Anda di halaman 1dari 6

Review Artikel : Penggunanaan Gliserin Sebagai Humektan Pada Sediaan Pasta Gigi Oleh : Gita Kusumadiani Haryono Jurusan

Farmasi, Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran Jalan Raya Bandung Sumedang KM 2,5 Jatinangor 45363 E-mail :gita.kusumadiani@yahoo.co.id ABSTRACT Pasta preparations that much used by the public is toothpaste. Toothpaste is one of cleaning teeth. Toothpaste should be fairly soft, easily pushed out of the tube and be scattered on the toothbrush. Therefore, to maintain the stability of the consistency of toothpaste in long periods of time used humektan. Humektan is a water-soluble material with high water binding capacity. Humektan that often used in toothpaste is Glycerin. Glycerine is functioning to maintain stability as well as retain moisture and water on the preparations. Keyword: glyserin, humektan, and toothpaste ABSTRAK Sediaan pasta yang banyak digunakan oleh masyarakat adalah pasta gigi. Pasta gigi merupakan salah satu pembersih gigi. Pasta gigi harus cukup lembut, mudah ditekan keluar dari tube dan menjadi tersebar pada sikat gigi. Oleh karena itu, untuk menjaga kestabilan dan konsistensi pasta gigi dalam jangka waktu yang lama digunakan humektan. Humektan adalah bahan yang larut dalam air dengan kemampuan mengikat air yang tinggi. Humektan yang sering digunakan dalam pasta gigi adalah gliserin. Gliserin ini berfungsi untuk menjaga kelembaban dan stabilitas serta mempertahankan air pada sediaan. Kata kunci : gliserin, humektan, dan pasta gigi

PENDAHULUAN Salah satu cara untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut yaitu dengan menggosok gigi menggunakan pasta gigi. Sediaan pembersih gigi atau pasta gigi adalah sediaan semi padat yang efektif sebagai medium terdiri dari campuran bahan penggosok, bahan pembersih, dan bahan tambahan agar zat aktif dapat bekerja pada permukaan gigi dengan efek utama adalah membuat permukaan gigi lebih resisten terhadap kerusakan oleh bakteri mulut tanpa merusak gigi maupun membran mukosa mulut (SNI 12-3524-1995). Sediaan pembersih gigi dapat berupa pasta, gel, pasta dengan lapisan berwarna, serbuk atau cairan (J. B.Wilkinson, 2000). Pada sediaan pasta gigi, salah satu bahan yang berperan penting adalah

humektan dan surfaktan. Humektan berfungsi menjaga agar zat aktif dalam sediaan tidak menguap sehingga membantu memperlama kontak zat aktif pada gigi serta memperbaiki stabilitas suatu bahan dalam jangka lama (Jackson, 1995). Pada sediaan pasta gigi ada beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya viskositas, konsistensi, dan pH. Oleh karena itu, jumlah gliserin yang ditambahkan juga harus dipertimbangkan karena berpengaruh pada konsistensi pasta gigi. Semakin banyak jumlah gliserin maka konsistensi pasta gigi semakin kental. Jika pasta gigi terlalu kental, penyebaran pasta gigi di atas gigi sulit, dan terasa kurang nyaman di mulut.

TINJAUAN PUSTAKA Pasta Gigi Pasta gigi didefinisikan sebagai bahan semi-aqueous yang digunakan bersamasama sikat gigi untuk membersihkan deposit dan memoles seluruh permukaan gigi. Pasta gigi yang digunakan pada saat menyikat gigi berfungsi untuk mengurangi pembentukan plak, memperkuat gigi terhadap karies, membersihkan dan memoles permukaan gigi, menghilangkan atau mengurangi bau mulut, memberikan rasa segar pada mulut serta memelihara kesehatan gingival (Silje, 2003).

