Anda di halaman 1dari 3

Drainase

Permukaan adalah sistem

drainase yang

berkaitan

dengan

pengendalian aliran air permukaan. Sistem drainase permukaan jalan berfungsi untuk mengalirkan air hujan atau genangan air secepat mungkin keluar dari permukaan jalan yang kemudian dialirkan melalui saluran samping menuju saluran pembuangan akhir. Sehingga dapat mencegah kerusakan pada

perkerasan jalan dan kerusakan lingkungan di sekitar jalan tersebut. Dalam merencanakan drainase jalan harus mempertimbangkan segi efiktifitas dan efisiensi dengan memperhatikan faktor ekonomis, faktor keamanan dan kemudahan dalam pemeliharaan sistem drainase tesebut. Pada prinsipnya sistem drainase permukaan terdiri dari kemiringan melintang perkerasan jalan dan bahu jalan, selokan samping, gorong-gorong, saluran penangkap.

Drainase permukaanDrainase permukaan ditujukan untuk menghilangkan air hujan dari permukaan jalansehingga lalu lintas dapat melaju dengan aman dan efisien, serta untukmenampung air tanah dan air permukaan yang menuju jalan. Fungsi yang lainadalah untuk membawa air menyeberang alinement jalan secara terkendali. Fungsidrainase ini memerlukan bangunan drainase melintang, seperti gorong-gorong dan jembatan. Disamping itu juga untuk meminimalkan penetrasi air hujan ke dalamstruktur jalan.

Permasalahan Drainase Perkotaan 1. Peningkatan debit Perubahan tata guna lahan yang selalu terjadi akibat perkembangan kota dapatmengakibatkan peningkatan aliran permukaan dan debit banjir. Manajemensampah yang kurang baik memberi kontribusi percepatan pendangkalan salurandrainase dan sungai. Kapasitas sungai dan saluran drainase menjadi berkurang,sehingga tidak mampu menampung debit yang terjadi, air meluap dan terjadigenangan. (Suripin 2004:226) 2. Peningkatan jumlah penduduk Meningkatnya jumlah penduduk perkotaan yang sangat cepat, merupakan akibatdari pertumbuhan maupun urbanisasi. Peningkatan jumlah penduduk selalu diikutioleh penambahan infrastruktur perkotaan, disamping itu peningkatan penduduk juga selalu diikuti oleh peningkatan limbah, baik cair maupun padat. (Suripin2004:226)

3. Amblesan tanah Amblesan tanah terjadi akibat pengambilan air tanah yang berlebihan,mengakibatkan beberapa bagian kota berada di bawah muka air laut pasang.Akibatnya sistem drainase gravitasi terganggu dan tidak dapat bekerja tanpapompa. (Suripin 2004:226) 4. Penyempitan dan pandangkalan saluran Penyempitan saluran drainase dipengaruhi oleh faktor peningkatan jumlahpenduduk (Suryokusumo 2008:81). Peningkatan jumlah penduduk yang sangatpesat mengakibatkan berkurangnya lahan untuk saluran drainase. Banyakpemukiman yang didirikan di atas saluran drainase sehingga aliran drainasemenjadi tersumbat. Sampah penduduk pun juga tidak jarang dijumpai di alirandrainase, terutama di perkotaan. Hal ini karena kesadaran penduduk yang rendahterhadap kebersihan lingkungannya 5. Limbah sampah dan pasang surut Saluran drainase di perkotaan kadang memilliki fungsi ganda, yaitu sebagai saluran drainase itu sendiri dan sebagai saluran irigasi, yang pada akhirnya akanmenimbulkan masalah tersendiri. Hal lain yang juga sering menjadi permasalahanpengelolaan infrastruktur ini adalah berkaitan dengan perbedaan sistem, dimensi,dan konstruksi drainase. Beberapa contoh perbedaan terkait pengelolaaan drainaseseperti yang dijelaskan oleh Suryokusumo (2008:81-82) adalah sistem drainase diwilayah hulu mempunyai sistem tertutup, sedangkan di wilayah hilir dengan sistemterbuka. Sementara itu, konstruksi drainase bersifat permanen sedangkan saluranirigasi bersifat teknis. Contoh lain yang lebih ekstrem adalah sistem drainase diwilayah hulu memliki dimensi yang besar, sedangkan di wilayah hulu dimensinya justu kecil, akibatnya muncul genangan dan luapan air dari jaringan drainase yangada. Crossing utilitas atau yang sering disebut tumpang tindih merupakanpermasalahan tersendiri bagi sektor drainase dengan utilitas lain seperti pipa airminum, pipa air limbah, dan kabel telekomunikasi. Arah saluran yang menujusungai juga bisa menjadi masalah tersendiri karena jika tidak terkendali justru akanmenjadi masalah baru bagi daerah yang secara geografis wilayahnya berada dibawah. Penambahan debit air sungai dari drainase akan berakibat munculnya banjirdi wilayah hilir.Banjir merupakan permasalahan yang paling sering dijumpai di kota-kota besar.Menurut Suripin (2004:10) akar permasalahan banjir di perkotaan berawal daripertambahan penduduk yang sangat cepat. Pertumbuhan penduduk di atas rata-rata pertumbuhan nasional, akibat urbanisasi. Pertambahan penduduk yang tidakdiimbangi dengan penyediaan sarana dan prasarana perkotaan yang memadai,mengakibatkan pemanfaatan lahan perkotaan menjadi acak-acakan. Hal inilah yangmenyebabkan persoalan drainase perkotaan menjadi sangat kompleks. Selain itupermasalahan-permasalahan tersebut juga disebabkan oleh tingkat kesadaranmasyarakat yang masih rendah dan tidak peduli dengan permasalahan yangdihadapi kota.Permasalahan lain yang dihadapi dalam pembangunan drainase di

perkotaanadalah lemahnya koordinasi dan sinkronisasi dengan komponen infrastruktur yanglain (Suripin 2004:12). Akibatnya sering dijumpai tiang listrik di tengah salurandrainase, dan pipa air bersih. Seringkali penggalian saluran drainase tidak sengajamerusak prasarana yang sudah ada atau yang ditanam dalam tanah. Biasanyakesalahan ini terjadi karena tidak adanya informasi yang akurat, dokumen yangtidak ada, atau perencanaan pematokan di lapangan tidak melibatkan instalasipengendali tata ruang.

solusi Drainase 1. Mengadakan penyuluhan akan pentingnya kesadaran membuang sampah 2. Membuat bak kontrol serta saringan agar sampah yang masuk ke salurandrainase dapat dibuang dengan cepat agar tidak terjadi endapan 3. Pemberian sanksi kepada siapapun yang melanggar aturan, terutama membuangsampah sembarangan, agar masyarakat mengetahui pentingnya manfaat salurandrainase 4. Peningkatan daya guna air, meminimalkan kerugian serta memperbaikikonservasi lingkungan 5. Mengelola limpasan dengan cara mengembangkan fasilitas untuk menahan airhujan, menyimpan air hujan maupun pembuatan fasilitas 6. Membuat saluran tambahan untuk mengurangi daerah tangkapan 7. Perbaikan dan normalisasi saluran drainase, serta mengembalikan fungsidrainase yang sesungguhnya 8. Pembuatan stasiun pompa dan kolam penampungan untuk menampung air hujanyang berlebih 9. Penambahan untuk pengadaan ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagairesapan air hujan, khususnya di perkotaan