Anda di halaman 1dari 9

PROSES PEMBUATAN BUBUR KERTAS (PULP) Kertas yang sering kita gunakan itu biasanya terbuat dari kayu

yang diolah dengan teknologi modern sehingga sampai ketangan kita. Untuk lebih mengenal kertas yang kita gunakan mari kita pelajari proses pembuatan kertas. Proses pembuatan pulp ada dua macam yaitu secara kimia (chemical pulping) dan proses mekanikal (mechanical pulping). Tapi di sini akan dibahas secara garis besar saja agar lebih mudah dipahami. Kertas yang sering kita gunakan itu terbuat umumnya terbuat dari kayu atau lebih tepatnya dari serat kayu dicampur dengan bahan-bahan kimia sebagai pengisi dan penguat kertas. Kayu yang digunakan di Indonesia umumnya jenis Akasia. Kayu jenis ini berserat pendek sehingga kertas menjadi rapuh. Di mesin pembuat kertas (paper machine), serat kayu ini dicampur dengan kayu yang berserat panjang contohnya pohon pinus.

Proses pembuatan pulp dimulai dari penyediaan bahan baku, dengan cara mengambil dari hutan tanam industri kemudian disimpan dengan tujuan untuk pelapukan dan persediaan bahan baku. Kayu yang siap diolah ini disebut dengan Log. Kemudian log di kupas kulitnya dengan alat yang berbentuk drum disebut Drum barker. Setelah itu log melewati stone trap (alat yang berbentuk silinder berfungsi untuk membuang batu yang menempel pada log), setelah itu log dicuci. Log yang sudah bersih ini kemudian di iris menjadi potongan-potongan kecil yang di sebut dengan chip. Chip kemudian dikirim ke penyaringan utama untuk memisahkan chip yang bisa dipakai (ukuran standar 25x25x10mm) dengan yang tidak. Chip yang standar disimpan ditempat penampungan. Dari tempat penampungan chip dibawa dengan konveyor ke bejana pemasak (digester). Steam dimasak dengan beberapa tahap. Pertama di kukus (presteamed), kemudian baru dipanaskan dengan steam di steaming vessel. chip di masak dengan cairan pemasak yang disebut dengan cooking liquor. Tahap selanjutnya setelah setelah bubur kertas siap kemudian dicuci dengan tujuan untuk memisahkan cairan sisa hasil pemasakan dan mengurangi dampak terhadap lingkungan. Proses selanjutnya pulp di saring (screaning) agar terbebas dari bahan-bahan pengotor yang dapat mengurangi kualitas pulp. Proses penyaringan ini ada dua tahap, yaitu penyaringan kasar dan penyaringan halus. Proses akhir dari penyaringan berada pada sand removal cyclones yang berfungsi untuk memisahkan pasir dari pulp.

Kemudian bubur kertas dicampur dengan oksigen (O2) dan sodium hidroksida (NaOH) di dalam delignification tower sebelum di cuci didalam washer. Tujuan dari pencampuran ini adalah untuk mengurangi pemakaian bahan-bahan kimia pada tahap pengelantangan (bleacing), mengurangi kandungan lignin, serta memutihkan pulp. Bubur kertas ini kemudian dikelantang (bleacing) dengan bahan kimia di dalam proses bleacing untuk mencapai derajat keputihan sesuai standar ISO. Pulp kemudian disimpan atau dikirim ke paper machine untuk diolah menjadi kertas.

Proses Pembuatan Kertas (Paper machine)

Sebelum masuk keareal paper machine pulp diolah dulu pada bagian stock preparation. bagian ini berfung si untuk meramu bahan baku seperti: menambahkan pewarna untuk kertas (dye), menambahkan zat retensi, menambahkan filler (untuk mengisi pori pori diantara serat kayu), dlln. Bahan yang keluar dari bagian ini di sebut stock 9campuran pulp, bahan kimia dan air) Dari stock preparation sebelum masuk ke headbox dibersihkan dulu dengan alat yang disebut cleaner. Dari cleaner stock masuk ke headbox. headbox berfungsi untuk membentuk lembaran kertas (membentuk formasi) diatas fourdinier table. Fourdinier berfungsi untuk membuang air yang berada dalam stock (dewatering). Hasil yang keluar disebut dengan web (kertas basah). Kadar padatnya sekitar 20 %. Press part berfungsi untuk membuang air dari web sehingga kadar padatnya mencapai 50 %. Hasilnya masuk ke bagaian pengering (dryer). Cara kerja press part ini adalah. Kertas masuk diantara dua roll yang berputar. Satu roll bagian atas di beri tekanan sehingga air keluar dari web. Bagian ini dapat menghemat energi, karena kerja dryer tidak terlalu berat (air sudah dibuang 30 %). Dryer berfungsi untuk mengeringkan web sehingga kadar airnya mencapai 6 %. Hasilnya digulung di pop reel sehingga berbentuk gulungan kertas yang besar (paper roll). Paper roll ini yang dipotong potong sesuai ukuran dan dikirim ke konsumen.

