BAB III PERMASALAHAN DINDING PENAHAN TANAH

3.1 Data Hasil Penyelidikan Tanah Pondasi Berdasarkan data sondir dari pekerjaan Pembangunan Jembatan Ujung Pacu pada titik sondir So.02 dengan kedalaman 4,60 m diperoleh nilai qc = 50 kg/cm2. Tabel 3.1 Penafsiran hasil penyelidikan tanah dengan memakai alat sondir Hasil sondir (kg/cm²) Klasifikasi qc 6 6 - 10 fs 0,15 - 0,40 0,20 0,20 - 0,60 0,10 10 - 30 0,10 - 0,40 0,40 - 0,80 0,80 - 2,00 30 - 60 1,50 1,00 - 3,00 1,00 60 - 150 1,00 - 3,00 3,00 150 - 300 1,00 - 2,00 Humus, Lempung Sangat Lunak Pasir kelanauan lepas, pasir sangat lepas Lempung lembek, lempung kelanauan lembek Kerikil lepas Pasir lepas Lempung atau lempung kelanauan lempung agak kenyal Pasir kelanauan, pasir agak padat Lempung atau lempung kelanauan kenyal Kerikil kepasiran lepas Pasir padat, pasir kelanauan atau lempung padat dan kerikil kelempungan Lempung kekerikilan kenyal Pasir padat, pasir kekerikilan padat, pasir kasar padat, pasir kelanauan sangat padat

qc = tekanan konis, fs = hambatan pelekat (sumber : Ir. V Sunggono kh, Buku Teknik Sipil, halaman 132)

18

2 Hubungan antara N dengan berat isi tanah Tanah tidak kohesif Tanah kohesif Harga N Berat isi γ kN/m³ Harga N Berat isi γ kN/m³ < 10 12 . halaman 135) . Buku Teknik Sipil.3 Persamaan Kohesi Data dari Sondir (qc) SPT (N) C c = qc/20 c = 0.5 Tabel 3. Suryono.18 > 50 18 .15 16 . qc = 4N 4N = qc 4N = 50 N = 12. V Sunggono kh.25 16 .50 16 .50 dengan jenis tanah pasir kelanauan.18 4 .23 > 25 >20 (Sumber : Ir.20 16 . N (sumber : Ir.10 .5 diambil berat isi tanah γ = 17 kN/m³. Nilai kohesi dapat diambil dari persamaan berikut : Table 3.19 Dari table tersebut diambil nilai fs = 1.18 30 . Dari sumber yang sama diperoleh persamaan: Untuk lempung Untuk pasir qc = 2N qc = 4N Maka diambil persamaan nilai N untuk pasir. 1983 "Mekanika Tanah dan Teknik Pondasi") Maka untuk tanah kohesif dengan harga N = 12.16 <4 14 -18 10 -30 14 .

5/100) kN/ 10-4 m2 = 250 kN/m2 3.5 kg/cm2.5 = 1. jika dikonversi ke satuan kN/m2 maka: 1 kN = 100 kg 1 cm2 = 10-4 m2 2.10 N C = 0.20 - Sondir (qc) C = qc/20 C = 50/20 = 2. stabilitas geser serta stabilitas guling ! .5 kg/cm2. 12.25 kg/cm2.10 .2 Perhitungan stabilitas dinding penahan tanah Diketahui dinding penahan tanah seperti gambar di bawah : Selidikah daya dukung dinding penahan tanah.5 kg/cm2 = (2. - SPT (N) C = 0. Diambil nilai C = 2.