Pasta gigi mengandung bahan aktif yang sama dengan serbuk gigi, lebih mahal dalam penggunaannya dan lebih sempurna penyiapannya dari pada serbuk. Bagaimanapun lebih dipilih pasta gigi, mungkin karena lebih tersebar dengan baik pada sikat gigi, lebih mudah diukur jumlahnya tanpa kehilangan selama penumpahan karena terdapat dalam tube, dan mungkin karena konsistensinya yang lebih menarik. Tamter menetapkan bahwa melebihi jumlah minimal tertentu dari jumlah penggunaan pembersih dalam penyikatan gigi tidak terlalu penting. 1. Pasta gigi harus cukup lembut, mudah ditekan keluar dari tube dan menjadi tersebar pada sikat gigi, tetapi tidak terlalu lembut sehingga tidak merosot ke sikat gigi. Konsistensi ini harus bertahan tetapi stabil pada jarak suhu 5-35oC (sebenarnya jarak suhu tergantung pada iklim dari negara dimana produk digunakan) pada periode waktu yang lama. 2. Selama tube terbuka, pasta gigi harus tidak kering menjadi kerak yang keras pada mulut tube. 3. Pasta gigi harus tidak berinteraksi dengan bahan tube. (Balsam, 1974).

Humektan Humektan adalah zat yang ditambahkan untuk mengurangi penguapan air baik dari kemasan produk ketika tutupnya terbuka atau dari permukaan kulit pada saat digunakan. Humektan ditambahkan pada emulsi untuk pemakaian luar. Contoh zat yang biasa digunakan sebagai humektan diantaranya propilenglikol, gliserol dan sorbitol (Aulton, 2002). Humektan adalah suatu bahan yang dapat mempertahankan kelembapan dan sekaligus mempertahankan air yang ada pada sediaan. Humektan dapat juga melindungi komponen-komponen yang terikat kuat dalam bahan yang belum mengalami kerusakan termasuk kadar air, kadar lemak, dan komponen lainnya (Jackson, 1995). Humektan adalah bahan yang larut dalam air dengan kemampuan mengikat air yang tinggi. Bahan ini mampu menarik air dari atmosfer (jika kelembaban atmosfer >

80%) dan epidermis, mencegah penguapan dan pengentalan produk, sehingga meningkatkan masa pakai produk. Humektan menarik air ke dalam kulit menyebabkan pembengkakan ringan pada stratum korneum yang memberikan kesan kulit lebih halus dan berkurangnya kerutan. Beberapa contoh humektan yang sering digunakan gliserin, sorbitol, natrium hialuronat, urea, propilen glikol, asam hidroksi- dan gula (Baumann, 2008). Gliserin sebagai Humektan Gliserin adalah nama komersial dari produk yang terdiri dari gliserol dan sejumlah kecil air. Gliserin dalam pasta gigi berfungsi sebagai humektan yaitu menjaga pasta gigi agar tetap lembab bila terjadi penguapan air sehingga mencegah pasta gigi menjadi keras. Gliserol sebenarnya merupakan alkohol trihidrat (Swern, 1995). Gliserin adalah sebuah alkohol trihidrat berupa cairan higroskopis, kental, bening dengan rasa manis pada suhu kamar diatas titik lelehnya (Kirk, 2004). Gliserin yang merupakan produk samping dari industri oleokimia yang memiliki sifat higroskopis, larut dalam air dan alkohol, tidak berwarna, tidak berbau dan memiliki rasa manis. Gliserin banyak digunakan untuk farmasi, bahan makanan, kosmetik, emulsifier dan minyak pelumas. Adapun kegunaan gliserin adalah sebagai berikut : a) Farmasi Gliserin banyak digunakan sebagai salep, obat batuk, pembuatan multi vitamin, vaksin, obat infeksi, stimulan jantung, antiseptik, pencuci mulut, pasta gigi. b) Bahan makanan Gliserin digunakan sebagai pelarut ekstrak buah seperti vanili, kopi, koumarin. Gliserin juga digunakan untuk minuman berkarbonat, pembuatan keju, permen jeli. c) Kosmetik Gliserin yang memiliki sifat tidak beracun, tidak iritasi dan tidak berwarna digunakan untuk pelembut dan pelembab kulit, krem kulit, sabun, pembersih

