Anda di halaman 1dari 16

SISTEM PEMANCAR

Pengetahuan Praktis
JWPradana

8/8/2012

MC-GROWACK PUBLISHER, 2012

Jwpradana

PT MAC SARANA DJAYA

DAFTAR ISI
Pendahuluan Antenna Transmission Line (Feeder) Power Divider and Combiner VSWR (Voltage Standing Wave Ratio) RTWP (Received Total Wide Band Power) Apendix Daftar Pustaka 2 2 5 7 8 11 13 15

www.gsm4baby.blogspot.com

Page 1

Jwpradana

PT MAC SARANA DJAYA

I.

PENDAHULUAN.

I dunia Telco terutama dibidang yang berhubungan dengan pemancaran radio frequency, pasti terdapat spesifikasi teknis yang selalu dijadikan acuan baik tidak nya suatu system yang dibangun. Spesifikasi tersebut adalah VSWR/SWR. VSWR adalah komponen spesifikasi tertua di dunia pemancaran radio, VSWR adalah komponen penting untuk mengetahui seberapa andal suatu system (feeder + Antenna) mampu menyerap daya (Power) yang dihasilkan oleh suatu transmitter. Jika daya dicerap 100% oleh system maka VSWR dihasilakan oleh alat ukur adalah 1:1. Pertanyaan yang mendasar adalah apa sesungguh nya VSWR itu ? kenapa harus ada ? dan bagaimana alat ukur mendeteksi VSWR ? sebera besar transmission line (Fedeer) dan Antenna mempengaruhi VSWR ? Agar pembaca memahami secara integral dan tidak sepotong-sepotong maka diperlukan pembahasan tiap bagian komponen dari suatu system pemancar. Dan komponen utama nya adalah Antenna, Fedeer, Splitter dan combiner.

II.

ANTENNA

ntenna adalah bagian terpenting dari suatu system pemancaran, antenna berfungsi seperti garputala. Frequency yang dipancarkan atau dilalukan melalui transmission line/feeder (coaxial) pada akhirnya akan beresonansi melalui antenna. Gerakan arus bolak-balik di antenna akan menghasilkan gelombang elektromagnetic yang kemudian akan dihantarkan melalui udara ke antenna penerima.

Apa yang dimaksud gelombang electromagnetic ? Elektromagnet adalah gelombang magnetik yang dihasilkan akibat adanya arus bolak-balik, dimana terjadi di Antenna yang mengakibatkan terjadinya gelombang elektromagnetik, yang kemudian merambat melalui udara bebas. Gelombang elektromagnetik memiliki komponen Listrik dan komponen magnet yang saling tegak lurus dan merambat sejajar dengan arah rambatan. Bidang datar dari komponen medan listrik disebut sebagai Polarisasi Antenna. Jika bidang datar dari medan listrik ini

www.gsm4baby.blogspot.com

Page 2

Jwpradana

PT MAC SARANA DJAYA tegak lurus terhadap bumi maka Antenna disebut memiliki Polarisasi Vertical. Dan jika sejajar dengan bumi maka dikatakan memiliki Polarisasi Horisontal.

Polarisasi Antenna Penerima harus sama dengan Polarisasi antenna Pemancar, jika antenna penerima memiliki Polarisasi Horisontal sedangkan antenna pemancar memiliki polarisasi vertical (di sebut sebagai saling tegak ) maka antenna penerima tidak akan mampu mencerap gelombang eletromagnetic yang diterima. Loss akibat polarisasi yang tidak sama ini disebut sebagai Cross Polarization Loss nilai nya adalah 20 dB. Mobile Telecommunication Antenna pada umumnya menggunakan Polarization Vertical. Radiasi yang dipancarkan oleh antenna tidak merata ke semua arah, sebagai contoh antenna dipole 1/2 akan memancarkan energi dengan bentuk donat dan tidak berbentuk bola.

