Anda di halaman 1dari 5

ANDONGAN DAN TEGANGAN TARIK KONDUKTOR Pendahuluan Penarikan atau peletakan kawat konduktor pada tiang tiang menara

a transmisi harus memperhatikan faktor-faktor keamanan untuk mencegah timbulnya kecelakaan. Bentangan kawat konduktor diatas permukaan tanah harus memiliki jarak aman terhadap obyek obyek dibawahnya seperti bangunan, manusia maupun kendaraan yang melintas dibawahnya. Disamping itu kawat konduktor jika dipasang pada tiang-tiang menara transmisi akan mengalami berbagai tekanan yang dapat mengubah konduktor dari keadaan aslinya, hal ini disebakan oleh pengaruh temperatur, tegangan tarik, dan faktor usia konduktor. Misalkan sebuah kawat dibentangkan diantara dua buah tiang seperti terlihat dalam gambar dibawah ini, maka kawat tidak akan mengikuti garis lurus, melainkan akan melengkung kebawah, ini dinamakan andongan (sag).

Andongan ini ditimbulkan oleh berat kawat itu sendiri, dan besarnya andongan ditentukan oleh berat dan panjang kawat. Berat kawat akan menimbulkan tegangan tarik. Jika tegangan tarik terlalu besar dapat menimbulkan kawat menjadi putus. Tegangan tarik tergantung dari berat kawat dan beban-beban lain yang bekerja pada kawat seperti angin, es, dan temperatur kawat. Tegangan tarik akan menyebabkan kawat bertambah panjang yang besarnya bergantung pada modulus elastisitas kawat dan panjang kawat itu sendiri, Disamping itu perubahan temperatur yang dialami oleh kawat akan menyebabkan kawat memuai atau menyusut, yang mana besarnya bergantung pada perubahan temperatur, koefisien muai dan panjang kawat itu sendiri. Panjang kawat bergantung pada panjang gawang (span) dan besarnya andongan. Sebaliknya andongan sendiri bergantung pada tegangan tarik, panjang kawat dan temperatur kawat. Tegangan kerja sistem (kV) yang dikenakan pada kawat umumnya tinggi sehingga jika andongan besar dapat menimbulkan bahaya bagi obyek lain yang berada dibawah kawat tersebut. Menurut normalisasi yang berlaku tinggi kawat diatas tanah antara 7 8 meter. Dengan demikian dalam merencaakan pembentangan kawat harus memperhitungkan 2 ha penting yaitu : (1) tegangan tarik tidak boleh melebihi tegangan tarik yang diizinkan pada keadaan apapun. Tegangan maksimum akan terjadi pada temperatur terendah dan ada beban angin. (2) Jarak kawat ketanah tidak boleh lebih kecil dari jarak terkecil yang diizinkan.

Andongan terbesar terjadi pada temperatur maksimum dan pada beban maksimum. Kawat konduktor telanjang (bare conductor) biasanya agak sedikit fleksibel dan memiliki berat yang uniform di sepanjang kawat, sehingga berdasarkan karakteristiknya, maka kawat konduktor ini jika dibentangkan akan membentuk garis rantai (catenary). Bentuk carenary ini akan berubah jika terjadi perubahan temperatur, pembebanan, angin, dan es yang bekerja pada konduktor tersebut, oleh karena itu untuk menjamin faktor keamanan maka perlu diketahui catenay konduktor untuk segala kondisi pada saat perancangan saluran transmisi. Perbedaan ketinggian struktur titik penopang konduktor akan mempengaruhi bentuk garis rantai konduktor. Bentuk garis rantai secara khusus akan mempengaruhi besarnya tegangan tarik dan andongan pada konduktor, oleh karenanya harus didefinisikan terlebih dahulu melalui persamaan matematika catenary. Andongan pada titik penopang kawat sama tinggi Misalkan sebuah kawat konduktor dibentangkan pada dua buah titik penopang kawat yang memiliki ketinggian sama, sehingga bentuk garis rantai ditunjukkan dalam gambar dibawah ini.

