Anda di halaman 1dari 6

ASSET KEUANGAN

Aset adalah segala sesuatu yang memiliki nilai artinya dapat kita jual dan mendapatkan uang. Bisa

juga Aset atau aktiva dapat diartikan sebagai sumber ekonomi yang diharapkan memberikan manfaat usaha

di kemudian hari. Aset dimasukkan dalam neraca dengan saldo normal debit.

Aset atau aktiva dipahami sebagai harta total. Namun biasanya untuk keperluan analisis dirinci

menjadi beberapa kategori, seperti:

1. Aset lancar

2. Investasi jangka panjang

3. Aset tetap

4. Aset tidak berwujud

5. Aset pajak tangguhan

Daftar aset atau aktiva di dalam neraca disusun menurut tingkat likuiditasnya, mulai dari yang paling

likuid hingga yang tidak likuid. Aktiva-aktiva pada neraca disajikan pada sisi kanan secara berurutan dari atas

ke bawah. Penyusunan neraca dimulai dari yang paling likuid (lancar), yaitu mulai dari aktiva lancar, aktiva

tetap dan seterusnya. Komponen aktiva lancar menurut Kasmir sebagai beriktu: “kas, surat-surat berharga,

piutang, persediaan, dan sebagainya” (2008:31) Komponen aktiva tetap menurut Kasmir sebagai berikut:

“Tanah, bangunan, mesin, kendaraan, peralatan, dan lainnya” (2008:32) Berdasarkan teori diatas aktiva

disusun secara berurutan dari mulai yang likuid sampai yang kurang likuid atau yang gampang dengan mudah

diuangkan.

Aset Keuangan adalah asset yang tidak berwujud. Nilai dari asset ini tergantung dari nilai arus

kas/uang yang akan kita terima dimasa yang akan datang, semakin besar nilai arus kas yang akan kita terima

dimasa yang akan datang maka semakin tinggi nilai dari asset keuangan tersebut. Pihak yang setuju untuk

melakukan pembayaran kas/ klaim atas asset keuangan tersebut disebut emiten atau issuer sedangkan

penerima klaim disebut sebagai investor.

Karakteristik Aset Keuangan

Divisibilityaset keuangan lebih dapat dipecah-pecahkan dibandingkan aset fisik.

Marketability (Liquidity)aset keuangan secara umum lebih mudah untuk dipasarkan.

Maturity aset finansial beberapa diantaranya tidak memiliki batas waktu jatuh tempo secara

spesifik dan tidak semestinya dipegang selamanya.

Curreny Aset keuangan umumnya menggunakan mata uang tertentu. Beberapa aset keuangan dibuat dalam US dollar untuk mengurangi resiko fluktuasi nilai tukar.

Moneyless Aset keuangan berfungsi sebagai alat pembayaran disebut uang. Namun ada juga aset keuangan yang bukan uang namun dapat juga sebagai alat pembayaran.

Reversibility Aset keuangan dapat ditukar-tukar bentuknya.

Liquidity Aset keuangan merupakan aset yang mudah untuk dicairkan

Convertability Beberapa aset keuangan seperti bond atau saham dapat ditukar bentuknya ke bond atau saham yang lainnya.

Return Predictability Penerimaan dari aset keuangan dapat diprediksi.

Jenis-Jenis Aset Keuangan

a) Pasar Uang : sertifikat bank Indonesia (SBI), sertifikat deposito, t-bills, commercial paper, eurodollar, repurchase agreements, banker’s acceptance, federal funds

b) Pasar Modal : corporate bonds, municipal corporate, federal agency bonds, saham preferen, saham biasa

c) Pasar Derivatif : Opsi (Option), Kontrak masa depan (Future Contracts)

Berikut adalah contoh dari asset keuangan tersebut:

Pinjaman / kredit yang diberikan oleh bank Niaga kepada bapak Abdullah untuk renovasi rumahnya

ORI atau Obligasi Ritel Republik Indonesia yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia yang dapat dimiliki oleh setiap warga Indonesia

Obligasi yang dikeluarkan oleh PT. Anugrah Cipta

Saham biasa yang diterbitkan oleh PT. Telkomsel

Saham preferen yang diterbitkan oleh IBM

Jadi hutang bank, obligasi (baik yang dikeluarkan oleh pemerintah atau perusahaan), saham (baik saham biasa atau preferen) yang masing-masing memiliki cara-cara pembayaran klaim yang berbeda adalah asset keuangan.

Obligasi adalah kebalikan dari CPS, obligasi suatu istilah yang digunakan dalam dunia keuangan yang merupakan suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk

membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran,

jatuh temponya di atas 10 tahun.

Untuk mengenai modal, Modal PT adalah uang dan barang yang dipergunakan untuk menjalankan

perusahaan Perseroan Terbatas, yaitu meliputi Modal Dasar, Modal Ditempatkan, dan Modal Disetor.

Modal dasar yaitu jumlah modal yang disebutkan dalam anggaran dasar perseroan terbatas yang

sudah mendapatkan pengesahan dari instansi yang berwenang.

Modal Ditempatkan yaitu bagian modal dasar suatu perseroan terbatas yang tertera dalam anggaran

dasar yang merupakan kewajiban para pemegang sahamnya dan telah disanggupi untuk disetor.

Modal Disetor atau paid up capital yaitu modal yang telah disetor secara efektif oleh pemiliknya; bagi

bank yang berbentuk hukum koperasi, modal disetor terdiri atas simpanan wajib dan modal

penyertaan sebagaimana diatur dalam UU No. 25 tahun 1992 tentang perkoperasian.

