Anda di halaman 1dari 1

FAKTOR RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BIRA KECAMATAN TAMALANREA KOTA MAKASSAR TAHUN 2009 Tekanan

darah tinggi (hipertensi) merupakan masalah besar tidak hanya di negara barat tapi juga di Indonesia. Bila tidak diatasi, tekanan darah tinggi akan mengakibatkan jantung bekerja keras hingga pada suatu saat akan terjadi kerusakan yang serius. Faktor risiko terhadap kejadian hipertensi pada penelitian ini adalah jenis kelamin, status bekerja, obesitas, kebiasaan merokok dan riwayat keluarga. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan rancangan Case Control studi yang bertujuan untuk melihat faktor risiko kejadian hipertensi. Populasi penelitian adalah seluruh pasien yang datang di Puskemes Bira dengan sampel penelitian terbagi menjadi kasus dan kontrol dengan besar sampel ditentukan berdasarkan menduga Odds Ratio (OR) dalam jarak 50 %, dimana OR = 2 dan proporsi terpapar pada kelompok pembanding P2 = 0,05 dengan rumus. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner yang dibagikan langsung keresponden yang ditemui, pengolahan data menggunakan bantuan computer, analisa data meninjau nilai OR dan CI 95% dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laki-laki bersiiko 2,2 kali mengalami hipertensi, 1,7 kali pada mereka yang memiliki aktivitas kerja yang menghasilkan materi, 2,2 kali yang merokok > 10 batang perhari, 3,2 kali pada mereka dengan IMT > 30 kg/m2, dan 3,9 kali pada mereka yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat hipertensi. Saran yang diajukan adalah perlunya peningkatan KIE kepada masyarakat tentang bahaya rokok terhadap kesehatan, peningkatan pemahaman kepada masyarakat tentang penerapan pola makan seimbang, dan mempertahankan pola makan masyarakat yang masih tradisional. Kepustakaan : 26 (1992 2008) Keywords : Hipertensi, aktivitas kerja, obesitas, riwayat keluarga hipertensi

ARTIKEL TERKAIT:

Anda mungkin juga menyukai