33 Momen ke O (kN.1 x 0.413 ½ x 0. ) = tg2 (45⁰ .218 ∑M = 15.21 Penyelesaian : 1. maka Ka = tg2 (45⁰2.271 Berat dinding dan momen terhadap titik O No 1 2 3 4 Berat W (kN/m) 0.594 0.91 0.54 x 22 = 13. Koefisien tekanan tanah aktif Karena permukaan tanah timbunan datar.m) 12.(35⁰/2)) = 0.96 ½ x 0.63 0.66 ∑W = 22.52 0.15 0.6 x 22 = 0.22 .6 x 22 = 3.2 x 22 = 3.3 x 0.15 x 2.97 X (m) 0.25 x 2.713 1.888 0.

terjadi saat Pa = 0. Dari persamaan diperoleh: . yang berarti ada gaya tarik yang bekerja pada tanah. terlihat bahwa terdapat kemungkinan Pa negatif. selain mengurangi kohesi juga mengakibatkan tambahan tekanan tanah lateral akibat tekanan hidrostatis. Tekanan tanah dan jarak pusat beban terhadap O Pa = 0. Kedalaman kritis hc yang menyatakan kedalaman tanah yang retak.5 H2 γtanah Ka + q Ka H .2 c H √Ka Dalam persamaan tersebut. Pada bagian tanah yang.22 3. tanah menjadi retak – retak. menderita gaya tarik tersebut. Retakan tanah terjadi bila terisi oleh air hujan.

Stabilitas terhadap penggeseran Tanah dasar Ø = 35⁰.8 = 7.82 x 17 x 0. Stabilitas terhadap penggulingan Fgl = = = 0.8 = (-) 728. .06 10 x 0.271x 2.94 4. Xe = = = (-) 28.75 m e = B/2 – xe = 0.128 < 1.3) + ( 22.5 (tidak aman) 5.56 kN/m Fgs 0.93 ∑M = 653.5 x 2.2 x 250 x √0.271 x 2.22 x tan 350) = 90.5 (tidak aman) 6.271 = 18. Pada hitungan dianggap pondasi terletak di permukaan.75 = (-) 28. maka δb = Ø = 35⁰.81 ∑Pa = (-) 703.6 m lebar efektif = B’ = B – 2e = 0.02 < 1.9 x 1 = 56. Rh = Cd B + ∑W tan δb = (250 x 0.3/2 – 28.3 – 2 x 28. Stabilitas terhadap keruntuhan kapasitas dukung Dalam hal ini akan digunakan persmaan Hansen.9 m A’ = B’ x 1 = 56.59 Jarak dari O (m) Momen ke O (m) .6 = (-) 56.23 No 1 2 3 Pa (kN) 0.16 0.9 m2. Bila dasar pondasi dianggap sangat kasar.

59 = 32442. factor bentuk sc = sq = sγ ).3 .12 x tg 35⁰) = 0.9 ic = iq – (1 – iq) / Nc tg Ø ic = 0. factor kedalaman dc = dq = dγ = 1.5 B’ γtanah Nγ qu = (0.92) qu = 288.24 gaya horizontal: H = 703. Nc = 46.39 kN/m² . maka: q’ = = = 0.98 x 56. Nγ = 33. qu = ic C2 Nc + iγ 0.25 + 32154.12 .025 iγ = ( iγ = ( iγ = ( ) ) ) = 0. iq = ( ) iq = ( ) iq= ( ) = 0.22 kN.025x 250 x 46.9 x 17 x 33.16 kN dan gaya vertikal: V = 22. Nq = 33.12) + (0.9 – (1 – 0.92 kapasitas dukung ultimit untuk pondasi di permukaan menurut Hansen (Df = 0).98 untuk Ø2 = 350. yaitu tekanan pondasi ke tanah dasar terbagi rata secara sama.9) / (46.84 kN/m² bila dihitung berdasarkan lebar pondasi efektif.

Mengingat tanah ini berada pada konstruksi jalan raya yang dipadatkan dengan nilai tertentu. Pada kondisi ini diasumsikan tanah tidak berkohesi atau kohesi (c) = 0.3 Perhitungan stabilitas dinding penahan tanah cara ke 2.25 factor aman terhadap keruntuhan kapasitas dukung : F= = = 83186. .78 > 3 (ok) Atau dapat pula factor keamanan dihitung dengan : F= = = 83186.78 (sama) 3.

