Anda di halaman 1dari 5

A.

Pengertian Baja Ringan (Cold Formed Steel)


Baja Ringan atau Cold Formed Steel merupakan suatu istilah yang diperuntukkan untuk produk dengan bahan dasar lembaran baja/pelat baja datar yang dilekukkan atau ditekan secara dingin pada temperatur ruang. Pelaksanaan semacam ini akan menyebabkan perubahan bentuk inelastis yang menimbulkan regangan sisa (residual strain) dan disertai dengan tegangan sisa (residual stress). Untuk memberi gambaran umum pengaruh perubahan bentuk secara dingin, ditinjau suatu spesimen yang dibebani dengan tarikan sampai terjadi perubahan bentuk plastis. Pembebanan ini dilakukan secara berulang-ulang. Tampak pada Gambar a.1 bahwa setiap beban dilepas, selalu ada regangan sisa, sehingga setelah pembebanan dilakukan beberapa kali dicapai regangan batas bahan yang apabila spesimen dibebani lagi, spesimen akan putus. Mengingat hal itu, maka dapat dipahami bahwa sifat batang struktur yang dibentuk secara dingin cukup rumit.

Gambar a.1 Pengaruh Pengerasan Regangan Seperti terlihat pada Gambar a.1, jika spesimen baja dibebani sampai daerah plastis atau pengerasan regangan, kemudian beban dilepas maka kurva pada pembebasan beban akan sejajar dengan kurva bagian elastis. Oleh karena itu akan terdapat regangan yang tertinggal setelah beban dilepas. Suatu spesimen yang telah diregangkan sampai fase pengerasan regangan, lalu ketika beban dilepas dan selanjutnya spesimen disimpan beberapa hari yang disebut sebagai proses penuaan regangan (strain aging) pada temperatur ruangan. Setelah itu diadakan pembebanan ulang, maka terjadi peningkatan tegangan leleh dan kuat tarik, tetapi disertai penurunan regangan putus. Peristiwa ini dilukiskan pada Gambar a.2.

Gambar a.2 Pengaruh Penuaan Regangan

B. Spesifikasi Baja Ringan


Saat ini bahan baku untuk baja ringan secara umum terbagi menjadi 3 antara lain sebagai berikut : Zincalume/Galvalume/Aluzinc Zincalume merupakan bahan baku yang komposisinya terdiri dari zinc 43,5%, Alumunium 55% dan alloy silicon 1,5%. Zincalume adalah lapisan anti karat yang tahan terhadap korosi air garam tetapi lemah terhadap semen. Terdapat beberapa tipe Zincalume antara lain sebagai berikut : 2 Zincalume A100 berarti baja ringan yang memiliki kadar lapisan 100 gr/m . Zincalume A150 cocok digunakan pada struktur kuda-kuda truss, karena tidak berhubungan langsung dengan udara luar. Zincalume A200 cocok digunakan sebagai bahan genteng metal yang selalu berhubungan dengan panas dan hujan. Sebenarnya Zincalume merupakan produk yang telah dipatenkan oleh Bluescope Lysaght, sedangkan produk lokal yang memiliki bahan penyusun sama dengan Zincalume diberi nama Galvalume. Galvanize Galvanize merupakan plat baja yang dilapisi bahan Zinc/seng. Lapisan Galvanize ini diklaim mampu melindungi baja dari karat maupun air semen, tetapi lemah terhadap air garam. Salah 2 satu contoh tipe Galvanize adalah Galvanize Z180 berarti kadar lapisan seng adalah 180 gr/m . Magnesium Pemakaian bahan ini kurang begitu dikenal jika dibandingkan dengan ke dua bahan di atas, namun berdasarkan pengalaman bahan Magnesium ternyata akan lebih tahan terhadap air semen dan air garam. Adapun profil Baja Ringan untuk saat ini yang tersedia di pasaran antara lain adalah profil UK , profil Z, dan profil Canal C. Di Indonesia ketebalan baja ringan berkisar dari 0,5 - 1 mm. Dengan dimensi yang relatif lebih kecil, tentu saja sistem pemasangan struktur baja ringan berbeda dengan sistem pemasangan kuda-kuda kayu. Struktur baja ringan mempunyai kekuatan tarik yang tinggi tapi bersamaan dengan itu mempunyai kekakuan yang lemah. Oleh karena itu, salah satu faktor utama yang menentukan kekuatan struktur baja ringan adalah batang pengaku (bracing).

