Anda di halaman 1dari 39

USHUL

L E C T U R E N O T E S
ADITYA VAN ARJUNAQUEE
2009.031.0215
FIQH

NON BLOCK
EDITION
2010
Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.A.




Table of Content P. 001
Ushul Fiqh 1
Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.A.
P. 001
Ushul Fiqh 2
Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.A.
P. 003
Ushul Fiqh 3
Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.A.
P. 008
Ushul Fiqh 4
Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.A.
P. 018
Ushul Fiqh 5
Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.A.
P. 023
Ushul Fiqh 6
Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.A.
P. 030
Ushul Fiqh 7
Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.A.
P. 034
table of
C O N T E N T S

1 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s

Jumat, 19 Februari 2010
Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.A.
USHUL FIQH 1

DALIL
Jadi dari segi dalil dibagi menjadi 2 yaitu : khodlil dalalah dan muzammir dalalah,
tergantung dengan karakter ayatnya.
Kalau ayatnya termasuk mukhtamat untuk 1 arti biasanya termasuk khodlil dalalah yang
pasti.
Tapi kalau kalau karakter ayatnya bisa mengandung 2 pengertian atau lebih maka disitu
terjadi perbedaan penafsiran, maka status dalalahnya yaitu muzammir dalalah.
Baik khodlil dalalah atau muzammir dalalah dua-duanya menjadi argument. Cuman
bedanya kalau khodlil dalalah boleh dikatakan gak ada perbedaan pendapat tapi kalau
muzammir dalalah masih dimungkinkan terjadinya perbedaan pendapat karena berbeda
memahaminya.

HADIST
Al-hadist atau assunnah itu ulama berpendapat sama cuman beda istilahnya saja.
Hadist atau sunnah yaitu apa saja yang dimisbahkan oleh nabi Muhammad SAW baik
berupa perkataan , perbuatan, ketetapan dan sifat semuanya itu adalah hadist.
Yang dimaksud dimisbahkan oleh nabi yaitu yang berhubungan dengan hukum syaria oleh
sesuatu yang disebabkan manusiawi semata-mata yang bisa dijadikan khujjah atau dalil
syari yang bernilai syari. walaupun tidak mudah memisahkan mana perbuatan nabi mana
yang bernilai syari dan mana perbuatan nabi yang hanya sebagai bazhar atau manusiawi
biasa.
Walaupun teorinya bisa dipisahkan tapi taklilnya diperlukan suatu ketelitian untuk
memisahkan tidak semuanya dianggap syari dan tidak semuanya dianggap bazari atau
manusiawi.
Misalkan saat nabi shalat lalu beliau berdiri ke arah kiblat itu namanya syari karena selalu
menghadap kiblat , lalu nabi takbir mengangkat tangan berarti itu memang sudah syari dan
tidak ada perbedaan pendapat, lalu membaca alfatihah tiba- tiba sampai di ayat
ihdianasshirotholmustaqim tiba-tiba nabi batuk ini dianggap syari tidak???
Kalau nabi batuk di ayat itu secara terus menerus berarti itu syari tapi kalau tidak yaitu
hanya kebetulan saja nabi batuk saat membaca ayat itu.
Kalau setiap ihdinasshirotholmustaqim nabi batuk terus itu berarti syarI tapi karna
batuknya cuman sekali sekali maka batuknya itu walaupun perbuatan nabi tapi tidak
dianggap sebagai hadist atau sunnah untuk menjadi sumber. Kalau mau dianggap jadi
sumber bisa juga tapi kesimpulanya batuk tidak dianggap membatalkan shalat atau batuk
tidak dianggap perkataan.

2 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s

Misal nabi mengambil kurma dengan 3 jari itu adalah hadist karena itu perbuatan nabi tapi
apa kesimpulannya? Hukum apa yang diambil dari situ?
Ada yang berkesimpulan bahwa itu cuman bazari atau perbuatan manusiawi karena orang
kan normal kalau makan pakai 3 jari. Tapi ada lagi yang menyimpulkan bahwa makan 3 jari
itu adalah sunnah karena nabi selalu makan pakai 3 jari dan dikaitkan dengan hikmanya
makan pakai 3 jari yaitu makan pakai jari itu sedikit jadi berhenti sebelum kenyang dan ada
yang dikaitkan dengan ukuran tenggorokan.
Hadist adalah semua perkataan, perbuatan, tafsir dan sifat yang dimisbahkan kepada
Rosullullah SAW.
Kalau dikalangan ahli fiqih ditambahkan yang bernilai syari yang bisa dijadikan dalil syari
tapi itu tidak harus ditambahkan karena sudah masuk kedalam penafsiran.
Taqrir adalah perbuatan sahabat dihadapan nabi yang tidak ditegur atau dikoreksi oleh
nabi. Bukan nabi yang berkata atau berbuat tapi sahabat yang berkata atau berbuat yabg
disaksikan oleh nabi dan tidak dilarang oleh nabi.
Misalnya pernah para sahabat makan dan minum didekat Rosullullah dimuka umum dan
sedang berdiri tapi ternyata tidak dilarang oleh nabi dan ini namanya taqrir.
Misal lagi pernah ada seorang wanita yang bernama Ummu Waqah bertanya kepada
Rosullulah ya Rosullullah dirumah saya itu tidak ada laki laki dewasa adanya anak kecil laki
laki, bolehkah saya mengimami ? Dan Rosullullah mengatakan boleh saja. Wanita boleh
mengimami kalau laki lakinya bodoh (gak bisa baca Alquran dll), belum baliq.
Jalur meriwayatkan hadist yaitu :
Pertama hadist dari Nabi disampaikan kepada sahabat lalu disampaikan kepada tabiin
lalu disampaikan kepada tabiat tabiin lalu kegenerasi yang menuliskan dan
membukukan.
Imam Maliq di Madinah dengan kitabnya Al-muaqqah, imam Akhmad dengan kitabnya Al-
musnat, imam Al Bukhori dengan Said bukhori, Abu Daud dengan Sunnah Abu Daud, An-
nasaI dengan sunnah An-nasaI, dll.
Orang orang inilah yang berjasa mengumpulkan hadist-hadist dengan sanetnya (jalur
transmisinya). Lalu sebab itu harus diteliti, maka dari hasil penelitian itu munculah kategori
kategori hadist :
1. Penelitian berdasarkan jumlah atau kuantitatifnya.
kalau jumlah prawinya banyak di setiap tingkatan maka disebut hadist mutawattir.
Jumlah banyaknya itu batasnya adalah mustahil mereka sepakat untuk berbohong.
Walaupun mereka 10 orang dalam 1 rumah kemungkinan mereka bisa berbohong.
Missal sumber hadist Rosullullah SAW yang meriwayatkan para sahabat harus
jumlahnya banyak lalu diriwayatkan oleh tabiin (murid murid sahabat) maka jumlahnya
harus banyak lalu diriwayatkan oleh tabiat tabiin (murid para tabiin) jumlahnya juga
harus banyak lalu ditulis dan dibukukan.
Ada 3,4 atau 5 tingkatan disemua tingkatan maka setiap tingkatan prawinya harus
banyak dengan jumlah yang banyak mustahil mereka sepakat untuk berbohong.



3 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s

Jumat, 05 Maret 2010
Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.A.
USHUL FIQH 2

METODE IJTIHAD
Ijtihad ini dilakukan oleh para ulama jika tidak ada nash dalam al-quran maupun sunah yang
mengatur tentang suatu hal. Ijtihad hanya berlaku jika benar-benar tidak ada nashnya.
1. ijma
Ijma merupakan kesepakatan seluruh mujtahid pada suatu masa tentang suatu
masalah hukum. Semakin kesini, ijma semakin jarang dilakukan karena masyarakat
Islam jumlahnya semakin banyak dan tersebar di seluruh dunia.
2. Qiyas
Analogi hukum. Menyandarkan sesuatu yang belum ada hukumnya dengan
menganalogikan hukum yang sudah ada dan dianggap sama. Contohnya, menurut
nashnya zakat fitrah dilakukan dengan kurma atau gandum. Nah bagaimana jika zakat
fitrah itu diganti dengan menggunakan beras? Menurut qiyas itu boleh karena setelah
dipertimbangkan ternyata beras sama-sama makanan pokok seperti kurma dan
gandum.
3. Mashlahan murslah (istishlah)
Menyatakan suatu hukum berdasarkan kebutuhan umum. Contohnya, suatu tanah yang
strategis untuk jalan maka pemilik tanah itu menurut istishlah harus
memberikan/menjual tanahnya tersebut. sifat-sifat istishlah:
Nyata, bukan berdasar penalaran
Untuk kepentingan umum
Tidak menyalahi nash atau ijma
4. Istihsan
Berpindah dari suatu hukum ke hukum lain karena adanya dalil syara yang
menghendaki. Bisa juga diartikan merubah suatu hukum yang baik menjadi lebih baik,
atau melanggar dalil syara untuk sesuatu yang lebih baik. Penggunaan istihsan ini harus
berhati-hati karena bisa saja dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Contonya, menurut nashnya tanah wakaf itu didak boleh dijual dan sudah menjadi milik
umum. Namun jika keadaan di sekitar masjid itu sudah tidak kondusif dan mengganggu
kekhusyukan ibadah para jamaahnya maka tanah dan masjid itu boleh dijual tapi harus
dibangun lagi mesjid pengantinya dengan biaya dari penjualan tanah dan masjid tadi di
tempat yang lebih kondusif. Dengan dibangun kembali masjid di tempat lain, manfaat
dari masjid itu akan lebih baik.
5. Istishab
Membiarkan tetap berlangsungnya suatu hukum di masa lampau karena belum ada dalil
yang merubahnya.






4 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s

ASAS ASAS HUKUM ISLAM
1. Nafy Al-Harj (memudahkan kesulitan)
Jadi prinsip hukum islam adalah tidak menyulitkan. Namun kesulitan disini bukan
berarti kesulitan yang subjektif.
Contoh kemudahan dalam islam, dalam keadaan sakit seseorang boleh mengganti
wudlunya dengan tayamum.


Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah
memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu
kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu
sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al quran) ini, supaya
Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap
manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada
tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik
Penolong.(Al-Hajj 78)


(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya
diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-
penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).
Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu,
maka hendaklah ia berpuasa di bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan
(lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang
ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu,

5 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s

dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan
bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang
diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS. 2:185)

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia
mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan mendapat siksa (dari
kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): Ya Rabb kami, janganlah Engkau
hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau
bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada
orang-orang yang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada
kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan
rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang
kafir. (QS. 2:286)


2. Qillah At-Taklif (sedikit kewajiban)
Pada prinsipnya kewajiban kita hanya sedikit.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal
yang jika diterangkan kepadamu, niscaya menyusahkan kamu dan jika kamu
menanyakannya di waktu Al quran itu sedang diturunkan, niscaya akan diterangkan
kepadamu. Allah memaafkan (kamu) tentang hal-hal itu. Allah Maha Pengampun lagi
Maha Penyantun. (Al-Maidah 101)
Contohnya, ketika turun ayat haji, demi Allah, diwajibkan kepada orang yang mampu
untuk menunaikan haji. Kemudian ada sahabat yang bertanya, apakah haji wajib itu
dilakukan setiap tahun?. Dengan pertanyaan demikian, maka akan membuat
perintahnya semakin spesifik sehingga akan memperberat kewajibannya. Oleh karena
itu, jika diperintahkan sesuatu tidah usah banyak bertanya tapi langsung dikerjakan


6 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s

3. At-Tadarruj Fiat-Tasyri (penurunan hukum secara bertahap)


Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah:` Pada keduanya itu
terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih
besar dari manfaatnya `. Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan.
Katakanlah:` Yang lebih dari keperluan. `Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya
kepadamu supaya kamu berfikir, (Al-Baqarah 219)

Tidak ada larangan minum khamr jika tidak memabukkan.


Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan
mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid)
sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu
mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang
air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka
bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci): Sapulah mukamu dan tanganmu.
Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.(An-Nisa 43)

Seseorang tidak boleh solat dalam keadaan mabuk. Artinya masih boleh minum khamr
jika tidaka akan solat. Misalnya mabuknya setelah solat isya selama 4 jam. Hal ini masih
merupakan haram sebagian.



7 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s


Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban
untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk
perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat
keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan
permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi
itu, dan menghalangi kamu dari mengingati Allah dan sembahyang; maka berhentilah
kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). (Al-Maidah 90-91)
Setelah turun ayat ini, maka huku dari mabuk atau minumkhar adalah haram.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa turunnya suatu hukum itu secara bertahap.

4. Limashalih An-Nas (untuk kepentingan umat manusia)
Tidak ada hukum dalam Al-Quran dan sunah yang bertujuan mencelakakan umat
manusia. Namun kadang-kadang manusianya sendiri yang tidak mau sadar. Misalnya
saja, sudah jelas-jelas minum khamr itu dilarang Allah. Setelah dia merasakan akibat
dari minum khamr itu biasanya barulah dia sadar bahwa perintah Allah untuk menjauhi
khamr itu benar.

5. Al-Adalah Wa Al-Musawarah (keadilan dan persamaan)



















8 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s

Jumat, 12 Maret 2010
Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.A.
USHUL FIQH 3

QAWAID FIQHIYYAH ( BEBERAPA KAIDAH FIQH)
1. Al-umuru bimaqooshidihaa
Setiap urusan itu harus sesuai dengan maksudnya. Hukum itu ada substansi dan
formalnya. Keduanya harus dijalankan dengan seimbang.
2. Al-yakiin laa yazilu bisysyaq
Yakin tidak bisa dihilangkan dengan ragu. Contohnya, seseorang yang sudah wudu tapi
dia tidak langsung solat. Ketika mau solat dia ragu apakah dia kentut atau tidak. Nah
jika kasusnya demikian, dia meyakini bahwa dia sudah wudu tapi ragu-ragu kentut atau
tidak. Maka karena dia lebih yakin sudah wudu, dia tidak batal wudunya.
3. Almasyaqqotu tajulub taisiirun
Artinya setelah kesulitan maka akan datang kemudahan. Dalam menjalankan ibadah
tentunya akan muncul kesulitan-kesulitan, tetapi Allah SWT telah memberikan rusoh.
Contohnya saat perjalanan yang menyebabkan kita tidak dapat sholat tepat waktu,
maka kita mendapatkan rusoh yaitu menqashar atau menjama. Bila tidak dapat sholat
berdiri karena sakit misalnya, dibolehkan duduk. Bila tidak mampu duduk, boleh
berbaring. Bila tidak mampu menggerakkan tangan, boleh hanya dengan
menggerakkan bola mata. Contoh lainnya yaitu rusoh menqadha puasa. Jadi tidak
alasan untuk meninggalkan ibadah karena Allah telah memberi kemudahan bagi
hambaNya.
4. Adhoror rizal
Artinya tatkala ada kemudharatan, maka kemudharatan itu haruslah dihilangkan.
Kaedah yang keempat terdapat beberapa subkaedah sbb:
- (Adharurot tubihul mahdhurot)
Artinya keadaan darurat, membolehkan segala yang dilarang. Contohnya; saat kita
mendaki gunung atau tersesat di hutan kemudian kelaparan dan tidak ada makanan
kecuali babi, maka mengonsumsi babi diperbolehkan.
- (maubiha liddharuroti yuqodharu biqodariha)

9 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s

Apa saja yang diperbolehkan dalam keadaan darurat hanya diperkenankan seperlunya.
Jadi seperti kasus di atas, dalam mengonsumsi babi karena keadaan darurat (jika tidak
makan babi maka akan mati kelaparan) tidak boleh berlebihan, artinya jika makan
seporsi ternyata rasanya enak lalu ada keinginan untuk makan lagi, maka hal itu
dilarang. Jadi kita makan sepotong daging babi untuk mengganjal perut, kemudian kita
diwajibkan mencari makanan lain yang halal. Jika ternyata tidak ditemukan, kita baru
diperbolehkan makan sepotong daging babi lagi, dst.
- (majaza liudri bathola bizawalihi)
Apa saja yang diperbolehkan karena udzur, maka hukum boleh itu batal ketika udzur
yang dimaksud sudah tak ada. Jadi ketika seseorang sakit sehingga tak mampu sholat
berdiri maka diperbolehkan duduk. Namun setelah ia mampu berdiri, maka izin
diperbolehkan sholat dengan duduk hilang.
- (Adhororu layuzalu bimitslih)
Menolak kemudharatan tidak boleh dgn kemudharatan yang lain (jadi tidak boleh
berpindah dari satu mudharat ke mudharat yg lain)
- (darul mafasid muqoddamun ala julbi masholih)
Menolak hal-hal yang merusak lebih diutamakan darapada mencari hal-hal yang baik.
Misalnya ada suatu pilihan Anda akan mendapat uang 1 juta, tapi dengan syarat harus
mau ditampar. Jika tidak bersedia, maka tidak mendapat apapun. Dalam hal ini kita
harus memilih tidak ditampar tapi tidak dapat uang 1 juta. Kenapa? Karena ditampar
merupakan profesi merusak diri dan bertentangan dgn kaedah ini. Jadi profesi petinju
juga termasuk dilarang.
- (irtikabu akhofu adhororoini wajibun)
Kaedah yang dipakai ketika terdapat keadaan dilematis yaitu diantara dua
kemudharatan. Misalnya pergi ke suatu tempat merupakan mudharat tetapi tidak pergi
ke tempat itu juga mudharat. Maka dalam hal ini diutamakan untuk memilih keadaan
yang paling sedikit kemudharatannya.




