Anda di halaman 1dari 25

2.1 Persepsi 2.1.

1 Defenisi persepsi Menurut slameto (2003) persepsi adalah proses yang menyangkut masuknya pesan atau informasi ke dalam otak manusia. Melalui persepsi manusia terus menerus mengadakan hubungan dengan lingkungannya. Hubungan ini dilakukan lewat inderanya , yaitu indera penglihat, pendengar, peraba, perasa dan pencium. Siagian (1995) mendefenisikan persepsi sebagai apa yang ingin dilihat oleh seseorang yang belum tentu sama dengan fakta yang sebenarnya, dan inilah yang menyebabkan timbulnya interprestasi berbeda tentang apa yang dilihat dan dialami oleh dua orang yang mengalami hal yang sama. Menurut Rakhmat (2004) persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubunganhubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan melampirkan pesan. 2.1.2 Macam macam persepsi dan proses terjadinya persepsi Menurut Sunaryo (2002) ada dua macam persepsi, yaitu External dan percepcion adalah persepsi yang terjadi karena adanya rangsang yang datang dari luar individu . Sedangkan self preception adalah persepsi yang terjadi karena adanya rangsang yang berasal dari dalam individu. Dalam hal ini yang menjadi objek adalah dirinya sendiri. Dengan persepsi individu dapat menyadari dan dapat mengerti tentang keadaan lingkungan yang ada di sekitarnya maupun tentang keadaan diri individu Universitas Sumatera Utara

yang bersangkutan (self preception). Alat penghubung antara individu dengan dunia luar adalah indra. Persepsi merupakan suatu proses yang didahului pengindraan, yaitu dengan diterimanya stimulus oleh reseptor, diterusksn ke otak atau pusat saraf yang diorganisasikan dan diinterprestasikan sebagai proses psikologis. Akhirnya individu menyadari tentang apa yang dilihat dan didengarkan (Sunaryo, 2002) Menurut Sobur (2003) tingkah laku seseorang merupakan fungsi dari cara dia memandang. Oleh karena itu, untuk mengubah tingkah laku seseorang, harus dimulai dari mengubah persepsinya. Dalam proses persepsi, terdapat tiga komponen utama yaitu: Pertama seleksi adalah proses penyaringan oleh indera terhadap rangsangan dari luar, intensitas dan jenisnya dapat banyak atau sedikit. Kedua interprestasi, yaitu proses mengorganisasikan informasi sehingga mempunyai arti bagi seseorang. Interprestasi dipengaruhi berbagai faktor, seperti pengalaman masa lalu, sitem nilai yang dianut, motivasi, kepribadian, dan kecerdasan. Interprestasi juga tergantung pada kemampuan seseorang untuk mengadakan pengategorian informasi yang diterimanya, yaitu proses mereduksi informasi yang kompleks menjadi sederhana. Ketiga interprestasi dan presepsi kemudian diterjemahkan dalam bentuk tingkah laku sebagai reaksi. 2.1.3 Faktor yang mempengaruhi persepsi seseorang Persepsi seseorang tidak timbul begitu saja. Tentu ada faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktorfaktor itulah yang menyebabkan mengapa dua orang yang melihat sesuatu mungkin memberikan interprestasi yang berbeda tentang yang dilihatnya. Universitas Sumatera Utara

Menurut Siagian (1995) Secara umum terdapat 3 faktor yang mempengaruhi persepsi seseorang. Pertama diri orang yang bersangkutan sendiri atau pengtahuan yang dimiliki.Apabila seseorang melihat sesuatu dan berusaha memberikan interprestasinya tentang apa yang dilihatnya itu, ia dipengaruhi oleh karakteristik individual dan pengetahuan yang turut berpengaruh seperti sikap, motif, minat, pengalaman, dan harapannya. Kedua sasaran pesepsi tersebut. Sasaran ini mungkin berupa orang, benda atau peristiwa. Sifat-sifat sasaran itu biasanya berpengaruh terhadap persepsi orang yang melihatnya. Hal-hal lain yang ikut menentukan persepsi seseorang adalah gerakan, suara, ukuran, tindak tanduk dan ciri-ciri lain dari sasaran persepsi.Ketiga faktor situasi. Faktor ketiga yang turut berperan dalam membentuk persepsi seseorang adalah faktor situasi. Dalam hal ini tinjauan terhadap persepsi harus secara konstektual artinya perlu diperhatikan dalam situasi yang mana suatu persepsi itu timbul. Pendapat ( Rakhmat, 1994 dikutip oleh Sobur 2003) menyebutkan, faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi seseorang dapat dikategorikan sebagai berikut yaitu, pertama faktor fungsional. Faktor fungsional dihasilkan dari kebutuhan, kegembiraan (suasana hati), pelayanan, dan pengalaman masa lalu seorang individu. Kedua faktor struktural berati bahwa faktor tersebut timbul atau dihasilkan dari bentuk stimuli dan efek-efek netral yang ditimbulkan dari sistem syaraf individu.Ketiga faktor situasional. Faktor ini banyak berkaitan dengan bahasa non verbal. Keempat Faktor personal mempengaruhi persepsi adalah faktor personal yang terdiri atas pengalaman, motivasi, kepribadian. 2.1.3 Pengukuran Persepsi Universitas Sumatera Utara

Mengukur persepsi hampir sama dengan mengukur sikap. Walaupun materi yang diukur bersifat abstrak, tetapi secara ilmiah sikap dan persepsi dapat diukur, dimana sikap terhadap obyek diterjemahkan dalam sistem angka. Dua metode pengukuran sikap terdiri dari metode self report dan pengukuran involuntary behavior. Self Report merupakan suatu metode dimana jawaban yang diberikan dapat menjadi indikator sikap seseorang. Namun kelemahannya adalah bila individu tidak menjawab pertanyaan yang diajukan maka tidak dapat mengetahui pendapat atau sikapnya. Sedangkan pengukuran involuntary behaviour dilakukan jika memang diinginkan atau dapat dilakukan oleh responden, dalam banyak situasi akurasi pengukuran sikap dipengaruhi kerelaan responden. Pendekatan ini merupakan pendekatan observasi terhadap reaksi-reaksi fisiologis tanpa disadari oleh individu yang bersangkutan. Observer dapat menginterpretasikan sikap/persepsi individu mulai dari facial reaction, voice tones, body gesture, keringat, dilatasi pupil mata, detak jantung dan beberapa aspek fisiologis yang lainnya (Azzahy, 2010). Menurut Azwar, (2003) skala sikap disusun untuk mengungkap sikap pro dan kontra, positif dan negatif, setuju dan tidak setuju terhadap suatu obyek sosial. Pernyataan sikap terdiri dari dua macam yaitu pernyataan favorable (mendukung atau memihak) dan unfavorable (tidak mendukung/tidak memihak) pada obyek sikap. Jika merujuk pada pernyataan diatas, bahwa mengukur persepsi hampir sama dengan mengukur sikap, maka skala sikap yang disusun untuk mengungkap Universitas Sumatera Utara

