Anda di halaman 1dari 3

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN 1. Karakteristik responden Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar

responden mempunyai latar belakang berpendidikan rendah (SD) dan rata-rata responden tidak memiliki pekerjaan atau hanya sebagai IRT, selnjutnya sebagian besar responden berumur antara 25-39 tahun atau termasuk dalam kategori Pasangan Usia Subur (PUS). 2. Tingkat pengetahuan ibu pada tingkat tahu tentang pijat bayi kategori kurang. Hal ini disebabkan kurangnya sosialisasi atau penyuluhan mengenai pijat bayi di Posyandu Desa Sepakek maupun di Puskesmas Pringgarata, sehingga menyebabkan kurangnya informasi tahu tentang pijat pada bayi yang didapatkan oleh ibu. 3. Tingkat pengetahuan ibu pada tingkat memahami tentang pijat bayi kategori kurang. Hal ini disebabkan tingkat tahu tentang pijat bayi masih kurang. Sehingga mempengaruhi pemahaman tentang pijat bayi juga semakin berkurang. 4. Tingkat pengetahuan ibu pada tingkat aplikasi tentang pijat bayi kategori kurang. Hal ini disebabkan karena tingkat pengetahuannya

64

65

tentang pijat bayi kurang sehingga kemampuan ibu untuk melaksanakan pijat juga semakin berkurang. Selain itu kurangnya penyuluhan dari petugas kesehatan Polindes Desa Sepakek tentang tehnik pemijatan yang tepat. 5. Tingkat pengetahuan ibu pada tingkat analisis tentang pijat bayi kategori kurang Hal ini disebabkan tingkat memahami ibu tentang pijat bayi berada pada kategori kurang sehingga kemampuan ibu untuk menganalisis atau menyatakankan kegunaan pijat bayi juga berkurang. 6. Tingkat pengetahuan ibu pada tingkat sintesis tentang pijat bayi kategori cukup. Hal ini dikrenakan kebanyakan ibu-ibu melakukan kebiasaan sehari-hari mengusap minyak telon di tubuh bayi setelah mandi dan menyusui bayi agar tenang dan tidak menangis yang dilakukan dirumahnya 7. Tingkat pengetahuan ibu pada tingkat evaluasi tentang pijat bayi kategori cukup. Hal ini dikarenakan pengalaman ibu-ibu yang selalu membawa anaknya apabila sakit dan sering rewel kedukun pijat setelah itu mengalami kesembuhan dan tidak rewel lagi, sehingga pengetahuan dari hasil pemijatan terhadap bayinya menjadi cukup. B. SARAN 1. Bagi Puskesmas Pringgarata Diharapkan kepada petugas kesehatan lapangan di

Puskesmas Pringgarata agar lebih banyak lagi dalam melakukan sosialisasi atau penyuluhan tentang pijat bayi kepada masyarakat

66

Desa Sepakek untuk meningkatkan tentang pijat pada bayi.

tingkat pengetahuan ibu

2. Bagi Poltekkes Kemenkes Mataram Jurusan Keperawatan Diharapkan agar lebih mendorong mahasiswa untuk

melakukan sosialisasi atau penyuluhan-penyuluhan tentang pijat bayi kepada masyarakat khususnya kepada ibu-ibu saat

melakukan praktik lapangan. 3. Bagi PPNI Lombok Tengah Disarankan dapat ikut serta turun ke masyarakat untuk menyelenggarakan pembinaan dan memberikan pendidikan

kesehatan dalam bentuk penyuluhan kesehatan kepada para orang tua (ibu) khususnya yang memiliki anak usia <1 tahun tentang pemijatan pada bayi sehingga orang tua bayi mampu

melaksanakan pemijatan pada bayi dengan sendirinya guna untuk membuat bayi tetap sehat dan mencegah dari suatu penyakit. 4. Bagi Peneliti Lain Diharapkan agar peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian yang sudah ada dengan penelitian lain yang

berhubungan dengan pengetahuan, sikap dan tindakan ibu dalam melakukan tehnik pemijatan pada bayi maupun yang berhubungan dengan asuhan keperawatan lainnya.