Anda di halaman 1dari 3

DEGENERASI Degenerasi adalah keadaan terjadinya perubahan Bio Kimia intra seluler yang disertai perubahan morfologis akibat

jejas non fatal pada sel, perubahan tersebut masih dapat pulih kembali (Reversible). Pada degenerasi : Adanya jejas pada sel menyebabkan perubahan metabolisme. Pada Degenerasi timbul perubahan pd sel akibat adanya jejas pd sel mengakibatkan ggn dlm metabolisme karbohidrat, proten & lemak pd sel Perubahan struktur sel.Sedangkan

Pada InfiltrasiMenunjukkan perubahan metabolisme, yang kemudian diikuti oleh jejas pada sel. Pd Infiltrasi terjadi akibat gangguan yg sifatnya sistemik akibat adanya metabolikmetabolik yg menumpuk dalam jumlah berlebihan merusak struktur sel.

DEGENERASI BENGKAK KERUH (Clowdy Swelling, Degenerasi Albumin) Perubahan ini ditandai dengan adanya sel sel yang membengkak disertai sitoplasma yang bergranula (berbutir butir) , sehingga nampak keruh. Perubahan ini biasanya terjadi pada sel tubulus ginjal, sel hati, sel otot jantung. Alat tubuh yang kena biasanya menjadi besar dan pucat.Contoh degenerasi albumin adalah epitel tubulus ginjal yang mengalami pyelonefritis kronis. Sebabnya adalah infeksi, keracunan, suhu yang terlalu tinggi atau rendah, anoksia, gizi buruk, gangguan sirkulasi. Degenerasi hidrofik (degenerasi vacuoler) Pada degenerasi hidrofik penimbunan intraseluler lebih berat bila dibandingkan dengan degenerasi albumin , penyebabnya sama dengan degenerasi albumin, hanya intensitas rangsang lebih berat dan waktunya lebih lama.Makrokopis : organ lebih berat dan lebih pucat Mikroskopis : vacuol kecil sampai besar tersebar dalam sitoplasma. Contoh : pada Mola hidatidosa (hamil anggur) terlihat villi korialis membesar, stroma pada villi avasculer. Degenerasi Lemak Menggambarkan adanya penimbunan abnormal Triglicerida dalam sel parenchym terutama dalam organ hati, juga dapat terjadi pada organ jantung, otot, ginjal. Penyebabnya : Malnutrici, Diabetes Melitus, obesitas, anoksia, pecandu alkohol . Makroskopis ; Hepar menjadi besar, kuning , beratnyanya 3 6 kg (normal 1,5 kg) dan pada perabaan lunak. Mikroskopis terlihat vacuol dalam sitoplasma. INFILTRASI Merupakan penimbunan metabolit sisteimik pada sel normal (tidak mengalami jejas langsung seperti pada degenerasi). Dalam keadaan normal sel tubuh manusia mengandung unsur utama bahan metabolisme tubuh seperti lemak(Lipid), protein (asam amino), karbo hidrat ( glicogen, glukosa), dalam

keadaan normal zat metabolisme berada dalam sitoplasma, bila berlebihan dapat dapat masuk ke dalam inti sel. Apabila ada infiltrasi berlebihan melampaui batas kemampuan organel , sel dapat pecah.

Pigmen Pigmen adalah substansi berwarna yang tertimbun dalam sel. Pigmen dapat berasal dari eksogen atau endogen Pigmen eksogen Penimbunan debu karbon eksogen akan menyebabkan Antrakosis (jaringan paru menjadi hitam), ini terjadi pada pekerja tambang arang.

Pigmen endogen Contoh pigmen endogen adalah melanin, lipofusin, hemosiderin, Bilirubin. Pigmen Melanin merupakan pigmen yang berwarna coklat hitam dan dapat dijumpai pada rambut, kulit, kegunaan pigmen melanin adalah melindungi tubuh dari sinar . Hyperpigmentasi melanin dijumpai pada nevus pigmentosus dan tumor melanoma maligna. Berkurangnya atau tidak terbentuk pigmen melanin dapat dijumpai pada albino. Pada vitiligo tidak dijumpai sel melanocyt secara partial maupun total. Pada albino masih dijumpai sel melanocit tetapi tidak dapat membentuk pigmen melanin karena tidak ada enzim tirosinase Pigmen lipofusin Pigmen lipofusin.disebut juga lipokrom merupakan pigmen lipid yg berwarna coklat , Pigmen ini dapat ditemukan pada sel hepatocit, sel jantung, dan saraf pada usia lanjut, malnutrici, penyakit kronis, yang membuat penderita jadi kurus, sehingga pigmen ini disebut juga Wear and tear pigment. Kalsifikasi : Yaitu proses pengendapan kalsium didalam jaringan. Kalsifikasi fisiologik : Proses kalsifikasi tulang Kalsifikasi patologi merupakan proses pengendapan abnormal garam calsium pada jaringan. Bila pengendapan terjadi pada jaringan yang mati disebut kalsifikasi distrofik. Bila terjadi pengendapan garam calsium pada jaringan normal disebut Kalsifikasi metastatik.

Kalsifikasi Metastatik Perubahan ini terjadi pada Hyperkalsemia yaitu pada : Hyperparatiroid, Kelebihan vitamin D, Hypertiroid, penyakit Adison (insufisiensi cortek adrenal) , Keganasan pada tulang (Multipel Myeloma), gagal ginjal. Kalsifikasi distrofik Proses kalsifikasi pada jaringan yang mati , hal ini dapat terjadi meskipun kadar kalsium dalam darah normal . Perubahan ini dijumpai pada daerah yang nekrosis koagulatif, kaseosa, liquifactif dan pada fokus fokus nekrosis lemak, juga dapat terjadi pada katup katup jantung yaitu ateroma aterosklerosis. Makroskopis : terlihat endapan halus, bergranula, gumpalan putih teraba kasar, Kadang kadang pada tuberculosis kelenjar limfe berubah menjadi seperti batu. Terjadi pada lithopodion (bayi yang membatu bayi mati dalam kandungan)

Anda mungkin juga menyukai