sikap dapat dipakai atau dimodifikasi untuk mengungkap persepsi sehingga dapat diketahui apakah persepsi seseorang positi, negatif terhadap suatu hal atau obyek. 2.2. Bayi baru lahir 2.2.1. Pengertian bayi baru lahir Menurut Hurlock (2004) Bayi adalah anak yang muda usianya , dan tidak ditetapkan batasan usianya . Bayi baru lahir (new born) adalah usia semenjak usia 0 sampai 28 hari atau satu bulan (Anik & Nurhayati, 2008). Bayi baru lahir atau neonatus mulai bayi lahir sampai satu bulan periode ini adalah bulan pertama kehidupan. Dimana bayi megalami pertumbuhan dan perubahan yang menakjubkan (Halminton , 1995) 2.3.Fisiologi bayi baru lahir Sebelum lahir, bayi hidup di lingkungan yang terlindung dengan suhu terkontrol dan kedap suara. terapung dalam suatu genangan cairan hangat, dan memperoleh pasokan untuk semua kebutuhan fisiknya. Oksigen, glukosa, vitamin, dan mineral diberikan lewat talipusat ibunya, sedangkan karbon dioksida serta produk sisa lainnya dibuang ke dalam darah ibunya (Mirriam, 1999). Pada saat lah ir, bayi baru lahir berpindah dari ketergantungan total ke kemandirian fisiologis. Perubahan ini dikenal sebagai periode transisi, yang dimulai ketika bayi ke luar dari tubuh ibu dan berlanjut selama beberapa minggu untuk sistem organ tertentu. Transisi ekstra uteri bayi baru lahir yang paling dramastis dan cepat terjadi pada area sistem pernapasan, sistem sirkulasi, kemampuan termoregulasi, dan kemampuan memperoleh sumber glukosa (helen , 2007) Universitas Sumatera Utara

Di luar rahim bayi harus mengerjakan beberapa fungsi baru, termasuk mengendalikan suhu tubuhnya sendiri, mempertahankan diri terhadap infeksi dan mengeluarkan bahan-bahan sisa yang jumlahnya makin meningkat. Antibodi dari ibu akan melindunginya untuk beberapa minggu, tetapi ia sendiri harus segera menghasilkan antibodi itu. Bayi juga harus beradaptasi terhadap masukan data inderawi yang meningkat besar-besaran melalui telinga, mata, hidung, lidah, dan kulitnya menyimpan dan menata semua informasi untuk memperoleh pengetahuan tentang dunia dan secara bertahap membentuk kepribadiannya (Mirriam, 1999). 2.4. Perawatan bayi baru lahir Perawatan bayi baru lahir dimulai saat kelahiran ketika dilakukan pemeriksaan bayi secara lengkap. Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan pertama setelah kelahiran, yang digunakan untuk menemukan adanya abnormalitas sedini mungkin. Pemantauan abnormalitas bayi dapat dilakukan oleh perawat atau bidan, dan ibu selama perawatan rutin (Henderson, 2005). 2.4.1. Pengkajian awal Pengkajian pertama pada seorang bayi dilakukan pada saat lahir dengan menggunakan nilai apgar dan melalui pemeriksaan fisik singkat. Perawat atau penolong persalinan menetapkan nilai apgar. Pengkajian nilai apgar didasarkan pada lima aspek yang menujukkan kondisi fisiologis neonatus yakni, Denyut jantung, dilakukan dengan auskultasi menggunakan stetoskop. Pernafasan, dilakukn berdasarkan pengamatan gerakan dinding dada . Tonus otot dilakukan berdasarkan derajat fleksi dan pergerakan ekstremitas. Pergerakan iritabilitas refleks, dilakukan berdasarkan respon terhadap tepukan halus pada telapak kaki. Universitas Sumatera Utara

Warna, dideskripsikan sebagai pucat diberi nilai 0, sianotik nilai 1, atau merah muda nilai 2. Evaluasi dilakukan pada menit pertama dan menit kelima setelah bayi lahir. Sedangkan pengkajian usia gestasi dilakukan dua jam pertama setelah lahir ( Bobak dkk, 2004). Pengukuran antropometri dengan menimbang berat badan menggunakan timbangan, penilaian hasil timbangan dengan kategori sebagai berikut, bayi normal BB 2500-3500 g, bayi prematur <2500 g dan bayi marosomia >3500 g (Alimul, 2008) 2.4.2. Mempertahankan bersihan jalan napas Pada umumnya, bayi baru lahir normal yang cukup bulan dan lahir per vaginam tidak mengalami kesulitan untuk membersihkan jalan napasnya. Kebanyakan sekresi bergerak sesuai gaya gravitasi dan dibawa ke orofaring . Bayi dipertahankan dalam posisi berbaring miring dengan selimut diletakkan pada punggung bayi untuk memfasilitasi drainnase. Apabila terdapat lendir berlebih di jalan napas bayi, jalan napas bayi dapat dihisap melalui mulut dan hidung dengan sebuah bulb syringe. Bayi yang tersumbat oleh sekresi lendir, harus ditopang kepalanya agar menunduk. Bayi tidak boleh dipegang hanya pada kakinya saja. Penghisapan pertama dilakukan di mulut. Pompa karet ditekan dan dimasukkan ke sisi mulut, bagian tengah mulut harus dihindari untuk mencegah refleks gag. Lubang hidung dihisap satu per satu. Apabila bayi saat menangis tidak terdengar suara lendir lagi penghisapan dapat dihentikan ( Bobak dkk, 2004). Universitas Sumatera Utara

