Anda di halaman 1dari 20

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Guru merupakan jabatan profesi yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Dalam pelaksanaanya, guru dituntut memiliki berbagai keterampilan atau kreativitas mengajar, strategi belajar mengajar yang tepat, dan kemampuan melaksanakan evaluasi yang baik. Dengan wawasan yang luas diharapkan guru mampu memperhitungkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi dengan pertimbangan kondisi sekarang dan pengalaman masa lalu. Tujuan ini adalah agar guru dapat memahami bahwa dalam melaksanakan fungsi dan perannya merupakan fasilitator pendidikan, guru diharapkan mempunyai kemampuan dan kreativitas dalam menjalankan kegiatan mengajar sebagai transforming science kepada siswa sebagai penerima dan pengembang ilmu yang telah diberikan oleh guru selama kegiatan pengajaran berlangsung di dalam kelas. Pengembangan variasi mengajar merupakan suatu hal yang harus dimiliki seorang pendidik, yang mana dengan kemampuan mengembangkan variasi mengajar, pendidik mampu menciptakan suasana belajar yang diinginkan oleh peserta didik sehingga mereka mampu menyerap pelajaran dengan baik. Namun, di sisi lain faktor kebosanan yang disebabkan oleh adanya penyajian kegiatan belajar yang monoton mengakibatkan perhatian, motivasi dan minat siswa terhadap pelajaran menurun. Untuk itu diperlukan adanya keanekaragaman dalam penyajian variasi mengajar. 1.2 Batasan Masalah Pengertian variasi mengajar Tujuan variasi mengajar Pengaplikasian variasi mengajar didalam kelas

1.3 Rumusan Masalah Apa yang dimaksud dengan variasi mengajar? Apa Tujuan variasi mengajar? Bagaimana pengaplikasian variasi mengajar didalam kelas ?

[1]

1.4 Tujuan Penulisan Karya Ilmiah 1.4.1 Tujuan khusus Adapun tujuan khusus dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas individu membuat makalah yang berjudul Penerapan variasi belajar dalam mata pelajaran teknik otomotif 1.4.1 Tujuan Umum Adapun tujuan umum dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaplikasian variasi belajar dalam mata pelajaran teknik otomotif.

[2]

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Variasi Mengajar Pengertian variasi menurut kamus istilah populer adalah selingan, selang-seling, atau pergantian. Sedangkan menggunakan variasi diartikan sebagai perbuatan guru dalam konteks proses belajar mengajar yang bertujuan mengatasi kebosanan siswa, sehingga dalam proses belajar mengajar, siswa senantiasa menunjukkan ketekunan, keantusiasan, serta berperan serta secara aktif. Variasi dapat berwujud perubahan-perubahan atau perbedaanperbedaan yang sengaja diciptakan atau dibuat untuk memberikan kesan yang unik. Dalam proses belajar mengajar ada variasi apabila guru dapat menunjukkan adanya perubahan dalam gaya mengajar, media yang berganti-ganti, dan ada perubahan dalam pola interaksi antara guru-siswa dan siswa-siswa. Variasi lebih bersifat proses daripada produk. Soetomo (1993) mengemukakan bahwa mengadakan variasi dalam proses pembelajaran dapat diartikan sebagai perubahan cara/gaya penyampaian yang satu kepada cara/gaya penyampaian yang lain dengan tujuan menghilangkan kebosanan/kejenuhan siswa saat belajar sehingga menjadi aktif berpartisipasi dalam belajarnya. Hal senada dikemukakan oleh Hamid Darmadi (2010): variasi dalam kegiatan pembelajaran merujuk pada tindakan dan perbuatan guru yang disengaja ataupun secara spontan dengan maksud meningkatkan perhatian siswa selama pelajaran berlangsung. Dari pendapat tersebut dapat saya disimpulkan bahwa keterampilan mengadakan variasi adalah penyampaian materi ajar dengan berbagai cara/gaya yang dilakukan guru yang bertujuan untuk menghilangkan kebosanan/kejenuhan siswa sehingga siswa menjadi aktif dan berpartisipasi dalam belajarnya.

2.2 Tujuan Variasi Mengajar Penggunaan variasi mengajar adalah untuk menarik perhatian para anak didik agar lebih berkonsentrasi kepada pelajaran yang diberikan oleh guru. Tujuan tersebut dapat adaah:
[3]

1.