Pulp dan kertas


Nama : Duma Kintan Prameswari Nrp : E24080106 Pertanyaan: HOMEWORK I: Raw Material

1. 2. 3. a. b. c. 4. 5. 6. 7. 8. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Arti kertas dalam kehidupan Sejarah perkembangan teknologi pulp dan kertas Definisikan: Pulp Paper Chips Jelaskan tentang sumber serat untuk pembuatan kertas Pengaruh struktur serat terhadap sifat kertas Jelaskan tentang pengukuran (measurement) kayu pulp Jelaskan tentang persiapan kayu sebelum pulping Jelaskan tentang penyimpanan dan penanganan chips HOMEWORK II: Kraft Pulping Ceritakan sejarah singkat proses kraft Sebutkan dan jelaskan nomenklatur dan definisi_definisi dalam proses kraft Jelaskan tentang definisi proses kraft Jelaskan tentang kimia proses kraft Jelaskan tentang parameter-parameter (operation and control) dalam proses kraft Sebutkan dan jelaskan tentang jenis digester Jelaskan tentang modifikasi proses pemasakan batch digester dalam kraft pulping Jelaskan tentang pulp processing dalam pabrik kraft

Nama : Duma Kintan Prameswari Nrp : E24080106 Jawaban: HOMEWORK I: Raw Material 1. Kertas merupakan suatu kebutuhan dalam kehidupan manusia. Sebagai contohnya kertas digunakan dalam bidang pendidikan dalam bentuk buku, ijasah, dan media lainnya seperti majalah. Lalu pada bidang lain dapat digunakan untuk tissue, kertas karton dan lain sebagainya. 2. Sejarah berkembangnya teknologi kertas tidak terlepas dari meningkatnya kebutuhan masyarakat akan kertas, dan juga seiring dengan perkembangan zaman. Pada awalnya conventional hanya dengan proses pulping dan lebih besar pada proses bleaching. Pada tahun 70an mulai dikembangkan adanya pulping, oxygen delignification, dan bleaching. Pada tahun 80an pulping mulai dikembangkan lagi. Sehingga pada tahun 90an metode pulping lebih banyak disbanding metode bleaching dan oxygen delignification. Jenis softwood lebih banyak digunakan disbanding hardwood. 3. a. Pulp merupakan hasil pemisahan serat dari bahan berserat melalui berbagai proses pembuatan. b. Paper merupakan suatu lembaran yang dibentuk diatas sebuah layar dari campuran air dan serat. c. Chips merupakan potongan kecil kayu dengan ukuran tertentu sebagai bahan baku pembatan pulp.

4. Sumber serat untuk pembuatan kertas didapat untuk kayu daun lebar memiliki serat pendek, sedangkan untuk kayu daun jarum memiliki serat panjang. Serat pun didapat dari bahan baku non-kayu seperti contohnya bamboo, rumput dan lain sebagainya. 5. Pengaruh struktur serat terhadap sifat kertas sangat berpengaruh dimana karakteristik serat dalam penyusunan kertas tersebut. Karakteristik tersebut diantaranya panjang serat serta tebal dinding sel tersebut. Terdapat panjang minimum untuk ikatan dalam serat. Tebalnya dinding sel pun mempengaruhi kekuatan tarik dan ketahanan geser. 6. Pengukuran (measurement) pada kayu pulp menggunakan berat kering kayu. Pengukuran dilakukan dengan menghitung kadar air dalam kayu kemudian dikonversi. Llu, dapat juga dengan menghitung volume kayu tersebut diantaranya dengan metode water displacement 7. Persiapan kayu sebelum pulping terdiri dari serangkaian kegiatan diawali dengan tersedianya log yang cocok untuk kegiatan pulping. Awalnya kayu dibongkar lalu dipisahkan sesuai ukuran. Setelah itu kayu dikuliti menggunakan drum barker, lalu dipotong ke ukuran yang diinginkan menggunakan slasher deck. Setelah itu dilakukan pembersihan dengan memasukkan log ke dalam shower sehingga dapat menghilangkan pasir. Kemudian dilakukan proses chiping dimana kayu digiling menjadi chip dengan ketebalan 4-5 mm dan panjang 20 mm, kemudian dipilih chip yang cocok untuk proses pulping tersebut. 8. Penyimpanan dan penanganan chips pada awalnya chips ditransportasikan dengan pipa udara, sedangkan sisanya ditransportasikan ke pabrik pulp. Transportasi tersebut menggunakan metade air conveying. Penyimpanan dalam bentuk chips ini lebih ekonomis disbanding log. Biasanya pada tempat penyimpanan di luar terjadi kontaminasi dan degradasi chips selama penyimpanan, namun hal tersebut dapat ditangani dengan pengaturan gundukan. Lalu sebaiknya kita menggunakan chips yang pertama disimpan, maka chips tersebut yang pertama dipakai (first infirst out).