2.4.3. Suhu tubuh Setiap kali prosedur dilakukan, upayakan untuk mencegah atau mengurangi hilangnya panas pada bayi baru lahir. Stres dingin (cold stress) akan mengganggu kesehatan bayi baru lahir. Keadaan tersebut akan meningkatkan kebutuhan oksigen bayi dan dapat mengganggu keseimbangan asam basa. Bayi bereaksi dengan meningkatkan kecepatan pernafasannya dan kemungkinan dapat mengalami sianotik. Suhu aksila harus diukur setiap jam sampai temperatur menjadi stabil. Perawat dapat membantu menstabilkan temperatur tubuh bayi baru lahir dengan beberapa cara . Temperatur ruang di unit rawat sebaiknya 240 C. Bayi baru lahir harus dikeringkan dan dibungkus dengan selimut hangat segera setelah lahir, perhatikan supaya kepala juga harus diselimuti selama bayi digendong orang tuanya ( Bobak dkk, 2004). 2.4.4. Perawatan organ tubuh bayi Pada organ kepala lingkar kepala diukur dengan menggunakan meteran (Anik & Nurhayati, 2008). Palpasi dan pantau fontanel. Fontanel depan paling lebar dan berbentuk wajik. Fontanel belakang berbentuk segitiga. Sutura sagital (terletak pada bagian paling atas, dari depan ke belakang) merupakan area yang lembut dan tanpa hubungan (Patricia dkk, 2005) Penilaian hasil pengukuran lingkar kepala dibandingkan dengan lingkar dada, jika diameter lebih dari 3 cm dari lingkar dadabayi mengalami hidrosefalus dan jika diameter kepala lebih kecil 3 cm dari lingkar dada, bayi tersebut mengalami mikrosefalus. Universitas Sumatera Utara

Insfeksi area mata dan kelopak mata. Mata harus bersih, tanpa drainase dan kelopak mata tidak bengkak, perdarahan konjungtiva mungkin ada (Patricia dkk, 2005). Untuk membersihkan mata, gunakan kapas paling lembut. Jangan memaksa mengeluarkan kotoran di mata jika sulit. Jika sudah dibersihkan pastikan mata bayi bersih dari sisa kapas (Bonny & Mila,.2003). Di beberapa negara berkembang perawatan mata diharuskan untuk mencegah terjadinya optalmia neonatorum (safiuddin, 2001). Optalmia adalah infeksi yang timbul dalam 48 jam setelah lahir yang disebabkan oleh organisme dari ibu yang berasal dari kuman Stafilokokus (Henderson, 2006). Bayi cukup usia mempunyai dua per tiga ujung pinna yang tidak melengkung. Rotasi telinga harus ada di garis tengah, dan tidak mengenai bagian depan atau agian belakang (Patricia dkk, 2005) Untuk membersihkan telinga , bagian luar dibasuh dengan lap atau kapas. Jangan masukkan benda apapun ke dalam telinga, termasuk cotton bud atau jari karena akibatnya sangat berbahaya. Telinga mempunyai daya pembersih sendiri. Jika kotoran bayi tampak menumpuk, sebaiknya mengkosultasikannya dengan dokter anak (Bonny & Mila,.2003). Mengkaji gangguan pendengaran dengan membunyikan bel atau suara apakah terjadi refleks terkejut, jika tidak terjadi refleks terkejut kemungkinan bayi mengalami gangguan pendengaran (Alimul, 2008) Menurut patricia dkk (2005) lubang hidung harus bersih tanpa mukus. Bagian dalam hidung mempunyai mekanisme membersihkan sendiri. Jika ada cairan atau kotoran keluar, bersihkan hanya bagian luarnya saja. Gunakkan cotton Universitas Sumatera Utara

but atau tisu yang digulung kecil, jika menggunakan jari pastikan jari benar-benar bersih. Jika hidung bayi mengeluarkan lendir sangat banyak karena pilek, sedotlah keluar dengan menggunakan penyedot hidung bayi, atau letakkan bayi dalam posisi tengkurap untuk mengeluarkan cairan tersebut (Bonny & Mila,.2003) Kebersihan mulut bayi harus diperhatikan, karena bercak putih pada lidah (oral thurust) dapat menjadi masalah jika diikuti dengan tumbuhnya jamur. Membersihkan mulut bayi dilakukan pada saat bayi terbangun, dengan mengatur posisi seperti sedang menyusui, menggunakan sendok berisi air putih hangat. upayakan agar bayi jangan sampai tersedak (Musbikin I, 2005) Kuku jari tangan yang panjang sering ditemukan pada bayi baru lahir. Khususnya jika bayi tersebut post matur. Kuku yang panjang dapat menimbulkan luka garukan pada wajah bayi dan luka ini bisa terinfeksi. Kuku yang panjang dapat pula terkoyak karena sekalipun panjang, tetapi kuku tersebut sangat lunak. Jika kuku tersebut terkoyak, jaringan di bawahnya yang sensitif terhadap infeksi dapat terpajan. Bayi dapat menggunakan sarung tangan atau dengan melakukan pemotongan kuku dengan hati-hati (Farrer, 1999). 2.4.4.1. Tali pusat Menurut Penny dkk (2007) tali pusat bayi umumnya berwarna kebiruan dan panjangnya 2,5 sampai 5 cm sesudah dipotong. Klem tali pusat akan dipasang untuk menghentikan perdarahan. Klem tali pusat dibuka jika tali pusat sudah kering. Sebelum tali pusat lepas jangan memandikan bayi dengan merendamnya dan jangan membasuh tali pusat dengan lap basah. Sebelum melakukan perawatan pada tali pusat harus mencuci tangan bersih-bersih. Universitas Sumatera Utara

Membersihkan sisa tali pusat terutama pangkalnya dilakukan dengan hati-hati jika tali pusat masih berwarna merah. Tali pusat harus selalu dilihat pada waktu mengganti popok sampai tali pusat tersebut lepas luka pada umbilikusnya sembuh. Tali pusat dirawat dan dijaga kebersihannya dengan menggunakan larutan alkohol 70 % paling tidak dilakukan dua kali sehari setiap empat jam sekali dan lebih sering lagi jika tampak basah atau lengket (Farrer, 1999). 2.4.4.2. Higiene dan perawatan kulit Memandikan bayi tidak sama seperti orang dewasa memandikan bayi seharusnya dilakukan sebelum ia tidur karena dapat membuatnya rileks sehingga memudahkan untuk tidur. Memandikan bayi dilakukan di tempat yang aman, dengan suhu yang hangat. Jika tali pusat atau bekas sunat belum sembuh benar, bayi tidak boleh mandi berendam (Bonny & Mila,.2003). Menurut Helen dkk (2007) Perawatan kulit yang ditutup oleh popok sangat penting untuk mencegah terjadinya ruam popok. Perawatan kulit dengan menggunakan minyak telon, krim, baby iol, dan colegne diperkenankan tetapi penggunaan bedak tabur tidak dianjurkan karena dapat terhirup oleh bayi dan mengganggu jalan napas atau membuat tersedak. Penggunaan bedak dilipatan tubuh bayi yang sering berkeringat, seperti leher akan menimbulkan lecet (Bonny & Mila,.2003). 2.4.4.3. Genitalia Penis terdiri dari bentuk silinder di hampir seluruh panjangnya dengan ujung membulat disebut glan. Bagian tangkai dan glan dibatasi lekukan yang Universitas Sumatera Utara