10 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s

5. Aladah muhakkamah
Yaitu kebiasaan/adat bisa dijadikan hukum. Hal ini tentu berlaku ketika tidak ada nash
dari Al-Quran dan Al-hadits. Kebiasaan yg dipakai haruslah tidak bertentangan dgn Al-
Quran dan Al-hadits.
6. Malayatimu wajibun illa bihi fahuwa wajibun
Suatu kegiatan yang menyebabkan suatu kewajiban tidak dapat dilakukan tanpa
kegiatan itu, maka melakukan kegiatan tersebut juga wajib hukumnya. Misalnya jika
kita pergi haji naik pesawat (tanpa pesawat kita tidak dapat pergi haji) maka
memproduksi pesawat dan mengatur kegiatan penerbangan adalah wajib hukumnya.
jika tidak dapat melakukan sendiri, maka mintalah bantuan dari pihak lain. Contoh lain,
umat muslimah diwajibkan mengenakan jilbab, maka membuat jilbab juga wajib
hukumnya. jika umat muslim belum mampu memproduksinya maka dibantu oleh umat
nonmuslim. Jilbab, tasbih, sajadah banyak diproduksi oleh china, jepang, dll (yang
mayoritas bukan orang nonmuslim). Ini juga merupakan contoh dari fardu kifayah.


FIQH IBADAH

1. Landasan Dasar Ibadah
!. 1l> _>' _. | .,-,l __
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi
kepada-Ku. (Q.S. Adz-Dzariyat 51:56)

.1l !..-, _ _ . . _ .,s < ,..> ,-.Ll .. _. _.> < ..
_. 1> ,ls .l.l ,. _ _ `L.! , _l ,1.s _,,.>.l __
Dan sungguhnya kami Telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan):
Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut
[826]
itu, Maka di antara umat itu ada
orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang
yang Telah pasti kesesatan baginya
[826]
. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan
perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).
(Q.S. An-Nahl 16: 36)
[826]
Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah s.w.t.

11 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s



2. Pengertian Ibadah
a. Al Ibadah Al amal
Mendekatkan diri kepada Allah dengan segala sesuatu yang diizinkan oleh Asy
Syari.
Jadi intinya apa saja boleh kecuali yang dilarang. Misalnya bisnis, bisnis apa saja
diperbolehkan, tetapi bisnis orang/anak dilarang. Bisnis minuman apa saja
dipebolehkan, kecuali minuman haram. Termasuk yang difatwakan haram akhir-
akhir ini oleh Majelis Tarjih adalah rokok. Jadi bisnis pembuatan rokok haram
hukumnya.
b. Al Ibadah Al Khasah atau al Mahdhah
Mendekatkan diri kepada Allah dgn segala rincian upacara dan tatacara yg telah
ditetapkan oleh Asy-Syari.
Dgn kata lain konsep ibadah al khasah adalah kebalikan dari al amal : segala sesuatu
tidak diperbolehkan kecuali terdapat perintahnya. Contoh : saat sholat seluruh
kegiatan dilarang kecuali gerakan sholat yang diperintahkan. Jika tidak ada perintah
untuk melakukan maka hal itu dilarang. Membaca niat sebelum sholat tidak ada
perintah dari al-Quran maupun Al-Hadits. Pak Yunahar said: kalau tidak ada nash,
paling tidak ada alasannya. Apa alasannya? Apa Anda membaca niat untuk memberi
tahu Allah bahwa Anda sedang sholat? Bukankah Allah Maha Melihat? Lalu ada yang
bilang bahwa membaca niat adalah untuk memantapkan hati. Alasan kemantapan
ini kemudian diterapkan pada saat membaca Al-Fatihah. Seseorang baru mantap
kalau dalam sholat membaca Al-Fatihah 3 kali. Tentu saja hal ini dilarang. Ada lagi
seorang mantan petinju dan pemimpin aliran sesat, Kyai Yusman, menyatakan
bahwa dia lebih mantap sholatnya kalau membaca bacaan sholat diikuti dengan
terjemahan Indonesianya. Nah, ini juga dilarang. Oleh karena itu alasan kemantapan
ini tidak dapat diberlakukan. Jadi dalam ushul fiqh, suatu metodologi jika diterima
harus dapat diterapkan pada semua hal, tidak boleh pilih-pilih.


3. Prinsip Ibadah
a. Yang berhak disembah hanyalah Allah SWT
.!`,| .,-. .!`,| _,-.`. _
Hanya Engkaulah yang kami sembah
[6]
, dan Hanya kepada Engkaulah kami meminta
pertolongan
[7].
(Q.S. Al-Fatihah 1:5)
[6] Na'budu diambil dari kata 'ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang
ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah,
Karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.
[7] Nasta'iin (minta pertolongan), terambil dari kata isti'aanah: mengharapkan
bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan
dengan tenaga sendiri.

12 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s

.1l !..-, _ _ . . _ .,s < ,..> ,-.Ll .. _. _.> <
.. _. 1> ,ls .l.l ,. _ _ `L.! , _l ,1.s _,,.>.l
__
Dan sungguhnya kami Telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk
menyerukan): Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut
[826]
itu, Maka di antara
umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya
orang-orang yang Telah pasti kesesatan baginya
[826]
. Maka berjalanlah kamu dimuka
bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan
(rasul-rasul). (Q.S. An-Nahl 16: 36)

[826]
Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah s.w.t.

b. Langsung tanpa perantara
:| ,l!. _:!,s _.s _.| , ,> :s: _.] :| !s: ,,>.`.,l _| `..`,l _
l-l _.:, __
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka (jawablah),
bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa
apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala
perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada
dalam kebenaran. (Q.S. Al-Baqarah 2: 186)
Doa adalah inti ibadah. Maka ketika kita beribadah tidak boleh melalui perantara.
Misalnya kita memohon kepada arwah orang yang sudah meninggal, hal itu
merupakan bentuk tawashul dan termasuk syirik. Jika dia belum bertaubat sebelum
meninggal maka diharamkan surga untuknya.

c. Ikhlas
!. '. | .,-,l < _,.l>: `] _.] ,!.`> .,1`, :l.l .`, :l ,l: _,:
.,1l _
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan ikhlas
memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus
[1595]
, dan
supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah
agama yang lurus. (Q.S. Al-BAyyinah 2:5)
[1595]
Lurus berarti jauh dari syirik (mempersekutukan Allah) dan jauh dari kesesatan.


13 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s

Beribadah harus dilaksanakan dengan niat semata-mata untuk mencari ridho Allah
SWT. Jika beribadah dengan niat untuk dilihat orang lain maka termasuk riya. Riya
menjadikan amal ibadah tsb sia-sia. Bisa jadi ad seseorang yg merasa di dunia
ibadahnya banyak tetapi di akhirat ternyata kosong. Rasulullah SAW bersabda (yg
terjemahan bebasnya sbb)
ada 3 golongan yg akan menyesal ketika di akhirat yaitu:
Orang yang meninggal karena perang tetapi niat berperangnya hanya karena
ingin dikenang orang sebagai pahlawan. Jadi dia hanya mendapatkan apa yang
menjadi niatnya, ia sudah dikuburkan di makam pahlawan dan dikenang orang
sebagai pahlawan. Tetapi di akhirat ia tidak mendapat pahala.
Seorang Qori yang ingin dipuji orang. Jadi ia membaca Al-Quran dihadapan
orang banyak dgn suara yang merdu di masjid, di surau, dsb, tapi niatnya hanya
untuk dikenal sebagai seorang qori yang hebat.
Orang yang mengeluarkan hartanya untuk sedekah/zakat tetapi untuk dilihat
orang. Misalnya X menyumbangkan 1 juta untuk korban gempa Padang agar
namanya tercantum di koran sehingga orang tahu bahwa X adalah seorang
dermawan. Maka X tidak mendapatkan pahala dari Allah.
o Pak Yunahar said : contoh lagi, ada seseorang yang berkata Saya tidak mau
sholat rawatib atau tahiyatul masjid ketika di masjid karena takut dipuji orang.
Nah tapi ini merupakan godaan syetan. Seharusnya ia melawan dengan
meluruskan niatnya untuk mencari ridho Allah semata bukan malah tidak sholat.
Kalau ada godaan riya maka disarankan istighfar

d. Sesuai dengan tuntunan

_ | `.. ',>. < _.`-,.! `>,,`>`, < -, _>l _>,.: < "s ',> _
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah
mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.(Q.S. Ali Imron 3:31)
Jika seseorang beribadah tidak sesuai tuntunan maka ibadahnya ditolak. Jika
dikurangi, ibadahnya batal, jika ditambah maka merupakan bidah. Baik pembuat
bidah maupun yang mengikuti bidah tsb keduanya mendapat hukuman. Kepada
pembuat bidah Rasulullah lebih keras : Tidak termasuk umatku orang yang
menambah-nambah atau memperbaharui cara ibadah yang aku ajarkan. Jadi
semua ibadah harus ada tuntunannya. Untuk melakukan ibadah tersebut maka kita
perlu ilmu untuk mengetahui apakah ada tuntunannya atau tidak. Jika seseorang
berilmu tetapi tidak mengamalkannya maka sama dengan yahudi, sebaliknya jika
orang beramal tanpa mengetahui ilmunya maka sama dengan nasrani.
!..> 1.l ,1.`..l _ 1. _.] .-. ,ls ,s .-.l `,l. _,l!.l
_

14 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s

6. Tunjukilah kami jalan yang lurus,
7. (yaitu) jalan orang-orang yang Telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan
(jalan) mereka yang dimurkai (Yahudi) dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat
(Nasrani).

