Anda di halaman 1dari 13

OLEH: DINAS KESEHATAN DIY RUANG RAPAT A, 13 FEBRUARI 2013

DASAR HUKUM 1. UU No.36 th 2009 Pasal 3


Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajar kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.

Pasal 34
Dilarang mempekerjakan tenaga kesehatan yang tidak memiliki kualitas dan izin melakukan pekerjaan profesi

2. UU No. 13 th 2008 ttg Penyelenggaraan Ibadah Haji


Untuk memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan sebaikbaiknya kepada jemaah haji.

Lanjutan dasar hukum


3. PP No. 79 th 2012 ttg Pelaksanaan UU No. 13 th 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji (Pasal 18 ayat 7) Petugas Haji harus memenuhi persyaratan kompetensi, pengalaman, integritas dan dedikasi yang dilakukan melalui seleksi secara profesional. 4. PP No. 32 th 1996 tentang tenaga Kesehatan 5.Kepmenkes No. 441/Menkes/Per/SK/VI/2009 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kesehatan Haji Indonesia 6. Permenkes No. 706/Menkes/IV/2011 tentang Rekrutmen Petugas Kesehatan Haji Indonesia (PKHI)

Tujuan
Tersedianya petugas Kesehatan Haji Indonesia yang: Berkompeten Berpengalaman Memiliki integritas Berdedikasi tinggi Bertanggungjawab Beperilaku mulia Memiliki mental baik

Petugas Kesehatan Haji Indonesia (PKHI)


1. TKHI
PKHI yang melaksanakan tugas di kloter - Dokter - Perawat

2. PPIH
PKHI yang melaksanakan tugas stasioner/menetap di daker dan sektor : dokter, dokter gigi, tenaga keperawatan, sanitarian, epidemiologi, tenaga kefarmasian, nutrisionis dan dietisien, radiographer, teknisi elektromedik, rekam medis dan analis kesehatan, tenaga teknologi informasi, tim managerial, koordinator administrasi

PERSYARATAN UMUM PKHI


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13.

WNI Islam PNS dan pegawai tetap RS/Klinik Swasta Surat izin operasional RS/Klinik bagi pegawai tetap RS/Klinik Swasta Memiliki kompetensi yang dibuktikan dengan ijazah Berusia maksimal 55 tahun Berbadan sehat dan khusus wanita tidak dalam keadaan hamil berdasarkan hasil medical check up Berpengalaman kerja sekurang-kurangnya 2 tahun Persetujuan pimpinan instansi Persetujuan suami Pasangan suami istri tidak boleh mengajukan lamaran pada musim haji yang sama Bersedia tidak memahrami suami-istri, orang tua dan atau mertua baik sebagai petugas maupun jemaah haji Bersedia ditempatkan dan ditugaskan sesuai kebutuhan operasional Tidak sedang terlibat dalam proses hukum

Lanjutan
Setiap pendaftar yang akan melakukan registrasi on line diwajibkan memiliki alamat surat elektronik (e-mail) Pemeriksaan kesehatan dilakukan sebagai salah satu persyaratan pendaftaran dengan medical check up pemeriksaan fungsi jantung, paru, hati dan ginjal dengan hasil akhir berupa resume. Tes psikometri dilaksanakan setelah peserta dinyatakan lulus berkas sebagai bahan pertimbangan nominasi. Biaya pemeriksaan kesehatan dan tes psikometri dibebankan kepada calon PKHI Aplikasi dapat diakses oleh calon PKHI dengan mengetikan www.puskeshaji.depkes.go.id/rekrutmen pada pengaya (browser yang telah terpasang pada komputer yang tersambung dengan jaringan internet, data yang dimasukan akan menjadi determinasi bagi proses selanjutnya

KEBIJAKAN
1. 2. 3. 4.

5.

6. 7. 8.

9.

Rekrutmen dilakukan dg azas keadilan, transparan, profesionalitas dan akuntabilitas Kuota TKHI untuk pst 25% untuk provinsi 75% (Kloter Murni) Seleksi administrasi dilakukan berdasarkan hasil verifikasi dan validasi dokumen yang lengkap dan nominasi di tingkat pusat dan provinsi Setiap pendaftar hanya mendapatkan 1 nomor registrasi, bagi pendaftar yang melakukan pendaftaran on line lebih dari 1 kali dan mempunyai 2 dan atau lebih nomor registrasi akan langsung dinyatakan gugur Nominasi TKHI yang berasal dari unit utama di lingkungan Kemenkes dan Unit vertikal/UPT Pusat, serta kementerian/lembaga lain/TNI/POLRI dilakukan oleh tim rekrutmrn PKHI Pusat Nominasi TKHI yang berasal dari Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD), PNS Daerah dan pegawai tetap di RS/Klinik Swasta dilakukan oleh tim rekrutmen TKHI Provinsi Seleksi PPIH dilakukan di Pusat Pemeriksaan kesehatan dan test psikometri, pelatihan kompetensi dan pembekalan terintegrasi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian kegiatan seleksi PKHI yang akan menentukan kelulusan sebagai PKHI Penetapan PKHI (TKHI dan PPIH) dilakukan oleh Menteri Kesehatan

TES PSIKOMETRI
Pelaksanaan tes psikometri di Provinsi Peserta adalah yang telah lulus administrasi Waktu pelaksanaan setelah seleksi administrasi Tes psikometri menjadi bahan pertimbangan nominasi Hasil tes psikometri calon pendaftar yang berasal dari kuota 75% (provinsi) diserahkan kepada tim rekrutmen TKHI Provinsi Hasil tes psikometri calon pendaftar yang berasal dari kuota 25% (Pusat) dan PPIH diserahkan ke tim rekrutmen PKHI Pusat

JADWAL
No 1 2 3 4 5 6 Kegiatan Pengumuman on line Waktu 1-16 Februari 2013

Pengambilan nomor formulir (NP) / link 11-23 Februari 2013 pendaftaran Registrasi on line Penerimaan berkas PO BOX Seleksi berkas TKHI dan PPIH 18-23 Februari 2013 25 Februari 2 Maret 2013 25 Februari 30 Maret 2013

Pengumuman calon peserta latih TKHI dan 19 April 2013 PPIH

HAK
PKHI berhak mendapatkan akomodasi, tempat kerja dan uang harian, serta tunjangan bagi jabatan tertentu selama melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama

KEWAJIBAN
PKHI berkewajiban:
1. 2. 3. 4. 5.

Melaksanakan tugas dan kewenangan sesuai dengan kontrak kerja Memakai pakaian seragam selama bertugas Melaksanakan tugas yang menjadi tanggungjawabnya dengan sebaikbaiknya sampai berakhirnya masa pelaksanaan tugas Menjaga nama baik institusi dan pribadi Membuat laporan hasil pelaksanaan tugas kepada Menteri Kesehatan melalui pusat kesehatan haji dan Dinkes Provinsi

LARANGAN DAN SANKSI


PKHI dilarang memahrami isteri, anak kandung, anak angkat, dan/atau wanita/pria lain baik sebagai PKHI maupun sebagai jemaah haji PKHI yang lalai melaksanakan tugas dapat dikenakan tindakan administrasi berupa peringat lisan, peringatan tertulis, penghentian tugas, pemulangan dan/atau tindakan administrasi lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan ketentuan yang tercantum dalam kontrak kerja