disebut sulkus. Membersihkan genitelia bayi laki-laki dengan menggunakan air sabun. Gunakan kapas basah untuk membersihkan lipatan-lipatannya jangan memaksa menarik kulit luar dan membersihkan bagian dalam atau menyemprotkan antiseptik karena sangat berbahaya. Kecuali ketika kulit luar sudah terpisah dari glan, sesekali bisa ditarik dan membersihkan bawahnya. Bagian anus dan bokong dibersihkan dari luar ke dalam. Kemudian keringkan dengan tisu lembut, jangan buruburu memakai popok, tetapi biarkan terkena udara sejenak. Lipatan kulit dan bokong beleh diolesi krim, Membersihkan genitalia perempuan menggunakan sabun dan air. Gunakan gulungan kapas untuk membersihkan bagian bawah kelamin, lakukan dari arah depan ke belakang.Tidak perlu membersihkan bagian dalam vagina. Bagian anus dan bokong dibersihkan dari arah anus keluar. Kemudian keringkan dengan tisu lembut, jangan buru-buru memakai popok, tetapi biarkan terkena udara sejenak. Lipatan kulit dan bokong beleh diolesi krim (Bonny & Mila,.2003). 2.4.5. Sirkumsisi Menurut Patricia dkk (2005) beberapa orang tua memilih untuk melakukan sirkumsisi pada bayi lakilakinya. Sebelum prosedur dilakukan, orang tua perlu diyakinkan bahwa mereka memahami prosedur, serta menandatangani formulir persetujuan tindakan. Bayi baru lahir akan disirkumsisi, pelaksanaanya baru dilakukan sesudah bayi tersebut berusia lebih dari 8 hari dan kalau bayinya sehat, matur serta tidak menunjukkan gejala ikterus. Bahaya perdarahan dan infeksi harus dipikirkan pada waktu merawat bayi yang menjalani prosedur pembedahan ini (Farrer, 1999). Universitas Sumatera Utara

Lembaran kasa berbentuk pita harus dibelitkan disekitar luka sirkumsisi dan kita dapat menggunakan friars balsam (tinc benz co) untuk membuat kasa tersebut melekat serta bersifat antiseptik. Kasa biasanya baru dilepas pada hari ke-3 atau ke-4 setelah operasi. 2.4.6. Nutrisi Menurut Persis, M. H (1995) Pada saat persalinan ibu telah diketahui apakah ia memberikan ASI atau susu botol. Karena hal ini merupakan suatu keputusan yang sangat bersifat pribadi karena baik ASI atau susu botol dapat disebut baik pada semua kasus, perawat harus mendukung keputusan ibu tanpa memberikan tekanan penilaian. Biasanya bayi baru lahir tidak diberi apa-apa selama 12 jam pertama (NPO). Hal ini memungkinkan lendir atau cairan amnion meninggalkan sluran mulut dan memberikan waktu pada bayi untuk istirahat. Menurut Hubertin Sri (2004) Perawat mempunyai kewajiban untuk memberikan pelayanan kesehatan penerapan ASI eksklusif agar bayi mendapatkan nutrisi yang adekuat untuk tumbuh kembangnya. Keputusan untuk memberikan bayi susu botol adalah logis jika ibu tidak ingin menyusui karena berbagai alasan yang tepat (Helen , 2007). 2.4.7. Imunisasi Bayi dan anak akan diberi vaksinasi pada saat pemeriksaan dengan kondisi bayi dan anak sehat, untuk melindunginya dari penyakit-penyakit dapatan yang mungkin serius. Kemampuan vaksinasi untuk untuk memvaksinasi bayi terhadap penyakit-penyakit seperti polio dan batuk rejan bahkan cacar. Beberapa orang tua dalam upaya melindungi dari efek samping resiko vaksinasi memutuskan untuk Universitas Sumatera Utara

tidak mengimunisasi anaknya. Mereka lebih suka mengambil resiko yaitu anak mereka terkena penyakit dari pada melihat anaknya mengalami efek samping dari vaksinasi. Sebaiknya orang tua mengumpulkan informasi dari masing-masing vaksin saat membuat pilihan tentang imunisasi (Patricia dkk, 2005). 2.5. Konsep budaya tentang perawatan bayi baru lahir 2.5.1. Defenisi budaya Menurut ahli antropologi kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik manusia dengan belajar. Kebudayaan juga merupakan tindakan yang harus dibiasaka oleh manusia dengan belajar. (Keoentjaraningrat, 1990) Helman memandang budaya sebagai seperangkat pedoman yang diwarisi individu sebagai anggota masyarakat tertentu dan memberi tahu individu sebagai anggota masyarakat tertentu dan cara berhubungan dengan orang lain, dengan kekuatan supra natural, dan dengan lingkungan alam. Pengetahuan budaya mencakup keyakinan dan nilai tentang sikap segi kehidupan termasuk praktik keehatan ( Bobak dkk, 2004). Menurut Kluckhohn ada tujuh unsur kebudayaan dalam kebudayaan universal, yaitu sistem religi dan upacara keagamaan, sistem organisasi kemasyarakatan, sistem pengetahuan, sistem mata pencarian hidup, sistem teknologi dan peralatan, bahasa serta kesenian (Widyosiswoyo S, 2005). Kebudayaan dibagai kepada tiga wujud yaitu, pertama wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks dari ide-ide gagsan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan dan sebagainya. Kedua wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta Universitas Sumatera Utara

tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat. Ketiga wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia. 2.5.2. Budaya Mandailing Wilayah Mandailing merupakan bagian dari kabupaten Tapanuli Selatan. Luas daerah ini adalah 18.896,50 km2 atau sekitar 26,,37 % dari luas provinsi Sumatera Utara (Parlaungan R, 2002). Dari segi budaya, Mandailing berada di sepanjang jalan raya lintas Sumatera di daerah Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal, sekitar 40 km dari Padang Sidempuan ke selatan dan sekitar 150 km dari Bukit Tinggi ke utara. Kebudayaan Mandailing merupakan bagian dari kebudayaan inti Batak. Sebagaimana dengan masyarakat batak lainnya, orang Mandailing memperhitungkan hubungan keturunan patrilineal. Tiap-tiap desa di Mandailing mempunyai sebuah balai desa, tempat pelaksanaan sidang-sidang pengadilan dan sidang-sidang adat lainnya. Meskipun secara adat, Mandailing merupakan bagian dari adat utama Batak, adat Mandailing sudah banyak dipengaruhi oleh agama Islam. Budaya Mandailing didukung oleh suku Mandailing yang terbagi ke dalam beberapa marga dibagi atas garis keturunan ayah. Marga-marga mandailing meliputi: Nasution, Lubis, Pulungan, Rangkuti, Batubara, Daulae, Matondang, Parinduri, Hasibuan. 2.5.3. Aspek budaya dalam perawatan bayi baru lahir Faktor-faktor sosial budaya mempuyai peranan penting dalam memahami sikap dan perilaku menanggapi kehamilan, kelahiran, serta perawatan bayi dan Universitas Sumatera Utara

ibunya. Sebagian pandagan budaya mengenai hal-hal tersebut telah diwariskan turun temurun dalam kebudayaan masyarakat yang bersangkutan (Meutia, 1998). Kebudayaan merupakan total jumlah karakteristik yang diwarisi secara sosial yang dapat diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya. Kebudayaan dibentuk oleh dibentuk oleh nilai-nilai, keyakinan, norma, dan prilaku yang dibentuk oleh kelompok dengan latar belkang yang sama. Pedoman kebudayaan dipikirkan dan dilakukan seseorang, diekspresikan apa adanya. Karena tradisi ini diturunkan maka akan menjadi nilai-nilai budaya yang menjadi prilaku. Untuk memahami prilaku individu, perlu memahami latar belakang kebudayaan mereka Para perawat berinteraksi dengan keluarga dari kebudayaan atau kelompok entis yang berbeda, dapat memberi asuhan keperawatan esensial sesuai dengan budaya dengan menguji secara teliti keyakinankeyakinan budaya , mengidentifikasi bias, sikap, dan penilaian mempelajari praktek dari kebudayaan-kebudayaan yang penting . Beberapa kebudayaan memberikan prioritas tinggi untuk memiliki anak laki-laki, wanita yang melahirkan anak laki-laki menerima status yang lebih tinggi dalam keluarga,ini berlaku pada keluarga Cina tradisional.Dalam keluarga hispanic trdisional, nenek diharapkan memainkan peranan dalam merawat bayi barulahir (Burrougs, A & Laifer, G 2001). Menurut galanti ( dikutip dari Bobak dkk, 2004) Orang Amerika-Meksiko memiliki beberapa tradisi seperti, menyusui pada bayi baru lahir dimulai pada hari keempat, karena kolostrum dianggap kotor atau tercemar . Minyak zaitun atau jarak diberikan pada bayi baru lahir karena dianggap dapat menstimulasi pengeluaran mekonium. Bayi laki-laki tidak disirkumsisi, dan telinga bayi lakiUniversitas Sumatera Utara

laki ditindik. Berbagai obat juga digunakan untuk mengatasi mal ajo dan fontanel yang cekung. Dalam penelitian Dwi purwo Sulaksono pada masyarakat pinggiran Jakarta di kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, terdapt buburuk (roh jahat sejenis genderuwo) yang menginginkan nyawa bayi serta dapat mengakibatkan sakit panas dan kematiannya. Karena itu sejak lahir hingga usia tujuh hari, sang bayi tidak dibiarkan tidur seorang diri. Selain itu untuk mengusir roh halus, diletakkan lampu minyak yang ditutupi dengan keranjang, serta golok dan sapu lidi yang ditaruh di kolong tempat tidurnya. Bila sang bayi sakit panas ditaburkanlah garam dan cabai di muka rumah, serta dibakarkan jerami, yang dianggap bisa mengusir buburuk (Meutia, 1998) 2.5.4. Aspek budaya Mandailing dalam perawatan bayi baru lahir Masyarakat Mandailing memiliki acara adat kepada seorang bayi yang baru saja lahir, baik laki-laki maupun perempuan. Rangkaian upacara yang dilakukan seperti, upacara bangun-bangun di danak sorang yang diselenggarakan setelah seorang seorang bayi yang baru lahir dipotong pusatnya dan dimandikan. Upacara diselenggarakan oleh orang tua baru lahir mengambil tempat di rumahnya sendiri, yang dihadiri kerabat sejumlah kerabat terdekat , Bidan yang menolong kelahiran sang bayi dan para tetangga terdekat. Upacara mangupa daganak tubu merupakan upacara yang diselenggarakan secara besar-besaran oleh keluarga untuk memberi berkah atau menepung tawri anak, terutama anak panggoaran (anak pertama). Upacara ini merupakan ungkapan rasa syukur dan gembira dari keluarga yang telah mendapat anak. Universitas Sumatera Utara

Faktor- faktor yang menyebabkan ibu tidak memberikan kolostrum kepada bayi baru lahir di desa 031
Faktor- faktor yang menyebabkan ibu tidak memberikan kolostrum kepada bayi baru lahir di desa 031 Meningkatnya Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan tantangan yang harus dihadapi untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. Menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI, 2002) dilaporkan bahwa terjadi penurunan dalam pemberian ASI segera setelah lahir dari 8% menjadi 3,7%. Lebih dari 90% masyarakat masih memberikan makanan padat dini dan membuang kolostrum, karena masyarakat masih beranggapan bahwa kolostrum merupakan susu kotor yang harus dibuang karena tidak baik untuk bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan ibu tidak memberikan kolostrum kepada bayi baru lahir di desa Sifalete Ulu Kecamatan Gunungsitoli Kabupaten Nias Tahun 2007. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan data primer, dimana populasinya adalah ibu-ibu yang sudah menyusui bayinya selama 0-9 bulan atau kurang, yang tidak memberikan kolostrum. Dari hasil analisa data maka didapatkan bahwa faktor pengetahuan, pendidikan, dan sumber informasi dapat menyebabkan ibu tidak memberikan kolostrum kepada bayi baru lahir, namun banyak disertai dengan faktor persepsi, sikap, sosial budaya, dukungan sosial dan faktor ketidakmampuan tenaga kesehatan untuk memotivasi dalam memberi penambahan ilmu bagi ibu-ibu yang menyusui. Diposkan oleh Perpustakaan Karya Ilmiah Online Terlengkap di