Dalam beribadah kita harulah mempunyai sikap terbuka. Artinya, kita siap untuk
mengubah ibadah kita jikalau ada masukan baru yang lebih benar disertai dasar dan
tuntunan yang kuat meskipun kita telah melakukan ibadah yang kurang benar tadi
selama bertahun-tahun.

e. Menjaga keseimbangan jasmani dan rohani
_., !., ..., < .] :> _.. ,,,.. _. !,..l _.> !. _.>
< .,l| _,. :!.l _ _ | < > _...l __
Dan carilah pada apa yang Telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan)
negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan)
duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah Telah berbuat
baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.(Q.S. Al-
Qashas 28:77)


Pernah 3 orang datang kepada Aisyah, mereka ingin menanyakan kpd Rasulullah
SAW, tetapi beliau tidak ada. Terjemahan bebasnya sbb: mereka bertanya
manakah yang lebih bagus ibadah kami atau ibadah Rasulullah SAW? Aisyah
bertanya Apa ibadah kalian? Orang I menjawab : Saya selalu sholat malam setiap
hari dan tidak pernah tidur. Orang II menjawab :Saya puasa terus dan tidak pernah
berbuka. Orang III menjawab : Saya ibadah terus dan tidak menikah. Kemudian
Aisyah menyampaikan kepada Rasulullah, dan Rasulullah menjawab : Saya yang
terbaik. Saya sholat malam dan saya juga tidur. Saya puasa dan saya juga berbuka.
Saya beribadah dan saya juga punya anak. Jadi jelas bahwa kita harus menjaga
keseimbangan jasmani dan rohani.

f. Mudah dan meringankan
`: !.. _.] _. , `,1l _.> _!.ll .., _. _.l !l _. .:
`>.. :l ..,l _. ! !.,. _ls . :.- _. ,!`, > .,`, < `, `.`,l
.,`, `, .`-l l..l :.-l .l < _ls !. >..> l-l _`>:
__

15 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s


(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya
diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-
penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).
Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan
itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam
perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang
ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan
bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu
mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-
Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (Q.S. Al-Baqarah 2: 185)

l>`, < !.. | !-`.` !l !. ,. !,ls !. ,.. !.`, !..>. | !.,.
!.!L> !.`, _.`>. !.,ls .| !. ..l.> _ls _.] _. !.l, !.`, !.l.>. !.
!L !.l ., s !.s s !.l !..> . !..l. !...! _ls ,1l _.l
___

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia
mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari
kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau
hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau
bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada
orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami
apa yang tak sanggup kami memikulnya. beri ma'aflah Kami; ampunilah Kami; dan
rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, Maka tolonglah kami terhadap kaum
yang kafir."
(Q.S. Al-Baqarah 2: 286)
.:,l _... l `., `. < _ ,!`, ..l-. _ls !. _. .,, .-.
l> !.. .-L _!,l ,1l __

Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka
menyebut nama Allah pada hari yang Telah ditentukan[985] atas rezki yang Allah
Telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak[986]. Maka makanlah
sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-
orang yang sengsara dan fakir. (Q.S. Al Hajj 22:28)

[985]
Hari yang ditentukan ialah hari raya haji dan hari tasyriq, yaitu tanggal 10, 11,
12 dan 13 Dzulhijjah.

16 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s

[986]
yang dimaksud dengan binatang ternak di sini ialah binatang-binatang yang
termasuk jenis unta, lembu, kambing dan biri-biri.

Allah tidak menjadikan agama itu sebagai hambatan karena prinsipnya ibadah itu
mudah. Tapi bukan berarti dipermudah karena akan mendatangkan hawa napsu,
jadi tetap harus ada dalilnya. Jika ada 2 dalil yg sama-sama benar maka dipilih salah
satu yang paling mudah.

4. Tipologi manusia dalam Beribadah
a. Hanya semata-mata mengerjakan perintah Allah & RasulNya tanpa dapat
mengambil hikmah & manfaat sama sekali.
Dengan beribadah kita haruslah dapat mengambil hikmah dari ibadah tersebut.
Seringkali seseorang beribadah hanya sekedar menggugurkan kewajiban tanpa
dapat mengambil hikmah dari ibadah tersebut. Contohnya seseorang sholat dan
puasa rutin tapi tidak merasa bahwa ia mendapat hikmah dari ibadah tersebut,
hanya sekedar rutinitas saja.
b. Mencari hikmah & manfaat ibadah namun menghilangkan ruh ubudiyah itu
sendiri yaitu taqorrub ilallah
Tipe ini merupakan kebalikan dari poin a, jadi yang dicari hanya hikmahnya saja.
Misalnya sholat bisa memperlancar peredaran darah, puasa bisa melangsingkan
tubuh; tetapi melalaikan ruh ibadah itu sendiri.
c. Ibadah hanya sekedar latihan spiritual untuk kepentingan mencari ilmu
Misalnya seperti pada perguruan tenaga dalam. Jadi sholat tahajud dan puasa hanya
untuk sebagai syarat untuk mendapat tenaga dalam semata.
d. Beribadah dengan pemahaman yg benar bahwa:
Allah tidak memerlukan ibadah hamba-hambanya jika seluruh umat manusia
menyembahNya tidak akan memberikan manfaat sedikit pun kepadaNya
!!. , '_!.l `.. ',1l _|| < < > _.-l .,.>l _

Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah dialah yang
Maha Kaya (Tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. (Q.S. Fathir 35:15)

Jika semua umat menyembah Allah SWT, maka hal itu tidak akan menambah ke-
MahaKuasa-an Allah. Beda dgn pemimpin dunia, presiden misalnya, presiden
tanpa rakyat maka presiden tidak punya kuasa. Sebaliknya jika semua umat
durhaka kepada Allah maka Allah tidak akan terkurangi kekuasaanNya.justru
ibadah itu untuk kepentingan kita, bukan kepentingan ALLAH.
Ibadah adalah hak Allah atas hamba-hambaNya
Allah berhak untuk disembah, sedangkan kita sebagai makhlukNya wajib
menyembahNya. Suatu hadis mengatakan hak Allah adalah disembah oleh

17 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s

hambaNya dan hak hambaNya adalah memperoleh pahala dari Allah. Suatu
hadits menyatakan:
Mu'adz bin Jabal radiyallahuanhu berkata:
"Aku pernah diboncengkan Nabi SAW di atas keledai, kemudian Beliau berkata
kepadaku: "Wahai Muadz, tahukah kamu apakah hak Allah yang harus dipenuhi
oleh hamba-hambaNya, dan apa hak hamba-hambaNya yang pasti dipenuhi oleh
Allah? Aku menjawab: "Allah dan RasulNya yang lebih mengetahui", kemudian
beliau bersabda: "Hak Allah yang harus dipenuhi oleh hamba hambaNya ialah
hendaknya mereka beribadah kepadaNya dan tidak menyekutukanNya dengan
sesuatupun, sedangkan hak hamba yang pasti dipenuhi oleh Allah ialah bahwa
Allah tidak akan mengazab orang-orang yang tidak menyekutukanNya dengan
sesuatupun, lalu aku bertanya: "ya Rasulullah, bolehkah aku menyampaikan
berita gembira ini kepada orang-orang?, beliau menjawab: "Jangan engkau
lakukan itu, karena khawatir mereka nanti bersikap pasrah" (HR. Bukhari,
Muslim).

!!. , '_!.l .,s `>`, _.] >1l> _.] _. >l, >l-l 1`.. _
_.] _-> `>l _ !: ,!..l ,!., _. _. ,!..l ,!. _>! ., _. ,.:l
! >l l-> < :.. .. _.l-. __
21.Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang Telah menciptakanmu dan orang-
orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,
22.Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai
atap, dan dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dia menghasilkan dengan
hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; Karena itu janganlah kamu
mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah
[30]
, padahal kamu Mengetahui. (Q.S. Al
Baqarah 21-22)
[30]
ialah segala sesuatu yang disembah di samping menyembah Allah seperti
berhala-berhala, dewa-dewa, dan sebagainya.
Ibadah kepada Allah semata adalah pintu kemerdekaan
Kita di dunia ini dilarang untuk menghamba kepada sesame makhlukNya. Jadi
hanya kepada Allah kita menhambakan diri kita.
Ibadah adalah makanan rohani
Jadi jika rohani kita tidak sering diberi makanan, maka bisa mati ruhani kita.
Seringkali kita tidak peka terhadap musibah yang diderita orang lain. Contoh
riilnya ada seorang dokter yang diprotes keluarga pasien yang meninggal di RS
karena keluarganya merasa tersinggung. Saat pasien sedang sakaratul maut, si
dokter tsb sedang bersenda gurau dgn perawatnya. Jadi jgn sampai kita mlakukan
hal yg sama.
Ibadah adalah ujian bagi para hambanya


18 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s

Jumat, 19 Maret 2010
Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.A.
USHUL FIQH 4