(1) Gain Antenna Antenna adalah peralatan passive, artinya hanya meneruskan power yang diterimanya tanpa adanya penguatan (Gain). Tetapi radiasi pemancaran dari antenna bisa difokuskan (dikonsentrasikan) di arah tertentu dan konsentrasi dari energy yang dipancarkan ini disebut sebagai Gain Atenna. Dan nilai gain yang didapat adalah jika dibandingkan dengan omni antenna yang memancarkan energy yang sama disemua arah horisontal. Analoginya bisa digambarkan seperti dibawah ini, bahwa lampu senter akan terlihat lebih terang jika di arahkan (difokuskan) ke subyek dibandingkan bola lampu dengan posisi yang sama dengan watt yang sama.

www.gsm4baby.blogspot.com

Page 3

Jwpradana

PT MAC SARANA DJAYA

Antenna Gain dalam rumus diatas tanpa satuan (unitless). Pada umumnya satuan gain dari antenna yang ada dipasaran menggunakan satuan logaritmis (decibel atua dB). Berikut adalah satuan yang umum digunakan : dBi : menggunakan antenna Isotropic (ant. Teoritis) Sebagai reference dBd : Menggunakan antenna dipole sebagai reference

Hubungan antara dua satuan tersebut diatas adalah sebagai berikut :

(2) EFFECTIVE RADIATED POWER ERP dan EIRP adalah satuan radiated power yang dipancarkan oleh antenna, karena sangat sulit mengukur besaran radiasi yang dipancarkan sebuah antenna maka dipergunakanlah sebuah antenna referensi (ideal antenna). ERP (Effective Radiated Power), Radiasi power sebuah antenna yang dibandingkan dengan antenna dipole. EIRP (Effective Isotropic Radiated Power), Radiasi power sebuah antenna yang dibandingkan dengan antenna teoritis (Isotropic Antenna).

Hubungan dari satuan-satuan tersebut adalah sebagai berikut :

www.gsm4baby.blogspot.com

Page 4

Jwpradana

PT MAC SARANA DJAYA (3) RADIATION PATTERN Adalah Gambaran Radiasi dari antenna yang di plot diatas kertas Polar (jaring laba-laba), Radiasi dari antenna digambarkan dalam dua posisi : (a) Horisontal Pattern : Gambaran Radiasi terhadap fungsi Arah (Azimuth) yaitu Utara, Selatan, Timur dan Barat. (b) Vertical Pattern : Gambaran Radiasi Antenna terhadap Fungsi Elevasi Antenna (ZAxis)

Fungsi utama dari radiation pattern untuk engineer adalah untuk mengetahui karakteristik dari antenna, berapa degree main lobe dari antenna tersebut, besaran main lobe ini menentukan seberapa besar estimasi coverage yang akan didapatkan secara actual.

III.

TRANSMISSION LINE (FEEDER)


Feeder adalah komponen terpenting kedua setelah antenna, ada banyak pabrikan feeder saat ini terutama setelah terbuka nya negeri tirai bambu (China) ke dalam perdangan global. Beberapa pabrikan yang dikenal sekarang adalah Andrew, NK, LGP, dll. Sangat sulit untuk

www.gsm4baby.blogspot.com

Page 5

Jwpradana

PT MAC SARANA DJAYA menentukan feeder mana yang terbaik dari sisi performance, hal ini disebabkan karena feeder adalah komponen pasive. Artinya feeder hanya meneruskan apapun yang dilewatkan kepadanya tanpa interupsi atau tambahan apapun sepanjang tidak ada cacat secara phisical pada feeder itu sendiri. Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa pada umumnya feeder ditempatkan di posisi yang terkena terpaan langsung dari udara terbuka. Sehingga faktor utama untuk melihat apakah feeder tersebut dikatakan lolos performance adalah : a. Ciri Phisik, ketebalan dari tembaga inti kabel (inner Conductor), tembaga pelindung (outer Conductor) dan PVC jaket pelindung. Khusus untuk PVC jaket pelindung harus diperhatikan jenisnya dan ketebalannya. Jenis PVC menentukan penempatan kabel yang diijinkan, dibawah ini standard yag dipergunakan di AS,

Sumber : Andrew

b. Standard bending,specifikasi ini diperlukan untuk melihat seberapa besar tekukan yang diijinkan tanpa mempengaruhi bentuk phisik dan VSWR peformance dari feeder tersebut. Berikut contoh dari Bending radius dari feeder merk ANDREW.

c. Feeder VSWR, standard umum yang digunakan adalah satu (1). www.gsm4baby.blogspot.com Page 6

Jwpradana

PT MAC SARANA DJAYA d. Feeder Loss, tergantung dari jenis feeder yang digunakan serta ukuran dari feeder (1/2, 7/8, 1 etc) tersebut akan menentukan performance terhadap fungsi dari frequency yang dilalukan.