Meningkatkan dan Memelihara Perhatian Siswa terhadap Relevandi Proses Belajar Mengajar. Perhatian siswa dalam pelajaran yang diberikan oleh guru selama proses pembelajaran amat penting karena mempengaruhi keberhasilan tujuan belajar mengajar yang ditunjukan oleh penguasaan materi pelajaran pada setiap siswa. Indikator penguasaan siswa terhadap materi pelajaran adalah terjadinya perubahan didalam diri siswa.

2.

Memberikan kesempatan Kemungkinan Berfungsinya Motivasi Siswa tidak akan belajar dengan baik dan tekun jika tidak ada dorongan kuat yang menggerakan siswa tersebut , dorongan tersebut disebut Motivasi. Oleh sebab itu motivasi memegang peranan penting dalam belajar. Motivasi setiap siswa berbeda terhadap suatu bahan pelajaran , oleh karena itu seorang guru selalu ingin memberikan motivasi terhadap siswa yang kurang memberikan perhatian terhadap materi pelajaran yang diberikan.
Motivasi dapat dibedakan berdasarkan timbulnya yaitu : Motivasi Intrinsik, motivaasi yang timbul dari diri sendiri Motivasi Ekstrinsi yaitu motivasi yang timbul akibat dorongan dari pihak luar dirinya

Masalah akan muncul apabila ada siswa yang tidak ada motivasi di dalam dirinya, maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya sangat diperlukan, dan peranan guru pada saat seperti ini sebagai alat yang mendorong manusia untuk berbuat dan sebagai arah yang menentukan arah perbuatan dan alat unttuk menyeleksi perbuatan. 3. Membentuk sikap positif terhadap guru dan sekolah Tanggap siswa kepada gurunya bermacam-macam, masalah akan muncul apabila ada siswa tertentu yang kurang senang terhadap gurunya , yang mengakibatkan bidang pelajaran yang dipegang oleh guru tersebut menjadi tidak disenangi.

[4]

Ketidaksukaan siswa terhadap guru tersebut mungkin terjadi karena : - guru tersebut kurang bervariasi dalam mengajar atau - gaya mengajar guru tidak sejalan dengan gaya belajar siswa., - guru kurang dapat menguasai keadaan kelas - guru gagal menciptakan suasana belajar yang membangkitkan kreatifitas dan kegairahan belajar siswa Hal ini kurang menguntungkan guru. Oleh sebab itu jadilah guru yang bijaksana adalah guru yang pandai menempatkan diri dan pandai mengambil hati siswa dengan cara mempunyai gaya mengajar dan pendekatan yang sesuai dengan psikologis siswa misalnya disela-sela pelajaran selalu diselingi humor dengan pendekatan edukatif. 4. Memberikan Kemungkian Pilihan dan Fasilitas Belajar Individual Seorang guru dituntut untuk mempunyai berbagai ketrampilan yang mendukung dalam proses beajar mengajar. Penguasaan metode pelajaran yang dituntut kepada guru tidak hanya satu atau dua metode , tetapi lebih banyak lagi. Selain itu, seorang guru harus menguasai tiga ketrampilan meliputi : Metode Media Pendekatan

Apabila seorang guru mengusai ketiga ketrampilan tersebut diatas, maka guru tersebut sangat mudah melakukan pengembangan variasi mengajar untuk mencipkan lingkungan belajar yang kondusif.

[5]

Fasilitas merupakan kelengkapan yang diperlukan disekolah. Fasilitas dapat berfungsi sebagai :
Sebagai alat bantu pengajaran Sebagai alat peraga Sebagai sumber belajar

Kelengkapan fasilitas belajar tersebut mempengaruhi guru dalam pemilihan metode pengajaran.