Syarat badan usaha yang boleh menerbitkan saham :

1. Berupa PT

2. 3 tahun berturut-turun profit naik

3. 3 tahun berturut-turut laporan keuangan diaudit ak. Public WTP

CPS (Commercial paper) dalah sekuritas dalam pasar uang yang diterbitkan oleh bank berkapitalisasi besar

serta perusahaan. Biasanya instrumen ini tidak digunakan sebagai investasi jangka panjang melainkan hanya

sebagai pembelian inventaris atau untuk pengelolaan modal kerja. Dimana biasanya pula instrumen ini dibeli

oleh lembaga keuangan karena nilai nominalnya terlalu besar bagi investor perorangan, dan termasuk dalam

kategori investasi yang sangat aman sehingga imbal hasil dari surat berharga komersial ini juga rendah.

Ada empat macam bentuk dasar dari surat berharga komersial ini yaitu :

1. Surat sanggup bayar

2. Cek

3. Deposito

4. Wesel aksep (Bank draft)

Syarat-syarat penerbitan surat berharga komersial di Indonesia

Syarat-syarat penerbitan surat berharga komersial ini dapat ditemukan pada ketentuan pasal 2 sampai

dengan pasal 5 dari Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. 28/52/KEP/DIR tanggal 11 Agustus 1995

yaitu :

1.

Kriteria

2. Berjangka waktu paling lama 270 (dua ratus tujuh puluh) hari

3. Diterbitkan oleh perusahaan bukan bank dalam Pasal 1 angka 9 surat keputusan ini.

4. Mencantumkan:

a. Klausula sanggup dan kata-kata “Surat Sanggup” di dalam teksnya dan dinyatakan dalam bahasa Indonesia.

b. Janji tidak bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu.

c. Penetapan hari bayar

d. Penetapan pembayaran

e. Nama pihak yang harus menerima pembayaran atau penggantinya

f. Tanggal dan tempat surat sanggup diterbitkan

g. Tanda tangan penerbit

Klaim adalah hak yang harus diterima oleh pemegang asset keuangan tersebut.

1.

Hutang bank : Untuk hutang yang dikeluarkan oleh bank, dalam hal ini bank adalah pihak pemberi pinjaman sehingga pihak peminjam uang harus membayar bunga beserta cicilan pokok pinjaman setiap kali pembayaran (bulanan atau tahunan ) selama waktu yang telah disepakati (3 tahun , 5 tahun dsb) kepada bank.

2.

Obligasi baik pemerintah atau perusahaan adalah surat berharga yang menunjukan pengakuan atas hutang. Hak yang diperoleh investor adalah bunga yang besarnya tetap yang akan diterima setiap periode tertentu ( bulanan atau tahunan ) selama usia dari obligasi tersebut,.

3.

Saham adalah surat berharga yang menunjukan kepemilikan artinya bahwa pemegang saham tersebut memiliki perusahaan yang besarnya tergantung dari besarnya bagian saham yang dimilikinya Resiko aset keuangan dibagi 3 yaitu :

1.

Resiko daya beli ( purchasing power risk ), resiko ini ditimbulkan karena adanya inflasi, sehingga resiko ini disebut juga inflation risk.

2.

Resiko ketidak mampuan emiten atau peminjam untuk membayar kewajibannya yang disebut dengan resiko kredit ( credit risk ) atau resiko kelalaian (default risk)

3.

Resiko nilai tukar ( Foreign Exchange risk ), resiko ini timbul jika berinvestasi pada mata uang asing.

Aset keuangan dan Aset Berwujud

Aset Keuangan dan asset berwujud secara fisik memang berbeda, pada asset berwujud, bentuk

fisiknya dapat langsung dinilai dengan uang sedangkan asset keuangan wujud fisiknya tidak dapat

mencerminkan nilai dari asset keuangan tersebut. Namun demikian ada satu hal yang sama-sama dimiliki

oleh kedua jenis asset tersebut yaitu arus kas yang akan diperoleh dimasa yang akan datang.

Emiten : pihak yang menerbitkan instrumen keuangan dengan kepentingan :

1. Pendanaan

2. M. kas

3. M. resiko

4. Struktur modal

: 1. Pendanaan 2. M. kas 3. M. resiko 4. Struktur modal 1. Equity 2. Ekuitas

1. Equity

2. Ekuitas

3. Saham

4. Modal saham

Reksadana lahir karena kebutuhan orang:

1. Tidak punya waktu tetapi ingin membeli saham

2. Punya uang tetapi tidak memiliki pengetahuan

3. Surplus yang tidak punya banyak uang

Klasifikasi Uang

Adaapun Klasifikasi Uang yang dapat di lihat dari berbagai sisi adalah sebagai berikut:

1. Berdasarkan Bahan

2. Berdasarkan Nilainya

3. Berdasarkan Lembaga

4. Brerdasarkan Kawasan

Fungsi Uang

Pada awalnya fungsi uang hanyalah sebagai alat guna untuk mempelancar pertukaran, dengan

perkembangannya fungsi uang beralih dari alat tukar ke fungsi yang lebih luas. Berikut fungsi-fungsi uang

secara umum.

a) Sebagai alat tukar menukar

b) Sebagai alat satuan hitung

c) Penimbun kekayaan

DAFTAR RUJUKAN

Azzar. Mengenal Aset Keuangan. http://ug-azar.blogspot.com/2010/03/mengenal-aset- keuangan_12.html. Online 3 Februari 2013.

Isnaini, M. Aset Keuangan. http://sunsoon.wordpress.com/2011/11/08/aset-keuangan/. Online 3 Februari 2013.

Putri. Aset Keuangan. http://meiputribersama.blogspot.com/2012/03/aset-keuangan.html. Online 4 Februari 2013.

Wikipedia. Aset. http://id.wikipedia.org/wiki/Aset. Online 3 februari 2013.