Anda di halaman 1dari 3

LATIHAN KUP B (01-11-2008) 1. Apa yang dimaksud dengan penagihan pajak dan sebutkan prosedurnya? 2.

Apa yang dimaksud dengan Penagihan Seketika dan Sekaligus, Pencegahan dan Penyanderaan? 3. Kapan daluwarsa penagihan pajak? 4. PT. Z menerima SKPKB PPh Pasal 21 sejumlah Rp 20 Juta pada tanggal 20 Mei 2008. Pada saat mendekati jatuh tempo, WP mengalami kesulitan likuiditas untuk membayar utang pajak tersebut. Apa yang dapat dilakukan oleh Wajib Pajak? Apakah syarat-syaratnya? Jika WP mengajukan permohonan untuk menunda pembayaran pajak sampai 5 bulan berikut berapa sanksi yang akan dikenakan? Jika WP mengangsur selama 5 bulan, berapa yang harus dibayar oleh WP dan sanksinya?

5. PT. X diterbitkan SKPKB PPh Psl 23 sejumlah Rp 200 juta pada tanggal 12 Januari 2008 oleh KPP
Pratama Y. Nilai yang disetujui oleh PT. X adalah Rp 75 Juta. PT. X membayar sejumlah Rp 75 Juta pada tanggal 02 Februari 2008. Apakah WP akan dikenakan sanksi?

6. PT. XYZ menerima SKPKB PPN masa Desember 2007 pada tanggal 15 April 2008. SKPKB tersebut
diterbitkan pada tanggal 27 Maret 2008 dan dikirimkan oleh KPP Pratama A tanggal 10 April 2008. Dalam Berita Acara Hasil Akhir Pemeriksaan dicantumkan bahwa: Dalam Berita Acara Hasil Pemeriksaan Menurut SPT (Rp) Dasar Pengenaan Pajak Pajak Keluaran (PK) Pajak Masukan (PM) Status SPT : KB/(LB) Sudah Dibayar Yang Kurang Dibayar Sanksi Pasal 13 (2) Total SKPKB 1.000.000.000,100.000.000,60.000.000,40.000.000,40.000.000,Menurut Hasil Pemeriksaan (Rp) 1.700.000.000,170.000.000,40.000.000,130.000.000,40.000.000,90.000.000,27.000.000,117.000.000,Yang Disetujui WP (Rp) 1.200.000.000,120.000.000,50.000.000,70.000.000,40.000.000,30.000.000,9.000.000.39.000.000,Surat Keputusan Keberatan (Rp) 1.450.000.000,145.000.000,45.000.000,100.000.000,40.000.000,60.000.000,18.000.000,78.000.000,-

Oleh karena terdapat DPP yang tidak dipungut PPN dan dibuat Faktur Pajaknya (1,7 M - 1 M = 700 Juta), maka selain diterbitkan SKPKB seperti di atas, KPP Pratama X juga menerbitkan STP Pasal 14 (4). - Berapakah nilai STP 14 ayat (4) tersebut?

Apakah WP dapat mengajukan Keberatan dan Sebutkan syarat-syarat pengajuan Keberatan? Jika ya, apakah WP harus membayar terlebih dahulu? Jika Ya, berapa nilai minimal yang wajib harus dibayar dan tanggal berapa paling lambat dibayarkan? Sebutkan syarat-syarat pengajuan Keberatan?

7. Lanjutan dari no. 6; Setelah dilakukan proses penyelesaian Keberatan, KPP menerbitkan Surat Keputusan
Keberatan pada tanggal 20 Maret 2009 seperti yang tercantum dalam soal No. 6 di atas. Apakah yang akan terjadi jika pada waktu pengajuan Keberatan, WP telah membayar pada tanggal 25 April 2008 dengan jumlah: Alternatif 1 : STP dibayar seluruhnya dan SKPKB sejumlah Rp 39.000.000,Alternatif 2 : STP dibayar seluruhnya dan SKPKB sejumlah Rp 100.000.000,-

8. Dengan berdasar pada soal no.6, seandainya WP menyetujui seluruh hasil pemeriksaan dan tidak mengajukan Keberatan namun tidak menyetujui STP yang diterbitkan. Langkah apa yang harus dilakukan WP? 9. Apa perbedaan antara Keberatan dengan Pengurangan/Pembatalan Ketetapan Pajak? 10. Wajib Pajak menyampaikan SPT PPh Badan Th 2008 pada tanggal 25 April 2009 dengan status LB dangan mengajukan restitusi. Sampai dengan tanggal 24 April 2009 belum juga ada SKP yang diterbitkan oleh KPP, apa yang kemungkinan akan terjadi? Jika WP kemudian menerima kelebihan dan diterbitkan SPMKP pada tanggal 28 juni 2009, apakah WP akan menerima imbalan bunga? Berapa nilainya?

Jawaban: 1. Surat Paksa Surat Perintah Melakukan Penyitaan Pengumuman Lelang Pelaksanaan Lelang Surat Tegoran : 7 hari setelah jatuh tempo : 21 hari setelah Surat Tegoran : 2 x 24 jam setelah Surat Paksa : 14 hari setelah Penyitaan : 14 hari seteleh Pengumuman Lelang

Selain itu, dalam proses penagihan aktif yang dilakukan oleh Dirjen Pajak, dapat dilakukan Penagihan Pajak Seketika dan Sekaligus (PPSS), Pencegahan dan Penyanderaan. 2. Penagihan Seketika dan Sekaligus dapat dilaksanakan dalam hal: - Penanggung Pajak akan meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya atau berniat untuk itu; - Penanggung Pajak memindahtangankan barang yang dimiliki atau yang dikuasai dalam rangka menghentikan atau mengecilkan kegiatan perusahaan atau pekerjaan yang dilakukannya di Indonesia; terdapat tanda-tanda bahwa Penanggung Pajak akan: membubarkan badan usaha atau menggabungkan atau memekarkan usaha, atau memindahtangankan perusahaan yg dimiliki atau dikuasainya, atau melakukan perubahan bentuk lainnya; - badan usaha akan dibubarkan oleh negara; atau - terjadi penyitaan atas barang Penanggung Pajak oleh pihak ketiga atau terdapat tanda-tanda kepailitan 3. Hal-hal yang dapat menyebabkan dilakukannya Penyanderaan: 4. Daftar Pemabayran Angsuran:
Ang s. I II III IV V VI Saldo Terakhir Rp 120,000,000 Rp 100,000,000 Rp 80,000,000 Rp 60,000,000 Rp 40,000,000 Rp 20,000,000 Pokok Rp 20,000,000 Rp 20,000,000 Rp 20,000,000 Rp 20,000,000 Rp 20,000,000 Rp 20,000,000 Bunga 2% x 1 bulan x 2% x 1 bulan x 2% x 1 bulan x 2% x 1 bulan x 2% x 1 bulan x Rp 100,000,000 Rp 80,000,000 Rp 60,000,000 Rp 40,000,000 Rp 20,000,000 Rp 2,000,000 Rp 1,600,000 Rp 1,200,000 Rp 800,000 Rp 400,000 Pembayaran Rp 20,000,000 Rp 22,000,000 Rp 21,600,000 Rp 21,200,000 Rp 20,800,000 Rp 20,400,000

5. Dapat, paling lambat tanggal 17 Juni 2008 (3 bulan sejak tanggal SKP dikirim) - WP wajib membayar terlebih dahulu minimal sejumlah nilai yang disetujui dalam Berita Acara Pembahasan Hasil Akhir Pemeriksaan yaitu Rp 100 Juta. Paling lambat dibayar tanggal 14 April 2008. - Syarat-syarat Keberatan: Satu surat Permohonan Keberatan untuk satu SKP atau Pot/put oleh Pihak ketiga Tertulis dalam Bahasa Indonesia Mengemukakan jumlah Pajak yg terutang atau jumlah pajak yg dipotong atau dipungut atau jumlah rugi menurut penghitungan WP. Memuat alasan-alasan yg menjadi dasar perhitungan Dalam jangka waktu 3 bulan sejak tanggal SKP dikirim atau tanggal pemotongan / pemungutan kecuali apabila Wajib Pajak dapat menunjukkan bahwa jangka waktu tersebut tidak dapat dipenuhi karena di luar kekuasaan Wajib Pajak (force mayeur). Atas SKP, melunasi pajak yang masih harus dibayar paling sedikit sejumlah yang telah disetujui WP dalam pembahasan akhir hasil pemeriksaan, sebelum surat keberatan disampaikan

6.
dibayar dalam Surat Keputusan keberatan Jumlah yang telah dibayar oleh WP Jumlah utang Pajak yang masih harus dibayar Sanksi 50% Jumlah total yang harus dibayar kembali

Jumlah Utang Pajak yang harus : Rp 300.000.000,: Rp 100.000.000,- (-) : Rp 200.000.000,: Rp 100.000.000,- (+) : Rp 300.000.000,-

7. Permohonan Keberatan WP tidak diterima karena telah melewati batas akhir pengajuan Keberatan (17 Juni 2008). Langkah yang dapat diambil oleh WP adalah mengajukan permohonan Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan Pajak. 8. Hal-hal yang dapat menyebabkan dilakukannya pembayaran Imbalan Bunga kepada Wajib Pajak adalah: - Keterlambatan penerbitan SPMKP 1 bulan sejak: Permohonan WP diterima (pasal 17 UU KUP) Diterbitkan SKPLB (Pasal 17B) Diterbitkan SPPKP (Pasal 17C & 17D) - Keterlambatan penerbitan SKPLB (lebih dari 1 bulan setelah jangka waktu 12 bulan terlewati) sebagaimana ketentuan dalam Pasal 17B UU KUP karena melewati jangka waktu 12 bulan - Pengembalian kelebihan pembayaran pajak hasil: Keputusan Keberatan Putusan Banding - Pengembalian Sanksi Administrasi karena adanya Pengembalian Kelebihan Pajak hasil: Keputusan Keberatan Putusan Banding