wajah. Gliserin juga digunakan sebagai pelarut parfum, pewarna dan pembersih kendaraan (Minner,1953). Senyawa yang berupa cairan kental, jernih, tidak berbau, rasanya manis 0,6 kali dari sukrosa dan higroskopis (Armstrong, 2009). Gliserin dapat bercampur dengan air, etanol (95%) P, tidak larut dalam kloroform P, eter P, minyak lemak, dan minyak atsiri. Gliserin digunakan sebagai humektan, pelarut, dan agen pemanis. Gliserin digunakan dalam dunia kosmetika sebagai bahan bahan pengatur kekentalan pada produk shampoo, obat kumur dan pasta gigi (Fauzi, 2002). Salah satu bahan yang berperan penting pada sediaan pasta gigi adalah humektan yang berfungsi menjaga kelembaban dan stabilitas, melindungi komponen-komponen yang terikat kuat dalam bahan yang belum mengalami kerusakan termasuk kadar air, dan mengikat minyak atsiri. Humektan yang sering digunakan adalah gliserin. Gliserin terutama digunakan dalam industri kosmetika sebagai bahan pelembab sehingga pasta gigi selalu basah dan tidak cepat mengering di udara bebas. Gliserin juga berfungsi sebagai pelarut dan bahan pengental. Jumlah gliserin yang semakin banyak menyebabkan larutan semakin kental. Akan tetapi jika pasta gigi terlalu kental, penyebaran pasta gigi di atas gigi sulit dan terasa kurang nyaman di mulut (Jackson, 1995). KESIMPULAN Gliserin dapat digunakan sebagai humektan pada sediaan pasta gigi karena menjaga kelembaban dan stabilitas, dapat juga melindungi komponen-komponen yang terikat kuat dalam bahan yang belum mengalami kerusakan termasuk kadar air. DAFTAR PUSTAKA Armstrong, N. A. 2009. Handbook of Pharmaceutical Exipients, 6th Editi., Pharmaceutical Press. London Aulton, E.M., and Summers, M. 2002. Granulation, in Aulton, M., Pharmaceutics The science of Dosage Form Design, 2nd Edition. Churchil Livingstone. Spain.

Balsam, M.S. and Sagarin,E. 1974. Cosmetics, Science and Technology. John Wiley and sons inc. New York. Baumann, L. 2008. Cosmetic in dermatology Edisi ke-7. Mc Graw-HHl Incorporation. New York Fauzi, Y.dkk. 2002. Kelapa Sawit. Edisi Revisi. Cetakan XIV. Penebar Swadaya. Jakarta Jackson, E. B. 1995. Sugar Confectionery Manufacture, second Edition, 13-36. Cambridge University Press. Cambridge. J. B, Wilkinson dan Moore RJ. 2000. Harrys Cosmeticology, 8th. Godwin. London. Kirk, O. 2004. Encyclopedia Of Chemical Technology, Vol. 11, Ed. 3, 28-29. Interscience Publisher John Willey and Sons., Inc. New York. Minner, C. S. 1953. Glycerol. Reinhold publishing corporation. New York Silje storehagen, Nana ose og silphi midha. 2003. Candidate Odontologiae degree guide to Clinic: Dentrifice and mouthwashes ingredients and their use.. Oslo University of Candidatus. SNI 12-3524-1995. Pasta Gigi. Dewan Standarisasi Nasional. Jakarta. Hal 1-16 Swern, D. 1995. Bailey's Industrial Oil And Fat Products, Vol. 5, Ed. 5. John Willey and Sons., Inc. New York.