Anda di halaman 1dari 5

Kecoa mungkin menjadi salah satu serangga yang paling banyak berhubungan dengan manusia.

Anda tentunya amat sering bertemu dengan binatang ini di rumah bukan? Hati-hati lho, jika kecoa suka keluyuran di dalam rumah, karena itu pertanda bahwa rumah Anda kotor. Oya? Ya, kecoa adalah serangga perombak bahan organik, dan amat menyukai bahan-bahan yang berbau tajam (mungkin juga busuk atau sedang mengalami proses pembusukan). Ciri kecoa amat khas: bertubuh pipih, kepala "nyungsep" di bawah pronotumnya yang melebar, berwarna coklat, antenanya panjang, dan kakinya ditumbuhi duri-duri. Pernah dihinggapi kecoa? Bagaimana rasanya? Dijamin, Anda pasti bergidik....jijik sekaligus geli.

Jumlah spesies kecoa cukup beragam: hingga kini tercatat lebih dari 4.500 spesies kecoa telah diidentifikasi. Kecoa yang digolongkan ke dalam ordo Blattaria ini dapat dibagi menjadi lima famili, yaitu Cryptocercidae, Blattidae, Blatellidae, Blaberidae, dan Polyphagidae.

Kecoa adalah serangga yang bermetamorfosis secara sederhana, yaitu akan melewati tahap hidup telur, nimfa (kecoa muda yang mirip dengan induknya, kecuali sayapnya belum berkembang), kemudian menjadi kecoa dewasa. Kecoa betina membawa sekumpulan telur di dalam sebuah kantung telur (ootheca) yang digendongnya di ujung abdomennya. Kemampuan reproduksi kecoa cukup tinggi. Spesies Periplaneta americana misalnya, sanggup bertelur sebanyak kurang lebih 700 butir per tahun.

Seperti lazimnya organisme pemakan bahan organik, kecoa membutuhkan organisme simbion berupa bakteroid yang hidup nyaman di mycetocytes di dalam jaringan lemak tubuh, dan mereka terikat saling menguntungkan (simbiosis mutualistik). Bakteroid ini memperoleh perlindungan di dalam tubuh kecoa, sedangkan bakteroid menyediakan vitamin yang dibutuhkan oleh kecoa. Contoh endosimbion kecoa adalah Blattabacterium yang menghuni Badan Lemak kecoa genusCryptocercus.

Bagi manusia, kecoa adalah serangga yang berbahaya. Beberapa spesies kecoa diketahui menularkan penyakit pada manusia. Misalnya, kecoa Jerman (Blatella germanica) dan kecoa Asia (B. asahinai) dapat menularkan patogen Toxoplasma gondiiyang dapat menular melalui hewan ternak/ peliharaan. Di samping itu, kecoa juga membawa Salmonella dan E.coli yang menjadi pencemar makanan yang menyebabkan keracunan makanan dan diare. Pengendalian kecoa gampang-gampang susah, karena beberapa penelitian telah menunjukkan gejala perkembangan resistensi pada beberapa spesies setelah disemprot dengan pestisida. Artinya, kemampuan adaptasinya terhadap tekanan lingkungan cukup baik. Salah satu strategi termudah adalah menjaga lingkungan rumah tetap bersih dan juga kering, karena kelembaban udara juga menjadi pemikat kecoa untuk singgah. Daun salam, potongan jeruk lemon atau mentimun, dan lumatan bawang putih diketahui mampu mengusir kecoa. Silakan dicoba, meskipun.....berhasil atau tidak, silakan ditanggung sendiri yah.....

Tetapi, bagaimanapun juga, beberapa spesies kecoa mempunyai beberapa fungsi yang secara ekologis menguntungkan. P. americana adalah perombak bahan organik. Kita bisa membayangkan jika kotoran manusia, sisa-sisa nasi dan sayur, kayu-kayu busuk, dan semacamnya tidak segera dihancurkan, lantas apakah bumi kita sanggup menampun "sampah" yang sedemikian banyak itu? Nah, sekarang, kita melihat mereka dari sisi mana?