97 X (m) 0.33 Momen ke O (kN.15 0.35/2) = 0.594 0.m) 12.271 2.63 0.6 x 22 = 3.2 x 22 = 3.52 0.54 x 22 = 13.888 0.1 x 0.25 x 2.15 x 2.3 x 0.22 .91 0. Hitungan gaya vertikal dan gaya momen terhadap kaki depan (titik O) No 1 2 3 4 Berat W (kN/m) 0.6 x 22 = 0.413 ½ x 0.713 1.218 ∑M = 15. Koefisien tekanan tanah aktif Karena permukaan tanah timbunan datar maka: Ka = tg2 (45⁰ .66 ∑W = 22.26 1.96 ½ x 0.

65 Jarak titik tangkap gaya (R) berada pada: x = ∑M / ∑W = 15.63 ∑M = 27. Tekanan tanah dan jarak pusat beban terhadap O ∑Pah = 0.4 – 0.413 / 22. Rh = Cd B + ∑W tan δb = (250 x 0.93 1.69 m dari titik O.m) 16.53 > 1.93 ) /2) + 0.8 x 0. Bila dasar pondasi dianggap sangat kasar. Stabilitas terhadap penggeseran Tanah dasar Ø = 35⁰.271 ∑Pa = 25. maka δb = Ø = 35⁰.135 m dari titik O.5 (aman) .8 10.271 = 18. Pa (kN) 0.22 x tan 350) = 90.59 Jarak dari 0 y (m) 0.3) + ( 22.06 10 x 2. = 7.22 = 0.27 3.4 Momen ke 0 (kN.8² x 17 x 0. y = ((y2 – y1) / 2) + y1 = ((1.5 H² γbKa + qHKa Tekanan tanah aktif total.93 = 1.43 4.56 kN/m Fgs 3.5 x 2.

08 m2.08 m A’ = B’ x 1 = 1.39) = 1.85) / (46. x= = = (-) 0.12 x tg 35⁰) = 0.5 (tidak aman) 6.56 < 1. Pada hitungan dianggap pondasi terletak di permukaan.22 kN.79 .28 5. iq = ( ) iq = ( ) iq = 0.39 m lebar efektif = B’ = B – 2e = 0.08 x 1 = 1.85 – (1 – 0.3 – 2 x (-0.02 iγ = ( iγ = ( ) ) = 0.54) = (-) 0. Stabilitas terhadap penggulingan Fgl = = = 0. Stabilitas terhadap keruntuhan kapasitas dukung Dalam hal ini akan digunakan persmaan Hansen.85 ic = iq – (1 – iq) / Nc tg Ø ic = 0.54 m e = B/2 – x = 0.65 kN dan gaya vertikal: V = 22. gaya horizontal: H = 25.3/2 – (0.

08 x 17 x 33.79 x 1.3 . Nc = 46. dinding penahan tanah tidak aman terhadap penggulingan. Nγ = 33.58 kN/m².12) + (0. . factor bentuk sc = sq = sγ ).12 > 3 (ok) Atau dapat pula factor keamanan dihitung dengan : F= = = 35. factor kedalaman dc = dq = dγ = 1. dimensi dinding penahan tanah harus diperbesar lagi.57 kN/m² Faktor aman terhadap keruntuhan kapasitas dukung : F= = = 35.5 B’ γtanah Nγ qu = (0. Analisa sementara untuk mengatasi masalah ini. Nq = 33.12 . Bila dihitung berdasarkan lebar pondasi efektif.29 Untuk Ø2 = 350. maka: q’ = = = 20.02 x 250 x 46. qu = ic C2 Nc + iγ 0.12 (sama) # Pada cara ke 2 ini.92) qu = 722.92 Kapasitas dukung ultimit untuk pondasi di permukaan menurut Hansen (Df = 0). yaitu tekanan pondasi ke tanah dasar terbagi rata secara sama.