THAHARAH (BERSUCI)
Materi kali ini adalah mengenai Thaharah atau dalam bahasa indonesia adalah bersuci.
Pada umumnya mnurut air yang dipakai dapat dibagi menjadi dua, yaitu Air yang suci dan
Air yang mensucikan, jelas pengertian antara keduanya sangat berbeda, bedanya yaitu air
yang suci hanya bisa digunakan untuk minum dan tak dapat digunakan untuk beribadah
contoh minuman kopi, sedangkan air yang mensucikan bisa digunakan untuk minum, bersih
dan untuk beribadah. (air laut).
Air yang mensucikan sendiri dapat dibagi menjadi 4,
1. Air Mutlak
Hukumnya ialah bahwa air suci lagi menyucikan, artinya bahwa ia suci pada dirinya dan
menyucika bagi yang lainnya, di dalamnya termasuk air berikut
o Air hujan, salju, es, dan air embun
o Hal ini telah diterangkan pada alQuranulkarim pada Al-anfal:11 dan Al-Furqan:48
o Air Laut
o Air telaga
o Air yang berubah disebabkan lama tergenang atau tidak mengalir, atau disebabkan
bercampur dengan apa yang menurut galibnya tak terpisah dari air seperti kiambang
dan daun-daun kayu, maka menurut kesepakatan ulama air itu tetap termaksuk
kedalam air mutlak

2. Air Mustamal, yang terpakai
Air yang sudah dipakai masih bisa dipakai asal tidak menghilangkan salah satu sifatnya,
yaitu rasa, warna dan baunya. Hukumnya suci lagi menyucikan sebagai halnya ia mutlak.
Hal itu karena mengingat asalnya yang suci, sedang tidak dijumpai suatu alasan pun
yang mengeluarkannya dari kesucian itu.

3. Air yang bercampur dengan barang yang suci
Misalnya dengan sabun, kiambang, tepung dan lain-lain yang biasanya terpisah dari air.
Hukumnya tetap menyucikan selama kemutlaannya masih terpelihara.

4. Air yang bernajis
Pada macam air ini terdapat dua keadaan :

19 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s

Pertama : Bila najis itu mengubah salah satu diantara rasa, warna dan baunya. Dalam
keadaan seperti ini para ulama sepakat bahwa air tersebut tidak dapat dipakai untuk
bersuci. Contoh sisa minuman anjing dan babi.
Kedua : bila air tetap dalam keadaan mutlak, dengab arti salah satu diantara sifatnya
yang tiga tidak berubah hukumnya adalah suci dan menyucikan biar sedikit ataupun
banyak contoh Sisa manusia, sisa binatang yang dimakan dagingnya, sisa kucing, keledai
dan burung buas

WUDHU
Berwudhu adalah bersuci dengan air mengenai muka, kedua talapak tangan, kepala dan
kedua kaki, ini telah ditegaskan oleh Allah SWT dalam al-Quran pada Almaidah :6
1. Rukun Wudhu
Rukun berarti sesuatu yang apabila tidak dikerjakan maka tidak sah. Lalu apa sajakah
rukun-rukun berwudhu:
a. Niat, Maksudnya adala kemauan yang tertuju pada perbuatan, demi mengharap
keridhaan kepada ALLAH swt dan mematuhi peraturannya,
b. Membasuh Wajah, membasuh wajah 1 kali dengan mengalirkan air keatasnya,
karena membasuh itu ialah mengalirkan. Batas muka itu panjangnya dari puncak
kening sampai dagu, sedang lebar dari pinggir telinga sampai pinggir telinga yang
satunya lagi.
c. Membasuh kedua tangan sampai siku,
d. Menyapu kepala, menyapu maksutnya melapkan sesuatu yang basah. Dilalukan
dengan melapkan seluruh kepala mulai dari depan kebelakang dan dilanjutkan
dengan menyapu kedua telinga, jika pada cuaca yang dingin maka cukup menyapu
hanya pada serbannya saja. Seperti hadist dari bilal
Bahwa Nabi SAW bersabda: sapulah kedua sepatu dan Khimar. Khimar berarti
kain yang biasa digunakan diatas kepala seperti serban dan lain-lain.
e. Membasuh kedua kaki dan mata kaki
f. Tertib(berurutan) : wudhuk adalah sebuah ibadah, sedang prinsip utama dalam
beribadah adalah Ittiba (mengikut). Maka wajiblah mengikuti tata cara wudhuk
yang telah dilakukan oleh Nabi dan telah dijelaskan pula dalam ayat-ayat Allah di Al-
Maidah : 6

2. Sunat-sunat Wudhu
Yaitu ucupan atau perbuatan yang terus-menerus dilakukan oleh Nabi SAW. DAN Tidak
pula dicegah orang meninggalkannya.
a. Memulai dengan basmalah
Membaca basmalah itu sendiri adalah baik, pada umumnya disyariatkan.
b. Menggosok gigi atau siwak

20 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s

Siwak sendiri dapat diartikan sebagai kayu yang digunakan untuk menggosok gigi
atau menggosok gigi itu sendiri, yaknimenyikat gigi dengan kayu tersebut atau
dengan setiap benda kesat yang dapat dipakai untukmembersihkan gigi.
Menggosok gigi itu disunahkan pada setiap waktu, tetapi amat diutamakan pada
lima waktu yaitu: ketika berwudhu, ketika hendak sholat, ketika hedak membaca
Quran, ketika bangun tidur, dan ketika berbaunya mulut.
c. Mencuci kedua telapak tangan ketika hendak Wudhuk
d. Berkumur-kumur 3 kali
e. Memasukkan air kehidung kemudian mengluarkannya sebanyak 3 kali
f. Menyilang-nyilangi jenggot
g. Menyilang-nilangi anak-anak jari
h. Membasuh tiga-tiga kali
i. Tayamun
Artinya mendahulukan tangan maupun kaki yang yang kanan dari yang kiri
j. Menggosok
k. Muwalat
Artinya berturut-turut membasuh anggota demi anggota, jangan sampai orang yang
berwudhu itu menyela wudhu dengan pekerjaan yang lain.
l. Menyapu kedua telinga
Menurut sunnah ialah menyapu bagian dalamnya dengan jari telunjuk, serta bagian
dalamnya dengan ibujari yakni dengan memakai air untuk menyapu kepala.
m. Memanjangkan cahaya
Baik dibagian depan maupun bagian anggota-anggota lainnya. Memanjangkan
bagian depan ialah dengan membasuh bagian depan kepala dengan melebihkan
fardhu sewaktu membasuh muka, sedang mengenai batas-batas anggota lainnya
ialah dengan membasuh lengan dengan melebihkan diatas siku, serta membasuh
kaki melebihi mata kaki.
n. Sederhana tidak boros memakai air
Tidak boros menggonakan air walaupun diambil dari air laut
o. Berdoa sementara dan selesai wudhu
p. Shalat setelah berwudhu.

3. Yang Membatalkan Wudhu
Ada beberapa hal yang membatalkan wudhu dan menghalangi untuk mencapi
faedahnya, seperti:
a. Apapun yang keluar dari salah satu dari kedua jalan, baik yang muka maupun yang
blakang (qubul dan Dubur) termaksud
kencing

21 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s

Buang air besar
Kentut
Mani, Madzi dan wadi :mengenai keluarnya mani maka diwajibkan untuk mandi
sedangkan madzi dan wadi maka hendaklah membasuh daerah kemaluan dan
sekitarnya kemudian berwudhu yakni wudhu untuk sholat.
b. Tidur nyenyak hingga tidak ada kesadaran lag, tanpa tetapnya pinggul diatas lantai,
maksudnya jika tidur dalam keadaan duduk dan duduknya itu tetap maka wudunya
tidaklah batal.
c. Hilang akal, baik karena gila, pingsan, mabok, atau diseabkan oleh obat, baik sedikit
atau banyak.
d. Menyentuh kemaluan tanpa ada alas

4. Yang Tidak Membatalkan Wudhu
a. Menyentuh perempuan dengan batas atau pelindung (batal bila saling menyentuh
atau timbal balik dalam ayat maksudnya adalah hubungan suami istri.)
b. Keluarnya darah dari jalan yang tidak lazim, baik dikarenakan luka atau berbekam,
atau darah hidung baik sedikit atau banyak.
c. Muntah,
d. Memakan daging selain daging unta
e. Bila seseorang bimbang setelah berwhuduk apakah telah berhadast atau belum
maka kebimbangan itu tidak menjadi soal, dan whuduknya tidak batal.
f. Ketawa terbahak-bahak
g. Memandikan mawat tidaklah wajib berwudhu

5. Hal-Hal yang Wajib Berwudhu
a. Sholat apapun
b. Thawaf dibaitullah
c. Menyentuh Mush-haf

THAYAMUM
a. Niat
b. Kedua telapak tangan ditempelkan kedinding atau tanah 1x
c. Ditepukkan atau ditiup
d. Usapkan ke muka
e. Pergelangan tangan
Thayamun dilakukan juga untuk mandi wajib..


22 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s

MASKHUL KHUFAIN
Mengusap dua kaos kaki atau sepatu dilakukan jika merasakan kedinginan untuk
berwhuduhk dengan menggunakan air.
a. Saya berwudhu dan wudhu saya niatkan untuk maskhul khufain
b. Berlaku hanya pada 1 hari satu malam
c. Musafir selama 3hari 3 malam.






