5. Mendorong Anak Didik untuk Belajar Seorang guru harus menyediakan lingkungan belajar, kewajiban siswa adalah belajaar, kedua kegiatan tersebut menyatu dalam sebuah interaksi pengajaran yang disebut interaksi edukatif. Lingkungan pengajaran yang kondusif adalah lingkungan yang mampu mendorong anak didik untuk selalu belajar hingga berakhirnya kegiatan belajar mengajar. Belajar memerlukan motivasi sebagai pendorong bagi anak didik adalah motivasi intrinsik yang lahir dari kesadaran akan pentingnya ilmu pengetahuan.Anak didik yang kurang senang menerima pelajaran tidak harus terjadi , karena hal itu sangat menghambat proses belajar mengajar, oleh sebab iu guru harus menciptakan lingkungan belajar yang mampu mendorong anak didik untuk senang dan bergairah belajar. Untuk hal ini , cara akurat yang seharusnya dilakukan guru adalah mengembangkan variasi belajar, baik dalam gaya mengajar,dalam penggunaan media dan bahan pelajaran. 2.3 Pengaplikasian variasi mengajar didalam kelas Lingkungan yang kondusif dan menyenangkan dalam suasana belajar sangat diperlukan agar dapat menggariahkan belajar siswa dan merangsang siswa menjadi aktif.

[6]

1.

Prinsip - prinsip penggunaan variasi mengajar adalah sebagai berikut : Dalam menggunakan keterampilan variasi sebaiknya semua variasi digunakan , selain juga harus ada variasi penggunaan komponen untuk setiap jenis variasi. Semua itu untuk mencapai tujuan belajar.

2. Menggunakan variasi secara lancar dan berkesinambungan , sehingga saat proses belajar mengajar yang utuh tidak rusak, perhatian anak didik dan proses belajar tidak terganggu 3. Penggunaan komponen variasi harus benar benar terstruktur dan direncanakan oleh guru. Karena itu memerlukan penggunaan yang luwes , spontan , sesuai dengan umpan balik yang diterima oleh siswa. Bentuk umpan balik ada dua yaitu :
a. Umpan balik tingkah laku yang menyangkut perhatian dan keterlibatan siswa. b. Umpan balik informasi tentang pengetahuan dan pelajar.

a.

Langkah penerapan didalam kelas

Variasi Gaya Mengajar Variasi ini meliputi variasi suara , variasi gerakan anggota badan, dan variasi perpindahan posisi guru dalam kelas. Bagi anak didik , variasi tersebut dilihat sebagai suatu yang energik, antusias, bersemangat, dan semuanya memiliki relevansi dengan hasil belajar. Perilaku guru seperti itu dalam proses belajar mengajar akan menjadi dinamis dan mempertinggi komunikasi antara guru dan anak didik, menolong penerimaan bahan pelajaran dan memberi stimulasi .
Variasi gaya mengajar ini adalah sebagai berikut :

1)

Variasi Suara Tekanan atau intonasi serta volume suara yang digunakan guru selama proses pembelajaran, hendaknya tidak monoton. Tapi perlu divariasikan, kadang intonasinya rendah, bila perlu dirubah agak tinggi, dan pada saat meminta
[7]

perhatian dalam suasana kelas ramai atau rebut dibutuhkan intonasi tinggi. Intonasi tinggi bukan berarti marah. Perubahan intonasi suara dari waktu ke waktu dibutuhkan agar tidak terkesan datar. Kadang perlu intonasi yang menyejukan. Pada saat yang lain mungkin dibutuhkan karena adanya penekanan tertentu atau bagian penting dari pelajaran, guru merubah intonasi suara menjadi lebih tgas. Jadi perubahan intonasi disini dimaksudkan untuk menysuaikan dengan kondisi kelas atau pemenuhan kebutuhan siswa.

2)

Pemusatan Perhatian Pada saat memberikan penjelasan kepada siswa, guru tahu bahwa ada bagianbagian penting yang harus dicatat atau diingat secara khusus oleh siswa. Guru melakukan perubahan tertentu, misalnya dengan volume suara dan mimik serius guru mengatakan anak-anak coba diperhatikan gambar ini, sambil menunjuk bagian tertentu pada gambar yang ditampilkan. Bagian paling tinggi ini dinamakan puncak gelombang, pada titik ini terjadi simpangan terbesar. Bila belum seluruh siswa yang memberikan perhatian, pada bagian yang dianggap guru penting, guru mengatakan perhatian, perhatian , anak-anak semuanya lihat ke depan, guru memberi tanda khusus pada bagian yang dia anggap penting tersebut. Mungkin guru melingkari, memberi tanda berbeda dengan bagian lainnya, atau mungkin menebalkan bagian penting dimaksud. Sehingga menarik perhatian siswa.

