Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN ROLEPLAY PERAWAT ASOSIET (NS)

A. TINJAUAN TEORI

Metode keperawatan yang diterapkan di ruang Bougenville RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto adalah metode tim keperawatan (sesuai dengan Keputusan Direktur RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto No 445/9899/VI/2009 tentang Revisi Penetapan Metode Pemberian Asuhan Keperawatan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto). Metode tim keperawatan dikenal juga dengan istilah metode keperawatan kelompok, dimana pengorganisasian pelayanan keperawatan dikelola oleh sekelompok perawat dan sekelompok klien. kelompok ini dikelola oleh seorang perawat yang berijazah dan berpengalaman serta memiliki pengetahuan dalam bidangnya (registered nurse). Pembagian tugas dalam kelompok dilakukan oleh ketua kelompok yang sekaligus bertanggung jawab dalam mengarahkan anggota tim atau kelompoknya sebelum tugas. Ketua tim juga membantu anggota tim dalam manyelesaikan tugas apabila terjadi kesulitan kemudian ketua tim melaporkan kemajuan asuhan keperawatan kepada kepala ruang. Berikut beberapa keuntungan dan kerugian penerapan metode tim keperawatan: 1. Keuntungan a. Memfasilitasi pelayanan keperawatan yang komprehensif b. Memungkinkan pencapaian proses keperawatan c. Konflik atau perbedaan pendapat antar staf dapat ditekan melalui rapat tim d. Member kepuasan anggota tim dalam hubungan interpersonal e. Memungkinkan menyatukan kemampuan anggota tim yang berbeda dengan aman dan efektif. 2. Kerugian a. Rapat tim memerlukan waktu sehingga pada situasi sibuk rapat tim ditiadakan atau terburu-buru sehingga dapat mengakibatkan komunikasi dan koordinasi antar anggota tim terganggu sehingga kelancaran tugas terhambat. b. Perawat yang belum terampil dan belum berpengalaman selalu tergantung atau berlindung kepada anggota tim yang mampu (ketua tim)

c. Akuntabilitas tim tersamarkan. Berkaca dari hal tersebut, untuk mencapai asuhan keperawatan yang komprehensif dan semua perawat berproses dalam proses keperawatan, maka dalam praktik profesi Ners stase manajemen keperawatan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto, mahasiswa Undip mencoba untuk menerapkan metode primer asuhan keperawatan. Metode keperawatan primer merupakan pengorganisasian pelayanan atau asuhan keperawatan yang dilakukan oleh satu orang perawat bersertifikat (registered nurse) sebagai perawat primer yang bertanggung jawab selama 24 jam terhadap klien yang dirawat dari masuk hingga pulang dari rumah sakit. Setiap perawat primer menangani 4-6 pasien. Perawat primer juga berwenang untuk melakukan rujukan kepada lembaga pekerja sosial, lembaga lain di masyarakat seperti membuat perjanjian klinik dan kunjungan rumah. Pelayanan keperawatan yang diberikan lebih efektif, pasien pun lebih merasa diperlakukan secara manusiawi, dan kepala ruangan tidak perlu mengecek pasien satu per satu. Ketika perawat primer berhalangan untuk hadir, maka tanggung jawab dalam asuhan keperawatan klien diserahkan pada teman kerjanya yang satu level atau satu tingkat pengalaman dan keterampilannya (associate nurse). Beberapa keuntungan dari metode asuhan keperawatan primer antara lain: 1. 2. 3. 4. 5. 1.
2.