8 m. 1.35/2) = 0.30 Diambil : lebar atas 0. Koefisien tekanan tanah aktif Karena permukaan tanah timbunan datar maka: Ka = tg2 (45⁰ . Tanpa merubah sudut konstruksi dan tinggi konstruksi.6 m x 0. Pondasi diubah menjadi persegi dengan ukuran 0. Lebar bawah 0.271 .8 m.4 m.

28 ∑W = 238.4 x 25.67 2. Hitungan gaya vertikal dan gaya momen terhadap kaki depan (titik O) No 1 2 3 0.11 ∑M = 285.68 0.4 Momen ke O (kN.6 x 0.4 x 22 = 5.4 x 2.16 6.m) 277.69 0.2 x 22 = 9.31 2.52 X (m) 1.4 x 22 Berat W (kN/m) = 223.94 ½ x 0.42 .24 0.

Stabilitas terhadap penggeseran Tanah dasar Ø = 35⁰.8² x 17 x 0.65 Jarak titik tangkap gaya (R) berada pada: x = ∑M / ∑W = 285.94 / 238.32 3.4 – 0.59 Jarak dari 0 y (m) 0.8 10.94 kN/m . Bila dasar pondasi dianggap sangat kasar.06 10 x 2.63 ∑M = 27.42 x tan 350) = 366.271 = 18.m) 16.135 m dari titik O.271 ∑Pa = 25.4 Momen ke 0 (kN. Cd = 250 kN/m2 Rh = Cd B + ∑W tan δb = (250 x 0.93 = 1.93 ) /2) + 0.43 4.5 x 2. y = ((y2 – y1) / 2) + y1 = ((1.19 m dari titik O. maka δb = Ø = 35⁰. Pa (kN) 0. = 7.8 x 0.5 H² γbKa + qHKa Tekanan tanah aktif total.93 1.8) + ( 238.42 = 1. Tekanan tanah dan jarak pusat beban terhadap O ∑Pah = 0.

94 – (1 – 0. Pada hitungan dianggap pondasi terletak di permukaan.68 m lebar efektif = B’ = B – 2e = 0. 14.08 m e = B/2 – x = 0. Stabilitas terhadap keruntuhan kapasitas dukung Dalam hal ini akan digunakan persmaan Hansen.08) = (-) 0.16 x 1 = 2.30 > 1.33 Fgs 5. iq = ( ) iq = ( ) = 0.03 .16 m2.12 x tg 35⁰) = 0.15 > 1.68) = 2.65 kN dan gaya vertikal: V = 238.5 (aman) 6. gaya horizontal: H = 25.94) / (46.8 – 2 x (-0.94 ic = iq – (1 – iq) / Nc tg Ø ic = 0.16 m A’ = B’ x 1 = 2. x= = = 1.8/2 – (1.42 kN.5 (aman) Stabilitas terhadap penggulingan Fgl = = = 11.

92 Kapasitas dukung ultimit untuk pondasi di permukaan menurut Hansen (Df = 0). factor kedalaman dc = dq = dγ = 1. maka: q’ = = = 110.91 Untuk Ø2 = 350.12 . yaitu tekanan pondasi ke tanah dasar terbagi rata secara sama.34 kN/m².34 iγ = ( iγ = ( ) ) = 0. factor bentuk sc = sq = sγ ). Nγ = 33.03 x 250 x 46.91 x 2. qu = ic C2 Nc + iγ 0.12) + (0. Nq = 33.5 B’ γtanah Nγ qu = (0.16 x 17 x 33.3 .37 kN/m² Faktor aman terhadap keruntuhan kapasitas dukung : F= = = 13. Bila dihitung berdasarkan lebar pondasi efektif. Nc = 46.40 > 3 (ok) Atau dapat pula factor keamanan dihitung dengan : F= = = 13.92) qu = 1479.40 (sama) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful