Anda di halaman 1dari 5

REFERAT ANESTESI MIDAZOLAM

Oleh: Hamam Kusumagani 1010221050

Pembimbing: Letkol. CKM dr. A. B. Lubis, Sp. An

RUMAH SAKIT M. RIDWAN MAUREKSA DEPARTEMEN ANESTESI FAKULTAS KEDOKTERAN UPN VETERAN JAKARTA PERIODE 14 Mei 2012 17 Juni 2012

MIDAZOLAM Efek Analgetik (-), Sedasi (+), Hipnotik (-), Relaksasi otot (-) Farmakologi Midazolam merupakan benzodiazepine yang larut air dengan struktur cincin imidazole yang stabil dalam larutan dan metabolisme yang cepat. Obat ini memiliki potensi 2-3 kali lebih kuat terhadap reseptor GABA dibandingkan diazepam. Efek amnesia pada obat ini lebih kuat diabanding efek sedasi Farmakokinetik Midazolam diserap cepat dari saluran cerna dan dengan cepat melalui sawar darah otak. Hanya 50% dari obat yang diserap yang akan masuk ke sirkulasi sistemik karena metabolisme porta hepatik yang tinggi. Sebagian besar midazolam yang masuk plasma akan berikatan dengan protein. Waktu durasi yang pendek dikarenakan kelarutan lemak yang tinggi mempercepat distribusi dari otak ke jaringan yang tidak aktif begitu juga dengan klirens hepar yang cepat. Waktu paruh midazolam adalah antara 1-4 jam, lebih pendek daripada waktu paruh diazepam. Waktu paruh meningkat pada pasien tua dan gangguan fungsi hati. Pada pasien dengan obesitas, klirens midazolam akan lebih lambat karena obat banyak berikatan dengan sel lemak. Akibat eliminasi yang cepat dari midazolam, maka efek pada CNS akan lebih pendek dibanding diazepam.

Awitan aksi : IV 30 detik-1 menit; IM 15 menit; PO/rektal menit; intranasal < 5 menit Efek Puncak : IV 3-5 menit; IM 15-30 menit; PO 30 menit; intranasal 10 Lama aksi : IV/IM 15-80 menit; PO/rectal 2-6 jam

intranasal < 10 menit; menit; rektal 20-30 menit

Interaksi/toksisitas : Efek depresi SSP dan sirkulasi dipotensiasi oleh

alkohol, narkotik, sedatif, anestesik volatil, menurunkan MAC untuk anestesik volatil; efeknya diantagonis oleh flumazenil. Metabolisme Midazolam dimetabolisme dengan cepat oleh hepar dan enzim cytochrome P-450 usus halus menjadi metabolit yang aktif dan tidak aktif. Metabolit utama yaitu 1-hidroksimidazolam yang memiliki separuh efek obat induk. Metabolit ini dengan cepat dikonjugasi dengan asam glukoronat menjadi 1hidroksimidazolam glukoronat yang dieskresikan melalui ginjal. Metabolit lainnya yaitu 4-hidroksimidazolam tidak terdapat dalam plasma pada pemberian IV. Metabolisme midazolam akan diperlambat oleh obat-obatan penghambat enzim sitokrom P-450 seperti simetidin, eritromisin, calsium channel blocker, obat anti jamur. Kecepatan klirens hepatic midazolam lima kali lebih besar daripada lorazepam dan sepuluh kali lebih besar daripada diazepam. Penggunaan Dosis maximal : 10 mg/kg BB a) Premedikasi Sebagai premedikasi midazolam 0,25 mg/kg diberikan secara oral berupa sirup (2 mg/ml) kepada anak-anak untuk memberiksan efek sedasi dan anxiolisis dengan efek pernapasan yang sangat minimal. Pemberian 0,5 mg/kg IV 10 menit sebelum operasi dipercaya akan memberikan keadaan amnesia retrograd yang cukup. b) Sedasi intravena Midazolam dosis 1-2,5 mg IV (onset 30-60 detik, waktu puncak 3-5 menit, durasi 15-80 menit) efektif sebagai sedasi selama regional anestesi. Efek samping yang ditakutkan dari midazolam adalah adanya depresi napas apalagi bila diberikan bersama obat penekan CNS lainnya. c) Induksi anestesi

Induksi anestesi dapat diberikan midazolam 0,1-0,2 mg/kg IV selama 3060 detik. Dosis yang digunakan akan semakin kecil apabila sebelumnya diberikan obat penekan CNS lain seperti golongan opioid. Pasien tua juga membutuhkan lebih sedikit dosis dibanding pasien muda. d) Rumatan anestesi Midazolam dapat diberikan sebagai tambahan opioid, propofol dan anestesi inhalasi selama rumatan anestesi. Pemberian midazolam dapat menurunkan dosis anestesi inhalasi yang dibutuhkan. Sadar dari post operasi dengan induksi midazolam akan lebih lama 1-2,5 kali dibanding penggunaan thiopental sebagai induksi. e) Sedasi post operasi Pemberian jangka panjang midazolam secara intravena (dosis awal 0,5-4 mg IV dan dosis rumatan 1-7 mg/jam IV) akan mengakibatkan klirens midazolam dari sirkulasi sistemik lebih bergantung pada metabolisme hepatik. Efek farmakologis dari metabolit akan terakumulasi dan berlangsung lebih lama setelah pemberian intravena dihentikan sehingga waktu bangun pasien menjadi lebih lama. Penggunaan opioid dapat mengurangi dosis midazolam yang dibutuhkan sehingga waktu pulih lebih cepat. Waktu pulih akan lebih lama pada pasien tua, obese dan gangguan fungsi hati berat. f) Gerakan pita suara paradoks Gerakan pita suara paradoks adalah penyebab nonorganik obstruksi saluran napas atas dan stridor sebagai manifestasi post operasi. Midazolam 0,5-1 mg IV mungkin efektif untuk mengatasinya. Efek pada Sistem Organ
a) Pernapasan Penurunan pernapasan dengan, midazolam 0,15 mg/kg IV.

Hipoventilasi, obstruksi jalan napas, dan apnea dapat menyebabkan hipoksia dan / atau serangan jantung kecuali tindakan pencegahan yang efektif segera diambil. Antidotum (flumazenil) sangat dianjurkan.
b) Sistem kardiovaskuler hipotensi dan takikardi, midazolam 0,2 mg/kg IV

Daftar Pustaka
1. http://www.medicinenet.com/midazolam-injection/article.htm 2. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/druginfo/meds/a609003.html 3. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/3319363 4. Latief A. Said, dkk. Petunjuk Praktis Anestesiologi edisi ke 2. Bagian

Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Indonesia. 2001.