Anda di halaman 1dari 11

HIMPUNAN MAKALAH PATOFISIOLOGI GANGGUAN KELENJAR HIPOFISIS

DI SUSUN OLEH: NAMA NIM : HIJRAH AL KAUTSAR B : N11109101

Kelompok : I KELAS :B DISAJIKAN DALAM RANGKAIAN TUGAS MATA KULIAH PATOFISIOLOGI FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2012

BAB I PENDAHULUAN Sistem endokrin, bersama sistem saraf, memungkinkan komunikasi antara bagian-bagian yang terletak jauh di dalam tubuh. Terdapat tiga komponen dalam sitem endokrin: kelenjar endokrin yang mensekresikan pembawa pesan kimia ke dalam aliran darah; pembawa pesan kimia itu sendiri, yang disebit hormon; dan sel atau organ target yang berespons terhadap hormon tersebut. (1) Kelenjar endokrin adalah organ yang mensintesis, menyimpan, dan mensekresikan hormom ke dalam aliran darah. Terdapat banyak kelenjar endokrin di dalam tubuh, termasuk pankreas, tiroid, paratiroid, sebagian sel usus dari ginjal. (1) Kelenjar hipofisis terletak pada dasar otak di dalam sela tursica. Bersama dengan hipotalamus, kelenjar hipofisis berperan penting dengan mengendalikan fungsi sebagian besar kelenjar endokrin lainnya. (2) Kelenjar hipofisis terbagi atas dua bagian yaitu hipofisis anterior dan posterior. Hipofisis anterior, yang disebut juga adenohipofisis, terdiri atas jaringan non saraf. Hipofisis anterior secara antimis terpisah dari hipotalamus, tetapi secara fungsional berhubungan melalui suplai darah. Hipofisis anterior menerima darah melalui drainase vena dari hipotalamus. Ketika darah yang mengair dalam vena tiba-tiba masuk melalui jaringan kapiler lain dan bukan mengalir kembali ke vena kava, sistem ini disebut sistem vena portal. Dengan demikian, hopotalamus dan hipofisis anterior

yang dihubungkan oleh sistem aliran darah portal hipotalamus-hipofisis anterior. Karena telah digunakan oleh hipotalamus, darah dalam sistem ini kurang mengandung oksigen, tetapi kaya akan pesan hormonal yang diberikan oleh hipotalamus kedalam eminensia mediana. Dengan demikian, hipofisis anterior adalah organ target utama bagi hormon hipotalamus dengan melepaskan hormonnya sendiri. (1) Hipofisis posterior, yang juga disebut neurohipofis, adalah jaringan saraf sejati yang secara embriologis berasal dari hipotalamus. Pada hipofis posterior terdapat tiga bagian: eminensia mediana (kadang-kadang dianggap sebagai jaringan hipotalamus), tempat hipotalamus

mensekresikan anterior pituitary-relaesing hormon; natang infundibular yang menghubungkan hipotalamus mengirim kedua hormon ini ditonjolan akson melalui batang infundibular yang menghubungkan hipotalamus dengan hipofisis posterior; dan prosessus infundibular, yang merupakan ujung terminal hipofisis posterior. (1) Badan sel saraf di nukleus supraoptik dan paraventrikel hipotalamus mensintesis dua hormon: hormon antidiuretik, yang juga disebut vasopressin, dan oksitosin. Hipotalamus mengirim kedua hormon ini di tonjolan akson melalui batang infundibular ke prosesus infundibular. Hormon tersebut disimpan di sana sampai hipotalamus menstimulasinya untuk dilepaskan ke sirkulasi umum. Dengan demikian, hormon yang dilepaskan oleh hipofisis posterior berasal dari hipotalamus dan pelepasannya bergantung pada hipotalamus. (1)

Hormon adalah pembawa pesan kimia yang dilepaskan oleh kelenjar endokrin ke dalam sirkulasi. Setelah dilepaskan; hormon mengalir dalam darah dan mempengaruhi sel tubuh yang memiliki reseptor spesifik untuk hormon tersebut. Sel yang berespon terhadap hormon tertentu disebut sel target untuk hormon tersebut. Kebanyakan hormon yang mencakup semua hormon hipotalamus dan hipofisis, adalah hormon peptida. (1) Hormon-hormon yang dihasilkan oleh hipofisis anterior dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian kelompok. Kelompok pertama berupa hormon somatotropik yang meliputi hormon pertumbuhan (GH=