IV.

POWER DIVIDER & COMBINER Untuk keperluan indoor coverage, dimana area yang diperlu dicover cukup luas dan terbagi dalam beberapa storage atau segment. Maka diperlukan komponen passive yang mampu membagi power yang ditransmisikan dari Transmiter ke seluruh antenna yang ada. Berikut adalah jenis dari power divider : a. Splitter/Power Divider, alat ini akan membagi power sama besar ke semua port output. Pada umum nya Power spiltter memiliki dua (2) , 3 (Tiga) atau 4 (empat) port Output.

b. Tapper/ Coupler, Memiliki fungsi yang sama dengan power splitter tetapi power dibagi tidak sama antara satu port output dengan port output yang lain. Ada tiga jenis tapper yaitu tapper 4/1, tapper 10/1 dan tapper 15/1.

www.gsm4baby.blogspot.com

Page 7

Jwpradana

PT MAC SARANA DJAYA Hal terpenting dari komponen passive ini adalah bahwa standard VSWR max. Adalah 1,2. Hal kedua yang perlu diperhatikan daya kerja maximum yang diperbolehkan (pada umumnya antara 150 -250 Watt). c. Combiner, adalah passive komponen yang akan menggabungkan beberapa frequency kedalam satu singgle output. Beberapa spesikasi penting dari combiner ini adalah : i. Power Handling ii. Return Loss (VSWR) iii. Isolation Between Inputs iv. Loss v. 3rd Order Modulation Diperlukan bab khusus untuk membahas spesifikasi dari combiner ini, dikarenakan menyangkut detail teknis yang terlalu dalam yang jauh dari implentasi praktis dilapangan. Untuk saat ini yang perlu diperhatikan adalah spesifikasi return loss yang sangat berkaitan dengan VSWR dari system secara keseluruhan.

V.

VSWR (Voltage Standing Wave Ratio) Pada topik-topik yang telah dibahas sebelumnya diketahui bahwa setiap komponen passive yang terpasang pada suatu system pemancaran (Transmission System) memiliki standard VSWR masing-masing sesuai spesifikasi yang dikeluarkan oleh pabrikan. Penjelasan teoritis tentang VSWR tidak lagi dibahas pada bahasan saat ini, bagi yang berminat untuk mengulang kembali sebagai pengingat dipersilahkan melihat di www.gsm4baby.blogspot.com . Yang akan dibahas saat ini adalah bagaimana melakukan analitis praktis di lapangan untuk menentukan apakah VSWR terukur bisa diterima atau tidak. Dibawah ini adalah flow chart untuk meneliti VSWR untuk peralatan passive yang terpasang :

www.gsm4baby.blogspot.com

Page 8

Jwpradana

PT MAC SARANA DJAYA

START

Check Antenna VSWR (tanpa feeder dan jumper)

Bandingkan dengan antenna specification

VSWR ant_terukur < VSWR ant_spec TIDAK YA Konversi VSWR terukur ke Return Loss

REJECT antenna

RL ant_terukur

Check DTF Cable (Feeder + Jumper) tanpa antenna

SWR < 1.05 TIDAK YA


Check Attenua tion Ca bl e+Jumper

REJECT feeder+jumper

Lc_terukur, bandingkan dengan hasil perhitungan

Lc_terukur > Lc_perhitungan YA TIDAK Check VSWR system (antenna+feeder+jumper) convert ke Return Loss

REJECT feeder+jumper

RLsystem Bandingkan dengan perhitungan RL system_cal = RL ant_terukur + 2*Lc terukur

Contoh perhitungan : Suatu system pemancar dengan diagram seperti dibawah ini :

www.gsm4baby.blogspot.com

Page 9

Jwpradana Spesikasi komponen terpasang sebagai berikut : Komponen Antenna Feeder Konektor Jumper Merk LGP Andrew Andrew Andrew Spesifikasi 15 dbi Gain; VSWR max. 1.5 LDF5-7/8; Loss 4.36 dB/100m VSWR Max 1.05 Insertion Loss 0.2 dB 1M Loss 0,07 dB