3)

Kesenyapan

Perpindahan topik pembicaraan, perubahan strategi, pernggantian media pelajaran, atau pemberian waktu sejenak kepada anak untuk berpikir setelah diberi tugas, selayaknya diberi jedah waktu. Namanya jedah, tentu waktu tersebut tidak lama, cukup beberapa saat saja, supaya kosentrasi siswa tidak bubar. Jedah waktu tersebut disebut dengan istilah kesenyapan.

[8]

Jedah waktu atau kesenyapan dibutuhkan agar siswa tidak mernyimpan pertanyaan, kok tiba-tiba sudah berganti topik? Apa maksud Ibu/ Bapak guru ya? Kenapa bapak/ Ibu guru mundar mandir aja ya? Jedah waktu membantu guru dan siswa untuk lebih menikmati manfaat variasi yang dilakukan.

4)

Mengadakan Kontak pandang Selama proses pembelajaran berlangsung, pasti terjadi kontak pandang antara guru dengan siswa. Tapi kontak pandang yang dimaksudkan di sini adalah, kontak pandang dengan siswa atau kelompok tertentu. Pada saat guru ingin meyakinkan bahwa siswa pasti bisa menjawab pertanyaan, guru memandang siswa sejenak dengan maksud member kekuatan mental. Kontak pandang juga bermanfaat dalam memberikan perhatian khusus kepada siswa yang berkelakuan menyimpang di kelas. Untuk menghentikan tingkah anak atau kelompok yang mengganggu ketentraman kelas, sejenak guru memandang satu per satu siswa tersebut sebelum menyampaikan teguran halus. Guru juga bisa memanfaatkan kontak pandang untuk meyakinkan diri bahwa siswa benar-benar telah mengerti dengan apa yang dijelaskan. Setelah menjelaskan bagian materi tertentu atau memberikan contoh soal, guru bertanya apa kalian sudah paham? sambil memandangi anak secara bergantian. Karena mata bisa jujur mengungkap rahasia hati, dia masih bingung atau sudah mengerti sering terlihat dari mata anak.

5)

Gerakan badan dan Mimik Mimik dan gerakan anggota badan dapat membantu guru mengatasi masalah kebosanan anak dalam belajar. Guru mrmperlihatkan muka serius pada saat menjelaskan. Begitu menjawab pertanyaan anak berubah ramah dan santun, Begitu melihat anak sukses melakukan aktivitas yang ditugaskan kepadanya, guru memperlihatkan mimik senang dan bangga.

[9]

Perubahan mimik muka bermanfaat di dalam mengatasi rasa jenuh, bosan atau takut atau tegang.Karena mimik muka guru saat mengajar berdampak secara psikologis terhadap anak. Ibarat seorang artis atau public figure lainnya, guru sebaiknya tidak memperlihatkan kesedihan, kekecewaan, atau marah di hadapan siswa. Sebaliknya mimic muka bersahaja, senang, bangga dengan anak akan menumbuhkan motivasi belajar pada anak. Variasi gerak tubuh juga dibutuhkan, sehingga tidak terkesan gerakan guru sebagai gerakan sebuah robot. Anggukan, gekengan, acuangan jempol, senyuman dan gerakan tubuh lainya harus ditampilkan secara bergantian.sehingga menarik bagi anak.

6)

Pergantian Posisi Guru Rombongan belajar di Indonesia pada umumnya jumlahnya besar, lebih kurang 40 orang. Tempat duduk kebanyakan disusun berjejer ke samping dan ke belakang. Semua anak berhak mendengarkan penjelasan, mendapatkan perhatian dan mengamati media dengan jelas. Oleh sebab itu guru harus memenuhi hak mereka tersebut antara lain dengan mendatangi mereka sesekali ke sampimg atau ke belakang. Jadi kadang kala guru berafa di depan, lalu pindah ke tengah dan pindah lagi ke belakang. Begitu seterusnya sepanjang kegiatan pembelajaran. Jadi guru tidak hanya berada di depan atau hanya menghadap papan tulis saja selama mengajar.

a. Variasi Penggunaan Media Fisika termasuk dalam kelompok ilmu yang berasal dari alam, hasil pengamatan terhadap gejala dan kejadian di sekitar bahkan di dalam diri manusia. Dengan karakter tersebut banyak sekali tersedia media pembelajaran di sekitar siswa. Guru tinggal memilih media mana yang paling tepat digunakan untuk materi ajar yang akan diberkan. Diri dan pengalaman siswa dapat menjadi media pembelajaran. Misalnya untuk mengajarkan pengertian dasar otomotif, yang berbicara tentang motor
[10]

bakar, guru dapat meminta pengalaman anak pada saat berada di kendaraan yang dikendarai, dimana bensin dimasukkan dan kendaraan dapat bergerak.Dua orang anak bisa diminta ke depan untuk melakukan peragaan tentang bagaimana proses yang terjadi didalam ruang bakar. Diantara media-media yang disebutkan di atas dan media jenis lain yang belum disebutkan, media digolongkan sebagai berikut: 1) Media yang dapat dilihat Media jenis ini hanya dapat dipandang oleh siswa. Media-media yang tergolong media ini antara lain slide proyektor, power point, charta, gambar, model, dan miniatur. 2) Media yang dapat didengar Jenis media kedua adalah media yang dapatn didengar. Suara yang diperdengarkan mungkin tentang komunikasi dua orang atau lebih yang direkam. Suara tersebut kemungkinan juga penjelasan atau narasi yang berkaitan dengan materi pelajaran. Media yang termasuk dalam kategori ini adalah radio, tape recorder, MP3, MP4, dan media sejenis lainnya. 3) Media yang dapat didengar dan dilihat Karena melibatkan dua indra manusia, penggunaan yang benar dalam kegiata pembelajaran tentu akan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan media pertama dan kedua. Media pelajaran yang termasuk dalam kategori ini adalah video, film, dan program simulasi. 4) Media yang dapat diraba dan dimanipulasi Media yang termasuk dalam kategori ini jauh lebih baik dari ketiga media yang disebutkan sebelumnya. Karena siswa dapat berinteraksi dengan media tersebut. Media yang termasuk dalam kategori ini adalah set peralatan eksperimen, set peralatan demonstrasi, dan program simulas interaktif. Program simulasi interaktif berbeda dengan program simulasi saja, karena program ini menyediakan menu yang dapat diisi oleh siswa. Jadi ada interaksi antara siswa dengan media tersebut.
[11]

Guru dapat memilih satu, dua atau lebih media di dalam suatu pertemuan pembelajaran. Misalnya untuk mengajar pembiasan cahaya guru menggunakan set eksperimen yang akan dilaksanakan berkelompok. Pada saat member pengarahan cara menggunakan alat guru menggunakan power point atau OHP atau Charta. Untuk penyampaian informasi lain guru memanfaatkan papan tulis dan spidol. Sehingga ada variasi dan siswa tidak bosan belajar.

b. Variasi Pola Interaksi dan Kegiatan Siswa Kegiatan pembelajaran adalah proses mencari ilmu, keterampilan dan pembentukan sikap. Proses yang baik akan memberikan pembelajaran yang efektif. Dimana dalam waktu yang sudah ditetapkan didapatkan hasil maksimal. Proses yang baik tergambar dari interaksi yang terjadi selama proses pembelajaran. Interaksi-interaksi yang dikembangkan oleh guru di dalam kegiatan pembelajaran, mengacu pada empat interaksi; yaitu interaksi siswa-guru, gurusiswa, siswa-siswa, dan siswa media pembelajaran. Imteraksi tersebut dikembangkan lewat beberapa pola interaksi yang ditata oleh guru. Dalam hal ini guru menjadi sutradara. Guru dapat memilih, menggabungkan, menggunakan scara bergantian pola-pola berikut: 1) Diskusi Kelas Pola interaksi ini tepat digunakan pada saat membuka, menutup, memberikan penjelasan-penjelasan penting yang harus diketahui dan dipahami oleh semua anak, mencari kesepakatan, merangkum dan membuat kesimpulan. Seharusnya pola ini tidak digunakan sepanjang proses pembelajaran, karena terlalu lama menggunakan ini bisa berakibat muncul kejenuhan pada sebagian siswa. Pola diskusi kelas dapat dikombinasikan dengan pola lain dengan strategi yang disesuaikan dengan karakter anak dan kondisi kelas pada saat pembelajaran berlangsung.
[12]