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA A. Definisi Masa Nifas (Puerperium) Masa Nifas (Puerperium) adalah masa pulih kembali, mulai dari persalinan selesai sampai alat-alat kandungan kembali seperti pra hamil. Lama masa nifas ini yaitu 6 8 minggu (Mochtar, 1998). Selama masa nifas paling sedikit dilakukan 4 kali kunjungan. Untuk menilai keadaan ibu dan bayi baru lahir, dan untuk mencegah, mendeteksi dan menangani masalah-masalah yang terjadi (Prawirohardjo, 2002). Masa nifas dibagi menjadi 3 periode yaitu : a. Puerperium dini yaitu kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan. b. Puerperium intermedial yaitu kepulihan menyeluruh alat-alat genetalia yang lamanya 6-8 minggu. c. Remote puerperium yaitu waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi. Waktu untuk sehat sempurna bisa berminggu-minggu, bulanan, atau tahunan (Mochtar, 1998). B. Pengertian Kolostrum Kolostrum (susu jolong) yaitu cairan emas, cairan pelindung yang kaya zat anti infeksi dan berprotein tinggi yang pertama di sekresi oleh kelenjar payudara dari hari pertama sampai hari ke 3-5 (Roesli, 2008). 5
Universitas Sumatera Utara

Tetapi ada pula pendapat yang mengatakan kolostrum adalah cairan yang pertama kali disekresi oleh kelenjar payudara dari hari pertama sampai hari ke-4 / ke-7 (Roesli, 2007). C. Komposisi Air Susu Asi adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktose dan garam-garam organik yang disekresi oleh kedua belah kelenjar payudara ibu, sebagai makanan utama bagi bayi (Soetjiningsih, 1997). Komposisi asi ini ternyata tidak konstan dan tidak sama dari waktu ke waktu. Faktor-faktor yang mempengaruhi komposisi Air Susu Ibu adalah : 1. Stadium Laktasi 2. Ras 3. Keadaan nutrisi 4. Diit Ibu Komposisi Air Susu menurut stadium laktasi adalah : a. Kolostrum adalah cairan emas, cairan pelindung yang kaya zat anti infeksi dan berprotein tinggi. Merupakan cairan yang pertama kali disekresi oleh kelenjar payudara dari hari pertama sampai hari ke-4 / ke-7. Cairan emas yang encer dan seringkali berwarna kuning atau dapat pula jernih ini lebih mernyerupai darah dari pada susu, sebab mengandung sel hidup yang menyerupai sel darah putih yang dapat membunuh kuman penyakit. Kolostrum merupakan pencahar yang ideal untuk membersihkan zat yang tidak dipakai dari usus bayi yang baru lahir dan mempersiapkan saluran pencernaan makanan bayi bagi makanan yang akan datang. Kolostrum lebih banyak mengandung protein dibandingkan dengan asi yang matang.

Universitas Sumatera Utara

Kolostrum mengandung zat anti-infeksi 10-17 kali lebih banyak dibanding asi yang matang. Volume kolostrum antara 150-300 ml/ 24 jam. Kolostrum harus diberikan pada bayi. b. Asi Transisi/ Peralihan Asi peralihan adalah asi yang keluar setelah kolostrum sampai sebelum menjadi asi yang matang, sejak hari ke-4 / ke-7 sampai hari ke-10/ke-14. c. Air Susu Matur/ asi matang Merupakan asi yang disekresi setelah hari ke-14. Pada ibu yang sehat dengan produksi asi cukup, asi merupakan makanan satu-satunya yang paling baik dan cukup untuk bayi sampai umur 6 bulan (Roesli, 2000). D. Komposisi Kolostrum Komposisi kandungan kolostrum berbeda dari asi matur. Kolostrum mengandung lebih banyak protein. Kandungan protein yang tinggi sangat kaya akan imunoglobulin yang diperlukan untuk pertahanan tubuh terhadap infeksi, terutama imunoglobulin A. Kolostrum memfasilitasi keberadaan lactobacillus bifidus dalam saluran cerna, yang berperan dalam memberi perlindungan usus terhadap infeksi. Kolostrum mengandung antioksidan yang diperlukan tubuh untuk mengatasi reaksi inflamasi yang terjadi sebagai respon tubuh terhadap adanya infeksi. Kolostrum memfasilitas pengeluaran mekonium, yakni kotoran bayi baru lahir (http://www.anakku.net/content, diperoleh tanggal 10 Januari 2007).
Universitas Sumatera Utara

E. Kandungan Vitamin dan Mineral dalam Kolostrum Kandungan vitamin dan mineral dalam kolostrum sangat diperlukan untuk metabolisme tubuh. Vitamin A pada asi matur hanya sepertiga jika dibandingkan dengan kandungan rata-rata vitamin A dalam kolostrum pada hari ke-3 setelah melahirkan. Kandungan karotene yang menyebabkan kolostrum berwarna kekuningan, sebesar 10 kali lipat dibandingkan dengan asi matur. Vitamin E dalam kolostrum memiliki kadar 2-3 kali lebih tinggi dari asi matur, demikian pula dengan mineral, natrium, klorida dan magnesium (http://www.anakku.net/content, diperoleh tanggal 10 Januari 2007). F. Kandungan Gizi dalam Kolostrum Kolostrum adalah konsentrasi tinggi karbohidrat, protein dan zat kebal tubuh. Zat kebal yang ada antara lain adalah IgA dan sel darah putih. Kolostrum amat rendah lemak. Lemak kolostrum lebih banyak mengandung kolesterol dan lisotin sehingga bayi sejak dini sudah terlatih mengolah kolesterol. 1 sendok teh kolostrum memiliki nilai gizi sesuai dengan kurang lebih 30 cc susu formula. Usus bayi dapat menyerap 1 sendok teh kolostrum tanpa ada yang terbuang, sedangkan untuk 30 cc susu formula yang diisapnya, hanya 1 sendok teh sajalah yang dapat diserap ususnya. Kolostrum memiliki kadar protein yang lebih tinggi dari asi matur. Jenis protein globulin membuat konsistensi kolostrum menjadi pekat ataupun padat sehingga bayi lebih lama merasa kenyang meskipun hanya mendapat sedikit kolostrum (Purwanti, 2004).
Universitas Sumatera Utara