PT MAC SARANA DJAYA

Quantity 1 100 4 2

1. Lakukan pengukuran VSWR Antenna langsung dengan site master, hasil nya harus lebih kecil dari spesifikasi. Jika tidak maka antenna tersebut tidak sesuai spesifikasi (Rejected) 2. Konversikan VSWR antenna ke Return Loss (RL), dalam contoh VSWR = 1.5 RL = - 14 dB Gunakan Tabel pada appendix 1 atau gunakan rumus dibawah ini :

3. Langkah ke-2, lakukan DTF terhadap feeder , VSWR terukur harus < 1.05. Bandingkan hasil pengukuran DTF (Lc_Terukur) dengan hasil perhitungan Loss berdasarkan spesifikasi (Lc_Perhitungan).

Lc_Terukur < Lc_Perhitungan


Dalam contoh ini, peritungan Loss nya : a) Loss Feeder 100 m b) Konektor Insertion Loss @0.2 dB c) Jumper 1M @0.7dB d) Total Loss : 4.36 dB : 0.80 dB : 0.14 dB : 5.30 dB

Jadi Lc_Terukur < 5.30 dB, jika tidak maka feeder harus diganti 4. Langkah terakhir, lakukan pengukuran VSWR System dengan menggunakan site master dan konversikan hasil VSWR terukur ke Return Loss. Maka hasil dari pengukuran harus mengikuti rumus dibawah ini : RL system_terukur < RL ant_spec + 2* Total Loss RL system_terukur < -14 dB + 2 * (-5.30) dB RL system_terukur < -19.30 dB Note : pengali 2 menunjukan terjadi 2x losses, power ke arah antenna dan power dari antenna yang berbalik ke arah pemancar (return Loss).

www.gsm4baby.blogspot.com

Page 10

Jwpradana

PT MAC SARANA DJAYA

VI.

RTWP (Received Total Wide Band Power) Petunjuk detail untuk masalah RTWP ini sangat terbatas, istilah RTWP ini hanya digunakan di BTS Huawei. Di dalam manula Book Huawei pun sangat terbatas rincianya. Pada dasarnya RTWP ini berkaitan dengan Power control di 3G System. Seperti diketahui 3G menggunakan power sharing untuk setiap user (MS) yang melakukan dedicated access ke network. Untuk itu diperlukan system power control agar tidak terjadi interference satu user dengan user yang lain. Fungsi dari power control adalah : 1. Menghandle problem redaman (attenuation) karena jarak, fast fading, shadowing,menekan interference yang ditimbulkan oleh user lain, serta untuk meningkatkan kapasitas jaringan. 2. Membalancing UL Power, jika tidak maka Interference di sisi UL sangat mudah terjadi. 3. Disisi DL, power control diperlukan agar user pertama tidak menginterference user yang lain dalam satu cell atau sebalik nya. 4. Menghandle problem Near-Far-Effect, yaitu bahwa MS yang terdekat dengan BTS harus memancarkan power lebih rendah dibandingkan dengan MS yang jauh dari BTS. Penjelasan lebih detail tentang power control ini diperlukan pembahasan tersendiri secara terpisah, mengingat diperlukan pengetahuan dasar tentang UMTS terlebih dahulu. Berdasarkan penjelasan diatas bisa dipastikan bahwa RTWP, sesuai dengan namanya, diperlukan untuk memastikan tidak terjadinya power berlebih yang diterima oleh UL channle board di BTS. Terutama power tambahan yang diakibat oleh berbaliknya power kearah BTS akibat tidak propernya installasi atau component faulty (yang dalam istilah 2G disebut sebagai return loss). Dan berikut ini adalah standard teknis yang diberikan oleh Huwei : 1. No Load (Noservice) : -108 dBm 2. With Load : -106 dBm (Connected To TMA or live Network ) 3. In Normal Service with 75% Loading traffic in UL RTWP > 6 dB than measured RTWP with no service. It means -102 dBm as value reference 4. If Value of RTWP = - 112 dBm for main antenna or -111.5 dBm for Diversity Antenna it means any fault in one of the following : WRFU, RHUB, or RRU, broken link, or faulty channell

www.gsm4baby.blogspot.com

Page 11

Jwpradana

PT MAC SARANA DJAYA

-102

Gb. Grafik untuk Normal RTWP

-102

Gb. Grafik untuk High RTWP

www.gsm4baby.blogspot.com

Page 12

Jwpradana
APENDIX-1 :

