Anda di halaman 1dari 6

Pengaruh Ketidakseimbangan Pembebanan Pada Trafo Distribusi

Posted on 15 October 2012by Endi Sopyandi

Pendahuluan Ketidakseimbangan beban pada suatu sistem distribusi tenaga listrik selalu terjadi dan penyebab ketidakseimbangan tersebut adalah pada beban-beban satu fasa pada pelanggan jaringan tegangan rendah. Akibat ketidakseimbangan beban tersebut muncullah arus di netral trafo. Arus yang mengalir di netral trafo ini menyebabkan terjadinya losses (rugi-rugi), yaitu losses akibat adanya arus netral pada penghantar netral trafo dan losses akibat arus netral yang mengalir ke tanah. Ketidakseimbangan Beban Yang dimaksud dengan suatu keadaan di mana : -Ketiga vektor arus / tegangan sama besar. -Ketiga vektor saling membentuk sudut 120 satu sama lain. Sedangkan yang dimaksud dengan keadaan tidak seimbang adalah keadaan di mana salah satu atau kedua syarat keadaan seimbang tidak terpenuhi. Kemungkinan keadaan tidak seimbang ada 3 yaitu: - Ketiga vektor sama besar tetapi tidak membentuk sudut 120 satu sama lain. - Ketiga vektor tidak sama besar tetapi membentuk sudut 120 satu sama lain. - Ketiga vektor tidak sama besar dan tidak membentuk sudut 120 satu sama lain.

keadaan

seimbang

adalah

Gambar (a) menunjukkan vektor diagram arus dalam keadaan seimbang. Di sini terlihat bahwa penjumlahan ketiga vektor arusnya (IR, IS , IT) adalah sama dengan nol sehingga tidak muncul arus netral (I). Sedangkan pada Gambar (b) menunjukkan Nvektor diagram arus yang tidak seimbang. Di sini terlihat bahwa penjumlahan ketiga vektor arusnya (IR, IS, IT ) tidak sama dengan nol sehingga muncul sebuah besaran yaitu arus netral (IN) yang besarnya bergantung dari seberapa besar faktor ketidakseimbangannya. Akibat Ketidakseimbangan Pembebanan Trafo Distribusi Sebagai akibat dari pembebanan yang tidak seimbang pada trafo maka akan menimbulkan rugi-rugi (losses) energi diantaranya 1. Losses (rugi-rugi) Akibat Adanya Arus Netral Rugi ini terjadi karena ada arus yang lumayan cukup besar mengalir penghantar netral sebagai akibat dari ketidakseimbangan beban antara tiap-tiap fasa pada sisi sekunder trafo (fasa R, fasa S, fasa T). Arus yang mengalir pada penghantar netral trafo ini menyebabkan losses (rugi-rugi). Losses pada penghantar netral trafo ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

2. Losses (rugi-rugi) Akibat Adanya Arus Grounding Ketidakseimbangan beban juga mengakibatkan adanya arus yang mengalir pada penghantar grounding (pentanahan), Besarnya daya yang hilang akibat arus grounding ini adalah sebagai berikut:

Menentukan Besaran Ketidakseimbangan Beban pada tiap Fasa (Analisa Pembebanan)

Referensi : Pengaruh Ketidakseimbangan Beban Terhadap Arus Netral dan Losses pada Trafo Distribusi Julius S, Tabrani Machmudsyah, Yanuar Isnanto

Losses
Untuk perhitungan losses pada jaringan distribusi, dilakukan perhitungan yang lebih sederhana menggunakan rumus sbb: A. Sistem 3 Phase 3 Kawat dan 3 Phase 4 Kawat Beban di Ujung (Seimbang)

Dimana: I = Arus beban yang mengalir pada jaringan (Ampere) R = Resistansi jaringan (Ohm/Km) L = Panjang Jaringan (Km) LLF = Loss Load Factor LLF merupakan koefisien yang yang diperhitungkan dalam menghitung susut sebagai perbandingan antara rugi-rugi daya rata-rata terhadap rugi daya beban puncak. LLF = 0,3 LF + 0,7 (LF)2 Dimana LF = Load Factor sistem Region B. Sistem 3 Phase 3 Kawat dan 3 Phase 4 Kawat Beban di Tengah dan di Ujung (Seimbang)

Dimana: I = Arus beban yang mengalir pada jaringan (Ampere) R = Resistansi jaringan (Ohm/Km) L = Panjang Jaringan (Km) LLF = Loss Load Factor LDF = Load Density Factor (0,625) C. Sistem 3 Phase 3 Kawat dan 3 Phase 4 Kawat Beban Merata (Seimbang)

Dimana: I = Arus beban yang mengalir pada jaringan (Ampere)

R = Resistansi jaringan (Ohm/Km) L = Panjang Jaringan (Km) LLF = Loss Load Factor LDF = Load Density Factor (0,333)