23 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s

Jumat, 9 April 2010
Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.A.
USHUL FIQH 5

SHALAT
Shalat menurut bahasa adalah doa. Tapi shalat tidak bisa diganti dengan doa walaupun
artinya sama. Bahkan shalawat kepada Nabi juga disebut shalat. Ali Bin Abi Thalib pernah
berkata Aku shalat tanpa wudu , maksudnya adalah beliau membaca shalawat kepada
Nabi.
Menurut syari, shalat adalah ibadah yang terdiri dari perkataan dan perbuatan tertentu
yang dimulai dengan bacaan takbir dan diakhiri dengan mengucapakan salam.

Ayat-ayat tentang shalat

1. Al-ankabut ayat 45

Artinya:
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Quran) dan dirikanlah
shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan
mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar
(keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu
kerjakan. (QS. 29:45)
Notes:
Jika seseorang shalat maka seharusnya tidak melakukan Fahsya (perbuatan keji) yaitu
perbuatan yang dilarang oleh agama dan ditolak oleh hati nurani. Jadi tidak perlu
menggunakan hukum al-Quran dan Hadist, hati nurani manusia sendiri sudah
menolaknya. Contohnya zina, kikir. Munkar adalah segala yang dilarang oleh agama. Jika
pada kenyataannya orang yang shalat itu masih melakukan perbuatan keji dan munkar,
maka jawabannya yang secara lugas maka shalat orang tersebut tidak diterima. Tapi
kalau dijawab dengan optimis, maka jawabannya adalah shalat orang tersebut bisa
mengurangi dari perbuatan keji dan munkarnya. Contohnya, orang shalat masih tetap
mencopet, mungkin saja kalau dia tidak shalat dia malah merampok dan jika dia terus-
terusan melakukan shalat dia akan berhenti menjadi pencopet. Jadi intinya untuk orang
yang optimis, shalatnya itu masih belum mencapai tingkat yang bisa membuat dia

24 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s

menghentikan perbuatan keji dan munkarnya. Shalat yang baik itu shalat yang bisa
sampai menghentikan perbuatan keji dan munkar.

2. Al-baqarah 238

Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa
[152]
. Berdirilah untuk
Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'. (Al-baqarah 238)
Notes:
Ada 2 pendapat ulama tentang yang dimaksud shalat wustha. Shalat wustha adalah
shalat pertengahan yang paling sering dilalaikan yaitu shalat fajar (subuh) dan shalat
ashar. Kalau dilihat dari sudut pandang turunnya ayat ini, shalat wustha lebih mengarah
pada shalat ashar. Karena pada waktu itu perang ahzab, 10000 pasukan mengepung
madinah. Maka diperintahkanlah untuk membuat parit sebagai perlindungan. Parit
tersebut dijaga 24 jam maka sering melalaikan shalat ashar, sehingga turunlah ayat ini.
Tapi jika dilihat dari namanya, shalat wustha adalah shalat yang ada ditengah-tengah,
berarti semua shalat yang 5 waktu. Kenapa? Shalat subuh diapit oleh shalat isya dan
magrib sebelumnya dan shalat duhur dan ashar setelahnya. Shalat duhur diapit oleh
shalat subuh dan isya sebelumnya dan shalat ashar dan magrib setelahnya, begitu pula
yang lain, semua shalat diapit oleh 2 shalat sebelum dan sesudahnya. Mengerti kan?
Jadi semua shalat yang 5 waktu bisa menjadi shalat wustha, tergantung kita sering
melalaikan shalat yang mana.
Tapi sepertinya untuk para mahasiswa sekarang, shalat yang paling dilalaikan adlah
shalat shubuh. Karena mahasiswa sering begadang, dan bangunya kesiangan Ayo
ngaku,,,syp yang masih suka kesiangan bangunnya trus gak shalat subuh?? Hehe
Jagalah solat yang 5 waktu terutama shalat fajar dan ashar. Hadist Nabi mengatakan
bahwa Sebaik-baiknya shalat adalah di awal waktu. Tapi kalaupun tidak di awal waktu
shalatnya tetap sah.

3. Al-baqarah 45-46


Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu
sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu. (yaitu) orang-orang yang
meyakini, bahwa mereka akan menemui Rabb-nya, dan bahwa mereka akan kembali
kepada-Nya. (QS.Al-baqarah 45-46)
Notes:

25 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s

Menurut ayat ini, jika kita menghadapi kesulitan maka kuncinnya adalah sabar dan
shalat. Perbanyaklah shalat ketika menghadapi kesulitan, bukannya malah menghindari
kesulitan itu dengan melakukan hal-hal negatif seperti pergi ke dukun, mabuk-mabukan,
dll.
Jika ingin khusyu dalam shalat, maka bayangkanlah dalam shalat kita bahwa itu sahalat
yang terakhir setelah itu mati. Orang-orang tasyawuf megatakan jika ingin shalatnya
khusyu, maka jadikalah shalat kita seolah-olah shalat terakhir (wada) dan setelah
kematian datang ingatlah bahwa Allah akan minta pertanggungjawaban atas semua
perbuatannya semasa hidup. Tapi susahnya banyak orang tidak mau membanyangkan
kematian akan segera datang karena kebanyakan orang ingin umur yang panjang.

4. Al-mukminun 1-11
. _l `...l _.] > _ :. `-:.> _ _.] > _s -ll
_.-`. _ _.] > :ll l-. _ _.] > >`l L.> _ |
_ls > !. >l. ..., .| ,s _,.l. _ _. _-., , ,l:
,.l`! `> :!-l _ _.] > ..... >.s `s _ _.] _`= _ls
:l. L!> _ ,.l` `> .l _.] ., _:l > !,
..>
Artinya:
1. Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman
2. (yaitu) orang-orang yang khusyu dalam shalatnya
3. dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada
berguna,
4. dan orang-orang yang menunaikan zakat
5. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya,
6. kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka
sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela
7. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang
melampaui batas.
8. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya,
9. dan orang-orang yang memelihara shalatnya.
10. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,
11. (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya

26 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s


Notes:
Orang islam seharusnya mempunyai mental pemenang. Bagaimanakah ciri punya
mental pemenang itu? Kuncinya ada pada kepercayaan diri.

5. Al-mudatsir 38-48
_ __. !., ,. .,> __ | .> _,.,l __ _ ..> l,!.., _ _s
_,.>.l _ !. `>l. _ 1. __ l! `l ,. _. _..l __ `l ,.
`-L. _,>`..l __ !. `_> _. _,.!>' __ !. ,.>. ,,, _.l __
_.> !... _,1,l __ !. ``-.. -. : _,-.:l __
Artinya:
38. Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,
39. kecuali golongan kanan,
40. berada di dalam surga, mereka tanya menanya,
41. tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa
42. Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?
43. Mereka menjawab: Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan
shalat,
44. dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin
45. dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang
membicarakannya,
46. dan adalah kami mendustakan hari pembalasan,
47. hingga datang kepada kami kematian.
48. Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat dari orang-orang yang memberikan
syafaat.

Notes:
Dalam Al-Quran, orang-orang yang masuk surga disebut dengan ashabul yamiin
(golongan kanan). Sedangkan orang yang masuk neraka disebut ashabul yasaar
(golongan kiri). Nanti di surga, orang-orang golongan kanan ini akan saling bertanya
siapa anil mujrimiin. Mereka bertanya kepada orang-orang yang masuk neraka, orang
di neraka menjawab kami masuk neraka karena kami tidak mengerjakan shalat, tidak
memberi makan anak yatim, suka melecehkan agama dan mendustakan hari akhir
sampai kami menghadapi kematian. Kematian tidak bisa ditolak, orang yang tidak

27 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s

percaya pada Tuhan saja meyakini kematian. Firaun pun yang menganggap dirinya
tuhan, mengakui bahwa dia tidak akan hidup abadi dan suatu saat akan mati.
Setelah mati, setiap orang akan menyadari semua kesalahannya selama hidup dan
mereka tidak akan mendapat pertolongan bahkan dari orang-orang yang semasa
hidupnyya sering menolong mereka. Orang islam yang di hari akhir mengaku tidak
shalat padahal sewaktu hidupnya shalat, maka shalatnya itu tidah diterima oleh Allah.
Itulah yang menyebabkan mereka menjadi penghuni neraka.

6. Al-maun 4-7
_, _..ll _ _.] > _s :. >!. _ _.] > _',`, _
`-.., `s! .l _
Artinya:
4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,
5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.
6. orang-orang yang berbuat riya.
7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna.

Notes:
Yang dimaksud lalai dalam shalat adalah
1. Menunda-nunda shalatnya tanpa ada alasan yang kuat atau tanapa alasan yang
dibenarkan oleh agama. Bagaimana jika seorang dokter ketika operasi masuk waktu
shalat? Dia boleh menunda shalatnya kerena lebih mengutamakan kehidupan
pasiennya.
Nabi mengatakan shalat yang baik adalah di awal waktu, itu adalah pendekatan
aqidah. Dan pendekatan aqidah harus dilaksanakan secara maksimal.
2. Lalai memahami bacaan shalat. Jadi lalai tipe 2 ini seperti kita berbicara tapi tidak
mengerti apa yang kita bicarakan. Seperti burung beo yang bisa bicara, ia tidak
mengerti sama sekali dengan apa yang di ucapkan. Padahal jika kita mengerti arti
dari doa-doa yang ada di dalam shalat, insya allah ita bisa memahami apa
sebenarnya makna shalat itu sendiri.