Bentuk garis rantai merupakan fungsi dari berat konduktor persatuan panjang (w), panjang gawang (S), komponen tegangan tarik horizontal (H), dan andongan maksimum(D). Persamaan eksak catenary memakai fungsi hiperbolik. Relatif terhadap titik rendah kurva catenary, maka ketinggian konduktor y(x) diberikan melalui persamaan sebagai berikut : 2 w H w( x ) y ( x) = cosh x 1 H w 2H

Dengan mensubsitusikan x = S/2, maka persamaan pendekatan andongan diperoleh melalui persamaaan sebagai berikut :
2 H wS w( S ) cosh 1 = W 8H 2H Komponen tegangan tarik horizontal konduktor H adalah sama dengan tegangan tarik konduktor pada titik garis rantai dengan kemiringan horizontal, dalam kasus ini terletak pada titik tengah panjang gawang. Pada ujung gawang, tegangan tarik konduktor (T) adalah sama dengan komponen tegangan tarik horizontal ditambah dengan berat konduktor persatuan panjang dikali dengan andongan. T = H + wD

D=

Panjang konduktor L(x) yan terukur sepanjang konduktor dari titik rendah kesalah satu ujung sisi penopang adalah : H x 2 (w 2 ) wx L( x) = sinh = x1 + w 6H 2 H Dengan x = S/2 maka panjang total konduktor sepanjang gawang adalah : S 2 (w 2 ) 2H Sw L= sinh = S 1 + w 24 H 2 2H Persamaan parabolik panjang konduktor dapat juga diekspresikan sebagai fungsi andongan D sebagai berikut : 8D 2 L=S+ 3S Slack konduktor adalah selisih perbedaan antara panjang konduktor dan panjang gawang yang dapat dihitung sebagai berikut : w2 2 8 L S = S 3 24 H 2 = D 3S Slack konduktor mempunyai satuan perunit panjang, yang sering diekspresikan sebagai persentase relatif slack terhadap panjang gawang. Persamaan andongan yang merepresentasikan slack dapat dipeoleh sebagai berikut : 3S ( L S ) D= 8 Andongan pada titik penopang kawat yang tidak sama tinggi Pada prakteknya sering dijumpai keadaan lokasi didaerah daerah yang berlembah atau memiliki kemiringan tanah sehingga ketinggian menara penopang kawat tidak sama. Pada dasarnya perhitungan andongan dalam kasus ini sama dengan penggunaan persamaan catenary untuk titik penopang kawat yang sama tinggi., hanya saja gawang dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian sebelah kiri mulai dari titik rendah gawang ke ujung titik penopang kiri dan bagian sebelah

kanan mulai dari titik rendah gawang ke ujung titik penopang kanan seperti ditunjukkan dalam gambar dibawah ini.

Misalkan jarak horizontal antara kedua titik penopang kawat adalah S, jarak vertikal antara kedua titik penopang h, jarak langsung antara kedua buah titik penopang adalah S1, maka ketinggian konduktor y(x) relatif terhadap titik rendah konduktor diberikan oleh persamaan : w w( x 2 ) H y ( x) = cosh x 1 = H w 2H Jarak horizontal disebelah kiri dari titik rendah ke titik penopang kiri adalah : S h 1 + 2 4D Jarak horizontal disebelah kanan dari titik rendah ke titik penopang kanan adalah : xL = S h 1 2 4D Andongan pada titik tengah garis rantai D, didekati dengan persamaan andongan untuk panjang gawang horizontal. Panjang total konduktor dapat dihitung dengan persamaan : 2 3 3 w L = S + xR + xL 6H 2 Untuk besarnya andongan pada sub gawang sebelah kiri dan kanan masingmasing dihitung dengan persamaan : xR =

wx L DL = 2H

DR =

wx R 2H

Atau dapat digunakan persamaan yang berhubungan dengan andongan pada titik tengah gawang D dan jarak vertikal diantara kedua titik penopang kawat h, yaitu : h D L = D 1 + 4D
2

h D R = D 1 4D Tegangan tarik maksimum konduktor adalah : TL = H + wDL TR = H + wD R Pembebanan es pada konduktor Jika konduktor terselimuti lapisan es, maka berat konduktor persatuan panjang meningkat. Apabila lapisan es sangat berat maka tegangan tarik konduktor bertambah secara signifikan dan dapat menimbulkan putusnya konduktor atau struktur penopang kawat patah. Oleh karena itu kondisi tegangan tarik konduktor yang tinggi perlu dipertimbangkan dalan desain saluran transmisi.