Nama : Duma Kintan Prameswari Nrp : E24080106 HOMEWORK II: Kraft Pulping 1. Proses kraft adalah suatu proses pembuatan pulp dengan proses kimia. Proses ini menghasilkan pulp dengan kekuatan yang lebih tinggi disbanding proses mekanis dan semikimia, namun rendemen yang dehasilkan lebih kecil karena komponen yang terdegradasi lebih banyak. Proses kraft awalnya dipatenkan tahun 1854. Pada tahun 1865 mencakup pengabuan cairan soda untuk melindungi banyaknya alkali yang digunakan dalam proses. Keberhasilan pabrik soda pertama kali adalah ketika beroperasi pada tahun 1966. Sedikitnya pabrik soda dalam memproduksi pulp masih beroperasi di seluruh dunia dengan menggunakan bahan baku hardwood dan non kayu yang berserat. C.F Dahl dihargai dengan perkembangan proses kraft (atau sulfate) dalam upaya

mencari pengganti akan mahalnya sodium karbonat (abu soda) sebagai rangkaian dari daur kimia proses soda, dia melakukan percobaan dengan menambahkan sodium sulfate (saltcake) untuk tungku pemulihan. Setelah itu Dahl menemukan bahwa sulfida selama pemasakan larutan yang dipercepat dengan proses delignifikasi dan menghasilkan pulp yang lebih kuat; dia memperoleh hak paten untuk prosesnya tersebut pada tahun 1884. Metode terbaru proses pulping pertama kali digunakan secara komersil di Sweden pada tahun 1885. Kraft pulp diakui memiliki sifat-sifat kekuatan yang unggul dan merupakan jenis kertas baru. Pabrik-pabrik yang menggunakan proses kraft dimulai pada tahun 1930an dengan pengenalan tungku pemulihan oleh Tomlinson, dimana akhir penguapan dan pembakaran yang cepat dikombinasikan dengan pemulihan uap panas dan bahan kimia dalam proses tunggal. Akhirnya, perkembangan dan promosi klorin dioksida oleh Howard Rapson di akhir tahun 1940an dan awal tahun 1950an membuka jalan untuk mencapai tingkat kecerahan yang sama dengan pulp sulfit. 2. Nomenklatur White liquor meliputi bahan kimia aktif pemasakan, sodium hidroksida (NaOH) dan sodium sulfide (Na2S) yang digunakanuntuk pemasakan chip. Digester : tangki yang memuat chip dan mampu tahan terhadap tekanan tinggi No. Istilah 1. Total Titratable Alkali (TTA) 2. Alkali total Definisi jumlah dari NaOH+Na2S+Na2Co3 jumlah dari semua komponen campuran dari sodium alkali, seperti: NaOH+Na2S+Na2CO3+Na2SO4+Na2SO3 (tidak termasuk kedalamnya NaCl) jumlah dari NaOH+1/2 Na2S Perbandingan antara NaOH dan NaOH+Na2Co3 Perbandingan antara AA dan TTA Perbandingan antara Na2S dengan AA (atau dengan TTA) Sama seperti kaustisitas (konsentrasi dari NaOH pada green liquor seharusnya disubstraksi sehingga nilai yang didapat dari NaOH hanya merupakan bagian yang dihasilkan dari reaksi causticizing) Konsentrasi alkali yang dipengaruhi oleh titrasi asam Perbandingan antara Na2S dengan semua campuran soda sulfur (atau dengan perbandingan Na2S dengan Na2S+Na2SO4)

3. 4. 5. 6. 7.

Alkali Aktif (AA) Kausitas Aktivitas Sulfiditas Causticizing Efficiency

8. 9.