Regard, Nugroho Susetya Putra (Tulisan ini adalah ringkasan dari artikel yang terbit di Majalah SERANGGA volume 1 nomor 1 Tahun 1, November 2010)

Periplaneta americana (Sumber: www.dirtdoctor.com)

HUBUNGAN KARAKTERISTIK RUMAH DAN PERILAKU PENGENDALIAN VEKTOR TERHADAP KEPADATAN KECOA DI PERUMAHAN PONDOK RANDU GEDHE PENGKOL JEPARA TAHUN 2006
SUNARTI, CICILIA (2006) HUBUNGAN KARAKTERISTIK RUMAH DAN PERILAKU PENGENDALIAN VEKTOR TERHADAP KEPADATAN KECOA DI PERUMAHAN PONDOK RANDU GEDHE PENGKOL JEPARA TAHUN 2006. Undergraduate thesis, Diponegoro University. PDF - Published Version 30Kb

Preview Official URL: http://www.fkm.undip.ac.id

Abstract
Kecoa merupakan serangga ordo Dyctioptera dengan populasi dan mobilitas vektor kecoa yang tinggi. Kebiasaan kecoa berkeliaran akan menebarkan mikroorganisme patogen yang dibawanya. Penelitian tentang kecoa yang meliputi fauna dan berbagai aspek yang berkaitan dengan biologik, bionomik dan peranannya dalam penularan panyakit di Indonesia masih tergolong langka, padahal data-data survei vektor kecoa dapat dijadikan pedoman dalam

upaya pengendalian suatu wabah penyakit yang diperankan oleh kecoa. Karakteristik rumah dan perilaku manusia diduga sangat erat hubungannya dengan kepadatan kecoa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik rumah dan praktik pengendalian vektor terhadap tingakt kepadatan kecoa rumah di Perumahan Pndok Randu gede Pengkol Kabupaten Jepara. Penelitian ini merupakan penelitian analitik, yang dilakukan dengan metode survei dengan pendekatan Cross sectional. Sampel penelitian ani adalah semua kecoa rumah yang tertangkap serta perilaku penghuni rumah yang terdapat di Perumahan Pondok Randu Gedhe Pengkol Kabupaten Jepara yang berjumlah 62 rumah. Pengendalian vektor kecoa dilakukan dengan cara fisik sebesar 57%, cara mekanis sebesar 26% sedangkan 17% belum melakukan pengendalian vektor tersebut. Dari hasil ini ternyata pengendalian secara fisik paling disukai karena paling efektif. Berdasarkan analisis bivariat didapatkan hubungan yang signifikan antara karakteristik rumah dan perilaku pengandalian vektor denga kepadatan kecoa di Perumahan Pondok Randu Gedhe Pengkol Kabupaten Jepara. Kata Kunci: Karakteristik rumah, perilaku kecoa RELATION OF HOUSE CHARACTERISTIC AND BEHAVIOR OF VEKTOR OPERATION OF TO DENSITY OF KECOA AT HOUSING PONDOK RANDU GEDHE PENGKOL JEPARA YEAR OF 2006 Cokroach represent insect of ordo Dyctioptera with population and mobility of high vektor. Habit of kecoa gallivante disperse of brought patogen microorganism. Research about kecoacovering fauna and various aspect related to bilogik, bionomik and its role in infection of disease in Indonesia still partained rereness, though datas survey kecoa vektor can be made guidance in the effortoperation a disease epidemic played the part of by kecoa. House characteristic and behavior of human being anticipated very hand in glove its relation with density of kecoa. Intention of this research is to know house characteristic relation and behavior operation of vektor to storey; level density of house kecoa at Housing Pondok Randu Gedhe Pengkol Sub-Province of Jepara. This research represent analytic research, which conducted survey method with approach of cross sectional. This researcj sample is all house kecoa and also behavior of unmate which there are at Housing Pondok Randu Gedhe Pengkol Sub-Province of Jepara. Operation of kecoa vektor conducted by physical equal to 57%, way of mechanical equal to 26% while 17% not yet conducted operation of vektor. Of this result in the reality operation physically most taken a fancy to because most effective. Result of research indicate that there are relation which is signifikan between house characteristic and behavior of operation of vektor with density of kecoa at Housing Pondok Randu Gedhe Pengkol Sub-Province of Jepara Keyword : Charactheristic House, Behavior, Kecoa Item Type: Thesis (Undergraduate) Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine Faculty of Public Health > Department of Public Health 9967 admin FKM undip

Divisions: ID Code: Deposited By: Deposited

04 May 2010 10:06

On: Last Modified: 04 May 2010 10:06