Somatotropin), prolaktin (Prl), laktogen plasenta (PL). Kelompok kedua berbentuk glikoprotein yaitu tirotropin (TSH); luteinizing hormon (LH), hormon pemacu folikel (FSH), dan gonadotropin plasenta manusia (HCG). Kelompook ketiga adalah kortikotropin (ACTH), melanotropin (MSH), lipoprotein (LPH), dll. (3) Berikut akan dijelaskan gangguan atau penyakit yang terjadi pada kelenjar hipofisis. I.I Tujuan Untuk mengetahui dan memahami patofisiologi sistem endokrin terutama gangguan yang terjadi pada kelenjar hipofisis

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Penyakit pada kelenjar hipofisis dibagi menjadi penyakit yang terutama bisa mengenai lobus anterior (adenohipofisis) atau lobus posterior (neurohipofisis). (2) Penyakit hipofisis anterior mendapat perhatian klinis karena

menyebabkan peningkatan atau penurunan sekresi hormon (masingmasing dinamakan hiperpituitarisme atau hipotuitarisme). Disamping kelainan endokrin, penyakit hipofisis anterior dapat pula bermanifestasi lewat efek massa lokal yang meliputi pembesaran sela tursika dalam pemeriksaan radiologi, kelainanan lapang penglihatan karena invasi tumor pada lintasan visual dan peningkatan tekanan intrakarnial. (2) Penyakit hipofisis posterior mendapatkan perhatian klinis karena menyebabkan peningkatan atau penurunan sekresi salah satu produk, misalnya ADH. (2) Adenoma Hipofisis (2) Produksi hormon hipofisa anterior yang berlebihan paling sering disebabkan oleh adenoma pada lobus anterior. Produksi berlebihan yang lebih jarang dijumpai terjadi karena kelainan primer hipotalamus dan kadang-kadang karena karsinama hipofisis anterior. Adenoma hipofisis fungsional biasanya terbentuk dari tipe sel yang tunggal dan memproduksi satu hormon dominan yang tunggal. Adenoma hipofisis dapat bersifat nonfungsional dan menyebabkan hipopituitarisme dengan

menghancurkan parenkim hipofisis normal yang berada di dekatnya. Sebagian besar adenoma hipofisis memiliki asal yang bersifat monoklonal, menunjukkan bahwa sebagian besar tumor tumbuh dari satu sel somatic tunggal. Defisiensi Hormon Pertumbuhan (1) Defisiensi hormon pertumbuhan adalah penurunan kadar GH yang bersirkulasi. Sebagian besar sel tubuh akan terpengaruh. Defisiensi GH biasanya diidentifikasi secara klinis hanya pada anak-anak. Defisiensi hormon pertumbuhan biasanya disebabkan oleh adenoma hipofisis dari jenis sel penghasil hormon hipofisis anterior lainnya. Defisiensi GH juga dapat terjadi akibat nekrosis hipoksis kematian akibat kekurangan O 2) dan inflamasi hiposis. Penyebab defisiensi GH juga dapat berada di tingkat hipotalamus, yang terjadi akibat malnutrisi, deprivasi tidur, atau stimulasi somatostatin yang dilepaskan selama periode stress fisik atau emosi yang berkepanjangan. Defisiensi GH juga dapat terjadi akibat abnormalitas genetic, akibat defek local yang terjadi secara congenital atau setelah infeksi atau trauma, atau akibat iradiasi kranial yang digunakan dalam terapi tumor otak atau untuk profilaksis leukemia. Penyakit Defisiensi Hormon pertumbuhan 1. Kekerdilan 2. Penurunan potensi pertumbuhan dapat terjadi pada anak-anak 3. Perubahan fungsi metabolik, termasuk resistensi insulin dan profil lipid abnormal, dapat terjadi pada anak-anak dan dewasa.

Kelebihan Hormon Pertumbuhan (1) Kelebihan hormon pertumbuhan adalah peningkatan kadar GH yang bersirkulasi. Peningkatan kadar GH menyebabkan peningkatan kadar GH somatedin dan peningkatan pertumbuhan tulang, kartilago, dan jaringan lain. Efek langsung GH pada pemecahan karbohidrat dan sintesis protein juga terjadi. Kelebihan hormon pertumbuhan biasanya disebabkan oleh tumor penskresi GH di hipofisis anterior. Penyakit kelebihan GH 1. Gigantisme, suatu penyakit kelebihan pertumbuhan longitudinal tulang skelet, dijumpai akibat kelebihan GH sebelum pubertas. 2. Akromegali; suatu penyakit proliferasi jaringan penyambung, dijumpai pada individu dewasa dengan kelebihan GH. Defisiensi Gonadotropin Defisiensi gonadotropin adalah penurunan kadar FSH dan LH yang bersirkulasi. Defisiensi gonadotropin biasanya disebabkan oleh tekanan tumor hipofisis dari jenis sel penghasil hormon lain terhadap sel penghasil gonadotropin. (1) Kadar gonadotropin dalam urine dapat diukur dengan