PT MAC SARANA DJAYA

Return Loss SWR 40.5 41 41.5 42 42.5 37 37.5 38 38.5 39 39.5 40 34.5 35 35.5 36 36.5 32.5 33 33.5 34 31 31.5 32 30 30.5 28.5 29 29.5 27.5 28 27 26 26.5 25.5 24.5 25 24 23.5 23 22.5 22 21.5 21 20.5 20

Return Loss 1.01 1.01 1.01 1.01 1.01 1.02 1.02 1.02 1.02 1.02 1.02 1.02 1.03 1.03 1.03 1.03 1.03 1.04 1.04 1.04 1.04 1.05 1.05 1.05 1.06 1.06 1.07 1.07 1.07 1.08 1.08 1.09 1.1 1.1 1.11 1.12 1.12 1.13 1.14 1.15 1.16 1.17 1.18 1.2 1.21 1.22 4 6 8 10 10.5 11 11.2 11.4 11.6 11.8 12 12.2 12.4 12.6 12.8 13 13.2 13.4 13.6 13.8 14 14.2 14.4 14.6 14.8 15 15.2 15.4 15.6 15.8 16 16.2 16.4 16.6 16.8 17 17.2 17.4 17.6 17.8 18 18.5 19 19.5 20 20.5

SWR 4.42 3.01 2.32 1.92 1.85 1.79 1.76 1.74 1.71 1.69 1.67 1.65 1.63 1.61 1.59 1.58 1.56 1.54 1.53 1.51 1.5 1.48 1.47 1.46 1.44 1.43 1.42 1.41 1.4 1.39 1.38 1.37 1.36 1.35 1.34 1.33 1.32 1.31 1.3 1.29 1.29 1.27 1.25 1.23 1.22 1.21

www.gsm4baby.blogspot.com

Page 13

Jwpradana
19.5 19 18.5 17.8 18 17.6 17.4 17.2 17 16.8 16.6 16.4 16.2 16 15.8 15.6 15.4 15.2 15 14.8 14.6 14.4 14.2 14 13.8 13.6 13.4 13.2 13 12.8 12.6 12.4 12.2 12 11.8 11.6 11.4 11.2 11 10.5 10 8 6 4 1.23 1.25 1.27 1.29 1.29 1.3 1.31 1.32 1.33 1.34 1.35 1.36 1.37 1.38 1.39 1.4 1.41 1.42 1.43 1.44 1.46 1.47 1.48 1.5 1.51 1.53 1.54 1.56 1.58 1.59 1.61 1.63 1.65 1.67 1.69 1.71 1.74 1.76 1.79 1.85 1.92 2.32 3.01 4.42 21 21.5 22 22.5 23 23.5 24 24.5 25 25.5 26 26.5 27 27.5 28 28.5 29 29.5 30 30.5 31 31.5 32 32.5 33 33.5 34 34.5 35 35.5 36 36.5 37 37.5 38 38.5 39 39.5 40 40.5 41 41.5 42 42.5 1.2 1.18 1.17 1.16 1.15 1.14 1.13 1.12 1.12 1.11 1.1 1.1 1.09 1.08 1.08 1.07 1.07 1.07 1.06 1.06 1.05 1.05 1.05 1.04 1.04 1.04 1.04 1.03 1.03 1.03 1.03 1.03 1.02 1.02 1.02 1.02 1.02 1.02 1.02 1.01 1.01 1.01 1.01 1.01

PT MAC SARANA DJAYA

www.gsm4baby.blogspot.com

Page 14

Jwpradana

PT MAC SARANA DJAYA

Daftar Pustaka :
1) 2) 3) 4) 5) John D Kraus Phd, Antenna, Mc Graw Hill, 1950 Schaum, Electronic Communication, Mc Graw Hill, 1979 Robert M Erwin,Pengantar Telekomunikasi, Elexmedia Komputindo, 1988 Joseph J Carr, Pratical Radio Frequency & Test Meausurements, Newnes, 1999 Hedex,RTWP manual Reference

www.gsm4baby.blogspot.com

Page 15