Residual Alkali (black liquor) Reduction Efficiency

3. Deskripsi proses kraft menggunakan natrium hidroksida (NaOH) dan natrium sulfide Larutan utama yang digunakan dalam proses kraft adalah natrium hidroksida (NaOH) dan natrium sulfida (NaS). Natrium hidroksida merupakan bahan kimia pemasak utama yang berfungsi untuk

mempercepat kelarutan lignin, sedangkan natrium sulfida merupakan komponen aktif tumbuhan yang berfungsi untuk menggantikan bahan alkali yang hilang selama proses pemasakan sehingga konsentrasi larutan pemasak alkali tetap stabil. Suhu pemasakan yang digunakan umumnya berkisar antara 170-180C. Suhu di bawah 170C tidak memberikan keuntungan terhadap nilai rendemen dan kualitas pulp yang dihasilkan. Selain itu terhadsuhu 180C akan menyebabkan degradasi selulosa semakin meningkat. 4. Kimia proses kraft Ilmu yang mempelajari struktur proses kimia pembuatan pulp dengan metode kraft yang dikembangkan pertama kali oleh Kleppe. Reaksi kimia yang terjadi diantaranya bentuk lignin yang sebenarnya pada chip kayu merupakan hasil pemecahan dari ionion hidroksil (OH) dan hidrosulfid (SH). Pada saat pemasakan kira-kira sebanyak 80% lignin, 50% hemiselulosa dan 10% selulosa dihancurkan. Terjadi reaksi kondensasi dengan karbohidrat. Sehingga berakibat lignin sulit untuk dipindahkan adri serat. Ion hidrosulfid mengurangi reaksi kondensasi dengan memblok kelompok yang tidak aktif. Pada metode pulp terdapat dua tenaga pendorong seperti konsentrasi alkali dan suhu. 5. Parameter dalam proses kraft diantaranya
Faktor faktor yang mempengaruhi proses pemasakan pulp kraft yaitu : a. c. Chip kayu, yaitu jenis kayu, kualitas chip (ukuran, bebas atau tidaknya dari kontaminan, dll) dan kadar air. Kontrol terhadap pemasakan : pemakaian bahan kimia, liquor to wood ratio, siklus temperature (suhu), kurva waktu/temperature (H-factor) b. Cairan pemasakan yaitu berupa sulfiditinya

d. Parameter terhadap control : derajat delignifikasi,alkali sisa. 6. Jenis digester diantaranya adalah: Dari segi aliran bahan baku reaktor biogas, biodigester dibedakan menjadi a. Batch digester: chips diproses pada satu tempat, mulai dari pencampuran bahan kimia pemasak, sampai chips menjadi bubur. b. Continuous digester: chips diumpankan pada suatu rangkaian panjang, kemudian secara bertahap akan melewati setiap chamber yang kondisi pemasakannya berbeda antara satu dengan yang lainnya. Dari segi konstruksi, digester dibedakan menjadi a. Fixed dome: digester ini memiliki volume tetap sehingga produksi gasakan meningkat tekanan dalam reactor. b. Floating dome: pada tipe ini terdapat bagian pada konstruksi reactor yang bisa bergerak untuk menyesuaikan dengan kenaikan tekanan reactor. Dari segi tata letak penempatan digester dibedakan menjadi a. Seluruh digester di permukaan tanah biasanya berasal dari tong-tong bekas minyak tanah atau aspal. b. Sebagian tangki biodigester di bawah permukaan tanah biasanya digester ini terbuat ari campuran semen, pasir, kerikil, dan kapur. c. Seluruh tangki digester di bawah permukaan tanah. Model ini merupakan model yang paling popular di Indonesia. 7. Modifikasi pemasakan batch digester dalam kraft pulping secara konvensional yang dipengaruhi oleh perbedaan tekanan pada pembuluh yang digunakan. Metode dikembangkan gabungan instalasi dan retrofitted yang baru menjadi peggilingan tua. Metode penambahan perpindahan panas yang dikembangkan diantaranya perpindahan panas secara cepat (RDH) dan batch yang luar biasa. 8. Proses pulp dalam pabrik kraft

Berikut proses pemasakan pulp yang dipakai PT. Toba Pulp Lestari, Tbk yaitu metode batch digester. Proses diawali dengan chips filling dimana pemasakan chips dari chip pile ke dalam digester dengan kapasitas 70 ton chips dan waktu 30 menit. Lalu dilakukan liquor filling yaitu pemasukkan cairan bahan pemasak kedalam digester setelah proses sebelumnya dengan waktu 30menit. Pada pemasakan chips terdiri dari tiga proses yaitu kraft ramp, kraft cook, dank raft relief. Kemudian pulp yang dihasilkan akan ditampung ke dalam blow tank. Uap air yang terbawa akan disaring ke dalam cyclone, dimana hasil penyaringan ini merupakan pulp yang akan dimasukkan ke dalam accumulator yang akan nantinya dibuang ke alam. Hayati Aini.2009.Proses Produksi Blaech Kraft di PT. Toba Pulp Lestari, Tbk Porsea Sumatera Utara [Laporan Praktek Kerja Lapang].Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor