Anda di halaman 1dari 4

TUMBUKAN

Dalam proses tumbukan antara dua benda, gaya yang terlibat, ketika kedua benda dilihat sebagai satu kesatuan, hanya gaya internal. Sehingga pada semua proses tumbukan, selama tidak ada gaya eksternal, total momentum sistem konstan. Untuk memudahkan kita cukup meninjau tumbukan dalam satu dimensi. Untuk kasus dua dan tiga dimensi, karena sifat vektorial dari momentum, hasilnya dapat diperoleh sebagai jumlahan vektor kasus satu dimensi. Ditinjau tumbukan antara partikel 1 dan 2, dengan massa m1 dan m2, dan besar kecepatan awal v1 dan v2, serta gaya tumbukannya secara langsung. Ketika tumbukan terjadi, partikel 1 memberi gaya ke partikel 2 sebesar 21, dan partikel 2 memberi gaya ke partikel 1 sebesar 12. Dari hukum Newton kedua, 12 = sehingga 1 = 12 dt . . . ( 1 ) Besaran integral di ruas kiri persamaan di atas juga disebut sebagai impuls yang diberikan oleh gaya 12. Untuk partikel kedua berlaku : 2 = 21 dt = - 12 dt . . .( 2 ) sehingga bila persamaan ( 1 ) dan ( 2 ) dijumlah, diperoleh : 1 - 0
=

( 1 + 2 ) = 0

( -

)=

( -

Persamaan di atas disebut dengan hukum kekekalan momentum. Dalam hal ini hukum kekekalan momentum menyatakan bahwa jumlah momentum benda sebelum tumbukan sama dengan jumlah meomentum benda setelah tumbukan.

JENIS-JENIS TUMBUKAN Peristiwa tumbukan antara dua buah benda dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu : tumbukan lenting sempurna tumbukan lenting sebagian tumbukan tidak lenting sama sekali
1

Perbedaan tumbukan-tumbukan tersebut dapat diketahui berdasarkan nilai koefisien tumbukan (koefisien restitusi) dari dua benda yang bertumbukan. Secara matematis, koefisien restitusi dapat dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut.

dengan, e = koefisien restitusi (0 e 1)

1. Tumbukan Lenting Sempurna Tumbukan antara dua buah benda dikatakan lenting sempurna apabila jumlah energi kinetik benda sebelum dan sesudah tumbukan tetap, sehingga nilai koefisien restitusi sama dengan 1 (e = 1). Sehingga pada tumbukan lenting sempurna berlaku hukum kekekalan momentum dan hukum kekekalan energi kinetik, persamaan yang digunakan adalah : dan

2. Tumbukan Lenting Sebagian Pada tumbukan lenting sebagian, hukum kekekalan energi kinetik tidak berlaku karena terjadi perubahan energi kinetik sebelum dan sesudah tumbukan. Sehingga hanya berlaku hukum kekekalan momentum saja dan koefisien restitusi tumbukan lenting sebagian mempunyai nilai diantara nol dan satu. dan

3. Tumbukan Tidak Lenting Sama Sekali Tumbukan antara dua buah benda dikatakan tidak lenting sama sekali sesudah tumbukan kedua benda menjadi satu (bergabung), sehingga kedua benda memiliki kecepatan sama yaitu v.

v1 = v2 = v Pada tumbukan tidak lenting sama sekali, jumlah energi kinetik benda sesudah tumbukan lebih kecil dibanding jumlah energi kinetik benda sebelum tumbukan. Jadi pada tumbukan ini terjadi pengurangan energi kinetik. Nilai koefisien restitusi pada tumbukan tidak lenting sama sekali adalah nol (e = 0). Sehingga pada tumbukan tidak lenting sama sekali berlaku persamaan matematis :

TUGAS MEKANIKA ANALITIK

TUMBUKAN

Disusun oleh : Khairunnisa Fitri Azzahra ( 10306144003 ) Desi Sulistyowati Faula Arina Rawi Pramusinta FISIKA - E ( 10306144007 ) ( 10306144020 ) ( 103061440 )

JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGATAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2011/2012