(a)

(b)

Gambar b.1 (a) Profil Baja Ringan Tipe Canal C, (b) Profil Baja Ringan Tipe UK Karena ketebalan profil baja ringan sangat tipis, maka bahan baja yang digunakan harus memiliki mutu yang tinggi atau biasa disebut High Tension Steel, umumnya standar yaitu Baja Ringan tipe G550 dengan spesifikasi teknis adalah sebagai berikut : Kekuatan Leleh Minimum (fy min) = 550 Mpa Tegangan Maksimum (fc max) = 550 Mpa Modulus Geser (G) = 50000 Mpa Modulus Elastisitas (E) = 20000 Mpa

C. Keunggulan dan Kelemahan Baja Ringan


Terdapat beberapa keunggulan baja ringan yang perlu untuk diketahui antara lain sebagai berikut : Karena bobotnya yang ringan maka dibandingkan kayu atau baja konvensional, beban yang harus ditanggung oleh struktur di bawahnya jauh lebih rendah sehingga dapat mengurangi struktur pondasi, kolom dan balok. Baja ringan tidak merambatkan api bila terjadi kebakaran. Anti Rayap, tidak bisa dimakan rayap. Pemasangannya relatif lebih cepat apabila dibandingkan rangka kayu dan baja konvensional. Pada baja ringan tidak terjadi muai dan susut, jadi tidak berubah karena panas dan dingin. Secara teknis yaitu pengerjaan dan transportasi di lapangan sangat mudah dan cepat. Tanpa pengelasan, hanya menggunakan self screw. Desain flexible. Harga relatif murah. Selain keunggulan, terdapat pula beberapa kelemahan baja ringan yang juga perlu diketahui antara lain sebagai berikut : Rangka atap baja ringan tidak bisa diexspose sebagai element dekorasi seperti rangka kayu, karena sistem struktur rangka baja ringan tersusun rapat, padat dan terlihat ramai,terhubung dan terkait satu dengan lainnya, sehingga kurang menarik jika diexpose. Karena sistem strukturnya yang seperti rangka ruang tersebut maka bila ada salah satu bagian struktur yang salah hitung, salah pasang, akan membuat perlemahan sehingga dapat menyebabkan kegagalan total. Rangka atap baja ringan tidak dapat dihitung oleh orang umum, melainkan harus dikalkulasikan secara komputerisasi,oleh ahlinya secara akurat dan teliti. Peraturan untuk konstruksi rangka atap baja ringan di Indonesia belum ada (setidaknya sampai saat ini), kalaupun ada hanya merujuk pada peraturan baja secara umum,dan standard international yang ada sedangkan untuk baja cold form belum ada secara khusus.

D. Contoh Pengaplikasian Baja Ringan


Baja Ringan (Cold Formed Steel) cukup banyak diaplikasikan terutama diaplikasikan di bidang Teknik Sipil. Adapun pengaplikasian baja ringan adalah sebagai berikut : Untuk konstruksi gedung (atap baja ringan). Untuk konstruksi jembatan. Untuk pembuatan rak penyimpanan. Untuk pembuatan badan mobil. Untuk keperluan konstruksi jalan raya. Untuk pembuatan menara transmisi. Untuk keperluan pembuatan saluran drainase, dan lain-lain. Oleh karena baja ringan lebih banyak diaplikasikan untuk konstruksi rangka atap baja ringan maka selanjutnya akan dibahas lebih mendalam mengenai konstruksi atap baja ringan. Akhir-akhir ini secara perlahan-lahan, baja ringan dipilih menjadi bahan baku pembuatan rangka atap menggantikan kayu dikarenakan baja ringan memiliki massa dan berat jenis yang lebih kecil jika dibandingkan kayu sehingga distribusi pembebanan ke kolom dan pada akhirnya ke pondasi juga akan semakin kecil. Selain itu dengan massa dan berat jenis yang kecil, maka ketika bangunan terkena gaya lateral seperti beban gempa maka dampak reaksi yang terjadi pada bangunan akibat gempa yang terjadi juga kecil. Diharapkan adanya baja ringan yang digunakan sebagai rangka atap bangunan dapat mengurangi tindakan illegal-logging (penebangan liar) dan efek rumah kaca bagi bumi tempat kita berpijak. Perlu diketahui juga ternyata rangka atap bisa terbuat dari kombinasi antara bahan baja ringan dan kayu, namun untuk konstruksi jenis ini perlu dikonsultasikan dengan dahulu dengan kontraktor pelaksana maupun pihak fabrikator rangka atap baja ringan agar supaya estetika bangunan dan desain yang dicapai menjadi lebih menarik dan tidak menjadi masalah dalam pemasangannya.

Gambar d.1 Rangka Atap Baja Ringan

Gambar d.2 Rangka Atap Kombinasi antara Baja Ringan dan Kayu

Perlu diingat untuk konstruksi atap baja ringan, jarak antar kuda-kuda harus lebih rapat jika dibandingkan dengan konstruksi atap dari bahan kayu. Semakin besar beban atap yang harus dipikul, jarak kuda-kuda baja ringan semakin rapat. Misalnya penutup atap dengan bobot 50 kg/m2 maka jarak kuda-kuda bisa mencapai 1,4 m. Sementara apabila bobot penutup atap mencapai 70kg/m2, maka jarak kuda-kuda bisa menjadi setiap 1,2m (jarak tersebut tentu harus didasarkan pada hasil perhitungan yang akurat sebelumnya). Sementara itu untuk penentuan harga tentang mahal atau tidaknya struktur rangka atap baja ringan tidaklah mutlak, setiap produsen dan aplikator mempunyai cara yang berbeda dalam menentukan harga yang pantas untuk produknya. Misalnya dari harga Rp 125.000/m, Rp 135.000/m, bahkan sampai Rp 250.000/m. Adapun beberapa tahapan sederhana pelaksanaan pemasangan atap baja ringan antara lain sebagai berikut : Membuat sketsa rencana atap yang akan dibangun. Menghitung struktur rangka atap sehingga didapatkan jenis dan dimensi profil baja ringan yang kuat dan termurah untuk digunakan. Dari perhitungan yang dilakukan, selanjutnya dibuat gambar kerja mengenai bentuk atap yang akan dibangun lengkap dengan ukuran, sudut, dan perletakan masing-masing profil baja ringan. Penyiapan lahan dan tempat yang akan dipasang rangka atap baja ringan. Pengukuran lokasi pemasangan berdasarkan rencana gambar yang sudah dibuat sebelumnya. Pemasangan masing-masing profil baja ringan dan sambungan sesuai dengan rencana sebelumnya. Selalu dicheck sambungan apakah sudah benar-benar baik pada masing-masing bidang. Pekerjaan pemasangan penutup atap baru dapat dilaksanakan setelah rangka atap baja ringan sudah terpasang 100% dan kuat menahan beban atap di atasnya.

Daftar Pustaka
http://kamissore.blogspot.com/2009/05/struktur-kerangka-baja-ringan.html http://www.scribd.com/doc/61672379/ITTY-MAKALAH-BAJA http://aplustruss.blogspot.com/2010/06/profile-baja-ringan.html http://www.scribd.com/doc/18040588/STRUKTUR-BAJA-11 http://abaditruss.multiply.com/journal/item/8 http://en.wikipedia.org/wiki/Cold_formed_steel http://rangkabaja.com/rangka-baja-baja-ringan/ http://rangkabaja.com/keunggulan-dan-kelemahan-baja-ringan/ http://www.ilmusipil.com/membeli-baja-ringan