Model praktek keperawatan profesional dapat dilakukan atau diterapkan. Memungkinkan asuhan keperawatan yang komprehensif Memungkinkan penerapan proses keperawatan Memberikan kepuasan kerja bagi perawat Memberikan kepuasan bagi klien dan keluarga menerima asuhan keperawatan Sedangkan kerugian metode ini yaitu: Hanya dapat dilakukan oleh perawat professional Biaya relatif lebih tinggi dibandingkan metode lain. Walupun dari segi biaya lebih tinggi dari metode lain, tetapi kepuasan kerja bagi perawat dapat tercapai sehingga beban kerja bisa diminimalkan. Roleplay yang saya perankan di ruang Bougenville RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto salah satunya adalah Associate Nurse atau perawat asosiet. Perawat asosiet didefinisikan sebagai tenaga Perawatan Profesional/ Profesional

Pemula yang diberi tugas dan wewenang untuk melaksanakan pelayanan perawatan sesuai dengan rencana asuhan keperawatan di ruang rawat. Uraian tugas seorang perawat asosiet antara lain: a. Melaksanakan serah terima tugas jaga pagi/siang/malam pada setiap awal melaksanakan tugas jaga dengan petugas pengganti secara lisan, maupun tertulis, pada saat jam pergantian dinas. b. Melakukan konfirmasi tentang keadaan pasien segera setelah menerima serah terima tugas jaga ke setiap pasien dalam wilayah tanggungjawabnya. c. Melakukan dokumentasi asuhan keperawatan pada format baku asuhan keperawatan segera setelah melakukan tindakan/ observasi pasien. d. Melaksanakan asuhan keperawatan pada setiap pasien yang menjadi tanggungjawabnya sesuai dengan rencana asuhan keperawatan yang dibuat oleh perawat primer/ ketua tim dalam grupnya. e. Melakukan evaluasi formatif/respon pasien segera setelah melakukan tindakan keperawatan. f. Melaksanakan dan memelihara kebersihan ruang rawat dan lingkungan g. Menerima pasien baru sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. h. Memelihara peralatan keperawatan dan medis sebelum, dan setelah digunakan agar selalu siap pakai
i.

Menciptakan hubungan kerjasama yang baik (therapeutic relationship) dengan tim kesehatan dan pasien serta keluarganya.

j. Mengkaji kebutuhan dan masalah kesehatan pasien sesuai batas kemampuan selanjutnya mendokumentasikannya di format dokumentasi asuhan. k. Mengkoordinasikan rencana keperawatan dengan perawat primer yang merupakan pimpinan grupnya.

l. Memberikan pelayanan keperawatan dasar pasien sesuai kebutuhan dan batas kemampuan berdasarkan standar operational prosedur (SOP) dengan cara : 1) Memberikan rasa aman pada pasien, yang meliputi: mencegah terjadinya bahaya kecelakaan, luka/dekubitus, komplikasi, khususnya pasien yang mengalami gangguan kesadaran. 2) Melakukan monitoring kesadaran, balance cairan dan tanda-tanda vital pasien minimal sekali selama periode tugas jaganya dan mendokumentasikannya dalam kardek setiap pasien 3) Melaksanakan rencana pengobatan sesuai program pengobatan pasien yang menjadi tanggung jawabnya. 4) Memberikan informasi kepada pasien dan keluarganya mengenai rencana tindakan kepada pasien yang menjadi tanggung jawabnya. m. Berperan serta melaksanakan tindakan rehabilitasi pasien agar dapat mandiri n. Membantu merujuk pasien kepada petugas kesehatan atau institusi pelayanan kesehatan lain yang lebih mampu untuk memenuhi kebutuhan atau menyelesaikan masalah kesehatan yang tidak dapat ditanggulangi. o. Melakukan pertolongan pertama kepada pasien/ pasien dalam keadaan darurat sesuai prosedur yang berlaku. Selanjutnya melaporkan tindakan yang telah dilakukan kepada perawat primer/ ketua tim di wilayah tanggung jawabnya serta dokter penanggungjawab p. Melaksanakan evaluasi tindakan keperwatan yang telah dilaksanakannya q. Memantau dan menilai kondisi psien. Selanjutnya melakukan tindakan yang tepat berdasarkan hasil pemantauan tersebut, sesuai batas kemampuan r. Membantu petugas lain dalam memelihara lingkungan yang sehat

s. Menciptakan hubungan kerja sama yang baik dengan anggota tim kesehatan (Kepala Ruang, Perawat Primer/Ketua Tim, Perawat Assosiet lain, dokter, ahli gizi, analis, dan petugas kesehtan lain-lain) di unit kerjanya t. Berperan serta dengan anggota timkesehatan dalam

membahaspengembangan standar pelayanan keshatan keperawatan dan upaya meningkatkan mutu keperawatan di ruang rawat u. Melaksanakan tugas pagi, sore, malam dan hari libur secara bergilir sesuai jadwal dinas dengan penuh tanggung jawab v. Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik antar petugas, pasien dan keluarganya sehingga tercipta suasana kerja yang kondusif w. Mengikuti pertemuan berkala yang diadakan oleh Kepala