Kedudukan shalat dalam Islam
1. Tiang agama
Hadist mengatakan bahwa Shalat adalah tiang agama. Barang siapa yang mendirikan
shalat, maka dia mendirikan agama. Barang siapa yang meninggalakan shalat maka dia
merobohkan agamanya.
2. Amalan yang pertama akan dihitung diakhirat adalah shalat.
Kalau shalatnya baik, pertanda seluruh amalannya baik. Namun jika shalatnya rusak,
maka pertanda seluruh amalannya juga rusak.
3. Meninggalkan shalat hukumnya bisa kufur, fasiq dan lalai.

28 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s

Dikatakan kufur jika menolak hukum shalat, dia mengatakan bahwa shalat itu tidak
wajib padahal sudah jelas dalam al-quran maupun hadist hukum dari shalat adalah
wajib. Fasiq, mengakui hukum shalat tapi secara sadar tidak mau melakukan shalat.
Lalai, mengaku hukum shalat itu wajib, ingin melakukannya namun karena pengaruh
keadaan shalatnya ditinggalkan. Jadi bukan sengaja shalatnya itu ditinggalkan.
Nabi bersabda bahawa untuk membedakan seseorang yang kafir dan yang muslim
adalah meninggalkan shalat.


Fungsi shalat di dunia
1. Membersihkan jiwa laksana air membersihkan kotoran
Nabi pernah bertanya kepada sahabat, bagaimana pendapat anda kalau slah seorang
adari kalian ini punya rumah dipinggir sungai yang airnya jernih lalu dfia mandi 5 kali
sehari semalamnya, apakah masih ada daki (kotoran) di tubuhnya?. sahabat
menjawab, Tidak. Nabi berkata kembali, Begitulah perumpamaan orang yang shalat
5 waktu, maka jiwa dan hatinya akan bersih dari segala kotoran-kotoran hati. Maka
dengan demikian akan terhindar dari iri, dengki, putus asa, dll.
2. Kontrol diri dari kemungkaran
Seseorang yang shalat tidak akan melakukan kemungkaran karena hidupnya senantiasa
dikelilingi oleh waktu shalat. Semakin rajin orang shalat maka akan semakin terkontrol
dirinya dari perbuatan-perbuatan yang munkar.
Di indonesia yang disayangkan adalah masjid-masjid sepi pada waktu shalat kecuali
shalat jumat. Bandingkan dengan Singapura, masjidnya selalu ramai dipadati oleh
orang yang akan shalat berjamaah ketika masuk waktu shalat, bahkan subuhpun
masyarakannya tetap semangat untuk shalat yang berjamaah di masjid.
Menurut mazhab imam syafii, shalat berjamaah itu sunah muakad. Sedangkan mazhab
imam Hambali mengatakan bahwa hukum shalat berjamaah adalah wajib, bagi laki-laki
wajib di masjid.
3. Shalat meningkatkan kepedulian sosial



Nilai objektif shalat
1. Kebersihan
Orang shalat paling bersih karena shalatnya tidah sah kalo tidak bersih pakaian,
tempat, dan hati. Wudu itu simbol dari membersihkan hati.
2. Disipilin dan ketertiban
Shalat harus dilaksanakan pada waktunya, tidak boleh mengerjakan shalat kalau belum
masuk waktu shalat walaupun hanya kurang 1 menit saja. Inilah disiplin shalat.
Bagaimana tertib dalam shalat itu? Hal ini dapat dilihat dari ketika shalat berjamaah
dimulai, maka jamaat yang jumlahnya bisa mencapai ribuan (misal, di masjidil haram)
dengan tertib sendirinya akan merapikan shafnya hanya dikomando oleh muadzin yang
melantunkan iqomah. Dan setelah shalat dimulai, tidak ada lagi yang berbicara atau
mengerjakan sesuatu di luar shalatnya.
3. Kejujuran
Jika seseorang yang sedang shalat dan merasa dirinya kentut, maka dia akan mengakui
bahwa wudunya batal. Ini bentuk kejujuran dalam shalat
4. Persatuan
Saf yang rapat melambangkan persatuan dalam shalat.

29 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s

5. Menebarkan kesejahteraan
Diakhir shalat membaca salam ke kanan dan ke kiri, ini artinya kita senantiasa
menebarkan kesejahteraan kepada apapun dan siapapun seluruh makhluk yang ada di
sebelah kita.
6. Kepemimpinan dan keumatan
Ada imam, ada makmum. Makmum harus manut kepada imam. Jika imam takbir, maka
makmum ikit takbir, dsb. Sebaliknya, imam juga harus memahami makmumnya.
Misalnya saja imam rukuk lama sekali padahal makmumnya ada yang sudah tua dan
tidak mampu lama-lama rukuk. Jika imam keliru harus diingatkan, untuk laki-laki
membaca subhanallah dan untuk perempuan menepuk punggung tangannya.
7. Ukhuwah islamiyah




























30 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s

Jumat, 14 Mei 2010
Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.A.
USHUL FIQH 6

ZAKAT
Zakat menurut bahasa adalah tumbuh, suci, dan berkah. Di sebut tumbuh karena dengan
membayar zakat harta kita jadi bertambah. Secara logika hal ini tidak mungkin, bagaimana
bisa kita mengeluarkan uang, tapi kemudian uang kita akan bertambah? Memang tidak
mungkin jika dilihat secara logika seperti itu, tapi lihat kenyataannya, tidak ada pengusaha
atau seorang pun yang usahanya bangkrut karena berzakat. Sedangkan begitu banyaknya
orang yang bangkrut karena riba, hidupnya dikejar-kejar hutang dari bank.
Kenapa suci? Banyak orang yang menyalahartikan suci dalam zakat ini dengan menganggap
bahwa dengan berzakat, uang yang haram bisa jadi suci kembali. Uang korupsi 10 milyar
yang haram dapat menjadi bersih dengan membayar zakat 2,5%. Bukan seperti itu
maksudnya. Jadi, di setiap harta kita terdapat 2,5% harta yang bukan hak kita, bila tidak
zakat, sama saja kita mencuri karena menggunakan harta yang bukan milik kita. Maka
dengan zakat, kita membersihkan harta tersebut sehingga menjadi suci kembali dan berkah
bagi kita. Bukan mengembalikan uang haram menjadi suci, karena uang haram akan tetap
haram walau kita sudah zakat berkali-kali.
Terakhir berkah. Dengan berzakat, harta yang kita miliki menjadi harta yang berkah, artinya
kita dapat hidup tenang dan tentram dengan harta yang kita miliki. Selain itu ekonominya
selalu tercukupi. Tidak seperti orang yang berhutang, tidak tenang hidupnya. Allah
berfirman:

.> _. >. .. >`L. ,. !, _. ,l. | ,.l. "_>. > <
_,.. ',l. _

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan[658]
dan mensucikan[659] mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu
(menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha
Mengetahui. (QS. At-Taubah:103)

[658] Maksudnya: zakat itu membersihkan mereka dari kekikiran dan cinta yang berlebih-
lebihan kepada harta benda
[659] Maksudnya: zakat itu menyuburkan sifat-sifat kebaikan dalam hati mereka dan
memperkembangkan harta benda mereka.

31 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s

Dari terminologi diatas kita bisa sepintas tahu tentang zakat. Sedangkan menurut syarinya
zakat adalah sesuatu yang dikeluarkan manusia berupa haq Allah (harta) kepada yang
berhak menerimanya.
Tujuan-tujuan zakat adalah sebagai berikut:
Dengan zakat harta kita akan berkembang.
Menghindari kesenjangan sosial antara aghniya dan dhu'afa.
Pilar amal jama'i antara aghniya dengan para mujahid dan da'i yang berjuang dan
berda'wah dalam rangka meninggikan kalimat Allah SWT.
Membersihkan dan mengikis akhlak yang buruk
Alat pembersih harta dan penjagaan dari ketamakan orang jahat.
Alat pembersih hati serperti pelit dan rakus
Ungkapan rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT berikan
Untuk pengembangan potensi ummat
Dukungan moral kepada orang yang baru masuk Islam
Menambah pendapatan negara untuk proyek-proyek yang berguna bagi ummat.
Harta kita akan menjadi berkah. (Arti berkah di sini adalah bisa menentramkan dan
menenangkan jiwa).