G. Perbedaan komposisi ASI dari menit ke menit Asi yang keluar pada 5 menit pertama dinamakan foremilk. Foremilk mempunyai komposisi yang berbeda dengan asi yang keluar kemudian (hindmilk). Foremilk lebih encer. Hindmilk mengandung lemak 4-5 kali lebih banyak dibanding foremilk. Diduga

hindmilk inilah yang mengenyangkan bayi (Roesli, 2000). H. Pemberian asi segera setelah lahir Segera susui bayi maksimal setengah jam pertama setelah persalinan. Hal ini merupakan titik awal yang penting apakah bayi nanti akan cukup mendapatkan asi atau tidak. Ini didasari oleh peran hormon pembuat asi, antara lain hormon prolaktin. Hormon prolatin dalam peredaran darah ibu akan menurun setelah satu jam persalinan yang disebabkan oleh lepasnya plasenta (Purwanti, 2004). Sebagai upaya untuk tetap mempertahankan prolaktin dalam kadar darah ibu sebelum setengah jam pertama setelah persalinan, segera posisikan bayi untuk mengisap puting susu ibu secara benar. Isapan bayi ini akan memberi rangsangan pada hipofisis untuk mengeluarkan hormon oksitosin. Hormon oksitosin bekerja merangsang otot polos untuk memeras asi yang ada pada alveoli, lobus, serta duktus yang berisi asi yang dikeluarkan melalui puting susu. Keadaan ini akan memaksa hormon prolaktin untuk terus memproduksi asi. Kosongnya simpanan asi mengakibatkan semakin besar produksinya untuk mengisi kembali lumbung. Asi yang kosong dan hormon prolaktin akan terus tinggi dalam peredaran darah. Apabila bayi tidak mengisap puting susu setengah jam setelah persalinan, hormon prolaktin akan turun dan sulit merangsang prolaktin sehingga asi baru akan keluar pada hari ketiga atau lebih. Hal ini akan
Universitas Sumatera Utara

memaksa bidan memberi makanan pengganti ASI karena bayi yang tidak mendapat asi cukup dan akan menyebabkan bayi rewel (Purwanti, 2004). Dengan memberi pengganti asi setelah bayi lahir berarti akan menekan pengeluaran asi. Bayi yang sudah mendapatkan susu tambahan akan tertidur dan tidak akan terjadi rangsangan pada putting susu. Dengan tidak adanya rangsangan pada putting susu berarti membiarkan kadar hormon oksitosin turun secara perlahan dalam peredaran darah sehingga asi dalam lobus tidak terperas yang mengakibatkan hormon prolaktin akan turun dan hilang dari peredaran darah. Keadaan ini akan menyebabkan asi yang keluar sedikit bahkan mungkin berhenti setelah bayi lahir atau asi akan keluar sedikit, dan berhenti sebelum bayi berumur enam bulan. Menurut Purwanti (2004) ada 5 keuntungan dengan memberikan asi kepada bayi dalam waktu kurang dari setengah jam pasca persalinan. 1. Bayi mendapat terapi psikologis berupa ketenangan dan kepuasan. Terpenuhinya rasa aman dan nyaman akibat kelelahan selama proses persalinan karena kepala bayi harus melewati pintu atas panggul, panggul dalam, dasar panggul dan panggul luar yang buat bayi sangat stres. Dengan menemukan puting susu, bayi mendapatkan ketenangan kembali. Pelukan ibu membuat bayi mendapatkan rasa aman atau nyaman seperti didalam rahim ibu. Hal ini merupakan terapi bayi-bayi yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan psikologi bayi karena ia mendapatkan modal pertama pembentukan kepercayaan diri terhadap lingkungan. 2. Tertanamnya kepercayaan akan lingkungan, berarti ibu sudah membangun dasar kepercayaan (psikologi) yang akan terus berkembang pada masa dewasa, yaitu kepercayaan dan ketenangan dalam menghadapi tiap permasalahan (gelisah/ sakit dirasakan akan ada akhirnya) dan akan diperoleh kenyamanan kembali.
Universitas Sumatera Utara

3. Kadar hormon prolaktin tidak sempat turun dalam peredaran darah ibu sehingga kolostrum untuk hari pertama akan lebih cepat keluar. Bayi tidak gelisah ataupun rewel. Dengan demikian, untuk hari selanjutnya asi dapat dipertahankan. 4. Dengan isapan bayi yang benar, oksitosin akan keluar lebih banyak. Hal ini sangat menguntungkan karena otot polos rahim akan terus berkontraksi. Artinya, rahim

akan berkontraksi lebih kuat. Perdarahan pascapartum dapat dicegah yang dapat mengurangi angka anemia pada ibu habis bersalin. 5. Oleh karena kontraksi yang baik dari hasil kerja hormon oksitosin, proses involusio akan lebih cepat terjadi. Dengan cepatnya proses involusio, lukabekas persalinan cepat menutup. Alat reproduksi antara lain uterus, vagina akan segera kembali normal dan kemungkinan terjadinya infeksi pascapartum dapat dihindari. I. Manfaat Kolostrum : 1. Kolostrum berkhasiat khusus untuk bayi dan komposisinya mirip dengan nutrisi yang diterima bayi selama di dalam rahim. 2. Kolostrum bermanfaat untuk mengenyangkan bayi pada hari-hari pertama hidupnya. 3. Seperti imunisasi, kolostrum memberi antibodi kepada bayi (perlindungan terhadap penyakit yang sudah pernah dialami sang ibu sebelumnya). 4. Kolostrum juga mengandung sedikit efek pencahar untuk menyiapkan dan membersihkan sistem pencernaan bayi dari mekonium. 5. Kolostrum juga mengurangi konsentrasi bilirubin (yang menyebabkan bayi kuning) sehingga bayi lebih terhindar dari jaundice.
Universitas Sumatera Utara

