekolah

ketulian saat ataupun kedua telinga Tindakan pengobatan dan Medikamentosa dan edukasi mencegah Pelayanan pengobatan kambuhnya peradangan THT, khususnya rasional telinga agar tidak menjadi kronik dan infeksi ke otak Rujukan puskesmas intra Trauma akibat kerja Untuk perawatan infeksi kronik dan tindakan Rujukan mendapat perawatan dan tindakan invasif untuk Pelayanan hearing Aids Operasi Mastedoiktomi, endoskopi, RS/Pelayanan khusus untuk bantu dengar tonsilektomi operasi, dapat Puskesmas Pemulihan Terapi wicara dapat dibantu oleh keluarga Pemantauan oleh
xxi

Spesialis

THT

Puskesmas (bila ada)

tonsilektomi

pasca pelayanan di

dilakukan

perkesmas

8. Gangguan Mata dan Penglihatan Kegiatan Deteksi keluhan; penglihatan kurang, matamerah, terasa kotor, bercak Uraian Kegiatan Keterangan

dini, Gangguan refreaksi terutama pada anak UKS usia sekolah Katarak pada usia lanjut Masalah-masalah infeksi mata; bakteri pseudomonas,

gatal, konjungtivitis,

terasa streptococcus, virus : trakhom, herpes putih, Alergi dan iritasi Defisiensi Vit. A. Xeroftalmia Trauma mata; erosi superfisial (tes

sakit, mata ada sakit kepala

fluoresin positif) buta warna Tindakan pengobatan dan Kapsul vit A. 200.000, IU pada defisiensi Katarak; persiapan operasi dilakukan oleh dokter Puskesma, pasca operasi dilakukan oleh dokter Puskesmas Resep kaca mata Konseling keluarga untuk proteksi Optisian/dokter puskesmas

kerusakan mata dan buta warna serta penyakit keturunan

xxii

Rujuk tindakan

untuk Penurunan refraksi berat dan kebutaan Glaukoma

Bila puskesmas tak ada dokter mata maka pelayanan ke pelayanan lengkap spesialis fasilitas yang

Strabismus pada anak balita dan pra dirujuk sekolah Kekeruhan kornea Penglihatan berkurang perlahan-lahan Ulkus kornea, laserasi/perforasi mata, laserasi palpebra, entropion, trauma bakar Mata merah dengan penurunan visus Memantau penggunaan kaca mata pada gangguan refraksi Pemulihan Rehabilitas gangguan sosial mata penderita yang tidak dengan Dokter dapat optisian

puskesmas/

dikoreksi, agar dapat melakukan kegiatan sehari-hari sesuai dengan kemampuan dan kondisinya

Perkesmas keluarga

dan

\ 9. Gangguan Kulit dan Kelamin Kegiatan Deteksi Uraian Kegiatan Keterangan Umum bakterial
xxiii

dini, Infeksi non spesifik yang mengenai golongan umur, pioderma,

pastikan bahwa semua

tidak penyakit (neoplasma, DM)

ada impetigo, folikulitis, furunkel, karbunkel, penyebabnya lain erisipelas, selulitis, eritrasma Steptococous. Staphylococous

Penyinfeksi spesifik disebabkan Virus : varisla, campak, herpes simpleks, Obat topikal kulit : herpes zoster, rubella Prinsip pengobatan basah Kering dengan

Menahun ; Lepra ( Morbus Hansen), TBC basah dengan kompres kulit, framtbusia

Jamur, dermatofitosis (tinea kapitis, tinea ersikolor, profunda Parasit : skabies, pedunkulosis kapitis, kandidiasis, dermatomikosis

korporis, tinea pedis, tinea kruris), tinea kering

pedunkulosis korporis, cutancus larva Obat migrans

disesuaikan

kuman/biota penyebab

Alergi : urtikaria, erupsi alergi obat Keturunan ; prurigo hebra (anak-anak) Dermatitis kontak : sabun, zat kimia Psikis; neurodennatitis Kelainan kulit dengan penyakit sistemik (DM)

xxiv

Penyakit kulit akibat defisiensi PHS Uritritis Non spesifik, Gonore; Herpes Simpleks, Trikhomoniasis, Vaginosis bakterial, AIDS, Ulkus Mole, Granuloma Inguinela, Lymfogranuloma Venereum Tindakan pengobatan dan Tindakan yang tepat dengan pemeriksaan - Budaya bersih dapat laboratorium; (kerokan kulit, Gonorhea, dipantau dapat dilakukan di Puskesmas) Pengobatan antibiotika, anti fungsi dapat oral topikal Konseling kebersihan dan perawatan diri dan menghindari kontak dengan penyebab. Rujuk Infeksi menjadi sistemik tak dapat di rumah (Puskemas)

diselesaikan pada tingkat primer, gangren Pemulihan Rehabilitas fisik dan mental pada