Zakat itu posisinya ada di nomor tiga di urutan rukun islam. Tapi, banyak juga kalangan di
Indonesia yang menunjukkan bahwa zakat berada di posisi nomor empat setelah puasa,
mengingat zakat dilaksanakan setelah puasa. Tapi, sebenarnya posisi ini bukan karena
pelaksanaannya melainkan anjuran dari al-quran yang menegaskan bahwa penegakkan
zakat itu setelah shalat, misalnya di dalam al quran:

., :l.l ., :l !. `..1. _>.. _. ,> :.> ..s < | < !.,
_l.-. ,.,
Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu
usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah.
Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (QS. Albaqarah: 110).
Dalam ayat tersebut ditegaskan bahwa zakat diperintahkan setelah shalat, yang tidak
melakukan zakat sama saja tidak melakukan shalat. Hal ini dipertegas dalam 82 ayat pada
al-quran yang memerintahkan untuk melakukan zakat setelah shalat.

Syarat-syarat wajib zakat:
Muslim
Aqil (Berakal)

32 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s

Baligh (dewasa)
Milik Sempurna
Cukup Nisab
Cukup Haul (satu putaran/satu tahun)

Golongan yang berhak menerima zakat (8 asnaf) berdasarkan QS.At-Taubah:60:

!..| ...l ,1ll _,>...l _..-l !,l. l.l ',l _ ,!l
_,..-l _ _,,. < _ _,,.l ., _. < < ',l. ',> _

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin,
pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan)
budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang
dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha
mengetahui lagi Maha Bijaksana[647].(QS.At-Taubah:60)

1. Fakir, ukuran fakir adalah orang yang tak memiliki pendapatan.
2. Miskin, ukuran miskin adalah pemasukannya kurang dari pengeluarannya dan itu
pun hanya cukup menutupi kebutuhan pokoknya.
3. Amil, petugas professional yang mengurusi zakat dan mendapat bagian maksimal
1/8 nya.
4. Mualaf, orang yang baru masuk islam dan tujuan pemberian zakat salah satunya
untuk meneguhkan imannya.
5. Budak
6. Orang berhutang
7. Fi sabilillah, orang yang sedang berjuang di jalan Allah
8. Ibnu Sabil, orang yang sedang ada dalam perjalanan yang sangat jauh

Macam Macam Zakat:
1. Emas Nisabnya 85 g, dimiliki 1 tahun dan dizakatkan 2,5%.
2. Perak Nisabnya 624 g, dimiliki 1 tahun dan dizakatkan 2,5%.
3. Uang Sudah mencapai nisab (uang yang nilainya sudah mencapai
harga emas 85 g), dimiliki 1 tahun dan dizakatkan 2,5%.
4. Hasil pertanian Zakat hasil pertanian dikeluarkan ketika masa-masanya panen
sebanyak 5% jika pertaniannya itu diairi oleh irigasi, tapi jika

33 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s

pertaniannya terrairi hujan maka zakatnya sebanyak 10%. Dan
yang dizakatkan adalah makanan pokok.


5. Hasil peternakan Sapi 30 ekor zakatnya 1 ekor sapi berusai 1 tahun
Kambing 40-120 ekor zakatnya 1 ekor kambing yang berusia 1
tahun, kambing 200 ekor zakatnya 2 ekor kambing 1 tahun, 300
ekor zakatnya 3 ekor kambing 1 tahun.
6. Perniagaan, jasa, profesi Zakat ini terjadi beberapa pandangan, ada yang
menyamakannya dengan zakat hasil panen, ada juga yang
menyamakannya dengan zakat uang yang mesti dimiliki satu
tahun dulu kemudian dizakatkan 2,5%. Tapi, yang lebih kuat
adalah menyamakan dengan zakat uang, kalau memang ada
zakat profesi, Rasulullah saw. sudah memerintahkannya sejak
dulu, karena di zaman Rasul pun profesi dan perniagaan sudah
ada.
7. Harta karun Dikeluarkan 20%

Ancaman bagi orang yang tidak mengeluarkan zakat adalah:
!!., _.] `.., | ,. _. !,> !,>l l!,l _. _!.l _L.,l!,
_.., _s _,,. < _.] _`.>, >.] .l !.1.`, _ _,,.
< >:, ,.-, ,l __

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim
Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan
mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan
emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada
mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. (QS.At-Taubah:34)











34 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s

Jumat, 14 Mei 2010
Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc., M.A.
USHUL FIQH 7

PUASA
Definisi puasa adalah menahan makan, minum, dan segala macam yang membatalkan
puasa dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari yang semata-mata beribadah kepada
Allah swt.
Dalam alquran telah dijelaskan:
!,!., _.] `.., . `,l. `!,.l !. . _ls _.] _. l, >l-l
1`.. __
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan
atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS.Al-Baqarah: 183)

Syarat-syarat wajib puasa:
Beragama Islam
Sudah baliqh (cukup umur)
Berakal sehat (tidak gila atau mabuk)
Suci dari haid dan nifas bagi perempuan
Sanggup berpuasa

Rukun-rukun puasa:
Niat
Manahan diri dari segala suatu yang membatalkan puasa, sejak terbit hingga
terbenamnya matahari.

Hal-hal yang membatalkan puasa:
Makan dan minum yang dilakukan dengan sengaja
Bersetubuh atau berhubungan kelamin. Jika melanggar, maka hukumannya
memerdekaan budak, puasa 2 bulan berturut-turut, dan memberi makan 60 orang
fakir miskin.
Rasul pernah saat bulan Ramadhan mecium Aisyah pada siang hari. Lalu kemudian
sahabat bertanya pada Aisyah bahwa bolehkah mencium istri saat shaum? Lalu

35 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s

Aisyah menjawab Iman kalian tidak sekuat iman Rasul. Boleh sih, tapi nanti
keterusan gitu karena iman kita tak sekuat iman Rasul, jadi intinya siy gak boleh
Keluar mani dengan sengaja
Muntah dengan sengaja
Hilang akal (gila, mabuk)
Keluar haid dan nifas (khusus bagi wanita)
Membatalkan niat untuk berpusa.

Sunah-sunah puasa:
Mengakhirkan sahur
Menyegerakan buka

Macam-macam puasa:
Puasa Ramadhan yaitu puasa yang wajib dikerjakan pada bulan ramadhan selama
satu tahun penuh
Puasa Qadha yaitu puasa yang wajib ditunaikan karena berbuka dalam bulan
Ramadhan, disebabkan seperti safar, sakit, haid, atau dengan sebab yang lain.
Puasa kafarat yaitu puasa yang wajib dikerjakan untuk menutupi sesuatu
keteledoran yang telah dilakukan
Puasa nazar yaitu puasa yang telah dijanjikan karena menginginkan sesuatau nikmat
atau harapan tertentu.
Puasa sunat: puasa Senin-kamis, puasa hari putih: tanggal 13,14,15 di setiap bulan
hijriyah, puasa 6 hari di bulan syawal (boleh tidak berturut-turut, tapi lebih baik
berturut-turut), puasa Nabi Daud, puasa muharam, puasa Arafah, puasa Nisfu
Syaban, puasa 9-10 Dzulhijjah, puasa remaja.

Waktu-waktu yang diharamkan berpuasa:
Dua hari raya, yaitu Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha,
Tiga hari tasyrik, yaitu tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah,
Pada hari syak,
Puasa terus-menerus sepanjang tahun,
Puasa sunah seorang istri yang tidak izin pada suaminya,

Puasa yang makruh:
Puasa khusus hari Jumat atau Sabtu,
Puasa Arafah bagi yang wukuf,
Puasa akhir Syaban

36 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s




Orang-orang yang diperbolehkan berbuka puasa:
o Orang-orang dalam perjalanan atau musyafir
o Orang tua yang sudah lemah
o Wanita hamil atau menyusui
o Para pekerja berat

Orang yang wajib puasa Ramadhan:
o Muslim,
o Baligh,
o Berakal,
o Tidak berhalangan secara syari

Orang yang diberi keringanan untuk tidak berpuasa saat Ramadhan, tapi wajib
menggantinya di hari lain:
o Orang sakit (sakit yang memberatkan jika ia harus berpuasa, jika tidak memberatkan
maka tidak diberi keringanan. Panu misalnya, ga ngaruh kan kalo puasa juga)
o Musafir,

Orang yang diberi keringanan untuk tidak berpuasa sata Ramadhan, tapi wajib
membayar fidyah:
o Sakit berat
o Wanita hamil dan menyusui (diperbolehkan untuk mengganti hari jika tidak dapat
membayar fidyah)
o Orang yang sudah uzur dan tidak dapat puasa lagi.

Hikmah puasa:
Latihan menahan nafsu
Sabar
Jujur
Kemauan keras
Pengendalian diri
Disiplin
Sehat
Solidaritas sosial
Menjaga keharmonisan keluarga



37 | P a g e


A
d
i
t
y
a

V
a
n

A
r
j
u
n
a
q
u
e
e

s


f
i
l
e
s

Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT:
!.!`, ,:.-. _. _l >.. !.,. _ls . :.- _. ,!`, > _ls _.]
..1,L`, ,. `!-L _,>`.. _. _L. ,> ,> .`] `... ,> l |
`.. .l-. __

Artinya : Jika diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu berbuka), maka
(wajiblah baginya berbuka puasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya itu pada hari yang
lain dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika meraka tidak
berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barang siapa yang
dengan kerelaan hati mengerjakan kebaikan, maka itulah yang lebih baik dari baginya. Dan
berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui (QS Al Baqorah :184)