6. Kolostrum juga membantu pembentukan bakteri yang bagus untuk pencernaan


(http://asuh, wikia.com/wiki/kolostrum, diperoleh tanggal 23 Mei 2006). J. Keunggulan Kolostrum Asi Asi yang keluar pada 96 jam pertama setelah ibu melahirkan, yang kekuningan adalah kolostrum. Selain tidak mengandung zat-zat membuat alergi pada bayi, kolostrum juga rendah lemak, tapi kaya protein, serta banyak mengandung antibodi yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Kolostrum dapat membantu pengeluaran mekonium bayi, yakni kotoran yang berwarna hitam kehijauan. Mekonium harus segera dikeluarkan karena mangandung bilirubin, yang dapat mengakibatkan sakit kuning. Dalam kolostrum tersimpan lebih dari 20 jenis antibodi alami, menaklukkan mikroorganisme penyebab penyakit, seperti E. Coli, Sterptococcus, Staphlococcus. Jadi dengan kolostrum bayi akan lebih tahan terhadap berbagai serangan penyakit dibandingkan bayi yang tidak mendapatkan asi pada 96 jam pertama kelahirannya. Selain itu mampu memacu tumbuh kembang bayi, membantu pembentukan jaringan saraf, kulit dan organ-organ tubuh; sekaligus membantu kerusakan jaringan. Dan paling penting disini, terbukti bahwa kontrol emosi lebih baik (Dinas Kesehatan-Jawa Timur, 2006). K. Perilaku Robert Kwick (1974) menyatakan bahwa perilaku adalah tindakan atau perbuatan suatu organisme yang dapat diamati dan bahkan dapat dipelajari. Didalam proses pembentukan dan atau perubahan perilaku dipengaruhi oleh beberapa faktor yang
Universitas Sumatera Utara

berasal dari dalam dan dari luar individu itu sendiri. Faktor-faktor tersebut antara lain susunan saraf pusat, persepsi, motivasi, proses belajar dan lingkungan. Susunan saraf pusat memegang peranan penting dalam perilaku manusia karena merupakan bentuk perpindahan dari rangsangan yang masuk menjadi perbuatan atau tindakan. Perpindahan ini dilakukan oleh susunan saraf pusat, dengan unit-unti dasarnya yang disebut neuron. Perubahan-perubahan perilaku dalam diri seseorang dapat diketahui melalui persepsi. Persepsi adalah pengalaman yang dihasilkan melalui panca

indera. Setiap orang mempunyai persepsi yang berbeda-beda, meskipun mengamati obyek yang sama. Motivasi yang diartikan sebagai suatu dorongan untuk bertindak untuk mencapai suatu tujuan juga dapat terwujud dalam bentuk perilaku. Perilaku juga dapat timbul karena emosi. Belajar diartikan sebagai suatu proses perubahan perilaku yang dihasilkan dari praktek-praktek dalam lingkungan kehidupan. Belajar adalah satu perubahan perilaku yang didasari oleh perilaku terdahulu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perilaku itu dibentuk melalui suatu proses dan berlangsung dalam interaksi manusia dan lingkungannya (Zulkifli & Eddy, S, 1999). L. Ranah perilaku Benyamin Bloom (1908), seorang ahli psikologi pendidikan, membagi perilaku itu kedalam 3 domain (ranah/ kawasan). Ketiga domain ini diukur dari : a. Pengetahuan (Knowledge) b. Sikap (Attitude) c. Praktek atau tindakan (Practice)
Universitas Sumatera Utara

a) Pengetahuan Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu, dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Dari pengalaman, dan penelitian terbukti bahwa perilaku yang didasari oleh pengetahuan dan pengalaman akan lebih langgeng dari pada perilaku yang hanya didasari oleh pengetahuan. Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan tentang isi materi yang ingin diukur dari subyek penelitian atau responden. (1) Tahu (know) Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya, termasuk kedalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recall) terhadap suatu spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Oleh sebab itu tahu ini merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah. (2) Memahami (comprehension) Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang obyek yang diketahui, dan dapat menginterprestasikan materi tersebut secara benar. (3) Aplikasi (Application) Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi kondisi real (sebenarnya). (4) Analisis (Analysis) Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu obyek ke dalam komponen-komponen, tetapi masih di dalam suatu struktur organisasi tersebut, dan masih ada kaitannya satu sama lain.
Universitas Sumatera Utara

(5) Sintesis (Synthesis) Sintesis menunjuk kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. (6) Evaluasi (Evaluation) Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap suatu materi atau obyek, penilaian ini berdasarkan suatu kriteria yang ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria yang telah ada (Zulkifli & Eddy, S, 1999). b) Sikap Sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap

suatu stimulus atau obyek. Pengukuran sikap dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. (1) Menerima (Receiving) Menerima diartikan bahwa orang (subyek) mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan (obyek). (2) Merespon (Responding) Memberikan jawaban apabila ditanya, mengerjakan dan menyelesaikan tugas yang diberikan adalah suatu indikasi dari sikap. (3) Menghargai (Valuing) Mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan suatu masalah. (4) Bertanggung Jawab (Responsible) Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang ditelah dipilihnya dengan segala resiko (Zulkifli & Eddy, S, 1999).
Universitas Sumatera Utara

Allport (1945) menjelaskan bahwa sikap itu mempunyai tiga komponen yaitu: 1. Kepercayaan (keyakinan) ide dan konsep terhadap suatu objek. 2. Kehidupan emosional atau evaluasi terhadap suatu objek. 3. Kecenderungan untuk bertindak (tren to behave) seperti halnya dengan pengetahuan. c) Praktek atau tindakan (Practice) Suatu sikap belum otomatis terwujud dalam suatu tindakan. Untuk mewujudkan sikap menjadi suatu perbuatan nyata diperlukan faktor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan. (1) Persepsi (Perception) Mengenal dan memilih berbagai objek sehubungan dengan tindakan yang akan diambil adalah merupakan praktek tingkat pertama. (2) Respon terpimpin (Guided response) Dapat melakukan sesuatu sesuai dengan urutan yang benar dan contoh adalah merupakan indikator praktek tingkat dua. (3) Mekanisme (Mecanism) Apabila seseorang telah dapat melakukan sesuatu yang benar secara otomatis, atau sesuatu itu sudah merupakan kebiasaan maka ia sudah mencapai praktek tingkat tiga. (4) Adaptasi (Adaptation) Adaptasi adalah suatu praktek atau tindakan yang sudah berkembang dengan baik. Artinya tindakan itu sudah dimodifikasikannya tanpa mengurangi kebenaran tindakan tersebut.
Universitas Sumatera Utara

Menurut tradisi yang dahulu seorang bayi tidak boleh dibawa keluar rumah sebelum upacara turun tanah diselenggarakan bagi bayi tersebut. Upacara itu disebut paijur daganak atau paijur tano. Upacar ini diselenggarakan setelah anak berumur beberapa minggu. Upacar diawali dengan mangupa-ngupa (menepung tawari) sang bayi dengan ibunya dengan menghidangkan seekor ayam jantan yang digulai dilengkapi sebuah telur ayam rebus. Kemudian ibu dan sang bayi diberi makan sekenyang-kenyangnya dan sang bayi disusui pula sampai kenyang oleh ibunya (Parlaungan R, 2002). Universitas Sumatera Utara