2) Diskusi Kelompok Diskusi kelas dapat dikombinasikan dengan diskusi kelompok. Pada diskusi kelompok kesempatan untuk aktif benjadi lebih besar. Terutama bagi siswa yang pemalu dan pendiam. Di dalam kelompok kecil siswa bertukar pikiran hanya dengan beberapa orang teman, sehingga komunikasi menjadi lebih efektif. Diskusi kelompok yang direncanakan secara matang, akan

memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan diskusi kelas. Apalagi kalau guru bisa menjalankan perannya sebagai fasilitator, motivator, dan mediator. Menggabungkan diskusi kelompok dengan presentasi membantu guru menyatukan pendapat siswa melalui pendapat mereka sendiri. Jadi pada satu sisi anak lebih paham, pada sisi lain tugas guru menjadi lebih ringan. 3) Demonstrasi Menarik perhatian siswa, membuat siswa lebih mudah memahami konsep-konsep fisika yang diajarkan, dan menghidupkan suasana kelas dapat dilakukan guru melalui bantuan demonstrasi. Bila guru menguasai tatacara demonstrasi dan cekatan di dalam memperagakan atau trampil dalam menggunakan alat, membantu anak cepat menyerap materi ajar. Guru dapat melibatkan anak di dalam melakukan demonstrasi. Guru dapat memilih strategi demonstrasi yang cocok dengan karakter anak dan kondisi kelas. Kegiatan demonstrasi yang dilengkapi dengan latihan tentang konsep-konsep fisika dan aplikasinya, diharapkan memberikan hasil yang lebih baik. Jadi ada tindak lanjut dari demonstrasi yang dilakukan. 4) Pembelajaran perorangan Selama proses pembelajaran berlangsung semua siswa berhak untuk mendapatkan perhatian khusus dari guru. Di dalam kelas biasanya ada anak yang butuh bantuan khusus untuk bisa aktif di dalam diskusi kelas dan diskusi kelompok. Untuk itu guru perlu mendorong anak tersebut agar
[13]

berani mengemukakan pendapat di forum diskusi kelas maupun diskusi kelompok. Walaupun guru sedang menerapkan diskusi kelas atau diskusi kelompok, anak yang terlalu aktif perlu disadarkan untuk berbagi kesempatan dengan temannya. Sebaliknya anak yang terlalu pasif harus didorong supaya menjadi aktif berpartisipasi. Dengan kata lain pendekatan pribadi harus tetap ada di tengah pendekatan klasikal dan kelompok. Sepanjang kegiatan pembelajaran diharapkan guru trampil

menvariasikan atau mengkombinasikan pendekatan klasikal, kelompok dan perorangan. Agar siswa tidak bosan, guru memanfaatkan waktu secara efektif, dan tujuan pembelajaran trcapai denga cara lebih mudah.

[14]

2.4 Contoh Rencana Pembelajaran

Rencana Mengajar ( DTMO )

Bidang Studi Materi Pokok Sub Pokok Materi Satuan Pendidika Kelas/ Semester Waktu

: Dasar Teknik Mekanik Otomotif : Motor bakar : Motor 4 tak dan 2 tak : SMK : X Semester 1 : 45 menit

Standar Komptensi Menerapkan konsep dasar motor bakar dan prinsip kerja dari motor bakar. Kompetensi Dasar Menganalisis cara kerja motor bakar

Indikator Pencapain
1. Memahami pengertian motor bakar 2. Mengkaji bagaimana prinsip kerja dari motor bakar 3. Melakukan penelitian sederhana yang berhubungan dengan motor bakar

Tujuan Pembelajaran Siswa mampu


1. Menjelaskan pengertian dari motor bakar 4. Memberikan penjelasan bagaimana prinsip kerja dari motor bakar [15]

2. Menerapkan penelitian sederhana yang berhubungan dengan motor bakar.

Materi Pelajaran 1. Perpindahan kalor secara konduksi

Uraian materi terlampir !! Kegiatan Pembelajaran No 1 Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Keterampilan Kontak pandang

Sejenak memperhatikan seluruh Membalas salam siswa secara bergantian dan mengucapkan salam. Mendekati siswa yang terlihat belum siap mengikuti pembelajaran. Mengajukan pertanyaan Rahmi, sudah siap untuk belajar? Menjawab pertanyaan guru