penderita dengan kecacatan fisik akibat cedera, kosmetik / operasi plastik

10. Gangguan Muskuloskeletal dan Persarafan Kegiatan Uraian Kegiatan Keterangan

xxv

Deteksi dini

Masalah persendian dan tulang seperti Keluhan osteroartiritis, gout dan penyakit sendi muskuloskeletal lain selalu sakit intensitas tergantung persyarafannya Gangguan tulang belakang ; hernia nukleus pulposus Gangguan otot dan jaringan lunak akibat trauma, terutama akibat cedera olahraga Sekuele pasca stroke yang ringan Kejang yang lama (febris pada anak) dapat menimbulkan anoksia otak : tergantung daerahnya, dapat menyebabkan temaparese, hemiparese berat dan ringan tergantung tindakan kedaruratan yang dilaksanakan Kelelahan yang kronik (chronic fatigue Kelelahan syndrome) psikogen, farmakologik, biasa organik usia kronik, 20-40 disertai rasa yang pada dengan

endokrin metabolik, anemia, infeksi, tahun dengan keluhan rheumatoid, gangguan tidur) Diagnostik; kelainan persyarafan/tulang Tes neurologik dan EEG Pemotretan mikrosefali
xxvi

tulang/tengkorak;

Otot dan kekuatan, EMG CT Scan Tindakan pengobatan dan Memberikan timbul Edukasi untuk melakukan gerakan yang sesuai untuk tidak menambah sakit dan menambah trauma Penyakit dasar (hipertensi, jantung, Diatensi dan latihan otot dengan beban dapat di dengan peralatan medikamentosa untuk Pada kasus retardasi mencari organik otak kelainan

mengurangi rasa sakit, peradangan yang mental (RM) untuk

DM); obati dengan tepat

Kasus Gout, rheumatik banyak dikaitkan dan dengan makanan, karena itu edukasi sederhana untuk makanan yang boleh dimakan dan dilakukan dipantang, terasa amat sakit Konseling bayi dan anak-anak Puskesmas

perawat terlatih

diperlukan pembentukan vitamin D dengan bantuan sinar matahari Rujuk bedah bagian Tirah baring untuk kasus; reposisi Tulang tulang, trauma tulang perawatan lokal; terbuka Untuk mencari lokasi, ketepatan

untuk trauma berat otot, jaringan lunak (memar), luka

tindakan dirujuk Untuk perawatan tirah baring, pelatihan otot Pengobatan epilepsi

xxvii

Epilepsi untuk ketepatan diagnostik Trauma kepala Rujuk ke Spesialis Pasca stroke dengan parese berat syaraf Pemulihan rehabilitasi fisik; pelatihan otot pasca Dapat dilakukan di tindakan/trauma rehabilitasi mental untuk trauma yang dialami rehabilitasi sosial untuk dapat kembali mengerjakan pekerjaan seperti semula secara bertahap Pemulihan otot jantung dilakukan URM Rehabilitas (Unit Medik) Puskesmas supervisi syaraf atas spesialis

dengan senam yang bertahap

Pemulihan otot pencernaan dilakukan Perkesmas, keluarga dengan bentuk diet yang cair/lunak dan tidak merangsang Pemulihan tulang dengan gips/bidai Pemulihan sayatan pada otot dilakukan dengan kompres/obat topika pasca jahitan dan ditutup dengan kasa

xxviii

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN

. Pelayanan ditujukan terhadap pengguna pelayanan medik yang memerlukan tindakan segera yang kemungkinan dibawa oleh; tim ambulans, keluarga, petugas di tempat kerja, orang yang di sekitar korban, petugas keamanan di sekitar korban, disebabkan penyakit yang lanjut ataupun kecelakaan (di rumah, tempat kerja, jalan) tanpa memandang umur Dalam menjalankan fungsinya dokter dan tim pelayanan kesehatan pada kegiatannya untuk penyelesaian masalah kecelakaan dan kedaruratan medik adalah berupa penerapan kemampuan untuk mengatasi masalah sistem organ biologik tubuh dan mental psikologikal dari semua golongan umur yang bersifat segera. Pada pelayanan kedaruratan medik kasus berat di Puskesmas untuk tindakan lanjut dilakukan pada unit pelayanan lengkap, namun untuk resusitasi jantung paru otak pasang infus terdahulu, lapangkan jalan nafas dan sistem pengangkutan amat membantu. SARAN
xxix

Semua tenaga kesehatan harus selalu berupaya memberikan upaya pelaksanaan pengobatan yang sebaik-baiknya terutama di Puskesmas. Hal ini terkait dengan peranan puskesmas sebagai lini terdepan dalam upaya mewujudkan suatu masyarakat yang sehat.Oleh karena itu setiap pihak yang terkait ,harus terus berupaya memberikan pelayanan medis yang sebaik-baiknya sesuai dengan Standarad Pelayanan Medis yang berlaku.

DAFTAR PUSTAKA

1. Tambunan, Taralan , Daldiono, Sungkar Saleha,dkk.Pedoman Pengobatan Dasar di

Puskesmas 2007.Jakarta : Departemen Kesehatan RI, 2007.Hal.1-3.


2. Soegianto,Benny. Kebijakan Dasar Puskesmas.Jakarta. . 2007

3.

Puskesmas Kec. Mampang. Laporan Tahunan Puskesmas Kecamatan mampang 2011.Jakarta.

xxx