radioimmunoassay berdasarkan antibody spesifik terhadap gugus yang membeda-bedakan masing hormon-hormon hipofisis. (3) Prolaktinoma: (2) Prolaktinoma merupakan tumor hipofisi fungsional yang paling sering ditemukan. Sebagian besar berupa makroadenoma yang terbentuk dari

sel-sel asidofilik. Hiperprolaktinemia dapat terjadi karena penyebab lain di luar adenoma hipofisis yang mensekresikan Prl. Hiperprolatinemia fisiologik dapat terjadi pada kehamilan sewaktu kadar Prl serum meningkat selama hamil dam mencapai puncaknya saat melahirkan. Hiperprolaktinemia patologik dapat pula terjadi karena hiperplasia laktotrof yang disebabkan oleh gangguan proses inhibisi sekresi Prl normal oleh dopamin. Inhibisi dapat terjadi karena adanya kerusakan pada neuronneuron dopaminergik hipotalamus, terputusnya tangkai hipofisis, atau obat-obatan yang menyekat reseptor dopamin pada sel laktotrof. Sindrom Ketidaktepatan Hormon Antidiuretik (ADH): (1) Sindrom ketidaktepatan hormon ADH (syndrome of inappropriate DAH, SIDH) ditandi dengan adanya peningkatan pelepasan ADH darin hipofisis posterior tanpa adanya stimulus Peningkatan pelepasan ADH biasanya terjadi sebagai respon terhadap peninglatan osmolalitas plasma (penurunan konsentrasi air plasma) atau, penurunan tekanan darah dalam tingkat yang lebih ringan. Pada SIDH, ADH tinggi walaupun osmolalitas plasma rendah. Osmolallitas plasma terus berkurang karena ADH menstimulasi reabsorbsi air oleh ginjal. Pelepasan ADH berlanjut tanpa kontrol umpan balik walaupun osmolalitas plasma rendah dan volume darah meningkat. SIDH paling sering disebabkan oleh obat-obatan. Penyebab lain SID yang meliputi penyakit, cedera, atau tumor SSP, nyeri, stress, dan suhu yang ekstrem. Pembedahan dapat menyebabkan kemunculan SIDH

sementara. Tumor di luar SSP, terutama karsinoma bronkogenik, sering menghasilkan ADH secara ektopik. Diabetes Insipidus Diabetes insipidus adalah penyakit yang ditandai oleh penurunan produksi, sekresi, atau fungsi ADH. Istilah diabetes insipidus berhubungan dengan kualitas dan kuantitas urine: penyakit berkaitan dengan jumlah urine yang banyak, keruh, atau tawar. Tanpa ADH, tubulus koligen ginjal tidak dapat mereabsorbsi dan tidak dapat memekatkan urine. Diabetes insipidus dapat disebabkan oleh berkurangnya produksi ADH secara total atau parsil oleh hipotalamus, atau penurunan pelepasn ADH dari hipofisis posterior. Diabetes juga dapat disebabkan oleh ginjal yang tidak berespons terhadap ADH yang bersirkulasi karena berkurangnya resetor. Jenis diabetes ini disebut nefrogenik, yaitu berasal di ginjal. Penyebab diabetes insipidus nefrogenik meliputi, sifat resesif terkait-X dan genetik, penyakit ginjal, hipokalemia, dan hiperkalsemia.

BAB III PENUTUP III.I Kesimpulan Kelenjar hipofisis terletak pada dasar otak di dalam sela tursica. Bersama dengan hipotalamus, kelenjar hipofisis berperan penting dengan mengendalikan fungsi sebagian besar kelenjar endokrin lainnya. Kelenjar hipofisis terbagi atas dua bagian yaitu hipofisis anterior dan posterior. Gangguan pada kelenjar hipofisis antara lain adenoma hipofisis, defisiensi defisiensi hormon pertumbuhan, kelebihan dan hormon sindrom pertumbuhan, ketidaktepatan

gonadotropin,

prolaktinoma,

hormon antidiuretik (diabetes insipidus).

DAFTAR PUSTAKA 1. Corwin, Elizabeth J. 2009. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC 2. Mitchell, dll. 2009. Buku Saku Dasar Patologis Penyakit. Edisi ke-7. Jakarta: EGC 3. Departemen Farmakologi FK UI. 2009. Farmakologi dan Terapi. Edisi ke-5. Jakarta: Balai Penerbit FK UI