Anda di halaman 1dari 8

I

Kelompok V XI IA 5 ( Gammabunta ) :

 Anisa Utami
 Muhammad Nashiruddin
 Salfianita
 Triyos Sutrisno

Visit http://mu2gammabunta.blogspot.com
Percobaan I

Alat dan Bahan :

Tali elastik Tutup Kaleng

2 buah kayu penahan

 Stopwatch
 Penggaris
Langkah kerja :

 Melubangi tutup kaleng dengan titik porsnya yaitu sepanjang ½ d, ¼ d, dan 1/5 d.
 Memasukan tali elastik ke lubang yang telah dibuat, dengan pertama-tama
memasukan ke titik poros di ½ d.
 Meletakan tutup kaleng tepat di tengah-tengah tali elastik.
 Mengikatkan ujung- ujung tali elastik tersebut dengan tali penahan.
 Memelintirkan tutup kaleng pada tali elastik ( supaya sama, semuanya dilakukan
sebanyak 60 pelintiran ). Lalu ditahan.
 Melepaskan tutup kaleng tersebut yang telah dipelintir sehingga tutup kaleng
tersebut melakukan gerak rotasi.
 Mengamati lama tutup kaleng tersebut berputar dalam pelintiran tersebut ( tutup
kaleng berputar dihitung waktunya saat berputar searah, jika kaleng tersebut
kemudian berputar ke arah yang sebaliknya, maka waktunya tidak dihitung ).
 Melakukan juga percobaan di atas pada tutup kaleng yang titik porosnya ¼ d dan
1/5 d, lalu mengamatinya.

Triyos dan Mumuh sebagai tukang pengikat Begini jadinya!!!!!

Ayo semua siap!!!! Ready Go!!!!!


Hasil Pengamatan :

Titik Poros ( cm ) Jumlah Pelintiran Lamanya Berputar ( s )


½d 60 kali 4,25
¼d 60 kali 9,88
1/5 d 60 kali 19,93

Dalam hasil pengamatan, hasil tersebut merupakan ketidakpastian karena mungkin


terdapat kesalahan- kesalahan seperti :

 Ketidaktelitian dalam mengukur titik poros.


 Kesalahan dalam perhitungan jumlah pelintiran.
 Ketidaktelitian dalam mengamati lamanya berputar tutup kaleng tersebut.

Percobaan II

Alat dan Bahan :

1. Tali elastik dari ban dalam


2. Kayu yang panjangnya 40 cm, kemudian tandai :
 ½ panjang kayu = 20 cm
 ¼ panjang kayu = 10 cm
 1/5 panjang kayu = 8 cm
3. 2 buah kayu penahan
4. Stopwatch
5. Penggaris
Langkah Kerja :

1. Menandai kayu yang panjang 40 cm sepanjang ½ p, ¼ p, dan 1/5 p.


2. Melipat tali elastik menjadi 2 bagian kemudian tiap ujungnya diikat dengan kayu
penahan sehingga tali tersebut tali tersebut terbagi menjadi dua utas tali yang
sama.
3. Meletakan kayu yang sudah ditandai tepat ditengah-tengah kedua tali tersebut.
Pertama-tama menggunakan titik poros yang ½ p, kemudian pelintir 60 pelintiran
lalu tahan.
4. Kemudian melepaskan kayu tersebut dan biarkan berputar.
5. Mengamati lama kayu tersebut berputar dalam pelintiran tersebut ( kayu berputar
dihitunh waktunya harus searah, jika kayu tersebut berputar ke arah sebaliknya,
maka waktunya tidak dihitung.
6. Melakukan juga percobaan diatas pada kayu yang titik porosnya ¼ p dan 1/5 p.

Siap, mulaaiiii!! ”Fose dulu!” kata Anisa

Hasil Pengamatan

Titik poros ( cm) Jumlah pelintiran Lamanya berputar ( s )


½p 60 kali 4,87
¼p 60 kali 21,48
1/5 p 60 kali 26,74

Setelah melakukan dua percobaan tersebut maka dapat


ditarik kesimpulan yaitu :
1. Benda akan mengalami gerak rotasi lebih cepat atau
lebih mudah jika diletakan di tengah suatu benda.
Dapat dikatakan juga bahwa titik porosnya ½ p
dengan p adalah panjang suatu benda. Jika titik
porosnya semakin mendekati tepi/ujung suatu benda
maka benda tersebut akan mengalami gerak rotasi
yang lebih lambat.
2. Setelah melakukan dua percobaan dengan benda
berbeda, maka dapat disimpulkan bahwa benda yang
lebih mudah atau lebih cepat dalam melakukan gerak
rotasi adalah tutup kaleng daripada katu/tongkat. Hal
ini dapat disebabkan oleh luas permukaan.

Serius bener Triyos nich!!! ”Susah banget ikatnya!!!”


”Duh keringatan nich!!!” ”Bagi minumnya dong!!!”