Anda di halaman 1dari 1

Penglihatan warna Mekanisme pengenalan tiga warna Sensitivitas spektrum dari ketiga tipe sel kerucut.

Berdasarkan uji penglihatan warna, uji sensitivitas spektrum ketiga tipe sel kerucut pada manusia telah terbukti pada dasarnya sama seperti kurva absorbsi cahaya untuk ketiga tipe pigmen yang ditemukan didalam sel kerucut. Kurva-kurva ini dapat menjelaskan hampir semua fenomena penglihatan warna.

Interpretasi warna dalam sistem saraf. Dengan melihat kurva diatas, kita dapat melihat bahwa cahaya monokromatik berwarna jingga tua dengan panjang gelombang sebesar 580 nanometer itu akan merangsang sel kerucut merah dengan rangsangan yang besarnya kira-kira 99 (99 persen rangsangan puncak pada panjang gelombang yang optimum), sedangkan sel kerucut hijau akan terangsang oleh nilai rangsangan kira-kira 42 tetapi sel kerucut biru tidak terangsang sama sekali. Jadi, perbandingan rangsangan dari ketiga tipe sel kerucut pada contoh diatas adalah 99:42:0. Sistem saraf akan menginterpretasikan susunan rasio ini sebagai suatu sensasi jingga. Sebaliknya, cahaya biru monokromatik dengan panjang gelombang sebesar 450 nanometer merangsang sel kerucut merah dengan rangsangan sebesar 0, kerucut hijau sebesar 0, dan kerucut biru dengan rangsangan sebesar 97. Maka susunan perbandingannya sebesar 0:0:97 akan diinterpretasikan oleh sistem saraf sebagai warna biru. Demikian juga, perbandingan sebesar 83:83:0 akan diinterpretasikan sebagai warna kuning dan 31:67:36 sebagai warna hijau. Persepsi terhadap cahaya putih. Rangsangan yang kurang lebih sama besar pada sel kerucut merah, hijau, dan biru akan memberikan sensasi penglihatan warna putih. Namun, tidak ada satu penjang gelombangpun yang sesuai dengan warna putih; warna putih justru merupakan suatu kombinasi dari semua panjang gelombang spektrum cahaya. Selanjutnya, persepsi terhadap warna putih ini dapat ditimbulkan bila retina dirangsang oleh kombinasi tiga warna terpilih secara tepat yang akan merangsang masing-masing sel kerucut tersebut hampir sama besar. Guyton C. Arthur dan John E.Hall.2007.buku ajar Fisiologi Kedokteran edisi 11.Jakarta:EGC

Anda mungkin juga menyukai