Ruang/Penanggung Jawab Keperawatan x. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang keperawatan, antara lain: melalui pertemuan ilmiah dan selalu memperbaharui pengetahuan keperawatan y. Melaksanakan dan memelihara sistem pencatatan dan pelaporan pelayanan keperawatan yang tepat dan benar, sehingga tercipta suatu sistem informasi rumah sakit yang dapat dipercaya /akurat z. Melaksanakan perawatan pasien yang dalam keadaan sakaratul maut dan merawat jenazah sesuai prosedur peraturan yang berlaku aa. Menyiapkan pasien yang akan pulang, meliputi: 1) Menyediakan formulir untuk penyelesaian adsministratif, seperti: a) Suran ijin pulang b) Surat keterangan istirahat sakit c) Petunjuk diet d) Resep obat untuk di rumah, jika diperlukan

e) Surat rujukan atau pemerikasaan ulang f) Surat keterangan pembayaran dan lain-lain

2) Memberikan penyuluhan kesehatan kepada pasien dan keluarganya sesuai dengan keadaan kebutuhan pasien mengenai: a) Diet b) Pengobatan yang perlu dilanjutkan dan cara penggunaanya c) Pentingnya pemeriksaan ulang di Rumah Sakit, Puskesmas atau Instalasi Pelayanan Kesehatan lainnya d) Cara hidup sehat, seperti pengaturan istirahat, makanan yang bergizi atau bahan pengganti sesuai dengan latar belakang masalah kesehatannya dan keadaan sosial ekonomi 3) Melatih pasien menggunakan alat bantu yang dibutuhkan, seperti: a) Rollstoel b) Tongkat penyangga c) protesa 4) Melatih pasien untuk melaksanakan tindakan keperawatan di rumah, misalnya: a) Merawat luka b) Melatih anggota gerak c) Pengaturan diet 5) Mengantar pasien dan keluarga yang akan pulang sampai pintu keluar ruang perawatan

B. PERENCANAAN

Beberapa perencanaan yang saya persiapkan untuk melakukan roleplay sebagai perawat asosiet (PA) yaitu: 1. Mendiskusikan rencana asuhan keperawatan kepada katim 2. Mengelola kegiatan yang akan dilakukan 3. Melakukan implementasi 4. Mendokumentasikan asuhan keperawatan 5. Responsif terhadap klien dan keluarga 6. Bekerjasama dengan tim kesehatan lain 7. Refleksi diri sebagai perawat pelaksana C. PELAKSANAAN Rabu, 30 Nopember 2011 Roleplay dimulai hari ini dan ini adalah roleplay perdana saya. Bertindak sebagai PA, banyak hal yang saya lakukan terutama melakukan tindakan keperawatan sesuai dengan keadaan pasien yang didelegasikan oleh perawat primer. Rangkaian kegiatan sebelum terjun kepada pasien dilakukan termasuk pembagian tugas PA. Tindakan keperawatan seperti mengecek status cairan pasien (infus), dan memberikan obat kepada pasien saya lakukan dengan komunikasi terapetik. Secara umum roleplay berjalan dengan lancar. D. EVALUASI Kelebihan saya hari ini adalah saya berusaha melakukan tugas PA sesuai teori yang telah dipelajari. Sedangkan kekurangan yang muncul dari diri saya yaitu cenderung menyepelekan tugas PA karena beranggapan bahwa PA adalah peran yang selalu dilaksanakkan mahasiswa praktikan sehingga tidak membutuhkan persiapa terlalu rumit.