Variasi posisi

4 5

Menyampaikan materi dan tujuan Menyimak apa yang pembelajaran disampaikan guru Mengajukan pertanyaan tentang Menjawab pertanyaan guru pengaruh dari bahan bakar yang tidak sempurna dan menunggu beberapa saat untuk memberi kesempatan kepada siswa memikirkan jawaban. Bila siswa tidak ada yang menjawab, guru melemparkan pertanyaan pada siswa tetentu Menyampaikan strategi pembelajaran dan mencatat halhal penting di papan tulis Menyimak penjelasan guru Pola interaksi

Menyampaikan penjelasan umum Menyimak penjelasan guru tentang prinsip kerja dari motor bakar 4 tak dan 2 tak Mendemonstrasikan percobaan Memperhatikan peragaan

Variasi media dan metode Variasi metode

[16]

tentang motor bakar 10 Mengajukan pertanyaan Menjawab pertanyaan guru kecepatan mana yang lebih tinggi antara motor bakar 2 tak dan 4 tak Mengajukan pertanyaan kenapa terjadi perbedaan kecepatan antara motor bakar 4 tak dan 2 tak? Menjelaskan bahwa proses langkah kerja dari motor 2 tak lebih cepat dari motor 4 tak, sehingga motor 2 tak memiliki kecepatan yang lebih ketimbang motor 4 tak Variasi posisi Variasi pola interaksi

11

Memberikan tanggapan dengan mendekati anak tersebut lalu menepuk-nepuk pundaknya sambil mengucapkan tepat sekali!! 12

Menanyakan siswa yang belum Bertanya tentang materi yang Kelompok mengerti dengan materi pelajaran tidak dimengerti atau kurang dipahami Memberi kesempatan kepada Mencoba menjawab pertanyaan siswa lain untuk menjawab temanya. Bila jawaban yang diberikan benar, guru mengucapkan ya tepat sekali Perorangan

13

Menanyakan aplikasi komponen Anto Menjawab pertanyaan Klasikal yang menyebabkan prinsip motor guru dengan menyebutkan bakar dapat merubah energy secara benar aplikasi tersebut. panas menjadi energy gerak sehingga dapat bergerak ? Guru mengatakan karena Menerima dengan senang jawabannya benar, bapak akan memberikan hadiah untuk anto . Memberikan hadiah sambil tersenyum 14 perorangan

Mengajukan sejumlah pertanyaan Mencatat dan mengerjakan Klasikal tentang hal apa yang belum latihan (bila waktu sudah habis, dimengerti oleh murid . mengerjakan sebagai Pekerjaan
[17]

Rumah) 15 Menutup pelajaran Mengucapkan salam menutup

Alat dan Sumber Belajar Alat white board, spidol, penghapus, power poin atau OHP, alat Muschenbroek, kapas, spiritus, korek api, lilin, stopwatch. Sumber:
1. Buku modul dasar-dasar otomotif

2. Sumber berupa LKS

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan Variasi mengajar sangat diperlukan dalam proses belajar mengajar . Komponenkomponen variasi menajar seperti variasi gaya mengajar, variasi media, dan bahan ajaran dan variasi interaksi , mutlak dikuasi oleh guru untuk menggairahkan belajar anak didik dalam waktu relatif lama dalam suatu pertemuan kelas

[18]

DAFTAR PUSTAKA
Drs Syaiful Bahri Djamara dan Drs Aswan Zain; Strategi Belajar Mengajar, :Penerbit Rhineka Cipta, Cetakan ke tiga , Agustus 2006, Jakarta Prof. Dr. Nana Syaodih Sukmadinata,; Landasan Psikologis Proses Pendidikan,;Penerbit PT Remaja Rosdakarta, Cetakan ke dua, Oktober 2004, Bandung. Roestiyah N K; Strategi Belajar Mengajar ; Penerbit Rhineka Cipta, Cetakan ke tujuh , Maret 2008, Jakarta Moh Uzer Usman dan Lilis SEtiawati; Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar, ,;Penerbit PT Remaja Rosdakarta, Cetakan pertama, 1993, Bandung. Ibrahim, Perencanaan Pengajaran, Rineka Cipta, Jakarta, 2003 Hamalik, O, Psikologi Belajar dan Mengajar, Sinar Baru, 1992 Tohirin, Psikologi Pembelajaran PAI, Rineka Cipta, Jakarta, 2005 Prof. Dr Azhar Arsyad,M.A , Media Pembelajaran, PT Rajagrafindo, edisi ke 9 , 2007. Jakarta
[19]

[20]